SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 11 – END)

Image

Yap sesuai judulnya, part ini adalah bagian terakhir dari FF ‘I Love You For a Reason’ #potong tumpeng

Mian kalo cerita di FF ini rada lebay bin gaje T___T

Aku udah berusaha semaksimal mungkin, tapi ngga tahu juga sih #plakk

Ya Udel, langsung ajjah deh…

~ Happy Reading All ~

Part 11

Mencintaimu tanpa tanda tanya (?)…”I love you for a reason…”

Sore mulai menjelang. Dua jam lagi acara Pemutaran Film perdana dimulai.  Sooyoung masih berkutat dihadapan cermin. Ia masih melihat memperhatikan wajahnya hingga detail tersudut. Tampak raut keraguan bersinggah disana. Sooyoung menghela nafas. Matanya mulai mengamati dress biru selutut dengan lengan lonceng yang melekat ditubuhnya.

Kemarin, bahkan sejak lama Siwon telah mengundangnya untuk hadir dalam acara  pemutaran film perdana yang dimainkan namja itu. Sooyoung senang namun sedikit minder. Mengingat tamu-tamu yang hadir dan berhamburan disekitar namja itu mungkin adalah orang-orang kelas menengah atas. Tapi tak apa, setidaknya ia bukan Choi Sooyoung yang dibuat-buat kan?

“Kau sudah siap? Cepatlah Sooyoung, dia sudah ada diluar?!” teriak Jessica dari arah ruang tengah.

Sooyoung mengerutkan kening, “Dia?” gumamnya kemudian ikut berteriak, “Dia siapa yang kau maksud?’

“Maksudku Siwon !”

Mata Sooyoung mendadak terbelakak. Bukankah ia sudah melarang namja itu untuk datang kemari? Ia pasti sedang sibuk sekarang !

“Nde…. Nde aku akan keluar !” ucapnya tergesa.

Secepatnya Sooyoung melangkah menuju pintu keluar rumah. Ia melihat Jessica telah berdiri didekat pintu seraya menatapnya heran, “Apa yang kau lakukan sejak tadi ?! kenapa lama sekali !” ucapnya seraya melipat kedua tangannya didada.

“Nde Mian, mian aku juga  bingung..” Sooyoung meringis melewati tubuh Jessica yang masih serius menatapnya. Ia menunduk memohon maaf karena telah merepotkan temannya itu sejak semalam, pagi dan siang tadi.

Sooyoung berlari kearah mobil biru tua yang masih terparkir didepan rumahnya. Yeoja itu merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan kemudian membuaka pintu mobil samping kemudi.

“Kenapa kemari? Nanti bisa-bisa sutradara itu mengomelimu lagi karena menghilang tiba-tiba !”

“Kau menghawatirkanku?” Tanya Siwon seraya masih sibuk dengan kemudinya.

“Tidak… Aku hanya merasa…” Sooyoung menjeda untuk berpikir,  “Yah katanya kau sering dimarahi oleh sutradara karena menghilang tiba-tiba. Kutebak saat itu kau sedang pergi menemuiku.” Ucapnya memandang namja disampingnya, didepan kemudi mobil.

“Tidak juga…” Jawab Siwon santai, “Hanya  terlalu  bosan melihat keadaan di  lokasi shooting.  Aku juga ingin melihat sesuatu yang menyejukkan untuk dipandang !”

Sooyoung terdiam. Belum sempat ia mencerna ucapan Siwon, namja itu tiba-tiba saja menimpali, “Tak apa ! Tidak ada yang tahu jika aku kemari ! Orang-orang tengah sibuk menyapa para tamu undangan !”

“Lalu bukankah kau juga harus menyapa tamu undangan?” tanya Sooyoung setelah berpikir lama.

“Sudah !” Jawabnya. “Bukan hanya menyapa tetapi juga menjemputnya. Dia ada disampingku sekarang memakai dress biru.”

Sooyoung memandang dirinya sendiri. Seseorang disamping Siwon. Memakai dress biru, jelas itu  dirinya. Yeoja itu pun mengangkat alis,  “Iya sih..” gumamnya pelan.

Tinggal berbelok sekali lagi, mobil yang dikendarai Siwon tiba di gedung pemutaran Film. Terlihat banyak mobil-mobil mengkilap berlalu lalang melewati jalan itu. Juga beberapa mobil fans yang biasa menunggu diluar gedung untuk melihat para idola mereka secara langsung. Begitu ramai membuat Sooyoung menghela nafas, “Aku turun disini saja !” pintanya.

Siwon mengerutkan kening, “Wae?”

“Tidak ingin diekspos.” jawab Sooyoung singkat seraya tersenyum kecil.

Namja itu balas senyum kemudian menepikan mobilnya, “Baiklah sesuai keinginan Nyonya besar !”

Sooyoung mendengus lalu menatap namja disampingnya, “Gomawo sudah mengantarku,  aku bisa masuk duluan…” ucapnya membuka pintu namun kembali menolehkan wajahnya seolah ada yang tertinggal,” Dan Satu lagi ! Aku bukan Nyonya besar !” ucapnya sebelum ia benar-benar pergi. Siwon hanya membalas dengan tatapan “Benarkah?”

……………….

Setelah berjalan sejauh kurang lebih 100 meter dengan high hills 7 cm yang begitu merepotkan, Sooyoung akhirnya berhasil memasuki basement gedung tempat pemutaran film. Letaknya tepat dilantai delapan dan Sooyoung harus menaiki lift. Lift yang terlihat lumayan sesak.

Crekk… Sooyoung keluar dari lift menginjakkan kakinya dilantai delapan. Suara itu lumayan terdengar jelas. Potret suara kemera tertangkap dalam pendengarannya. Wajar karena ini adalah tempat dimana para selebriti tengah berkumpul, tapi…

Aneh, Semua mata tertuju kearahnya. Jelas – jelas ia bukanlah seorang selebriti. Sooyoung berpikir tentang apa yang salah dalam dirinya. Tentang gossip skandalnya dengan Siwon? Bukankah itu sudah lewat? Kini klarifikasi hubungan mereka dihadapan public hanyalah sebatas hubungan pertemanan. Tidak lebih…

“Hey Sooyoung-ssi,”  Panggil seseorang namja paruh baya dari arah samping, “Itu dia orangnya…” Suara itu mengagetkan Sooyoung seketika. Sontak mata yeoja itu menyipit. Dia, bukankah itu paman Siwon. Ahjussi choi? Sooyoung sangat ingat wajah ahjussi Siwon. Mereka bertemu ketika Siwon sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Saat setelah kasus kebakaran studio rekaman beberapa waktu yang lalu.

