FF YoonHae – Sweet Legacy Part 2

sweet legacy copy

Title : Sweet Legacy

Cast : SNSD Yoona, Super Junior Donghae

Author : Nana Shafiyah 

Genre : Romance, Married Life

Rating : PG-17

Happy Reading ^__^

Bunyi gaduh bantingan meja dan kursi mencabik – cabik pendengarannya. Yoona keluar dari dalam kamar dengan mata setengah terbuka. Ia menatap jam dinding, pukul dua siang. Kedua kakinya terus melangkah selagi mengumpat, siapakah gerangan mahluk pengangguran yang menyulut keributan disiang bolong seperti ini?

“Hoaammm…” Yoona menguap lebar. Pengangguran… seperti berkaca saja.

“Aku akan membayarnya, beri kami waktu untuk melunasi sewa rumah, seminggu… kumohon beri kami tenggat waktu seminggu.” Boa membungkuk memohon – mohon kepada seorang pria tua dengan wajahnya yang super sangar. Tampak disekitar ruang tengah barang – barang mereka teronggok dan bertaburan bagaikan sampah.

“Yak !!!!” teriak Yoona histeris kearah pengawal lelaki tua itu karena membanting lukisannya dan kini bingkai lukisan itu pecah. Yoona berlari menghampiri serpihan bingkai lukisannya. Tanpa Ia sadari air matanya menetes. Lukisan ini… Lukisan  yang bercerita mengenai ayah ibu dan seorang anak yang sedang berpegangan tangan. Lukisan yang merupakan hadiah ulang tahunnya terbuang sia – sia. Tangan Yoona berhenti menyingkirkan beling, kenangan itu menghambat kinerja otaknya dan berputar disatu celah. Suasana disaat orang tuanya menghadiahkan lukisan itu dan beberapa jam kemudian Yoona menonton berita bahwa toko yang dikelola orang tuanya mengalami kebakaran. Yoona tidak berhenti memandangi lukisan itu, mendadak tatapannya menajam kearah pelaku pembantingan.

Yoona bangkit berdiri, Ia memasang kuda – kuda bersiap menerjang lelaki itu dengan tinjunya.

“Yoona Hentikan !” Seorang wanita datang menghampiri, Yoona menahan tinjunya diudara. Secepatnya wanita itu menarik Yoona menjauh.

Yoona menatap kakaknya itu sebal. Kalau saja Boa bukanlah saudara satu – satunya yang Ia punya didunia ini, Yoona pasti akan mencecarnya habis – habisan.

“Kau bisa mengacaukan segalanya?!”

“Aku tidak mengacaukan segalanya, dia yang membanting lukisan itu. Eonni tahu betapa berharganya lukisan itu bagiku kan?” bantah Yoona menunjuk pengawal itu.

“Ya, Eonnie tahu tapi kau tidak harus melibatkan dirimu kedalam masalah kan? Bagaimana kalau preman tadi berbalik memukulmu?!”

Tiba – tiba lelaki tua berwajah sangar berjalan menghampiri. Wajahnya terangkat memaparkan keangkuhan sebagai seorang boss besar. Lelaki tua itu tertawa memperlihatkan gigi – giginnya yang sepertinya sudah menghitam akibat efek tembakau.

“Lihatlah kedua wanita cantik ini sedang kebingungan.”

Suara itu menggugah Yoona spontan mendecih. Ia menatap sebelah mata penuh kebencian. Boa menduga Yoona akan mengumpat sebentar lagi dan sebelum itu terjadi Ia buru – buru memutar topik pembicaraan.

“Kumohon berikan kami waktu, Tuan Moon.” Pintanya sekai lagi.

Lelaki tua itu tertawa, “Baiklah, baiklah. Sepertinya kalian perlu membicarakan ini.” ucapnya menatap Boa dan Yoona bergantian. Boss besar yang bernama Tuan Moon juga sempat menyelipkan kedipannya yang super menggelikan itu  kearah Yoona sebelum Ia dan kedua anak buahnya pergi. Yoona memegangi perutnya, mual.

Usai menghilangnya punggung mereka dari ambang pintu, Boa menatap adiknya itu dengan sorot mata penuh kecemasan.

“Kumohon Yoona, untuk sekarang ini jangan membuat keributan dulu. Kita harus memikirkan bagaimana cara mendapatkan uang untuk membayar sewa rumah agar tidak diusir dari sini.” Cetusnya setengah memohon. Wajah Yoona berubah lesu, Ia menekuk wajahnya kemudian bergumam, “Apa Eonni sudah mendapatkan pekerjaan?”

“Belum.” Boa mendesah, “Kau sendiri, apa kau sudah mendapatkan pekerjaan?”

Yoona bergeleng. Menatap wajah adiknya yang menampakkan raut keputusasaan, Boa membuang napas kasar lalu berbalik mencecar dirinya sendiri, “Ya Tuhan, kita tidak boleh terus menerus seperti ini. Aishh kalau saja perusahaan yang mempekerjakanku  tidak bangkrut…”

“Eonni.” Panggil Yoona memotong ocehan kakaknya.

“Sebenarnya Aku sudah mendapatkan pekerjaan.”

“Apa?”

Yoona berpikir selagi mengarang kalimat seadanya Ia bercerita, “Sebenarnya aku ingin bertemu siang ini untuk menghadiri interview.”

“Jinja?! Ini kabar gembira.” Mata Boa berseri seri – seri. Ia menggenggam kedua tangan Yoona dengan ekspresinya yang meluap – luap.

“Lalu kenapa masih berdiri disini? Cepat bersiap – siap ?! kau harus berpenampilan menarik agar bisa meyakinkan orang itu.”

Yoona sedikit ragu, Ia menatap situasi sekitarnya, “Tapi bagaimana dengan kekacauan ini?”

Boa manggut – manggut maklum, “Tidak apa –apa. Tenang biar aku yang membereskannya ! sekarang terpenting adalah kau tidak boleh terlambat.”  Ucapnya menepuk – nepuk punggung Yoona. Sementara Yoona meringis kaku. Ia tidak menyangka kenapa lidahnya bisa berbohong. Tidak… Yoona menyakinkan dirinya sendiri. Ia memang tidak berbohong. Tiba – tiba ingatannya memutar ulang tawaran lelaki aneh itu semalam. Tampaknya ini seperti menjilat ludah sendiri tapi mau tidak mau… Yoona tidak punya pilihan lain.

“Ah, mari kita pilih baju yang pas untukmu.” Usai membenahi patahan kursi yang menghalangi jalan mereka, Boa menarik tangan Yoona menju kamar. Didalam sana mereka sibuk membongkar lemari untuk memilah pakaian yang pantas untuk Yoona menemui orang – orang yang akan mempekerjakannya. Yoona tersenyum ketika Boa menyodorkan kepadanya dress selutut bermotif kembang. Warna dress berbahan katun itu memang masih mengkilap, sebabnya karena jarang dipakai.

