FF Seokyu – What Is Yours 1

Image

Title : What Is Yours

Author : Nana Shafiyah a.k.a Nasha

Genre : Romance

Rating : PG-13

Cast : SNSD  Seohyun, Super Junior Kyuhyun

Other Cast : Super Junior Donghae

Happy Reading ^^

Tak ada seorang pun yang pernah menunjukkannya…

What Is Yours

Layaknya menunggu seseorang  dengan sekilas bayangan fana. Dibawah sorot lampu malam, dia duduk disana. Entah kemana arah pandangannya tertuju. Untuk apa, dan kepada siapa.  Kosong. Hanya itu yang tertampak. Bahkan  sedikitpun tak ada kata – kata prasangka yang sanggup terucap. Semua, kaku.

Entah apa yang Ia cari. Seorang yeoja yang setiap malam meringkuk kedinginan dibawah lampu sorot. Yeoja berambut hitam panjang. Rambut yang menggerai punggung  tubunya yang kurus. Mata bulatnya seperti menyipit ditelan oleh tangisannya sendiri. Dia sendiri dengan wajah kepasrahan.

“Seohyun…” ucap suara berat  dari arah belakang.

Sekilas yeoja itu menoleh masih dengan pandangan kosong, “Siapa?”

“Cho Kyuhyun.”

Seohyun memandang sinis dengan bibir sedikit bergetar. Kyuhyun yakin jika yeoja itu  sedang menggigil hebat. Kyuhyun percaya itu, karena Seohyun hanya mengenakan t-shirt jingga serta jeans biru tua ditengah cuaca dingin yang sungguh menusuk kulit. Namun  Sialnya, Yeoja itu malah berlagak seperti tidak merasakan  apa pun.

Beberapa detik Seohyun berpikir. Mata bulatnya menyipit, “Cho Kyuhyun? Kau siapaku? Bertingkah peduli? Buk…”

“Aku sering melewati jalan taman ini setiap malam. Sering melihatmu. Orang – orang juga tahu itu.’Yeoja  bodoh yang setiap malam duduk dibawah lampu taman? Seohyun maksud Anda?” Kyuhyun menjeda ucapannya untuk menilik ekspresi Seohyun yang berlagak sedikit kaget, “ Kau tahu? Saat aku bertanya tentangmu, orang – orang disekitar sini akan menjawab seperti itu.”

“Jadi?”

“Orang – orang menganggapmu bodoh.”

“Lalu apa urusannya denganmu  Cho Kyuhyun-ssi?” Seohyun menatap tajam.

Kyuhyun memandang ragu, “Dan…  aku tidak suka.”

“Wae?”

“Karena menurutku kau tidak pantas disebut bodoh. Kau terlalu manusiawi untuk disangka bodoh. Terlalu bisa menggunakan otakmu, mungkin hanya kurang paham  tentang tindakan yang lebih bijaksana.”

Seohyun menatap sekelilingnya. Tampak sekali jika Ia  sudah kehilangan selera untuk meladeni  namja dihadapannya itu, “Dan Aku akan gila jika melihatmu terus berdiri didepanku.” Timpalnya pelan.

“Siapa yang kau tunggu ?” Kyuhyun  balas menimpali tanpa menanggapi perkataan Seohyun sebelumnya.

Seohyun tertegun seolah pertanyaan barusan begitu mencekik lehernya. Sedikitpun pandangannya tidak terlepas dari rerumputan  yang bergerak – gerak  tertiup angin.  Ditengah keheningan Ia menjawab dengan nada melayang , “Seseorang…”

Kyuhyun mengangkat alis,”Seseorang ?”

Bergeleng pelan. Seohyun seperti tersadar dari lamunannya kemudian menatap Kyuhyun tajam, “Iya, Jelas?” ucapanya menyahuti kembali, “Pergi dari sini, atau aku akan teriak  !”

Tetap membatu dan itulah yang terjadi ketika tanpa suara lagi, Seohyun menatap tajam dan dalam.  Kyuhyun melihat titik hitam didalam mata Seohyun,  seperti hipnotis. Sesuatu didalam diri yeoja itu, seperti  mendesaknya menyerahkan  apa pun.

“Pergi !”

“Eh?”

Seohyun meniup ubun ubunnya merasa terlalu lama berbasa – basi. Ia  berteriak keras – keras , “PEMERK—–”

“Ya yaa…” Kyuhyun  buru – buru memotong, “Jangan lanjutkan perkataanmu, aku akan pergi !”

Kyuhyun melangkah mundur kebelakang. Dengan cepat namja itu berbalik kemudian menghilang dalam hitungan detik.

