SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 9)

Image

Anyonggg haseyo.. Setelah beberapa minggu aku ga nongol-nongol (?) akhirnya datang juga dengan menyuguhkan lanjutan fanfic Soowon yang  udah ditungguin  oleh para reader yang mungkin terlanjur janggutan saking lamanya nunggu.  #plakkk

Mian, akhir-akhir ini pikiranku lagi sumpek2 nya.. jadi ide-nya agak mampet gitu deh… Apalagi jika kemalasan datang melanda.. (hahhaaahaa, udah ah !)

Oke oke daripada ntar janggutnya makin panjang, baiknya langsung ke TKP aja yupss… hehehe…

Happy Reading All…

Part 9

Tanpa menunggu reaksi Sooyoung selanjutnya, Siwon bergegas menarik tangan yeoja yang tengah terperanga itu menuju pintu keluar. Sooyoung tersontak. Yeoja itu pun buru-buru menyambar tas selempang coklatnya diatas meja.

“Yak.. kau sedang apa?” omel Sooyoung saat namja itu menggandeng tangannya menyusuri jalan yang entah kemana.

Siwon hanya tersenyum menanggapi kicauan yeoja yang tengah digandengnya. Namja itu bahkan semakin mempererat tautan tangannya. Lebih erat saat  tatapan kaget orang-orang disekitar jalan yang menemani langkah itu mendarat kearah mereka. Tatapan yang hanya tertuju kearah mereka. Aktor Choi Siwon tengah bergandengan tangan dengan seorang yeoja. Oh bukan ! itu mantannya. Namja itu tertawa sendiri. Tertawa membayangkan gossip panas terbaru yang sebentar lagi akan menghiasi layar pertelevisian Korea Selatan.

“Ya ampun ! itukan, Choi Siwon..”

“Dengan siapa dia?”

“Oh yeoja itu… Sooyoung kan?”           

“OPPAAAAA…”

“OPPAAA !!! SARANGHAE…”

Sekilas, Siwon melirik Yeoja yang tengah tertunduk disampingnya. Yeoja itu dengan terpaksa merapatkan jarak diantara mereka. Sebuah keterpaksaan karena Sooyoung benar-benar merasa jika dirinya mulai dipandang sinis oleh fans namja itu. Menyebalkan !

Wajah Sooyoung menggundah. Menjadi tontonan Fans Choi Siwon disepanjang  jalan  sangatlah memalukan !  Fans namja itu mungkin bisa dikatakan cukup tertib. Namun  kebanyakan dari mereka tetap saja sering berteriak, berbisik dan pandai menggosipkan  pendapat mereka tentang idolanya. Tentu saja, karena fenomena tersebut memang lumrah terjadi ! Lumrah dan membuat hati dongkol, terlebih saat kata ‘Saranghae Oppa’ itu terngiang dalam pendengaran Sooyoung. Saranghae?

Lengan Siwon mendekap erat pundak yeoja yang berjalan disampingnya, Sooyoung.  Mata yeoja itu membulat seketika, “Yak sebenarnya apa maksudmu ?”

“Aku tidak bermaksud apa-apa !”

“Jangan melakukan hal bodoh !”

“Kau yang memancingku melakukan semua ini.” Jawab Siwon enteng sambil tersenyum pada para fans yang menemani langkahnya.

Sooyoung menghela nafas pasrah, “Seusai ini, akan ada banyak dari fansmu yang menjadi anti fans ku. padahal aku kan bukan artis !” Batinnya.

“Tidak akan ! seorang fans kan selalu mendukung idolanya… fans yang menjadi antifans-mu, berarti mereka bukan fansku..” timpal Siwon seolah dapat membaca pikiran Sooyoung, lagi. Hal ini sudah biasa. Tak ada alasan bagi yeoja itu untuk tersontak kaget. Harus diakui bahwa namja itu sepertinya memang memiliki indra keenam. Meski mustahil ! Mana mungkin namja ceroboh, narsis dan cuek seperti Siwon memiliki kekuatan seperti itu ? Ah, Mungkin tadi itu hanya sekedar dugaan asal tebak. Errr dugaan yang memang benar adanya. Sial !

Langkah Siwon diikuti dengan Sooyoung terhenti disebuah parkiran belakang sebuah mini market. Sooyoung lantas memasang wajah penuh tanda tanya, “Kenapa kita kesini? Ini parkiran?” ujarnya berpikir sejenak, “Dimana mobilmu? Kau naik mobil kan?”

“Aku naik motor,” tampik Siwon

Sooyoung membulatkan matanya, “Mwo?” kagetnya memukul lengan namja disampingnya dengan penuh kekesalan, “Kenapa naik motor? Bagaimana kalau orang-orang disekitar jalan melihat kita..? Aku tidak mau dilempari telur dan tomat busuk lagi oleh par fans mu…”

Siwon memandang bebas kesamping seraya menelunjuk lubang telinganya, “Aigooo, sudahlah, kau mau naik tidak ? atau kau ingin kutinggal disini lalu digerubuti fansku ?”

Yeoja itu menatap kesal.  Ini keterlaluan ! Berani-beraninya  dia  memanfaatkan kesempatan dalam  kesempitan ! “ Lalu, Kenapa kau memarkir motormu disini, kau kan bisa memarkirnya di parkiran toko bubur tadi ! kita tidak perlu berjalan kesini dan di tonton oleh puluhan fansmu ?! ” desak Sooyoung kemudian.

Bukannya menjawab, namja itu malah berjalan santai melewati tubuh Sooyoung. Ia lalu membuka jok belakang motornya.  Membuka dan mengambil sesuatu. Helm mungkin?

“Aku..” jawabnya terdengar ragu, “Naiklah dulu.. !” perintah Siwon  lalu melempar helm bungkus merah  yang langsung ditangkap oleh yeoja didepannya.

Sooyoung  lalu berbalik memunggungi namja itu, Ia lalu memakai helm. Menunggu  Siwon untuk naik lebih dulu dan menyetater motor itu. Beberapa detik berlalu namun Siwon masih berdiri dibelakangnya.  Lama sekali dia !

Baru saja Sooyoung hendak berbalik. Berbalik melihat apa yang dilakukan namja itu sebenarnya. Baru saja  yang tertunda saat Sooyoung merasa sebuah benda tebal dan hangat terbungkus dipundaknya. Sebuah jaket. Dia?

“Pakailah ! anginnya kencang kan ?”  ucapnya pelan.

Penuh tekanan, Sooyoung menarik nafas sempit. Menghirup oxigen seiring dengan suhu tubuhnya yang mendadak memanas. Dihembuskan nafas itu dengan detupan jantung yang semakin terasa.

