SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 7)

Image

Title : I Love You For a Reason…

Author : Nana Shafiyah a.k.a Nana/Nasha

Genre : Romance

Rating : General

Cast : SNSD  Sooyoung, Super Junior Siwon

Other Cast : SNSD  Yoona, SNSD Jessica, SNSD Tiffany, F(x) Krystal,  Super Junior  Eunhyuk, SNSD Hyoyeon, Lee Soo Man, Park Young Geum

Soundtrack : SNSD Taetiseo – Baby Step

                                 SUJU – My Only Girl

Annyonghaseoo…

Kali ini aku membawa lanjutan dari ff soowon…

Langsung ajjah yahh..

Semoga kalian suka !!!

Happy Reading All…

Part 7

Mencintaimu tanpa tanda tanya (?)…”I love you for a reason…”

Part 7

Sooyoung menyipitkan matanya. Berusaha mengenali seseorang yang baru saja menariknya. Terlihat seorang namja tinggi yang sedang mengenakan t-shirt putih dan kaca mata hitam. Ia juga mengenakan topi yang menutupi sepertiga wajahnya. Sepertinya namja itu familiar dimata Sooyoung.

Perlahan namja itu membuka topinya kemudian membuka kaca mata hitam pekatnya. Wajah namja itu pun mulai jelas terlihat. Tak salah lagi, orang itu adalah Choi Siwon. Sooyoung menghela nafas. Berusaha membuang pikiran-pikiran tentang seseorang yang baru saja menariknya. Awalnya yeoja itu mengira orang yang menariknya tadi  adalah seorang sesaeng, perampok atau penculik namun ternyata bukan.

Sooyoung menatap lekat, “Siwon-ssi sedang apa disini?”

Namja itu membalas tatapan Sooyoung lalu menjawab pertanyaan yeoja itu dengan nada datar “Wae? Apa tidak boleh?”

“Aniyoo, maksudku apa kau tidak takut orang-orang akan mengenalimu?” Tanya Sooyoung hawatir.

“Tenanglah, aku memakai kaca mata hitam untuk menutupi mataku, topi untuk menutupi kapala dan wajahku, ditambah lagi aku bersembunyi di lorong buntu ini, jadi kurasa tak ada yang dapat mengenaliku kecuali dirimu.”

Sooyoung menyenderkan punggungnya pada dinding lorong dan mulai menatap lurus pasangan dinding yang ada dihadapnnya, “Kau kesini mencariku?”

Siwon meghela nafas dan ikut menyenderkan punggungnya pada dinding lorong tepat disebelah Sooyoung “Apakah itu sangat mudah ditebak?”

“Yah.. begini..” Sooyoung membuka mulutnya hendak mengatakan sesuatu, namun namja disebelahnya tiba-tiba menimpali, “Aku tidak suka caramu!”

“Apa?” gumam Sooyoung seraya mengangkat sebelah alisnya.

Siwon melirik yeoja disampingnya, “Seharusnya kau tak berbicara seperti itu di acara konferensi pers.”

“Ini semua demi kebaikanmu. Demi menyelamatkan imagemu. Mengatakan bahwa aku menyukai namja lain itu berarti image playboy akan lepas dari karier keartisanmu.” jelas Sooyoung.

“Sooyoung-ah..” Siwon menarik nafasnya yang panjang dan sempit,  “Kumohon berhentilah berbuat seperti itu padaku, kau terus-terusan menyiksaku jika sikapmu seperti ini !!!”

Sooyoung menunduk mengalihkan pandangannya. Ia seakan telah mengetahui maksud Siwon berkata seperti itu. Namja itu sepertinya ingin agar hubungan palsu mereka tetap bertahan. Tidak ! Bukankah hal itu malah akan memperburuk keadaan?

Tak ingin berlama-lama berkutat dalam pikirannya, yeoja itu segera melangkahkan kakinya keluar dari lorong tersebut. Sooyoung melangkah melewati tubuh Siwon yang berdiri didekat jalan keluar lorong. Namun langkah Sooyoung terhenti ketika tangan namja itu tiba-tiba menahannya. Kali ini lengan yeoja itu benar-benar terasa tercekam.

Sooyoung mengguncang lengannya. Ia berusaha melepaskan genggaman Siwon yang kian lama semakin erat mencengkram, “Lepaskan!!!”

“Kumohon jangan seperti ini !” Bujuk Siwon dengan pandangan kosong.

Sooyoung memejamkan matanya lekat kemudian menatap tajam namja dihadapannya “Kau tahu? aku sudah lelah berpura-pura.”

“Aku juga sudah lelah menghadapi perasaanku sendiri.” Timpal Siwon membalas tatapan Sooyoung.

Sooyoung mengerutkan kening “Lalu?”

“Lalu…” Siwon tercengang bergulat dengan pikirannya. Tak terasa genggaman tangan Sooyoung terlepas..”Lalu.. a-aku tak ingin kau pergi, aku tak mau hubungan ini hanya sebulan dua bulan atau tiga bulan aku, aku…”

“Jangan bercanda !” Sooyoung memotong kalimat namja itu melesat melangkah keluar lorong.

