FF SooWon – Someone [Ficlet]

someone soowon

Author : Nana Shafiyah a.k.a Nasha

Title : Someone

Cast : SNSD Sooyoung, Super Junior Siwon

Genre : Romance

Words : 2400+

~Happy Reading ^____^ ~

Someone…

Aku bukan pendiam,  Aku menolak tegas bila ada  anggapan bahwa aku seorang pemalu atau hal – hal melankolis lainnya. Aku Choi Sooyoung, gadis cool, segala apa pun di dunia ini  harus kupikirkan secara matang  mulai dari ucapan sampai tindakan.  Aku sudah kenyang dengan komentar – komentar yang  kutelan semenjak dua tahun belakangan.  Ada moment tertentu dimana teman – teman dekatku bilang kalau aku lebih mirip pemberontak ketimbang seorang  aktivis disalah satu organisasi kemahasiswaan. Aku lelah disebut – sebut sebagai gadis tidak punya sopan santun atau gadis pemanjat pagar yang sering memancing pihak tertentu untuk balik memaki. Singkatnya, aku dianggap sebagai pembuat keributan.  Eomma sampai  harus menggiringku kesebuah klinik. Seorang Dokter kejiwaan disana mulai menjejalkan pertanyaan – pertanyaan yang membuatku menguap. Setengah jam kemudian Dokter itu lalu menyodorkan sebuah resep yang katanya berisi daftar obat penenang anti depresi. Aku  mengembalikan  resep  itu kepada dokter tadi. Karena kupikir dialah yang depresi bahkan gila!.

Tentang Eomma. Sebagai anak yang masih ingin hidup, Aku sangat menyayanginya. Meski pun Ia punya sisi menyebalkan, Aku harus tetap sayang padanya. Aku tidak  mau dikutuk menjadi batu, seperti dalam cerita dongeng, cerita yang menjadi tameng andalan Eomma untuk menakut – nakutiku. Sejak aku dilahirkan, Eomma selalu menindasku dengan cerita – cerita mengerikan agar aku menurut padanya. Cerita – cerita itu kadang berlebihan dan membuatku muak. Aku memang realistis tapi hal – hal supranatural juga ada didunia ini, apalagi kalau aku membantah perintah orang tua. Tapi lain halnya kemarin, saat Eomma mulai menjodoh – jodohkanku dengan anak temannya. Eomma bilang kalau aku kabur dari perjodohan itu, aku akan menjadi perawan tua selamanya. Dia, Eomma paling mengerikan didunia ! Aku menangis mendengar Eommaku sendiri tega berbicara seperti itu. Keesokan harinya Eomma memelukku, dia minta maaf. Air mataku ikut mencair ketika  melihat Eomma menangis,aku terlarut bersamanya. Lama kelamaan, Aku kasihan pada Eomma. Mulai dari situ, Aku menyetujui ide yang dicetuskannnya. perjodohanku mulai dirancang sedemikian rupa.

Aku bertemu dengan namja itu. Dia punya nama tapi aku lupa. Wajahnya lumayan, tubuhnya juga proporsional. Ya, kupikir dia menarik. Aku hanya bilang kalau dia menarik, jadi bukan berarti aku jatuh cinta padanya. Aku harus melihat sesuatu yang special dalam diri seseorang sebelum aku jatuh cinta. Klise? Memang. Aku hanya tidak mau mendramatisir keadaan.

Lamunanku buyar. Suara berisik menjalar disekujur kelas. Aku berani bertaruh kalau profesor Kim tidak masuk hari ini. Anaknya sakit. Mungkin seorang asisten akan mengantikannya. Aku sedikit kecewa. Profesor Kim adalah dosen favoritku. Dia humoris, easy going  dan ramah, aku menyukai orang dengan karakter seperti itu. Profesor Kim punya  sisi berbeda menurutku. Dia sedikit culun… Penampilannya kuno. Hmmm, berbicara tentang namja culun…