Seohyun menunduk menatap pasrah. Tampak aneh didepan semua orang. Semua itu demi dia. Seseorang yang bahkan sampai sekarang bayangannya pun belum Nampak. Dia datang.

Pasti datang.

…………….

Dari balik kaca mobil, Kyuhyun memandang cemas suasana diluar sana. Sejak  namja itu keluar dari kantornya dua jam yang lalu, Ia hanya terdiam dipinggir jalan memelototi aliran air dari langit yang mengguyur deras. Pikirannya melayang pada sebuah percakapan seminggu yang lalu. Percakapan  saat dirinya berbicara pada seorang yeoja yang setiap malam meringkuk dibawah lampu sorot jalan. Seohyun.

Seohyun tidak mungkin senaif itu. Ditengah hujan deras seperti sekarang, Seohyun tidak mungkin melakukan kebiasaan rutinnya setiap malam.  Kebiasaan rutin? Mungkin lebih tepat jika dikatakan ritual gila  seandaikan ternyata  Seohyun masih tetap kekeuh menunggu ‘seseorang’ itu. Seorang bayangan.

Tapi siapa yang bisa menjamin? Menjamin bahwa Seohyun baik – baik saja diluar sana, atau menjamin bahwa yeoja itu sudah tumbang tertimpa terjangan  hujan. Kyuhyun mengacak rambutnya asal. Perasaannya mendadak tidak tenang. Sungguh, memikirkan yeoja berkepala batu seperti Seohyun  benar – benar membuat tenaga Kyuhyun terkuras habis. Gelisah, penasaran, hawatir, tidak peduli, peduli. Semua itu teraduk menjadi satu.

Beberapa menit bergelantungan dengan wajah menimbang – nimbang. Kyuhyun menarik nafas meyakinkan. Namja itu lantas membuka pintu mobil samping kemudi. Ia berlari menggelar jaket diatas kepalanya. Namun percuma, hujan  terlalu deras hingga tubuh namja itu setengah basah.

Kyuhyun menoleh gelisah kearah tepi jalan taman  di dekat lampu sorot. Namja itu menyipitkan mata mencari sosok yang sedari tadi berterbangan  dalam pikirannnya. Kyuhyun menghela nafas. Benar, dia masih disana. Duduk terselungkup. Mengigil kedinginan ditengah hujan.

“Kenapa masih disini ?!” Seru  Kyuhyun terdengar samar – samar. Seohyun hanya terdiam tanpa menoleh. Bibirnya yang membiru tertutup rapat.

“Seohyun, bangun !” Kyuhyun menarik lengan Seohyun kuat – kuat.  Lengan yang sungguh dingin. Yeoja itu membelakkakkan mata.

“Apa yanga kau lakukan ?!” Kesal Seohyun menghempaskan tangan yang hendak menariknya.

“Kita ketempat yang aman ! Kau bisa tumbang jika terus – menerus duduk disini. Sekarang sedang hujan deras, apa kau sadar itu?!” ujar Kyuhyun setengah berteriak. Ia benar – benar kehilangan kontrol untuk berbicara baik – baik pada  yeoja  yang telah kehilangan separuh otaknya, seperti Seohyun.

Seohyun belum beranjak. Kali ini matanya berubah sayu, “Hujan?” desisnya seperti meracau pada dirinya sendiri, “Oh ya? Sejak kapan? Sejak  kapan hujan ?” Seohyun menjeda ucapannya lalu menerawang, “Kenapa setiap orang selalu menghindari hujan ? Berteduh saat hujan, membatalkan janji karena hujan, takut sakit karena hujan , takut basah karena hujan. Hujan… Bukankah hujan itu anugrah dari tuhan. Jadi kalau aku basah itu adalah anugrah,  kalau aku tumbang, itu juga anugrah…”

“Seohyun…” Kyuhyun  berjongkok mensejajarkan posisinya dengan Seohyun.

Lantas Seohyun mengangkat kepala. Menatap Kyuhyun dengan sisa mata merah. Ada genangan dalam matanya yang bercampur dengan air hujan. Kyuhyun terkesiap hendak mengatakan sesuatu namun samar – samar suara lebih dulu menimpali.

“Dia sudah datang, dia kemari,  dan aku sudah bertemu dengannya.” Ucap Seohyun tiba – tiba. Kyuhyun tertegun, mencerna maksud dari ucapan Seohyun.

“Dia?”

“Dia, seseorang yang kutunggu. Kau penasaran ?  Dia sudah pergi, mungkin benar- benar pergi dan tidak akan kembali.” Jelas Seohyun dengan suara bergetar.

“Lalu kenapa masih menunggunya?” desak Kyuhyun tak sabar. Kini, Ia benar – benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Seohyun.

