FF Seokyu – What Is Yours 2

Image

Title : What Is Yours

Author : Nana Shafiyah a.k.a Nasha

Genre : Romance

Rating : PG-13

Cast : SNSD  Seohyun, Super Junior Kyuhyun

Other Cast : Super Junior Donghae

Happy Reading ^^

Buka matamu dan lihat disanalah aku…

What Is Yours

Kyuhyun menggesek pipinya yang memerah. Sedangkan Nyonya Cho menutup mulut menahan pekikan shock. Sekelebat kejadian tadi terus saja berulang dalam pikirannya. Pening. memusingkan melihat dunia terputar mundur. Jessica, yeoja yang hari ini akan dipertemukannya dengan Kyuhyun, datang secara tak terduga. Baik itu ekspresi wajah, ucapan dan  tindakan, semuanya serba diluar dugaan.

Nyonya Cho bangkit dari tempat duduknya, “Eh.. Jessica –ssi  begini, mungkin  ada kesalah pahaman disini…” Ucapnya hendak melerai.

Cepat – cepat Nyonya Cho menatap penuh permohonan kearah Kyuhyun. Berharap agar anaknya itu bisa menjelaskan apa yang sesungguhnya  terjadi, atau paling tidak ikut serta dalam meminimalisir ketegangan. Namun terbalik. Kyuhyun dengan keautisannya malah  sibuk  berpikir sambil menimbang – nimbang sendiri.  Hanya diam.

“Eomma, suasana semakin kacau. Aku sebaiknya pergi.” Kyuhyun bangkit menatap Ummanya datar – datar saja. Nyonya Cho tercengang sekaligus mematung panik melihat sikap anaknya. Ia merasakan darahnya sudah menggumpal dikepala. Kemungkinan besar akan pecah sebentar lagi. Kyuhyun, kenapa manusia yang  satu itu mudah saja melenggang enteng?

“Kyuhyun-ah ! Kyuhyun- ah ! Kenapa malah pergi, ada Jessica disini, Yak ! Omo !” Suara nyonya Cho bagaikan angin segar di-pagi hari. Kyuhyun terlihat menikmatinya. Masuk ditelinga kanan dan keluar ditelinga kiri.  Peduli sekali dengan Jessica atau siapa pun itu. Sama sekali tidak penting dibandingkan dengan misi yang harus Ia selesaikan.

Kyuhyun ingin sekali menyangkal tapi masalahnya, Ini memang menyangkut Seohyun…

*(“Kau akan membantuku jika Aku membantumu, Bukan?”

Kyuhyun tersedak sendiri mendengar penuturan Seohyun.  Mengorbarkan seorang yeoja demi sebuah rencana pertunangan.  Lumayan keterlaluan meski keadaan memang mendesaknya. “ Begini…” ucapnya terdiam sejenak untuk bernafas.

“Bisakah kau… Berphoto denganku?”)*

Kyuhyun ingat tentang percakapannya dengan seohyun sebelum bertemu dengan ummanya tadi pagi. Sebelum itu, Kyuhyun meminta Seohyun untuk berphoto dengannya. Berphoto sambil bergaya seolah mereka pasangan kekasih. Menempelkan pipi satu sama lain. Saling merangkul, tersenyum manis  dengan eye smile kegembiraan.

Mungkinkah? Mungkinkah karena photo itu?

…………………….

“Apa yang kau katakan padanya ?” Kyuhyun berkacak pinggang didepan kursi halte yang telah lama diduduki Seohyun. Mata bulat yeoja itu tebuka lebar. Perlahan ia menyingkirkan rambut panjang sebahunya yang menghalangi pandangan kemudian menarik nafas dalam, “Begini…”

Kyuhyun mengerutkan kening meminta penjelasan. Kalau dikatakan, namja itu sungguh keget dengan  reaksi Jessica dengan segala amukannya. Ia yakin ada yang tidak beres. Kyuhyun memang menyuruh Seohyun untuk bersikap seolah mereka menjalin hubungan.  Dalam hal ini, Seohyun harus  membujuk agar Jessica membatalkan rencana kencan. Dan agar Jessica berhenti menjadi penghalang dari hubungannya dengan Seohyun. Itu saja !

