[Ficlet] FF SeoKyu – Sweet Poison

Sweet_Poison[1]

Title : Sweet Poison

Cast : SNSD Seohyun, Super Junior Kyuhyun

Author : Nana Shafiyah 

Genre : Romance

Rating : Teenager

~Happy Reading~

Sampai aku mengejarnya dia tidak pernah menepi. Sampai aku jatuh kepadanya dia semakin membenciku. Ketika aku bilang mencintainya, dia berkata tidak ingin melihat wajahku lagi. Berjuta kepedihan mengitari relung hati yang dipenuhi keputusasaan. Kyuhyun pria berkacamata itu hanya bisa menangisi kesendirian yang melanda ketika seorang gadis baru saja membuang setangkai mawar merah pemberiannya. Kyuhyun sengaja memberikan bunga itu sebagai ungkapan cinta terpendam yang selama ini terkubur didalam relung hatinya. Mati – matian memberanikan diri, namun tetap saja keberaniannya tidak membuahkan hasil sama sekali.

Seohyun tidak bisa berhenti mengomel sepanjang jalan ketika mengingat peristiwa dipinggir jalan tadi. Usai pulang sekolah Kyuhyun mengungkapkan sesuatu yang membuatnya kaget. Pria seperti Kyuhyun belum saatnya jatuh cinta, begitu yang ada didalam pikiran Seohyun, pria itu kekanak – kanakan, dia hanya bisa menghabiskan waktu dengan bermain game sepanjang hari. Seohyun menginginkan pria dewasa yang bisa mengayominya. Kyuhyun harus menjadi seperti itu kalau ingin menarik perhatian Seohyun.

Tiba – tiba seseorang menepuk bahunya dari belakang, Seohyun berbalik dan langsung mengenali sosok sahabat Kyuhyun, Ryewook, lelaki berwajah tirus itu terengah – engah seperti baru saja melakukan lari maraton.

“Seohyun, Kyuhyun kamu apakan ?”

Seohyun mengernyit, “Maksud kamu apa sih?”

“Teman – teman bilang dia habis jalan sama kamu.”

“Iya, emang. Terus kenapa?” Seohyun semakin penasaran sekaligus kesal. Seohyun kesal karena Ryeowook malah sibuk mengatur napas.

“Ya Ampun, aku ga nyangka reaksi kamu akan sedatar ini.”

Seohyun mengernyit.  Tiba – tiba Ia gerah sendiri  dengan pernyataan Ryeowook yang seolah  menuduhnya  baru saja melakukan kejahatan. Bahkan hari ini Seohyun tidak membunuh seekor semut pun.

“Terus masalahnya?” titah Seohyun mempertegas kembali. Semakin lama menghadapi Ryeowook bisa – bisa membuat emosinya tersulut.

“Aisss kamu itu benar – benar—“

Seohyun memutar bola mata, duh kenapa lagi sih dengannya?

“Yak asal kamu tahu, Kyuhyun… Kyuhyun pingsan, dia minum racun serangga, dan sekarang dibawa ke rumah sakit Wu su.”

“Mwo?!!!!” Seohyun melotot. Ia melupakan Ryeowook yang kelihatannya sudah kehabisan napas dan akhirnya tergeletak tak berdaya dipermukaan jalan berbatu.