“Dia akan menemuiku lagi disini… Ditaman ini, tempat  dimana Aku memilih untuk menerobos masa – masa kehidupan  kelam  bersamanya. Memang belum terjadi tapi suatu saat nanti akan terjadi.” Seohyun kembali meracau membuat Kyuhyun mengerutkan kening lekat – lekat.

“Apa?” Kyuhyun menatap tidak percaya. Bayangkan, manusia mana yang rela mempertaruhkan hidupnya untuk sebuah kekosongan abadi seperti ini ? Mempatartaruhkan kebahagiannya demi sebuah kefanaan  yang  jika memang nyata, semua itu akanlah sia – sia juga.

“Aku ingin bertemu dengannya lagi. Mungkin suatu saat nanti, Ia akan berubah pikiran.”

Menarik nafas panjang. Kyuhyun berpikir singkat, “Seohyun –ssi, hentikan kekonyolan ini !”

Seohyun mendelik, “Kekonyolan ?”

“Hidup ini adalah kenyataan bukan permainan ! Tolong, jangan kau jadikan hidupmu itu layaknya lelucon aneh yang pantas ditertawakan orang banyak !” Kyuhyun menatap tajam wajah Seohyun yang juga tengah dipenuhi kilat kekesalan.

Seohyun terkekeh, “ Tahu apa kau tentang hidupku ?”

“Kau, memikirkan seseorang yang bahkan tidak memikirkanmu sama sekali. Menyiksa diri agar dia datang padamu. Ah, mungkin juga tidak akan datang.  Menunggu berhari – hari dengan pikiran hampa. Bisakah kau menghitung berapa banyak kebutuhan  tabung oksigen  untuk menampung nafasmu yang terbuang sia- sia ?”

Seohyun mengerutkan kening. Menatap namja dihadapannya. Ingin sekali memusnahkan orang itu secepat mungkin, “Terbuang sia – sia?!” kutip Seohyun mempertegas, “Lalu untuk apa kau disini? mempertaruhkan waktumu yang berharga untuk orang sepertiku ? Kau pergilah sana! Aku tidak butuh diceramahi olehmu !  ucapanmu itu terdengar seperti bualan ditelingaku. Kau hanya perlu mengingat kehidupanmu sendiri. Mengerti?”

“Aku  tidak seindividualis itu !”

“Oh ya? Lalu kau ingin menjadi super hero? Sudahlah, Kau tak perlu repot – repot muncul didepanku ! Aku tidak butuh !”

Kyuhyun menatap dalam diam, “Benar-benar keras kepala !” decaknya sebal.

“Pergi sana !”

Lengkingan suara Seohyun sungguh terdengar menghentak dalam pendengaran Kyuhyun.  Mungkin yeoja itu harus merenovasi ulang pikirannya yang sudah terlanjur rusak dengan lubangan dimana – mana. Benda rumit dalam kepalanya jelas tidak mampu lagi memproses bagaimana bentuk keprihatinan orang lain. Sendiri, hanya hidup dalam kehampaannya saja. Miris.

Kyuhyun mengangkat wajah menatap Seohyun sekali lagi, “Baiklah, selamat menunggu !”

Tanpa mengucapkan kata setelah itu, Kyuhyun bangkit dan berbalik meninggalkan Seohyun.  Kyuhyun berjalan menjauh dengan sisa nafas kesesakan yang masih meraung – raung dalam dadanya. Namja itu tidak habis pikir tentang tindakan riskan yang diambilnya.  Menaruh sikap peduli terhadap yeoja yang pikirannya sudah gelap termakan oleh kabut pekat.

“Tolong berhentilah sebentar !”

Suara detakan jam seolah lenyap, Kyuhyun memberhentikan langkahnya. Merasakan ada seseorang yang mendekapnya dari belakang. Lingkaran tangan mungil disekeliling pingggangnya membuat namja itu kehilangan nafas. Dia, Seohyun dengan suara bergetar menghalau  dengan nada permohonan. Kyuhyun terdiam. Ingin menebak segala yang terjadi. Namun percuma. Seohyun, yeoja itu rupanya  menyimpan banyak teka teki rumit.

“Aku tidak pernah berbicara seperti ini kepada siapapun. Tapi kepadamu aku menitipkan harapan yang selama ini kupasung sendiri. Saat kau berkata tentang kepedulianmu terhadapku, aku percaya.  Entah karena apa. Mungkin jawabannya akan menyusul suatu saat nanti.”

Kyuhyun masih membeku ditempat. Bibirnya kelu, otaknya membatu. Terasa sebuah  benda berat  bersandar sempurna dipunggungnya, Suir  hembusan nafas sesak  bertiup perlahan.  Pun terasa aliran hangat yang merambas,  melengkapi basah kemejanya. Dia  masih menagis? Cukup itu yang terpikir.