“Namanya Choi Sooyoung, Siwon banyak menceritakan padaku tentang gadis ini jadi, kalian jangan menuduh Siwon ada affair dengan istri orang !” tegas ahjussi Choi. Pelan-pelan Sooyoung bisa memahami penyebab ahjussi Choi berkata seperti itu. Tapi kenapa harus dirinya? Lalu bagaimana dengan nasib seorang Choi Sooyoung selanjutnya?!

Crek..cerk… cerk… Suara gaduh mulai terdengar, bahkan berkali-kali lipat dari sebelumnya.

Selang beberapa menit, Siwon  muncul. Senyum  yang menghiasi paras namja itu berubah menjadi raut kaget dengan tebaran tanda tanya besar yang terbersit dikepalanya.  Kaget dengan riuh pikuk nada tanya dari para wartawan  tentang pertanyaan yang samar.

“Apa benar sekarang Anda menjalin hubungan dengan Choi Sooyoung ?”

“Bagaimana dengan gossip hubungan anda dengan lawan main Anda, aktris Kim Tae Yeon Istri Park Jun Su?”

“Apa ini hanya cara Anda untuk menutupi issue tersebut?”

“Apa ini direncanakan?”

Berbagai pertanyaan membingungkan membuat kening Siwon berkerut. Pikirannya mulai menangkap segala penyebab dari ketidakwajaran sikap para wartawan terhadapnya. Ini menyangkut hubungannya dengan Sooyoung, bukan?. Kepalanya mulai berdenyut. Ia menunduk nyaris ketika pandanganya menangkap yeoja ber-dress biru yang berdiri tak jauh dihadapannya, kini tengah dilanda kegugupan. Gugup di tengah desakan berpuluh wartawan. Meskipun tak sebanyak dirinya, Siwon takut jika Ia merasa terganggu, mengingat yeoja bernama Sooyoung itu tak ingin hubungan mereka diekspos kehadapan public. Siwon takut jika Sooyoung berpikir salah tentang dirinya.

Sesekali Siwon mencuri pandang kearah Sooyoung. Yeoja itu balas menatap. Menatap dengan pandangan mata yang nyaris berair. Demi apa pun ! Harusnya Siwon melarang yeoja itu datang kemari. Masalahnya, ia tidak menyangka jika situasinya akan seperti ini !

Sedikit melega ketika ahjussi Choi tiba-tiba saja berdiri disamping Sooyoung. Sesekali Ahjussi Choi tersenyum dan menjawab singkat. Namun, Siwon bingung dengan apa yang ahjussi Choi lakukan. Berusaha membantu meredakan amukan pertanyaan wartawan, atau malah menjadi korban amukan ? Ya Tuhan !

“Sekarang kami hanya ingin meminta kepastian hubunganmu dengan Sooyooung, Tolong jawab dengan tegas ! Ya atau Tidak ?!” lantang salah satu wartawan namja. Sedangkan para wartawan lainnnya ikut menyahut setuju.

“Aku…” ucap Siwon berdoa dalam hati. Ia bisa melihat pandangan mata Sooyoung yang menatap penuh harap kearahnya. Entah apa yang yeoja itu pikirkan. Biasanya Siwon bisa menebak pikiran Sooyoung dengan tepat namun kali ini, kosong. Namja itupun mendesah berat. Bagimanapun ia harus tetap konsisten dengan sikapnya, “Tidak !”

Jantung Sooyoung seolah mencelos keluar. Ia benci mendengar Siwon mengatakannya. Mengatakan jika Siwon dan Sooyoung hanya sebatas hubungan ‘rekan’. Itu menyakitkan. Sangat. Tapi itu semua, bukankah Ia yang menginginkannya? Menginginkan Sikap Siwon yang seperti itu. Keinginan pahit yang harus ditelannya mentah-mentah.

“Maaf, permisi, acara segera dimulai..” Seru beberapa orang petugas yang mengamanakan Siwon menuju pintu masuk bioskop. Untunglah mereka datang sebelum pada wartawan menanyakan pertanyaan yang lebih membuat dada Siwon menyesak. Terlebih dengan Sooyoung. Yeoja itu masih mencoba meneguhkan hatinya. Sedikit melamun dan sontak tersadar saat ahjussi Choi mengajaknya masuk ke area bioskop. Kini, Sooyoung pun ragu, apakah dirinya masih bisa menonton pemutaran perdana film yang dimainkan  ‘namjachingunya’ dengan tenang?

…………………..

Ruangan dingin menusuk yang dipenuhi oleh jejeran bangku dengan penghuni yang semakin banyak berdatangan. Sooyoung duduk dibagian tengah bangku penonton. Tepatnya di bangku paling ujung dekat rentetan anak tangga. Terlihat para crew Film duduk dibagian depan kursi. Sooyoung Yakin jika namja itu duduk disana.

Berbagai sambutan dari sutradara dan para pemain terputar silih berganti. Hingga..

Drupp… Lampu dipadamkan.

Dalam ruangan gelap dan itu, Sooyoung mulai menatap layar besar dihadapannya. Layar yang menampilkan sosok yang selalu ingin dilihatnya. Harus diakui, jika Siwon memang piawai dalam berakting. Dari berbagai adegan action atau romance yang Ia mainkan,  namja itu terlihat luwes dalam memainkan perannya. Semua itu membuat Sooyoung terpana. Biasanya yeoja itu lebih sering tertidur ketimbang menikmati sebuah film di bioskop namun kali ini adalah sebaliknya. Mata Sooyoung enggan lepas dari setiap lekuk wajah peran utama film yang  bermain dalam layar. Ini aneh… Ia ingin tertawa sendiri … Sadar… harus mengaku jika mulai saat ini seorang Choi Sooyoung resmi mendeklarasikan dirinya sebagai Fans aktor Choi Siwon. Juga lebih dari sekedar itu….