“Seperti permintaanmu, Aku  menunjukkan photo kita didepannya lalu terisak sambil berkata kalau Kita saling mencintai…”

 “Lalu?”

“Dia tidak mengindahkan ucapanku. Jessica melangkah pergi tapi aku berhasil menahan langkahnya… Aku berkata kalau..” Seohyun menggigit bibir bawah.

Kyuhyun memajukan wajah, meminta penjelasan lebih.

“Kukatakan saja kalau dia harus berhati hati padamu, karena kau adalah seorang yang suka menghambur – hamburkan uang untuk bersenang – senang , mabuk – mabukan bahkan melakukan kekerasan dan berjudi , hobby ke club, suka mempermainkan wanita…”

Tatapan Kyuhyun memicing. Cepat – cepat Seohyun melemparkan pandangan sebelum jantungnya copot.

“Aku melihat sepertinya dia tenang – tenang saja. Dia malah tersenyum meremehkan . Katanya dia tidak kawatir dengan semua itu.”

Seohyun berucap tergesa sesekali menatap wajah Kyuhyun takut – takut. Dalam hati yeoja itu mendengus. Padahal dia sendiri yang menyurunya untuk melakukan tindakan apa pun agar Jessica—- calon teman kencannya itu merasa Ill Feel.

“Aku takut acara ‘pelabrakan’ ini gagal jadi kukatakan jika kau masih mengharapkan aku—-kekasih rahasiamu  dan akan menyingkirkannya (Jessica) seperti alur dalam drama apa pun yang terjadi. Kau depresi  karena Ummamu selalu menghalangi hubungan kita. Beliau juga selalu menjodoh – jodohkanmu seenaknya padahal  dirimu masih ingin bersenang – senang. Akibatnya, mereka sering Kau permalukan dimuka umum dan akan selalu begitu. Termasuk Jessica yang kau anggap gampangan juga membosankan. Menurutmu  yeoja membosankan harus dipermalukan agar terlihat lebih menghibur, bukan? Dari kesemuanya, aku lalu mengambil kesimpulan bahwa dirimu itu adalah…”Seohyun mengigit bibir bawah. Tampak Kyuhyun masih terdiam mencerna cerita yang baru saja didengarnya. Seohyun bersiap melanjutkan, sisa tiga kata lagi.

“Kau cassanova—- psikopat yeoja.”

“APhha?!”

Petir menjelang siang terasa menyambar dari atas. Wajah Kyuhyun memerah pelan – pelan. Jangankan berucap, bergerak pun susah.  Kyuhyun memilih untuk menggantungkan pandangannya keangkasa sambil berteriak dalam hati ‘Apakah salah hamba Tuhan ?’

“Mianhae…” Desis Seohyun menunduk. Kyuhyun menanggapi dengan pasrah. Lagi pula Kyuhyun sudah kehilangan kata – kata. Tidakkah Seohyun itu terlalu pintar berakting? Dia cerdas.

“Lalu sekarang, apa yang bisa kulakukan untukmu?” Kyuhyun bertanya tiba – tiba setelah sekian lama mengumpulkan nafas. Seohyun mendongak sambil menghela nafas  kecil. Perasaannya sedikit lega sekarang.

Seohyun tersenyum. Kyuhyun masih terdiam memperhatikannya. Yeoja itu pun tertunduk merasa tidak enak sendiri.  Ia takut. Tersirat jika Kyuhyun menganggap bahwa senyumnya menganggu, dan sangat tidak pantas atau… Entahlah.

  ………………

Pandangan Seohyun menembus dinding kaca tebal dengan sengit. Tatapannya tidak pernah terlempar sedikitpun dari suasana bising diluar sana. Tidak tahu apa yang menarik dari puluhan mesin berjalan yang berlalu tanpa henti.  Alis yeoja  itu bertaut seperti sedang bertanya, bagaiamana mungkin besi bisa melaju ? atau apa yang tengah dilakukan orang – orang dipiggir jalan?’

Kyuhyun berdehem pelan. Suaranya memecah keheningan dalam bus kota yang terbilang sepi penumpang. Seohyun langsung menoleh, melemparkan padangannya dari jendela bus. Matanya membulat kearah Kyuhyun. Ternyata namja itu sedang mengerut heran. Seohyun menunduk risih. Gelisah sekali kalau Kyuhyun menatapnya tanpa kata. Sangat tidak nyaman dan Seohyun tidak suka.