“Karena aku ingin memberimu kejutan ! aku ingin menggandeng tanganmu sampai kemari !” Ungkapnya membuat untaian kalimat dalam benak Sooyoung menghilang seketika, “Aku memarkir kendaraan disini, agar bisa memegang tanganmu lebih lama !” sambungnya tertunduk lalu mendengak pelan, “Kau kesal?”

Apa? Dia berkata apa? Sooyoung menggelengkan kepalanya keras kemudian menampik, “Aniyo..” ucapnya mencoba menyusun barang sebaris kalimat yang entah apa. Semua mendadak kosong. Tuhan ! hanya sebaris. Cukup sebaris agar tubuhnya bisa bergerak kembali.

“Mmm.. apa ya?” gagap Sooyoung melihat keawan-awan.

“Sudah ! cepat naik.” Potong Siwon.

Distaternya motor itu perlahan. Ia kemudian menatap kearah  yeoja yang masih dipenuhi oleh raut keraguan. Bahkan yeoja itu masih ragu !  Jika belum dipaksa, akan sangat sulit baginya untuk bergerak meski itu hanya selangkah, “Mau sampai kapan kau berdiri disana?” seru Siwon. Ia kemudian mengangkat dagunya keatas. Menatap yeoja itu dan jok dibelakangnya secara bergantian, “Cepat naik atau kutinggal ! Aku akan berhitung mundur” ujar Siwon melirik jam tangannya sekilas, “Hari sudah mulai gelap ! Aku berhitung.. tiga.. dua.. sa.. “

“Ne.. ne.. ne..” Sergah Sooyoung. Yeoja itu akhirnya pasrah. Membiarkan tubuhnya melangkah mengikuti perintah Siwon. Duduk dibelakang dan menunggu apa yang akan dilakukan namja itu selanjutnya.

Sudah sekian lama motor itu melaju.  Dingin dan menusuk. Begitulah yang dirasakan Sooyoung saat motor itu melaju cukup kencang. Menembus jalanan malam kota Seoul yang dihiasi oleh kemerlip warna-warni lampu jalan. Juga ditemani oleh sinar menusuk gedung-gedung disekitarnya.

Seperti cuaca menjelang musim dingin. Bahkan jaket tebal yang dikenakan Sooyoung seakan menipis. Menciut akibat terkena gesekan hawa beku udara malam. Perlahan rentetan jarum es yang seakan tengah menusuk kulit yeoja itu semakin menancap. Membuat bibir mungil itu bergetar kuat. Bergetar hingga deretan giginya berbunyi gemerutup cukup kencang. Sungguh ! lama-kelamaan  tubuhnya bisa membeku.

Hembusan angin itu Mengecil. Berkurang saat namja itu memberhentikan motornya tepat  dibahu jalan.  Tepi jalan yang dibatasi oleh kokohan besi jembatan yang menancap tegak. Dibawah jalan itu menjulang jalanan yang tengah dipenuhi oleh lautan kendaraan. Ada jalan diatas jalan. Jalan yang sepertinya cukup familiar. Entah mengapa.

Siwon mengangkat helem bungkus hitam yang dikenakannya. Namja itu menghela nafas pelan lalu berkata, “Menurutmu, sebaiknya apa yang kau lakukan jika nanti akan terjatuh?!”  tanya Siwon pada yeoja yang  masih duduk dibelakangnya. Sejenak yeoja itu mendelik. Menurunkan kedua telapak tangannya. Tangan yang sedari tadi sibuk begesekan untuk  mencari kehangatan.

“Emm, berpegangan pada tiang,  mungkin.”

“Apa kau juga akan tetap berpegangan saat mengetahui tiang itu goyah?”

“Yah.. jika aku akan terjatuh, apupapun disekitarku akan kupegang ! tak peduli tiang kokoh atau goyah  ! Dalam keadaan seperti itu, seseorang mana pun  jelas akan dipenuhi oleh rasa kepanikan!”

“Kalau begitu kuanggap ada dua kemungkinan. Kau bertahan bersama tiang yang kokoh atau terjatuh bersama tiang yang goyah.. “

Sooyoung mengangkat alis, “Maksudmu?”

“Meskipun  hanya benda mati ! Akan ada tiang yang mencoba melindungi. Bertahan atau terjatuh, itu adalah urusan waktu. ”

Mata Sooyoung menatap lekat sosok namja yang masih duduk didepan kemudi motor, “Tiang? Melindungi?”

“Jangan menahan kesakitanmu sendiri.  Tempatkanlah mata hati itu pada jiwa tulus disekitarmu! Jiwa yang bersedia menjadi peganganmu ! Yang meskipun goyah, akan terjatuh bersama atau  seandainya kokoh akan  bertahan bersama, begitulah seharusnya…” timpalnya menarik nafas lalu berkata, “Kumohon mulai sekarang jangan menahan bebanmu sendiri. Jangan menghindar  dariku. Jangan mencoba menanggung masalah yang ditimbulkan oleh hubungan palsu itu sendirian.”

Hening. Hawa dingin yang sedari tadi menyerang perlahan melanyap. Menghilang digantikan oleh kehangatan kalimat yang begitu cepat merasuk. Menahan sendirian? Menghindar? Apalagi? Semua kata itu sangat cukup untuk mendeskripsikan segala kebodohan yang dilakukanya. Menekan kesakitan. Mencerna perubahan yang dialaminya saat hubungan palsu itu berakhir. Menerima hujatan dari orang-orang. Menanggung  gosip aneh itu. Sendiri…

Sooyoung menundukkan wajah seiring dengan matanya yang kian memanas, “Mian..”

Seuntas senyum singkat tergores pada bibir Siwon. Sangat singkat. Diraihnya tangan dingin dan bergetar yeoja yang  masih  terduduk pilu dibelakangnya. Segera Ia melingkarkan tangan mungil yeoja itu tepat  dipinggangnya, kemudian mengambil nafas panjang, “Mulai sekarang jangan menghindariku lagi ! Aku harap kau bersedia, Sooyoung-ah..”

Semakin erat, Sooyoung mengencangkan dekapannya. Melekatkan telinganya pada punggung namja itu. Ada getar disana. Juga kehangatan yang seakan menyelimuti tubuh    yang tertimpa oleh hawa dingin ditengah cuaca malam. Yah, semakin hangat.

“Aku membuang cincin itu dijalan ini, entah kau ingat atau tidak !”

Memori itu terulang lagi. Sooyoung memutar matanya mencoba mengingat, “Aku berada pada jalan dibawah jalan ini..”