Siwon mencegah Sooyoung sekali lagi. Dengan cepat Ia kembali menggenggam lengan Sooyoung erat meskipun yeoja itu kelihatan tengah memberontak, “Aku tidak bercanda, aku serius !”

Sekuat tenaga, yeoja itu kembali mengguncang guncang lengannya sambil memejamkan matanya. Terpejam erat… lalu aliran butiran bening itu mulai mengucur pelan diwajahnnya. “Hentikan permainan ini !”

“Sooyoung-ah, ini bukan permainan, aku serius !” timpal Siwon, menatap Sooyoung lekat..

Sooyoung mengguncang lengannya sekuat tenaga. Namja itu akhirnya menyerah dan melepaskan genggamannya “Siwon-ssi jangan membuatku seperti orang bodoh, sebenarnya kau ini kenapa?”

“Saranghae..” ucap Siwon tiba-tiba.

Sooyoung mematung. Mendadak tubuhnya melemas “Mwo?”

“Saranghaeyo” ulangnya.

Mendadak pikiran Sooyoung membeku. Bibirnya tak dapat digerakkan. Iapun menelan ludah, berusaha mengatur nafasnya yang tiba-tiba kacau balau, “Alasannya?”

“Alasannya?” Siwon bergumam dalam pikirannya.

“Mengapa kau mencintaiku, apa alasannya?”

Siwon menatap yeoja dihadapannya. Ia terlihat sedang menunggu jawaban dari pertanyaannya barusan. Siwon tak berkutik. Tak ada satu pun jawaban yang kini mengendap diotaknya, Kosong. Pertayaaan itu begitu sederhana namun, serumit inikah mencari jawabannya?

Sooyoung terkekeh pelan “Kau tidak tahu? Ya tentu saja! bukankah itu karena aku adalah pelampiasanmu? Pelampiasan karena saat itu Yoona menolak lamaranmu?”

Siwon mendelik. Tak menyangka Sooyoung begitu sinis terhadapnya “Sooyoung-ah kau ini bicara apa?”

“Aku? Aku bicara yang sebenarnya!”

“Soo..” Siwon hendak menimpali namun, kali ini Sooyoung benar-benar membuatnya berhenti berbicara, “Kau bahkan tak tahu apa alasanmu mencintaiku.” timpal yeoja itu.

Siwon mematung. Kali ini tubuhnya seolah baru saja tersambar petir. Kalimat Sooyoung begitu menusuk. Alasan? Siwon pun tak tahu alasan yang dimaksud Sooyoung. Perasaan ini muncul begitu saja bahkan tanpa alasan. Lalu bagaimana mungkin ia  bisa menjawabnya?

“Mulai sekarang, kau jangan lagi menemuiku… Menemuiku sekali maka aku akan menjauhimu dua kali, mengerti?” terang Sooyoung sambil memberikan tatapan lurusnya pada Siwon yang sedang berdiri kaku  layaknya seseorang yang tak bernyawa.

Sooyoung segera berbalik dan keluar dari lorong itu. Meninggalkan namja yang masih terperangkap dalam pikirannya. Pikiran yang hambar dan semu. Sooyoung telah pergi, apakah itu berarti Siwon harus rela melepasnya?

…………………

“PLAAAKKKKK” Satu tamparan mendarat dipipi mulus Siwon.

“Aku sangat mencintaimu, mengapa kau tega huh? Mengapa kau tega melakukan ini!!” histeris seorang yeoja.

Siwon menarik nafas, “Mianhe, mianhe, Sooy…”

“CUTTTTTTTTT !!!!!”

Seorang ahjussi sedang menatap horor kearah Siwon. Pasalnya sejak shooting dilanjutkan, ahjussi yang merupakan sutradara film merasa gusar dengan perubahan sikap aktor utama difilmnya.

“Yak Choi Siwon, sudah berapa kali kau salah menyebut nama.. Nama pemainnya itu Hye Eun bukan Sooy… Huruf ‘H’ bukan ‘S’ !!” Tegur  sutradara Min.

“Tadi pagi sepertinya kau baik-baik saja, kenapa sekarang malah jadi begini, huhhh!” Kesalnya.

Para crew mulai menenangkan sang sutradara yang mulai berkelut dengan emosinya. Salah satu crew mendekat kearah Siwon kemudian menepuk pelan pundak namja itu, “Sudahlah, tenangkan dulu pikiranmu, baru kemudian kita shooting lagi.”

Siwon mengangguk lalu duduk dibawah tenda yang telah disediakan. Namja itu lalu menengguk habis botol air putih yang baru saja diberikan oleh para crew. Sungguh aneh, bahkan tenggorokannya tetap terasa kering meskipun telah menengguk air sekian botol.

Lee Sooman yang baru saja tiba dil lokasi shooting akhirnya datang menghampiri Siwon. Dengan seksama manager Lee memandangi wajah Siwon yang sedang gusar. Bahkan namja itu tak menyadari kehadiran sang manager didekatnya.

“Apa yang kau pikirkan” Tanya manager Lee meskipun ia telah mengetahui apa yang membuat sikap Siwon menjadi aneh.

“Hei, kau kenapa?” Ulangnya sambil menepuk pundak namja yang tengah melamun itu.

Siwon pun  tersontak dari alam bawah sadarnya kemudian beralih menatap manager Lee, “Nde?”