Seohyun  berlari menuju rumah sakit. Ia menaiki sebuah taksi agar bisa sampai dengan cepat. Begitu didalam taksi Ia terus saja bergumam panik. Berkali – kali Ia mengintip argo didepan matanya. ‘Duh… ini semua gara – gara Kyuhyun, aku harus menghabiskan uang untuk membayar taksi  sukur – sukur uangku nanti cukup’. Seohyun mengeluh harap – harap cemas didalam batinnya. Ia melirik jam tangannya, sudah lima belas menit dan belum ada satu pun yang menghubunginya. Sedari tadi Seohyun menunggu kabar Kyuhyun dari siapa pun itu. Diam – diam Seohyun merasa bersalah dengan sikapnya. Kyuhyun sudah kelewatan. Kalau saja Ia tahu seperti ini jadinya, Seohyun akan menerima cinta Kyuhyun, kalau saja Seohyun bisa mengulang waktu. Seohyun  akan berkata ‘Ya’ dan menerima bunga pemberian Kyuhyun dengan begitu Kyuhyun tidak akan frustrasi dan mencoba bunuh diri seperti ini. Bagaimana kalau orang tua Kyuhyun menyalahkannya? Atau… atau bagaimana kalau nanti teman – teman Kyuhyun di sekolah berbalik mem-bullynya? Semua orang tahu bahwa sebelum kejadian ini Kyuhyun mengajaknya pulang bersama. Dan memang begitulah kenyataannya ! Seohyun pulang bersama dengan Kyuhyun meskipun mereka terpisah ditengah jalan karena ungkapan cinta tiba – tiba Kyuhyun.  Seohyun mendengus ketika bayang – bayang wajah Kyuhyun yang terintimidasi oleh sebuah penolakan mulai berputar – putar  dikepalanya seperti roler coster di taman bermain.

Akhirnya sampai juga. Dengan berat hati Seohyun menghabiskan seluruh uangnya untuk membayar biaya taksi yang membengkak. Ia melupakan bahwa Ia juga membutuhkan  ongkos pulang untuk sampai kerumah, namun kini uang Seohyun sudah habis untuk membayar taksi, sekelebat pikiran itu menghadangnya,  namun Seohyun terus saja berlari hingga pikiran – pikiran itu hilang ditelan oleh  kepanikannya sendiri.

Usai bertanya kepada petugas rumah sakit, Seohyun berlari menulusuri lorong yang sepi. Didepan sebuah ruangan tampak seorang yeoja paruh baya yang dikenalnya. Seohyun pernah melihat yeoja paruh baya itu datang ke sekolah dan seingatnya Ia datang bersama Kyuhyun. Mungkinkah dia Eommanya?

Seohyun datang menghampiri. Dengan wajah paniknya Ia menyapa yeoja paruh baya  yang baru saja menutup pintu.

“Teman Kyuhyun ?”

“Apa yang terjadi Ahjumma kenapa tiba – tiba—“

“Entahlah Ahjumma menemukan Kyuhyun pingsan setelah menenggak racun itu, ahjumma tidak tahu apa alasannya, Kyuhyun belum sadar jadi Ahjumma belum bisa menanyainya.”

“J-jadi begitu…”

Setelah minta izin untuk menjenguk, Seohyun menerobos masuk kedalam ruangan serba putih dimana Kyuhyun menjalani perawatan. Seohyun duduk disebelah Kyuhyun yang masih terbaring lemas, Ia menatap lelaki itu dengan mata berkaca – kaca lalu tersedu –sedu.

“Kenapa kamu ngelakuin ini, huh?! Kamu bodoh Kyuhyun?! Kamu ga perlu berbuat sejauh ini hanya karena aku menolak cinta kamu?!  Kamu cuma bisa membebani aku… Sikapmu yang seperti ini membuatku tersudut… Gara – gara kamu, sekarang aku  berpikir kalau aku adalah cewek terjahat didunia ini  dan itu menyebalkan?! Super menyebalkan!!!”

 “Kalau nanti aku di bully satu sekolah, apa kamu mau bertanggung jawab huh?!” Tangan Seohyun mencengkram ujung sprei dengan kuat, menyalurkan segala ketakutannya, “Bagimana caramu membelaku nanti didepan teman – teman kita, kalau sampai sekarang kamu ga sadar – sadar juga… Sadarlah sekarang juga?!!”