“Err apakah Eonni tidak punya baju lain?”

Boa menatap Yoona selagi menenteng hanger yang menyanggah dress itu. “Pakaian Eonni semuanya sexy dan ketat, Eonnie tidak mau disaat kesan pertamamu, kau dikenal oleh mereka sebagai perempuan penggoda di siang bolong.” Jelas Boa menegaskan, “Pakai saja dress ini. Menurut Eonni pakaian seperti ini bisa membangkitkan kesan polos untuk mengimbangi penampilanmu.” Boa menatap Yoona  dari atas kebawah. Yoona mengikuti arah tatapan Boa. Kesimpulan yang Ia dapati ialah penampilannya yang meresahkan , celana trening butut, kalos longgar belel bertuliskan ‘Im In Love’ dan rambut bercat merah ungu yang diikat asal – asalan. Yoona menghela napas bosan, ia lelah membayangkan ceramah Boa selanjutnya.

“Jadi kalau kau tidak mau aku sampai memandikanmu, lebih baik kau menurut saja, percaya padaku, ini semua demi kebaikanmu—“

“Oke, oke.” Yoona menginterupsi kalimat Boa dibantu oleh kedua tangannya yang menggantung diudara, “Baiklah aku akan memakai dress itu.” putusnya mengambil cara aman.

Boa menghembuskan napas lega, sementara Yoona tersenyum namun siapa sangka lengkungan dibibirnya Ia gunakan  sebagai dalih. Sesungguhnya sekujur batin Yoona tengah meraung pedih. Dress aneh itu apalagi jika ditambah dengan sepatu heels  yang tingginya selangit sama sekali bukan gayanya…

……………….

“Mimpi apa aku semalam hingga orang sibuk sepertimu mengundangku kemari?” Seorang lelaki berpakaian formal menyesap kopinya yang mengepulkan asap tipis. Sesekali Ia melirik para wanita berpakaian minim yang berjalan melewati coffe Shop tempatnya berada. Lelaki itu tidak segan – segan memilih tempat di pelataran café dengan tujuan agar lebih bebas menikmati udara terbuka sambil meneguk secangkir vanilla latte hangat. Lagi pula adik iparnya tiba – tiba mengajak bertemu, Ia pikir akan terjadi obrolan menyenangkan namun kenyataannya sang adik ipar malah menampakkan wajahnya yang tidak bersahabat.

“Jadi?”

“Aku tidak akan basa – basi, langsung saja Kim Heechul-ssi.” Donghae mengintimidasi dengan penuh kecurigaan, “Kau kah itu? otak dibalik percobaan pembunuhan Sehun?”

Heechul hampir saja tersedak oleh kopinya, lelaki itu tergelak, “Hei, aku tidak mengerti maksudmu, man.”

Donghae tertawa remeh. “Cih, sudahlah tidak usah banyak alasan, tidak lama lagi kedokmu akan terbongkar Heechul-sii.”

“Silahkan saja kalau memang kau punya bukti Lee Donghae-ssi.” Heechul mengangkat bahu seolah tanpa beban.

Tatapan Donghae nyalang kearahnya. Ia mengingat semalam ketika sedang meninjau sebuah gedung di salah satu gang terpencil, Sehun tiba – tiba raib dari jangakauannya. Donghae menduga ketika Sehun bermain disekitar gedung ada seseorang lagi yang mengincar anak itu sehingga Sehun memilih bersembunyi dan secara tidak terduga anak itu berlari tidak tentu arah lalu tersesat di tengah jalan, untung saja berkat aksi penyelamatan yang dilakukan oleh gadis itu semalam, Sehun tidak sampai kenapa – napa. Donghae sadar sepenuhnya, salah satu faktor yang  menyebabkan hal tersebut bisa terjadi adalah karena kelalaiannya, andai saja Ia bisa menemukan seseorang yang bisa dipercaya untuk menjaga Sehun, Donghae pasti tidak akan sampai membawa Sehun meninjau proyek. Untuk sementara anak itu berada dibawah pengawasan istri pengacara Leeteuk tapi Donghae tidak mungkin terus – menerus menitipkan Sehun disana.

Heechul bersiul – siul menatap seorang gadis yang lewat dihadapannya mengenakan dress sifon bertumpuk. Dress itu melambai – lambai tertiup angin. Lelaki itu berdesis – desis menggodanya. Sementara Donghae mulai jengah dengan tingkahnya. Dari luar Heechul sepertinya bukanlah seseorang yang berambisi menginginkan harta Sehun, tapi siapa yang bisa menduga bahwa orang seperti Heechul rupanya menyimpan sebuah kebusukan.

“Dari pada menatapku seperti itu lebih baik kau nikmati saja kopinya.” Heechul mengamati wajah Donghae selagi menaik turunkan alisnya. Donghae berpaling dan menyeringai tidak berselera.

“Jangan terlalu work holic Donghae-ssi, sekali – kali pergilah berkencan. Aku yakin diluar sana ada banyak wanita yang tergila – gila padamu. Kau juga bisa menyewa salah satu dari mereka, bagaimana?” Heechul melipat kedua tangannya dan menatap Donghae penuh minat.

Donghae menatap lelaki itu sekilas, percuma meladeni lelaki itu karena sebentar lagi pembahasan mereka akan melenceng kemana – mana.  Mendadak Donghae menyadari bahwa pertemuannya dengan Heechul memang tidak berguna sama sekali.

~drtt.. drtt..~

Dering ponsel Donghae berbunyi seiring derit getarnya. Donghae berterima kasih kepada siapa pun yang menelponnya saat ini karena setidaknya Ia tidak harus meladeni obrolan gila kakak iparnya itu.

“Yoboseyo…” sapa Donghae. Seseorang diseberang sana kelihatannya bukan seseorang yang Ia kenali. Donghae mengernyit ketika serius mendengarkan. Ia tampak mengingat – ingat sesuatu.

“Im Yoona?”

………

Yoona mengayun – ayunkan kedua kakinya yang berbalut Heels. Bus merah berhenti dihadapannya dan orang – orang yang tengah menanti kendaraan umum di sekitar halte mulai bangkit dari tempat duduknya kecuali Yoona tentu saja yang masih berkutat dengan ponsel ditelinganya.

“Nde, aku sudah bilang berkali – kali, aku Im Yoona.” Yoona melanjutkan ucapannya, Ia sedikit menghela napas diujung kalimat.

“Jadi Lee Donghae-ssi,” Yoona menatap selembar kartu nama di tangannya,  “Aku ingin mengetahui pekerjaan yang kau maksud semalam.” Jelas Yoona mengutarakan maksud dan tujuannya. Dan Yoona hampir saja terjengkang dari kursi ketika lelaki itu dengan bodohnya berkata, “Mwo?” seolah – oleh dia seorang amnesia yang butuh diingatkan sekali lagi.

