FF Seokyu – What Is Yours 3 ( End )

Image

Title : What Is Yours

Author : Nana Shafiyah a.k.a Nasha

Genre : Romance

Rating : PG-13

Cast : SNSD  Seohyun, Super Junior Kyuhyun

Other Cast : Super Junior Donghae

Happy Reading ^^

(Percayalah tatkala melihatmu meski  itu  bukan dirmu seutuhnya—sudahlah cukup bagiku )

What Is Yours

Kyuhyun mengerutkan kening. Ia sangat bingung harus menanggapi apa karena sedikitpun kalimat Seohyun sulit sekali tercerna dalam otaknya. Kyuhyun hanya tahu jika Seohyun memang sedang menunggu seseorang—- yang dimaksud menghancurkan hidupnya. Tapi tatapan Seohyun  barusan seperti hendak menuduh. Jadi Kyuhyun salah apa?

“Sedang apa disini Nak?” Tanya seseorang dari belakang. Seorang yeoja paruh baya yang sedang menjinjing dua buah tas kertas. Kyuhyun langsung menyipitkan mata melihat seseorang itu. Dia adalah… Ummanya?

Umma Kyuhyun menatap yeoja disamping anaknya dengan sengit kemudian berkata pada Kyuhyun, “Pulang sekarang ! Kau harus bersiap. Kita ada makan malam dengan keluarga Hwang.”

“Umma tapi ini masih siang…”

Nyonya Cho menarik nafas, “Masih siang tapi kau itu sering keluyuran tidak jelas. Jangan sampai acara makan malam kita gagal.”

“Pergilah…” Ucapan terakhir Seohyun—sebelum yeoja itu berbalik— membut Kyuhyun mendelik. Sangat aneh ketika  namja itu  ingin sekali menahan tangan Seohyun tapi disaat bersamaan benaknya menganggap bahwa Ia tidak berhak untuk itu.

“Seo—-“ Kyuhyun menahan ucapannya sendiri. Seohyun sudah benar – benar pergi dan berlari entah kemana. Kyuhyun berdecak frustasi karena tidak bisa melakukan apa pun. Ia bukanlah siapa – siapanya.

Nyonya Cho kemudian ikut berlalu pergi. Ia tidak menyangka bahwa pelaku keributan dipinggir jalan yang sejak tadi dibicarakan orang – orang—satu diantara mereka—adalah anaknya sendiri. Yeoja paruh baya itu terlalu penasaran saat keluar dari butik tadi dan tidak sengaja mendapati Kyuhyun ditempat keributan. Ya Tuhan anak itu !

Dan melihat yeoja tadi membuat Nyonya Cho semakin kukeuh mengadakan acara makan malam dengan keluarga Hwang. Semoga rencana yang satu ini akan menuai sukses…

……………………

Malam ­­terlihat begitu kelam dibawah sinar lampu. Cahaya yang memadai  sudah ditutupi oleh beberapa pasang kaki yang berlalu lalang tanpa henti. Orang – orang saat ini sedang menikmati makan malam mereka. Karena besok adalah hari libur jadi restoran semewah apa pun terasa begitu sesak dengan suasana ramai dan akrab. Tapi entah mengapa Kyuhyun merasa sepi ditengah kerumunan seperti ini.

Sambil menunduk Kyuhyun mengambil sesuatu dari dalam saku celananya. Sebuah cincin. Cincin milik Seohyun yang dilemparkannya siang tadi. Lantas Namja itu mengatupkan kedua tangan dipangkuannya sambil melihat cincin tersebut—- ditelapak tanganya. Sesekali Kyuhyun melihat kanan kiri agar kedua orang tuanya tidak curiga.

 Ia tidak lagi menyimak pembicaraan para orang tua disekelilingnya. Pikiran Kyuhyun melayang – layang tanpa arah. Beberapa kali matanya memicing pada benda perak ditangannya.  Samar – samar Kyuhyun melihat ada bayangan tersendiri, tepat seperti kilasan cahaya yang berterbangan bahkan berputar – putar memusinggan kepalanya. Ada rasa misterius.

Pelan – pelan kepala Kyuhyun terasa semakin berat. Pandangannya semakin buram dan saat itu juga wajah Seohyun terlukis begitu saja dalam benaknya. Kenapa harus Seohyun?

Sesekali Kyuhyun melengoskan wajah dari cincin itu. Entah rasanya tidak kuat jika memandangi benda tersebut terlalu lama. Sesaat Kyuhyun beradu pandang dengan   anak Tuan Hwang—Tiffany. Yeoja itu mulai menatapnya curiga. Kyuhyun cepat – cepat menegakkan badan lalu berdeham.