The End…

Film berakhir dengan ending yang menggantung, tapi menurut Sooyoung itu sudah happy ending. Semuanya menarik. Terdengar riuk pikuk tepuk tangan yang menghanyutkan Sooyoung dalam suasana kagum. Yeoja itu ingin sekali mengucapkan ‘Selamat !’ langsung pada seseorang. Tapi mustahil, mungkin.

Brup…Brup…Brup… Lampu menyala dengan perlahan. Seseorangpun naik ke atas panggung.

“Annyonghaseyo ! Bagaimana Film nya?” Teriak sang MC yang dibarengi oleh teriakan semangat dari para audience.

“Oke.. oke ini belum berakhir ! Akan ada penampilan actor utama yang akan menyanyikan sebuah lagu yang menjadi OST film ini.”

Kening Sooyoung berkerut. Menyanyi? Siwon bisa menyanyi juga? Pasalnya Ia belum pernah mendengarkan lantunan suara namja itu sebelumnya.

“Siwon-ssi kudengar kau ingin memberikan kejutan pada Fans-mu malam ini ?” tanya MC saat Siwon telah berdiri disampingnya. Seperti biasa sahutan para fans yang duduk dibagian belakang mulai menggebu memenuhi aula gedung.

Siwon tersenyum hangat, “Nde, dia adalah fans yang beruntung ! Dia ada disini. Dalam gedung ini… Kuharap Ia menyukai Film yang kumainkan barusan.”

“Oh… Aku tidak sabar dengan fans yang beruntung itu !” kata MC penasaran. Teriakan gemas para fans pun menyudahi perbincangan singkat itu, Sang MC akhirnya kembali menatap fokus pada penonton.

“Baiklah, Choi Siwon akan memberikan cinta pada kalian semua. Berikan dia tepuk tangan !” Seru MC dengan suara yang semakin lantang membahana. Suara tepuk tangan meriah kembali terdengar. Tak lama suasana menjadi hening. Siwon akan memulai pertunjukkannya.

“Anyong…” sapa namja itu melanjutkan, “Kamsahamnida, telah datang kemari ! Kuharap kalian menikmati ini. Ucapnya hingga suara lantunan musik pun terdengar…

This makes a person really bad

Im really cant face with you.

Although understanding your pain, but how can I be like this

I know that every day you want to improve better

But my heart become more tired

If we stay together, maybe both of us will be hurt

Im silently screaming

I laugh without notice

Lagi dan Lagi. Mata Sooyoung tak mampu beranjak. Hanya ada ‘Dia’ dalam fokus pandangan. Yeoja itu seolah sibuk dengan dunianya sendiri. Ia bahkan lupa tentang nasibnya kemudian jika bertemu dengan para wartawan diluar sana. Masa bodoh!  Setidaknya Sooyoung bisa mengesampingkan perasaan cemasnya dalam detik ini. Hanya memandang wajah namja itu… dan semua terlupakan.

Behind you I just try to control myself not to find you anymore

But I still cannot abandon you

Youre really beautiful

I love you already

Asking you to forget me, but in fact, it just a lie

Please do not go, do not leave me alone

Please come back with me

Brup… lampu mendadak padam. Lantunan lagu yang dibawakan Siwon menghilang entah kemana digantikan oleh suara  Orang-orang yang tengah berbisik menanyakan ‘Ada apa?’

‘Ini kejutan?’ salah satu bisikan terdengar. Sooyoung menoleh pasrah. Ia pun bingung tentang apa yang sebenarnya terjadi. Bisa jadi listrik memang sedang mati…

‘Siwon Oppa menghilang !’ Begitulah pekikan orang-orang. Sooyoung mendengak memastikan. Yeoja itu menoleh kanan- kiri. Kemana sih dia?

Kepala Sooyoung masih mencari Sosok Siwon yang tiba-tiba saja menghilang. Dan terhenti. Sooyoung mematung saat tangan dingin itu menyentuh kedua matanya. Menutupnya rapat-rapat. Reflek tangan Sooyoung meraba punggung tangan seseorang didepan matanya dan…

“Itu kau?” gumam Sooyoung pelan.

Tangan itu terlepas. Diikuti dengan suara ‘Brup’ pertanda jika lampu telah menyala.

Sosok yang pertama dilihat Sooyoung  ketika perlahan membuka matanya ialah dia, Siwon dengan senyum hangatnya. Sooyoung tanpa sadar ikut tersenyum sedikit canggung. Sorak suara menyahut dari para fans pun terdengar kembali bahkan lebih berisik dari sebelumnya.

“Bersediakah kau ikut denganku?” Siwon mengulurkan tangannya kehadapan Sooyoung. Dalam keadaan seperti ini, mau tidak mau Sooyoung pastilah harus membalas uluran tangan tersebut.

Sooyoung melangkah sedikit tertunduk malu persis dibelakang punggung Siwon. Langkah yang mengayun dibarengi oleh tautan tangan namja itu serta aluran music merdu. Juga tentu saja  kombinasi dari sahutan nada cemburu yang begitu histeris dari para fans. Ini terasa menyenangkan, bukan?

Suara music pun perlahan menyudahi tugasnya dalam memanjakan pendengaran. Siwon menatap Sooyoung sekilas dengan senyumannya yang belum terlepas sejak tadi. Ia terdengar menarik nafas kemudian berkata sesuatu, “Dia adalah Fans baru yang beruntung !” ucapnya mengenggam tangan Sooyoung erat. Yeoja itu hanya tertunduk malu lalu kembali mendengak dengan senyum.

“Kalian pasti kenal dengan yeoja ini bukan? Dia Choi Sooyoung ! Aku sudah memikirkan hal ini…” Siwon terdiam sejenak membuat orang-orang dalam gedung pemutaran film terhenyak, “ Saat beberapa jam yang lalu wartawan bertanya perihal  hubunganku dengan Sooyoung, aku pun menjawab ‘Tidak’ … dan kalian tahu? itu benar-benar menyakitkan !  Kucoba memperbaiki kesakitan itu dengan menyambung dalam hati. Tidak, maksudnya tidak bisa meninggalkannya, tidak akan membiarkannya sendiri, Tidak akan berhenti menyayanginya.. mencintainya…kata-kata itu sedikit membantu. Hanya sedikit !  Begitu sedikitnya hingga aku akan lebih mempertegasnya sekarang juga…”

Sooyoung memandang wajah Siwon sekali lagi.  Sudah tak ada senyum hangat disana. Hilang. Hanya tersisa pandangan menerawang. Hal yang membuat jantung Sooyoung nyaris terjatuh.

