SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 8)

Image

Title : I Love You For a Reason…

Author : Nana Shafiyah a.k.a Nana/Nasha

Genre : Romance

Rating : General

Cast : SNSD  Sooyoung, Super Junior Siwon

Other Cast : SNSD  Yoona, SNSD Jessica, SNSD Tiffany, F(x) Krystal,  Super Junior  Eunhyuk, SNSD Hyoyeon, Lee Soo Man, Park Young Geum

Soundtrack : SNSD Taetiseo – Baby Step

                                 SUJU – My Only Girl

Annyonghaseoo…

Kali ini aku membawa lanjutan dari ff soowon…

Langsung ajjah yahh..

Semoga kalian suka !!!

Happy Reading All…

Part 8

Mencintaimu tanpa tanda tanya (?)…”I love you for a reason…”

“Bagaimana jika dia benar-benar menyukaimu?”

“Itu mustahil !  dia menyukai Yoona,  aku hanyalah pelampiasannya, jadi kesimpulannya orang yang disukainya bukan aku !” bantah Sooyoung

Jessica kembali menampik, “Bagaimana jika itu kau ?”

“Jangan bergurau! Itu tidak mungkin !”

“Bagaimana jika itu mungkin !”

Sooyoung mendelik, “Jika itu mungkin?”

Sica mengangguk pelan sambil mengiakan ucapan Sooyoung, “Emmm !!”

“Aku….akan…”

“Menerimanya kembali?” Sela Sica.

“Apa?”

Wajah Sica menatap penuh harap, “Iya, bagaimana jika dia serius? Apa kau akan menerimanya?”

Sooyoung menghela nafas panjang, “Entahlah”

Sica tertegun heran, “Entahlah?”

“Kau tahu? Dia bahkan hanya terdiam saat kutanyakan alasan apa yang mendasari perasaannya padaku” Ucap Sooyoung dengan wajah sendu.

Sica mengerutkan kening, “Alasan?”

“Sica, aku lelah… Aku tidur dulu,” pamit yeoja itu beranjak meninggalkan Jessica yang masih berkelut dengan pikirannya sendiri.

…………………………..

Pagi ini, Sooyoung kembali mendaratkan langkahnya keberbagai restaurant. Restaurant apa pun itu, asalkan bersedia menerima lamarannya. Namun kenyataan yang didapatnya, lagi dan lagi adalah sebuah penolakan. Sungguh ! Ini menyebalkan.

Bisikan demi bisaikan terus saja terdengar. Hal yang benar-benar mengusik pendengarannya.  Berhubungan dengan seorang selebriti ternyata dapat mengalirkan virus-virus menular. Virus berjulukan ketenaran dan kepopuleran. Sayangnya, bukan ketenaran seperti ini yang yeoja itu inginkan.

Drtrr..drt.. sebuah kotak pesan tertera dilayar handphone Yeoja itu.

From : 033 XXX XXX

Kau sedang membutuhkan pekerjaan bukan? Disini ada lowongan, datangalah ke persimpangan Deong Joo…

Sooyoung mengerutkan kening. Yeoja itu sama sekali tak mengenal pemilik nomer itu. Entahlah. Yeoja itu sangat membutuhkan pekerjaan sekarang ! Mungkin ini kabar baik. Akan menjadi kabar buruk jika dirinya menolak kesempatan yang datang.

Tanpa ragu, Sooyoung mengarahkan langkahnya kealamat yang baru saja Ia dapatkan. Persimpangan Dong Joo. Sepertinya jalan itu harus ditempuh dengan menggunakan bus dan sedikit berjalan. Lumayan dekat.

Sesampainya disana, Sooyoung langsung mengamati suasana disekelilingnya. Sepi. Rentetan rumah toko yang baru saja direnofasi masih berjejer berantakan. Hanya satu atau dua kendaraan yang terparkir. Daerah ini sepertinya agak jauh dari  komplek perumahan.  Memang, yeoja itu mengetahui jalan persimpangan Deong Joo namun, baru pertama kalinya Ia menginjakkan kakinya ditempat itu. Sekarang Sooyoung malah semakin bingung. Ia menggaruk kepalanya sembari menengok kekanan dan kekiri. Tak ada restaurant atau apapun yang bisa ditempati bekerja..

“Ya ampun ! Ya ampun !” pekik Sooyoung saat sebuah mobil sedan hitam hampir saja menyerempetnya dari belakang. Menyerempet diantara jalanan yang legang dan sepi. Tunggu !

Debaran jantung yeoja itu mendadak bergerak cepat. Sooyoung takut, jika benda itu akan melompat keluar. Bukan hanya karena penyerempetan yang nyaris itu. Juga karena Ia takut jika orang itu adalah.. adalah… tidak ! Sooyoung langsung membuang jauh-jauh firasat bodoh yang mengendap dikepalanya. Tapi, kata itu terus terngiang. Terus mendesak jika pengendara mobil sedan itu adalah perampok, penculik.. tidak ! mafia..

Benar! Mobil sedan itu tiba-tiba saja mencegatnya dari depan. Oh Tuhan! Terlihat pintu mobil kemudi perlahan terbuka. Sang pengemudi itu pun mulai keluar dan menampakkan wajahnya.

Sooyoung menyipitkan matanya, “Kau..”

…………………

Sangat lelah. Sejak pagi buta, Siwon harus menuju kelokasi shooting. Hingga menjelang siang, proses shooting baru dihentikan sejenak dan dilanjutkan nanti sore. Waktu yang cukup lama. Siwon memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Ia pun mendudukkan tubuh lelahnya pada sebuah bangku dibawah pohon.

Siwon menghela nafas ketika alunan lagu Mr. Simple terdengar, “Yoboseyo..”sapanya lalu mendengarkan seseorang diseberang sana berkicau dengan kalimatnya, “Nde..”

“Cepatlah kemari, Sooyoung, maksudku dia dalam bahaya.. !!!”

“Mwo?” ucapnya dengan kening berkerut, “Bahaya?!”

Usai mengkhiri sambungan teleponnya, Siwon lansung melesat ke tempat dimana mobilnya di parkir. Petanyaan-pertanyaan dari orang-orang dilokasi shooting, menemani langkah cepatnya. Namja itu terlalu galat untuk menjawab segala pertanyaan bernada keheranan  karena sikap gusarnya yang terbilang  mendadak.

“Kau mau kemana ! jangan pergi dulu ! istiahatlah !” sahut salah satu crew namun Siwon hanya membalas pernyataan itu dengan anggukan hormat.