Namja itu terkekeh pelan, “Aneh..”

Drt..drt..drt.. terdengar getaran handphone dari dalam tas selempang Sooyoung. Segera diangkatnya telepon itu, “Yoboseyo, Sica-ah..”

Mata yeoja itu membulat, “Mwooo?”

“Nde, baiklah.. aku akan pulang..” ucanya lalu menutup telepon itu.

Sooyoung memajukan kepalanya. Menerobos pundak namja didepannya, “Bisakah kau antarkan aku pulang?”

Namja itu menengok seraya tersenyum miris, “Rumahmu digerubuti lagi oleh puluhan remaja kan?”

Mata Sooyoung membulat, “Bagaimana kau bisa tahu?”

“Itu sangat mudah ditebak..”

Bibir yeoja itu mengerucut,”Sudah ! kita pulang saja !”

………………………

“Bisakah kita lebih cepat?” sahut Sooyoung pada namja yang tengah sibuk dengan kemudi motornya.

“Kau ingin lebih cepat?” balas Siwon kemudian segera melanjutkan, “Kencangkan penganganmu !” Ucapnya menancap gas.

Tuhan ! Ini masih didarat atau sedang menerjang udara? Demi apa pun, yeoja malang itu masih ingin hidup. Namja itu sedang  kesetanan atau apa?  mungkinkah dia adalah mantan pembalap liar? atau semacam genk motor? Andwee ! Tidak ada pilihan lain. Sooyoung hanya bisa mengencangkan pengangan tangannya pada pinggang namja itu, seerat mungkin.  Sebisa mungkin Sooyoung meresapi kepalanya, apakah masih melekat atau telah hilang ditebas oleh tekanan angin. Ini terlihat seolah dirinya dan namja itu tengah menyabung nyawa. My god… !

Jantung Sooyoung perlahan batal melompat keluar. Segalanya mulai mereda saat mereka akhirnya tiba ditempat tujuan. Tepatnya didepan gang rumah Sooyoung. Yeoja itu segera membuka helm yang sedari tadi membungkus kepalanya, kemudian turun dari kendaraan beroda dua itu,  “Kau benar-benar ingin cari mati !”

“Aku hanya menjalankan tugas darimu !” jawabnya enteng.

“Tapi tidak harus secepat itu kan?” tampik Sooyoung yang hanya dibalas oleh gidikan bahu oleh namja  yang tengah duduk diatas kendaraannya.

“Baiklah, yang penting kita sudah sampai kan?’

Sooyoung mendengus, “Yasudah aku pergi !” ucapnya berbalik.

“Sooyoung-ah tunggu !” sahut Siwon yang sontak memberhentikan langkah yeoja itu.

Yeoja itu pun berbalik, “Wae?”

“Biar kutemani..”

“Adwee ! Bagaimana jika mereka semakin membabi buta saat melihatmu disana !” Tolaknya kemudian menampik saat melihat namja itu hendak melangkah kearahnyah, “Berhenti disitu !”

Siwon terdiam. Membiarkan yeoja itu berbalik, berlari cepat dan menghilang. Dia masih tetap seperti itu.  Selalu mencoba menanggung semuanya sendiri…

…………………….

Betapa kagetnya. Puluhan fans remaja telah menggerubut didepan pagar kayu rumah Sooyoung. Yeoja itu pun melangkah dengan ragu. Dipikirkannya cara agar bisa mendekat serta kata agar dapat menetralisir keadaan. Sooyoung pun berdehem cukup keras seiring dengan berpuluh tatapan tajam yang  menancap kearahnya.

“Apa kalian ada masalah denganku atau… mm…” ucap Sooyoung tersendat saat tatapan mereka berubah membunuh. Yeoja itu pun tersenyum kecut, “Mmm ada masalah?”

Salah satu fans remaja berkacamata melangkah. Mendekat kearah Sooyoung seraya menatap tajam, “Kau !”

Sooyoung mengangkat alis, “Wae?”

Remaja berkaca mata itu terkekeh sinis, “Apa kau bodoh, huh? Yeoja kegenitan sepertimu sangat tidak pantas untuk Siwon Oppa. Kau pergilah sana dengan pacarmu yang lain ! Jangan dekati Siwon Oppa !”

Kalimat yeoja berkacamata itu benar-benar membuat Sooyoung geram. Ia berkata seolah dirinya adalah seseorang yang begitu hina. Yeoja kegenitan ? pacar yang lain? Yang benar saja ! Remaja labil beserta anggapan bodohnya itu bener-benar harus dibasmi.

“Kau lebih muda dariku ! Jadi kuperingatkan, jaga bicaramu !” tegas Sooyoung.

Gelegar tawa puluhan para remaja dibelakang yeoja berkaca mata itu benar-benar mengusik pendengaran. Sooyoung sontak memutar bola matanya malas. Menghela nafas keras seraya memasang wajah tidak peduli.  Ia pun mulai melangkah menerobos gerombolan remaja kekanak-kanakan dengan segala pikiran fanatiknya.

“Tunggu, E-on-nie..” ucapnya menyindir diikuti oleh sorak tawa temanya.

Sooyoung mendelik sinis, “Siapa pun bisa kupastikan, akan mendapat penyakit tujuh turunan  jika dipanggil seperti itu olehmu !”

“Mwo? Lucu sekali !” balas yeoja itu mengambil sesuatu dari dalam tas selempangnya, “Ini E-on-ni, lihatlah betapa tidak pantasnya dirimu untuk Siwon Oppa !”

Terlihat sebuah layar handphone yang sedang memutar sebuah peristiwa. Peristiwa mencengangkan itu, saat konferensi pers. Saat dirinya berkata, “Hubungan kami memang sudah berakhir, tapi ini bukan karena seorang aktris yang dekat dengan Siwon, tapi ini karena aku menyukai seseorang jadi aku…”……..“Jadi kalian putus karena kau menyukai seorang namja? Lalu siapa namja itu?”

“Mejijikkan !” Satu kata tertimpal dari mulut yeoja berkaca mata itu.

Sooyoung mematung. Tubuhnya kaku terperangkap dalam kejadian masa lalu. Kejadian yang memang benar adanya. Meskipun itu hanyalah sebuah kebohongan yang menyakitkan. Kebohongan yang harus dipendamnya sendiri tanpa orang lain ketahui. Begitu menyakitkan.

“Minggir kalian ! Aku mau masuk,” perintah Sooyoung pada puluhan remaja yang masih bergerombol didepannya.

