FF YoonHae – Sweet Legacy Part 1

sweet legacy copy

Title : Sweet Legacy

Cast : SNSD Yoona, Super Junior Donghae

Author : Nana Shafiyah 

Genre : Romance, Married Life

Rating : PG-17

Happy Reading ^__^

Sweet Legacy

Perusahaan Star Museum Media Group saat ini tengah dilanda krisis kekuasaan akibat meninggalnya secara tiba – tiba Kim JongWoon dalam kecelakaan maut yang merenggut nyawanya bersama sang istri. Mobil yang rupanya dikendarai oleh sekertarisnya itu menambrak pembatas jalan dan meluncur kedasar jurang. Mobil itu tiba – tiba mengeluarkan asap dan meledak. Api begitu cepat menjalar menghanguskan bangkai mobil hingga nyawa ketiga penumpangnya tidak tertolong.

Perusahaan Star Museum sendiri merupakan perusahaan di bidang media pertelevisan, radio maupun cetak yang menjulang kesuksesan besar karena berbagai program yang unggul menginspirasi. Perusahaan ini sendiri didirikan oleh Min Sunye tujuh belas tahun yang lalu sebagai perusahaan media yang menghususkan topik berita seputar masalah ekonomi, politik, sosial dan budaya. Dalam perkembangannya SM media group pun semakin berkembang setelah diselanggarakannya pernikahan antara Min Sunye dan Kim Taepong yang merupakan seorang aktor senior. Pasangan Min Sunye dan Kim Taepong pun dikaruniai anak bernama Kim Jong Won yang akhirnya mewarisi kepemimpinan ibunya. Ditengah pergantian pimpinan karena kematian Kim Jong Won, sempat muncul desas – desus perihal keinginan Park Soohee yang merupakan istri kedua Kim Taepong  untuk menjadikan anak laki – lakinya, Kim Heechul sebagai pewaris kedua, namun kabar ini dibantahnya. Seperti kabar yang berhembus Kim Tae pong memang memiliki dua istri, Min Sunye dan Park Soohee mengingat sebelum menikah Kim Tae Pong diduga memilki anak dari kekasih terdahulunya itu, anak yang sekarang bernama Kim Heechul, terpaut dua tahun diatas Kim Jong Woon sang pewaris perusahaan.

Sejak SM media group berada dibawah kepemimpinan Kim Joongwon, perusahaan itu semakin melambungkan sayapnya, kini SM media tidak hanya menguasai industry News tetapi juga merambah kedunia Entertaiment. Namun siapa sangka ditengah kejayaan tersebut, mala petaka menimpa sang pemimpin perusahaan Kim Jongwoon. Kim Jongwoon meninggal dalam kecelakaan bersama istrinya menyusul sang ibu Min Sunye yang lebih dulu meninggal akibat kanker serviks yang telah lama dideritanya.

Kini muncul pertanyaan mengenai siapa yang akan mengisi kekosongan didalam perusahaan. Mencuat sejumlah issu bahwa kepemimpinan perusahaan akan diisi oleh Kim Heehul. Kim Heechul adalah anak laki – laki Kim Taepong dari istri keduanya yang bernama Park Soohee. Namun kabar itu belum dikonfirmasi oleh pihak keluarga mengingat rupanya muncul permasalahan lain. Tanpa diduga, jauh sebelum kecelakaan itu, Kim Jongwon meminta pengacaranya untuk membuat surat warisan yang berisi bahwa seluruh saham miliknya yang kini menopang SM Media Group diwariskan sepenuhnya kepada sang anak yaitu Kim Sehun. Keputusan itu memunculkan perdebatan karena Kim Sehun dianggap belum berhak menerima warisan tersebut apalagi menjalankan  kewajibannya sebagai pewaris perusahaan besar mengingat usia Sehun yang baru menginjak enam tahun.

Sementara ini posisi penting SM Media Group dijalankan oleh istri kedua Kim Taepong, Park Soohee dibantu anaknya Kim Heechul. Sementara itu warisan yang diterima sang milyader kecil, Kim Sehun masih menjadi perbincangan. Kini warisan anak itu berada dibawah pengamanan team pengacara kepercayaan almarhum ayahnya, Kim Jongwoon. Sehun sendiri tidak lagi tinggal bersama keluarga Kim, kini anak itu berada dibawah pengawasan Lee Donghae adik kandung almarhumah ibunya atas permintaan pribadi.

Donghae memijat pelipisnya. Sudah berminggu – minggu lamanya berita tentang keluarga itu bertebaran di Internet. Mungkin pihak media itu memang sengaja memperparah keadaan lalu menggiring opini publik agar menjadi desas – desus hangat dalam waktu yang lama.

“Menikah saja.”

“Apa?” Donghae menolehkan pandangannya mendengar ide yang baru saja menghentak telinganya.

Leeteuk menyesap cangkir kopi dihadapannya dengan nikmat, meletakkannya diatas meja bundar pelan – pelan.  Ia mengamati suasana disekitar kafe yang cukup sepi kemudian memajukan wajahnya serius, “Kalau kau menikah akan mudah bagimu untuk mengadopsi anak itu dan seseorang yang akan menjadi istrimu nanti akan menjaga anak itu, dan kau tidak perlu hawatir.”

Donghae terdiam dan berpikir, kedua tangannya yang basah bertautan dipermukaan meja, “Tapi bukankah akan sangat berbahaya baginya ?” Ia memprotes. Keadaan disekitarnya terlalu berbahaya. Akan ada banyak orang yang mengincar nyawa Sehun. Dan itu berarti siapa pun yang telibat dengan Sehun akan mendapat masalah. Selama ini Donghae sendiri kewalahan menghadapi masalah – masalah Sehun yang menimpanya. Percobaan pembunuhan, penculikan dan lain sebagainya. Dan kalau Ia menikah maka ini akan semakin berbahaya. Pihak lain yang tidak tahu apa- apa akan terseret kedalam masalah, dan itu sama saja Donghae memanfaatkan orang yang  tidak berdosa.

“Jangan perdulikan orang lain, pikirkan keselamatan Sehun, dia keponakanmu yang masih kecil. Aku yakin istrimu  nanti akan bisa melindungi dirinya sendiri, tapi bagaimana dengan Sehun? Anak itu butuh perlindungan. Harus ada yang mengawasinya dan kau tidak mungkin mengawasinya dua puluh empat jam.”

Kata – kata temannya yang juga merupakan pengacara handal itu terkesan kejam, tapi ada benarnya.  Donghae tidak mungkin terus  menerus ada disamping Sehun. Ia harus menjalankan tugasnya sebagai Presiden Direktur perusahaan property, Lee Price company, perusahaan keluarganya yang sudah turun temurun  dan bukan hal mudah membagi waktu dengan anak itu.

Leeteuk benar. Sekarang Sehun masih terlalu kecil untuk melindungi dirinya sendiri diusianya yang menginjak enam tahun,  dan saat ini keselamatan anak itu adalah yang utama. Sehun adalah anak laki – laki dari kakak perempuannya yang meninggal akibat kecelakaan tragis bersama suaminya, ayah Sehun satu bulan lalu.  Sehun mengalami masa – masa tersulitnya  ditambah orang – orang disekitarnya yang terkesan memanfaatkan keadaan.