Lee sooman menyipitkan matanya, “Apa yang sebenarnya terjadi?”

Siwon menundukkan wajah. Aura kebekuan terpancar jelas diwajahnya. “Dia, dia sudah pergi, kurasa.”

Lee soo man menghela nafas. Ia sudah menerka jika semua ini akan terjadi. Peristiwa yang melibatkan perasaan memang sangat susah untuk diobati. Mungkin pula efeknya dapat merembet keberbagai pundi-pundi lainnya.

Sooman terdiam sejenak. Iapun mulai menyarankan sesuatu “Pulanglah ! aku akan bilang jika kau sakit ! Biarkan shoot selanjutnya dimainkan oleh pemeran yang lain dulu..”

Siwon baru saja akan membantah “Tapi..”

“Percuma saja kau shooting jika pikiranmu kemana mana !” Timpal Lee Sooman.

Siwon memikirkan ucapan managernya barusan. Ada benarnya. Sebelum dirinya pingsan di lokasi shooting,  Sebaiknya ia memang harus pulang, ”Baiklah”

Siwon akhirnya mengangguk patuh.

……………………….

Sooyoung terus berjalan tanpa arah. Ia membawa serta sebuah map coklat yang didalamnya berisi dokumen untuk melamar pekerjaan. Setelah yeoja itu berhenti bekerja sama dengan seorang artis, ia harus kembali mencari pekerjaan baru. Namun hingga sekarang tak ada satupun restaurant yang mau menerimanya bekerja. Yang ada hanyalah suara-suara yang begitu memojokkan dirinya.

Biasanya orang-orang akan berkata, “Oh jadi dia?”

Umumnya pihak restaurant itu menolaknya karena mereka menganggap Sooyoung memiliki attitude yang buruk dan tidak loyal. Yeoja itu mungkin tahu penyebabnya. Ia pun sudah malas mengingat kejadian itu.

Sooyoung mengalihkan pandangannya. Kesamping, kekanan, keatas, kebawah dan kemana saja, berusaha bersikap seacuh mungkin. Mendengar bisikan orang-orang membuat yeoja itu menjadi geram. Dengan sekuat tenaga, ia mencoba menahannya. Sakit memang. Sooyoung berharap kabar ini tak berlarut-larut, semoga.

“Lihatlah kenapa dia tega sekali”

“Kudengar mereka juga bertengkar di cafe kan?”

“Padahal diakan hanya orang biasa !, apa dia itu wanita penggoda?”

“ckkkck…sangat menjikkan”

Sooyoung mengusap keningnya. Mendengar cercaan itu membuat hatinya memanas. Sooyoung menggigit bibir bawahnya. Matanya mulai perih. Tak terasa butiran bening kembali mengucuri pipinya. Mengapa sejak mengenal Choi Siwon, dirinya begitu lemah? Apakah air matanya harus mengucur seperti ini? Mengapa ia harus mengingat orang itu?

Sooyoung terus berjalan. Angin berhembus kencang,  secepat air matanya yang mengalir begitu deras. Perlahan air mata yeoja itu  mulai mengering karena seka’an pelan dari punggung tangannya.

Tepat saat punggung tangan Sooyoung menyentuh wajahnya, ia merasa ada sesuatu yang menggores wajah mulus itu. Perlahan mata yeoja itu mulai menatap benda yang terpasang dijari manisnya. Cincin? Bahkan Sooyoung belum mengembalikan cincin itu. Cincin yang dihiasi oleh butiran berlian yang mengkilap. Entah mengapa melihat cincin itu membuat  aliran butiran bening  tiba-tiba muncul kembali. Separah itukah perasaannya?

Terhitung cukup lama yeoja itu bergulat dengan pikirannya. Pandangannya menatap kosong kedepan. Hingga perlahan ia mulai memantapkan kakinya menuju ke sebuah tempat. Tempat dimana seharusnya cincin itu berada.

…………………………

Siwon melangkah masuk keapartemennya. Dilihatnya suasana didalam apartemennya. Sepi dan sunyi. seseorang yang sering membersihkan apartemen ini telah pergi. Tak ada lagi seseorang yang menyambutnya dengan ekspresi kesal, datar dan dinginnya. Tak ada yeoja yang selalu menggerutu berkali-kali. Siwon tak dapat lagi melihat gerak-geriknya.

Siwon melihat layar handphonenya. Tak ada telepon atau pesan masuk. Siwon terus menatap layar handphone-nya, berharap yeoja itu mengiriminya sebuah pesan singkat. Beberapa pesan yang dikirimkannya secara bertubi-tubi hingga membuat kotak pesan namja itu penuh.

Siwon tertawa sendiri. Ia tak tahu apakah dirinya sudah gila atau apa? Perasaannya sedang kacau namun, sebuah tertawaan melengking begitu saja. Ini adalah hal terkonyol yang pernah dilakukannya. Ah, bukankah orang itu memang sering membuatnya menjadi  tampak konyol?

Siwon merebahkan badannya diatas sofa yang empuk. Matanya yang sembab mulai terpejam. Perlahan pikirannya mulai melayang di antara alam sadar dan alam tak sadar. Hingga akhirnya peri mimpi  berhasil menarik namja itu kealam bawah sadarnya.