Atau lelaki itu sedang mencoba mengerjainya? Ataukah Lelaki itu sakit hati karena semalam ia mencecarnya habis – habisan?  Kalau memang tawaran pekerjaan itu cuma akal – akalannya saja untuk balas dendam, Yoona tidak segan – segan mematahkan kedua kaki si brengsek itu !

“Itu looh kau memberiku kartu nama dan bilang bahwa kau punya pekerjaan yang cocok untukku.” Peringat Yoona meniup ubun – ubunnya.

“Nde aku mengingatnya Nona, jadi apakah anda tertarik ?” tanyanya lagi. Oh, rupanya dia cukup pintar untuk tidak memancing gara – gara. Jadi lelaki itu sungguhan?

Yoona berdehem, “Sebenarnya beberapa toko sudah bersedia mempekerjakanku, tapi… diantara banyak pilihan, aku butuh sesuatu yang benar – benar sesuai untukku.” Tandasnya penuh percaya diri, Ia menambah, “Aku hanya penasaran dengan pekerjaan yang kau tawarkan itu.”

“Jinjayo?”

Yoona menatap ponselnya sambil mencibir. Suara lelaki itu terdengar tenang dan datar padahal Yoona berharap reaksinya akan lebih mencengangkan dari ini mengingat ekspresi permohonan lelaki itu semalam.

“Boleh kita bertemu?” Yoona berbicara dengan suara yang sejernih mungkin.

Lelaki itu terdiam beberapa saat lalu kembali berbicara, kali ini suaranya lebih bernyawa dari sebelumnya, “Ah Tentu, aku akan mengatur pertemuannya tapi tidak sekarang. Aku sedang bertemu dengan seseorang, mungkin besok pagi Nona bisa datang ke kantorku.”

“Oh jadi sekarang kau sibuk ? Baiklah kalau begitu tidak usah toh aku bisa mengambil tawaran lain.” Ungkap Yoona mengarang cerita. Padahal kini wajah Yoona harap – harap cemas, bagaimana jika lelaki itu tidak mempan dengan ancamannya. Matilah…

“Sepertinya aku akan menerima tawaran di restoran itu saja. Aku tutup dulu ya teleponnya—“

“Im Yoona-ssi.”

Yoona tersenyum penuh kemenangan.

“Wae?”

“Baiklah kita bertemu sekarang, boleh kutahu saat ini Nona sedang dimana?” tawar lelaki itu pada akhirnya. Seringaian lantas mencuat dari bibir Yoona, “Ani, biar aku yang menemuimu, tidak etis rasanya.” Dalih Yoona, setidaknya lelaki itu tidak perlu tahu bahwa saat ini pengangguran sepertinya terombang – ambing di tengah jalan.

“Ah, tapi kau masih  di Seoul kan?” tambahnya kemudian.

Lelaki itu mengiyakan lalu menyetujui tanpa protes, “Baiklah terserah Nona saja.”

Yoona menelitiki kuku jarinya santai, “Sekarang katakan kau dimana, biar aku saja yang kesana.”

Setelah obrolan itu berakhir Yoona segera menutup sambungannya. Yoona melirik arlogi yang melingkar di pergelangan kanannya. Lima menit lagi bus selanjutnya tiba. Yoona menggigit bibirnya, Ia terus menunggu didalam hening selagi meyakinkan diri sendiri bahwa keputusannya menghubungi lelaki itu adalah yang terbaik.

Dua puluh menit kemudian Yoona akhirnya tiba di sebuah coffe shop yang dimaksud lelaki itu. Yoona langsung menemukan keberadaannya tidak lama kemudian karena letak meja lelaki itu berada di ruang terbuka. Semakin Yoona memacu keraguan menggerubuni seiiring langkahnya. Yoona berhenti sejenak mengingat – ingat lagi wajah Lelaki bernama Donghae itu, benarkan dia lelaki yang semalam?

Dan pertanyaan itu terjawab ketika lelaki yang diduga Yoona sebagai Donghae tidak sengaja menatapnya dari jarak beberapa langkah. Tatapan mereka bertemu untuk saling mengenali satu sama lain. Yoona menyipit. Lelaki itu seolah menggumamkan namanya. Seketika kepercayaan diri Yoona meningkat drastis. Jadi benar dia orangnya…

Donghae tidak sendiri, Lelaki itu ditemani oleh seorang lelaki yang juga ikut menatapnya, bahkan tatapannya agak sentimental, jauh berbeda dengan Donghae yang lantas menyapanya dengan sopan. Yoona mengabaikan lelaki yang menemani Donghae, Mr sinis atau entalah dia berasal dari pelanet mana, Yoona tidak begitu menyukainya bahkan dalam sekali tatap , Yoona ingin langsung menendang wajahnya.

“Tadinya Aku hawatir Nona tidak bisa menemukan tempat ini, tapi syukurlah.” ujar Donghae usai mempersilahkan Yoona duduk disampingnya. Perempuan itu menyesali bahwa Ia juga harus duduk berhadapan dengan orang aneh itu. Sesekali Yoona meliriknya tidak suka, Bukannya segan atau apa, orang aneh itu malah semakin memperhatikannya.

“Ingin kupesankan sesuatu ? kalau tidak suka kopi tidak masalah, disini juga menyediakan minuman lain.” Tawar Donghae. Yoona meringis mengangkat kedua pipinya mengikuti gelengan dikepalanya.

“Tidak usah nanti saja, aku akan menunggumu sampai selesai.” Jawab Yoona mengangkat bahu.

“Oh ya, baiklah.” Donghae tersenyum seperti basa – basi tapi hal itu jauh lebih baik dibanding lelaki dihadapannya yang begitu congkak hanya dalam sekali pandang.

Tatapan Donghae berpindah kearah lelaki didepannya, “Aku ingin memperingatkanmu sekali lagi.” Ucapnya. Yoona mengangkat alis tinggi – tinggi. Ia tidak menyangka bahwa intonasi lelaki itu berubah drastis ketika berbicara dengan si aneh itu. Tapi sama sekali tidak masalah, Yoona bersyukur setidaknya mereka sepemikiran.

“Ini terakhir kalinya aku memperingatkanmu baik – baik, Heechul-ssi.”

Oh jadi si aneh itu namanya Heechul.

“Jangan ganggu Sehun.” Donghae mencamkan, lelaki dihadapannya menyeringai, “Mwo-ya?” ia tergelak dengan tatapannya yang super mengejek. Kalau Yoona menjadi Donghae, Ia pasti akan langsung meninjunya detik itu juga tapi sayangnya Donghae yang asli sebatas bergeming ditempat. Yoona pandai membaca sitasi, Ia tahu meski pun Donghae tidak sampai memukulnya, Lelaki itu teramat memendam kekesalannya. Terbaca jelas dari wajahnya yang mengeras.

“Aku memang tidak pernah mengganggunya.”