Orang – orang itu mengincar Sehun karena anak itu bisa dimanfaatkan untuk mencapai tujuan mereka. Tujuan tertentu yang dapat dicapai dengan harta yang dimiliki anak itu. orang-orang itu mungkin berpikir akan mudah menguasai harta itu jika mereka menguasai Sehun. Tapi cara itu ternyata tidak mudah karena entah mengapa Sehun terkesan menghindari keluarga Kim sejak kedua orang tuanya meninggal. Belakangan ini Donghae mengetahui bahwa Sehun punya kelebihan, entah apa namanya, anak itu bisa membaca pikiran orang – orang disekitarnya dengan tepat. Tidak ada yang mengetahui ini kecuali dirinya, Sehun, anak itu cukup pintar membaca situasi dimana harus mengungkapkan atau menyembunyikan pengetahuannya akan sesuatu. Donghae sendiri mengetahui ini ketika Sehun tiba – tiba berbicara mengenai penjahat yang berlalu lalang di rumahnya.   Entah penjahat siapa yang dimaksud anak itu karena saat Donghae meminta penjelasan Sehun menangis ketakutan. Donghae lalu membawa Sehun ke Psikiater yang akhirnya mengetahui tentang kelebihan anak itu. Sampai sekarang pun belum terungkap siapa penjahat yang dimaksudnya, Sehun terkesan menutupinya dan berbalik menangis. Tidak mau Sehun tertekan Karena itu, Donghae membiarkannya paling tidak sampai anak itu bersedia mengaku.

Donghae menduga Sehun mengetahui kebenaran soal kasus kematian orang tuanya. Meski pun orang tua Sehun meninggal dengan status karena kecelakaan,  Donghae yakin Sehun mengetahui lebih dari itu. Sering kali Sehun ketakutan ketika bertemu dengan Kim Hee Chul, paman Sehun sekaligus saudara tiri ayahnya yang sudah tiada, Kim Joong Won. Sehun juga mewarisi tanah milik keluarga kim yang awalnya diwariskan kepada ayahnya, Kim Jong Woon. Tanah itu terletak di daerah Daegu didekat perkebunan gingseng, belakangan terdengar kabar bahwa Kim Hee Chul amat mengincar tanah itu karena letaknya yang strategis untuk membangun villa. Selain tanah, beberapa pihak juga mengincar Sehun karena kepentingan lain.  Sehun mewarisi harta ayahnya dari keluarga Kim berupa 60 % saham Star Museum media Group yang merupakan perusahaan media terbesar dan berpengaruh di Korea Selatan. Oleh karena itu Sehun amat diagung – agungkan oleh para penjilat didalam keluarganya. Donghae berdalih, mereka juga mengincar Sehun untuk dicelakai.

“Aishh kau terlalu banyak berpikir, sudahlah menikah saja kan gampang.”

Donghae menatap Leeteuk tidak mengerti. Memangnya pernikahan hanya diputuskan satu malam? Tentu tidak.  Donghae kembali berpikir keras. Kalau Ia menikah lalu siapa perempuan itu. Siapa perempuan yang mau dengan lelaki yang penuh masalah sepertinya ?

“Bagaimana? Apa kau setuju dengan usulanku?” Leeteuk memecah situasi hening.

Lelaki yang lebih tua enam tahun dari Donghae itu memajukan wajahnya tidak sabaran, “Ayolah Donghae kau harus bergerak cepat, jangan biarkan Sehun jatuh ketangan orang – orang jahat keluarga Kim ! Kau harus mengambil alih nama Sehun. Caranya segeralah menikah, dengan begitu kau bisa mengadopsinya.”

Donghae tidak menjawab apa – apa, ia masih merenung. Terkadang solusi yang rumit bisa dihindari untuk menyelesaikan masalah, akan ada jalan keluar yang lebih sederhana untuk  memecahkan masalah yang merepotkan. Selama ini , menikah tidak pernah  terbayangkan sedikit pun oleh Donghae. Mungkin nama keluarga Kim yang melekat pada Sehun berbeda dengannya sehingga Donghae tidak pernah memikirkan solusi itu, selama ini Donghae menganggap Sehun memang dilahirkan untuk keluarga Kim.  Marga Donghae adalah Lee seperti  almarhumah Ibu Sehun, jadi kedudukan keluarganya memang dibawah keluarga Kim yang berasal dari keturunan Ayah Sehun. Tapi itu bukan masalah, Donghae bisa menempuh jalan adopsi. Sehun yatim piatu. Lagi pula Sehun lebih dekat dengannya dibanding keluarga yang lain. Seperti yang dikatakan Donghae, Sehun bisa membaca pikiran seseorang, mungkin anak itu bisa menilai siapa yang punya niat jahat dan siapa yang tidak.

Donghae juga tidak bisa mengabaikan begitu saja amanah terakhir dari kakaknya, almarhumah Ibu Sehun, Lee Jin Hae. Jin Hae sudah berpesan kepadanya agar melindungi Sehun dari orang – orang Jahat. Mampir didalam kepalanya anggapan mengenai; kenapa kakaknya bisa menikah dengan pria dengan keluarga yang super rumit seperti itu? bahkan Kim Tae Pong, kakek Sehun dari pihak ayahnya sampai sekarang memiliki dua istri, entah mungkin Kim Tae pong juga punya beberapa kekasih gelap. Sehun sendiri adalah cucu pertama dari anak laki – laki istri pertamanya yang terdaftar didalam catatan sipil. Mungkin salah satu penjahat yang simaksud Sehun adalah seseorang didalam keluarganya yang pelik itu. Entah Kim Hee Chul, anak dari istri kedua Kakek Sehun atau  si penjahat itu adalah anak dari selingkuhan kakeknya yang menuntut harta , entahlah.

Donghae menghela napas usai berpikir panjang, “Baiklah kalau memang hanya itu satu – satunya cara.” Putusnya menatap Leeteuk yang tersenyum sumringah, wajahnya seolah menyatu dengan cahaya yang seketika membawa Donghae keluar dari kegelapan.

Kembali memikirkan langkah selanjutnya, namun lagi – lagi ada sesuatu  yang membuat lelaki itu dirundung keraguan. Pertanyaan soal, bagaimana dengan kandidat calonnya? Donghae tidak dalam posisi menjalin hubungan seperti itu, selama ini Ia hanya memfokusnya dirinya bekerja sepanjang waktu dalam kurun membangun bisnis property yang dilimpahkan kepadanya. Donghae terus berpikir, Ia harus bergerak seperti kata Leeteuk.

Nama Sehun berputar – putar dikepalanya, Ia harus berusaha demi keselamatan anak itu. Donghae harus mengamankan Sehun bagaimana pun caranya agar tidak jatuh ketangan orang – orang itu, Ya.

Donghae menguatkan tekadnya. Lelaki itu tidak akan mundur. Satu – satunya cara adalah Ia harus menemukan wanita yang sesuai untuk  dipercayai menjaga Sehun, tentu saja bukan wanita yang lemah atau melankolis seperti didrama – drama. Dan sepertinya mulai detik ini Donghae harus memikirkan tipe wanita idealnya itu, demi Sehun.

………………….