Siwon merasa tengah berada dalam mimpi buruk, perasaan cemas mulai menghinggapinya, “Sooyoung-ah, kumohon jangan pergi..” Siwon terus mengigau.

Dalam mimpinya, Ia melihat Sooyoung datang menghampirinya. Sooyoung mengulurkan tangan kanannya. Siwon membalas uluran itu namun,belum sempat ia menyentuh tangan yeoja itu, ukiran tangan Sooyoung terlihat mulai memudar hingga akhirnya ukiran tangan itu membentuk bayangan yang semu kemudian menghilang tanpa bekas.

Siwon memejamkan kedua matanya erat. Nafasnya terdengar sempit dan tak beraturan “Sooyoung-ah, hajima, hajima.”

Tangan Siwon bergerak cepat, berharap yeoja itu mengulurkan tangan kearahnya sekali lagi. Benar,  Siwon kembali melihat ukiran tangan itu terpampang jelas dalam benaknya. Sekali lagi Siwon menarik nafasnya. Ia berusaha menyambar genggaman tangan Sooyoung. Namja itu mendapatkannya. Kali ini ia benar-benar merasa tengah menggenggam tangan yeoja itu.

Suara Sooyoung terdengar samar-samar ditelinga Siwon. Meskipun samar, suara Itu terdengar sangat nyata,“Siwon-ssi, jangan begini..”

Apakah ini benar-benar mimpi? Namja itu merasa genggaman erat dan suara yeoja yang terdengar samar-samar adalah sebuah kenyataan. Bahkan ia bisa merasakan sebuah tangan halus menyentuh wajahnya. Ini sepertinya bukan mimpi. Kalau pun hanya mimpi, namja itu sangat berharap, ia tak akan pernah terbagun dari mimpinya yang sekarang.

“Saranghaeyo..” Siwon bergumam dalam mimpinya.

…………………

Sooyoung melangkahkan kakinya mendekat kearah sebuah pintu apartemen. Perlahan pintu apartemen yang sedikit terbuka itu mulai terlihat. Sooyoung mendorong pintu itu pelan kemudian mendongak, berusaha melihat keadaan didalam. Terslihat sepi.  “Kemana dia?” gumamnya.

Sooyoung berjalan perlahan dan berusaha mengesampingkan segala pikiran buruknya saat melihat pintu apartemen yang berwarna putih itu sedikit terbuka. Yeoja itu berharap seseorang yang dicarinya  baik-baik saja. “Siwon-ssi, apa kau di dalam?”

Tanpa aba-aba, Sooyoung mulai melanjutkan langkahnya. Masuk kedalam apartemen yang cukup luas itu. Sudut matanya terus melirik kekanan dan kekiri berharap sang pemilik apartemen muncul dan menampakkan batang hidungnya. Namun tak ada siapa pun yang nampak.

Apartemen itu terlihat agak berantakan. Sepertinya dalam beberapa hari belakangan, sang pemilik tak kunjung membersihkannya. Bukankah ia harusnya menyewa seorang  tukang bersih-bersih?

Sooyoung menuju ke ruang tengah. Terlihat sepi. Hanya terlihat sebuah  sofa merah yang  berdiri  agak menyerong  berhadapan dengan sebuah TV plasma.

Yeoja itu mendekat kearah sofa yang tengah memunggunginya dan memperhatikan sofa itu dengan seksama. Sepertinya memang ada seseorang disana. Sooyoung menyipitkan matanya. Benar,  ternyata sosok yang sedari tadi dicarinya terbaring disana.

Yeoja yang sedang memiringkan kepalanya itu bergumam pelan, berusaha membangunkan seseorang yang mungkin tegah sibuk dengan alam mimpinya, “Siwon-ssi…”

Sooyoung semakin mendekatkan wajahnya. Menatap Siwon yang sedang tak sadarkan diri. Namja itu bahkan masih mengenakan kemeja biru yang rapih dan belum melepas sepatunya. Tas jinjing-nya pun masih tergeletak dilantai.

Wajah Siwon yang sedang terlelap nampak berkeringat. Sinar kelelahan terpancar jelas diwajahnya. Sooyoung mendekatkan wajahnya dan menatap mata namja yang sedang menutup. Mata itu terlihat sedikit bergetar, Juga terpejam lekat.  Mata yang indah meskipun sedang terlelap.

Sooyoung mendengar nafas yang terdengar berhembus keras. Sepeti telah berlari ribuan kilometer. Ingin sekali rasanya melihat apa yang sedang dimimpikan namja itu. Apakah ada jalan untuk melihatnya? Baiklah lupakan !

Sooyoung mulai mengingat rencana awal kedatangannya ke aparteman ini. Rencana untuk mengembalikan cincin milik namja itu. Tidak ! benda itu milik dia, yeoja itu, maksudnya Yoona. Cincin yang malah membuat pikiran Sooyoung secara otomatis memutar ulang peristiwa saat pertama kali dirinya bertemu dengan Choi  Siwon.

Yeoja itu kembali terhanyut dalam pikirannya sambil menatap kosong.

“Sooyoung-ah…”  panggil siwon dalam mimpinya. Nampaknya namja itu mengigaukan namanya, Sooyoung.