“Lihatlah dia, namja yang duduk disudut kanan kelas… Namja itu kelihatanya aneh, aku yang memperhatikannya saja turut prihatin. Perhatikan baik – baik, kacamatanya seperti kacamata kuda, memangnya dia titisan kuda apa ? Kumis tebal  dan jenggot panjangnya juga sangat kuno, sebenarnya dia itu mahluk dari galaxy mana?” Tiga orang mahasiswi disampingku membuka percakapan konyol mereka. Awalnya aku tidak mau ambil pusing, tapi lama – lama obrolan mereka sudah melenceng kemana – mana. Dari yang tadinya membahas seorang namja alien yang berkutat dipojokan, berubah menjadi hal –hal yang menjurus kearah personal.

“Apa dia punya gangguan otak? Penyakit jiwa?”  Salah satu dari mereka mencetuskan sebuah anggapan yang kuanggap sebagai fitnah. Ah, aku baru ingat kalau sebenarnya, mulut sekumpulan penggosip terbuat dari ember.

“Kupikir namja seperti itu membuat yeoja alergi, tidak keren – kerennya  sama sekali. Kecoak dirumahku bahkan lebih keren darinya.”

 Baiklah. Untuk terakhir kali, Aku menahan napas. Petir didalam dadaku mulai bergemuruh. Berkali – kali mataku memejam dan  kedua tangaku mengepal kuat diatas meja. Aku sangat – sangat tidak mengerti dengan persepsi kebanyakan orang. Dari segala yang kutemui, mereka selalu mengutarakan rasa kasihan mereka kepada orang – orang yang  duduk dipojok atau berjalan  seorang diri. Mereka menganggap kalau orang – orang itu  kesepian dan membosankan. Lalu ketika  manusia – manusia yang membosankan itu mulai buka suara,  manusia – manusia normal disekitarnya berbalik hening, seolah – olah mereka sedang berhadapan dengan hantu. Kemudian Aku akan mendengar  para perkumpulan mulut lebar—diam – diam– merekaulang  bagaimana suasana mencekam  itu terjadi. Mereka akan mengomentari soal mukjizat dari Tuhan atau keanehan – keanehan lainnya sambil tertawa.  Kemudian layaknya kini,  dari sanalah  segalanya dimulai…

“Brakkkk”

Aku  menggebrak meja ditengah kerumunan penggosip. Dengan suara yang meledak – ledak,   Aku bilang kalau  mereka terlalu banyak omong, banyak berkomentar tanpa mau berkaca. Urat leherku mulai tertarik. Aku berteriak seperti orang kesurupan. Aku punya teman, dia supel, selalu mengutarakan pendapatnya tapi Ia  tidak pernah  tahu  kalau banyak dari lawan bicaranya saat itu, sedang menggerayangi bola bekel dari dalam  jaket mereka.  Dengan ketegasan yang berapi – api aku bersumpah, sekali lagi topik  kampungan itu beredar, maka bukan hanya bola bekel, bola volly atau bola bowling sebesar tanki akan melayang kewajah mereka !

Usai muak berbicara, Aku hengkang dari kelas, suasana sunyi bersorak mengantar kepergianku. Wajahku menatap lurus dan datar. Aku harus membuka private setelah ini. Mereka rupanya belum paham kalau menyulut api didekat bensin adalah kebiasaan yang amat mengerikan.

“Gomawo, aku benar – benar senang ada orang yang membelaku.” Suara seorang namja menguntitku dari belakang. Aku tidak begitu memperhatikannya. Terlalu sibuk dengan emosiku, aku jadi tidak selera melihat siapa pun. Tapi karena aku sedikit kasihan dengannnya, kuputuskan berbalik. Dia mengerem langkahnya secara mendadak, ekspresinya kaget setengah mati  membuatku menatapnya dari ujung kaki sampai ujung rambut, “Oh ya? Kau tidak pernah dibela sebelumnya?” tanyaku pura – pura prihatin. Ah biar kutandaskan sekali lagi, yeah, sebaiknya aku prihatin saja, kasihan dia.