“Dia itu, Donghae?”

Seohyun mendelik. Bibirnya bergetar saat menjawab, “D-dari m…”

“Mianhae, tapi dimana terakhir kali kau bertemu dengannya?” Kyuhyun memotong ucapan Seohyun. Sungguh, melihat wajah  Seohyun  yang langsung dikucuri oleh keringat dingin membuatnya tidak tega.

Nafas Seohyun terdengar tersendat – sendat. Yeoja itu menggelang – gelengkan kepala seperti menunjukkan rasa tidak percaya. Matanya berkerlip tapi tidak berair.  Kyuhyun menghela nafas, enggan meminta penjelasan lebih lanjut. Mungkin pertanyaan tadi terlalu frontal.  Wajar jika sampai lama Yeoja itu menatap kosong.

“Saat itu, aku tidak tahu kalau disanalah pertemuan terakhir kami. Layaknya sebuah pertanda, dia meminta bahwa aku harus menunggunya apa pun yang terjadi, begitu pun sebaliknya.” Seohyun bercerita tiba – tiba sambil menerawang,  “Yang terjadi, dia  pergi dan benar – benar berhasil menegaskanku untuk memegang janji itu.  Aku percaya padanya. ”

Suasana berubah menjadi senyap, lebih dramatis dari sebelum ini. Sedikit pun tidak ada ruang bagi Kyuhyun untuk bertanya lebih lanjut tentang rasa percaya, menunggu atau apalah itu. Seohyun masih membatu seperti sibuk dalam dunia khayalan. Dunia yang mungkin hanya berisi dirinya dan seorang namja yang sudah menghilang. Kyuhyun menduga ada dua kemungkinan dalam kasus ini. Seohyun dikhianati dan kena tipu atau namja itu sudah menghilang… lenyap, maksudnya tidak akan pernah kembali.  Donghae, Kyuhyun perlahan mengingat nama yang dibicarakan Ummanya tadi pagi. Tidak ! Seohyun benar- benar keterlaluan jika  namja yang selama ini dieluhkannya itu sudah…?

“Ini kau lihat ini !”  Seohyun memperlihatkan ponsel lipatnya persis didepan wajah Kyuhyun. Namja itu mengernyit membaca satu persatu kata dalam pesan singkat dari seseorang.

From :  Sweetheart❤

Tunggu aku di taman. Jangan kemana – mana ! Kau harus menungguku disana apa pun yang terjadi… Love you ^^

Mendadak, atau lebih dengan cara paksa, Kyuhyun merebut ponsel itu dari tangan Seohyun. Ia menekan beberapa tombol navigasi dengan jemari bergetar. ‘Ya Tuhan’ raungnya dalam batin. 5 Mei 2011 ?

Kepala Kyuhyun terasa akan meledak. Ini tidak mungkin ! Didunia ini ternyata masih ada manusia menyedihkan seperti Seohyun ! Maaf karena Kyuhyun berkata seperti itu bukan bermaksud menyinggung masalah kesetian atau apapun, tapi masalahnya pesan yang ditunjukkan Seohyun barusan sudah lama sekali memenuhi inbox handphonenya. Seohyun— sebenarnya apa yang ada dipikiran yeoja itu hingga masih belum juga mengapus pesan dari seseorang semenjak dua tahun yang lalu. Selama itukah?

Dari pesannya ‘apakah tertulis bahwa orang itu akan pergi dalam waktu yang lama ?’ Tidak sepertinya. Pesan itu  cuman tampak seperti ‘acara janjian kecil – kecilan’. Tidak sedikit pun terlintas jika isinya berupa rentetan sumpah sehidup semati, janji pengikat atau sejenisnya. Seohyun berlebihan, benar bukan?

“Aku pernah menyerah untuk menunggu orang itu, tapi pesan teks yang kau baca berusan semakin menguatkanku.” Seohyun menyambung sambil tersenyum pada jendela bus.  Aneh.

Kyuhyun membuka mulut ragu. Kenapa sekarang namja itu jadi merasa dipermainkan? Atau Seohyun memang  sakit jiwa… Aishhh !