“Kau baik – baik saja kan?” Tanya Tiffany sambil tersenyum. Kyuhyun balas tersenyum dan mengangguk. Sontak semua mata menatap kearah mereka. Nyonya Cho mulai memandang anaknya. Sebagai ibu, Ia tahu kalau Kyuhyun tidak baik – baik saja. Anaknya itu mulai berkeringat dingin. Tangan Kyuhyun juga gemetaran. Nyonya Cho mulai khawatir meihat wajah Kyuhyun yang mulai memucat. Yeoja paruh baya itu tiba – tiba saja teringat tentang kejadian yang lalu – lalu. Saat Kyuhyun pingsan—juga kesakitan mengingat sesuatu.

“Apa itu ditanganmu ?” Nyonya Cho berusaha melihat tangan anaknya. Kyuhyun buru – buru memasukkan cincin itu kedalam kantung jas-nya. Nyonya Cho mengehela nafas. Ia begitu penasaran tapi sangat tidak lucu jika  dalam acara seperti ini harus terjadi ‘adu debat’ antara ibu dan anak.

“Baiklah…” Ucap nyonya Cho akhirnya, “Jadi sampai mana pembicaraan kita tadi?”

Kyuhyun membasuh keringat dipelipisnya. Panas. Itulah yang Ia rasakan saat tetes demi tetes buliran peluh mulai mengaliliri wajahnya. Semakin lama semakin banyak hingga kemejanya basah. Kyuhyun tidak mampu lagi menyembunyikan apa pun karena sekarang namja itu  benar – benar tumbang. Suara kedebug terdengar keras— mengagetkan semua orang.  Kyuhyun bahkan tidak sadar kalau itu adalah suara benturan kepalanya  yang sudah terkapar diatas meja.  Kyuhyun mati rasa. Suara kepengapan juga lengkingan keterkejutan samar – samar memekkan telinga.

“Bangun, Nak !”

“Dia kenapa?!”

“Kyuhyun jangan bercanda  ! Umma tahu kau sedang bercanda, iya kan? ”

Tidak. Kyuhyun sedang tidak bercanda. Ia sekarat. Tubuhnya dingin dan semua orang percaya bahwa anak itu tidak berpura – pura. Gelap— saat kesakitan itu sudah berada dipuncak maka semuanya akan  meredup. Tuhan tidak akan menyiksa hamba-NYA lebih lama.

…………………………………

Suara tangisan disertai dengan seruan permohonan terus saja terdengar.  Rasa sakit seorang ibu lagi – lagi menyerang saat melihat anaknya tidak berdaya. Nyonya Cho terus saja menggeleng – gelengkan kepalanya sambil meracau tanpa henti. Yeoja paruh baya itu hampir kehilangan nafas apalagi saat Dokter dirumah sakit itu berkata bahwa Kyuhyun baru saja mengalami trauma— penyebab Ia pingsan.

“Tidak apa – apa kata Dokter? Tapi kenapa sampai pagi hari ini anakku  belum juga sadar?!” Gertak nyonya Cho pada Dokter Kim. Tuan Cho  menenangkan istrinya. Ia yakin jika istrinya itu masih belum melupakan kejadian naas dua tahun lalu. Saat Kyuhyun kritis karena sebuah kecelakaan.

Nyonya Cho terus mendesak Dokter itu agar bekerja dengan benar. Ia tidak percaya pada Dokter. Mereka pembohong besar !  Sekarang satu – satunya tempat bergantung adalah Tuhan. Ia Berharap jika sang maha kuasa bersedia mengulurkan tangannya agar kesadaran Kyuhyun kembali.

Hingga siang menjelang mereka masih disana. Menunggu pertolongan Tuhan yang sejak lama mereka utarakan baik dalam lisan maupun hati. Nyonya Cho masih menangisi Kyuhyun. Air matanya bahkan hampir kering. Ia begitu takut kehilangan anaknya. Takut bahwa Kyuhyun akan pergi. Nyaris seperti kejadian itu…

“Kyuhyun ?” Gumam Nyonya Cho saat menyaksikan jemari anaknya bergerak – gerak. Nyonya Cho menatap lekat penuh harap. Perlahan mata Kyuhyun terbuka. Namja itu mengerutkan kening hendak menjernihkan penglihatan sedangkan yeoja paruh baya disampingnya tersenyum lega.

“Kau sudah sadar Nak, Ini Umma.” Rintih Nyonya Cho dengan suara bergetar.

“Umma…” Kyuhyun bergumam. Suaranya pelan dan serak.

Nyonya Cho meneteskan air mata haru, “Nde Kyuhyun-ah… Ini Umma…”

“Appa mana ?”

“Dia sedang di kantor Nak…”

Pandangan Kyuhyun menerawang, “Seohyun mana?”

“S-seohyun?”