Namja itu segara menyalakan starter mobilnya. Ia lalu mengarahkan kemudi benda beroda empat itu, menuju tempat Sooyoung kini berada. Yeoja itu dalam bahaya ! apa yang sebenarnya terjadi? Pikiran-pikiran buruk mulai menghinggap dalam benak namja itu. Ia takut sooyoung kenapa-napa atau.. atau.. Sesaeng fans-nya lagi !! Ya Tuhan !!

Beberapa menit kemudian, mobil biru yang dikemudikan Siwon pun tiba ditempat tujuan. Tempat itu membuatnya harus mengerutkan kening berkali-kali. Pantai ! benar, disini tempatnya. Atau mungkin? Tidak ! jangan bilang Sooyoung akan..  tenggelam.. maksudnya ditenggelamkan atau mungkin? Bunuh diri !

Siwon berlari sekencang dan sesegera mugkin. Ditengoknya kekanan dan kekiri. Nihil. Diliriknya berbagai celah pada bebatuan besar. Berharap Sooyoung berada disalah satu tempat itu. ‘Sooyoung-ah, kau dimana?’ batinya.

Namja itu menyipitkan matanya. Sepertinya ia menemukan sesosok yeoja. Itu, Sooyoung ! yeoja itu sedang menengok kekanan dan kekiri. Sepertinya, ia baik-baik saja. Tapi bagaimana jika sewaktu-waktu ada orang jahat yang menerkamnya?

Segera Siwon berlari. Ia lalu menarik tangan Sooyoung dari belakang, “Sooyoung-ah, kau tidak apa-apa?” ucap siwon refleks memeluk erat yeoja didepannya.

Sooyoung terdiam. Kejadian ini begitu mendadak dan.. dan.. ini terasa, hangat dan seperti itu..

…………

Sooyoung turun dari sebuah mobil sedan hitam. Ditatapnya pemandangan disekitar tempat dimana Ia diturunkan. Pantai? Untuk apa?

“Eunhyuk Oppa ! untuk apa kita kesini?” heran Sooyoung.

Namja yang masih betah duduk dibangku kemudi itu hanya tersenyum, “Kau tunggulah disini ! aku akan menjemput Jessica !”

Yeoja itu berpikir sejenak kemudian mengangguk pelan, “ Baiklah !”

Setelah kepergian Eunhyuk, Sooyoung memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar pantai. Bagus juga. Tempat yang menakjubkan untuk meluapkan frustasinya. Indah sekali.

Kekanan dan kekiri, Sooyoung menoleh. Berharap ada tempat yang tepat untuk duduk bersantai. Nah, sebaiknya Ia menikmati dinginnya air laut. Mencari kesejukan. Namun baru saja yeoja itu hendak melangkah, sebuah tarikan tiba-tiba mengeratkan jemarinya.

Hangat. Hembusan nafas itu terasa hangat. Suara nafas itu terdengar hawatir. Sooyoung bisa merasakannya dengan jelas. Terutama detak jantung yang tak beraturan. Sooyoung merasakan itu , ditemani sehelai kehangatan. Angin pantai yang dingin seolah menjauh menusuk tubuhnya saat namja itu mendekapnya erat.

“Sooyoung-ah… kau tidak apa-apa?” ucap seorang namja memeluknya tiba-tiba. Seseorang yang jelas adalah dia. Choi Siwon.

Sikap Siwon yang seperti  ini telah mengukir tanda tanya besar dikepala Sooyoung. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa, namja itu tiba-tiba bersikap seperti ini?

“Kau tidak apa-apa kan? Sooyoung-ah kumohon jawab pertanyaanku ! aku sangat menghawatirkanmu !” desaknya terengah.

Sooyoung melepaskan pelukan itu kemudian menatap mata namja didepannya, “Kau kenapa? Aku baik-baik saja !” jawab sooyoung enteng.

“Apa? Kau tidak dalam bahaya atau ancaman?”

Kening Sooyoung mendadak berkerut, “Bahaya? Apa maksudmu?”

“Temanmu, maksudku Jessica menelponku dan bilang katanya kau sedang dalam bahaya. Makanya aku  kesini !”

“Apa?” kaget Sooyoung. Yeoja itu menggigit bibir bawahnya. Berpikir sejenak kemudian mulai mengangguk mengerti, “Dasar, jessica ! Eunhyuk oppa ! Aku tahu !” gumamnya segera.

“Sooyoung-ah..” panggil Siwon berusaha menyadarkan yeoja yang masih sibuk dengan pikirannya.

“Nde..”

“Jadi?”

Aneh. Menyadari hal itu, Sooyoung jadi merasa sangat canggung. Kedua orang itu benar-benar sukses mengerjainya. Awas saja mereka ! huh,  “J-jadi, aku baik-baik saja !”

Siwon menghela nafas, “Syukurlah !”

Hening…

Sejenak, Sooyoung terdiam sambil menggerak-gerakkan jemarinya, “Mian..” ucap yeoja itu memecah keheningan. Ia menelan ludah mencoba menjelaskan sesuatu, “Teman-temanku, sepertinya mereka mengerjaimu, mmm maksudku mengerjai kita,”

Siwon membisu. Namja itu tertunduk sambil merenung. Suggguh ! Sooyoung takut jika Siwon merasa terganggu dengan ulah temannya.

“Kau marah?” tanya Sooyung ragu.

Namja itu kemudian menampik, “Jadi? Apakah kau akan menjauhiku dua kali lipat karena ulah temanmu? Jika itu terjadi, aku akan benar-benar marah !”

“Kau benar-benar marah rupanya..” cemberut Sooyoung kemudian berbalik.

“Tunggu !” sahut Siwon menarik tangan Sooyoung kembali, “Kubilang baru akan.”

Siwon menatap mata yeoja didepannya lekat, “Aku tidak akan marah karena ulah temanmu ! asal..”

“Asal?”

“Asal kau bersedia menemaniku hingga menjelang sore, disini !”

“Mwo?” kaget Sooyoung kemudian melirik jam tangannya, “Ini bahkan baru jam sepuluh, berarti… Andwee…”

“Yak ! ini hukuman atas perlakuan temanmu !” Tegas Siwon.

Sooyoung memanyunkan bibir. Ia sungguh kesal ! Bukankah dalam kasus ini dirinya juga berstatus korban? Lalu, kenapa lagi Ia harus menerima hukuman?

“Karena mereka temanmu !” timpal Siwon tanpa ditanya.

Lagi-lagi Sooyoung mendengus kesal. Ia membenci saat namja itu menebak dumelannya. Yeoja itu pun mulai bertanya-tanya sendiri.  Apakah artis itu memang  memiliki indra ke-enam?