“Aku sudah lama menantinya. Dia ada disini, di kota Seoul dan aku ingin bertemu dengannya. Tidak dengan menunggu, karena kau sendiri yang bilang jika percuma.”

Mengangkat alis kemudian berbalik, Kyuhyun menatap Seohyun. Yeoja itu terkesiap dengan mata sembabnya. Seohyun menunduk. menghindari tatapan Kyuhyun. Tampak jelas jika  Seohyun merasa tidak nyaman dengan tatapan selidik seperti itu.

“Aku tidak punya seseorang yang mempedulikanku lagi… Jadi bantulah aku mencarinya. Aku ingin berkata sesuatu padanya, hanya sekali saja. Kumohon bantulah aku !” Mohon Seohyun semakin mendudukkan wajahnya, “Aku janji tidak akan lagi menunggu setelah berhasil menemuinya.”

“Bagaimana aku membantumu menemuinya ?” Kyuhyun berkata setelah sekian lama berpikir.

Seohyun menyeka air matanya kemudian mengangkat wajah, “Aku akan memberikan petunjuk padamu.”

Petunjuk ? Itu terdengar seperti tugas seorang detektif. Baru baru ini, Kyuhyun berpikir tentang Seohyun.  Terkadang kata – katanya terdengar menggelikan. Kadang – kadang Ia  terlalu rapuh, juga kadang tidak tahu malu.  Yeoja misterus yang butuh pendekatan.  Saatnya mengungkap teka teki rumit dalam diri Seohyun.

“Baiklah tapi kau juga harus membantuku…”

“Apa?” Seohyun berkata takut – takut.

“Aku juga akan memberikan petunjuk padamu nanti.”

Kyuhyun menancapkan jari kelingkingnya diudara. Seohyun menatap bingung. Cukup lama mencerna apa yang terjadi, Seohyun kemudian mengangguk- anggukkan kepalanya. Kyuhyun tersenyum singkat saat Seohyun mulai menautkan jari kelingkingnya. Sebuah akhir, sepasang kelingking  yang saling bertautan sebagai tanda jika keduanya memiliki janji satu sama lain.

………………………………….

“Dengan siapa?”

Nada penasaran Seohyun terdengar berkali – kali.  Kyuhyun hanya diam setelah berkata bahwa Ia akan bertunangan. Namja itu masih sibuk sendiri dengan kemudi mobilnya. Bagaimana pun hujan yang beberapa waktu lalu menguyuri tubuhnya, membuat organ gerak namja itu mengigil kaku. Berucap pun sulit. Dan sekarang sebisa mungkin Kyuhyun harus bisa mengendalikan benda beroda empat tumpangannya.

Dan Seohyun. Seohyun duduk tenang dibangku samping kemudi. Yeoja itu masih bisa merasakan kehangatan dari jas yang membalut tubuhnya.  Jas milik Kyuhyun yang dipakainya dengan nyaman, sedangkan sang pemilik jas nyaris beku. Mestinya Seohyun yang harus bertanggung jawab atas dampak yang timbul akibat acara berhujan – hujan ria tadi itu, bukan?

“Pacarmu ?” Seohyun berkata tiba – tiba. Yeoja itu sedikit memekik saat Kyuhyun memberhentikan mobilnya mendadak.

Seohyun menatap heran kearah Kyuhyun. Wajah namja itu tampak shok. Entah apa yang terjadi namun saat Kyuhyun balik menatapnya Seohyun beralih menundukkan wajah.

“Mianhae…” Lirih Seohyun, merasa ada yang salah dengan ucapannya barusan.

Kyuhyun menoleh kearah luar kaca jendela. Ia lantas termenung menatap kemudianya.

“Dia  seseorang yang tidak kukenal, bukan pacarku hanya keinginan keluarga.” Ucap Kyuhyun akhirnya meski masih menatap lurus.

Seohyun menggangguk – anggukkan kepala, tidak berkata  apa – apa.

Sepi. Kyuhyun tidak segan mengundang keheningan muncul diantara dirinya dan Seohyun. Seolah mempersilahkan sapuan angin  menghimpit pernafasan. Mengizinkan bunyi tekanan udara berlalu lalang dalam pendengaran. Seohyun tutup mulut kemudian  terkesiap saat menilik Kyuhyun yang sepertinya  telah siuman dari lamunan panjang.

“Gedung yang disana…” gumam Kyuhyun.

Seohyun mengangkat alis. Menoleh kebelakang dari kaca jendela. Gedung apartement  tua berlantai tujuh yang usang. Hitam terbakar dan dipenuhi lumut.