Dia bergeleng sebagai jawaban dari pertanyaanku bahwa belum pernah ada yang membelanya  sebelum ini.  Aku jadi semakin kasihan.

“Setidaknya membela dirimu sendiri, apa pernah?” tanyaku balik. Bagaimana pun dia adalah seorang namja. Namja yang mudah seenaknya ditindas oleh perkumpulan yeoja ganas (?), menurutku sudah  berada dalam fase kritis. Dia harus  diselamatkan sedini mungkin. Sekarang Aku jadi kasihan pada Appanya.

“Yeah, membela dirimu sendiri apa pernah?”ulangku sekali lagi.

“Aku tidak mau cari ribut.” Jawabnya membuatku tersungut, “Dan kau senang ada yang  mencari ribut karena membelamu?”

“Eum tidak juga.”

Sebelah alisku terangkat,“Jadi?”

“Aku bersyukur, ternyata masih ada yang peduli dengan korban bully sepertiku.” Jawabnya menunduk. Oh Tuhan, aku ragu, dia namja atau bukan sih?! Ataukah sekarang jiwa kami sedang tertukar?

“Kau benar – benar sosok pahlawan.”

Aku tergelak memikirkan ucapannya, “Santai saja bung.”

“Emosimu meledak  – ledak, kupikir kau pendiam dan cuek. Aku benar – benar kagum padamu.” Tiba – tiba dia berargumen soal kesan – kesannya padaku.

Dahiku semakin mengkerut, “Pendiam dan cuek ?” Aku terkekeh. Dia bukan orang pertama yang bilang begitu, aku jarang – jarang berbalas kata. Kebanyakan orang –bahkan keluargaku sendiri— menganggap kalau sifatku tak acuh. Tapi mereka harus sadar kalau aku punya sepasang mata dan sepasang telinga. Sebelah mata akan mengetahui apa yang dilihat oleh mata satunya. Sebelah telinga juga akan mengetahui apa yang ditangkap oleh telinga satunya. Aku bisa pura – pura  buta atau tuli dengan hanya menggunkan sebelah mataku atau telingaku untuk melihat atau  mendengar obrolan bodoh mereka… Tapi aku punya hati,  hanya ada satu hati yang kupergunakan utuh… tidak bisa dibelah… Jadi secara otomatis apapun yang mereka katakan akan terproses utuh didalam hatiku. Jadi seberapa pun level tak acuh dalam diriku, aku masih punya hati dan cukup mengindikasikan bahwa aku peduli.

“Tidak juga.” Ucapku menyambung percakapan terakhir kami, “Aku  hanya tidak bisa mengendalikan diri ketika  mereka mulai menghina satu sama lain. Tuhan mencipkan kita dengan karakter yang unik, kalau ada yang menghinamu berarti orang – orang yang menghinamu itu sudah menghina ciptaaan Tuhan,”

“Seburuk buruk manusia,  mereka butuh penghargaan atas dirinya. ”

“Itu prinsipmu ?” Dia mulai bertanya. Oh, Apa dia belum mengerti, atau  aku yang kurang mengobral aura sadis  hingga Ia bisa menafsirkan sendiri betapa terpaksanya aku  berinteraksi dengan siapa pun hari ini . Hal yang  paling membuatku alergi sekarang ialah meladeni pertanyaan berbau masalah personal..

Pada akhirnya aku mengangguk.

“Karena itukah?”

 “Mwoya?” Melanjutkan langkah yang sempat tertunda, aku menggaruk kepalaku tidak perduli.

“Jadi karena itu kau sering bertengkar dengan Eommamu ? Karena Eommamu sering memaksakan kehendaknya? Dan kau merasa tidak dihargai?” Langkahku terhenti.

Aku menatapnya. Meskipun dia berkacabata tebal, memiliki jenggot dan kumis yang panjang layaknya penyihir dalam cerita dongeng, tapi dia mengingatkanku pada…   “Siapa namamu ?” kataku tanpa basa basi. Detik berikutnya  aku  sadar kalau ini pertama kalinya  aku melihat Ia berada dikelas yang sama denganku, mengikuti kelas filsafat Kim Sosaengnim. Selama ini aku memang tidak pernah memperhatikan orang – orang disekelilingku. Tapi kalau tidak salah ingat, aku memang belum pernah melihanya.