“Cho Kyuhyun pabo, Aku benar – benar ga bermaksud nolak kamu, aku hanya ingin kamu lebih dewasa dan berhenti menjahiliku setiap hari, berhentilah menarik perhatianku, kamu ga perlu melakukannya lagi.” Seohyun bergeleng tidak percaya dengan perbuatannya. Tidak seharusnya Ia bersikap seperti itu… Harusnya ia bisa bersikap lebih baik lagi menanggapi perasaan Kyuhyun.  Lelaki itu hanyalah salah satu spesies culun di sekolah yang tidak tahu bagaimana cara mengutarakan perasaanya.

“Berhenti bermain game dan dengerin aku sesekali?! Dasar Pabo?!” Suara Seohyun semakin meninggi, ia menghela napas ketika tidak ada reaksi dari pria tidak sadarkan diri dihadapannya.

Seohyun menyeka wajahnya kasar mengingat segala  kenangan yang ia lalui bersama Kyuhyun. Gadis itu sesanggukan, “Sebenarnya kamu itu berasal dari mana? Kerjamu hanya nguntitku setiap hari, memakan seluruh isi bekal punyaku dan menaktirku hanya demi tujuan konyol yang membuat aku ingin muntah … kamu selalu cari – cari kesempatan  buat makan siang  denganku di kantin sekolah yang dipenuhi teman – temanmu yang  norak itu, terus memperlakukanku  seolah kamu pria teromantis di sekolah… cihh…”

Mencoba untuk membenci sosok wajah tidak berdaya itu, tapi Ia tidak mampu. Seohyun menggenggam tangan Kyuhyun lalu menatapnya penuh harap, “Sumpah demi langit dan bumi aku belum siap kehilanganmu…  Nanti kalau kamu tidak ada, siapa lagi  yang akan mengisi hari – hariku? Tolong Jangan membuatku mati kebosanan Cho Kyuhyun ?!”

“Aku terima cinta kamu, tapi kamu harus sadar ya… Pleaseeee.” Napas Seohyun tersendat – sendat. Ia kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Putus asa… dua kata mengerikan berjalan kearahnya lalu meledak – ledak seperti bom yang setiap waktu bisa menghancurkannya.

Tangis Seohyun pecah. Ia tidak tahu lagi kalimat apalagi yang harus diucapkannya agar Kyuhyun sadar.  Seohyun merintih dengan permohonan yang ditujukan kepada Sang Pencipta, berharap agar Kyuhyun diberikan kesempatan untuk hidup, terutama kesempatan untuk bertobat dan meminta maaf kepada orang – orang yang selama ini sudah dijahilinya, termasuk Seohyun.

“Kyuhyun-ah saranghae, jeongmal saranghae..” rintih Seohyun terakhir kali ketika benar – benar menyerah.

“Apa ? coba ulangi?”

Seohyun terhenyak. Ia menatap disekitarnya, barusan seperti ada seseorang yang mengucapkan sesuatu padahal disekitarnya tidak ada seorang pun kecuali…

Tatapan Seohyun jatuh kepada mata Kyuhyun yang terpejam… Tidak , mata lelaki itu tidak terpejam. Kelopak matanya bergetar. Hingga Seohyun menyadari bahwa Ia baru saja  menangkap bola mata Kyuhyun yang bergerak menatapya.

Kyuhyun… lelaki itu membuka mata, akhirnya mereka bisa bersitatap. Jantung Seohyun mencelos. Kelegaan bertabur dihatinya. Ia nyaris berteriak  sebelum membungkam bibirnya sendiri.

“Kamu sudah sadar ?” Seohyun menuntut penjelasan. Ia ingin Kyuhyun mengatakannya, mengatakan bahwa Ia baik – baik saja.

Tapi, kalau pun sekarang Kyuhyun baik – baik saja, Seohyun  merasa dirinya tidak  demikian. Seohyun tidak baik – baik saja, Ia kesal setengah mati dengan sikap Kyuhyun  yang menurutnya  kali ini lelaki itu sudah melewati batas. Kyuhyun benar – benar tidak waras.