Ia menatap mata Siwon yang masih terpejam. Hembusan nafas namja itu makin jelas terdengar, “Kumohon jangan pergi !” pintanya.

Dengan sekuat tenaga, Sooyoung berusaha tak menggubris ngigauan Siwon barusan. Yeoja itu segera melepas cincin yang dipakainya. Ia menoleh kekanan dan kekiri, berusaha mencari tempat yang tepat untuk meletakkan cincin itu. Tempat seperti meja mungkin terlalu besar untuk menaruh benda sekecil cincin. Lokasi seperti laci mungkin terlalu tersembunyi.  Di dekat jendela itu terlalu berbahaya. Akhirnya, yeoja itu  kembali memperhatikan berbagai tempat dengan seksama. Hingga sudut matanya menangkap sebuah tempat yang sepertinya sesuai untuk cincin itu.

Perlahan pandangan Sooyoung mulai mengarah pada suatu tempat. Yeoja itu mulai mendekatkan tangannya pada saku kemeja biru Siwon. Dipegannganya cincin itu menggunakan pucuk tangan kanannya. Sooyoung  lalu memasukkan cincin  itu dengan pelan dan hati-hati kedalam  saku kemeja yang sedang dikenakan namja itu.

Berhasil. Yeoja itu perlahan menjauhkan tangannya dari tempat itu namun, sesuatu membuat sooyoung tersentak. Lengan Siwon tiba-tiba menyambar lengannya. Lengan itu terasa panas. Sepertinya suhu tubuh namja itu sedang tinggi. Apakah ia sakit? Sooyoung mulai memasang wajah cemasnya.

Siwon nampak kembali mengigau. Juga belakangan terlihat gelisah, “Hajima, hajima..”

Sekali lagi Sooyoung mencoba tak menghiraukannya. Yeoja itu  berbalik badan dan hendak melangkah menuju pintu keluar namun, langkahnya terhenti ketika merasa sebuah tangan tiba-tiba menahannya.

“Hajima…” ucap siwon dengan mata terpejam. Namja itu kembali mengigau. Kali ini diikuti dengan gerakan tangan yang terasa semakin erat mencengkram lengan Sooyoung. Lengan yang panas dan sedikit basah.

Yeoja itu berbalik badan, menatap namja yang entah mengapa, sejak tadi telah membuat dirinya menjadi hawatir. Sikap Siwon yang seperti ini terlihat menyedihkan dimata Sooyoung. Sangat. Yeoja itu merasakan aliran air mata lagi dan lagi kembali tertumpah. Sangat menyesakkan ternyata.

Perlahan punggung tangannya menyentuh kening namja yang tengah larut dalam mimpinya itu dengan lembut. Cukup lama Sooyoung merasakannya. Kening itu sangat panas dan juga berkeringat cukup banyak.  Ia lalu menatap wajah Siwon lekat.  Ingin sekali Sooyoung merawat seorang namja yang mungkin sedang sakit. Keinginan yang harus dikuburnya dalam dalam.

Apa yang kau lakukan, Sooyoung-ssi?” bisiknya pada dirinya sendiri.

Sooyoung kembali berbalik dan berusaha melangkahkan kakinya namun, tangan Siwon terasa semakin erat menggenggam tangannya. Yeoja itu berbalik dan melihat  mata Siwon yang masih menutup. Apakah namja itu berpura-pura? Batin Sooyoung.

Sooyoung memejamkan matanya sambil merasakan sehilir butiran bening yang semakin mengucur deras. Yeoja itu menyeka butiran itu dengan kasar kemudian menarik nafasnya keras, “Siwon-ssi, jangan begini !”

Genggaman tangan Siwon semakin melemah. Dengan cepat Sooyoung menghempaskan lengan yang masih dalam genggaman tangan namja itu sekeras-kerasnya. Sangat perih rupanya. Seperih hatinya, tentu.

Sooyoung mengusap  lengannya yang memerah kemudian  kembali menatap wajah namja yang masih sibuk dalam alam bawah sadarnya,  “A..a..ku pergi, jaga dirimu!”

Untuk kesekian kalinya Sooyoung berbalik membelakangi Siwon yang masih terbaring diatas sofa. Yeoja itu membekap mulutnya dengan kedua tangannya yang mungil. Dengan sekuat tenaga ia berusaha menahan tangisnya namun, sepertinya percuma saja. Butiran bening itu selalu berhasil menemukan jalan keluar diantara celah matanya.

“Ak..ku pergi” Ucapnya sekali lagi

Kali ini Sooyoung benar-benar berlari menuju pintu keluar sambil menahan suaranya yang semestinya melengking tajam.

Bagaimana pun Sooyoung telah memantapkan hatinya untuk mengembalikan semuanya seperti keadaan semula. Tak ada yang dikurangi ataupun dilebihkan. Semuanya harus kembali pada posisi masing-masing. Termasuk posisi Yoona dihati Siwon. Tentu saja.

………………………..

Siwon membuka matanya perlahan. Namja itu mengerjap-erjapkan matanya berusaha mengumpulkan nyawanya yang hilang entah kemana. Siwon kemudian Mengamati suasana sekitar apartemennya yang sepi.  Sudah berapa lama dirinya terbaring diatas sofa?