“Aku hanya namja biasa !” ucap Siwon mendapat delikan tajam dari yeoja didepannya. Namja itu lalu membalas dengan memperlihatkan  tatapan mengejek, “Ayolah, kita bermain-main, sebelum hari memanas.” Ucapnya seketika menarik pergelangan tangan Sooyoung. Mata sang yeoja pun membulat. Ia hanya menurut membiarkan tangan Siwon menarik pergelangan tangannya. Juga menggenggam erat tangan itu. Entah mengapa sangat sulit menolak !

Siwon berlari menarik tangan Sooyoung ketepi pantai. Menciptakan jejak kaki disepanjang pasir putih. Mereka mengernyit ketika merasakan diginnya air laut menusuk kulit masing-masing. Siwon mulai menyeret Sooyoung ketempat yang lebih dalam dan dipenuhi ombak. Hingga membuat yeoja itu kehilangan keseimbangan.

“Yak..” pekik Sooyoung saat tubuhnya mulai terdorong oleh ombak. Yeoja itu lalu mengeratkan pegangannya pada genggaman tangan namja yang tengah terkikik geli.

“Yak.. “ pekik Sooyoung sekali lagi. Kali ini bongkahan ombak besar datang menghalau. Sekali hentakan, Yeoja itu benar-benar tercebur. Ia hanya mampu menahan nafasnya sebisa mungkin. Tumpukan ombak membuat tubuhnya terayun diantara tekanan air. Sangat sulit bergerak.

Siwon masih berdiri sambil menggenggam tangan yeoja yang tubuhnya hilang ditutupi oleh bongkahan ombak, “Bertahanlah..” ledeknya.

“Tmbblong !” seru Sooyoung sambil mengangkat tangan satunya.

Dengan paksa, Siwon menarik tangan Sooyoung keatas. Yeoja itu terlihat masih berusaha mencari keseimbangannya. Segera, Ia menyeka air yang mengairi wajahnya. Juga pasir yang menyangkut dirambut pendek terurai itu.

Siwon tersenyum sambil menahan tawanya, “Kau tidak akan tenggelam ! Ini masih didasar laut.”

Yeoja itu mendelik geram, lalu menghempaskan dengan kasar tangan namja  yang tengah  menggenggamnya, “Kenapa kau suka sekali mengerjaiku?”

“Yak, bukan aku yang mendorongmu ! melainkan ulah ombak itu !”

“Tapi kau yang membawaku kemari !!!” sahut Sooyoung semakin geram.

Namja itu tertawa membahana, “Kau marah?”

“Kau sedang mengungkapkan penyesalan atau sedang meledekku.. !” cemberut Sooyoung. Ia kemudian berbalik badan menuju ketepi.

“Hei, Sooyoung-ah..”panggilnya namun tak mendapat respon apa pun.

Namja itu lalu mengekor sooyoung dari belakang. Mengikuti jejak yeoja yang tengah berdengus sebal. Sooyoung sungguh sebal dengan sikap Siwon. Bukannya minta maaf, namja itu malah menertawainya. Sungguh, bermain dengan seorang  artis ternyata membuat orang biasa sepertinya cepat naik darah.

“Kau kan tinggi, kurus dan sehat. Lalu kenapa begitu lemah?” cibirnya terkikik.

Suara tertawaan namja dibelakanya benar-benar menganggu. Suara itu terdengar layaknya sebuah tertawaan mengejek. Sooyoung berbalik seketika. Ia langsung menancapkan delikan tajam. Bahkan lebih tajam dari biasanya. Namja itu langsung bungkam dan menghentikan tawanya. Nah, sebuah ide pembalasan tiba-tiba muncul.

Sooyoung maju selangkah. Melihat namja itu terdiam, membuat yeoja itu ingin mendorongnya kebelakang. Yeoja itu pun menghitung, 3..2..1..

Bruuushh.. Sooyoung mencoba mendorong tubuh siwon bersamaan dengan datangnya ombak. Telapak tangannya pun mulai mencengkram erat tubuh kokoh namja itu. Bukannnya berhasil, tubuh Sooyoung malah ikut terhempas oleh ombak.

“Kyaa…” teriak Sooyoung bersiap terjatuh.. Terjatuh. Bukan ! tapi nyaris..

Sekali tangkapan Siwon berhasil merangkul tubuh Sooyoung yang kembali oleng dan sempoyongan. Dengan cepat ditopangnya tubuh kurus itu. Dipeluknya seerat mungkin. Erat !

~DEG~

Tuhan ! Ini layaknya adegan disebuah drama. Mata yeoja itu begitu hangat. Seperti mengilaukan cahaya ungu dan berhenti pada satu titik merah. Warna terang dan menusuk hingga menggapai sorot terdalam. Sorotan yang berhasil menajamkan suara ombak dan angin disekitar mereka. Ada magnet dimatanya, dan Siwon bisa merasakan itu dengan jelas. Tarikan dari matanya, yang kini tengah terpejam samar. Tarikan yang mendorong wajah namja itu untuk..untuk… Tidak !

Byurr…  Siwon melepaskan dekapannya, membuat Sooyoung tercebur keadalam air.

“Mpp..” Sooyoung mengangkat tangan kanannya layaknya seseorang yang akan tenggelam. Dengan ragu Siwon menarik tangan itu. Yah, sebenarnya namja itu agak canggung bertatapan dengan Sooyoung kembali. Tatapan itu memposisikan dirinya seolah tengah berlawanan dengan sebuah, norma. Yah Norma !

“Yak.. apa yang kau lakukan?” sahut Sooyoung emosi setelah Siwon berhasil menarik tangannya.

“Mian..” ucap Siwon tertunduk kemudian mendengak mantap, “Kau ini payah sekali ! Tingkahmu tadi seperti akan tenggelam ditengah laut..”

“Aku tidak bisa berenang tau..”

“Kau hanya berendam, bukan berenang..” tampiknya.

Sooyoung menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan, “Sudahlah..” ucapnya lalu berbalik. Yeoja itu lelah. Entah karena apa, perasaannya mendadak kacau dan terasa mengganjal.

Secepatnya, Sooyoung berlari ketepi. Meninggalkan namja menyebalkan ditengah desiran ombak yang juga sama menyebalkannya. Mungkin percuma. Sesuai dugaan, Siwon kembali menguntitnya. Yeoja itu  hanya bisa meniup ubun-ubunnya yang kian memanas,“Kenapa mengikutiku lagi ?” ucapnya berbalik.

“Karena.. mmm kakiku berjalan sendiri..” jawabnya memasang tampang bodoh.

Sooyoung memutar kedua bola matanya, Lalu menatap tajam, “Terserahmu..” ucapnya terus berjalan ketepi.

Langkah Sooyoung mendadak terhenti. Yeoja itu berpikir sejenak seraya mengigit bibir bawahnya. Nah,  rasakan !