“Kenapa seperti itu?”  sambungnya kembali.

“Itu sudah lama terbakar, kira – kira dua tahun lalu. Tidak ada pihak yang mau bertanggung jawab memperbaikinya, sampai sekarang  masih tetap sama…” jelas Seohyun

“Oh ya?” gumam Kyuhyun dengan pandangan berpikir keras, “Rumahmu masih jauh?”

Seohyun tersentak oleh suara Kyuhyun yang tiba – tiba, “Sebentar lagi, lurus saja. Jika ada pertigaan, belok kanan kemudian belok kiri, dan lurus lagi. Saat ada patung selamat datang, segera belok kanan. Disana ada perempatan, belok kiri yang lewat tikungan.  Lurus  terus dan kau akan bertemu gang kecil ketiga dari kiri. Rumah bercat kuning itulah rumahku.”

Kyuhyun mengangguk. Ia lantas menyalakan mesin mobilnya. Melaju dengan cukup kencang disepanjang perjalanan tanpa bertanya  sepatah kata pun pada Seohyun.

“Belok kiri.” Sanggah Seohyun memecah keheningan. Ia sedikit was – was jika  nantinya Kyuhyun salah jalan,  “Kalau ad…”

“Ada patung selamat datang, segera belok kanan. Disana ada perempatan, belok kiri yang lewat tikungan.  Lurus  terus dan aku akan bertemu gang kecil ketiga dari kiri. Rumah bercat kuning itulah rumahmu.” Sambung Kyuhyun membuat Seohyun bungkam.

‘Dia mengingatnya?’

……………..

“Kau tinggal sendiri?”

“Orang tuaku tidak ada di Seoul. Mereka di Busan. Disini hanya tinggal aku dan adikku, Taemin. Dia selalu sibuk dengan kegiatan ekstrakulikulernya. Sampai sekarang pun belum pulang.”

Hanya suara percakapan  itu yang terlontar ketika Seohyun mulai memutar kunci rumahnya.Yeoja itu lantas mendorong gagang pintu emas, menimbulkan Suara geretan pintu kayu  yang berdecit nyaring dalam pendengaran. Tampak ruangan yang cukup luas, tak banyak perabot. Hanya ada  meja dan kursi rotan diruang tamu. Tanpa berhias lukisan atau photo disisi dindingnya.

“Duduk dulu dan cepat ganti bajumu yang basah itu, cukup masuk kedalam ruangan berpintu hijau, itu kamar adikku.  Aku akan membuatkanmu sesuatu.” Suara Seohyun memecah keheningan ruangan.  Kyuhyun agak tersentak, melihat kearah Seohyun yang tengah membetulkan posisi meja tamu.

Kyuhyun tersenyum sungkan, “Emm.. Mungkin lebih baik aku pul…”

“Jangan menolak kebaikan orang lain!” Timpal Seohyun  kemudian melanjutkan, “Aku kebelakang sebentar. Kalau Aku kembali, kau harus sudah rapih.” Sambungnya tersenyum singkat. Senyum entah bagaimana membuat Kyuhyun membatu.

Tanpa menunggu jawaban, Seohyun melenggang pergi menuju kearah dapur. Kyuhyun yang tadinya hendak mengatakan sesuatu hanya dapat menghela nafas. Pilihan sekarang mendesaknya untuk pasrah mengikuti permintaan Seohyun. Lantas Kyuhyun beranjak menuju mobilnya untuk mengambil pakaian – pakaian yang dibutuhkannya sekarang.

Agak takut – takut Kyuhyun masuk kesebuah kamar berpintu hijau yang tadi ditunjukkan Seohyun. Mengganti bajunya sesuai keinginan  Seohyun. Namja itu melihat kesekeliling kamar yang pada sisi dindingnya dipenuhi oleh poster – poster artis korea maupun luar negeri. Koleksi sepatu dari berbagai warna tegeletak dimana – mana. Kertas kertas berhamburan tertiup angin. Berantakan namun wajar karena ini memang kamar anak lelaki usia belasan tahun.

Secarik kertas yang tersangkut diujung jarinya begitu menarik perhatian. Kyuhyun membungkuk, meraih  benda putih yang sepertinya usai tercoret tinta hitam.  Namja itu mengerutkan kening. ‘Taemin?’

“Seohyun Nona, Jangan menunggunya lagi kumohon. Mianhae karena aku sengaja menyibukkan diri disekolah.  Aku tidak tahan dirumah, Aku benar – benar lelah melihatmu terus memikirkan orang itu.”

“Dia sudah tidak ada Nona… Lupakan dia ! Jangan membuat Aku membencimu juga!”