Langkah Sooyoung tiba-tiba tertahan oleh remaja berkaca mata yang menahan lengannya, “Eonni, tidak semudah itu kau bisa pergi !” ucapnya mendorong tubuh Sooyoung kebelakang.

“Awwhh” pekik sooyoung saat tubuhnya terhempas ketanah.

Gerombolan fans remaja itu mulai berkeliling menggerubuti tempat Sooyoung terjatuh. Mereka mulai tersenyum menyeringai. Senyum yang terbilang brutal dan tidak wajar dari remaja seusiaya. Lebih brutal lagi adalah saat beberapa remaja terlihat berkesiap melempar beberapa tomat dan telur busuk. Oh tidak !

Sooyoung memejamkan matanya erat. Bersiap dengan benda menjiikkan yang sudah pasti mendarat ditubuhnya sebentar lagi. Tinggal meghitung detik. Usai sudah ! Segalanya telah dimulai saat suara pecahan benda-benda sampah itu terdengar. Dan semuanya ? Baik-baik saja. Aneh, harusnya tubuhnya sekarang basah, atau lengkat. Namun berbeda. Tak ada apapun yang menyentuh tubuh itu. Kecuali ?

Sebuah kehangatan yang menyelimutinya lagi. Kehangatan juga hembusan nafas kekhawatiran  memutar ingatannya tentang seseorang. Sooyoung sangat hafal wangi tubuh ini. Wangi tubuh yang selama ini tersimpan rapih dalam memory otaknya.  Aroma yang mengalahkan sengatan dari bau busuk yang  bahkan  menari lepas dalam indra penciumannya.

Siwon bangkit menggenggam tangan Sooyoung untuk berdiri. Ditatapnya yeoja yang tengah gemetaran itu sekilas kemudian mulai membuka mulut, “Tolong jangan bersikap seperti ini jika kalian merasa bahwa kalian adalah fans ku ! Sikap kalian tadi bahkan beribu-ribu kali lebih buruk dari seorang anti fans.”

Namja itu mempererat tautan tangannya, membuat Sooyoung mendelik, “Yeoja ini, Choi Sooyoung, aku mencintainya ! Aku tak peduli bahwa dia menyukai namja lain atau apa pun itu. Karena yang kupedulikan adalah perasaan bahwa aku mencintainya.”

Sempurna ! Sooyoung benar-benar bingung dengan situasi yang terjadi sekarang. Bahkan setelah ini mungkin skandal baru akan muncul. Skandal yang mungkin kian menambah kekesalan fans Choi Siwon. Dan lagi-lagi melibatkan dirinya…

“Kalian boleh menyalahkanku, mencaci maki atau musuhilah aku kalau perlu. Salahkanlah aku karena begitu ingin melindunginya. Bebaskanlah makian kalian karena aku adalah seorang  namja egois yang terlalu menginginkannya untuk tinggal disisiku. Kemudian kalian boleh memusuhiku ! Musuhilah aku dengan suatu alasan. Alasan karena seorang namja bodoh sepertiku telah menitipkan separuh jiwanya pada yeoja rapuh benama Choi Sooyoung. Jiwa yang sampai akhir ada pada yeoja itu, sulit terlepas dan mustahil dapat dijamah oleh siapa pun !” ungkap Siwon panjang lebar. Namja itu berhenti sejenak melihat keadaan disekelilingnya. Hening. Para fans remaja hanya berdiri kaku. Sedangkan yeoja disampingnya tertunduk lemas dengan butiran bening yang terus mengalir. Dia menangis ?

“Karena itu, jangan menganggunya ! semua ini adalah ulah dari perasaanku sendiri. Seandainya kalian kesal dengan perasaanku, kalian boleh melempariku dengan berjuta-juta ton tomat dan telur busuk. Asal jangan menyakitinya, aku sudah sangat berterima kasih ! Gomawo.”

Raut para fans remaja dihadapnnya berubah cemberut. Terlebih saat siwon berkata, “Tolong kalian pulang ! Jangan buat orang tua kalian hawatir !”

Terdiam. Waktu terasa terhenti sampai pada akhirnya para fans itu mulai membubarkan diri. Mereka memungut beberapa kemasan makanan yang berhamburan. Kemudian berbondong-bondong pergi dengan suara bisikan yang sangat berisik. Entah apa.

Siwon menggenggam kedua pundak yeoja didepannya. Masih menangis. Namja itu mengigit bibir bawahnya, kemudian tanpa ragu mendekap yeoja itu. Sontak suara sanggukan tangis terdengar cukup keras. Dia menangis lagi.  Lengking suara  bergetar yang membuat rasa bersalah itu semakin dalam.

“Mian, Sooyoung-ah.. Aku menyulitkanmu lagi..” gumam Siwon merasa bersalah.

Sooyoung menarik nafas sesanggukan, “Aku yang salah…”  ucapnya bercampur dengan suara tangisan. Tangis yang membuat Siwon semakin mengeratkan dekapannya. Sampai kapan pun namja itu ingin tetap seperti ini. Saat ketika Sooyoung bersedia menangis dipundaknya. Juga saat ketika Sooyoung berhenti untuk menganggung semuanya sendiri. Hanya itu…

“Ehmmmm” Suara deheman keras terdengar dari arah pagar rumah. Itu Jessica?

Sooyoung tersontak. Yeoja itu buru-buru melepaskan dekapannya. Ia lalu menatap temannya, “Sica-ah, sejak kapan kau berdiri disana?”

Jessica tersenyum singkat, “Sejak tadi !” ucapnya melangkah kearah Sooyoung kemudian melanjutkan, “Para remaja tadi sudah pergi kan? Jadi? Kau tidak mau masuk?”

Sejenak Sooyoung terdiam, kemudian menoleh pelan kearah Siwon. Namja itu lantas mengangguk kecil diikuti dengan senyuman seolah berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Sooyoung menghapus air matanya kemudian menyetujui, “Baiklah..”

Mereka berbalik. Siwon menatap punggung kedua yeoja yang tengah saling merangkul. Cukup lama hingga siluet mereka menghilang.

“Sooyoung-ah, mimpikan aku…” gumamnya tersenyum.

……………….

Perlahan dibukanya jendela persegi itu. Sooyoung mendengak keluar jendela. Memastikan bahwa namja itu masih ada disana ataukah sudah pergi. Ternyata dia sudah pergi. Baru saja saat puggung namja itu terlihat kian menjauh. Sooyoung tersenyum seraya bergumam, ‘hati-hati’

Seseorang menepuk pundak yeoja itu dari belakang. Tepukan yang membuatnya terkaget secara otomatis,  “Apa yang kau lihat?” tanya seseorang yang tenyata adalah Jessica.