Mata Nyonya Cho membulat. Bibirnya langsung bergetar begitu Kyuhyun menyebut nama Seohyun.  Keringat dingin langsung mengucuri wajahnya. Ini tidak mungkin ! Dokter di Jepang sudah memvonis bahwa Kyuhyun tidak akan mengingat apa – apa lagi tentang masa lalunya.

“Umma akan memanggil Dok—“

“Kenapa aku ada disini Umma  ?” Potong Kyuhyun mencegah Ummanya menyalakan bell panggilan,  “ Tolong jelaskan  apa yang  sebenarnya terjadi padaku… Seohyun dan Donghae ?”

Donghae. Nyonya Cho sekali lagi mematung. Ia menatap Kyuhyun lamat. Seberkas rasa ingin tahu sudah berkilat – kilat didalam mata anaknya itu.   Nyonya Cho meremas kedua tangannya ketika berusaha membuka mulut. Ini sangat sulit. Menjelaskan  berarti harus mengingat  sesuatu—tidak peduli apakah bersifat menyakitkan atau tidak.   Sungguh ! dirinya bisa terkena serangan jantung mendadak !

“Kyuhyun—-“

“Umma jujurlah padaku.” Pinta Kyuhyun dengan wajah sendu. Tatapan Kyuhyun yang seperti itu membuat Nyonya Cho semakin tidak tega. Yeoja paruh baya itu kemudian menghela nafas. Ia memejamkan mata kemudian menatap lembut  wajah anaknya.

“Dua tahun lalu…” Nyonya Cho menerawang memutar ingatannya, “Apartemen yang kau tinggali bersama Dongahe terbakar dan… sahabatmu itu mendorongmu kebawah dari jendela gedung lantai lima. Dia, Lee Donghae itu berhasil mengeluarkanmu tapi tubuhnya tiba – tiba saja tersambar oleh bara api. Dia terjebak didalam sedangkan kau… Kau jatuh  dan kepalamu terbentur keras. Kau kritis lalu Umma membawamu ke Jepang untuk berobat sedangkan Donghae meninggal.”

Jantung Kyuhyun mencelos. Keringatnya langsung berjatuhan, ‘Donghae meninggal ?!’ Namja itu membuka mulut tanpa bersuara, menyisahkan udara hampa. Donghae sahabatnya sudah… Tidak !

“Saat kebakaran itu  Seohyun menunggumu— katanya kau berjanji akan menemuinya. Yeoja itu memohon – mohon pada Umma agar dipertemukan denganmu tapi Umma melarang karena Dokter berkata bahwa pikiranmu belum siap untuk mencerna kejadian menyakitkan dari kebakaran itu di masa lalu. Baik sebelum maupun bersamaan dengan peristiwa kebakaran. Kau lupa ingatan.”

Perlahan Kyuhyun mulai mencerna cerita Ummanya. Memori otaknya mulai memutar mundur peristiwa masa lalu. Gedung tua— Kyuhyun pernah melihatnya— Ia ingat jika saat itu…

*(“Gedung yang disana…” gumam Kyuhyun

Seohyun mengangkat alis. Menoleh kebelakang dari kaca jendela. Gedung apartement  tua berlantai tujuh yang usang. Hitam terbakar dan dipenuhi lumut.

“Kenapa seperti itu?” 

“Itu sudah lama terbakar, kira – kira dua tahun lalu. Tidak ada pihak yang mau bertanggung jawab memperbaikinya, sampai sekarang  masih tetap sama…” )*

Begitulah kira – kira penjelasan yang dilontarkan Seohyun. Mengenai gedung apartement tua—penyebab tubuhnya menegang saat itu. Kyuhyun ingat. Disanalah dulu tempat tinggalnya bersama Donghae. Sahabatnya yang… Sudah tiada. Dan Seohyun menuggunya sampai sekarang.  Ini mustahil ! Ummanya sedang mengigau, iya kan?

“Kenapa?! Kenapa Umma selama ini menyembuyikannya dariku?!” Kyuhyun bertanya dengan nada meninggi. Ia menatap Ummanya seolah meminta penjelasan lebih. Nyonya Cho ketakutan dan tertunduk menyesal, “Mianhae tapi Umma hanya tidak tega melihatmu tersiksa…”

Nyonya Cho mencoba menjawab tapi bulir – bulir air matanya tiba – tiba  mengucur, “Kau sering berteriak kesakitan saat melihat boneka keroro—-dimana pun atau tempat – tempat tertentu. Seohyun sangat suka keroro jadi kami pun percaya pada omongan Dokter— Kau harus dijauhkan dari masa lalumu agar rasa sakit itu tidak datang.”