“Dia sudah MATI…”

Kyuhyun mengigit bibir bawah.  Namja itu bergeleng pelan. Entah, seperti ada benda berat yang menghantam kepalanya. Bayang  bayangan samar mulai terlihat. Kalimat – kalimat itu, kenapa begitu menusuk?

“Lee Donghae…” Kyuhyun bergumam membaca secarik kertas yang sepertinya telah dibobek berkali kali hingga hanya menyisahkan nama itu, Lee Donghae. Kyuhyun mengedarkan pandangan kebawah lantai, benaknya begitu penasaran mencari beberapa robekan lagi yang mungkin bertuliskan kalimat utuh…

Tok tok tok…

“Apa sudah selesai?”

Suara ketukan pintu dari arah luar membuat Kyuhyun terkesiap. Namja itu melihat sekali lagi beberapa carik kertas yang  masih tergeletak bebas. Sungguh Kyuhyun masih ingin membacanya. Lagi. Namun Suara Seohyun barusan telah mendorongnya untuk menampakkan diri sesegera mungkin, membiarkan rasa penasaran dalam benaknya berkecamuk sendiri. Kyuhyun tentu saja enggan membiarkan Seohyun berpikir tidak – tidak  terhadapnya.  Pilihan mengantarkannya untuk menyanggupi permintaan pemilik rumah.

“Tentang tuna… maksudku calon tunaganmu itu…” Seohyun bertanya setelah duduk dengan suguhan yang dikatakannya sebagai minuman dari campuran tumbuh – tumbuhan. Sambil tetap tersenyum, Seohyun mengatakan bahwa minuman berwarna merah itu adalah resep dari keluarganya. Tidak pahit. Pikir Kyuhyun saat meneguknya sekali.

“Aku belum bertemu dengannya, mungkin besok pagi.” Jawab Kyuhyun tanpa ditanya.

“Besok pagi?” Seohyun berucap pelan seraya mengarahkan pandangannya pada jam dinding biru yang telah menunjukkan pukul Sembilan malam, “Lalu apa yang harus kulakukan ?”

Seohyun menatap Kyuhyun lekat. Beberapa detik berlalu namun tak ada jawaban,  “Jadi?”

“Eoh?” Kyuhyun tersentak pelan, “Tadi… Akhh..”

Seperti melayang. Semua berputar. Sesuatu terasa mendesak keluar, meronta – ronta dalam perutnya. Kyuhyun memejamkan mata. Ini, bukankah seperti yang dirasakannya dulu ? Sakit seperti ini kembali lagi.  Lemah, dan tenaganya seolah lenyap.  Kyuhyun hanya bisa merasakan sedikit benturan yang menahan kepalanya bersamaan dengan rangkulan kecil yang membawanya ke sebuah ruangan. Berjalan terseok mengikuti kemanapun sepasang tangan halus menuntun langkahnya. Terlalu rancu untuk menolak. Selain itu, gelap.

Ataukah halusinasi? Dalam kegelapan, sapuan lembut menghapus peluh dipelipisnya. Sangat nyaman. Merasa sudah terlempar masuk kedalam titik bawah sadarnya. Menonton sekelebat alur yang tidak jelas ujungnya. Panas, silau, seruan suara gaduh, senyuman. Senyuman seorang yeoja. Kyuhyun melihat semua. Semua yang entah bagaimana berputar acak. Sangat amburadul hingga membuat kepalanya berputar. Kembali silau,

‘Duaaarrr’

Terbangun dalam kepanikan. Nafas Kyuhyun memburu. Suara ledakan itu. Hanya mimpi? Tapi kenapa seperti nyata ? Kyuhyun memegang kepalanya yang dibanjiri oleh keringat. Pikirannya mengingat – ingat lagi tentang kejadian apa yang baru saja dilihatnya dalam kegelapan.

“Ini dimana?” Gumam Kyuhyun pada dirinya sendiri. Ia mengedarkan pandangannya menatap ruangan serba pink yang tampak rapih. Sebuah ranjang bermotif pelangi membuat namja itu mengerutkan kening ? Ini jelas kamar seorang yeoja. Seohyun?

Kyuhyun melihat pakaiannya. Masih utuh. Ia menghela nafas. Melihat kembali suasana disekelilingnya. Hinggga tangan namja itu tidak sengaja menyentuh sesuatu yang tergeletak disamping bantal jingga. Selembar foto.

Foto seorang namja yang sedang tersenyum. Namja berperawakan kurus dengan kemeja biru bergaris. Rambut panjang berponinya sedikitpun tidak menutupi mata bening yang memancarkan aura kebahagiaan. Yeoja disampingnya juga sama. Rambut tergerai panjang dengan mata berkilau – kilau. Yeoja itu tersenyum.  Dia seperti…

“Jangan !” sahut seseorang yang tiba- tiba muncul dari arah belakang. Seorang Yeoja yang langsung saja  menyambar  sebuah  Photo  dari tangan Kyuhyun.