Tampaknya si aneh itu memang pantas menerima kebencian dari semua orang akibat tingkahnya yang tidak sopan. Lihat saja dengan santainya lelaki menyebalkan itu malah mengeluarkan sebungkus rokok dan sebatang korek gas dari dalam saku jasnya, Ia mengambil sepuntung rancun dari dalam bungkusnya, lalu dengan tidak tahu malu Ia menyulut api diujung rokoknya yang sudah bertengger dibibir. Tanpa permintaan maaf atau basa – basi, lelaki itu menghirupnya dengan nikmat lalu sebagai pelepasan yang tampaknya kurang ajar, Ia menyemburkan seluruh asap dari dalam rongganya bagaikan meniup terompet.

“Fuahhh…”

Kepalan tangan Yoona meregang tinju. Bahkan lelaki itu tidak merasa bersalah sama sekali ketika kepulan asap dari hasil pembakaran didalam paru – parunya membumbung tinggi keangkasa.

“Donghae-ya, ngomong – ngomong dari mana kau pungut wanita kampungan sepertinya?” tunjuknya santai kearah seorang gadis yang tampaknya mulai berapi – api.

Donghae mengernyit, napasnya sudah tertarik untuk mendorong suaranya berbunyi akan tetapi rongganya tercekat begitu saja.

“Apa maksudmu mengataiku kampungan, Hah?!” Yoona bersungut menantang. Donghae gelagapan ketika Yoona sudah seperti itu, Ia teringat kejadian semalam. Yoona tidak akan berhenti sebelum Ia mengasihani lawannya, dan Heechul bukanlah seseorang yang patut dikasihani.

Donghae berusaha membujuknya pelan – pelan, “Yoona-ssi.. begini sebaiknya kita masuk saja kedalam.”

“Tidak mau !” tepis Yoona menolak mentah – mentah, gadis itu seolah gelap mata menanggapi dunia sekitarnya kecuali jika itu menyangkut seorang lelaki yang membuatnya naik pitam.

Heechul menghisap lagi rokoknya kemudian meniupnya kewajah Yoona. Gadis itu mengibas – ibaskan tangannya antara jengah dan jijik.

“Aku tidak bilang loh… kau saja yang merasa dikatai?”

“Mwo?”

“Wajar kan kalau aku bilang kau itu kampungan. Lihat saja selera berpakaianmu, dress dengan motif bunga – bunga pink seperti itu dengan rambut ungu yang digelung keatas, bahkan sapu ijuk dirumahku jauh lebih berkelas dari pada rambutmu.”

‘Sapu ijuk? Hah, Wajahmu yang paling kau banggakan itu sesungguhnya jauh lebih mengerikan dari pada sikat WC di rumahku?!’’  Yoona tertawa konyol memikirkan bagaimana sombongnya dia. Kepercayaan dirinya benar – benar memprihatinkan, bedebah seperti itu harusnya ditendang saja ke galaksi alien.

Yoona tidak tinggal diam. Gadis itu menyambar cangkir kopi yang tersaji didepan Donghae, kemudian bersiap menumpahkannya.

Heechul menyeringai, “Kenapa ? Mau menyiramku?”

“Ide bagus,” jawab Yoona menatap Heechul terpaksa, “Sayangnya aku haus.”

~Glek… glek… Glek… ~

Tap.

Yoona menancapkan cangkir kosong diatas meja usai berhasil meneguk isinya. Donghae terperangah, lelaki itu menelan ludah membayangkan bagaimana kopi panas yang pahit meluncur bagaikan air putih kedalam kerongkongan gadis itu dalam sekali napas. Untunglah dia tidak sampai keracunan.

“Ck, bahkan gayamu benar – benar tidak modern sama sekali.” Komentar Heechul tiba – tiba. Nada bicaranya melambangkan kesinisan yang kentara.

Yoona lantas menatapnya selagi berdecih, “Oh jadi menurutmu aku tidak modern?” gadis itu tertawa, “Lucu ya berbicara dengan lelaki berpikiran sempit. Wajar ya… Para hidung belang sepertimu sampai di neraka sana tetap saja akan  mempertahankan pendiriannya menilai wanita selalu dari penampilan luarnya.” Seringai jahat muncul diwajahnya. Tatapan Yoona kembali memperhitungkan.  “Asal kau tahu saja  tuan Heechul-ssi, aku ini sebenarnya  lebih berbahaya dari wanita modern yang kau maksud.”

“Oh ya? Pengakuanmu terdengar meragukan Nona. Wanita modern yang ada didalam fantasiku punya beberapa kriteria tapi yang paling utama adalah dia harus cerdas dalam urusan berkencan. Lalu kau sendiri, sudah berapa kali kau berkencan?”

“Kupikir kau agak keterlaluan—“ sanggah Donghae.

Heechul tidak menanggapi dengan seirus, lelaki itu kelihatan santai – santai saja melanjutkan, “Ah kalau boleh tahu, berapa nominal tarif kencanmu yang kau patok dalam semalam?“ Terselip nada kesombongan disetiap kata yang diucapkannya. Heechul seolah berada diatas awan ketika menyaksikan bagaimana wajah gadis itu berubah merah padam ketika mendengar kata – katanya. Heechul melenggang dengan rokoknya, membiarkan situasi diantara mereka bertambah kelabu.

“Yoona-ssi, kita pergi saja dari sini.” Donghae sampai tidak percaya bahwa Ia menggenggam pergelangan gadis itu dan segera menariknya namun Yoona tidak juga beranjak seperti ada taburan lem diatas kursi yang didudukinya.

“Kenapa? Kalau Nona mau, Nona juga bisa melakukannya.” Heechul meniup asap dari dalam  kerongkongannya dan membuat asap – asap itu menjalar kemana – mana. Lelaki itu seolah tidak perduli dengan resiko sepatu melayang atau tamparan keras dari seorang gadis yang tampak berapi – api dihadapannya.

“Kau harus membuktikan eksistensimu sebagai wanita modern abad ini, bukan?” Heechul mengangkat dagu menantang.

Yoona menepis kasar tangan Donghae. Awalnya Ia berpikir untuk pergi dari sini tapi kelihatannya lelaki itu akan semakin melunjak jika dibiarkan lolos.

“Baiklah, dengan senang hati.” Pangkas Yoona. Gadis itu menyeringai puas. Setidaknya lelaki menyebalkan itu sukses membangkitkan macan yang tengah tertidur didalam dirinya. Dan Yoona sangat menyukai sebuah pertunjukan dimana Ia merasa tertantang.

Yoona melirik sesuatu diatas meja lantas Ia menyambar benda itu, bungkusan berwarna putih milik Heechul yang berisi batang – batang tembakau. Yoona meraih dua batang sekaligus dengan kalem, menyelipkan keduanya diantara sisi bibirnya yang melengkung. Sebuah korek gas tidak luput dari jangkuan gadis itu, Yoona meraihnya, menekan tombol korek hingga menyembulkan api merah kebiruan. Seolah tanpa beban, Yoona menyulut api di ujung rokoknya lalu menghirup dua puntung benda itu dalam – dalam.