“J-Jadi apa hubungannya dengan bus ini?” tanya Kyuhyun ragu seraya mati – matian meruntuki  dirinya dalam hati. Padahal barusan namja itu ingin bertanya, ‘Kau yakin dia masih ada… Maksudku masih bernafas didunia?’

Seohyun mengigit bibir bawah. “Aku tidak tahu, maksudku aku tidak tahu bus ini mau kemana… Aku ingin ke Café Handel & Gretel. Apa Kau tahu tempat itu dimana?”

Kyuhyun meamatung. Hal yang membuatnya tercengang adalah ketika Seohyun bertanya mengenai jalan kesuatu tepat. Bagus ! Sebenarnya Seohyun itu makhluk dari planet nama ? Bagaimana bisa dia naik bus sembarangan tanpa mengetahui rute perjalanannya, Ya tuhan.

“Kau tahu tidak?” desak Seohyun kembali.

“Kau sendiri?”

Seohyun menggeleng.

“Lalu kena—-“  Kyuhyun langsung meniup ubun – ubunnya. Melihat wajah Seohyun yang menatap tanpa dosa membuatnya serba salah.  Namja itu mengira jika Seohyun sudah merencanakan agendanya dari awal. Seharusnya Kyuhyun tidak begitu saja menuruti ajakan Seohyun untuk naik bus. Sebagai akibatnya, Kyuhyun malah celingukan sendiri seperti anak hilang.

“Tadi kelihatannya kau sedang marah jadi… Aku takut bertanya sesuatu juga aku kahwatir jika kau semakin marah saat melihat aku tidak punya tujuan… Tapi tapi sebenarnya aku ada tujuan hanya saja, Aku lupa jalannya. Mianhae.” Jelas Seohyun tertunduk menyesal.

Jadi kesimpulannya mereka tersesat di tengah  keramaian kota. Andaikan kendaraan ini adalah taksi, mungkin  mereka tidak akan sebingung ini jadinya, Seohyun tidak mau naik taksi karena mengaku bahwa dirinya alergi dengan bau pewangi mobil yang sering digunakan oleh kendaraan  beroda empat itu. Kyuhyun tidak berkata apa – apa karena dirinya juga begitu.

Tidak ingin menyeret masalah lebih jauh lagi, Kyuhyun akhirnya pasrah. Namja itu berusaha mengatur nafas kamudian mencoba bertanya, “Café Handel & Gretel?”

Seohyun mengangguk.

Café Handel & Gretel.  Sedetik yang lalu Kyuhyun merasa jika tempat itu familiar. Ia menopang kepalanya sambil berpikir keras. Apa yang salah dari tempat itu? Apa yang salah dari sebuah tempat yang hanya menyediakan coffee, Mocca atau…

“Aku tahu…” ujar Kyuhyun tiba – tiba seraya meringis kecil. Samar – samar Kyuhyun melihat ada bayangan tersendiri mengenai ingatannya tentang tempat itu. Tepatnya seperti kilasan cahaya yang berterbangan bahkan berputar – putar memusinggan kepalanya.

…………………………….

Cukup lama waktu yang ditempuh untuk sampai ketempat tujuan. Mereka harus berpindah bus lain dan menyambung dengan bus selanjutnya dan untunglah tempat itu sudah ketemu.

Dari meja pengunjung sebuah café Kyuhyun menatap bertanya tanya kearah meja kasir. Seohyun berdiri disana dan terlihat mengobrol serius dengan seorang namja.  Kening yeoja itu beberapa kali berkerut. Sesekali nampak jika mata  Seohyun membola kemudian saat itu juga Ia menghela nafas berat. Kyuhyun mulai bertanya – tanya sendiri dalam hati.’Apa yang sedang Seohyun bicarakan?’ Kyuhyun lalu berdecak berkali – kali. Ia sadar jika dirinya terlalu penasaran dan gelisah.

Kyuhyun tiba – tiba  tersedak oleh coffe mocca yang tengah diteguknya. Alasan aneh bermunculan saat Ia berusaha menjawab sendiri tentang mengapa nafasnya tadi menjadi pendek. Juga mengapa tenggorokannya menolak diguyuri apa pun. Adalah tepat saat Seohyun menatapnya meski itu dari kejauhan. Matanya sayu. Kyuhyun tidak nyaman  terlebih selain Seohyun, Namja yang sedang berbicara dengannya—kalau tidak salah namanya Yesung—juga ikut menatap sambil mengangkat alis.