“Mbhh..” seru Siwon saat air memercik wajahnya.

Dengan membabi buta, Sooyoung terus memercik sebongkah air kewajah namja didepannya, “Bagaimana airnya? Asinkah?” ledek Sooyoung menjulurkan lidahnya.

“Yap.. hentikan !”

Sooyoung berjongkok merauk segenggam pasir pantai, “Wah.. bajumu kotor ! Sini aku bersihkan..”

“Hentikan, Sooyoung !!!”

“Yakk…” pekik Siwon saat sooyoung menaburi kemeja birunya dengan beratus genggam pasir pantai.

Yeoja itu menatap enteng, “Bagaimana? Yah kurasa kau memang bisa  berdiri ditengah ombak tapi..” ucapan sooyoung terpotong seketika.

“Yak.. turunkan aku..” jerit Sooyoung saat Siwon membopong tubuhnya. Teriakan itu berubah histeris ketika namja itu membopongnya ketengah air yang tingginya sepinggang.

“Apa yang kau lakukan.. Hei, Siwon pabooo !”

“Begini caranya balas dendam..”

“Aww.. aduhh.. aduh.. perutku sakit.. aww..” Pekik Sooyoung.

Siwon membulatkan matanya panik. Namja itu melepaskan topangannya, “Kenapa? dimana yang sakit..?” tanyanya hawatir.

“Disini yang sakit ! hiyakk..” Soooyung mendorong tubuh Siwon kebelakang.

Byurr.. Akhirnya ! Namja itu terjungkal dan tercebur. Bagaimanapun Siwon juga harus merasakan keadaan basah kuyup. Harus !

Sooyoung kembali menjulurkan lidahnya, “Begitu caranya balas dendam !” Serunya kemudian berlari ketepi. Sial ! yeoja itu malah melambai-lambaikan tangannya setelah membuatnya  hawatir.

…………………..

Terpaan angin berhembus lembut mengibaskan rambut yeoja yang setengah basah. Dihirupnya udara hangat yang berpacu nakal membelai kulitnya. Mata itu ikut merapat berlindung dari pasir putih yang berhamburan ditengah hempasan angin. Suara tajam desiran ombak memanjakan pendengaran yang selama ini disibukkan oleh suara polusi kota. Semakin hangat. Yeoja itu menyipitkan matanya, merasakan pancaran sinar mentari yang mulai meraba dengan silaunya. Pantai yang indah.

Sooyoung menghela nafas lega. Merasakan surganya alam diatas bebatuan pinggir pantai. Bebatuan besar yang bersedia tertindas oleh tubuhnya. Tubuh yang ikut merasakan cerahnya mentari yang, meredup?

“Yak.. siapa itu?” seru yeoja itu ketika sepasang tangan hangat menghalangi pandangannya.

Sang pemilik tangan itu hanya bersiul iseng. Dasar penganggu ! Sooyoung mulai berdengus. Ia yakin jika orang itu adalah, si namja menyebalkan, “Siwon-ssi, hentikan aksi konyolmu !”

Terdengar bisingan siul itu semakin menjadi, “Sudah ! Siwon-ssi aku tahu.. lepaskan tanganmu.. !”

“Binggo ! tebakan yang tepat !” girangnya seraya ikut mendudukkan tubuhnya disamping yeoja yang tengah memanyunkan bibirnya kesal.

“Mau apa kesini?” sinis Sooyoung.

Namja itu langsung tertunduk melihat ekspresi sinis yeoja disampingnya, “Kau marah? karena Aku menakutimu ditengah ombak tadi?”

Wajah Sooyoung memandang acuh sambil melipat kedua tangannya didada. Hingga detik ini kekesalan itu belum juga sirna. Belum hilang dan masih berbekas. Nalurinya mengatakan jika Ia harus bersikap seacuh dan secuek  mungkin jika menginginkan namja itu terus mendekat. Rasakan namja pabo ! Mau sampai kapan memelas padaku? Yeoja itu malah tertawa dalam hati. Ia marah, marah, marah? Lalu kenapa juga hatinya segirang ini?

“Mian..” katanya berpikir sejenak lalu mendengak tegas, “Seharusnya kau juga minta maaf Sooyoung ! Actingmu tadi membuatku hawatirr !!!!” Bentaknya membuat Sooyoung tersontak, “Ya ampuun !!”

Oh Tuhan ! namja ini, ternyata sikap suka membentaknya belum juga sirna. Sooyoung sempat mengira jika namja semenyebalkan dia sudah bertobat. Kenyataannya? Nol besar !

“Kau ini berniat minta maaf atau cari masalah ? Apakah dari sewaktu kecil hingga dewasa, cara bicaramu seperti itu?”

Siwon agak tercekat mendengar pernyataan itu, “Ah, Aku…”

“Iya.. dari sewaktu kecil ! Wae?”

Namja itu berkata dalam batin, ‘Dari sewaktu kecil?’

“Dari sewaktu kecil? Hingga dewasa?” gumamnya pelan. Pelan hingga terdengar samar-samar ! Sooyoung hanya berhasil menangkap tatapannya yang berubah nanar. Yeoja itu sungguh bingung. Ia benar-benar takut jika ucapannya menyinggung, “Siwon-ssi, nyawamu masih disini?”  tanya yeoja itu sepelan mungkin.

Terdiam. Sikap Siwon yang seperti mayat hidup itu membuat Sooyoung bingung sendiri. Terlalu bingung Sooyoung akhirnya memasang ancang-ancang untuk menepuk punggung Siwon. Takut-takut jika namja itu kesetanan atau kesurupan didaerah pantai.

“Heipp…” bentak Sooyoung menepuk punggung namja disampingnya.

Siwon terbelakak. Tepukan tadi  ternyata begitu sukses menyadarkan namja itu dari lamunan panjang.

“Kau baik-baik saja?” tanya Sooyoung menatap prihatin.

Namja itu menghela nafas, “Begitulah.. “ ucapnya tertunduk lesu membiarkan keheningan menerpa. Ia pun kembali mendengak, namun kali ini bukan lagi mendengak mantap layaknya beberapa menit yang lalu. Tapi mungkin lebih tepatnya mendengak dengan sejuta keraguan, “Sooyoung-ah.. “

“N-nde?”

“Kau bertanya apakah dari kecil hingga dewasa sikapku seperti ini?” tanyanya tiba-tiba, membuat yeoja itu terperanga. Mendadak Sooyoung merasa sebuah perasaan mengganjal begitu cepat mengendap. Takut namja itu tersinggung, meskipun Sooyoung merasa tak ada yang aneh dengan pertanyannya. Perasaan mengganggu muncul dan membuat yeoja itu  mengumpati dirinya berkali-kali.