“Choi  Siwon.” Jawabnya. Tubuhku mendadak kaku. Jantungku bergemuruh.

“K-Kau mengingatkanku pada seseorang.” Tanpa mengalihkan mata, aku berusaha fokus menelusuri kebenaran dari setiap inci wajahnya.

Dia menyeringai, “Seseorang siapa?”

Aku menyambar kacamatanya. Dari sana mulai terlihat bahwa kecurigaannku dari awal benar – benar nyata. Karena masih penasaran aku menarik dengan paksa kumis dan janggut picisannya. Dia tampak meringis sedangkan aku tidak mau peduli ini sakit atau tidak. Aku hanya terpaku oleh  tubuhku yang mengeras karena saking terkejutnya..

“Kau…”Aku terkekeh konyol, kubasuh kasar jidatku yang mulai berkeringat, “Ya ampun, lelucon apa lagi ini?!” sungutku frustasi. Bagaimana tidak, dia adalah namja yang dijodohkan denganku. Aku, dia beserta pihak keluarga kami sudah mengadakan pertemuan satu kali.  Aku memang lupa namanya tapi aku ingat wajahnya !

“Aku kesini untuk menjemputmu.” Tiba – tiba tangannya menggenggam lenganku. Aku jadi risih. Terlebih lagi saat ini kami sedang berdiri ditengah koridor yang  setelah kuamati kembali tempat ini tak pernah sepi dari hilir mudik penghuni kampus. Aku berdecak sebal, “Menjemput ?! untuk apa?!”

“Eommamu memohon padaku, Nyonya Choi takut seandainya kau kabur.”

“Lalu kenapa  harus pakai acara menyamar segala ?!” tanganku menangkup  dan mengguncang – guncang alat penyamarannya seperti gempa bumi. Siwon menatap seluruh peralatan itu, Ia menyeringai. Lalu dengan tidak sabaran,  Siwon merenggut  jejak penyamarannya dariku, membuang benda – benda aneh itu secara tidak bersisa  kesembarang tempat. Lalu Ia  menatapku, “Sambil menyelam minum air.”

“Mwo?”

“Aku hanya ingin menguji sifatmu, ternyata tidak beda jauh dengan apa yang Eommamu katakan.” Dia menyeringi, membuatku tiba – tiba berdesir.  Setelah kutimbang – timbang, dia lumayan keren juga. Aishhh apa yang kau pikirkan Choi Sooyoung ?!

“Ayo cepatlah, kita harus fitting busana pertunangan.” Ajaknya buru – buru. Jantungku melompat – lompat mendengar pengakuannya, “P-pertunangan? Shirooo..” tolakku dengan intonasi membentak.

Dia terdiam mendengar aksi penolakanku. Kupikir dia sudah menyerah, aku baru saja akan kabur tapi dia menggenggam tanganku kembali. Bukan menggenggam, kali ini mencengkram. Aku yakin setelah cengkraman itu lepas, kulitku akan  berwarna kemerahan.

“Kau harus mendengarku, Sooyoung –ah.”

Leherku terasa dicekik bersamaan dengan Siwon yang mendorong bahuku kepermukaan tembok. Aku tidak bisa berkutik menatap matanya yang pekat dan penuh keseriusan. Baru saja angin musim semi menerpa, namaku melayang lebih merdu ketika ditiupkan oleh suaranya dan aku benci itu. Selama ini aku belum pernah sekali pun bersentuhan dengan seorang namja, membiarkan dia memanggil namaku secara mendayu – dayu, terhanyut kedalam matanya atau berada sedekat ini  dengan  mahluk pervert bertittle namja. Ini menjijikkan sungguh !