“Fuaaahhh…”

Kepulan asap meluncur dari bibir tipis Yoona yang terpoles lipstick pink shock. Kepulan itu membumbung tinggi bagaikan awan kumulunimbus yang tinggi menjulang. Yoona menancapkan sikutnya diatas meja selagi memainkan kedua rokok yang terselip disela – sela jemari lentiknya, Yoona mengayun – ayunkan kedua batang tembakau itu dengan lihai, memutar – mutarnya aktraktif layaknya pertunjukan  anggun yang memukau. Kedua lelaki dihadapannya terperangah. Yoona mencibir dalam hati, dasar lelaki… memangnya mereka saja yang bisa melakukannya?

Yoona kembali menghisap dua batang rokoknya, gadis itu menyesapnya dengan penuh penghayatan seolah menikmati setiap jengkal aroma tembakau yang menguar kedalam paru – parunya. Yoona mengarahkan fokusnya membidik mangsa didepan sana. Napas gadis itu berhembus ditemani oleh gumpalan asap raksasa dari dalam mulutnya. Bibir Yoona maju beberapa senti dan sukses menyembur wajah lelaki dihadapannya dengan kepulan menakjubkan.

“Kenapa? Kalau Tuan mau, Tuan juga  bisa melakukannya.” Yoona menghembuskan sisa – sisa asap tipis dari dalam mulutnya selagi menatap Heechul yang mematung ditempatnya. Yoona menatap lelaki itu lamat – lamat hingga pupilnya membesar, “Oh ya, aku bisa saja berkencan denganmu. Berapa yang kau punya untuk membayarku? Aku pandai menghadiahi seorang lelaki pengalaman tidak terlupakan, bagaimana? Apa kau tertarik padaku, Heechul-ssi?” Yoona mengangkat alisnya penasaran. Sementara Heechul terdiam, pendengarannya seolah tersihir oleh suara Yoona yang begitu memanjakannya juga tatapan gadis itu… Mata bulat dan hitam kepunyaan gadis itu berhasil menikamnya dalam sekali kedipan. Gadis itu benar – benar di luar dugaannya, Ia pikir gadis itu hanyalah seorang gadis polos tapi melihat bagaimana caranya menghisap dua rokok sekaligus, gadis itu tampak seperti perokok berat. Yeopponi, Heechul membatin.

Yoona berdehem menyadarkan Heechul dari fantasinya. Gadis itu tersenyum miring penuh arti, “Butuh nomer teleponku? Siapa tahu suatu saat nanti kau membutuhkannya.”

“Dia tidak membutuhkan nomer teleponmu, ayo !” Donghae tiba – tiba menarik tangan Yoona tanpa kompromi. Yoona hampir saja terbatuk – oleh tindakan sepihak itu. Lelaki itu pasti punya mata untuk tahu betapa kerasnya Ia berusaha untuk menelan asap – asap memuakkan itu didepan Heechul. Yoona mengikuti Donghae enyah dari sana tanpa penolakan. Ia tidak mempermasalahkan sikap lelaki itu yang tiba – tiba menariknya karena toh Yoona juga sudah malas berhadapan dengan si aneh itu, sayangnya Donghae  tidak terlalu pandai memperkirakan apakah sikapnya itu mengagetkan atau tidak. Donghae memang pria yang kejam memperlakukan wanita, perkelahian mereka semalam adalah bukti nyata dari kekejamannya, lelaki itu hanya bermanis – manis didepan saja.

“Yak Pelan – pelan. Omooo !!! Tidak bisakah kau sedikit saja mengasihani seorang wanita dengan heels menyusahkan seperti ini? aigoo kakiku…” Yoona terus melayangkan protesnya sepanjang jalan. Donghae menyeretnya kedalam kafe meninggalkan lelaki menyebalkan itu sendiri diluar. Yoona mengendus, Donghae memang tidak tahu kira – kira. Sisa aroma pembakaran masih melekat dibajunya, dan Ia malah digiring masuk menuju ruangan berpendingin.

“Sekarang duduklah.” Donghae menarik salah satu kursi yang bersembunyi dibalik meja yang letaknya paling sudut. Tatapan lelaki itu penuh dengan isyarat perintah. Yoona mencibir. Kalau saja Ia melupakan tujuan awalnya menemui lelaki itu, Ia pasti akan mencecarnya habis – habisan.

Donghae menunjuk kursi kosong itu dengan wajahnya, Yoona menghela napas pasrah. Dengan langkah sedikit limbung Ia melemparkan tubuhnya duduk diatas kursi itu. Donghae mengambil posisi dihadapannya menjadikan mereka saling berhadapan.

“Apakah kau ini seorang perokok, pecandu atau semacamnya?” baru saja mendarat di kursi lelaki itu sudah mencecarnya dengan tatapan curinga.

Yoona membalas tatapan Donghae dengan wajah  malas – malasan, “Bukan kesemuanya.” Jawab gadis itu, “Aku bukan perokok apalagi pecandu.”

“Lalu yang tadi?”

“Memangnya orang yang bisa merokok sudah pasti seorang perokok atau pecandu? Aku merokok karena terbawa teman – temanku saat masih bergabung didalam perkumpulan anak muda sebut saja geng.” Jelas Yoona.

Donghae mengernyit, “Geng?”

Black Hero.” Sambung Yoona. Donghae tampak belum puas dengan jawaban itu memaksanya melanjutkan, “Black Hero adalah geng anak muda yang berisi sekumpulan anak – anak broken home yang kehilangan tujuan hidup mereka. Aku yatim piatu dan menemukan kesenangan disana. Setelah lulus SMA aku bergabung didalamnnya. Orang – orang sepertimu pasti akan sesak napas mendengar betapa urakannya anggota geng itu. Aku sendiri belajar merokok dari mereka tapi bukan berarti aku ketagihan. Didalam sebuah kelompok selalu ada yang namanya solidaritas dan empati. Aku merokok sesekali jika berkumpul dengan anggota geng, sebatang atau dua batang tapi aku hanya menghirupnya sekali dan selebihnya aku beratraksi memutar – mutar batang rokok itu dijariku sampai habis menjadi puntungan.”

“Apa sekarang  statusmu aktif didalam anggota geng itu?”

Yoona meniup ubun – ubunnya. Gadis itu sedikit lelah melayani pertanyaan Donghae, lelaki itu seolah mengintrogasinya, tapi karena ini bagian dari pekerjaan, Yoona terpaksa menyanggupi.

“Tidak, aku sudah berhenti dan memutuskan bertaubat sekitar dua atau tiga bulan lalu…” jawabnya menerka – nerka. Raut wajah Donghae tampak menggebu – gebu dengan sejuta pertanyaan yang belum terjawab.

“Kau tidak akan merokok seperti tadi didepan anak kecil, kan?”