Siwon menatap datar, “Tak perlu merasa terganggu !”

“Apa?”

“Sooyoung-ah, apakah sikapku selama ini membuatmu terusik?” ucap Siwon begitu serius.

“Sebenarnya bukan terusik tapi hanya terasa aneh.. mungkin”

Siwon tersenyum kecut. Mungkin benar ! Sikapnya memang agak aneh. Siwon bisa bersikap lebih manis pada Yoona namun pada Sooyoung tidak. Entah  mengapa sesuatu dalam diri yeoja itu berhasil membebaskan sifat terpendamnya setelah sekian lama terpenjara dalam pencitraan. Yah ada sesuatu dalam diri Sooyoung yang membuat namja itu begitu yakin memperlihatkan semuanya. Entah itu kebiasaan buruk atau sejenisya.

“Tapi sudahlah, aku tak ingin menyinggung tentang keadaan masa kecilmu hingga dewasa atau apa pun itu yang membuatmu seperti ini,”

Siwon terkekeh miris, “Keadaan masa kecil?” gumam namja itu seraya menerawang.

Sooyoung memberhentikan kalimatnya. Kemungkinan ada yang salah dengan ucapannya barusan. Apa itu terdengar kasar? ‘Pabo-ya’ yeoja itu lagi-lagi mengumpat dalam batin.

“Sooyoung-ah, kau tahu kan? Kau mengerti bagaimana rasanya menjadi yatim piatu !” ucapnya tiba-tiba. Membuat tubuh yeoja disampingnya melemas.

“Itu.. terdengar menyedihkan !”

“Yap… itu memang menyedihkan ! Umma meninggal sejak aku berusia enam tahun, tepatnya sebelum umma bercerai dengan appa. Sedangkan appa meninggal tak lama setelahnya.  Meskipun disampingku sudah ada ahjussi Choi, tetap saja itu berbeda. Mengingat aku adalah anak tunggal, jadi agak kesepian..” ungkapnya merunduk lalu melanjutkan, “Setiap hari ahjussi Choi bekerja keras, menghidupiku dan keluarganya.. Yah hidupku terpisah dari keluarga ahjussi choi karena aku  besikukuh tinggal di apartemen mewah milik Umma ! Dengan pembantu yang senang bermalasan, tapi aku tak peduli !”

Sooyoung tersenyum miris. Yeoja itu  sadar tentang kesamaan dirinya dengan Siwon. Sama-sama seorang yatim piatu. Bedanya Sooyoung adalah seseorang yang hidup di panti asuhan dengan riang gembira. Sedangkan Siwon? seseorang yang tinggal sendiri di sebuah apartemen besar dan sunyi. Namja itu hidup sendiri tanpa teman dan tawa riang. Betapa kesepiannya dia !

“Dan mungkin kau bisa menebak keadaanku selanjutnya !”

“Keadaanmu kacau, kau jorok dan malas membersihkan apartemenmu ! Suka membentak, mungkin? Semena-mena dan..mm,” ungkap Sooyoung masih dengan raut berpikir keras, “Mmm, Ah ! penuh dengan kegalauan dan sedikit ceroboh !”

Siwon mengangkat alis, “Menurutmu aku kacau, malas bersih-bersih, suka membentak, semena-mena, galau, ceroboh? Ada lagi yang perlu kuketahui?”

Yeoja itu memperhatikan setiap inci dari wajah namja didepannya dengan seksama,“Dan… mm apa yah?”

“Aku namja idaman para yeoja di korea !” timpal Siwon.

Sooyoung merinding geli, “Kau narsis..” ucapnya lalu menepuk  lengan Siwon keras.

Namja itu mengusap lengannya pelan kemudian berkata, “Sooyoung-ah..”

“Nde..”

“Aku yakin jika sikapku sering membuatmu kesal ! Kau pasti sadar jika aku tak sesempurna apa yang dibayangkan orang diluar sana. Entah apa yang terjadi,  sangat sulit menutupi semua kejelekanku dari matamu. Aku benar-benar  lelah jika harus berakting didepanmu. Image baik seorang  Choi Siwon diluar sana,  mungkin hanyalah lelucon konyol dimata Choi Sooyoung. Kau begitu mudah menepis semua kecacatan dalam diriku. Menambal lubang itu. Melengkapi dari hal-hal kecil. Kau membersihkan apartemenku yang malas kubersihkan, mengomeliku saat aku membentakmu, juga membalas dendam saat aku bertindak semena-mena. Dirimu  yang seperti itu membuatku sulit untuk berkutik.”

Mata Sooyoung  mengerjap kaku. Sangat sulit mengalihkan pandangannya dari wajah seorang Choi Siwon. Yeoja itu benar-benar ingin mengulang setiap adengan dimana Siwon mengungkapkan cerita tadi. Yah, mengulang lagi dan lagi agar Sooyoung bisa lebih meresapinya. Tapi ini bukanlah adegan dalam sebuah drama. Ini bukanlah akting yang sering dimainkan namja itu. Ini adalah kenyataan. Kenyataan yang sangat sulit terulang.

Siwon beralih menatap Sooyoung. Yeoja itu tersontak. Ia lantas berdehem, berusaha menampilkan sikap biasa, “Aku juga sudah menutupi  skandal karena kecerobohanmu. Itu juga harus dihitung !” ucap Sooyoung agak kesal.

Siwon terkekeh pelan seraya menghela nafas memandang lagit cerah diatasnya, “Kurasa aku telah menemukan tulang rusuk yang hilang !”

Membisu. Sooyoung mengerutkan kening. Yeoja itu berusaha mencerna kalimat namja disampingnya, “Tulang rusuk?”

“Sooyoung-ah,  aku ingin kau membuka hatimu. Bukan ! itu bukan sekedar membuka hati. Aku berharap kau bisa meresapi kehadiran namja yang tulus padamu.”

Jari-jari Sooyoung bergetar. Bukan kedinginan karena bajunya yang basah, tapi mungkin karena..”Siwon-ssi, dunia kita berbeda..”

“Aku tidak akan memaksamu ! Tidak ! aku bahkan ingin mendesakmu agar kau bisa menerima kehadirankku.. baiklah lupakan !” Ucapnya terhenti. Namja itu menghela nafas sempit lalu melanjutkan, “Jika kau berkenan, datanglah keacara pemutaran perdana film yang kumainkan, aku mengundangmu !”

“Apa?”

“Aktor utamanya mengundangmu ! Kau harusnya bangga !”

Sooyoung memutar bola matanya, “Untuk apa aku bangga diundang oleh orang sepertimu?”

Namja itu kembali terkekeh, “Sooyoung-ah, bagaimanapun, aku sudah mengundangmu ! Kuharap kau datang !” ucapnya tersenyum.