“Aku mencintai yeoja dalam genggamanku ini, sangat mencintainya dengan alasan…”

Semua terdiam dan Sooyoung mendongak. Situasi ini benar-benar membuatnya semakin linglung.

“Karena ‘Dia’ bukan Siapa melainkan Sooyoung. Aku melihat pancaran sinar hawa yang sungguh menakjubkan. Itu lebih pantas kata mereka, tapi dia bukan Sooyoung. Aku hanya ingin Dia. Hanya Dia. Kumohon jangan mengganggunya.  Bencilah aku yang mencintainya…”

Kali ini wajah Sooyoung benar-benar merona, terlebih saat senyum namja itu kembali merasuk jauh kedalam matanya. Membuat dada itu menyesak. Siwon masih terdiam menatap reaksi orang-orang. Beranekaragam, pro dan kontra tapi namja itu tak peduli. Perasaan Sooyoung jauh lebih penting.

“Siwon-ssi, fansmu cemburu !” teriak salah satu crew berteriak meledek kearahnya.

“Kau harus mentraktir kami… Harus !” teriak crew disampingnya.

Siwon hanya tersenyum dan memandang melirik cukup lama kearah yeoja disampingnya. Sepertinya yeoja itu tak keberatan sama sekali. Percuma menutup-nutupi. Ahjussi Choi telah membocorkan semua. Dan lagi Siwon juga sudah letih melakukan kebohongan public. Kebohongan yang menyakitkan.

………………….

Setelah turun dari panggung, Sooyoung kembali duduk pada kursi semula. Yeoja itu menarik nafas panjang, berusaha membuang rasa gugup yang menggumpal dalam dadanya. Hingga sesi penutupan. Para crew film yang duduk di bagian depan, tengah asyik bercakap ria. Orang-orang yang ada didalam gedung pun mulai berhamburan keluar.  Terlihat Siwon mulai mendekat kearahnya. Sontak ahjussi Choi yang duduk disamping Sooyoung bertepuk tangan meriah.

“Lihatlah, keponakanku ternyata sudah besar !” ucap ahjussi Choi girang. Siwon membalas senyum yang berisi isyarat untuk berhenti meremehkannya mulai sekarang !  Namja itu lantas memandang kearah Sooyoung,

“Kau cantik !” katanya singkat. Apa dia bilang?

Sooyoung mencoba tak menggubris. Yeoja itu hendak mengeluarkan pertanyaan yang sedari tadi mengendap dikepalanya, “Dari mana kau muncul ?! Mmm maksudku tadi saat ditengah pertunjukan menyanyimu.. kenapa tiba-tiba sudah ada dibelakangku?”

“Aku muncul dari bawah.” Siwon menunjuk sebuah anak tangga yang ternyata bisa dinaik turunkan seperti lift.

“Aku sengaja memilihkanmu tempat yang dekat dari Lift anak tangga.” Katanya. Ternyata ada alat seperti itu? Jadi semuanya sudah diataur ?

“Sooyoung-ssi, apa kau masih betah disini?”  Ucap namja itu segera. Belum sempat Sooyoung menjawab, Ia malah buru-buru menambahkan, “Aku tahu kau tidak suka diliput. Diluar banyak wartawan ! Aku bisa mengantarmu…”

“Jangan !” timpal Sooyoung cepat, “Banyak yang harus kau kerjakan setelah ini kan? Aku bisa pulang sendiri.”

Siwon mengangkat alis. Namja itu yakin bahwa tidak lama lagi Sooyoung akan dicegat wartawan jika berjalan sendiri.

“Biar aku yang mengantar !” usul ahjussi Choi. Siwon mengangguk setelah lama berpikir, “Itu lebih baik !”

Sooyoung mendengus, merasa tidak enak dengan ahjussi Siwon, “Tidak us…”

“Stt.. Jangan menolak !” timpal ahjussi Choi memperlihatkan wajah sangar yang menurut Siwon seperti dibuat-buat. Cukup masuk dalam kategori untuk menakuti anak usia tujuh tahun.

Yeoja itu akhirnya mengangguk pasrah. Ia tahu hanya sedikit pilihan sekarang. Mengikuti perintah Siwon dan ahjussi Choi atau dikejar-kejar wartawan.

“Keluar saja lewat pintu belakang !” saran Siwon.

“Baiklah ! Serahkan saja padaku.”

……………………

Jalanan didepan terpantau cukup lancar. Jejeran mobil mulai berbaris membuat antrian untuk berjalan keluar gedung. Sooyoung hanya termangu melihat keadaan diluar sana. Jauh diluar dugaan, Jika wajahnya akan terpampang kembali pada layar pertelevisian.

“Jangan hawatir, semuanya akan baik-baik saja.” Suara Ahjussi Choi yang sedang mengemudi menenangkan.

Sooyoung tersenyum ramah, “Nde…”

Baik-baik saja? Itu benar ! Tapi sesuatu bisa saja terjadi setelah ini, bukan?

Benar-benar lelah. Sooyoung bersyukur jika dirinya tidak harus bertemu dengan puluhan wartawan saat pulang tadi. Ternyata Ahjussi Choi cukup cakap melihat keadaan. Mungkin karena ia adalah paman seorang artis.

“Kamsahamnida Ahjussi.” Ucap Sooyoung saat  mobil yang dikendarai Ahjussi Choi menepi didepan rumahnya.

“Nde, masuk dan istirahatlah !”

Nafas Sooyoung terhembus mengepul diudara. Ada sedikit keanehan dalam perasaannya. Menerima cinta seorang artis sudah menjadi resiko. Sangat wajar jika kini, dirinya harus rela menjadi pembicaraan public. Yeoja itu hanya bisa terdiam menatap pekarangan rumah yang sejak lama ia tinggali bersama Jessica. Yeoja itu tidak menyangka jika hidupnya yang biasa-biasa saja akan berubah dalam sekejap.