Kyuhyun hafal rasa sakit yang belakangan ini sering menyerangnya. Semenjak Ia bertemu dengan Seohyun rasa sakit dikepalanya sering sekali menyerang. Pening berdenyut seperti bola besi dari langit meluncur begitu saja lalu menghantam tubuhnya. Kepalanya amat nyeri. Kyuhyun sudah lama mempertanyakan ini tapi tidak menyangka bahwa jawaban dari semua pertanyaan rancu itu adalah… Karena  Seohyun sangat berarti hingga pikiran ‘amnesia-nya’  berusaha ekstra untuk mengorek bulir – bulir kenangan  tentang yeoja itu.

Saat Kyuhyun memanggil Seorang yeoja yang sedang meringkuk ditengah hujan— Jujur bahwa namja itu langsung yakin jika namanya ‘Seohyun’.  Kyuhyun yakin mengenalnya tapi Ia tidak tahu dengan pasti bahwa kapan mereka bertatap muka. Pertanyaan aneh seperti, Dimana? Mengapa Seohyun terasa familiar? Dia itu seperti ? Mengapa hatinya terdorong untuk…mendekat dan…

*(“Seohyun…” ucap suara berat  dari arah belakang.

Sekilas yeoja itu menoleh masih dengan pandangan kosong, “Siapa?”

“Cho Kyuhyun.”)*

Saat mengingat café itu—Handel & gretel—dan semuanya yang Seohyun tunjukkan bahkan jalanan kerumah Seohyun namja itu mengingat secara otomatis. Kyuhyun bukanlah orang yang mudah menghapal rute jalanan. Tapi jalanan itu terasa berbeda. Aneh.

Sampai sekarang pun Kyuhyun masih ingat.

*( “Ada patung selamat datang, segera belok kanan. Disana ada perempatan, belok kiri yang lewat tikungan.  Lurus  terus dan aku akan bertemu gang kecil ketiga dari kiri. Rumah bercat kuning itulah rumahmu.” Sambung Kyuhyun membuat Seohyun bungkam. )*

Ya Tuhan ! Kenapa dirinya baru sadar ? baru sadar akan sosok Seohyun tiba – tiba muncul dan bersedia merasuk kedalam ingatan Kyuhyun yang berlubang. Sosok yang menggiringnya kembali pada masa lalu.  Namja itu merasa sesak. Merasa bahwa separuh jiwanya telah tersakiti. Karena Ia terlalu payah.

“Melihat Seohyun muncul lagi membuat Umma hawatir akan kesehatanmu.” Timpal nyonya Cho memecah suasana diam. Kyuhyun mendelik, “Apa?”

“Mianhae Kyuhyun-ah, Umma sangat ketakutan.”

“Jadi dimana Seohyun sekarang ?!” balasnya mendesak.

“Mungkin di rumahnya atau entahlah umma juga tidak yakin…”

Bukan. Seohyun tidak sedang di rumahnya. Entah mengapa nalurinya berkata demikian, Mungkin karena…  Dia disana?

*( “Dia akan menemuiku lagi disini… Ditaman ini, tempat  dimana Aku memilih untuk menerobos masa – masa kehidupan  kelam  bersamanya. Memang belum terjadi tapi suatu saat nanti akan terjadi.” )*

Dari sekian banyak tempat, Kyuhyun tersadar akan janji yang dibuatnya sendiri—menemui Seohyun di Taman.  Sudah lama sekali tapi… tapi kenapa Seohyun begitu bodoh? Kenapa Yeoja itu masih menunggunya disana sampai sekarang terlebih harus menahan sakit saat Kyuhyun tidak ingat apa pun tentangnya.

Seohyun berkorban dengan menyiksa diri hanya demi seorang pecundang sepertinya— bernafas sesuka hati tanpa tahu akan seseorang penting yang hidup dimasa lalu.  Seohyun berupaya  terus dalam memutar moment – moment terlupakan.  Sialnya Kyuhyun tidak sadar—baru sadar sekarang—namja itu bodoh. Sangat.

Kyuhyun menerawang tajam kemudian bangkit dari posisi baring. Ia menggeser selimut tebal  yang menutupi tubuhnya.  Namja itu meringis saat menatap jarum beserta  selang infus masih menancap dilengannya. Kyuhyun langsung mencabut jarum tersebut dengan kasar lalu melemparkannya jauh – jauh. Nyonya Cho hanya bergelang – gelang pasrah.

“Kyuhyun-ah kau mau kemana?” isaknya pelan meski Ia tahu bahwa anaknya itu akan pergi—menemui Seohyun. Nyonya Cho takut  apabila Seohyun terlanjur kecewa dan… sudah tidak sudi bertemu Kyuhyun. Ya Tuhan.