Siwon mengangkat tenguknya sedikit. Tiba-tiba, ia merasa ada yang tidak beres dengan penglihatannya. Sangat samar seperti halnya bayangan. Namja itu lalu memejamkan matanya lekat berusaha memperbaiki pandangannya sekali lagi. Sangat sulit ternyata.

Sesuatu sepertinya menusuk dadanya. Sebuah cincin? Bagaimana bisa benda itu ada didalam saku kemejanya? Siwon mengerutkan kening sembari  menegakkan tubuhnya diatas sofa. Namja itu memutar pikirannya sesaat.

Melihat cincin itu. Cincin yang dihiasi oleh butiran berlian yang mengkilap, membuat pikiran Siwon kembali melayang, “Sooyoung?” Gumamanya.

Siwon menimbang nimbang cincin perak itu diujung jarinya. Namja itu masih berpikir sambil mengigit bibir bawahnya, “Apa dia kesini?”

“Kau benar-benar pergi, Choi Sooyoung?”

Digenggamnya cincin itu erat-erat. Cincin yang pernah terlingkar dijari manis seseorang. Benda yang berhasil memutar ulang ingatannya sekali lagi. Ingatan tentang yeoja itu. Sepertinya, Otak Siwon telah dipenuhi oleh wajah seorang yeoja bernama, Sooyoung. Ini benar-benar gila.

“Mulai sekarang, kau jangan lagi menemuiku… Menemuiku sekali maka aku akan menjauhimu dua kali, mengerti?”

Ucapan Sooyoung yang terekam jelas dibenak namja itu tiba-tiba berbalik menghantuinya. Siwon merasa bagaikan tersambar petir disiang bolong.

“Mianhae Sooyoung-ah, salahku karena.. karena membuang cincin ini ! Salahku membiarkanmu mendapatkannya..” Sesal namja itu.

“TING NONG” Suara bell apartemen tiba-tiba berbunyi. Suara itu sukses membuyarkan lamunan Siwon tentang seseorang.

Sepasang kaki namja itu melangkah hendak membukakan pintu. Ia berharap seseorang disana adalah dia. Seseorang yang paling dinantikannya.

Siwon menarik gagang pintu apartemennya dengan kencang, erat dan cepat. Namja itu masih membiarkan pikiran jernihnya itu  diselumuti oleh angan angan kosong tentang seseorang.

Seketika Ia tercekat. Harapan kosongnya musnah, “So..” ucap Siwon saat melihat seseorang yang  datang.

Seorang namja dengan wajah penuh kecemasan sedang menatapnya lekat, “Siwon-ssi” katanya.

Pikiran Siwon mulai memutar kejadian masa lalu, “Dongahe-ssi ?”

“Siwon-ssi aku tak ingin berbasa basi !” ucap namja bernama Donghae itu.

Siwon mengangkat alis, “Wae?”

“Aku terpaksa meminta bantuanmu ! Dengar! Sekarang Yoona sedang berada dirumah sakit karena menenggak racun serangga.” Jelasnya .

Siwon membulatkan matanya, “Mwo??”

“Aku adalah dokter pribadinya, jadi aku sangat tahu apa yang sekarang dibutuhkannya, dan dengan jelas aku… maksudku… kau..”

“Kau ingin aku ada disampinganya, maksudmu dia membutuhkanku?” Sela Siwon tiba-tiba.

Donghae menghela nafas berat, “Nde, kau benar.”

Siwon melihat keawan-awan, berusaha mengisi paru parunya dengan oxygen sebanyak mungkin, “Yoona-ah, kau sebenarnya kenapa?” cemasnya.

“Kaja…” Ajak Donghae segera kearah namja yang tengah menerawang.

Dengan kecepatan penuh Donghae mengarahkan kemudinya menuju rumah sakit tempat Yoona dirawat. Siwon terus melirik namja itu dari kursi penumpang disamping kemudi. Terlihat sangat panik juga gelisah. Sikap yang sangat berlebihan mengingat namja itu hanyalah dokter pribadi Yoona. Sikapnya yang seperti itu membuat Siwon merasa canggung dengan dirinya sendiri.

Donghae dan Siwon akhirnya sampai disebuah rumah sakit. Dengan langkah seribu Mereka menuju ruang kamar tempat Yoona kini dirawat.

Siwon menatap keadaan Yoona dari kaca jendela. Tampak yeoja itu sedang duduk termenung diatas ranjangnya. Memandang kosong  suasana dihadapannya. Wajah Yoona terlihat pucat dan matanya matanya menyembab.

Seseorang menepuk pundak Siwon dari belakang, “Sebenarnya Yoona sakit secara psikologis, tak ada obat baginya kecuali ketenangan.” Jelas seorang namja.

“Apa? Maksudmu.. dia..” gumam Siwon memandang namja yang berdiri disampingnya.

Donghae menghela nafas, “Entah mengapa sangat sakit  saat mendengar  Yoona bercerita bahwa ia baru saja menolak lamaran seorang namja  yang dicintainya.”

Siwon mendengus pelan. Namja itu tak ingin mendengar cerita itu lagi. Ia sudah lelah. Lelah mendengar potongan cerita yang mendadak munumbuhkan rasa penyesalan itu,  “Aku tak ingin membahasnya !”