“Hey, apa yang kau lakukan ? Kenapa melamun didepan rumahmu sendiri?” Sahut Eunhyuk yang datang entah dari mana. Namja itu sontak merangkul pundak Sooyoung, mendorongnya hingga masuk kedalam rumah.

“Diluar dingin tau…?” Sungut Eunhyuk kembali.

“Nde.. nde, tapi kenapa oppa tiba – tiba kemari?”

Eunhyuk berjalan dengan semakin mempererat dekapannya, “Aku kesini hanya Ingin melihat adik kecilku yang baru saja jadian !”

Mendengar perkataan tersebut, entah mengapa wajah Sooyoung mendadak merah merona. kalimat tadi benar-benar membuatnya mati gaya.

………………

Sangat melelahkan. Dari pagi hari sejak restorant dibuka hingga makan siang berakhir, para pelanggan di restorant tempat Sooyoung bekerja belum juga membubarkan diri. Diantara mereka ada yang masih menikmati beberapa hidangan makanan dan ada pula yang masih sekedar mengobrol sambil tertawa-tawa. Inilah penyebab kegaduhan yang ada.

Mereka semua masih memenuhi sebagian besar meja pengunjung. Hal yang memaksa Sooyoung untuk membawakan banyak pesanan dengan perut yang nyaris kosong. Yeoja itu belum sempat menyentuh makanannya  sama sekali. Sempat kehilangan nafsu makan saat bosnya datang dan menutup ruang sedikitpun untuk bersantai. Sooyoung benci itu. Ditambah jika mereka menyahut tanpa henti yang membuatnya harus berlari kesana kemari.

Tuhan ! Ia ingin sekali berhenti bekerja jika pekerjaannya terus-terusan seperti ini. Yah, sejak restorannya menawarkan diskon beli satu gratis satu, para pengunjung berkali-kali lipat membludak.

Drtt…drtt…drtt.. Handphone Sooyoung bergetar. Dari Siwon? Yeoja itu buru-buru menaruh pesanan kemudian mengangkat telepon ditengah Susana berisik.

“Yoboseyo.” Sapa Sooyoung memojokkan diri.

“Sooyoung-ah, bisakah kau kemari? Aku sudah ada didepan restoranmu !” ujar seseorang diseberang sana.

“Mwo?” Mata Sooyoung terbelakak, “Tapi aku sedang sibuk !”

“Ini penting ! Cepatlah wartawan sebentar lagi akan mengejarmu !”

“Hah? Kenapa juga mereka mengejarku ?!”

“Sudah ! Cepat keluar sekarang ! kau ingin restoranmu bertambah gaduh karena wartawan itu tahu kau ada didalam sana?”

“Nde.. Nde..” Sooyoung mematikan telepon dengan raut kebingungan yang masih terpancar. Mendengar kata wartawan membuat pikirannya buntu. Ia pun segera mengikuti saran Siwon. Keluar dari restorant dan menemui namja itu.

Dengan hati-hati, Sooyoung berjalan mengendap-endap menuju pintu keluar. Ia tahu jika salah satu rekan kerja disana menyahutinya agar tidak pergi, namun Sooyoung mengacuhkannya. Yeoja itu malah berlari kencang menuju  jalanan depan restoran dengan masih mengenakan seragam hitam putih restorant lengkap dengan celemek. Cepat-cepat Ia masuk kedalam sebuah mobil biru dengan wajah bersalah dan penuh  kecemasan.

“Siwon-ssi, Ada apa sih sebenarnya?” desak Sooyoung tanpa basa basi pada namja yang tengah mengenakan kaca mata hitam didepan kemudi.

“Kau belum tahu?”

“Tahu apa?” balas Sooyoung bingung. Siwon diam saja. Namja itu malah menyetater mobilnya. Kemudian melaju dengan cukup kencang.

“Kenapa?” desak Sooyoung kembali.

“Kau kenal dengan orang berinisial HJL? Seseorang namja yang bertemu dengamu, mungkin?!” balasnya dengan nada dingin.

HJL? Ada apa? Bukankah semuannya baik-baik saja? Mata Sooyoung berputar kesamping. Ia mulai mengingat ingat nama teman namja yang ditemuinya beberapa hari ini. Yeoja itu mulai bergumam pelan, mengingat beberapa nama dengan raut berpikir keras, “Chang..  ah bukan! Kyuh Hyun… Rye… Tidak !… Yes.. ”

“Sebanyak itukah teman namja yang kau temui?” timpal Siwon masih menatap lurus jalanan dari balik kaca mata hitamnya. Kacamata gelap hingga Sooyoung begitu sulit melihat raut wajah namja itu.

Sooyoung mendelik sebal sesaat kemudian mengingat kembali, “HJL.. Mmm Hae… Hyuk ? Eun Hyuk? Lee… Hyuk Jae?” Ucapnya seperti mendapat pencerahan. “Mwo?”

“Sudah ingat?”

Alis Sooyoung terangkat, “HJL itu Hyuk Jae Lee kan? Eun Hyuk maksudnya? Memangnya kenapa?”

“Mungkin ! dan kau bisa lihat ini !” ucap Siwon mengambil sebuah tabloid di samping pintu kemudian mengulurkan tangannya pada Sooyoung.

Mata Sooyoung terbelakak kaget saat tengah membaca bagian pertengahan salah satu artikel dalam tabloid, “Mwo? Berita apa ini? Mana mungkin aku berpacaran dengan makhluk seperti dia?!”

“Jadi itu tidak benar?!” Siwon buru-buru menimpali.

“Tentu saja !” seru Sooyoung seraya membaca ulang artikel tersebut. Artikel yang menyebutkan Jika dirinya berstatus pacar Eun Hyuk ketika menjalin hubungan dengan Siwon. Juga disebutkan jika penyebab putusnya hubungan Siwon dan Sooyoung dimasa yang lalu, benar adalah karena perselingkuhan  yang dilakukan Sooyoung. Perselingkuhan yang dilakukannya bersama… Oh tidak ! Eun Hyuk ? Ini gila!

Yang lebih terlihat meyakinkan dalam artikel tersebut ialah, adanya Foto Sooyoung yang tengah memakai dress biru sedang dirangkul oleh seorang namja. Mereka sedang berjalan di halaman sebuah rumah. Tunggu ! Sooyoung mengingat saat itu dirinya baru saja pulang dari acara pemutaran Film. Eunhyuk tiba-tiba muncul, mengajaknya masuk ke rumah sambil? Merangkulnya? Oh my… Sooyoung menghela nafas pasrah. Menghentakkan dengan pelan tabloid itu kepangkuannya.