“Umma Aku harus menemuinya sekarang…” Kyuhyun menjawab cepat sambil mencari sepatunya dibawah kolong meja lalu menyambar jas diatas kursi. Ia menoleh kanan kiri seperti kebingungan sendiiri kemudian melenggang pergi dengan langkah gelisah.  Entah kenapa kedua kaki Kyuhyun bergetar kaku. Ia berjalan oleng bahkan berkali – kali meyenggol beberapa orang yang sedang berjalan di sepanjang lorong rumah sakit. Mereka tampak mengumpati kasar  tapi Kyuhyun tidak peduli.  Otaknya benar – benar  lumpuh memikirkan hal apa pun. Hanya wajah Seohyun yang terbayang – bayang selain itu gelap.

………………………

Butiran – butiran peluh satu persatu menetes serta urung mengering dimulai dari bagian  atas kening sampai bawah leher. Terasa sudah berabad – abad melangkah  tapi pembenaran  berkata bahwa  satu jam  pun belum terlewati. Dalam rentang waktu itulah Seohyun merenung sambil menangisi dirinya sendiri. Yeoja menyedihkan— berjalan kosong mengitari petakan taman—-seorang diri. Seohyun melangkah seperti kapas terbawa angin. Ia begitu Sulit menerka tentang dimana pelabuhan terakhirnya karena sehelai kapas—julukan paling pantas untuknya— sangat ringan hingga tidak mampu menekan angin.

Langkah Seohyun tiba – tiba saja berhenti. Betapa pun Ia masih bisa menonton bayangannya sendiri dengan jelas. Tepat dimasa lalu saat pertama kali dirinya datang ke Taman. Seseorang berjanji akan menemuinya. Berharap bahwa namja itu akan menyusun komitmen sehidup semati atau entahlah. Sekarang kita berbicara tentang kenyataan.

Dia tidak datang. Pertemuan kosong karena Seohyun sendirian. Hanya menyisahkan tiupan  listrik menyengat yang tiba – tiba saja berbisik bahwa  orang itu tidak akan pernah datang. Orang itu  melupakan semua. Seohyun yakin jika tangan Tuhan masih mampu menolongnya. Sang pembuat janji itu pasti akan menepatinya. Seohyun percaya dan akan terus seperti ini.

Tapi sekarang semua berubah. Benteng keyakinannya seolah runtuh. Kesetiaan itu perlahan luntur. Memikirkan bahwa cinta sejati benar – benar murni manakala tidak satu pun dari mereka tersakiti. Mereka dan disekitar mereka. Baik itu seekor lalat pun— harus menggapai titik kebahagiaannya.

Nyatanya kini ada yang tersakiti dari itu semua. Cinta murni menjadi abu – abu dalam value hitam dan putih. Memunculkan hal – hal tersirat berupa pilihan antara komitmen bayangan atau kesempatan untuk menyusun cinta kasih kembali. Memperbaiki semua. Membakar kata ‘menunggu’ dalam pikiran.

Seohyun memejamkan mata. Dalam  keheningan pengap, Seohyun menyematkan kedua tangannya untuk berdoa. Meminta agar Tuhan memberikan solusi terbaik juga agar Tuhan memantapkan hatinya… Menyusun ulang atau melupakan orang itu (?)

“Selamat tinggal dan terima kasih sudah menemaniku selama ini….” Seohyun tersenyum menahan tangis sambil memandangi bebatuan dibawah lampu sorot. Tempat itu… Latar dimana dirinya mengingat juga melupakan orang itu sekaligus…

“Kau masih menunggunya?” Suara berat seorang namja dibelakangnya membuat Seohyun menoleh cepat. Mata yeoja itu menteleng tatkala melihat Kyuhyun sudah berdiri dibelakangnya. Karena tidak ingin disebut sebagai manusia batu, Seohyun mengumpulkan nyali untuk menjawab meski suaranya bergetar, “Nde, Ini yang terakhir kali karena Aku sudah berjanji pada Taemin.”

“Apa  setelah ini kau akan menyerah ?”

Seohyun mengangkat alis seraya mundur beberapa langkah. Lima detik kemudian yeoja itu mengangguk pelan dengan tanpa berkedip.

“Meskipun dia sudah ada didepanmu?”

………………….

Pikirannya  melayang, Apa Seohyun  masih di sana?

Kyuhyun berlari terus kearah Taman. Ada ribuan tanda tanya yang berputar – putar bebas menggoreskan ketakutan mendalam akan sosok Seohyun  . Tapi itu tidaklah penting saat Kyuhyun tersadar bahwa  segalanya  akan menjadi sebuah keajaiban  langka manakala  takdir bersedia  menunjukkan bahwa  yeoja yang duduk dibawah lampu sorot  itu benar-benar Seohyun. Persis didepan matanya.