Terdiam. Sooyoung hanya menggerakkan matanya kesamping kearah luar jendela. Yeoja itu menutup jedela yang tadi dibukanya kemudian menggidikkan bahu seraya tersenyum singkat.

Jessica  mengangguk mengerti kemudian menyela, “Oh, jadi kau kecewa karena aku mengganggu acaramu tadi?”

Sooyoung menatap Jessica sekilas kemudian  berjalan melewati tubuh temannya itu seraya mejawab, “Mungkin, begitulah !” ucapnya lalu duduk didepan sebuah meja lantai.

“Hmmm,  ternyata kau  sudah menentukan pilihanmu ! Kau lihat tadi betapa seriusnya dia? Huh?” tanggap Jessica mensejajarkan posisinya.

“Yah seperti itulah !”

“Dia sudah melupakan Yoona?”

Sooyoung tercekat tapi berusaha menjawab, “Entahlah ! Mungkin kau bisa menyimpulkannya sendiri.”

“Dan jika kusimpulkan iya…?” timpal Jessica memopang dagu seraya menatap temannya. Membuat temannya itu terdiam cukup lama.

“Kuharap itu benar !” balas Sooyoung tertunduk ragu.

Jessica melipat kedua tangannya segera, “Jangan hanya berharap ! Buatlah dia semakin yakin !” Tegas Jessica membuat kening Sooyoung berkerut. “Maksudnya?”

“Beri dia kejutan !”

“Kejutan?”

“Dia sibuk shooting? Atau aktivitas lain?” tanya Jessica dengan raut penuh minat.

Sooyoung menaikkan bola matanya keatas. Berpikir tentang kegiatan artis seperti Choi Siwon selanjutnya. Namja itu biasanya, melakukan kegiatan pemotretan, menghadiri acara, CF, dan… “Ah, besok dia Shooting terakhir untuk flimnya !”

“Nah, berarti kau harus punya rencana agar bisa memberikan kejutan !”

“Tapi kumohon jangan keluarkan ide aneh !” cegah Sooyoung memasang ancang-ancang.

“Ah, itu ! ide aneh dan unik !” tanggap jessica menaikkan jari telunjuknya.

Sooyoung memutar bola matanya. Yeoja itu sungguh ingin menarik ucapannya barusan. Ucapan yang seolah telah menjadi bumerang ditengah eksistensi hari-harinya kedepan. Jessica pasti akan ngotot memaksakan ide yang dianggapnya ‘brilliant’ tapi nyatanya ‘gila’ itu pada Sooyoung. Ini menyebalkan!

“Cepat kau tanya kapan dia berangkat shooting besok ! Aku punya ide…”

“Iya, tapi…”

“Eitss… tak ada tapi tapian.. Lakukan itu atau aku akan mengatakan padanya bahwa kau merindukannya malam ini. Aku akan menulis kalimat norak dalam pesan singkat, bagaimana? ” ancam Jessica.

“Andweee..” pekik Sooyoung mengibaskan tangannya kemudian mengiyakan, “Baiklah kulakukan sekarang.” Ucap yeoja itu mengambil handphone dari saku celananya. Ia kemudian mengetik beberapa kalimat dalam pesannya,

To : Choi Siwon.

Permisi, Siwon-ssi  besok kau berangkat Shooting Jam  berapa?

 ~Gomawo ~

Sooyoung menghela nafas panjang. Ini memalukan ! pertanyaan tadi bukanlah gaya seorang Choi Sooyoung. Untuk apa menanyakan hal itu? dasar Jessica !

Drtr..drt.. Mata Sooyoung dan Jessica beralih menatap layar handphone yang bergetar. Sooyoung membuka pesan yang masuk. Dia membalas pesan itu dengan lekas ternyata.

From : Choi Siwon

Aku ? Jam 6 pagi. Wae?

Wae? ingin sekali Sooyoung menjawab “Tak apa, itu hanya pertanyaan basa-basi  untuk melancarkan ide aneh Jessica.” Sudahlah ! Sebaiknya Sooyoung membalas.

To : Choi Siwon

Anyioo aku hanya ngelantur, selamat malam.. byeee..

“Dia bilang apa?” Sambar Jessica dengan wajah ingin tahu.

“Dia berangkat jam 6 pagi…” Jawab Sooyoung memasang wajah malas.

“Nah, berarti…”

………………………………..

Katakan Ini Wajar. Sooyoung menghela nafas pasrah seraya menatap Jessica yang tengah menyunggingkan senyum lebar serta memperlihatkan jari V dikedua tangannya. Sooyoung kemudian beralih menatap pakaiannya yang dirasa cukup, aneh. Sangat aneh ! Pakaian boneka kelinci biru muda yang berbulu cukup banyak telah melekat pada tubuh kurusnya. Kain yang cukup tebal itu membuat Sooyoung kegerahan. Untung saja ini masih jam setengah enam pagi. Suasana pagi  mungkin agak sedikit menyejukkan hawa tubuhnya yang tengah dalam balutan kostum, seperti ? bayangkan saja sebuah badut ditaman hiburan. Seperti itulah tampaknya.

Dengan segenap keraguan, Sooyoung memandang sebuah tempat dimana terdapat banyak jejeran mobil yang terparkir. Jelas itu parkiran ! Sangat sepi dan remang-remang seperti suasana musim gugur. Yeoja itu kemudian menatap Jessica seolah ingin membatalkan rencana mereka dan pulang sekarang juga ! Di-jam ini, menit ini dan detik ini !

“Jessica-ah, apa menurutmu ini tidak terlalu berlebihan?”

Jessica mengangkat alis, “Tentu saja iya !”  ucapnya enteng membuat mata Sooyoung membulat, “Mwo?”

“Kurasa nanti dia juga menyukai caramu !” ucap Jessica sembari terus mengawasi keadaan dari balik tembok yang mereka pijaki.

“Dia pasti akan menertawaiku.. !”

“Dia tertawa karena ini lucu bukan? Berarti dia terhibur,” Jessica beralih menatap temannya segera. “Dengar ! Seorang artis seperti dia sudah memiliki segalanya ! Kau ingin membelikannya barang –barang ? dia bahkan sudah mempunyai lebih dari itu…  Jadi lebih baik sekarang, segera tampakkan dirimu saat dia akan naik ke mobilnya dan berikan masakan yang telah kau buat ditengah malam untuknya ! ini bagian dari perjuanganmu…”

Sooyoung terdiam dalam pikirannnya. Sudah terlanjur, mungkin. Ia mustahil menghancurkan segala pengorbanannya untuk sampai ke apartemen Siwon, padahal tinggal selangkah lagi.