‘Kadang – kadang aku berpikir mengenai sebuah pepatah, selalu ada jalan menuju kebaikan.’  Yoona membatin. Ia menggaruk lehernya sambil berjalan dengan langkah tidak stabil. Tubuhnya sudah lemas tidak bertenaga. Sejak pagi tadi Yoona berusaha mendatangi perusahaan, restaurant atau toko yang mau menerimanya bekerja hasilnya, tidak ada satu pun !

Kalau begini lebih baik ia kembali kepekerjaan lamanya. Supir malam yang tugasnya  mengantar orang mabuk ke apartemen mereka. Benar – benar menjengkelkan.

Malam hari menampakkan kekejamannya lewat udara yang menusuk kulit. Yoona berjalan merapatkan mantelnya. Dibalik mantel itu tersembunyi tanktop hitam dan ridpped jeans panjang semata kaki, yang berpadu dengan boots dari bahan kulit sintesis, berwarna coklat yang kumal. Yoona juga tidak melupakan  rambutnya yang dicat perpaduan warna merah dan ungu, sungguh mengerikan. Pantas, tidak akan ada orang yang bersedia menerimanya bekerja. Bahkan Yoona sempat diusir oleh ahjumma pemilik sebuah toko kelontong karena dikira tukang palak. Benar – benar miris.

Yoona benar – benar ingin kembali menggeluti pekerjaan lamanya tapi, tapi Ia tidak mau hidupnya berakhir besok. Kakaknya Im Boa, pasti akan marah besar dan mencekiknya detik itu juga sampai kehabisan napas. Yoona bergidik ngeri memabayangkan wajah kakak perempuannya yang sangat menyeramkan. Cukup sekali Boa marah besar karena Yoona kedapatan sedang digoda oleh lelaki pemabuk, yang ternyata si tukang mabuk itu adalah mantan pacar Boa yang saat ini statusnya bertambah menjadi musuh bebuyutan.

Dan itulah alasan kenapa Boa kekeuh menariknya dari pekerjaan itu. Yoona benar – benar kesal karena Boa memaksanya berhenti tanpa bantuan mencarikan pekerjaan baru, paling tidak membelikan baju yang layak. Maklum, selama ini koleksi baju Yoona kebanyakan style casual compang – camping. Yoona sendiri bangga dengan gayanya itu, mendekati art of beat, tapi kebanyakan orang tidak sepemikiran dengannya.

Lalu haruskah Yoona kembali melukis dipinggir jalan? Tidak, Yoona tidak akan pernah melukis lagi, terlalu membosankan baginya meskipun ia adalah lulusan sekolah seni rupa, tapi Yoona tidak lagi tertarik dengan dunia lukis menulis, semenjak orang tuanya meninggal.

Yoona mencoba menenangkan dirinya. Ia berbelok dipertigaan jalan menuju rumahnya yang berada dikawasan kumuh. Yoona mendengus, mau bagaimana lagi, ia harus terbiasa dengan semua ini, menyusuri pemandangan yang berbeda jauh dari gedung – gedung mewah pencakar langit di tengah kota. Yoona terus merenungkan nasibnya ini  sampai ia menyadari sesuatu…

“Lepaskan, lepaskan aku !!! Tolooog Paman tolonggg!”

Yoona meniup ubun – ubunnya. Sial, Kenapa juga Ia harus menyaksikan kejadian seperti ini?!

Diujung belokan, seorang anak laki – laki berusia sekitar enam tahun-an sedang diseret paksa oleh dua orang lelaki sawo matang berbadan gempal. Anak itu menangis, menohon – mohon agar dilepas sambil berteriak minta tolong. Sungguh Yoona terganggu dengan suara anak itu, cempreng. Awalnya  Yoona memilih untuk tidak ambil pusing. Yoona bisa saja meremukkan tulang kedua lelaki besar itu, atau mencabik – cabik rambut mereka sampai rontok  karena berani – beraninya  mengeroyok anak kecil tidak berdaya, tapi Yoona takut akan terjadi kesalahpahaman.

Kegalauan menghadanganya ditengah perjalanan. Ia menghela napas. Arah mata Yoona mengamati tubuhnya sendiri dari ujung kaki sampai membayangkan bagaimana ujung rambutnya saat ini, Sungguh Ia sedang tidak selara berbuat onar, tapi… tapi tangisan anak itu mengetuk hatinya dalam sekejap. Yoona menggigit bibir bawahnya ragu. ‘Sudahlah !’ Kedua tangan Yoona terkepal. Usai menimbang – nimbang Ia terpaksa berjalan menghampiri kekacauan guna membebaskan anak itu dari para cecunguk. Jadi sekarang apa lagi? Lengkaplah sudah anggapan bahwa ia adalah preman yang berkeluyuran ditengah malam !

‘Aisshh hari ini benar – benar sialan.’ Umpat Yoona melepas mantelnya dan membuang kesembarang arah. Lalu Ia menatap target, usai menentukan bagian yang pas, Ia memanaskan tubuhnya dengan gerakan ringan.

“Baiklah mari kita mulai Im Yoona.” gumamnya lantas membuang napas kasar, perempuan itu memasang kuda – kuda lalu berlari mengarahkan tendangan berputar kearah salah satu berandal. Tendangan Yoona tepat sasaran, berandal  itu tersungkur hingga wajahnya bergesekan dengan pasir.

“Yak kalian berhenti menyakiti anak kecil yang tidak berdosa !” telunjuk Yoona menuding kedua orang itu.

Salah satu yang tersisa penatap penuh dendam kearah Yoona, sementara Yoona melihat anak kecil itu berlari kesisi tembok, namun ditengah perjalanan sang anak terjatuh. Yoona terpanggil untuk menolongnya, tapi mengingat berandal itu menyeringai bengis, Yoona membatalkan niatnya.

“Lihatlah perempuan ini.” ucapnya, “Berani – beraninya kau ?!”

Bung.. Krekkk, Yoona menangkis pukulan tinju yang menghadangnya, Ia menohok lengan berandal itu lalu memutarnya seperti setir mobil yang jungkir balik. Berandal itu mengerang hebat. Sementara lelaki yang merasakan tendangan Yoona tadi,  kini mulai bangkit dan bersiap melancarkan pukulannya dari belakang. Yoona melirik dari ekor matanya, Ia membanting tubuh berandal yang lengannya tengah Ia pelintir, Yoona membalik posisi mereka hingga pukulan yang tadinya dialamatkan kepada Yoona  justru mengenai temannya sendiri.

Disaat mereka lengah, Yoona melancarkan serangan balasan, kali ini dialah yang berkuasa. Ia menyerang bertubi – tubi, kali ini bukan lagi tangkisan ringan, Ia langsung menuju inti, melakukan tendangan, pukulan, tinju, salto dan banyak lagi, Yoona berniat menghabisi keduanya sampai mereka memohon ampun.  Ah dan jangan lupakan,  mereka juga harus meminta maaf kepada anak kecil tadi.

“Ampun ampun Nona maafkan kami ! ampun…” pinta salah satu berandal yang tersungkur ditanah.

Kepalan tangan Yoona berhenti diudara, gadis itu melepaskan cengkramannya pada leher si berandal, sementara dari ekor matanya Yoona mendapati teman berandal itu  beringsut – ringsut mencoba kabur, benar – benar tidak setia kawan.