Yeah, Dia masih disana…

Dia masih menunggu—-dibawah lampu sorot taman bunga…

“Kau masih menunggunya?”

Nafas Kyuhyun menghembus kencang bersamaan dengan suara tekanan angin yang berlalu lalang. Lingkaran bulat beserta kilatan bening dalam mata Seohyun membuat langkahnya terhenti. Yeoja itu masih sama seperti dulu. Masih suka menggerai rambutnya juga masih memiliki bibir merah ranum. Terpenting bahwa Ia masih tetap cantik meski wajahnya semakin tirus.

 “Apa  setelah ini kau akan menyerah ?”

Kyuhyun bertanya pelan seraya menatap Lurus. Yeoja itu masih mematung melihat seseorang didepannya sedang menunggu jawaban. Matanya kembali berkelap – kelip. Kyuhyun Ingin sekali mendekap pemilik mata indah itu. Namun kala Kyuhyun melangkah sedikit demi sedikit, Seohyun semakin mundur kebelakang. Yeoja itu kelihatan linglung dan menatap tidak percaya. Ia hanya mengangguk kaku.

“Meskipun dia sudah ada didepanmu?”

“Apa maksudmu ?” Seohyun bertanya cepat. Bibirnya kelihatan semakin bergetar. Kyuhyun lagi – lagi mempecepat langkahnya  dan berhasil menggapai pundak Seohyun.

Kyuhyun mengusap lembut puncak kepala Seohyun. Yeoja itu tampak kaget dengan perlakuan tiba – tiba namja didepannya. Terlebih saat Kyuhyun mendekap tubuhnya hingga membuat Ia sesak nafas. Seohyun memjamkan mata. Betapa pun telinganya bisa menangkap suara detakan dari dalam dada Kyuhyun. Atau mungkin… justru suara degupannya sendiri ?

Kyuhyun mengencangkan dekapannya lalu berkata, “Apa aku terlalu lama tertidur sehingga membuatmu menunggu disini ? Apa aku begitu bodoh hingga tidak sadar akan dirimu yang mencoba  membangunkanku?”

Entah Seohyun merasa bahwa dirinya sudah terhanyut. Air matanya tiba – tiba saja mengalir membasahi kemeja seseorang yang mendekapnya. Seohyun hanya mampu terisak tanpa mencoba untuk membuka mulut.  Pikirannya masih sibuk mencerna—Ini adalah mimpi atau bukan?

“Jika Kau tidak lagi menungguku maka tidak apa. Aku sama sekali tidak pantas memimpikanmu untuk  tetap  menungguku . Tetapi sekecil apapun, aku masih berharap  bahwa kau ada di sana, menantiku dengan tulus.” Kyuhyun berkata yang kali ini menatap Seohyun dalam. Yeoja itu menyeka air matanya sambil mengigit bibir bawah. Wajah Seohyun sangat merah maka Ia tidak berani membalas tatapan Kyuhyun.

Kyuhyun mendongakkan wajah Seohyun, “Lihat aku…” ucapnya lalu berkata lagi, “Aku ini orang yang kau tunggu bukan ? Aku datang untuk berusaha menepati janjiku.”

“Kyuhyun Oppa…” Panggil Seohyun dengan suara parau, “Aku  ingin marah padamu, boleh?”

Kyuhyun mengangkat alis. Matanya menggerling menampilkan gemuruh pertanyaan yang meletup – letup. Kyuhyun serius sekarang. Jangankan marah, kalau Seohyun bersedia, yeoja itu boleh menghantam kepalanya dengan batu agar Ia bisa tersadar sepenuhnya. Kyuhyun bersedia, sungguh.

Beberapa saat Seohyun berhasil mengunci manik mata namja itu. Menjadikan mereka bertatapan dalam diam seraya meniliki dengan detail lekukan – lekukan tertentu dalam wajahnya. Dia benar – benar Kyuhyun. Sedikit pun belum berubah, sama sekali.

Alih – alih mencuatkan gumpalan amarah dalam dadanya,  yeoja itu bungkam. Ia membekap mulutnya sendiri seakan tidak percaya bahwa seseorang didepannya benar – benar Kyuhyun.

“Seo—“

“Kenapa baru datang sekarang Oppa ?! Kenapa baru datang saat aku akan menyerah. Kenapa.. kenapa kau harus melupakanku… Kenapa kau bisa sakit hingga Yesung Oppa melarangku untuk memberitahumu saat di café itu ? Mengapa kau baru muncul saat Taemin menjadi pembangkang? Huh?”