“Heii…” Kyuhyun mencoba menggerak – gerakkan bibirnya kearah Seohyun. Lebih baik dari pada Ia harus mematung salah tingkah. Kyuhyun memajukan wajah sambil menatap penuh tanya kearah Seohyun.  Beberapa detik kemudian Seohyun sudah duduk didepannya sambil menekukkan wajah.

“Bagaimana?” Kyuhyun memajukan wajah sambil memasang wajah ingin tahu.

Seohyun bergeleng.

Kyuhyun berdecak, “Kenapa tidak bertanya pada temanya lagi ?”

“Temannya tidak ada yang tahu.”

“Keluarganya mungkin.”

“Keluarganya akan mengusirku…”

“Kenapa ?” Namja itu mengangkat alis.

Seohyun kembali bergeleng.

“Sebuah benda?”

Kali ini pertanyaan Kyuhyun membuat Seohyun tersentak. Ia bisa melihat betapa namja itu menatapnya dengan wajah harap – harap cemas. Seharusnya Kyuhyun tidak perlu seantusias ini. Menanyakan ini dan itu…  “Mwo?”

“Maksudku benda peninggalannya… Mungkin disitu ada petunjuk dimana dia sekarang.”

Seohyun menatap namja dihadapannya itu tanpa berkedip, “Aku punya cinc—“

Dering Ring tone namja itu membuat ucapannya terpotong begitu saja. Seohyun menghela nafas lalu menatap Kyuhyun dengan wajah malas. Kini, tidak ada pilihan lagi selain mendengarkan obrolan Kyuhyun dengan seseorang diseberang sana… “Yoboseyo Umma.”… “Mwo?”… “Umma Please jangan paksa aku lagi.”…”Baiklah tapi hanya sekali ini.”…”Nde.”

“Kajja, aku tidak punya waktu banyak lagi.” Kyuhyun tiba – tiba saja menarik sebuah tangan yang sedang terlipat diatas meja. Seohyun membulatkan mata.  Hampir saja Ia memekik kuat saking terkejutnya dengan perlakuan mendadak barusan.

Kyuhyun yang merasa jika dirinya baru saja membuat kesalahan itu langsung melepaskan tangan  Seohyun. Ia mengedarkan pandagannya kearah jendela ruangan sembari berkata, “Kita bisa mencari barang – barangnya yang lama. Mungkin kau masih menyimpannya atau menanyai tetangganya atau menyambagi  tempat tinggalnya dulu, mungkin saja disana ada selembar tulisan tentang kemana dia pergi atau…” Jelas Kyuhyun—-sebenarnya asal. Tapi Entah kenapa Seohyun malah menatapnya dengan mata berkilat – kilat.

“Sampai kapan kau akan menatapku seperti itu ?!” Tanya Kyuhyun yang mulai merasa tidak nyaman dengan tatapan Seohyun yang begitu lekat kearahnya.

Seohyun cepat – cepat bergeleng lalu menunduk menyesal, “Mian…”

“Kalau begitu cepatlah !” perintah Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Ia terus saja berjalan lurus sampai Seohyun memanggilnya dari belakang. Kyuhyun menoleh.

“Gomawo…”

Kyuhyun tersenyum tipis, “Tidak perlu sungkan… Aku hanya sedang bosan.  Kupikir lebih baik jika aku membantu orang lain dari pada  harus menggerutu seharian karena tingkah Umma.” Jelas Kyuhyun kemudian melanjutkaan langkah. Seohyun hanya diam tidak menaggapi apa pun.

…………….

Terik matahari menjelang siang terasa semakin menyengati kulit. Seohyun beberapa kali mengibaskan rambutnya kebelakang  untuk  sekedar mengangin-anginkan lehernya yang mulai dibasahi keringat. Beberapa kali juga yeoja itu menghela nafas sambil berpikir tentang  rute jalan yang harus Ia lalui untuk menuju suatu tempat seperti kata Kyuhyun—- tempat dimana ‘dia’ tinggal dulu dan bertemu dengan tetangganya. Yeah.