Entah apa yang terjadi, senyum itu berbeda dari biasanya.  Berbinar. Mungkin karena jarak mereka yang terlalu dekat atau.. atau mata yeoja itulah yang sedang kehilangan fokusnya. Dan hanya tertumpu pada satu titik. Titik senyum dibibirnya.

“Aku tidak janji..” ucap Sooyoung Singkat kemudian melanjutkan, “Siwon-ssi aku pulang dulu ! Aku pulang bersama Eunhyuk Oppa, kurasa kau juga harus melanjutkan shootingmu..”

“Nde.. pulanglah.. Gomawo telah menemaniku..”

Dengan lekat, Siwon menatap punggung Sooyoung yang kian menjauh. Perasaan enggan untuk membiarkan yeoja itu pergi, menyeruak begitu saja.  Namja itu ingin sekali menahannya. Mengikat pinggangnya sekali pun. Melakukan sesuatu agar yeoja itu tetap tinggal menemaninya. Lebih lama, hingga waktu yang tak ditentukan.

Siwon menunduk. Tanpa sadar namja itu bergumam, “Kuharap kau bersedia datang, Sooyoung-ah.”

…………………………..

Dengan aura kewibawaan seorang artis, Siwon berjalan menyusuri lokasi shooting. Namja itu perlahan menyapa satu-persatu crew. Menyapa dengan senyum sumringah yang tak pernah lepas dari lengkungan bibirnya. Lengkungan yang memancarkan kebahagiaan.  Mungkin tindakan ini cukup untuk menutupi kehawatiran para crew. Kehawatiran akan dirinya yang sejak pagi tadi, tiba-tiba berlari dengan wajah cemas.

“Apa urusanmu sudah selesai?” tanya salah satu crew yang lewat.

Siwon mngangguk, “Nde, aku baik-baik saja..”

“Baguslah ! Sebentar lagi shooting akan dimulai, jadi bersiap-siaplah !”

Proses shooting pun dimulai. Para crew dan pemain tengah bersiap megambil shoot salah satu adegan. Siwon masih sibuk mempelajari adegan dalam naskahnya.  Adegan tentang seorang pria yang rela mempertaruhkan segala yang dimilikinya. Mempertaruhkan semua yang telah digenggamnya, demi rasa cinta yang mendalam pada seorang yeoja. Namja itu rela mengorbankan apa pun. Baik itu  keluarga,harta, tahta,  maupun kariernya. Ini menarik !

Dengan serius, Siwon memainkan setiap adegan. Memainkan dengan penuh penghayatan. Menghayati saat sosok yeoja itu mulai menggerubuti pikirannya. Siwon bingung ini koyol atau apa, yang jelas namja itu merasa seolah adegan yang dimiankannya tadi ialah adegan bersama yeoja itu. Sooyoung tepatnya.

“Cuttt.. istirahat dulu !” perintah sang sutradara yang secara otomatis memberhentikan sementara kegiatan shooting.

Siwon duduk, beristirahat dibawah tenda abu-abu. Melihat tenda itu mengingatkannya pada Sooyoung. Saat yeoja itu pertama kali datang kemari, juga duduk disini sebagai yeojachingu seorang Choi Siwon. Sikap Sooyoung yang sering memasang tampang penuh dengan omelan, sering membuat namja itu gemas sendiri. Siwon ingin tahu, apa yang sedang diomelkan yeoja itu. Sooyoung memang selalu menutupinya. Bahkan saat  Siwon memancing amarahnya sekali pun. Entah kekesalan apa yang menderanya, yang jelas Siwon ingin mengetahui hal itu.

Tangan Siwon meraih handphone dari saku celanya. Ditekannya beberapa tombol yang seketika menampilkan sebuah wajah. Pose seorang yeoja yang sedang tersenyum lebar.

“Sooyoung-ah, kau tahu? aku bahkan mendownload photo ini dari internet ! Kau tidak akan bersedia ku-photo dengan senyumanmu yang seperti ini..” ucapnya menerawang lalu melanjutkan, “Bisakah sekali saja kau tersenyum seperti ini padaku? Hanya padaku ! Bukan didepan public atau di-internet !”

“Hei..” Pekik seseorang menepuk pundak Siwon dari belakang. Sontak Siwon berbalik, “Ahjussi Choi?”

Seseorang yang dipanggil ahjussi Choi itupun dengan cepat meraih sebuah handphone dari geggaman Siwon, “Mmm yeoja ini .. Sepertinya aku pernah melihatnya..”

Siwon merebut kembali handphone-nya, “Ahjussi, seenaknya saja merampas handphone-ku..”

Ahjussi Choi beralih duduk disamping keponakannya, “Aku sengaja datang ingin menjengukmu. Kukira aku belum pernah mendatangi lokasi shootingmu akhir-akhir ini. Kupikir kau sedang kesepian tapi, nyatanya malah sedang serius memandangi photo seorang yeoja, Siapa dia?”

“Dia..”

“Ah… aku tahu,” Kening ahjussi Choi mengerut, “Ah, Siwon-ah, apakah kau menyukai asisten manager Yoona? Kukira kau menyukai Yoona ! oh.. ternyata kau malah menyukai asisten managernya..”

Siwon mengangkat alis, “Asisten manager?” gumamnya heran. Namja itu berpikir sejenak. Asisten manager Yoona? Yang benar saja ! bukankah asisten manager Yoona adalah seorang namja. Oh my god ! jangan bilang ahjussi choi berpikir bahwa dirinya adalah… “Ahjussi aku ini masih normal !” tampik Siwon tak terima.

Ahjussi Choi mengerutkan kening, “Hei.. siapa yang bilang kau penyuka sesama jenis ! Aku hanya mengetahui bahwa gambar yeoja  yang sedang kau tatap dihandphone-mu tadi adalah asisten manager Yoona. Aku ingat karena Yoona sendiri yang mengatakannya padaku saat dirumah sakit..” ungkap ahjussi Choi.

“Mwo? Bagaimana mungkin?” Siwon mengigit bibir bawahnya kemudian mengangguk pelan, “Ahjussi, dia bukan asisten manager Yoona. Dia adalah Sooyoung..”

Mata ahjussi Choi menyipit, “Sooyoung?” ucapnya kemudian tersontak, “Oh.. jadi dia itu yeojachingumu ! Aku memang sering mendengar namanya, tapi belum pernah melihat wajah yeoja itu. Jadi dia orangnya..”

Siwon mengangguk..”Emm”

“Bagaimana hubungan kalian ?” tanya ahjussi choi segera.

Siwon menghela nafas, “Itu, hubungan kami sudah berakhir.. Aku ingin menjalin hubungan yang lebih serius tapi, dia sudah menolakku !”