Kyuhyun menunduk dengan tatapan memicing sengit. Dia membeci dirinya ketika tidak bisa berbuat apa – apa saat itu. Ingatannya lumpuh akan masa lalu. Merasa payah tatkala dirinya begitu lengah dengan Seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya—Seohyun. Sosok yeoja yang jelas – jelas memiliki magnet dimatanya hingga tanpa basa – basi lagi menarik  juga  menyedot raga Kyuhyun untuk membantu tanpa alasan bahkan  ingatan kuat tentang ‘siapa dia?’

Dari awal memang terasa aneh. Mengamati penuh selidik juga berwaspada dengan setiap orang adalah keharusan bagi kyuhyun dalam melakukan interaksi. Naas kebiasaan – kebiasaan tersebut harus ditelannya mentah – mentah. Karena Seohyun menjadi pengecualian. Hanya didepannya. Tidak ada yang bisa dilakukan Kyuhyun selain, memberikan apa pun.

Lalu saat dirinya tersadar kembali, apakah Seohyun benar – benar akan menghilang?

“Kau tahu Oppa? Sekarang adikku semakin membencimu. Dia sangat dekat dengan sahabatku—Donghae Oppa… Dan kau… sudahlah…” Seohyun tersedak oleh kata – katanya sendiri. Yeoja itu menarik napas kemudian mempertajam tatapannya,”Dia pasti akan marah jika kau mendekatiku…”

“Lalu apakah Taemin betul – betul menyayangimu?” Kyuhyun menimpali dengan sikap tenang. Ia menggenggam kuat kedua tangan Seohyun yang sedingin es.

Seohyun tercenung, “Apa?”

“Dia menyayangimu… Taemin pasti sangat menyayangimu dan ingin jika kau terlihat bahagia. Tapi sayang  bahwa Ia tidak bisa membenciku karena satu – satunya orang yang mampu membahagiakanmu adalah aku.”

Seohyun menutup mulut rapat – rapat sesaat setelah Ia merasa bahwa tekanan nafas penuh kerinduan sudah tersangkut ditenggorokannya. Seohyun takut ketika Ia membuka mulut maka suara isakannya yang melengking akan menyeruak  keluar.

“Saranghae…”

Sejenak pengakuan Kyuhyun membuat Seohyun membatu. Benarkah Kyuhyun sudah tersadar sepenuhnya? Apa dia bersungguh – sungguh?

“Opp—“

“Sttt…”
Seketika suara mereka menghilang. Hanya menyisahkan kecupan – kecupan tatkala Kyuhyun memajukan wajahnya. Mentransfer segala perasaan membuncah yang selama ini tertahan. Dalam waktu sepuluh detik, pertanyaan mengganjal bahwa apakah ini sungguhan atau serius lantas terjawab.  Seohyun bisa merasakan ketulusan  dari sentuhan Kyuhyun yang sudah lama dirindukannya. Juga Kyuhyun yang merasa bahwa bibir Seohyun masih seperti dulu—manis dan hangat.

“Tetaplah disisiku,” Pinta Kyuhyun saat matanya beralih menatap Seohyun lembut penuh pengharapan.

Seohyun mengangguk lemah sambil tersenyum. Kyuhyun balas tersenyum kemudian mengambil sebuah cincin dari dalam saku jasnya. Seohyun terbelakak. Bukankah itu Cincin yang diberikan Kyuhyun dulu? Cincin yang sudah dibuangnya kemarin?

“Bersediakah kau jika cincin ini tersemat lagi dijari manismu?”

Seohyun lagi – lagi mengangguk. Kali ini dengan air mata yang tumpah seluruhnya. Genangan bening yang sedari tadi menyangkut dipelupuk  matanya tiba – tiba saja membentuk anak sungai dan mengalir tanpa henti.

Lucu, sangat lucu  melihat Seohyun terkekeh sambil menahan isakannya sendiri. Kyuhyun menaggapi dengan tersenyum kilat lalu kemudian meraih jemari Seohyun. Pelan pelan juga beserta tangan bergetar, Kyuhyun melingkarkan cincin dalam jemari manis itu.  Sebuah benda pengikat sudah terpasang sempurna. Seohyun kembali menjadi miliknya sekarang.

“Gomawo,” Suara Seohyun memecah keheningan diantara mereka. Kyuhyun memajukan wajah seperti meminta Seohyun untuk berbicara kalimat yang lebih dari padanya atau paling tidak, Yeoja itu bisa menjabarkan tentang alasan mengapa dia berterima kasih.

Seolah mengetahui siratan dari raut wajah Kyuhyun, seohyun berkata lagi, “Terima kasih sudah menepati janjimu. Jangan pergi lagi dan maaf karena aku muncul  kemudian mengganggu kehidupanmu yang baru, membuatmu bingung. Aku merindukanmu, sangat…”

Seohyun tersenyum sesaat, “Nado Oppa.”