Yoona bangkit merapikan penampilannya yang berantakan, “Ya sudah sana hush hush bubar bubar !” perintah gadis itu mengusir dengan kibasan tangannya yang menyapu udara. Lama – lama melihat wajah mereka, Yoona menjadi muak, Gadis itu tidak mau mie ramen berharga yang baru saja masuk kedalam perutnya dua jam lalu menyembur cuma – Cuma.

“Eitsss tunggu.” Tahan Yoona, menghalau langkah berandal yang membungkuk – bungkuk kesakitan, lelaki itu tinggal seorang diri karena temannya berhasil kabur.

“Minta maaf kepada anak itu.” Perintah Yoona membuang wajahnya kearah anak kecil yang sedang meringkuk ketakutan disisi tembok.

Tanpa menghabiskan waktu berandal itu membungkuk dengan wajah menyesal tidak hanya kearah anak itu tetapi juga kepada Yoona.

“Mianhamnida, Minanhamnida.” Sesalnya lalu buru – buru melesat pergi ketika Yoona menakut – nakutinya dengan gertakan tinju.

Yoona terkekeh melihat tingkah berandal itu. Huh, mereka memang para cecunguk yang mestinya dibasmi.

Tiga detik kemudian Yoona merasakan bahwa tubuhnya pegal – pegal, sudah lama tidak berkelahi membuatnya jadi seperti ini. Yoona mengingat lagi, Ia sudah insyaf menjadi preman sejak tiga bulan lalu.

Yoona menghela napas, tiba – tiba ia ingat dengan anak itu. Anak yang sedang meringkuk ketakutan dengan tubuh yang dipenuhi keringat dingin. Yoona  menghampiri dengan hati – hati agar anak itu tidak menganggapnya orang jahat.

“Permisi.” Yoona berjongkok, lalu tersenyum penuh perhatian. Anak itu meliriknya selikilas dengan bibir gemetar kaku.

“Adik manis aku bukan orang jahat kok.” Jelas Yoona namun tidak mendapatkan tanggapan. Yoona memaklumi, pasti anak itu masih trauma karena kedua berandal tadi.

Lalu.. Yoona mulai berpikir. Kemana perginya orang tua anak ini?  kenapa mereka menelantarkan anak ini sendirian? Atau dia tersesat? Diculik atau ada yang berniat jahat padanya?

Pasti orang tuanya bukanlah tipe yang perhatian, sampai – sampai anaknya jadi seperti ini ! Yoona jadi penasaran bagaimana rupa mereka.

“Oh ya anak manis, boleh kutahu siapa namamu?”

“Kim Sehun.” Anak itu berusaha menjawab ditengah ketakutaanya namun begitu ketika diperhatikan lagi, anak itu jauh lebih tenang dari sebelumnya.

Yoona menggenggam bahu anak itu, menyentuh sisi wajahnya agar Ia bisa memastikan bahwa anak itu baik- baik saja.

“Sehun-ah.”

“Donghae Samchon.”

Yoona tersentak. Seseorang memanggil Sehun dari belakang punggungnya. Mata Sehun berubah berseri – seri ketika balas memanggil. Yoona memutar kepalanya penasaran.

“Menyerahlah, kau sudah tertangkap basah !”

Donghae merebut kedua tangan Yoona dan melipatnya kebelakang. Yoona meringis mendapat perlakuan seperti itu, Ia mengerang kesakitan bercampur kaget.

“Yak apa yang kau lakukan?!”

Donghae ikut berjongkok dibelakangnya, lelaki itu menyusupkan wajahnya disela  tengkuk Yoona, “Sangat disayangkan wanita sepertimu berbuat jahat.” Bisiknya membuat Yoona kegelian.

“A-apa?!” kedua mata Yoona membulat sempurna. Yoona tidak bisa berkutik karena cengkraman tangan lelaki itu mengunci rapat pergerakannya. Yoona melirik Sehun yang hanya terbengong menatap kejadian itu. Ia yakin anak sepolos Sehun belum mengerti, dan seseorang yang dipanggilnya samchon itulah yang harusnya lebih mengerti.

Oh ya, penampilan Yoona memang mudah disalahpahami orang lain. Tapi… tapi lelaki itu punya perasaan kan? Perilakuannya terhadap wanita sungguh kejam !

“Siapa lagi yang ada dibalik penculikan ini HUH?!” Gertak Donghae merapatkan cengkramannya.

“Lepas!” Yoona mencoba berontak.

“Tidak akan.” Kekeuhnya, “Katakan siapa yang menyuruhmu?!”

Yoona tidak menjawab, ia berusaha lepas dari jeratan orang itu.

“Oh jadi apakah mereka memanfaatkan kelembutan wanita agar anak kecil mudah terpengaruh, hei, asal kau tahu saja Sehun bukan anak seperti itu?!”

Sudah cukup. Yoona tahu kalau orang itu bukan penjahat, atau bisa disebut juga keluarga dari Sehun tapi Yoona tidak bisa membiarkan orang itu menganiayanya lebih lama.  Yoona pandai balas dendam, Ia akan membalas siapa pun itu yang telah menyakitinya, tanpa memandang alasan.

“Cepat mengaku !”

 “Yak, Aku bukan orang suruhan, pabo !”

“Akhh—“

Yoona mendorong kepalanya kebelakang begitu keras hingga membentur kening Donghae. Lelaki itu terkejut kesakitan. Ia memegangi wajahnya. Namun begitu Ia tidak membiarkan dirinya lengah. Donghae cukup lihai membaca gerakan Yoona yang bersiap melancarkan serangan balik.

Donghae melempar dirinya kesamping menghindari tendangan Yoona. Gadis itu meniup ubun – ubunnya tampak frustasi.

“Yak, mau apa kau?” Yoona beringsut lalu bangkit perlahan – lahan ketika Donghae mendekatinya.

“Aku tidak berselera menghadapi wanita sepertimu.” Ujar Donghae berhenti melangkah ketika punggung Yoona menyentuh tembok.

Yoona mendecih, sungguh Ia merasa dijatuhkan oleh kata – kata Donghae, wanita ? wanita seperti apa maksudnya? Wanita urakan.. oh my goshhh

Yoona tidak tinggal diam, Ia hendak menebas tengkuk Donghae dengan sikutnya, tapi gerakan Yoona kalah cepat dengan Donghae yang begitu mudah menangkapnya.  Lelaki itu memutar tubuh Yoona, mendekapnya dari belakang. Napas Donghae lalu menyapu telinganya,  “Kau orang suruhan mereka kan? Katakan siapa.”

Sungguh Yoona tidak mengerti maksud dari kata – kata Donghae sejak tadi. Selain penuh curiga, dia juga menyebalkan. Yoona menghujam pergelangan kaki lelaki itu dengan injakan sadis, Donghae meringis, menahan rasa sakit sementara Yoona harus menelan kekecewaan, bukannya terbebas, dekapan Donghae malah semakin membuatnya  kehilangan napas.