“Dan kau menyerah ?”

“Apa?’’

“Hei.. jangan mengaku jika kau berasal dari keluarga Choi, tapi nyatanya tak bisa meluluhkan hati seorang yeoja..” cibir ahjussi Choi.

“Aku belum menyerah…” tampik Siwon.

“Kalau begitu, buktikanlah ! Hati seorang yeoja akan cepat luluh jika melihat seorang namja yang bersungguh-sungguh padanya..”

Siwon mengangguk pelan, “Bersungguh-sungguh ? Yah Aku mengerti, ahjussi..” tanggap namja itu tersenyum simpul.

………………………

Astaga ! jam berapa ini? Sooyoung terperanga melihat jam dinding diatas kepalanya. Sudah sesore ini, namun pekerjaannya belum juga beres. Yeoja itu melihat kesekeliling toko bubur tempatnya berkerja sekarang. Sangat berantakan ! Ruangan yang penuh dengan noda kecap pada meja dan rangkaian meja yang tertata abstrak.

Tugasnya sekarang adalah menyapu lantai, mengepel, dan tugas bersih-bersih semacam itu. Ini sama saja seperti saat dirinya harus melakukan kegiatan bersih-bersih di sebuah apartement. Tepatnya saat bekerja dengan artis itu.  Artis ? itu sudah berlalu Choi Sooyoung. Lupakan.

Segera Sooyoung mejalankan tugasnya. Dimulai dari mengepel  dan menyapu lantai, mengelap meja serta menyikat noda. Yeoja itu lantas beralih kebagian jendela. Diusapnya jendela yang menjulang tinggi itu perlahan. Tangan Sooyoung berusaha menggapai puncak jendela. Sangat sulit. Mungkin naik pada sebuah bangku akan sedikit membantu.

“Tak perlu melakukan itu, “ sebuah suara dari arah belakang tiba-tiba saja menahan langkah Sooyoung untuk berbalik. Suara itu seperti, “Siwon-ssi?”

Namja itu tersenyum kemudian merebut kain pembersih jendela dari tangan Sooyoung, “Kurasa kau cukup tinggi ! Kenapa tidak bisa menggapai ini..” Ucapnya berjinjit sambil membersihkan puncak jendela.

Sooyoung mengerucutkan bibir, “Jendela ini jauh lebih tinggi dariku tau..” tampik Sooyoung kemudian berkacak pinggang, “Untuk apa kemari?”

“Mencarimu !”

“Untuk apa mencariku?”

“Aku ingin membantumu…”

“Untuk apa membantuku ?”

“Selesai.. !” pekik Siwon kemudian menatap yeoja disampingnya, “Aku membantumu karena kau memang butuh bantuan !”

Mulai bingung dengan jawaban ngawur namja itu, Sooyoung mengerutkan kening, ”Bantuan?!..” gumamnya lalu menatap heran, “Kau tidak Shooting?”

“Aku diistirahatkan, karena besok shooting terakhir !” Jawabnya berpikir sejenak kemudian melanjutkan, “Sooyoung-ah, apa kau bertanya seperti itu karena menghawatirkanku?” ucapnya bergurau. Mungkin tidak ! Dia serius, bergurau.. atau serius…

Melihat raut yang sangat sulit diartikan, Sooyoung hanya terkekeh kaku, “Aku tidak sekurang kerjaan itu hingga menghawatirkanmu..”

Sejenak Siwon terdiam menatap lurus, “Begitukah?” gumamnya tersenyum datar, membuat yeoja didepannya merasa tak nyaman, “Kenapa jam begini kau masih bekerja?” tanyanya dengan raut ingin tahu. Juga dengan tatapan yang membidik begitu dalam dimata Sooyoung. Begitu dalam hingga yeoja itu merasa dunia disekitar mereka telah berhenti berputar.

Sooyoung terhanyut. Perasaan seperti ini benar-benar menganggu. Mengacaukan seluruh kinerja organ tubuh. Seperti perasaan ketika jantungmu berdegup berkali lipat lebih cepat. Perasaan saat hatimu terasa terjepit oleh besi panas hingga membuat wajahmu merona, Juga saat bibirmu kelu karena terkena sorotan matanya. Terasa buruk ! dan sebelum keadaan berambah parah, ada baiknya jika situasi sepeti ini disingkirkan dengan upaya penghindaran,  “Mmm ini juga aku mau pulang..”Sooyoung bergegas melangkahkan kakinya ke-arah salah satu meja  kayu. Meja yang diatasnya terdapat sebuah tas selempang coklat.

“Tunggu !” cegat Siwon menggenggam erat lengan yeoja yang tengah berjalan melewatinya.

Sooyoung berbalik dengan nafas yang mendadak berkejaran. Mau apa lagi dia?

“Sooyoung-ah,” panggilnya lalu berkata, “Kau pernah berkata, jika aku menemuimu sekali maka kau akan menjauhiku dua kali..”

Bola mata Sooyoung menyamping. Mengingat kalimat yang pernah diucapkannya, “Nde..” ucap Sooyoung sembari menyimpulkan. Siwon mengingat tentang hal itu ! Lalu kenapa juga  ia malah datang  kesini?

“Setelah kupikirkan.. Aku ingin menanggapi..” ucapnya menarik nafas lalu melanjutkan, “Jika kau menjauhiku dua kali maka aku akan mendekatimu empat kali. Kau menjauhiku delapan kali, maka aku akan mendekatimu enam belas kali.. Kau menjauhiku berkali-kali lipat maka akan ada lebih dari berkali-kali  lipat senjata untuk mendekatimu…”

“M-mwo?”

“Aku bukan mau memaksamu. Bahkan aku ingin sekali melakukan pemaksaan tapi, itu terlalu ekstream.  Aku hanya ingin membuatmu sadar. Membuatmu sadar akan kehadiran seseorang. Itu adalah, aku, Choi Siwon.”

Bibir Sooyoung tercekat. Ini salah ! kesalahan fatal ini harus segera diperbaiki ! Bagaimana mungkin? Bagaimana yeoja itu mampu jika dirinya harus berhubungan dengan seorang artis yang dikagumi oleh banyak fans. Sebuah kepura-puraan sudah membuat yeoja itu sulit menghirup udara bebas. Sekarang, sungguhan ! Oh dear !

“Siwon-ssi, Kau pikir aku senang berhubungan dengan artis sepertimu ?”

Namja itu menatap tajam kewajah Sooyoung. Ia kemudian memicingkan matanya, “Jadi hanya karena aku seorang artis? Sekarang jawab !” tegasnya.

Sooyoung meneguk ludahnya. Bulu kuduknya merinding ketika menangkap ekspresi mematikan namja didepannya. Tuhan ! Mungkin tak seharusnya Sooyoung berkata seperti itu tadi.