Seohyun  menarik napas, didalam otaknya tersusun ribuan kata yang meledak – ledak, “YAAK !!! Kenapa kamu lakuin ini?! Kamu bisa kan cari cewek lain? kamu ga perlu minum racun serangga segala… terus, APA DENGAN MINUM RACUN SERANGGA semua masalah akan selesai? Tentu saja TIDAK ?! Semua orang waras akan mikir kayak gitu, dan aku ga ngerti kenapa siswa dengan nilai tertinggi satu sekolahan meminum racun serangga hanya karena ditolak cewek,  JADI SELAMA INI DIMANA  OTAKMU  BERADA?”

Tapi, sebanyak apa pun Seohyun mengutarakan kebenciannya, Ia tidak akan bisa menghilangkan jejak air mata diwajahnya.

“Asal kamu tahu, aku ngerasa bodoh banget nangisin  orang kayak kamu… Dunia belum berakhir hanya karena kamu ditolak cewek… Kamu ga seharusnya kayak gini—“

“Kamu ga usah nangis Seohyun, aku seperti ini bukan karena frustrasi kamu tolak.”

“Terus?”

“Ini murni kesalahanku.”

Kyuhyun mengambil napas, sementara kedua mata Seohyun mengerjap.

“Tadi waktu habis jalan sama kamu, aku lari muter – muter kompleks, aku hanya ingin melupakan wajah kamu. Pulang kerumah tiba – tiba aku melihat cairan putih kayak susu didalam botol air mineral. Karena haus banget, aku menenggak botol itu.”

“Ternyata botol itu bukan susu, tapi racun serangga.” Kyuhyun terdiam memikirkan sesuatu kemudian Ia menatap Seohyun dengan wajahnya yang meringis  tanpa dosa, “Baru minum seteguk aku langsung pusing terus pingsan.”

Seohyun terpatung, Sungguh gadis itu perlu waktu lebih untuk mencerna ini semua.

“Hyunnie.” Panggil Kyuhyun menyadarkan Seohyun yang tercenung.

“Jadi begitu? Aku harus sakit dulu, baru kamu merasa kehilangan.”

Mata Seohyun membola, terkejut setengah mati dengan kalimat yang baru saja didengarnya .

“Coba ulangi, sependengaranku kamu tadi ngomong sarang-hae.. .” Pemandangan yang berbanding terbalik, setelah Seohyun menemukan wajah Kyuhyun yang polos tak sadarkan diri kini lelaki itu kembali dengan bibir sumringahnya yang menyebalkan.

“J-jadi? A-apa kamu dengar… bagaimana bisa… Tunggu!” Seohyun berpikir. Bagaimana Kyuhyun bisa tahu kalau ia merasa kehilangan, juga… bagaimana lelaki itu bisa tahu kalau  gadis terpopuler satu sekolah bernama Seo Joo Hyun baru saja mengutarakan kalimat terlarang sepanjang sejarah, Saranghae

“Apa tadi cuma pura – pura? Yak ! kamu pura – pura pingsan ? J-jadi  kamu sudah sadar sejak tadi…” Seohyun heboh dengan kesimpulan yang baru saja mampir dikepalanya. Tubuhnya bergetar kaku dan tiba – tiba saja peluh meluncur  membasahi seluruh wajahnya.

“Sumpah Seohyun Aku ga dengar apa – apa kok, aku cuma dengar waktu kamu bilang Saranghae.” Kyuhyun membela diri. Ia berusaha meyakinkan Seohyun yang kelihatannya mulai berapi – api, “Seohyun bukan maksud aku buat kamu kayak gini—“

Stop ! Don’t Say anything.

Jadi katakan siapa yang bodoh? Dia atau lelaki racun serangga itu?  Seohyun memaki  lelucon yang baru saja mencuat kepermukaan. Seluruh tubuhnya memanas, Ia ingin mengoyak habis wajah Kyuhyun kalau saja bisa…  Seohyun ingin sekali  mencincang Kyuhyun, lelaki yang  menyihirnya  menjadi orang gila, tapi sekarang Ia bisa apa?