Kyuhyun tiba – tiba saja memberhentikan langkahnya membuat seohyun menoleh sambil bertanya heran, “Apa ada? Apa ada yang tertinggal?”

Namja itu hanya menggeleng kemudian berbalik menatap Seohyun, “Sebelum melakukan sesuatu, kau harus merasa nyaman dengan dirimu bukan?”

Seohyun mengangkat alis, “Apa maksud—-“

Belum selesai Ia berucap, Kyuhyun lebih dulu menarik tangannya menuju suatu tempat. Namja itu menengok kekanan dan kekiri. Ia menyebrangi jalan saat melihat ruko kecil diseberang sana. Hingga pijakan kaki mereka sudah menapaki gedung toko yang dipenuhi oleh berbagai macam aksesoris wanita. Tanpa basa- basi lagi Kyuhyun menarik Seohyun kedalam.

“Untuk apa kita kesini?” Tanya Seohyun heran pada namja yang tengah memilah – milah benda warna warni dihadapannya.

“Kau ini yeoja atau bukan sih?! Kenapa malah bertanya seperti itu ? Ah Ra Nona saja suka sekali jika datang ketempat seperti ini.” Kyuhyun mengambil sebuah kunciran rambut didepannya kemudian berbalik kearah Seohyun, “Pakai Ini ! Cepat ikat rambutmu.”

“APa?!” Seohyun membulatkan matanya masih bingung. Kyuhyun berdecak dan langsung melakukan jalan pintas untuk mencapai keinginannya—-mengikat rambut Seohyun.

Pelan pelan Seohyun mendelikkan mata kebelakang dan mendapati Kyuhyun tengah menyisir rambut lebatnya dengan jemarinya kemudian menggelung geraian rambut tersebut. Namja itu mengaitkan sebuah kunciran ditangannya, sedikit merapikan lalu tersenyum puas.

Seohyun memegang kepalanya dengan rambut tergelung. Tangannya bergetar karena beberapa detik yang lalu yeoja itu belum bisa bernapas dengan benar.  Kenapa Ia  jadi merasa aneh begini?

“Baiklah begini lebih bagus.” Kyuhyun menyapukan kedua tangannya kemudian menuju meja kasir. Namja itu kemudian  muncul lagi dan menarik—- atau lebih tepatnya menyeret—-tubuh Seohyun untuk melangkah keluar.

“Gomawo, aku merasa nyaman sekarang…” ucap Seohyun pada namja yang sedang berjalan disampingnnya. Ia menunduk sambil tersenyum, ‘Apakah bisa kunciran ini tetap  menggelung dirambutnya?’

“Baiklah, Aku mulai lupa tentang sudah berapa kali kau mengucapkan ‘Gomawo’ hari ini. Mungkin lebih baik jika kau menaktirku saja, Iya kan?” Kyuhyun bertanya sambil menoleh kesamping namun Seohyun sudah tidak ada. Mereka tidak lagi berjalan beriringan sejak entah kapan.

Kyuhyun berbalik kebelakang. Seohyun tampak berdiri mematung menatap  kearah tikungan jalan. Kyuhyun mengikuti arah pandang Seohyun seraya bertanya, “Apa ada yang salah?”

“Dia?” Seohyun begumam juga menerawang hingga membuat Kyuhyun mengerutkan kening. Persis ! Yeoja itu lantas berlari kencang kearah tikungan. Kyuhyun yang panik secara reflex mengikutinya.

Tepat didepan segerombolan remaja usia sekolah—Langkah seohyun terhenti.  Tampak jika beberapa dari mereka tengah berbisik satu sama lain. Saat itu juga tangan Seohyun mengepal kuat  menahan amarah. Sambil menstabilkan nafas, Ia menjerit, “Taemin apa yang kau lakukan disini ?! Kenapa tidak sekolah?” Suara Seohyun meninggi. Baru kali ini Kyuhyun mendengar lengkingan suara Seohyun. Tapi tunggu dulu. Namanya Taemin? Taemin, bukankah itu adiknya?

“Nona baru tahu yah?” balasnya tersenyum angkuh—-seorang namja remaja yang sedang mengenakan kaus oblong merah, “Kenapa baru tahu sekarang padahal aku sudah sering melakukannya?”

“Mwo?!”