“Tentu saja tidak, apa dimatamu aku ini seperti perokok berat—”

“Sayangnya Iya.”

Yoona tergelak. Sesungguhnya Ia belum segila itu mencontohkan bagaimana caranya membunuh orang secara terang – terangan dihadapan anak kecil tidak berdosa.

Gadis itu menambah, “Asal kau tahu aku cukup tahu diri. Saat mengikuti pelatihan bela diri di sekolah, aku sadar bahwa rokok memang tidak baik untuk kesehatan.”

“Ya, ya kau seharusnya sadar dari awal. Bukankah disetiap kemasan rokok tertulis sesuatu dibaliknya. Merokok dapat menyebabkan kanker, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Selain itu korban asap rokok lebih beresiko 25 persen lebih tinggi menderita kanker.”

Kuping Yoona tiba – tiba berdengung selama menyimak penuturan lelaki itu. Tatapannya sayup – sayup ketika gadis itu menunuggunya selesai bicara. Butuh sepuluh detik lamanya. Yoona melapangkan jeda sebelum Ia melipat kedua lengannya diatas meja dengan tampang bosan.

“Sudah kan ceramahnya? Sekarang katakan apa yang harus kukerjakan.”

Donghae menghirup oksigen lalu menghembuskannya guna menenangkan diri selagi berkutat dengan pikirannya sebelum Ia memulai. Diam – diam lelaki mengamati Yoona. Terlihat dari wajah gadis itu, dia bukanlah seorang gadis dengan tingkat sabaran mencukupi. Mungkin pembicaraan yang langsung ke inti cukup sesuai untuknya, “Apakah kau ingat keponakanku yang semalam? Namanya Sehun.”

Yoona lekas mengangguk,“Nde, aku mengingatnya. Wae?”

“Sehun sedang dalam bahaya.”

“Maksudmu?”

Kalimat Donghae menggugah Yoona mengira – ngira, bagaimana bisa anak sekecil itu berada dalam bahaya?

“Yoona-ssi, aku sudah mempercayakan pekerjaan ini padamu jadi kuharap kau bersedia menyimak penjelasan ini baik – baik.”

Yoona mengangguk pelan, “Ya, aku bersedia, katakan saja.”

“Ini tentang Sehun. Keselamatan anak itu sedang terancam. Sang ayah melimpahkan kepada Sehun harta warisan setelah kepergianya dan sang istri kesisi Tuhan dalam sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa mereka. Sehun harus menghadapi para penjilat yang mengiginkan hartanya. Anak itu… dia bukan seperti anak biasa.” Donghae menerawang sesuatu lalu kembali menatap Yoona.

“Sehun bisa membaca pikiran seseorang termasuk orang – orang jahat disekitarnya tapi anak kecil itu hanya bercerita sekehendaknya saja. Orang – orang jahat itu selalu mencoba mencelakai anak itu saat orang – orang disekitarnya lengah. Kau bisa melihat buktinya dari kejadian semalam.”

Mulut Yoona terbuka membentuk lingkaran penuh. Ia manggut – manggut. Pantas saja Sehun bisa mengetahui namanya bahkan tanpa harus memperkenalkan diri lebih dulu. Soal kejadian semalam, rupa – rupanya anak itu sedang dikejar – kejar penjahat, sangat disayangkan bahwa anak sekecil itu sudah punya banyak musuh… Yoona mengalihkan tatapannya lagi. Donghae masih termenung, sepertinya dia sedang mengingat – ingat sesuatu.

“Terkadang aku prihatin atas kondisinya. Sehun selalu ketakutan jika berada ditengah –tengah keluarga ayahnya, Sehun lebih memilih tinggal bersamaku. Jadi saat ini Akulah yang mengasuhnya atas nama kakakku, almarhumah ibu Sehun.” Jelas Donghae kemudian mendesah, “Mungkin sebentar lagi pihak  keluarga ayah Sehun akan mengambil alih hak asuhnya.” Donghae seolah berbicara tanpa memperdulikan apakah lawan bicaranya mengerti atau tidak. Untung saja Yoona dianugerahi otak yang cukup jenius untuk menerjemahkan kisah lelaki itu.

“Aku tidak mungkin membiarkannya jatuh ketangan orang – orang jahat. Aku harus melindungi anak itu dan harta yang sudah diamanahkan kepadanya.”

“Lalu?”

Akhirnya lelaki itu mengangkat kepalanya, “Yoona-ssi kau harus membantuku menjaga Sehun.”

“Jadi aku harus menjadi pengawalnya, begitu? Baiklah tidak masalah, aku pandai menghadapi penjahat.” Simpul Yoona mengangkat bahu.

“Bukan hanya itu…” potong Donghae bersama ketajaman dimatanya, lelaki itu membangun tatapannya lebih intens, “Aku juga berniat mengadopsi Sehun.”

Yoona berhenti memikirkan apa pun untuk mencerna penuturan Donghae. Pada akhirnya Ia mengangguk, “Sepertinya ide bagus, istrimu pasti akan menyukai anak itu.”

“Masalahnya saat ini aku belum menikah.”

Yoona tercengang sesaat. Matanya tidak kuasa mengira – ngira, pantas saja lelaki itu suka seenaknya memperlakukan wanita.

“Lalu bagaimana caramu mengdopsinya? Apa kau akan meminta pasangan lain melakukannya ?” wajah Yoona maju beberapa senti. Yoona mulai penasaran pasalnya lelaki itu tampak benar – benar serius dengan pikirannya.

“Itu tidak mungkin.”

Yoona menahan tatapannya, “Kenapa?”

“Pihak Keluarga ayah Sehun pasti akan menjadikannya bulan bulanan, mereka akan mengarang cerita bahwa aku menelantarkan anak itu.”

Prihatin, Yoona menatap Donghae yang menurutnya berbelit – belit, “Ya sudah kalau begitu cari saja istri, setidaknya ada satu dua orang yang tertarik padamu, mungkin..”

“Ya, Aku mungkin bisa memilih seorang wanita tapi belum tentu wanita itu bisa menjaga Sehun dengan baik dan lagi belum tentu Sehun menyukainya.”

Otak Yoona berputar mencari jalan keluar. Tiba – tiba lewat begitu saja pemikiran mengenai ini, “Kalau begitu buka saja audisi pencarian wanita. Setelah itu biarkan Sehun memilih salah satu diantara mereka.”

Donghae tampak memikirkan solusi yang diajukan Yoona, Lelaki itu tergelak tiba – tiba, namun hentakan tawanya lebih mirip bunyi cegukan, “Audisi? Mungkin tidak ada yang salah dengan itu… Sayangnya tanpa mengadakan audisi pun Sehun sudah menunjuk seorang wanita.”

Yoona mendesah kecewa meski pun tampak dibuat – buat, “Oh baguslah. Boleh kutahu siapa wanita itu ?”

“Kau.”

“Nde?!”