“Jika aku bukan artis, apa kau juga akan menghindariku?”

Mata Sooyoung membulat lebar. Pertanyaan konyol macam apa itu? Alasan tentang keartisan seseorang mungkin bukanlah sesuatu untuk dipermasalahkan. Sooyoung telah mencamkan itu. Hanya saja ia  masih dibingungkan oleh  perasaannya sendiri.

Jika Siwon bukan artis, apakah Sooyoung akan menghindarinya? Lalu kenapa memangnya jika Siwon adalah artis? Apa Sooyoung wajib menghidar? Atas dasar apa? Fans? Itu sungguh kekanak-kanakan.

Lalu? Apa Sooyoung harus menerima Siwon yang artis atau bukan? Tunggu ! Kenapa Sooyoung harus menerima Siwon? Alasannya? Karena Sooyoung ingin melihat senyumnya ! Tapi itu bukan alasan ! Sungguh ! Perasaan semacam ini hanya bisa menimbulkan keraguan jika belum menemukan alasan yang kuat. Yah hanya keraguan !

“Sudah kukatakan, kau memang butuh bantuan.” Timpal Siwon setelah sekian lama menunggu jawaban Yeoja yang hanya berdiri mematung.

Sooyoung tersadar dari setengah lamunannya, “Eh.. apa kau bilang?”

“Aku akan membantumu menghilangkan keraguan itu.”

“Mwo?!” seru Sooyoung bingung.

 ………………TBC……………

Segitu dulu yahh…makasih udah Baca

JAngan Lupa RCL yahhh ^^

26 thoughts on “SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 8)

  1. Elsa berkata:

    akhirnya di post juga part ini.. Soo eonnie kebingungan tuh mau nerima namja perfect kyk Siwon😄 Semoga next part di post nya jgn lama-lama🙂 Hwaiting Author!!

    • nanashafiyah berkata:

      iya chingu soo unni lg bingung, makanya wonpa pengen menghapus kebingungan itu…🙂

      next part di tunggu aja yahh , g bakal ampe berbulan-bulan kok…hihi

      makasih ya udh baca + komen..

  2. egakim berkata:

    siwon oppa good job !!
    Ayo deketin terus soo unnienya biar luluh
    Hwaiting siwon oppa

    Author daebak !!
    Aku suka sama kata” siwon oppa yang ini
    “Jika kau menjauhiku
    dua kali maka aku akan mendekatimu
    empat kali. Kau menjauhiku delapan kali,
    maka aku akan mendekatimu enam belas kali.. Kau menjauhiku berkali-kali lipat
    maka akan ada lebih dari berkali-kali
    lipat senjata untuk mendekatimu…”

    Chingu di tunggu next chapternya, bikin Cerita yang yang ngebuat hati meleleh ya…
    Hwaiting chingu

    • nanashafiyah berkata:

      oke chingu, kita dukung siwon oppa bahkan di kehidupan nyata…🙂

      kalimat itu aku bikinnya iseng-iseng..eh ternyata bagus juga..hehe ^_^

      next part di tunggu yahh makasih udh baca + komen…

  3. riri riwa berkata:

    uhh unni…salut deh ama ceritanya…

    Part kemarin siwon yang bergalau – galau ria…and then sekarang sooyoung yg kaya gitu..hahahaha kocak dan romantis…

    Ayoo siwon oppa hwaiting…!
    Author juga hwaiting buat next chap nya..semangat !!

    Jngn lama – lama yahh un…plissss :

  4. smartoblique berkata:

    Kyaaaaaaaaa….

    Siwon oppa kalo mau sungguh-sungguh n g ngelanggar norma mending langsng nikah aja udah…hehe ^_^

    author cepet di post yahh kelanjutannya..!!!.aku ngecek mulu lohhh ..g kasian apahh #melas…

    Fighting !

    • nanashafiyah berkata:

      haha chingu bisa aja :p
      cepet atau lambat kok itu…

      Ohh.maafkan diriku chingu kalo ngepostnya kelamaan😦 maklum lg banyak aktivitas…ya yah yah

      Untuk kelanjutannya sabar yahh chingu, ga bakal ampe bertahun-tahun kok… #lebay

      makasih udh mampir n komen…

  5. ze_thia berkata:

    aaaaa jgn blg siwon bakal melepaskn keartisanny…
    andwee…
    addduuuuhh berat bgt pengorbanannya😦
    knp ssh bgt buat soo eonni membuka hti ny utk siwon oppa??
    d tggu next partny thor..
    fightiiinggg!!!!!🙂

    • nanashafiyah berkata:

      siwon oppa pengen nunjukin keseriusannya chingu, tapi untuk mempertaruhkan keartisannya, kita liat aja yahh di next part…

      Tetep tungguin oke… ^_^

      makasih udh baca + komen

  6. Auralia Zalzabila berkata:

    Author aku datangg ~ ~ ><

    Ihh Part ini romantis sekali,Sampe nangis loh thor bacanya K K K K~ ~

    Kata kata part agak terakhir yang banyak tanda tanyanya itu sangat menarik thor suka deh..Kalo siwon meninggalkan dunia ent kayaknya seru..Tapi dia mau dapat duit dari mana..?Kerja bersama soo..?Co cuit..*Hayalan-__-'

    komentku gaje bener..Fighting ajah deh thor buat lanjutannya+di postnya jangan lama-lama ya..🙂

    • nanashafiyah berkata:

      yeeeeeahh kamu akhirnya datangggg…!!!!

      Waduhh nangis kenapa chingu…???

      Ya udels jangan nangis yahh chingu…cup cup cup

      kalimat yang itu aku buat dengan penuh kebingungan mengingat soo unninya lg bingung wkwkkwk ternyata oke juga…hehe…

      Oke chingu tungguin aja yahh n jangan bosen buat nunggunya….

      Gomawo udh baca n komen di setiap partnya… ^^ suka deh ama reader yang kaya kamu…..

      Salam Semangat…

    • nanashafiyah berkata:

      ohhh gomawo chingu ^_^

      drama korea ?? Boleh juga tuhh dibikin drama…hahaha #ngayal tingkat tinggi…

      Oceee fighting balik buat chingu…!

      Next part di tunggu aja yahh
      Makasih udh baca + komen… ^^

  7. irina.jung berkata:

    daebakk, siwon oppa jgn mnyerah. Syoung unnie buka hati mata dan pikiran u/ siwon oppa. Menantikan happy ending u/ smua. SooWon will be together as soulmate and live happily ever after. Aamiin. SooWon is real! Guardians jjang! Author hwaitin! Dtunggu chapter ke 10ny

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s