SuGen FF YeFany – Black Symphony (Ficlet)

Image

Halohaaa…

Aku kembali  nge-post FF Yefany.

Cerita  di FF kali ini emang nggak panjang panjang amet, soalnya Cuma terdiri dari 1100-an kata gitu deh, jd wajarlah kalo semisal  ngerasa FF ini  rada2 kependekan hehe. Peace ^____^

Oh ya, cerita ini terinspirasi dari lagu Sherina Munaf yang judulnya Simfoni hitam. Nah,  dari judulnya ajjah aku samain noh #plakkk

Kalo gitu dari pada banyak cing- cong mending  baca aja deh yawww…

Happy Reading ^_____________________^

…………………………

Ditengah badai aku bertahan.

Melawan arus yang siap menenggelamkanku kapan saja.

Seperti kehilangan akal, aku terus menerjang.

Perlahan kuteguhkan hati, berkata aku mampu. Aku sanggup meraba dengan detail, hamparan samudra luas.

Hingga titik tak terhingga…

Asal itu bukan dasar hatimu… Aku pasti bisa menyentuhnya.

Sesosok wajah malaikat tersungkup damai ditengah kegelapan ruang. Dia terjaga begitu lelapnya. Lelap dan teduh. Geliatan tubuhnya mampu membuat segaris lengkungan manis  terukir perlahan. Dengan tatapan menerawang Tiffany tersenyum.  Tersenyum seorang diri, mendalami siluet wajah namja dihadapannya. Miris. Tatkala hanya mampu  bertatap pandang dengan wajah seseorang disaat terlelap, Tiffany memilih menopang dagu dalam diam.

Tiffany ingin sekali berkata, jika dirinya sangat kecewa dengan seseorang dihadapannya. Yesung. Bahkan amarahnya telah menjalar menuju puncak ubun – ubun. Tiffany kecewa karena namja yang sekarang tengah terbaring ditengah ruangan serba putih itu hanya terdiam dengan selang infus ditangannya. Sungguh, Tiffany sudah tidak tahan dengan aroma zat obat – obatan memuakkan yang berkeliaran dalam ruangan super sempit dan sunyi. Bersemedi ditempat angker seperti rumah sakit, hanya demi menapaki wajah seseorang  dari dekat. Yah, Berkorban dalam ketidakwarasan.

Bisakah Yesung melihat tentang siapakah yeoja bodoh yang rela membuang waktu untuk memandangi wajahnya malam ini?

Tiffany berharap jika Yesung tersadar dari tidur panjangnya. Berharap sekali jika namja itu diberikan kesempatan sekali lagi untuk kembali menatap indahnya dunia ini. Tiffany rindu dengan senyum Yesung yang tergolong melecehkan, menganggap jika perasaan tulus seorang Tiffany Hwang, tidak lebih baik dari pada seongggok sampah.  Tiffany sangat ingin mendengar nada meremehkan dari seorang Kim Yesung. Tiffany tolol karena mencintai namja seperti Yesung… Tiffany tidak waras karena masih tetap mengharapkan seorang namja yang bahkan tidak pernah menyebut namanya sama sekali…  membalas ungkapan kasih darinya..

Jahat memang. Tiffany Menunggu Yesung tak berdaya seperti ini. Menunggu mata tajam  namja itu meredup hingga tak mampu membungkam lisannya. Menunggu hati namja itu mati rasa, hingga mudah terjamah oleh siapa saja, termasuk oleh bayangan semu… Seperti dirinya, Tiffany…

Bukankah Yesung memang selalu menganggap jika Tiffany adalah bayangan semu?

“Yesung Oppa ! Aku ingin bertanya sesuatu…” Tiffany tersenyum miring, “Kenapa tidak datang waktu itu, huhh? Kenapa tidak datang saat sudah aku bersedia menari seperti orang gila didepan teman – temanmu hanya untuk memenuhi syarat agar dirimmu bersedia menemuiku?! Ingin mempermainkanku ? Kau tahu? Aku menunggumu ditaman gelap sendiri. Aku menunggumu dalam kedinginan malam, aku mengigil menyebut namamu. Aku menggigil sambil bernyanyi, berharap jika  lagu yang aku nyanyikan bisa menuntunmu ketempat dimana aku berpijak. Kau… Bukankah kau sudah berjanji akan menemuiku malam itu ? Tapi nyatanya apa? Aku menunggumu bahkan saat hujan lebat, aku masih setia menunggu ? Berhujan – hujan tanpa kepastian.  Dimana kau saat itu Huh? Jawab Aku !”

Tiffany memandang dari balik mata berair. Ia menarik nafas, “Aku hampir mati karenamu ! Merelakan  waktuku terbuang sia – sia hanya untuk melihatmu belajar dikelas, hanya ingin tahu makanan favoritmu, bacaan favoritmu, warna favoritmu, menghitung langkah kakimu saat kau berjalan, menghitung berapa kali kau tersenyum dalam sehari, melihat bagaimana carama tertawa, dan hal – hal kekanakan lainnya… Itu kulakaukan karena apa? Karena aku ingin membuktikan sesuatu padamu, bahwa aku peduli. Aku yang terlalu rajin menghirup sapuan tubuhmu, agar apa? Agar suatu saat nanti, ada cerita menarik yang bisa kuceritakan padamu… tentang kita.”