“Nona tidak akan tahu, tidak mau tahu dan tidak pernah tahu karena Aku tidak ada artinya dimatamu.  Dirimu hanya memikirkan orang itu. Orang yang kuanggap sudah mati… Orang yang jelas – jelas sudah menyiksamu selama ini… Menggantungmu hidup – hidup dengan janji – janji  palsu dan bodohnya Nonaku yang satu ini sudah gila karenanya !”

“TAEMIN !” Seohyun memekik kuat sedangkan adiknya itu bungkam, “Jaga bicaramu ! Kau tidak tahu apa –apa ! Tidak usah berprasangka buruk dengan tuduhan seperti  tadi !”

Taemin bergeleng dan menatap nanar, “Aku tidak tahu apa – apa?!  Aku bahkan tahu bagimana dirimu setiap hari menangisi orang itu. Aku tahu bagaimana caramu menunggu orang itu. Tahu bagaimana Nona berangan – angan tentang orang itu. Bertahun tahun aku melihatnya !  Aku tahu semuanya… Jadi bolehkah aku bertanya tentang siapakah yang tidak tahu apa – apa dalam hal ini?”

Seohyun membatu. Ia terhipnotis oleh ucapan Taemin yang sangat menyudutkannya. Menangis setiap hari, menunggu sambil berangan – angan. Selama ini Seohyun memang melakukannya. Menganggap bahwa Taemin sudah besar dan hal- hal seperti itu bukan lagi menjadi masalah baginya.  Ia belum sekali pun berbicara—apa lagi menyahuti—tentang masalah seperti ini sebelumnya. Mungkinkah karena Taemin haus akan kasih sayang? Namun Ini mustahil karena selama ini anak itu terlihat baik – baik saja—Dimata Seohyun.

“Pernahkah Nona memperhatikanku? Pernahkan Nona bertanya padaku bahwa apakah aku sudah makan atau belum ?  Dan juga pernahkah Nona menelpon saat aku terlambat pulang, Huh?!” Taemin kembali menyahuti dengan nada mendesak. Kali ini Seohyun benar – benar tidak mampu berkutik.

Taemin menatap tajam kearah Kyuhyun. Ia melangkah dengan pandangan lurus. Tidak peduli dengan bahu Seohyun yang terkena senggolan hingga membuat tubuh nonanya itu oleng.

 “Dan kau ! Kau yang membuat Nona jadi seperti ini ! Kau harus bertanggung jawab ! kembalikan Nona seperti dulu … kembalikan !” Taemin mengguncang – guncang tubuh Kyuhyun.  Namja itu mematung kaget dan hanya menatap Seohyun dengan tatapan meminta penjelasan.

“Taemin Hentikan !”

Bentakan Seohyun membuat Taemin memberhentikan aksinya. Seohyun mulai menarik nafas dalam, “Hentikan ! Hentikan  atau…  atau  jangan anggap aku sebagai Nona – mu lagi !”

Taemin tertawa – tawa sendiri mendengar ancaman Seohyun. Ia juga tidak mengerti harus berbuat apa, jadi namja kecil itu pun hanya menatap Seohyun miris, “Dengar Nona ! Jangan harap aku mau berubah sebelum Nona berubah ! Sudah jelas kan?!”  Ucapnya lalu melenggang pergi bersama  gerombolan teman – temannya yang lain.

“Yak Taemin berhenti disitu Yak !” Seohyun berteriak frustasi hendak mengejar Taemin.  Kyuhyun yang menyaksikan hal tadi sontak menahan langkah Seohyun dengan mendekapnya dari belakang. Seohyun langsung berontak dan berusaha menyikut lengan Kyuhyun yang  masih saja melingkar. Kyuhyun berpikir jika semuanya akan bertambah kacau jika emosi Seohyun tidak terkontrol layaknya sekarang. Taemin butuh ketenangan saat bertemu dengan Seohyun dan bukan dihadiahi oleh amarah yang meledak – ledak.

Kyuhyun beberapa kali berbisik menenangkan yeoja dalam pelukannya itu tapi Ia terus saja meronta – ronta seperti orang gila. Bahkan tidak memperdulikan lagi  tatapan aneh dari orang – orang sekitar.  Seohyun terus saja berteriak – teriak tentang mengapa adiknya menjadi seperti ini. Wajahnya yang basah  juga terus – terusan menatap penuh permohonan.