Dan hari itu pun berakhir. Tidak juga… Hari itu belum berakhir karena mereka akan terus berputar. Sebuah penantian membuahkan kenyataan bila saja  kita tulus. Tentang apakah sesuatu yang ditunggu itu akan berwujud atau tidak…

Masalah waktu.

…………………………… The End ………………………..

Yeyy Ini udah End >_<

Maaf kalo cerita ini rada maksa atau ngebingungin -___-

Aku hanya menulis sesuai imajinasi beserta kemampuan yang pas – pasan dan labil (?)

Tapi ini juga bagian dari usaha Aku kok hehe ^^

Kalo kalian suka aku bersyukur banget deh ^^ kalo gak suka juga gak papa, gak mama juga #plakk

Ya sudahlah sampai jumpa reader J

Bye Bye…

 

18 thoughts on “FF Seokyu – What Is Yours 3 ( End )

  1. wang love seokyu couple berkata:

    ternyt seokyu punya masa lalu pants aja kyu gk mengrt smua yg seo bicarkn dan kyu merasa di salhkn ternyt kyu kena amnesia#bru ngeh. akhrnya seokyu bersatu tp mash gantg sequel dong thor mpe kyu nikh#ngarp daebk.. feel nya dpt bgt

  2. Anisyapw berkata:

    kerennnnnnn sumpah, jujur awwal baca agak membingungkan tapi makin kesini ngertii! daebakk sukses netesin air mata haha, gk kebayang kalau ada yang kisahnya kayak gini😄 semoga karyanyaa makin bagussss, kalau buat novel bagus tuh kayaknya n-n

  3. guixu-xian berkata:

    aigo., aku bener2 shock dengan kenyataan yang sebenarnya
    ternyata yang ditunggu seo adalah kyuhyun yang amnesia? Aigoo..daebakk! Bisa buat aku mikir keras, nebak2 gimana kelanjutannya, dan ternyata ucapan taemin untuk kyu waktu itu memang benar ya, yang buat seo menunggu itu kyu.. Karna trauma masa lalu membuat sengsara TT
    nice ff

  4. seokyuever berkata:

    alurny bener 2gak ke tebak yaa..
    jujur,pas aku baca part satu sama duanya,aku bener2 bingung bacanya,tapi setelah baca ini baru ngerti.. hoho
    Daebak! (y)

  5. jungie berkata:

    Ini ff keren banget. Awalnya aku bingung tapi sekarang baru ngerti. Kata katanya itu maknanya dalam banget. Ini ff terkren yg prnh kubaca, daebak

  6. Hani Wires berkata:

    Eh ff ini ga ketebak banget, kita kayak di suruh mikir keras daan ga pengen men “skip” cerita soalnya sayang kalo harus di lewatin ceritanya..haha

    Benerr bisa di jadiin novel kayaknya..hihi
    Kalo sequal nya ada oke banget tuh min..
    kalo ada waktu bikin sequel plisss banget satu onshoot aja???

    Hahaa nae maksa banget yahh
    Sukses y buat FF nya, walaupun couplenya “saat ini” blm real #blm taapi bener kata header blog ini everything you can imagine is real…;)

    Wires jjang, keep writing chingu !!!

  7. seo_yeppo berkata:

    kreeeeeen nhe ff,,,,,,
    daebaaaak dheee,,,mian aq comentxa dipart ini,,,
    aq bacaxa borongan,,,hehe mian ne,,,
    buat lge donk seokyuxa,,,,
    hwaiting

  8. ana berkata:

    sumpah demi apa. ni ff bener2 keren, ga bisa ditebak sama sekali seribu jempol buat author gumawo sdh buat ff ini dg sangat sempurna bener2 berasa nontob film aq bacanya. mian aq cuma komen di part ini aq bacanya borongan sih. ^_^

  9. linslinaw berkata:

    aigo bener bener diluar perkiraan aku.. kukira yg ditunggu seo itu donghae eh ternyata kyuhyun.. ah semua diperjelas disini.. iya iya sumpah daebak!!! akhirnya seokyu kembali bersatu walau seo harus nunggu kyu selama 2 tahun tanpa arah gitu… akhirnya kyu inget lagi dan eommanya bantuin mengingat walau sebenernya eommanya juga yg menghilangkan memori masa lalu kyu demi kesehatan nya kyu.. aigooo bener bener daebak!!!! kali ada sequelnya boleh nih tapi yang manis manis aja biar seo seneng lagi🙂 ditungguuu

  10. seokyu forever berkata:

    ff nya kyak filmm, part awal adegannya membingungkan tp semakin kesini semakin jelas, semua diperjelas dalam part ini, dan wahhh benar2 kaget sm kenyataan sebenarnya. DAEBAKKK!!! kalo dijadiin film seru kali yakk hehe, trs pemainnya seokyu dehhh ngaha😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s