Yoona jengah dengan keadaan seperti ini, memang tubuh lelaki itu penuh kehangatan tapi, wangi tubuhnya mengganggu penciuman Yoona. Wangi tubuh lelaki itu terlalu maskulin hingga Yoona tidak bisa menahan hasrat tersembunyi… Kalau saja suasana hatinya sedang baik, mungkin Yoona akan sangat menyukai suara berat laki – laki itu, atau barangkali memuja hembusan napasnya yang memabukkan… Dan, sebelum semua ini tambah  meracuni otaknya, Yoona menyikut perut Donghae dengan seluruh tenaga, pada akhirnya dekapan mereka longgar, kesempatan tersebut dimanfaatkan Yoona  membalik tubuhnya. Entah inisiatif dari mana Yoona melingkarkan lengannya disekeliling leher Donghae, melihat baik – baik bagaimana wajah lelaki itu, hingga mereka berhadapan, mata ke mata. Jadi memangnya lelaki itu saja yang bisa terbar pesona? Im Yoona juga bisa.

“Aku tidak mengerti maksudmu.” Yoona menyelipkan desahan sexy diantara kalimatnya. Dengan sedikit kemampuan berakting, Ia memasang wajah memelas, layaknya gadis polos tidak berdosa yang lemah tanpa tenaga.

Donghae mencoba untuk tetap tenang, namun dibalik itu, Jantungnya berdebar – debar menangkap intonasi Yoona yang sehalus sutera. Donghae pikir semua lelaki normal akan berpikir seperti itu… Donghae berusaha menghindar, tapi godaan itu tidak terelakkan lagi.  Aliran darahnya justru berpacu semakin liar. Napas lelaki itu porak – poranda, pikiran gila  dikepalanya mulai bergentayangan seperti hantu.

Kali ini pandangan mereka saling beradu.

Yoona lalu tersenyum, angan – angan Donghae semakin menggila, seluruh fokus perhatiannya tersita hanya untuk perempuan itu. Lampu jalan yang saat itu menyerbu wajah Yoona membuat Donghae tidak mampu berkutik. Persis disepanjang iris matanya, Donghae bisa mengamati bagaimana pancaran sinar dari sepasang bola mata Yoona menikamnya seperti belati.

Tuhan sadarkanlah aku sekarang juga… Mata perempuan itu… Seperti mata rusa yang bersinar. Bagian putih matanya sangat jernih bagaikan tetesan embun diatas dedaunan. Bola matanya yang hitam berbentuk bulat sempurna dan berkilap – kilap memantulkan cahaya…. Dan tatapan mata yang tajam itu membuatnya tidak jauh berbeda dengan tatapan mata flowerland fairy yang sosoknya sering berkeliaran dibuku cerita Sehun, tatapan mata dan penampilannya sungguh berbeda jauh namun entah mengapa Ia tidak bisa berpaling darinya sedikit pun.

Pancaran Bola mata Yoona semakin menarik wajah Donghae, menariknya seperti ada magnet. Napas mereka saling berhembus. Donghae ingin menikmati lebih jauh lagi kehangatan napas perempuan itu. Ia bisa merasakannya jelas sekali, sensasi dari getaran benda merah ranum yang berdenyut.

“Samchon, penculiknya sudah pergi, bukan yang ini.”

“Ekhmmm.” Yoona mendorong bahu Donghae menjauh. Ia membersihkan rambutnya yang berantakan, “Oh ya, sekarang kau dengar kan? Aku bukan penculik yang kau gadang – gadangkan itu, lalu apa kau puas,  kau puas memfitnahku, Donghae Samchon?”

Donghae mengatur napas selagi memicingkan matanya. Usai mengamati Yoona, Ia membalik tubuhnya menghadap Sehun, lalu berjongkok menggenggam kedua sisi bahu anak itu, lantas Sehun mengangguk usai memastikan sekali lagi jawaban dari pertanyaan sang paman Lee Donghae, “Benarkah? Kau yakin bukan ahjumma ini pelakunya?”

Seketika Yoona terbelalak sempurna. Wait… Ahjumma? Laki – laki itu sama sekali tidak berotak. Berani – beraninya dia memanggilku ahjumma didepan anak kecil polos tidak berdosa?! Apa dia tidak punya mata? Seharusnya dengan melihat wajahku saja dia sudah bisa memperkirakan kalau usiaku sekitar dua puluh tahunan, aku masih punya enam tahun lagi sebelum usiaku memasuki kepala tiga. Dia sungguh menyebalkan. Aku belum setua itu sampai harus dipanggil ahjumma?! Hah !

“Yak apa maksudmu dengan memanggilku ahjumma?! Setelah apa yang kau lakukan padaku, beginikah caramu menyelesaikannya?” Yoona bersungut – sungut didalam hati akhirnya tidak sanggup menahan kekesalannya, “Sekarang apa kau sadar anak muda, kejadian ini terjadi gara – gara siapa? Gara – gara siapa anak ini dalam bahaya? Tentu saja karena, Kau ! Kau yang tidak bisa menjaganya dengan baik.  Dasar  paman tidak berguna !” Yoona menuding dengan telunjuknya.

Donghae menatap tidak terima, Ia beranjak dari posisinya, memilih berhadapan dengan Yoona, “M-mwo-ya?”

Yoona tergelak miris menyaksikan tingkah Donghae yang kelihatannya sangat percaya diri. Padahal sebenarnya dia sangat payah.

“Dengar, kalau dirimu ini memang  Samchon yang baik dan bertanggung jawab,  aku tidak akan repot – repot berkelahi dengan kedua berandal tengik itu— aishh benar – benar kau ini.” Yoona meniup ubun – ubunnya putus asa. Yoona tidak pernah suka mengungkit – ungkit kebaikannya didepan orang lain, tapi Donghae membuatnya hilang kesabaran.

“Samchon Noona inilah yang menyelamatkanku.” Sehun mendongak seraya menarik – narik ujung jaket pamannya. Mereka bertiga saling berpandangan. Tentu Yoona-lah yang lebih dulu menantang lelaki itu dengan tatapannya. Dan satu – satunya yang menggelikan ialah Wajah si paman itu  yang langsung  berubah pucat pasi.

 “Hmm Baiklah, baiklah sekarang terserahmu. Kau mau menganggap dirimu ini paman super atau power ranger, itu terserahmu, aku tidak mau ikut campur.” Sindirnya menangkat bahu mengingat bagaimana tingkah lelaki itu yang menunjukkan bahwa dialah pahlawan bagi keponakannya, “Jadi kau mau apa sekarang? Kalau aku terluka berapa banyak kompensasi yang akan kau berikan? Lalu apakah itu semua cukup untuk mengganti kerugianku kerena tidak bisa bekerja seminggu kedepan? Apakah kau bisa menebus rasa sakit ditubuhku, apakah…apakah…” dan kata – kata itu masih berlanjut entah sampai kapan.

Donghae menarik napas mencoba berpikir masak – masak, Donghae mulai berpikir bagaimana menerapkan jurus kompromi maut andalannya tapi gadis itu terus berbicara tanpa henti membuatnya pusing.

“Oke.. begini  saja—“

“Sudah stop aku tahu alasanmu menuduhku seperti ini dan kebanyakan orang sama saja ! Sebenarnya aku lelah hidup seperti ini, dan kenapa lagi aku harus bertemu orang sepertimu aigooo…”  Keluhnya berdecak lemas dan prihatin. Gadis itu kembali mengoceh dengan sejuta hal yang tiada habisnya.