Dan sekarang Siwon melakukannya.  Perlahan – lahan dia mengamati setiap inci wajahku, Aku bisa merasakan napasnya yang hangat dan tiba – tiba tubuhku yang sangat sialan ini bergetar hebat. Keringat dari pori – pori wajahku yang tanpa bisa kukontrol mulai menganak sungai. Aku… tubuhku amburadul.

Siwon menarik tengkukku, aku pasrah. Aku menjerit dalam hati, jangan ada yang melihat adengan menjijikkan ini please ?!

“Seseorang berkata kepadaku bahwa  untuk menaklukkan yeoja sepertimu maka aku harus menggunakan cara – cara yang lembut tapi sedikit memaksa.” Siwon mengedipkan sebelah matanya, sementara aku menatapnya tanpa berkedip. Napasku kembang kempis. Tanpa babibu lagi dia langsung menciumnku. Tuhan, bagaimana kalau tubuhku berceceran disini?!

Waktu seakan berhenti berdetak. Aku tidak bisa menghitung dengan pasti. Hanya saja kurang lebih 300 detik dia melumat habis bibirku. Detik selanjutnya dia mulai menjauh, aku sedikit bisa bernapas dan sangat bersyukur akan itu. Oh… Ini benar – benar penghinaan. Aku ingin menamparnya  berkali – kali tapi sekujur tubuhku sungguh kaku. Aku seperti manusia robot.

“Aishhh pergi kau ?!”

Ketika satu demi satu energiku kembali, aku langsung mendorong bahunya sekuat mungkin. Aku tidak ingin menatapnya sekarang. Aku benar – benar syok dengan kejadian tadi. Hal yang kuperkirakan saat ini adalah dia pasti sedang tertawa – tawa. Aku benci… muak… atau apalah melihat wajahnya.

Kuputuskan berjalan secepat yang aku bisa. Aku berjalan mendahuluinya, bahkan setengah berlari. Siapa pun… Aku ingin menangis sekarang ! Bantu aku memeras air mataku sendiri, kenapa susah sekali, sih?!

“You must be mine Choi Sooyoung.” Terdengar suara teriakan tepat dibelakangku. Langkahku berhenti mendadak.. Kepalan tangan ini tinggal berhitung mundur untuk menonjok hidungnya.  Benar – benar, Dia sedang mengigau? Mabuk ? mungkin juga kesurupan entahlah. Aku mengambil satu kesimpulan, bahwa Siwon sudah berani mengusik  kesabaranku dan itu berarti dia sudah tak sayang lagi  dengan nyawanya.

“Kau cantik kalau sedang marah.” aku berbalik kearahnya dengan mulut terbuka.  Aku mencoba berbicara tapi kutelan kembali. Kalimat – kalimat yang mengendap dikepalaku hanya tersangkut diujung lidah. Aku ingin muntah mendengar gombala  nnya tapi wajahku tidak bisa diajak kompromi. Wajahku memanas dan aku yakin seburat merah tomat baru saja muncul.

“Saranghae, Choi Sooyoung-ssi.

~Deggg~

Gemuruh jantungku bertalu – talu. Bibirku bergerak – gerak tanpa ada sepatah kata pun yang meluncur. Kalau saja bisa, aku  benar – benar ingin menamparnya namun kembali lagi, ketika aku menatap bola matanya yang sepekat jelaga, sel syaraf disekujur tubuhku tiba  tiba berhenti bekerja.

Entah sejak kapan Dia berjalan kearahku, tahu – tahu Siwon sudah berdiri didepanku. Dia memelukku dan aku tak bisa menolak perlakuannya. Aku berdiri dengan pasrah. Pelukan itu terlalu hangat. Dia bergerak membelai rambutku, dari sana aku bisa mencium aroma tubuhnya yang khas. Dia memperat pelukannya dan  aku terus memanjakan telingaku dengan mengikuti suara detak jantung kami yang bergerak seirama. Rasanya…

Oh, ada apa denganku? Apa aku sedang terkena stroke mendadak ? Lumpuh otak?! Atau… Atau  Jangan bilang kalau aku mulai tertarik padanya ?!  Ada apa dengan tubuhku… Oh benar – benar kurang ajar ?! jangan bilang aku mulai tertarik dengan pesona Siwon yang menyebalkan, lebih dari sebelumnya …. dua kali lipat… Tiga kali lipat… Lima kali… Sepuluh… Seratus…  dan  semua ini akan berakhir… Berakhir dengan kekalahanku. Aku jatuh cinta padanya.