Kyuhyun mengerutkan kening melihat tingkah, Seohyun . Hanya karena selembar photo usang?  Ingin bertanya, mengapa Seohyun begitu tidak terima, namun tapapan Seohyun yang memancarkan aura kegelisahan dan ketakutan mendalam, menahan Kyuhyun untuk melakukan semua itu.

Seohyun masih saja menatap Kyuhyun tajam.  Nafanya tersendat – sendat. Yeoja itu memegang dadanya sesak.  Kyuhyun semakin bingung. Seohyun. Bahkan sesuatu seperti ini begitu mengagetkannya. ‘Diakah Lee Donghae?’ pikir namja itu dalam diam mencekam.

“Bukankah sekarang kau harus bertemu dengan seseorang ?”

“Apa?” Kyuhyun berpikir sejenak. Matanya mengarah pada jam weker kecil diatas meja. Ternyata sudah menunjukkan jam delapan pagi.

Kyuhyun bangkit dari posisinya. Ia membetulkan kemejanya yang  terlanjur acak – acakan, “Kurasa Aku memang harus pergi sekarang. Gomawo atas semuanya, Annyong. ” Pamitnya berbalik menuju pintu.

“Tunggu…” seru Seohyun. Kyuhyun menoleh.

“Apa yang harus aku lakukan  untukmu?” tanya Seohyun ragu.

“Eoh?” Kyuhyun menatap bingung.

“Kau akan membantuku jika Aku membantumu, Bukan?”

Kyuhyun tersedak sendiri mendengar penuturan Seohyun.  Mengorbarkan seorang yeoja demi sebuah rencana pertunangan.  Lumayan keterlaluan meski keadaan memang mendesaknya. “ Begini…” ucapnya terdiam sejenak untuk bernafas.

“Bisakah kau…”

……………………

Ketukan demi ketukan terdengar pelan diatas sebuah meja bundar. Meja kayu berwarna putih itu sejak sekian menit yang lalu, beralih menjadi lampiasan perasaan gelisah. Perasaan yang mendadak kacau hanya karena seorang yeoja asing. Kini, dikepalanya masih tertinggal pertanyaan  – pertanyaan aneh yang terus saja bergelantungan.

Mungkin pikirannya sudah buntu atau apa, namun sangat tepat jika ternyata sosok Seohyun-lah yang menyebabkan semua itu. Kyuhyun melihat seperti ada magnet dalam matanya. Ada yang berbeda seperti utara dan selatan. Menariknya hingga melekat terlalu dalam.

Kacau. Hal yang membuat pikiran Kyuhyun  bertambah gamang adalah, menunggu seseorang yang tidak kunjung datang. Sudah setengah jam lebih duduk diam menatap secangkir white coffee didepannya namun nihil. Seseorang yang ditunggunya tak juga muncul dari pintu cafe. Siapa pun tahu jika Kyuhyun benci menunggu. Ia benar – benar bosan. Menjengkelkan ketika lagi – lagi dirinya harus  menunggu seseorang disetiap janji. Ck!

“Kyuhyun, Kau pasti sudah lama menunggu…” Ucap seorang  yeoja paruh baya dengan blouse merah. Seseorang yang dipanggilnya hanya menoleh sekilas.

“Tersenyumlah sedikit…”  peringat yeoja paruh baya itu, saat Kyuhyun melengos tidak suka.

“Sudah telat 30 meniit lebih, Eomma…” Kyuhyun menatap sebal.

“Sudahlah, kau ini selalu saja begitu…” Nyonya Cho tertawa ringan. Ia kemudian menarik  kursi kayu didepan anaknya. Kerut samar tampak menghiasi yeoja paruh baya itu seiring dengan waktu yang dipakainya untuk hanya melihat dalam diam  namja berkepala dua yang masih dianggapnya belasan tahun itu.

“Kemarin,  Apa Umma bertemu dengan Donghae?” Tanya Kyuhyun, mengarang pertanyaan asal tanpa perlu berbasa – basi. Nyonya Cho memekik kecil, Kyuhyun sadar akan itu namun ia mencoba bersikap biasa.   Kyuhyun merasa jika ummanya tahu persis, mengenai sosok  namja dalam photo yang dilihatnya  juga ukiran nama dalam kertas yang dibacanya kemarin. Sunggguh, siapa pun katakan, sudah berapa lama bayangan Seohyun berserta kerlap – kerlip misteri dalam diri yeoja itu menyangkut dalam pikiran Kyuhyun?’   Kepalanya bisa terbalik—-  ditambah lagi  sosok Donghae  yang semakin terpikir sosoknya  menjadi kian  familiar dalam benak namja itu lama kelamaan.