Donghae terus memperhatikan gadis itu selagi menimbang – nimbang bagaimana sebaiknya menghilang dari sini mengingat betapa cerewetnya dia.  Tapi berhubung karena gadis itulah yang katanya sudah menyelamatkan Sehun dari para penculik, Donghae membiarkannya mengoceh sementara  Ia terpaksa diam mendengarkan. Lagi pula kepala Donghae sudah terlanjur berdenyut hanya untuk sekedar menganggapi. Lelaki itu tidak pernah membayangkan bagaimana gadis cerewet sepertinya bisa menghadapi para berandal yang menculik Sehun. Gadis itu punya sesuatu yang tersembunyi, begitulah yang terpikir olehnya. Dan mata bening milik gadis itu… Donghae tidak bisa berpaling memandanginya, bahkan ketika gadis itu mengoceh tanpa henti.

“Apa lihat – lihat? Apa aku terlalu sexy bagimu hah?”

Tapi kadang kala Donghae jengah menghadapi tingkah seorang gadis yang suka berbicara semaunya…

Gadis itu tergelak tiba – tiba, mirip sekali dengan tokoh nenek sihir di film kartun.

“Ah sepertinya aku tahu isi kepalamu, Kau pasti sedang menghina penampilanku yang menggenaskan ini kan ? jadi bagaimana? apa menurutmu penampilanku ini sudah layak disebut  preman pasar atau berandalan—“

Yoona menahan kalimatnya disaat lelaki itu tengah mengamati, kalau dilihat – lihat dia seperti gadis yang sedang depresi,  cetus lelaki itu menyakinkan anggapannya.  Bola mata Yoona berputar sengit lalu ekspresi wajahnya berbalik membubuhkan tampang malas, “Sudahlah aku lelah berdebat sendiri ! Mikir saja sesukamu, bye.” Ujarnya melambaikan tangan.

Entah bagaimana Donghae ingin menghalau langkah Yoona, Ia belum mengiginkan gadis itu menghilang. Donghae merasa perlu meluruskan anggapan gadis itu.

Namun gerakan Donghae kalah cepat dengan Sehun yang lebih dulu menjegal tangan Yoona.

“Noona tunggu.”

Yoona membalik tubuhnya. Lantas Sehun membawa Yoona kehadapan Donghae.

“Paman ingin menikah kan? Menikah saja dengan Noona ini.”

“MWO?!” Yoona dan Donghae memekik bersamaan, mereka tampak shock, berbeda dengan Sehun yang menatap keduanya bergantian. Anak itu tersenyum seolah baru saja menemukan dua sejoli yang menurutnya paling serasi.

Lelaki itu berjongkok menjangkau posisi keponakannya, “Sehun-ah, kau tidak seriuskan mengatakannya?”

Sehun bergeleng, “Ani Samchon, aku serius.”

Yoona tidak mengerti. Ia bingung harus berbuat apa. Awalnya Yoona mengapresiasi ketika Sehun memanggilnya dengan sebutan Noona, tidak seperti pamannya yang kurang ajar itu, tapi ketika Sang bocah dengan mudahnya mencetuskan acara sakral itu, Yoona keringat dingin, Menikah? Jadi Ia harus menjadi istri laki – laki itu? Big No ! melihat wajahnya saja Yoona sudah muak apalagi… Aisshh, untung saja dia tampan, kalau tidak sudah kupatahkan lehernya !

“Wahh benarkah? Noona ini bilang paman tampan.”

Yoona melotot, sementara Sehun bertepuk tangan merasa kegirangan sendiri.

Yoona berusaha menahan rasa malunya. Tidak mungkin anak itu bisa membaca pikiran kan?

Dan masalah pernikahan itu, Yoona merasa tidak perlu menganggapnya serius. Lagi pula Sehun hanyalah anak kecil meskipun Ia kelihatan dewasa dibandingkan anak seusianya, tapi tetap saja Sehun hanyalah kecil dan polos yang belum cukup umur untuk mengerti betapa kejamnya dunia ini.

“Ayolah paman nikahi Noona ini, paman juga menyukainya kan?” Sehun merengek – rengek pada Donghae seolah pembahasan mengenai pernikahan serupa dengan mainannya.

Donghae semakin canggung akibat keberadaan gadis itu disini. Mungkin dia sedang berpikir aneh – aneh tentangnya. Hei, dirinya tidak se-frustrasi itu sampai harus mencari seorang wanita dalam satu malam untuk dinikahi?!

Yoona menatap tanpa minat. Mereka berdua, paman dan keponakan sama – sama absurd. Yoona merasa tidak ada lagi yang perlu Ia lakukan disini, jadi gadis itu berniat melesat pergi.

“Yoona Noona.”

Suara anak kecil itu memanggil namanya. Langkah Yoona berhenti mendadak, setahunya Ia belum pernah memperkenalkan diri, tapi masa bodoh, Yoona memilih tidak ambil pusing, Ia melanjutkan langkahnya.

“Sehun-ah..” Donghae bersimpuh dihadapan bocah itu lalu menggenggam kedua bahunya. Donghae tidak tahu sejauh mana Sehun bisa membaca pikirannya bahkan perempuan asing itu. Semua yang dikatakan Sehun begitu medetail hingga Donghae bingung sendiri mengatakan agar Sehun tidak membongkar sesuatu yang tidak – tidak.

“Aku tahu sejak pagi tadi Noona sudah ditolak oleh lima restaurant, satu toko boneka, dua toko kelontong. Percayalah padaku kalau bersama paman Noona bisa berhenti melakukannya,” bukannya menggubris tatapan Donghae, Sehun berpindah menahan langkah Yoona dengan kata – katanya.

Gadis itu terbengong menatap Sehun, A-apa anak ini mata – mata?

“Sore tadi Noona juga dikira pencopet oleh seorang ahjumma di pasar—“

“Stop !”

Yoona menginterupsi dengan tangannya yang menggantung diudara. Ia menatap Sehun menyelidik, kalau dilihat – lihat anak itu hanyalah anak kecil biasa, tidak ada yang perlu dihawatirkan dari bocah lugu sepertinya. Lantas Yoona menghampiri Sehun lalu berjongkok menggenggam bahunya. Tatapan gadis itu melunak,  “Baiklah anak manis, aku tidak mengerti dari mana kau mengetahui semua itu, yang jelas Noonamu yang cantik ini tidak  bersedia menikah dengan paman menyebalkanmu itu. Maaf membuatmu kecewa.” Jelasnya mengangkat bahu. Yoona menarik napas, menghembuskannya seraya bangkit berdiri. Gadis itu tersenyum lalu mengusap usap – usap kepala Sehun sebelum akhirnya berbalik pergi.

Ekspresi wajah Sehun berubah murung. Anak itu melambai – lambai kearah Donghae lalu membisikkan sesuatu ditelinga pamannya itu.

Donghae menghela napas mendengar permintaan Sehun. Sebelum anak itu mengancam kabur dari rumah, mengurung diri didalam kamar atau mewujudkan aksi nekadnya yang lain, Donghae terpaksa melakukan ini…

“Yoona-ssi, tunggu.”

Tuhan, apa lagi ini? Yoona menghela napas selagi membalik wajahnya. Kali ini langkahnya tertahan oleh paman Sehun.

Lelaki itu berdiri dihadapan Yoona. Ia tampak menimbang – nimbang sesuatu. Yoona melipat kedua tangannya didada  selagi menunggu Donghae berbicara.