Oh, Shit.

Cinta itu gila dan dia adalah seseorang yang membuatku menggila bersama cinta sialan ini. Dia, seseorang yang membalik hatiku seratus delapan puluh derajat. Aku jatuh kedalam perangkapnya dan kini aku lupa bagaimana cara kembali kedasar. Aku menginginkan hatiku utuh, tapi seseorang merenggutnya secara paksa dan menukar benda itu dengan kepunyaannya  yang berarti bahwa Aku menukar setengah hatiku dengan hati seseorang, Bahkan ketika aku memberontak aku merasakan sakit yang tak terhinggga, aku menanggung kesakitannya dari penolakanku karena hatinya yang tertanam didalam tubuhku mulai sekarat, membuatku paham kalau penolakanku terhadapnya benar – benar membuatnya sakit, meskipun aku tahu bahwa  diam- diam seseorang itu  menikmati  hatiku yang berdesir dalam tubuhnya.

Aku jatuh  padanya, setengah hatiku berada dalam genggamannya. Aku tahu kisah ini terlalu memaksa, tapi aku menyukainya, semua hal yang  serba memaksa termasuk dia yang memaksaku membalas perasaannya dan membuat hati kami  porak – poranda.

Untuk seseorang yang bernama Choi Siwon pabo, “Saranghae,nado saranghae…”

………………. The End …………………

Aku datang membawa Ficlet (?), mianhaeyooo ini nggak ada lanjutannya jadi cukup sampai disini hehe soalnya  lagi pengen nulis yang singkat – singkat aja,  berhubung udah mentok jadilah begitu endingnya ngehehehe, kalo aneh mohon dimaklumi ><

Semoga suka😀

11 thoughts on “FF SooWon – Someone [Ficlet]

  1. mumuChoi berkata:

    annyooong…!
    Udah lama bgt g update ff soowon, sekrng muncul dgn bw ficlet imut ini… Wihh soo nya karakternya aneh urakan yak, lg deg degan romantis masih aja aneh urakan hehe
    ceritanya ringan, alurnya pas walaupun ceritanya pendek… Pokoknya daebaaak!!!
    Notes aja ni, aku jg pengen baca ff soowon perchapter, kangen bgt nget nget, soalnya udh jarang bgt…. Buat author yg baik hati bisa kali🙂
    ayo dooong, juseyoo
    soowon jjang !!!

  2. lulu_paramita berkata:

    soowonnn, sooyoung urakan banget disini tp siwon oppa bisa menaklukkannya #iyalah siapa coba yg gak kepincut sama siwonpa hehehe
    eonni buat ff soowon chapter dong…
    Pokokx cerita eonni daebak!
    Ditunggu next ff soowonnyaaa hehe

  3. summer n spring choi couple berkata:

    wow double, nemu FF Soowon baru, walaupun pendek.. bisalah meredakan kekangenan akan moment mereka..haha
    keep hwaiting for the next soowon FF… Dont Stop to write story about my favorit couple in SUGEN…yay
    thank… SOOWON JJJANG

  4. pikachul berkata:

    Unni lama g post ff Soowon akhrx balik lg. Akhrx Syoo jtuh cnta sm pesona Siwon *.*
    pngn liat mrk brst tp krn ini g da lnjtnx nae tunggu ff laenx
    trus brkarya🙂
    Fighting!

  5. serenajung berkata:

    Okepiks..ini lebih dari cukup bwt nunjukin betapa simple dan manisnya kisah cinta mereka..kalimatnya padat dan jelas bgt..mau lagi soowon yg begini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s