Nyonya Cho  terkekeh kaku dan tampak memandang bingung, “Donghae?” ucapnya dengan suara bergetar. Perlahan nyonya Cho menarik sudut bibirnya keatas.  Yeoja paruh baya itu berharap jika wajahnya tampak wajar sekarang, meski nyatanya Kyuhyun semakin menancapkan tatapan selidik.

“Ah kenapa tiba – tiba bertanya tentang teman sekolahmu  ? Dia itu sudah tidak ada…”

“Maksud Eomma?”

Nyonya Cho menghela nafas, “Dia…  Dia Sudah meninggal, dua tahun lalu. Mianhae saat Kau di Jepang Eomma lupa memberitahumu… Eumm karena dia juga bukan salah satu teman dekatmu jadi…”

“Apa Eomma mengenalnya  lebih ?”

“Tidak.” Nyonya Cho menjawab cepat. Kyuhyun menunduk kecewa. Dalam batin Ia terus memaksa pikirannya untuk mencerna apa yang sebenarnya dilakukan Seohyun. Dia, menunggu seseorang yang… Tidak mungkin. Seohyun masih waras. Jadi mustahil jika dengan kewarasannya yang masih utuh, yeoja itu menunggu seseorang yang… Sudah meninggal ?!

*PLAKKK*

“Dasar namja berengsekkkkk?!!!” pekikan suara seorang yeoja terdengar begitu melengking dalam pendengaran.  Praktis semua mata tercengang kearah sumber kegaduhan.

Kyuhyun menggesek pipinya yang memerah. Sedangkan Nyonya Cho menutup mulut menahan pekikan shok. Sekelebat kejadian tadi terus saja berulang dalam pikirannya. Pening. memusingkan melihat dunia terputar mundur. Jessica, yeoja yang hari ini akan dipertemukannya dengan Kyuhyun, datang secara tak terduga. Baik itu ekspresi wajah, ucapan dan  tindakan, semuanya serba diluar dugaan.

……………. To be Continued ……………

Segitu dulu y hehe ^^

Bye…

 

12 thoughts on “FF Seokyu – What Is Yours 1

  1. try berkata:

    anyeong.
    critax menarik chingu, penuh dgn teka-teki.
    suka ma karakter seokyu.
    penasarn penyebab donghae bs mati.
    ditngu kelanjtanx.

  2. eylnie berkata:

    Jadi seobb nunggu donghae..
    And donghae temannya kyu…
    Sebenernya donghae meninggal atau ngga???

    Lanjutannya ditunggu…

  3. Jumping BoA [SK_Wire's_Sakurai.Huang.Hyun] berkata:

    Annyeong,critanya bgus nieh, ,please ya! d lanjut,tulisannya jg bgus ,rapih,, bgus bgt nieh, ayo author author author . . . lanjut ya🙂
    ~NZ~

  4. seomates_siwonest_flamers berkata:

    Alur.ny sulit d tebak..
    kya sejenis prolog klo mnrut.q..hehe
    tp ff.ny ttp daebak (y)
    lnjutan.ny jgn lm” ne..^^
    fighting!

  5. Believe_SeoKyu berkata:

    Aaaa seperti puisi. Banyak kata2 yg konotasi. Hihi.
    Ahh Jessi pasti cuma mau menjebak Kyu. Agar org2 mengira Jessi dibuang stelah di apa2in Kyu. Aigooo. Ga bisa ngebayangin. Aku jg malu kalo jd Taemin. Punya kk agak ga waras. Menunggu sih boleh aja, tp dgn cara yg normal.

  6. asriredityani berkata:

    Aku kok ga ngerti ya ceritanya gimanaa.. Baguus penggambarannya kurang detail cumaan jadinya bingung ngebayanginnya deh hehehe

  7. guixu-xian berkata:

    panjang ya., jadi sedikit bingung menerka2 ceritanya
    jadi seo menunggu orang yang sudah meninggal? Apa dia terlalu shock? ‘-‘
    jadi apa yang harus kyu lakukan?
    Terus kenapa kyu ditampar?

  8. linaseokyu berkata:

    annyeong readers baru disini…. masih belum ngerti author, alurnya dan ceritanua sulit ditebak, si seo nunggu donghae karena apa? trs si donghae udh meninggal ceritanya? jess ada hub apa sama kyu? aish kata kata yg dipake juga berat bgt susah dimengerti hihi mian author ._.v lanjut baca aja deh hihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s