“Yoona-ssi, Aku minta maaf atas kesalahpahaman ini dan—“

Yoona mengangkat alis. Minta maaf? Gadis itu menduga Donghae punya maksud tersembunyi…

“Ah, Begini saja, Kau butuh pekerjaan kan? aku punya pekerjaan yang cocok untukmu.” Donghae merogoh saku jaketnya lalu menyodorkan potongan kertas persegi kepada Yoona.

Gadis itu meniup ubun – ubunnya, dengan gerakan malas, Ia meraih kartu nama Donghae.

“Hubungi aku kalau tertarik.”

Usai membacanya dengan mata sayup – sayup, Yoona tersenyum sungkan, “Gam-sa-ham-ni-da, tapi sepertinya aku tidak tertarik.”

Berbalik meninggalkan mereka. Yoona baru berjalan dua langkah, namun mengingat sesuatu ia justru mundur keposisi awal, gadis itu memutar badan selagi menambahkan. “Lebih baik kau jaga saja keponakanmu itu, Lee Donghae-ssi.”

Donghae terpaku ditempatnya. Mata bulat gadis itu masih terbayang – banyang didalam pikirannya, pertama kalinya Donghae melihat mata bening seperti itu.. dan Donghae percaya, Ia pasti sudah gila karena terus memikirkannya !

Ditengah jalan Yoona menatap kartu nama itu. Ia tergelak membayangkan dirinya sendiri. Jadi menurutmu pekerjaan apa yang cocok untukku, hah?! Dasar menyebalkan !

…………..tbc…………

Huaaaaa aku kembali membawa FF chapter terbaru, dalam cerita kali ini karakternya aku bikin beda.  FF ini tercipta sudah lama setelah aku membaca novel hyun goo wun yang judulnya “love with a witch” dan baru aku lanjutin sekarang. Niatnya aku ga mau bikin yang rumit2 tapi entah mengapa otak ini ga bisa diajak kompromi (?).. sebenarnya readers-deul ga usah parno ff ini bakal memusingkan soalnya aku bakal usahain untuk meminimalisasi kerumitan2 yang ada.. gitu…

Semoga Suka yaa and keep RCL ya, buat sider2 boleh kali kenalan.. ya kan ^__^

See u, bye bye !

105 thoughts on “FF YoonHae – Sweet Legacy Part 1

  1. Hunyoong berkata:

    Haha anjay sehun mantap.bener pny six sense wkkk ciwwe loveafiratsight lucuunyaaa wkkk. Seru lanjuuut ya Thor thanks

  2. Yuni Utami Putra berkata:

    Lain drpd yg lain,,
    Penasaran ma momentnya..
    “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮
    Ditunggu segera ya part 2nya🙂

  3. nurul berkata:

    kasihan sehun jadi incaran otang2 jahy…
    n yoonhae lucuuu. moga2 yoona unnie mau trima pkerkaan yg donghae oppa lasih..

    d tunggu part 2

    • Lee Sheol Elfishy berkata:

      Keren ffnya . . .
      Sehun begitu polos nyuruh yoona yg baru dikenalnya buat nikah sama pamannya, sepertinya kelebihan sehun bisa mempersatukan yoonhae . . .
      Next, ditunggu chapter berikutnya

  4. aprill berkata:

    wah konfliknya kayanya berat ni eon..penuh intrik keluarga..aiggoo..kasian Sehun kecil. udah lah Yoonhae nikah aja kn Yoona mntan preman psti bsa ngjagain Sehun..hehe

  5. xoloveyoonhae berkata:

    keren ff’nya..
    bikin moment sweet yoona dan donghae dong.. buruan juga nikahin donghae dan yoona..
    ditunggu chapter selanjutnya, eonni..

  6. tryarista w berkata:

    keren ff nya,,,,,.
    gawat klau sehun bsa bca pikiran org lain,,,,aplagi yoonhae,,,,,bsa gawat nichhhh ntar sehun ngomong2 lgi hahaha,,,,ntar yoonhae mti kutu hahaha

    pi ksihan sehun kcil hdupnya g tenang,,,,,gra2 harta warisan nywanya bsa terancam,,,,,
    yoona kya berandalan ,,,,,gimna ntar kalau jd istri lee donghae seorang pengusaha,,,,pasti cucokkk

  7. Deer sria berkata:

    Suka bgt ama karakter yoona disini yg absurd 😂😂 cuek bgt ..ahh pokok.a ketawa sendiri klo pas baca yokna Pov wkwkk
    Kasian sehun…aku curiga kecelakaan ortu sehun pasti sabotase heechul yah….kasian sehun masih kecil udh jadi inceran…tp sehun lucu kocak pas baca pikiran yoona…hahaa
    Next chap banyakin moment YH ya un…ditunggu

  8. fstmiatun azhar berkata:

    Sehun punya six sense…
    Hahaha Donghae jatuh cinta pada pandangan pertama ke Yoona yg urakan dengan ramvut merah-ungu.nya….
    .
    Di tunggu part 2nya…

  9. Tyanengsih berkata:

    Yeyyyy……cerita baru…..keliatannya seru ni…..baru pertama kali ketemu masa sehun minta donghae nikah ma yoona…..sehun mang bisa liat masa depan. Yoonhae ya….. Seandainya sehun yg asli bisa ngeramal yoonhae nikah abis donghae pulang wamil…..aminnnn….hehehe….
    Lanjutnya ditunggu thor

  10. ina gomez berkata:

    Ya ampun ni crtanya keren min.beda dr buadanya suka ma katskter yoona,ngakak lht yoona dikira pncopet gr2 pnmpilan n gak nyangka ternyta fia mntan preman hehe bnr2 keren.
    Wah hrs hati2 ma sehun nidia bs bca pikiran smpi2 yoonhae di buat diem gr2 sehun ngungkpin smuanya lox yoongae dh sling tertarik tp msh gengsi hehe
    Ditunggu nextnya min

  11. Widya yoonaddict berkata:

    Wah keren banget semoga yoona eonni mau menikah sama donghae oppa dan mereka ngelindungi sehun next thor jangan lama-lama yah

  12. Limhyelim berkata:

    OMG Rambut yoong unnie di sini ungu+merah? aahh aku ga bisa bayangin gimana rupa nya 😝 duh sehun udah gerak cepat aja nih haha tapi bagus deh sehun ngebantu bgt samchoon nya. 😬 next part juseyo eonnie, fighting ☺️

  13. Ekka kurnia sarii berkata:

    Oo sehun adalah seorang indigo!?? Wow!!! Dan interaksi antar tokoh utama sepertinya akan seru!!!yoona dgn karataternya yg cukup cuek dan mungkin cerewet ㅋㅋㅋㅋdan donghae yg entahlah aku belum bisa melihat karakter donghae yg sesungguhnya di chap ini..tapi cerita nya kerenn👍🏻good story

  14. Tya berkata:

    Ceritanya menarik, tapi kayanya bakalan rumit
    Penyebab kematian org tua sehun heechul dan ibunya kah?
    Sehun kasian, masih kecil tp krn punya warisan banyak jd inceran orang jahat
    Suka liat karakter yoona, urakan ga jelas wkwkwk
    Sehun polos amat wktu bilang yg dipikirkan sm yoona
    Btw, donghae udh lgsg tertarik ya sama yoona, apalagi matanya

    Ditunggu kelanjutannya

  15. DianYoongie berkata:

    Aku suka ceritanyaaaa… Sehun bisa baca pikiran kerennn.
    Keknya disini Heechul jd jahat nih 😠
    Karakter Yoona jd cewe super gitu ya… wahhh luar biasaaa kk
    YoonHae pd pandangan pertama cieeeh… gimana tuh lanjutannya jd ga sabar hehheh
    Ditunggu ya~~

  16. Nurul hidayah berkata:

    Anak kecil emang polos😀
    Pertemuan pertama yg bikin kesel tp bikin feelnya dpt , next chap di tunggu unnie , fighting

  17. Chezta berkata:

    Baru kali ini karakter yoong unik..kya preman…
    Sehun emg punya kekuatan super buktinya dia bisa baca pikiran org
    Moga yoong mau jd istrinya donghae…
    next..