“Seseorang mengikutimu ketika kau pulang ! Mungkin tidak seharusnya aku menyuruhmu datang ke pemutaran film kemarin.” Sesal Siwon ditengah keheniningan.

Sooyoung diam saja. Ia tak tahu harus menanggapi apa lagi. Disisi lain Ia senang berhubungan dengan artis seperti Siwon tapi disisi lain…

“Sekarang kita mau kemana?” tanya Sooyoung datar.

“Ke kantor management ! Mengamankanmu,  juga ada hal penting yang ingin kusampaikan !”

“Hal penting?”

…………………………..

Sebuah pintu coklat tua memancarkan suasana dingin menusuk. Sooyoung sudah bisa menduga ini. Di kantor management, pastilah ia akan bertemu dengan Lee Soo Man. Manager Siwon yang penuh dengan pembawaan garang menurutnya. Sooyoung yakin betapa memorinya masih menyimpan erat kejadian saat manager Lee menancapkan tatapan mematikan padanya. Tepat saat skandal cincin yang membuat Sooyoung harus berpura-pura berperan sebagai yeojachingu Siwon.

Kini, kejadian beberapa waktu yang lalu mungkin akan terulang. Berita hubungannya dan Siwon juga berita tentang skandal dengan Eun Hyuk. Manager Lee pasti tak akan tinggal diam dalam masalah ini.

Clekk… Pintu terbuka dengan mulus. Hembusan angin dari dalam ruangan benar-benar membuat bulu kuduk Sooyoung berdiri tegak. Yeoja itu tampak berjalan dibelakang punggung Siwon. Ia menundukkan wajah seolah takut bertatapan wajah dengan manager Lee Soo Man. Seorang namja paruh baya yang saat ini kembali menancapkan tatapan pembunuh pada—–  Siwon dan tentunya juga pada, Sooyoung.

“Aku tidak akan berbasa-basi lagi, Siwon-ssi ! Aku sudah memperingatkanmu untuk berhenti membuat ulah ! Aku sudah mengizinkanmu menjalin hubungan dengan siapa pun dengan syarat berhenti membuat skandal ! Jangan ada skandal sedikit pun tapi lihat ? Apa yang terjadi ? Dan Sooyoung-ssi…” Lee Soo Man menggantung ucapannya kemudian beralih menatap yeoja yang berdiri kaku dibelakang Siwon, “Harusnya kau lebih berhati-hati?! Bukan malah seenaknya bersikap seperti itu pada teman-teman namja-mu diluar sana !” geramnya menjeda lalu menarik nafas singkat, “Sooyoung-ssi jika kau belum siap menjadi yeojachingu seorang artis maka,  jangan coba-coba menyetujuinya ! Kau bisa merusak reputasi semua orang. Lihatlah ! Semua Orang malah menganggap artis kami tengah mengemis cinta padamu !”

“Cukup !” Tegas Siwon menegahi, “Jika Manager lelah dengan berita-berita diluar sana, tentang skandal maupun berita buruk mengenai diriku, Sooyoung atau siapa , aku yang akan bertanggung jawab meredamya !”

“Kau pikir itu mudah?!”

“Tidak !”

Lee Soo Man mengerutkan kening, “Tidak ? Lalu?”

“Lalu aku akan mencobanya !”

“Dengan?”

Siwon menghela nafas panjang seraya menatap yeoja disampingnya, “Dengan menikahi Sooyoung !”

“MWO???” Mata Sooyoung juga menager Lee terbelakak lebar.

“Yak, jangan  bercanda !” Nafas Lee Sooman menyesak. Dadanya mulai kembang kempis.

“Aku serius ! Dengan begitu tidak akan ada lagi orang-orang yang mengusik dengan berita – berita palsu karangan mereka. Hyung tau ? Aku Muak dengan pikiran –pikiran bodoh yang menuduhku berselingkuh dengan istri orang, seorang playboy, di khianati seorang yeoja, pengemis cinta atau apalah ! Aku ingin mengakhiri semua itu. Dan satu lagi !” Siwon menambahkan, “Jika manager menghalang-halangi, aku tidak akan segan-segan membuat skandal yang lebih heboh dari pada yang telah kutimbulkan dimasa lalu. Aku tidak peduli tentang karirku yang akan hancur !”

“Kau mengancamku?!”

“Tidak ! bukan mengancam, tapi sedang memberikanmu pilihan !”

“Pilihan katamu ?” Lee Sooman lebih memasang wajah sangar, Ia pun berkata, “Apa kau sudah tidak peduli lagi dengan nasib karyawan kita dalam management ini?”

“Mungkin masih banyak artis lain yang lebih berbakat dariku ! Hyung pasti akan menyesal jika mempertahankan sesuatu yang nantinya akan menghancurkan dirimu sendiri.”

“Siwon-ssi !” Sanggah Lee Soo Man namun Siwon balas menyanggah. Ia masih sibuk  mengalun dengan kalimatnya.

“Alasanku menjadi artis apakah hyung tahu? Adalah  untuk menghilangkan  rasa kebosanan serta pikiran tentang orang tua begitu cepat menghilang. Tapi, itu dulu ! Kini, aku sudah mempunyai orang yang dapat menghilangkan segala kekosongan serta kebosanan itu, jadi kuharap manager bisa menghargai keputusanku.” Ucap Siwon menunduk layaknya akan beranjak meninggalkan ruangan, “Annyong !”

Siwon menarik tangan Sooyoung keluar dari ruangan manager Lee Soo Man. Namja paruh baya itu terlihat masih diam terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya. Begitu pun dengan Sooyoung. Ia belum memahami tentang inisiatif Siwon yang entah didapatnya dari mana. Menikah? Setelah kemarin  yeoja itu harus menjadi yeojachingu gadungan, sekarang dirinya malah harus kembali terperangkap menjadi Istri gadungan Choi Siwon. Naik tingkat. Great. !

“Aku serius !” sela Siwon ditengah langkah mereka menuju lobby gedung.