“Fighting !” Pekik Jessica tiba-tiba sambil memberi gaya penyemangat.

“Ne, Fighting…” balas Sooyoung meskipun sedikit ragu, atau gugup? Entahlah !

Lekas Jessica mendorong tubuh Sooyoung hingga keluar dari tembok persembunyian yang mereka pijaki. Temannya itu terlihat mulai mengenakan penutup kepala berbentuk boneka kelinci. Juga memeluk tepak makanan dilengannya. Bagus !

“Semoga Sukses !” Seru Jessica melambai lambaikan kedua tangannya seraya menatap langkah Sooyoung dengan balutan boneka kelinci yang kian menjauh.

………………………..

Bunyi kerincing logam menghiasi sepanjang jalan koridor yang sepi dan sunyi. Siwon terlihat memutar-mutar kunci mobilnya seraya bersiul bebas. Berusaha menghilangkan kehampaan dalam pendengarannya. Mungkin suasana seperti ini wajar ! Ini bahkan baru jam enam kurang.

Langkah Siwon terhenti didepan sebuah mobil biru yang tengah terparkir. Ditatapnya sebuah tombol yang tergantung bersamaan dengan kunci mobilnya. Siwon bersiap menekan sebuah tombol pembuka kunci mobil namun, pandangan namja itu teralihkan pada sesuatu yang bergerak-gerak dibelakang mobil miliknya.

Mata Siwon menangkap benda yang sepertinya berbulu sedang mengendap-endap. Meskipun hanya terlihat dari kolong mobil, namun Siwon yakin, sepertinya benda itu manusia. Siapa? Fans? Sekurang kerjaan itukah fansnya hingga harus mendatangi apartemannya pagi-pagi begini?

Namja itu maju selangkah, berusaha menangkap sesosok makhluk yang entah siapa. Ia mendengakkan wajahnya dan…

“Dooorrrrr !!!!” pekik seseorang mungkin ! Seseorang Yang sedang mengenakan topeng boneka kelinci bersamaan dengan tubuh yang menyerupai kelinci ! Entah itu makhluk jenis apa, yang jelas Ia sangat mengagetkan. Namja itu hampir saja terjungkal kebelakang. Tentu, Siapa yang bisa bersikap biasa saat sesuatu mengagetkanmu ditengah suasana sepi dan sunyi. Dengan dandanan aneh pula !

“Anyooongggg…” pekiknya lagi.

Tunggu ! Siwon tahu suara itu seperti ?

Topeng boneka kelinci itu akhirnya terbuka. Yah, seseorang dalam kostum kelinci itu membukanya. Dan benar ! Dia, Sooyoung?

Siwon mengerutkan kening. Heran dan sangat heran. Sooyoung datang menemui dirinya dengan dandanan seperti itu. Berkorban sampai-sampai wajahnyanya berkeringat. Ini sungguh menakjubkan ! Namja itu sedikit tertawa membuat seseorang dengan balutan kostum kelinci itu tertunduk memanyunkan bibir.

“Sooyoung-ah? Jadi ?” ucap Siwon diiringi dengan nada tertawaan yang mungkin ditahannya. Menyebalkan !

Sooyoung menatap tajam sambil berkacak pinggang, “Wae? Apa hal ini begitu lucu? Sangat lucu? Super lucu?”

“Aniyo.. ini.. lebih dari super lucu ! super konyol mungkin?”

“Mwo?”

Aneh ! Sooyoung bahkan senang saat namja itu tertawa karena aksinya saat ini. Mungkin benar yang dikatakan Jessica. Siwon menyukainya? Dia menyukai itu dan membuat wajah Sooyoung mencerah. Yeoja itu akhirnya ikut tertawa. Menyenangkan tenyata. Saat tertawa bersama dengan seseorang yang… emmm begitu membuatmu terpesona !

Siwon memajukan langkahnya hendak menghampiri yeoja yang tampaknya juga ikut tersenyum memandang keberbagai arah. Namja itu mendekat dengan senyum lebarnya sembari menatap wajah yang perlahan mulai tertunduk malu.

“Siwon Oppa !” pekik seorang yeoja dengan make up tebal, berkemeja merah dan rok abu-abu selutut rapih  yang entah siapa. Yang pasti, suara pekikan yeoja itu secara otomatis menghentikan langkah Siwon.

“Oppa, aku menuggumu dari tadi, ternyata baru keluar sekarang ! Aku baru ingin mengajakmu kelokasi Shooting bersama ! Hari ini aku  bermain di-episode terakhir film-mu!” cerocos yeoja dengan suara yang di-imut-imutkan seraya bergelyut manja pada lengan Siwon. Dasar genit !

Dengan wajah malas, Siwon berusaha melepaskan gelayutan manja pada lengannya. Namun percuma saja ! Yeoja kegenitan itu malah semakin mengeratkan pegangannya.  Sial !

“Permisi, Nona ! Tidak seharusnya yeoja sepertimu bersikap seperti ini !” Tegur Siwon yang sepertinya merasa tidak nyaman. Terlebih Sooyoung sedang berdiri persis didepan mereka.

“Wae? Aku kan sudah menunggumu ! Kau sungkan karena ada yeoja aneh didepan kita ? Emm kita kan sudah sering melakukan hal ini, bahkan lebih !” ucapnya membuat mata Siwon membulat, “Mwo? Jangan berbicara sembarangan !”

“Aku tidak asal bicara ! kau tanyakan saja pada satpam disekitar apartement ini !” ucapnya sambil sedikit melirik kearah Sooyoung yang mulai dipenuhi oleh keringat dingin.

“Cukup !  Jangan mengarang cerita ! Lepas sekarang jug..”

“Permisi ! aku sebaiknya pergi…” potong Sooyoung  berbalik dan mencoba berlari meskipun sedikit terjatuh. Yah, melihat kejadian itu membuat tubuhnya bergetar hebat. Matanya mulai memanas saat yeoja kegenitan yang jauh lebih cantik dan lebih sempurna darinya itu mulai menyadarkannya tentang kepantasan seorang Sooyoung mencintai seorang artis setenar Siwon.

“Sooyoung-ah.. tunggu !” seru Siwon masih berusaha melepaskan genggaman lengan yeoja aneh yang tiba-tiba datang.

“Yak.. Lepaskan sebelum aku berbuat kasar ! Aku tidak akan segan-segan meskipun kau adalah seorang yeoja !” ancam Siwon membuat raut wajah yeoja itu mengkirut. Ia akhirnya melepaskan rangkulannya.