“Seohyun dengar ! Taemin butuh sosok pelindung. Dia butuh waktu untuk menenangkan diri begitu juga dengan dirimu !” Kyuhyun menyeru persis ditelinga Seohyun.

Sesaat kemudian tubuh Seohyun melemah. Yeoja itu mulai agak merosot kebawah membuat Kyuhyun harus menopang tubuhnya sebisa mungkin.  Tatapan seohyun berubah pasrah. Ia perlahan – lahan menatap punggung adiknya yang semakin menjauh. Seohyun menggeleng. Tidak ada bayangan sedikit pun bahwa anak penurut seperti Taemin akan berubah menjadi seorang pembangkang.

“Apakah kau baik – baik saja?” Kyuhyun melepaskan dekapannya kemudian memegang pundak Seohyun. Ia menatap khawatir tatkala tubuh yeoja itu bergetar juga wajahnya memerah menahan tangis. Beberapa detik kemudian Kristal bening dari matanya mengucur deras. Kyuhyun baru saja akan membasuh pipi Seohyun tapi yeoja itu buru – buru menepisnya.

“Jangan dekati aku lagi. Jangan temui aku dengan keadaanmu yang seperti ini !”

“Seohyun apa maksudmu?”

“Aku sudah lelah menunggu, sudah lelah mencarinya sampai adikku menjadi seperti ini. Cukup jika hidupku harus hancur tapi tidak untuk Taemin !” Seohyun menyeka air matanya kemudian menarik sebuah cincin perak yang melingkar dijari manisnya. Seohyun melempar benda itu hingga berdenting cukup keras, “Lupakan semua. Aku juga akan melupakannya.”

Kyuhyun mengerutkan kening. Ia sangat bingung harus menanggapi apa karena sedikitpun kalimat Seohyun sulit sekali tercerna dalam otaknya. Kyuhyun hanya tahu jika Seohyun memang sedang menunggu seseorang—- yang dimaksud menghancurkan hidupnya. Tapi tatapan Seohyun  barusan seperti hendak menuduh. Jadi Kyuhyun salah apa?

……………………. TBC…………………..

 

5 thoughts on “FF Seokyu – What Is Yours 2

  1. try berkata:

    makin seru critax.
    seneng, seokyu makin akrab meski seo mulai kmbli sedih krna adikx.
    smoga msalah seo cpt terselesaikn.
    next, smangth!

  2. 처 현니 berkata:

    Sebenarnya masih bingung sama alur ceritanya..

    Benarkah donghae oppa sudah meninggal??
    Sebenarnya apa yg terjadi??
    Trus apa hubungan donghae dan kyu dan ommanya??
    Seperti ada yg disembunyikan eomma kyu soal donghae..

    Kenapa seo jadi seperti menuduh kyu g2?
    Taemin tadi salah orang thu marah”.
    Mungkinkah seo memang sedikit mengalami gangguan kejiwaan??

    Lanjut chingu..
    Ceritanya bikin penasaran.

  3. guixu-xian berkata:

    aigo..aku ikutan stres baca fic ini…
    Seohyun terlalu larut dalam kesedihan atau mungkin kewarasan dia sudah hilang separuh? Huuh..memusingkan tapi menarik
    jadi setelah ini apa seo akan kembali normal dan bisa berbaikan dan sedikit peduli dengan sekitara terutama taemin? Terus nasib kyuhyun yang sepertinya ikut disalahakan disini gimana?

  4. kyulovely berkata:

    ga tau ya… untuk apa donghae disini? pacarnya seo? kecelekaan? meninggal gara2 kyu? kyu amnesia? seohyun mau marah tapi yang mau dimarahin juga gatau. tapi ya kok iya 2 tahun yg lalu masih mau nungguin?

  5. linslinaw berkata:

    aduh aku baru inget masih ada ff ini yg blm aku baca hihi😀
    aishh makin sulit ditebak.. jadi donghae bener bener udh end?? kenapa bisa? trs juga si eommanya kyu kok kenal donghae? hemmm
    taemin kenapa? dia jd apa ? kok seo bisa ampe marah gitu? aigooo bener bener kaya tekateki sulit ditebak.. lanjut baca😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s