“Bukan itu yang ingin kukatakan ! aku tak ingin membahas soal ancaman managernya,” timpal Donghae.

Siwon menatap sinis, “Lalu?”

Donghae terlihat menundukkan wajah sayunya, “ Aku ingin Yoona melihatku sebagai seorang namja, namun sepertinya sangat sulit. Ia terus memikirkanmu tanpa mengingat keberadaanku disampingnya, itu sangat sakit…”

Siwon menggigit bibir bawahnya, “Itu diluar kuasaku…mian, aku benar-benar tak mampu mengendalikan peraaanku sendiri.. aku..”

“Kau menyukai yeoja lain?” terka Dongahae

“Aku ingin mengatakan tidak ! tapi….”

“Kalau begitu katakan perasaanmu yang sebenarnya pada Yoona. Katakan itu sekarang juga ! jangan menggantungnya.” Timpal Donghae kembali.

Siwon mengerutkan keningnya lekat sambil menatap Donghae penuh tanda tanya, “Sekarang?”

Donghae mengangguk pelan, “Tentu saja, lebih cepat kau mengatakannya, tekanan batin dalam diri Yoona akan sedikit berkurang”

Siwon mendadak terhanyut dalam pikirannya. Ditatapnya Yoona dari jendela kecil ruangan itu sekali lagi. Wajahnya sangat sendu. Seperti akan menangis. Lalu  bagaimana mungkin Ia tega?

Donghae kembali menepuk pundak Siwon, “Ayolah… Semakin kau seperti ini, batin yeoja itu akan semakin tertekan.”

“Hibur dia lalu katakan yang sebenarnya..!” sambungnya..

Siwon membalas tatapan Donghae kemudian memejamkan matanya lekat.

Dengan perasaan kacau Siwon melangkahkan sepasang kakinya. Hawa dingin ruangan itu mulai merembet pelan menusuk kulitya. Perlahan, sepasang matanya mulai menangkap jelas wajah Yoona. Penuh dengan pancaran frustasi.

“Yoona-ah..”Panggilnya.

Siwon mencoba memasang senyum lebarnya. Namja itu melakukan hal  yang sama persis seperti saat Sooyoung berusaha menghiburnya, “Hei, kenapa kau diam saja !” Siwon menatap Yoona dengan wajah berbinar. Ini benar sama persis. Persis saat yeoja itu, maksudnya Sooyoung menghibur dirinya. Siwon menyadari betapa ia  sangat merindukan senyuman yeoja itu.

Yoona menatap lekat Siwon yang tengah sibuk dengan pikirannya sendiri, “Bahkan kau masih memikirkannya saat bersama denganku?” Terkanya. Yeoja itu sangat membenci melakukan ini. Menebak pikiran Siwon yang sedang memikirkan yeoja lain.

Siwon tertegun mendengar tebakan Yoona yang sangat benar adanya. Namja itu tak tahu dari mana Yoona mendapat kekuatan seperti itu, “Yoona..” rujuk Siwon.

Yeoja itu menunduk lesu, “Sudahlah, lupakan”

Dengan cepat yeoja itu mendengak dan beralih menatap namja yang sedang mematung “Sekarang jawab pertanyaanku !”

Mendadak tubuh Siwon menegang, pikirannya masih menunggu pernyataan yang dilontarkan yeoja itu selanjutnya.

Yoona menarik nafasnya kuat-kuat, “Sekarang kau lebih memilih aku atau, yeoja itu !”

Cukup lama, Siwon menundukkan wajah penyesalan. Namja itu  seolah  mengetahui jika pertanyaan seperti ini akan keluar dari mulut Yoona.

Namja itu menimbag sejenak, “Aku … mian, Yoona…”

Yoona mengela nafas keras, “Kau memilih s\Sooyoung? Mestinya aku sadar dan… aku tak perlu memberikanmu pertanyaan konyol seperti tadi.”

“Yoona pertanyaamu tidak konyol !”

“Tapi aku benarkan?” timpalnya.

Leher Siwon kembali tercekik, seakan menahan pita suaranya untuk berkata apapun, “Mungkin,” ucap Siwon menyamarkan jawabannya. Kata ‘mungkin’ mempunyai arti yang tidak pasti. Berharap rasa sakit dihati yeoja itu sedikit memudar.

Yoona terdiam. Tak ada reaksi apapun selain menundukkan seulas wajah yang terlihat datar. Sesekali yeoja itu menganguk-anggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum miris. Hingga akhirnya, aliran butiran bening satu persatu menetes. Berhamburan keluar melintasi wajahnya. Butiran itu kian menderas tanpa mampu ditahannya sama sekali.

Siwon tercengang. Namja itu hendak membekap Yoona yang sedang menangis kedalam pelukannya. Namun, Belum sempat siwon menyentuh rambut yeoja itu sama sekali, sebuah tangan tiba-tiba menahannya.

“Sebaiknya kau pulang!” Ucap Donghae dengan wajah mengusir.

“Apa?”

Donghae menatap tajam, “Pergilah, biarkan aku menjaganya.”