Sooyoung memberhentikan langkahnya, “Secepat itukah ? kau belum mengenal siapa aku.”

“Karena itu aku ingin lebih mengenalmu, tapi bukan dalam hubungan seperti ini. Terlalu sulit mengenalmu ditengah situasi seperti ini !” timpal Siwon menghadap yeoja disampingnya seraya menggenggam kedua lengan itu erat, “Menikahlah denganku !”

Degg !

Bibir Sooyoung bergetar. Nafasnya terasa sesak seolah paru-parunya sudah beku. Semuanya berlalu begitu cepat. Ia bingung harus menjawab apa. Sooyoung menundukkan wajah dengan mata yang nyaris berkaca-kaca. Ia benci membohongi perasaannya sekali lagi. Mencintai  namja dihadapannya, itu jelas ! Perasaan yang menghinggap  bukan karena kekayaan, fisik atau kepopulerannya, tetapi karena dia ‘Siwon’— Namja yang kini berdiri dihadapannya dengan segala kesungguhan. Hanya sekali seumur hidup. Sooyoung menolak melewatkan moment ini begitu saja… Tapi…

“Aku… Mian…”

Dan Jantung itu seolah berhenti berdetak —-

………………………

Beberapa minggu setelah seorang namja mengutarakan sebuah kesungguhan, Sooyoung masih terdiam duduk didepan cermin. Siwon, namja itu telah merubah hidup bahkan perasaannya dalam sekejap. Semua terasa berbeda…

Sooyoung memejamkan matanya. Merenung tentang keputusan yang diambilnya kini. Yeoja itu menimbang-nimbang mengigit bibir bawah. Pikirannya mulai menerawang. Menyeret memori-nya kembali kemasa lampau. Menerawang binar ketulusan dari mata namja itu. Kosong. Sebutir pun kebohongan seperti menjauh dari matanya. Bersih. Lalu,  keputusan ini, tepat kan?

“Jika sudah menemukan yang tepat, jangan disia-siakan, sebelum kau menyesal  !”

Kalimat Jessica beberapa hari yang lalu sontak menjadi alarm peringatan dalam pikiran Sooyoung. Yeoja itu menarik nafas panjang. Meyakinkan jika keputusannya adalan benar. Menyesal? Haruskah ia memanggil mesin waktu sekarang juga?

Mesin waktu. Sooyoung ingin sekali bertanya pada mesin waktu bahwa mengapa dirinya menjadi senekat ini. Artis popular seperti Siwon punya banyak fans fanatic, bukan? Yeoja itu mengerti jika resiko terbesar dari tindakannya sekarang ialah, ketika Siwon jatuh akibat  kehilangan banyak Fans ! Namun sebuah kalimat yang meluncur dari bibir namja itu cukup membuat Sooyoung bungkam. Juga Managernya sendiri  hanya terdiam seribu bahasa.

“Aku ingin dicintai Fans karena karyaku, bukan karena sebuah status. Fans sejati akan mendukung  apapun keputusan terbaik dari sang idola bukan ? “

Yah, benar dan sangat benar. Sooyoung pasrah. Ia pun bingung dengan jalan pikiran namja itu. Kini biarlah kata ‘cinta’ yang menemukan jalan takdirnya sendiri. Jalan yang terbaik bagi dirinya dan Siwon…

“Aku yakin jika kau adalah yeoja yang terbaik bagi Siwon. Dirimu memang layak untuk menjinakkan anak itu.”

Sooyoung tersenyum sendiri. Ucapan Ahjussi Choi  terputar kembali dalam pikirannya.Ia tersenyum memandang pantulan dirinya dihadapan cermin. Pantulan wajah yang kini tengah dalam taburan warna-warni riasan disetiap lekukannya. Cantik, pikirnya. Siwon pernah bekata bahwa dirinya ‘Cantik’

Dan Sekarang Sooyoung percaya akan itu. Percaya sekali.

“Selamat atas pernikahanmu.” Tutur suara yang cukup familiar ditelinga Sooyoung. Yeoja itu mendongak memandang dengan mata disipitkan. Mengamati dengan serius seorang yeoja berambut hitam panjang yang tengah berdiri dihadapannya. Tampak senyum tulus mengembang terukir disana.

“Yoona-ssi..” gumam Sooyoung.

“Selamat !” ucapnya kembali yang kali ini dibarengi dengan sebuah uluran tangan.

“Nde Gomawo.” Sooyoung membalas uluran tangan itu kemudian berucap, “Kau datang sendiri?”

“Menurutmu?  Aku datang bersama siapa?” tanya Yoona cepat.

Sooyoung menampakkan wajah berpikir keras, “Dengan mmm, seseorang !” terkanya kemudian beranjak memajukan wajah, “Siapa namanya?”

Yoona menunduk dengan wajah sedikit merona, “Lee Dong Hae…”

Sooyoung mengangguk kemudian tersenyum lebar, “Selamat yah…”

…………………

Saat-saat menegangkan telah menanti. Pintu gereja terbuka perlahan. Alunan music klasik mulai terdengar dalam pendengaran.  Sooyoung memandang cemas  kearah Jessica yang  berdiri disampingnya.  Jessica saat ini sedang berperan sebagai pengiring pengantin. Cukup lama bertukar pandang, temannya itu pun lantas mengangguk meyakinkan.

Dengan balutan gaun putih panjang sederhana yang memiliki tekstur lembut bertumpuk, Sooyoung berjalan gemetaran ditengah tamu undangan. Orang-orang yang tengah menatap kagum kearahnya.  Tatapan yang membuat Yeoja itu semakin takut. Ia takut melakukan kesalahan meskipun itu hanya segores kesan. Sebisa mungkin Sooyoung mencoba tetap tersenyum. Salah satu tangannya mengepal kuat berharap dengan begitu berasaan gugup dan senangnya bisa seimbang.

Lee Hyuk Min, ayah Eunhyuk. Seseorang yang telah dianggapnya sebagai orang tua kandungnya sendiri. Ahjussi Lee terlihat bersiap menuntunnya kehadapan pastour. Digenggamnya erat tangan basah namja paruh baya itu. Aura kegugupan ikut terpancar disana.

“Tenanglah !” bisik Ahjussi Lee menenangkan. Sooyoung mengangguk lemah.