“Oppa, bunga mawar putih yang kuberikan kemarin, apakah masih ada?” Tiffany terkekeh, “Aku yakin riwayat bunga itu sudah berakhir didalam tong sampah ! Kenapa tidak sekalian saja kau injak dan hancurkan ! Aku selalu menunggu saat dirimu merendahkanku didepan teman – temanmu. Kau berkata jika aku ini yeoja tidak tahu malu. Sungguh, sebenarnya aku yang tidak tahu malu, atau dirimulah yang pantas disebut dengan namja berhati batu. Aku yang tulus mengatakan ‘Saranghae’ padamu kau bilang tidak tahu malu?! Munafiknya aku memaafkanmu dengan lapang dada. Aku yang sedang kesurupan ini masih saja muncul dihadapanmu sekedar menyapa, menanyakan kabar, membuatmu marah atau hal – hal tidak penting lainnya. Bahkan setiap malam aku memimpikanmu, memimpikan dengan bodohnya bahwa kita akan bersama…”

“Aku haus akan kasih sayang, itu benar ! Semenjak kecil aku sudah terbiasa menjadi yatim piatu yang hidup seorang diri. Terpelanting dijalanan, keluar masuk panti asuhan, sampai aku merasa jika diriku dilahirkan bukan untuk siapa – siapa… Tapi belakangan kupikir jika ternyata akau dilahirkan untuk bertemu denganmu… Aku yakin !”

Jari – jari lentik Tiffany beralih menyentuh setiap bagian siluet wajah dihadapannya. Ia sudah lama menanti ini. Sudah lama ingin mengutarakan perasaannya yang  terpendam cukup lama. Perasaan sakit, marah, kecewa, semuanya…

“Bibir ini…” Tiffany menelunjuk bibir rapat Yesung, “Oppa, lain kali kau harus berkata jujur padaku. Belajarlah untuk mengutarakan kesakitanmu padaku,  Kumohon lakukan itu, kumohon !” pintanya mengingit bibir bawah, “Kenapa tidak jujur saja padaku bahwa saat malam kau akan menemuiku ditaman, kau sedang sakit parah. Kenapa kau diam saja dan malah memaksakan diri menerobos hujan hanya untuk berusaha menemui yeoja tidak tahu diri sepertiku ?!”

“Kenapa tidak bilang jika kau rela menyimpan mawar itu ditengah  buku harianmu… dan tanganmu berdarah karena tergores durinya? Kenapa kau menghinaku hanya agar diriku menghindarimu yang sedang…. Yang sedang sakit parah ! Ternyata kau lebih bodoh dari yang kukira ! berjuta kali lipat lebih bodoh daripada yeoja paling bodoh sepertiku ! Dengar itu, eoh ?!”

“Mata ini…” Jari Tiffany perlahan mengelus kelopak yang tertutup, “Meskipun kau tidak bisa melihatku, aku masih bisa melihatmu dari kejauhan, jangan nakal karena ada Aku yang mengawasimu.”

“Nafas ini…” desis Tiffany dengan suara bergetar, mendekatkan jemarinya merasakan derai – derai nafas pelan, “Bernafaslah untukku…”

“Hati ini…” gumam Tiffany meletakkan telapak tangannya , merasakan detakan cepat dalam sebuah raga, “ Izinkan aku menyentuhnya, sekali saja.  Biarkan aku mengukir namaku disana…”

Tiffany mengeluarkan selembar kertas dari saku kemejanya. Kertas merah muda yang berisi coretan hitam. Coretan terakhir untuk namja dihadapannya.

To : Yesung

Kaget kenapa dirimu bisa terbaring ditempat ini?

Kemarin malam kau pingsan ditengah jalan menuju taman tempat dimana petemuan gagal itu terjadi. Kau pingsan ditengah hujan. Aku panik sekali dan  tanpa pikir panjang, langsung membawamu kerumah sakit. Aku sudah menelpon keluargamu. Besok pagi mereka akan datang. Mianhae, karena Aku hanya bisa menyapa mereka lewat surat ini.

Aku sudah tahu, semuanya tentang penyakitmu… Aku bersedia menjadi pendonor jantung untukmu. Kumohon ambillah, terima itu sebagai bentuk permintaan terakhir dari yeoja tidak berguna sepertiku. Hiduplah untukku… Semoga Kau bahagia

Salam untuk semua orang…

‘Saranghae’

~ Tiffany ~

“Tidak lama lagi kau pasti akan membaca surat ini Oppa..” Tiffany menyeka air matanya kasar, “Selamat tinggal ! Aku pasti akan merindukanmu.” Ucap Tiffany pelan.

Lima tablet obat berwarna kuning, perlahan masuk dalam tenggorokan Tiffany. Nafas yeoja itu menyesak hebat. Beberapa detik kemudian tubuhnya terjatuh dilantai. Matanya terkatup. Tampak satu senyuman terlukis indah dibibirnya, seiring dengan busa yang mengalir dari dalam. Tiffany merasa tenang sekarang. Sangat yakin jika Tiffany Hwang memang benar – benar terlahir untuk seorang namja bernama Kim Jong Woon.

………………The End…………….

Kya kya pendek kan? Aneh ? #Auahhhh

Okey, Namanya juga Ficlet, yahh gitulah😀

Thanks  yah buat reader yang udah nyempetin baca…

Saranghae…

Keep RCL Ok !

14 thoughts on “SuGen FF YeFany – Black Symphony (Ficlet)

  1. chakan yeoja berkata:

    bca ff ini bkin nangis..😥
    ingat yeppa yg mau wamil…huaaaa.,,,oppa.,!! T_T
    bnyakin lg y thor yefany_nya ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s