Siwon akhirnya berlari, mengejar Sooyoung yang melesat entah kearah mana. Kesegala arah Siwon memutar pandangannya. Berharap menemukan sosok yeoja yang saat ini tengah berbalut pakaian boneka kelinci. Namun nihil. Segala arah kosong. Membuat perasaan cemas dalam diri namja itu kian menjadi.

“Sooyoung-ah, kau dimana?” pekik siwon mengacak rambutnya frustasi, “Akhhhs…”

…………………

Butiran bening itu kembali mengucur. Suara sanggukan tangis terdengar agak tertahan dari balik tembok. Sooyoung memandang dari balik kokohan tembok dibelakang beberapa mobil yang terparkir. Memandang namja yang sedang mencemaskan dirinya. Mencemaskan? Apa itu benar?

Setelah namja itu pergi menjauh, Sooyoung berjalan terseok disepanjang dinding tembok. Kini, perasaannya sangat kacau. Ia hanya butuh ketenangan. Sebuah ketenangan untuk memikirkan jalan cerita dari kisah selanjutnya.

“Bagimana?” Tanya Jessica ketika yeoja itu tiba pada sebuah halte. Ia bahkan belum melepaskan pakaian kelincinya. Hal tersebut membuat Jessica mengerutkan kening, terlebih saat melihat wajah lesu temannya, “Kenapa belum melepaskan pakaianmu ? Oh, kau marah karena aku belum pulang? Tenanglah ! Aku menunggu kabar darimu melalui ponsel, tapi sangat lama aku menunggu, kau tak kunjung menelpon !  Aku kan ingin tahu apakah kau menyuruhku pergi atau….”

“Kita pulang saja !”

“Iya, tapi..”

“Kubilang pulang !!!!!” Tegas Sooyoung dengan tatapan marah dan kesal. Penegasan yang sontak membuat temannya kaget setengah mati…

“Kita pulang sekarang !!! MENGERTI ?”

“Iya tapi kau harus melepaskan pakaianmu ! Kau mau naik kendaraan dengan pakaian seperti itu?” cerocos Jessica dengan wajah yang tak kalah kesal.

Sooyoung menunduk melihat pakaian kelinci yang masih melekat ditubuhnya. Yeoja itu kemudian menghela nafas keras, “Oh.. Mian….”

Jessica ikut menghela nafas, “Sooyoung-ah… Kurasa kau akan membawa kabar buruk.. begitu?”

“Aku ingin pulang !” lemas Sooyoung tak mempedulikan pertanyaan temannya.

…………………….

Sial. Disepanjang perjalanan, Siwon terus saja mengingat kejadian yang baru saja menimpanya. Aktris pendatang baru itu benar-benar telah mengacaukan segalanya. Tapi orang itu tidak penting ! Siwon telah mengusirnya. Dia bahkan memohon untuk berangkat ke lokasi shooting bersama ? tidak akan !

Mobil yang dikendarai namja itu terhenti didepan sebuah lampu merah. Dalam jeda permberhentian itu, Siwon terus saja menatap tepak biru milik Sooyoung pada bangku penumpang samping kemudi. Benda yang tertinggal sebelum Sooyoung memberikan langsung padanya. Yeoja itu mungkin sudah repot memasak. Dan lihat? Semua kacau.

Seiring waktu berlalu, mobil yang dikendarai Siwon kembali berjalan. Perjalanan itu berakhir saat namja itu tiba diarea lokasi shooting tempat tujuannya.

Sebelum keluar dari mobil, Siwon menyempatkan diri untuk meraih tepak biru yang berisi makanan buatan Sooyoung special untuknya. Yeoja yang hingga detik ini masih dan akan selalu bergentayangan dalam pikirannya. Merasuk dan sangat sulit dibasmi bahkan oleh pawang tersakti sekali pun !

Senyum lebar tersungging dibibir Siwon saat melihat rangkaian makanan yang telah ditata rapih. Telur dadar berbentuk senyuman. Rambut sayuran warna-warni. Mata dari kacang kedelai.. Hingga membentuk sebuah wajah…

Pandangan namja itu beralih pada sebuah kertas, “Makanlah sambil mengingatku. Dengan begitu, Makanan yang tidak enak akan berubah menjadi superrr lezatttt…. Kkkk”

Ia kembali tersenyum bahkan lebih dari sebelumnya. Namja itu lentas mengambil ponselnya, mencoba menghubungi yeoja sang pembuat makanan namun sesuai dugaan, ponsel yeoja itu sedang tidak aktif.

To : Sooyoung

Gomawo atas makanannya… Mianhae soal tadi, aku benar-benar tidak bermaksud membuatmu sedih… Izinkan aku menjelaskan sesuatu… Aku mohon Sooyoung-ah…

Siwon menghela nafas pelan. Namja itu kemudian menatap makanannya dan menghabiskan semua tanpa ada sebutirpun yang tersisa. Setelah selesai dengan makanannya, Siwon pun keluar dari mobil dan mulai menyapa para crew di lokasi shooting. Tentu saja kali ini namja itu harus bekerja lebih ekstra, mengingat ini adalah bagian terakhir dari film-nya. Hingga saat shooting dimulai, angan tentang Sooyoung masih saja bergelayut dipikirannya. Sedang apa yeoja itu sekarang ?

“Cuttt…” pekik sang sutradara kemudian melanjutkan, “Persiapkan property adegan selanjutnya.” Perintahnya diiringi dengan pembubaran para pemain di lokasi tersebut.

Siwon duduk termenung pada jejeran bangku samping tembok. Fokus pandangnya masih tertuju pada layar handphone dan sebuah nomer kontak bertuliskan nama ‘Sooyoung’.

“Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif..”

Namja itu menarik nafas. Sesulit inikah posisinya? Bisakah waktu berputar mundur? Ia hanya ingin melihat senyum Sooyoung seperti tadi pagi. Mendengar suara dan teriakannya yang mengudara. Wajah cemberutnya pun tak masalah. Apa sesulit ini?

Lantunan lagu Mr. Simple terdengar yang sontak memecahkan pikiran namja yang sedang berada dalam lamunannya.

Mata Siwon membutat. Segera ia mengangkat handphonnya, “Yoboseyo… Sooyoung-ah ?”… Mwo? Didepan gerbang?… ne? tungggu aku disana !” ucapnya lalu mengakhiri sambungan telepon itu.