Siwon mengulurkan tangannya.  Symbol dari tanggung jawab yang berpindah.  Kini, dirinya bertanggung jawab atas Sooyoung. Menjaga seorang putri raja dihadapannya. Putri yang sangat cantik meskipun tanpa make up sekali pun. Putri tomboy namun begitu mudahnya menangis.

Dia begitu berbeda, rambut sebahunya yang digelar sedikit curly dengan  lingkaran bando bunga putih diatasnya benar-benar menambah kesan malaikat. Begitu pula gaun sederhana dengan kain tile berbordir bunga mawar yang menghiasi bahu dan lengannya, kesederhanaan yang melambangkan kepribadian si pemakai.

Sooyoung mendengak dan mendapati seulas senyum bahagia itu menaburi pandangannya.  Yeoja itu balas tersenyum. Segera ia membalas uluran tangan namja dihadapannya. Tangan yang hangat.

“Choi Siwon, maukah kau menerima yeoja bernama Choi Sooyoung baik dalam keadaan suka maupun duka dan dalam keadaan sehat maupun sakit?” tanya seorang pastour yang berdiri dihadapan mereka.

“Iya, aku bersedia” tegas Siwon sementara itu Sooyoung hanya menundukkan wajah.

Tatapan Sang pastour kemudian beralih menatap kearah Sooyoung. Yeoja itu mendengak cepat.

“Choi Sooyoung, maukah kau menerima namja bernama Choi Siwon baik dalam keadaan suka maupun duka dan dalam keadaan sehat maupun sakit?“tanya pastour itu kembali.

“Iya, aku bersedia.” Tutur Sooyoung pelan. Perlahan wajahnya mulai memanas.

Tangan Sooyoung benar-benar lumpuh saat Siwon hendak memasangkan cincin dijari manisnya. Cincin itu. Cincin yang dihiasi oleh butiran yang mengkilap. Benda berharga yang mempertemukan mereka.

Siwon mulai menggapai tangannya. Sooyoung marah. Harusnya Ia marah saat melihat cincin itu. Cincin yang awalnya untuk Yoona. Harusnya Sooyoung membenci benda itu, namun sebaliknya, Ia malah tersenyum mulus. Nalurinya malah membiarkan cincin yang sejak dulu ia cita-citakan itu secara resmi terpasang tepat di-jari manisnya.

Ada banyak kenangan disana. Dan Sooyoung tak ingin membuangnya begitu saja. Biarlah selamanya terkenang. Penemuan cincin yang berakhir dipelaminan.

Lengkaplah sudah saat sebuah cincin ikut melingkar dijari manis Siwon. Prosesi pemakaian cincin berakhir dengan khidmad. Tampak wajah Sooyoung yang begitu gugup. Yeoja itu bahkan masih terlihat lucu ditengah situasi seperti ini. Wajah bingung dan marah seorang Choi Sooyoung adalah hiburan tersendiri baginya. Ia tidak menginginkan apa pun melainkan ini semua.  Siwon menghela nafas menatap yeoja dihadapannya. Diangkatnya wajah yang tengah tertunduk itu.

“Saranghae yeobo…” Bisik Siwon  sebelum mendekatkan wajahnya. Sebelum Sooyoung menutup matanya erat.

“Nado..” balas yeoja itu menutup bibirnya rapat rapat. Hingga akhirnya…

Akan bermunculan banyak kenangan. Memori yang akan terekam setelah menembus kebimbangan yang indah. Sebuah rasa yang bukan hanya untuk dipendam tetapi juga patut dituturkan. Cinta.   Serumit apa pun,  cerita cinta itu pasti akan menemukan jalannya. Karena ada banyak alasan untuk terus mencintai. Segala sesuatu terjadi pasti dengan alasan, bukan? Meskipun tersembunyi. Meskipun Kadang begitu menyesatkan tapi paling tidak kehadirannya dapat memunculkan kenangan yang sepahit apa pun itu mampu membantumu menelusup kedalam ranah ketegaran…

“Maka kejarlah cintamu !”

 ………….. The End ………………

Lebay kan? Geje kan? T___T atau malah  jaka sembung (?)

Aku udah  keliling pikirin ending dari FF ini dan hasilnya huaaa…!!!

Mianhe, aku masih amatiran jadi ceritanya kekanak-kanakan gini, jadi malu sendiri… huhuhuu

Tapi ngga apa2 setidaknya masih ada yang mau baca #ngelap ingus

Pokoknya terima kasih banget buat reader yang  meluangkan waktunya buat baca FF ini apalagi kalo bersedia ninggalin comment… Gomawoooo ^____^

See You…

Saranghaeyo…

~ Nasha ~

25 thoughts on “SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 11 – END)

  1. irina.jung berkata:

    Waaaaaaaaa! Bgus bgt, aku suka endingnyaa, romantis bgtzz! Hehe
    Boleh req sequel kah author yang caem,, (;
    SooWon is real! Guardians jjang!

  2. Lee Seul Sung berkata:

    waahhh… so sweet.. sampe nangis yang pas part 9 gatau kenapa *lah??* mungkin kebawa emosinya.. pokoknya daebakk thor!! ini mungkin bisa dilanjut pas bagian marriednya mungkin^^

  3. Alya Mirza berkata:

    Daebak!!! Seharusnya ada sooyoung pov, siwon pov atau author pov. Ini kaya baca dari sudut pandang orang ke tiga pelaku utama. Pusing sih bacanya. Akan lebih bagus kalo ada pov kaya gitu. Makaaasih author sama cerita romantisnya! After story dong, kehidupan soowon setelah menikah xixixi

  4. guardianzen berkata:

    keren.!? sukaa….😀
    walo ni FF panjaaang..kesan’a bertele-tele, tapi aku tetep suka setiap moment’a. SooWon…❤
    tapi kurang satu thor… kissing scene'a kok ga ada..?? *byun
    kurang #jleb kalo ga ada adegan itu. -_-
    😀

  5. alyssa honeydew berkata:

    anneyeong haseyo, thor..
    mian, baru komen..
    sebenernya aq dah ngikutin nie ff sebelum thun 2013..
    aq masih inget bget wktu aq bca ni ff wktu aq sakit..
    duh, gomawo bget dah bkin..
    aq tunggu soowon ff selanjutnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s