Ditengah kegeraman luar biasa Seohyun menyadari bahwa air matanya sudah terbuang habis dengan cuma – cuma. Penyesalan tidak ada gunanya.  Seohyun bisa kehilangan reputasi kalau mengamuk didepan Kyuhyun. Kini bukan saatnya Ia mengeluarkan taringnya. Seohyun adalah gadis ter cool di sekolah. Seohyun tidak akan membiarkan wajahnya tercoreng jadi Seohyun memutuskan untuk menelan segala kekesalannya, sepahit apa pun.

Seohyun mengatur napas dan mencoba bersikap normal layaknya tidak terjadi apa – apa. Pertama – tama yang Seohyun lakukan untuk menunjukkan itu semua ialah mengibaskan rambut hitam bergelombang miliknya,  merapikan seragam yang berantakan dan yang terakhir, mengangkat bahu tidak perduli.

“Ya ya ya, baiklah  mikir saja sesukamu. Sekarang aku mau narik  kata – kataku yang tadi.  Jadi secara resmi  ucapanku  yang kamu  dengar sengaja atau tidak sengaja,  semua batal.”

Seohyun bangkit seraya mengangkat wajah,  “Dan mulai sekarang  aku akan menganggap bahwa  kasus pingsannya siswa bernama Cho Kyuhyun karena menenggak racun bodoh itu tidak pernah terjadi.”

Kyuhyun terkejut, Ia hampir saja melompat dari ranjangnya, “M-mana bisa begitu?”

“Memangnya apa hakmu melarangku?”  Seohyun mengerutkan dahi tidak selera, “Pokoknya sekali batal ya tetap batal. Lagi pula kamu sudah baik – baik saja kan sekarang? Kalau begitu byee….”  Seohyun melambaikan tangannya kearah Kyuhyun dengan tatapan prihatin.  Sedangkan Kyuhyun, lelaki itu membisu ketika merasa harapannya musnah.

Seohyun keluar dari ruang perawatan dengan wajah tanpa derita. Namun sesungguhnya…

Seohyun malu. Malu sekali didepan Kyuhyun. Ia merasa tidak akan bisa tidur dengan tenang malam ini.

Ditengah jalan melewati koridor sepi, Seohyun pun ingat kalau uangnya sudah habis karena membayar ongkos taksi yang mahal ketika datang ke rumah sakit. Sekarang Ia bingung bagaimana cara pulang ke rumah.

Namun bukan Seohyun namanya kalau kehabisan akal. Sekelebat ide muncul dalam pikirannya. Ia mengambil sebuah pulpen dan menuliskan sesuatu diatas permukaan kain merah muda. Lengkungan halus  tercipta dari kedua sudut bibirnya.

“Kyuhyun bagi duit dong, aku lupa dompetku ketinggalan.”

 Alis Kyuhyun meliuk. Tahu – tahu Seohyun muncul, padahal baru lima menit yang lalu gadis itu minggat dari hadapannya.

Seohyun berjalan mendekat. Gadis itu datang menyodorkan telapak tangannya persis didepan muka Kyuhyun.

Kyuhyun meraba saku celanya, disana masih terselip beberapa lembar uang.

“Ohh no no no.” Cegah Seohyun ketika lelaki itu  hendak memindahkan beberapa lembar uang  ketangannya, “Bukan, bukan kayak gitu maksudnya, aku bukan kayak peminta – minta.”

Kyuhyun memandangnya tidak mengerti. Entah bagaimana Ia sulit berpaling dari wajah Seohyun, bahkan ketika gadis itu menonjolkan keangkuhannya.

“Aku akan tukar dengan sapu tanganku, bagaimana?”