Kedua mata Yoona terbuka lebar – lebar seolah mempertanyakan apakah lelaki sepertinya benar – benar berwujud ataukah cuma halusinasi…

“Sebenarnya aku sangat berat melakukannya tapi mau tidak mau aku harus mengatakan ini kepadamu.” Donghae menahan kata – katanya, “Yoona-ssi maukah kau—“

Yoona mengerjap. Tidak… rupanya dia mahluk sungguhan ! Dan ini sungguh mustahil.

“Maukah kau—“ Putih dan bersinar… Tanpa diundang sorot mata lelaki itu terpukau oleh binar mata Yoona. Sekeping benda didalam dadanya mulai gundah. Rasanya persis seperti malam itu, malam dimana untuk pertama kalinya Ia terhanyut kedalam pesona gadis itu hanya dalam sekali tatap, bahkan kegelapan malam saat itu seolah tidak mampu meredupkan binarnya. Donghae mengira Ia hanya sebatas mengagumi mata bulat gadis itu, namun tampaknya kasus ini berbeda…

“Yoona-ssi…”

Donghae terpaku merasakan sebuah tarikan lembut yang membawanya terus berkelana menyusuri bagian mata gadis itu. Sensasi kehangatan mulai merasuk kedalam kulitnya. Bagian putih milik gadis itu mengapung jernih sedangkan bola hitamnya berkilap – kilap bagaikan bintang di langit.  Donghae memejam sesaat, lelaki itu meraup napasnya dalam – dalam hingga akhirnya berbicara dalam sekali hembusan.

“Menikah denganku.”

…………… TBC ……………..

83 thoughts on “FF YoonHae – Sweet Legacy Part 2

  1. nina berkata:

    ahayyyyy.. cie ekhmmm. hae nerima saranny sehun bjt jadiin yoona istrinya.. pnsrn sma jawabannya yoona.. dtggu nextnya

  2. Deer sria berkata:

    Makin penasaran unni…astaga heechul…pengen bgt nimpuk tu org pake sendal kesel bgt….
    Moga aja yoona nerima lamaran dongek…unni next.a jgn lama” yah ditunggu

  3. Haru Oneday Elf berkata:

    Ciee dongek langsung blak*kan pingin nikahin yoona. Diterima yoona gak yaa?? Haha pasti yoona jerit* tuh kaget. Agak kaget juga yoona dulu merokok hahah dongek jahat blng yoona pecandu lanjut eonnie

  4. Tya berkata:

    Wahh, akhirnya donghae udh mengutarakan maksudnya ke yoona, plisss yoona setuju
    Heechul, awalnya aja ngina yoona, ujung”nya malah terpesona

    Semoga aja yoona nurutin permintaan donghae, dan nantinya rencana mereka bakal berhasil
    Ditunggu kelanjutannya

  5. Sfapyrotechnics berkata:

    Heechul kurang ajarr bnget.. Cieee hae mau jadiin yoong istriny😀 Yoong pnya masalha sma rmh kontrakannya yah?? Ekheemm hae udh nunjukin rasa suka dia ke yoong.. Apa jwbannya yoong??

    Next.. fighting😀

  6. karina dianny elf berkata:

    Aigoo kata TBC mengganggu di sini…
    Ya ampun heechul yoona bru ketemu udah kya mau perang,tpi kya nya heechul agak tertarik sama yoona.
    Aduh author lama bngt yoonhae nikah nya.
    Part 3 nya cpt ya thor hehehehe

    • nanashafiyah berkata:

      hahaha… aku juga maunya langsung nikah >.< tp Ya kali langsung nikah nggak pakai dilamar dulu, ntar gimana nanti donghae dikira bawa kabur anak orang lagi hahahahaha😀

  7. ina gomez berkata:

    Kyaaa gimn ya yoona nanti nerima hae gak?mdh2sn nerima al y dia dh tau crtanya sehun.ntr hbs yoonhae nikah psti bkln seri.pa lg pertemuan awal yoona ma haechul dh mau perang gtu.nanti lox tau yoona istrinya hae gimn reaksinya haecul hehe
    Ditunggu nextnya min 😊
    Jd tmbh pnsran ma kisahnya yoonhae 😀

  8. xoloveyoonhae berkata:

    aishh… kata tbc nya menganggu sekali. menurut’ku part ini kok pendek sih, na eonni..
    ihhh.. heechul kok kurang ajar banget ke yoona..
    itu donghae ngelamar yoona ceritanya, demi keponakan tercinta?
    semoga aja yoona nerima tawaran donghae untuk menikah..
    berharap part 3 ff ini, donghae and yoona udah menikah..

    ditunggu next part’nya, na eonni..
    fighting 💪💪👏

  9. xoloveyoonhae berkata:

    aishh… kata tbc nya menganggu sekali. menurut’ku part ini kok pendek sih, na eonni..
    ihhh.. heechul kok kurang ajar banget ke yoona..
    itu donghae ngelamar yoona ceritanya, demi keponakan tercinta?
    semoga aja yoona nerima tawaran donghae untuk menikah..
    berharap part 3 ff ini, donghae and yoona udah menikah..

    ditunggu next part’nya, na eonni.. 😊
    fighting 💪💪👏

  10. Aisyadewi c'hyunmin loverz berkata:

    yeeeeahhh … Donghae udah ke tahap Ngelamar YoonA , semoga YoonA mau nerima tawaran Donghae buat ngelindungin Sehun …
    ditunggu next’a unnie

  11. Nabilla Utmary berkata:

    Heechul bener-bener minta ditabok nih..wkwkwk
    Semoga aja nanti rumah tangga mereka bakal harmonis dan salin mencintai..biar ga demi sehun aja Donghae nikahin nyunah..next eonni😀

  12. DeerYoongie berkata:

    Publish juga nie ff
    Akhirnya donghae melamar yoona juga semoga yoona bisa nerima donghae and selalu bahagia
    Bklan lucu nie klw liat heecull dan yoona berantemm
    Next chap jgn lma2 thor

  13. fatmiatun azhar berkata:

    Donghae ngikuti saran Sehun untuk nikahin Yoona…Gimana reaksi Yoona dengar lamaran Donghae…??
    Ditunggu kelanjutannya…

  14. han ji bin berkata:

    sumpah nii ff bnr2 daebakkk
    aq ska bgtttt yoong dsni keren abisss
    cie hae.dah terpesona ama yoong
    lnjt chingu pnsran ama jawaban yoong apa
    aq berasa kya nonton drama aja nii

  15. Ana berkata:

    aaaa gregeeett . yoonhae momennya kalo bisa banyakin ya thor. hehehe. heran sama donghae knapa pake basa basi segala wkwk. fighting buat next chap nya ya thorr!!!