  18. Sfapyrotechnics berkata:

    Keren bnget.. Jlan ceritanya kdang bkin deg2an,, kdang jga bkin kerawa.. Sehun pnya kmampuan baca pikiran,, hahahah yoong ketahuan muji ketampanannya hae😀

    Next.. fighting

  19. sulistiowati_06 berkata:

    daebak ceritanya chingu. seneng jadi karakternya yoona yang kayak berandalan tapi dia baik. hahay leeteuk oppa idenya bener2 cemerlang nyuruh donghae segera nikah, tapi sayang donghae ga punya kandidat. seneng kalo yang nyelamatin sehun itu yoona, bener2 heronya sehun. sehun bener2 banget nyuruh donghae buat nikahin yoona. apa jadinya kalo mereka nikah, mungkin awal2nya mereka kayak kucing sama tikus. romancenya akhir2 kali yak. sehun bener2 keren deh. next chap ditunggu jangan lama2 ya chingu. gomawo

  20. Januar berkata:

    Menarik eon ceritanyaaa. Sehun bisa baca pikiran org. Sampe dia tau keadaan yoona. Seru pokoknyaaa. Ditunggu nextnya, fighting!!!

  21. Ida ziiosay berkata:

    sehun keren bisa baca pikiran orang haha pertemuan yang enga menyenangkan yoonhae haha penasaran sama kelanjutanya apa yoona terima tawaran donghae apa enga
    menarik

  22. valeriecho berkata:

    ff’nya menarik..
    ahh.. si sehun punya indigo, punya kemampuan baca pikiran seseorang.. 👏👏
    berharap si sehun pengen yoona yang jadi istrinya pamannya, si donghae.. dan semoga yoonhae ngak bisa nolak keinginan sehun itu.. author.. bikin moment sweet yoona dan donghae dong..
    buruan juga nikahin donghae dan yoona..
    ditunggu chapter selanjutnya, thor..

  23. valeriecho berkata:

    ff’nya menarik..
    ahh.. si sehun punya indigo, punya kemampuan baca pikiran seseorang.. 👏👏
    berharap si sehun pengen yoona yang jadi istrinya pamannya, si donghae.. dan semoga yoonhae ngak bisa nolak keinginan sehun itu..
    author.. bikin moment sweet yoona dan donghae dong..
    buruan juga nikahin donghae dan yoona..
    ditunggu chapter selanjutnya, thor..

  24. lia861015 berkata:

    Seru ceritanya ^^
    Jadi sehun bisa baca pikiran orang-orang tapi kasian juga sama sehun,anak sekecil itu udah ditinggal sama kedua orangtuanya dan banyak yg manfaatin dia terutama keluarga kim😦
    Gk bisa ngebayangin klo yoona sama donghae nikah,pasti berantem terus deh🙂 penampilan yoona yg kaya preman ketemu sama donghae yg penampilannya rapi dan keren ^^
    Cepet dilanjut ya next chapternya eonnn😉

  25. sintayoonhae berkata:

    yuhuyuhu sehunnaaa kau cute bgt udh tw klo yoonhae psangn pling cucok hhhaa… bguss bgt crta ff.a thor… feel.a itu lohh aahh, jdi pnsran ama next part.a dtggu ya thor fighting😀

  26. Iis solihat berkata:

    Ceritanya menarik
    Kasihan sehun
    G mna nanti kalau mereka menikah
    Ngga kbyang dech
    Tpi bklan seru sprtinya
    D tunggu chap slnjtny
    Fighting:)

  27. chalistasaqila berkata:

    hwaaaa!!! Yoonhae lucu bgtzzz..
    mereka ntr gmn cba qlow nikah? pasti makin kocak dehhh..
    Akhhh… suka sama FFnya, konfliknya g terlalu rumit kek yg kemaren. smoga cepet updatenya, wkwkkwkwk

  28. han ji bin berkata:

    aigoo ini genre yg aq ska bgttttt, apalagi dsni cast’a yoonhae neomu joah
    daebakk chingu ff’a, lnjt chingu aq ska yoonhae dsni, yoong keren bgtt
    lnjt chingu, jgj terlalu lama ya aq penasaran ama next’a

  29. Fany berkata:

    Wihhhh ini cerita kaya nya bakalan seru, bakal masuk daftar ff yg bkal aku tunggu klanjutannya.
    Sehun bisa baca pkiran orang :v pnampilan yoona yg amburadul :v ga sabar nunggu klanjutannya

  30. kantimur_11 berkata:

    kenapa yoona ga terima aj tawaran sehun??si hae jatuh cinta pada pandangan pertama tapi ga mau ngakuin juga

  31. lee yuna berkata:

    ceritanya keren,nggak bisa bayangin klo yoona nerima tawaran sehun buat nikah sma donghae lasti tiap hari terjadi perang dunia

  32. Lee Tika berkata:

    Baru baca+koment nih. FFnya part 1nya aja udh menarik apalagi part2 selanjutnya hehe. Kasian sehun masih kecil udah jadi incaran orang2 serakah tp untungnya dia pnya kelebihan+pnya donghae tentunya hehe. Duh gabisa bayangin penampilan yoona yg kaya berandalan weh wkwk. Ciee donghae love at first sight sama mata beningnya yoona ya? Wkwk. ih itu yoona jgn nolak tawaran donghae buat nikah dong yah? Cus ah baca next part….

  33. FHP berkata:

    Karakter yoona di ff ini beda dari yoona yg biasanya feminine wkwk, unik!😀 berkat sehun jadi YH bisa ketemu deh utk pertama kalinya. Wah sehun bisa baca pikiran orang lain trnyata, ketahuan kan kalo yoona lg nyari2 pekerjaan dan ditolak trus wkwk. Haha sehun ada2 aja bru pertama kali YH ketemu udh mnta mereka buat nikah ckck, sabar ya pasti nanti mereka nikah jg kok ^^ btw itu di endingnya donghae mau nawarin apaan ya ke yoona? Drpda penasaran mending baca part2 selanjutnya hehe

  34. Anonim berkata:

    baru baca part 1 nya dan aku mau bilang dari dulu aku kemana aja coba………
    keren eounni …….
    dilanjut terus ya eounni sampai selesai….
    aku mau ijin baca part selanjutnya tenang pasti aku tinggalkan jejek eounni
    makasih….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s