Berlari. Siwon segera bangkit dan melesat pergi. Baru saja Sooyoung menelpon dan mengatakan bahwa Ia sudah ada didepan pintu gerbang lokasi shooting namja itu. Mungkin Ia ingin mengatakan sesuatu.. Tapi apa? Ya Tuhan !

“Yak kau mau kemana ? shooting akan dilanjutkan lima menit lagi !” teriak salah satu crew dari kejauhan.

Siwon berbalik dan balas menyahut, “Nde, aku akan kembali lima menit lagi !”

Segera Siwon mempercepat langkahnya saat terlihat seorang yeoja tinggi dengan jaket cream dan jeans coklat tua sedang berdiri bersandar didepan besi gerbang. Rambut hitam sebahunya dibiarkan terurai tertiup angin. Ya, itu Sooyoung !

“Sooyoung-ah..” Panggil Siwon dengan nafas tersenggal.

Yeoja itu berbalik seraya tersenyum singkat. Senyum yang sedari tadi ingin dipandangnya, “Ne?”

“Kenapa handphonemu tidak aktif?” Tanya Siwon kemudian.

Sooyoung berpikir sejenak kemudian berkata, “Oh… aku hanya ingin fokus berkerja ! Benda itu baru saja kuaktifkan !”

Siwon mengangguk pelan mendengar jawaban yeoja itu. Ia kemudian tertunduk memegang tengkuknya. Ingin sekali ia menjelaskan sesuatu tentang kejadian tadi pagi, tapi apakah  yeoja dihadapnnya ini  masih ingin mengingat kejadian itu?

“Sooyoung-ah, mian kejadian tadi pagi itu.. dia bukan siapa-siapa. Dia hanyalah aktris pendatang baru yang ingin membuat skandal untuk menaikkan popularitasnya. Aku benar-benar tidak bermaksud untuk…”

“Aku mengerti..” potong Sooyoung lalu melanjutkan, “Kau tahu? Betapa lelahnya aku membandingkan diriku dengan mereka?”

“Mwo?”

“ Juga betapa seringnya aku bercermin setelah melihat mereka? Yah, aku sadar itu percuma, karena aku ini tidak ada apa-apanya.. jadi, kuharap kau bisa mengerti posisiku ! Jangan berharap lebih, kumohon untuk…”

“Dan kau harus tahu betapa seringnya aku berharap bisa bertemu denganmu lebih awal…” Timpal Siwon membalas memotong, “Lebih awal sebelum karierku menanjak sebagai seorang artis. Sebelum aku bertemu dengan Yoona sebelum kau hadir secara tiba-tiba dan mengacaukan perasaanku. Sebelum kau membuatku gila……”

“Siwon-ssi…” balas Sooyoung menggantung begitu saja. Ucapannya terhenti saat sebuah dekapan erat kembali menyelimutinya. Satu-satunya dari ribuan  hal yang dapat membuatnya bungkam detik itu juga. Hanya mampu memjamkan mata. Dan Sooyoung telah memejemkannya sangat erat.

“Siwon-ssi jangan begini…” pinta Sooyoung dengan suara yang mulai bergetar.

“Aku akan terus seperti ini jika kau terus menentang perasaanmu sendiri, Lari dari kenyataan, itu adalah pilihan yang terburuk. Kau tahu itu bukan?”

“Mwo?”

“Aku sudah memikirkannya !”

“Jangan berbuat hal gila !”

“Itu mungkin ! Karena aku tidak akan sanggup melepasmu…”

…………….. To be continued…………….

19 thoughts on “SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 9)

  1. riri riwa berkata:

    hahaha… #kegirangan mode on😀
    satu2 nya dari ribuan hal yang bisa membuat soo eon bungkam detik itu juga adalah pelukan wonpa ! #ngutip kata author…
    So sweet….
    Soo eon lucu… Ktwa2 sendiri ngebyangin soo eon pake bju badut kelinci hihihi…
    Smpt kesel jg ama aktris genit itu trs senym2 gaje pas bgian awal ma akhir… Sedih jg…
    Aish pokoknya gt deh… Hehe.. Next part soon ya please…

  2. rose flower berkata:

    hwaaa perasaanku campur aduk…
    Suka deh, pendeskripsian (?) situasi dan kata2 ga terlalu banyak… Adegannya berjalan aka ga mandeg jadinya… Kerenlah pokoke…
    Kan ada tuh pendekripsian situasi dan perasaan yang byk dan detail, jadinya adegannya dikit deh… Dan aku bosen…
    Tp ff ini maenin perasaan dan aku suka… Lanjut ya ok…
    FIGHTING !

  3. yinsi berkata:

    aah sosweet banget..
    sumpah bayangin siwon oppa perfect banget udah ganteng aktor baik lagi🙂 ih unyu unyu banget *lebay hehe🙂
    yang semangat ya thor FIGHTING🙂

  4. egakim berkata:

    aigoo, siwon oppa so sweet melindungi soo unnie dari amukan para fansnya
    Itu artis genit syp sih? Menyebalkan !!
    Bikin soo unnie sama siwon oppa susah bersatu aja
    Ayo oppa bikin soo unnie mau deket lagi sama oppa..
    Aku dukung !! Go appa go oppa go

    Nice chapter chingu di tunggu part selanjutnya

  5. ze_thia berkata:

    aduuuhh author pinter bgt mrengaduk perasaaan pembaca
    *good job*
    terharu q smpe mw nangis
    tp q smpe ngakak baca bgian soo eonni yg jd kelinci raksasa
    hhihiii😀
    d tggu next partnya ya
    author jjang!!!

    • Auralia Zalzabila berkata:

      waks..Apa ini..?Kenapa komentar ku terpotong..-___-‘

      Siwon berjuang mati-matian..xD kenapa soo ga di tarik ke gereja trus langsung kawin ajah ya..u.U Dan ia ga kebayang kalo Soo pake halem..Wakaka..xD

      Jangan lama-lama lanjutinnta Thorr..Kaya part ini..xD

      Fightingg ~~~!!^_^

  6. irina.jung berkata:

    annyeong unnie, aku reader baru disini, awalny aku iseng” ketik soowon di google eh.. ktemu wp ini, ffny bgs unn, nnti aku baca dan komen jg di part” sblmny. Oh iya unnie knpa wp ny gak di promosiin aja di wp soowon lain atau mngkin aku kali ya yg gak up2date bgt, hehe. ff mu bgs unn. Aku tunggu next chapternya. SooWon is real! Guardians jjang! Author jjang!

  7. Anonim berkata:

    Aku udah baca berkali kali ni FF tapi lanjutannya gak muncul”. Ayo dong author posting lanjutannya penasaran nii ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s