  16. Yuni Utami Putri berkata:

    Aseeeekkkk 1 langkah lebih maju,,
    Mskpn yoona eonni tomboi blh donk selipin dikit yhm,,
    “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮
    Sumpah penasaran ma kisahnya mrka..
    Next partnya jangan lama2 ya,,Τнαŋκ чou sblmny😉

  17. DianYoongie berkata:

    Heechul sebenernya terlibat kasus sindikat kejahatan ingin mencelakai Sehun bukan sih? *belibetbanget xD
    Yoona super sekali ngalahin mak ichul hahha…
    Cieeh yang bentar lagi mau nikah *lirik YoonHae
    Jadi bini Ongek nih Nyuna kkk
    Berasa baca part ini kok pendek ya?? Ini faktor akunya yg terlalu menikmati bacanya atau beneran lebih pendek dr part 1?

    Ditunggu lanjutannya~
    Jadi penasaran gimana tuh nantinya xD

  18. sintayoonhae berkata:

    aahhh OMG OMG OMG knpa tbc ya aammpuun so sweet smga yoong eonni mau nerima #pastilah hehehe… author pinter bgt buat kita jdi pnsaran…. dtggu next part.a ya thor fighting😀

  19. sulistiowati_06 berkata:

    ea ternyata yoona bener gaul banget, keren kalo dia sekarang masih jadi anak genk. kisah cintanya bakal lucu kayaknya mereka. heechul ternyata jadi musuhnya donghae gegara hartanya sehun, padahal kan donghae sama yoona kan saeng kesayangannya heechul, eh ternyata mereka jadi versus gini. wah ternyata sehun maunya yoona yang jadi istrinya donghae, daebak sehun emang ngerti banget sama maunya shipper. terima aja deh yoona sama tawarannya donghae biar jadi istrinya. next chap jangan lama2 ya chingu. gomawo

  20. Iis solihat berkata:

    Nurut aja ne donghae
    Dgn saran sehun
    Bgus lh
    Jd pnsaran sma hub mreka nanti
    D tnggu chap slnjtny
    Fightng:)

  21. sasmita berkata:

    aigoo haepa nerima usulan sehun tu bwt jadiin yoong istrinya..udh terima aja yoong oenn jangan ditolak,haepa kan ganteng, kece..
    daebakk oenni aku suka lanjut ya part 3nya gomawo ^^

  22. Vaniza Rianie berkata:

    Ahhh kenapa tbc ..padahal lagi seru dan kata kata menikah itu ya yang palig di tunggu” ?!!!
    Eonie kenapa ini agak kurang panjang ?ntar di buat agak panjangan lagi ya kalau bisa soalnya seruuu ^^

  23. Shanty Laras berkata:

    Tbc nya ganggu aja masa :333
    Masih belum bisa menerka masalah dalam cerita ini, heechul itu siapanya sehun? Kenapa berniat jahat juga? :3
    Next aja ya eon.. Fighting!

  24. monicha pyrofnsdeerfishy berkata:

    uwah yoona luar biasa bisa bikin heechul bengong dan bilang yoona cantik cie bakalan ada calon saingan nih donghae jangan-jangan.
    donghae hati-hati bentar lagi yoona bakalan nyuri semua perhatian donghae untuk yoona.
    next…

  25. Winajeno22 berkata:

    Wow daebakk 👏👍,akhirnya donghae ngikutin sarannya sehun🙂 smoga aja yoona nerima prmintaan donghae spya dia nikah sma donghae🙂🙂

  26. Limhyelim berkata:

    haha jadi ceritanya hae melamar yoona? menggemaskan sekali mereka. unnieeee terimakasih sudah memposting part 2 dariff ini. Di tunggu part selanjutnya unniee fighting😊

  27. lia861015 berkata:

    Donghae bener2 nurutin sarannya sehun ^^ udah yoona terima aja permintaan donghae😉
    Makin seru nih ceritanya ^^ cepet dilanjut ya thor buat next chapternya😉

  28. Haeun Lee berkata:

    Wow wow wow, to the point gak pake lama 😅😅😅
    Donghae ngajak yoona nikah. . .
    Kira2 yoona terima gak ajakan donghae ? Semoga aja mau 😊
    Next thor, ditunggu!!
    Jgn lama2 ya thor 😅😅✌

  29. YH Lulu berkata:

    yahhh lagi seru serunya malah tbc TT
    ceritanya baguss.. pasti kalau yoonhae nikah tingkah mereka lucu apalagi yoona tomboh bgt kkk.
    pokoknya next ditunggu thor🙂

  30. nathasya berkata:

    Cieeee donghaee
    Yoona terima dong demi sehuun
    Nanti kan jadi suka beneran sama donghae kkkk
    Cepet dilanjut thor

  31. uly assakinah berkata:

    ya ampun baru 2kali ketemu donghae langsung minta yoona jadi istri nya. yoona terima aja donghae jadi suami lo biar yoona nya juga gk usah repot repot nyari uang lgi. next

  32. Haeril berkata:

    Haha bnr2 seru,, lamaran yg sangat menda2k tnpa mengenal satu sama lain. Mskpn g romantis tp lucu & manis.
    Next chapx jgn lm2 chingu

  33. Irma nytha berkata:

    Sehun aja langsung jatuh hati sama yoona, apalagi donghae.
    Pekerjaan paling bahagia mah kalau ditugasi untuk jadi istrinya donghae ^^
    Yoong, terima!

  34. dias ps berkata:

    Waahhh sukaa sm karakter yoona disini,, nggak terrtindas hihihiiii,,kocak juga..
    Hechul kyknya jg tertarik sm yoona,, gmn jwbn yoona atas lmaran hae ya??

  35. ichus berkata:

    Haha dress bunga2 rambut unguu.. gak bsa byangin itu thorrr haha
    kyake heechul bakal suka nih sma yoona. arrrgghh
    Donghae main lamar2 ajah😊

  36. FHP berkata:

    Ya ampun kelakuan yoona di cafe pas ada heechul bikin aku geleng2 kepala -_- daebak lah bisa bikin heechul cengo gitu hahaha. Eh itu kn pas pertama heechul liat yoona kn dia keliatan sebel bgt gtu ke yoona tp knapa kok pas abis yoona ngerokok heechul kaya terpesona gtu si ke yoona? Oh no! Aseek trnyata donghae nawarin pekerjaan ke yoona buat jagain sehun skaligus nawarin buat nikah sama dia biar mreka bisa ngadopsi sehun dan jg jagain sehun, kaget bgt deh tuh pasti yoona wkwk. Seru deh blm apa2 donghae udh ngajak nikah aja ke yoona, smoga yoona mau menerima tawaran donghae. Wlwpun nantinya mreka menikah bukan krna cinta tp siapa tau nanti mereka lama kelamaan bisa saling jatuh cinta hehehe

  37. widia berkata:

    sidonghae langsung ngelamar dihari kedua pertemuan daebak… 👏👏👏 (akujugamau) #mimpi
    aku lanjut ke part 3 eounni mohon ijin ……
    dilanjut terus eounni ditunggu….
    makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s