Kyuhyun mengangguk. Lelaki itu memberikan persetujuannya tanpa keraguan atau perasaan curiga.  Transaksi itu terjadi.  Setelah kepergian Seohyun, Kyuhyun hanya diam bersama angan – angannya mengingat sekali lagi bagaimana punggung Seohyun berjalan menjauh meninggalkannya dan menghilang dibalik pintu.  Namun begitu Kyuhyun merasa beruntung, Kyuhyun beruntung karena Ia berhasil mengutarakan perasaannya kepada Seohyun dan sekarang Ia cukup bersyukur karena diberi kesempatan untuk merasakan kehadiran Seohyun melalui sapu tangan merah jambu milik gadis itu.  Usai menjadi miliknya, setiap menit Kyuhyun selalu memandangi sapu tangan Seohyun tanpa merasa bosan.

Lalu Kyuhyun menyadari sesuatu. Sesuatu yang membuat dunianya jungkir balik. Kyuhyun tidak mengerti perasaan apa yang menyebabkan tubuhnya bergemuruh hingga nyaris meledak.

‘Cepat sembuh ya Kyuhyun ^___^…’

Tulisan tangan Seohyun tercetak dibagian pinggir sapu tangan itu.  Cepat sembuh… Kyuhyun, Seperti itulah kalimatnya Sapuan  angin lantas berhembus mengitari wajahnya, Kyuhyun merasakan kesejukan luar biasa. Padang gersang didalam hati seolah disirami hujan.  Kyuhyun menahan gejolak didalam dadanya agar tidak berteriak, lelaki itu tersenyum kegirangan.  Tak apalah hari ini Ia ditolak, yang jelas Seohyun sudah memperlihatkan perhatian lebih padanya. Itu sudah lebih dari berharga. Bahkan lebih berharga dari harta karun yang terkubur didalam lapisan bumi.

Akhir cerita Kyuhyun menemukan satu kesimpulan bahwa rupanya Seohyun lebih berbahaya dari racun serangga, karena Seo Joo Hyun  berhasil membuatnya gila sampai sejauh ini… Seohyun Ialah  racun termanis, juga  racun mematikan yang berhasil menguasai tubuhnya.

“Seohyun kamu pasti akan menjadi milikku suatu saat nanti.”

………THE END……….

8 thoughts on “[Ficlet] FF SeoKyu – Sweet Poison

  1. Ayurina berkata:

    Akhirnya pas buka blog ini ada ff baru.. Couplenya seokyu lagi. Senengnya !!!!!!
    kyu bener2 nih, masa ga bisa ngebedain racun serangga ama susu.. Haha kocak, seo udh marah2 gaje pasti malu bgt..xixi..
    Semangat unnie nulisnyaa, next couple seokyu lg gpp hehe

  2. Husni berkata:

    kalo dipikir-pikir emang seonni penyebab kyuppa minum racun, kan si kyuppa keliling komplek buat ngelupain muka seonni…
    ngebayangin muka seoni yg minta duit pulang itu aneh banget yak haha
    ff seokyu ditunggu yaw

  3. aenin SonElf berkata:

    wih bahasanya awal-awal baca agak aneh tp kesininya jd kocak, ala-ala remaja gitu yahh.. hehe
    endingnya ngegantung, bisa kali ada sequel..lucu lucu

  4. Ririwires berkata:

    Ada seokyu lagi yey yey yey !!!!!
    Percakapannya teen banget, imut, ringan, sweet…
    Need sequel kelanjutan cintanya dong, kayak gmn pas kyuhyun udh sembuh, terus seohyun sikapnya ke kyu gmn ?? Malu, tetep stay cool apa gmn.. Penasaran gue thor😀

  5. lulu_paramita berkata:

    Uwoo jd seohyun tuh rasanya nge- jlebbb gmanaaa gtuuh… Bner2 jleb kk. Ngiranya kyu frustasi krn habis ditolak… Hmm tau2nyaaa…nggak nyangka kyu bisa2nya nenggak racun, dodol banget #peacekyuuu>.<
    next ff lg dong eonn, udah lm g bc ff disini, thanKYU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s