Siwon mengepalkan kedua tangannya erat. Sikap Donghae barusan seolah mengisyaratkan bahwa dirinya hanyalah sebuah benalu dalam kehidupan Yoona. Namja itu merasa  jiwanya mulai memanas. Hatinya tercabik disaat  gagal menenangkan seorang yeoja yang harus tersakiti karena dirinya.

Namja itu memalingkan pandangannya,“Aku..  Mianhe, mungkin sebaiknya aku pergi…”

Dengan berat hati, Siwon melangkah keluar. Membiarkan Donghae menenangkan Yoona dalam ruangan itu. Dokter pribadi Yoona yang bernama Donghae itu telah berhasil membuat Siwon tampak mengerikan. Seperti halnya seorang pengecut.

Mungkinkah Donghae telah merencanakan semua ini dari awal? Sial ! Harusnya sejak tadi Siwon tak termakan ucapan dokter brengsek itu.  Keadaaan seperti  ini benar-benar membuatnya tampak buruk…

Siwon mengacak rambutnya frustasi, “AKHHH !!!!”

Namja itu terus berjalan dengan tatapan kosong melewati lorong rumah sakit. Lorong rumah sakit terlihat begitu hampa dalam penglihatannya. Jauh diluar dugaan jika semua harus berakhir seperti ini. Sangat  menyimpang !

Memori itu kembali terulang jelas. Berputar tanpa henti dalam benak Siwon. Membuat namja itu semakin frustasi.

Sosok Sooyoung yang tiba-tiba muncul dihadapannya. Menjadi yeojachingu palsu. Dan merubah perasaannya dalam sekejap. Kemudian menghilang ….

Sosok Yoona yang menolak lamarannya. Kemudian pergi menjauh dan muncul begitu saja. Membawa serta cerita yang mengejutkan. Sebuah penyesalan pun mulai tumbuh. Dan disaat bersamaan, sebuah perasaan spesial  mulai menyela. Perasaan yang begitu sukses menggeser posisi Yoona dihatinya.

Siwon kehilangan pikirannya. Ataukah namja itu memang sudah gila?

………………………..

Sooyoung terus melirik jam dinding ditembok ruang tengah. Yeoja itu seolah menghitung berapa lama waktu yang telah ia pakai. Waktu yang ia habiskan dengan kegiatan memopang dagu. Meletakkan kedua tangannya dibawah dagu sambil menatap kosong.

Wajah Jessica tampak cemas. Entah sampai kapan temannya itu terus terperangkap dalam perasaannya sendiri. Yeoja itu mendekat dan mensejajarkan posisinya. Ia duduk persis  disamping Sooyoung tepatnya didepan meja lantai.

Jessica bedehem cukup keras namun Sooyoung hanya membisu.

“Sooyoung-ah..” ucap Jessica pelan.

Jessica menundukkan wajah. Sepertinya percuma saja. Temannya itu tetap terdiam tak bersuara.

Sica mendengak cepat, “Siwon ada didepan pintu !” serunya.

Mendengar nama Siwon disebut, otak Sooyoung kembali memproses. Nama itu membuat Sooyoung tersadar dari lamunanaya. Mendadak tubuhnya menegang. Bahkan mendengar namanya saja membuat yeoja itu tersontak.

Sooyoung memandangi Sica dengan wajah cemas, “Apa kau bilang?”

Sica tersenyum simpul, “Kau benar benar menyukainya?”

Sooyoung mengangkat alisnya. Tanda tak mengerti. Sebenarnya apa yang Jessica bicarakan? Bukankah temannya itu baru saja mengatakan jika Siwon ada didepan pintu?

Sica mengangguk mengerti, “Dia tak ada ! aku hanya asal bicara !”

Helaan nafas Sooyoung terdengar jelas. Sangat lega rasanya. Kecewa? tentu. Sooyoung berharap hal itu  adalah kenyataan.  Bahwa Siwon berdiri didepan pintu rumahnya. Namun itu mustahil. Sooyoung telah mempertegas agar namja itu berhenti menemuinya. Ia pun telah memantapkan hatinya untuk menghindar dari segala hal berbau Choi Siwon.

“Kau kecewa?” Timpal Sica seolah dapat membaca pikiran yeoja yang kembali bergelut dengan pikirannya.

Harusnya Sooyoung sadar jika temannya yang satu itu memang penuh dengan akal muslihat, “Tidak, maksudku..” bantahnya kemudian.

“Kau tak usah berbohong!” Sica menyela ucapan Sooyoung.

Sooyoung mendelik, “Apa?”

Sica menipiskan bibirnya kemudian menatap temannya lekat, “Sooyoung-ah, dengarkan aku!”

Sooyoung membalas tatapan Jessica yang begitu dalam. Yeoja itu menelan ludah seolah menantikan dengan sangat,  seuntas kalimat dari mulut temannya.

“Aku bukan mengenalmu dari kemarin sore, aku mengenalmu sejak bertahun tahun yang lalu tepatnya saat kita belum tahu apa-apa tentang kejamnya dunia. Dua malaikat kecil yang hidup sendiri sedang bermimpi menjadi peri sakti? Sangat konyol bukan?” ungkap Sica menerawang bebas.

Kening Sooyoung mengerut. Perlahan pikirannya mulai mencerna ucapan temannnya itu, “Sica-ah..”  gumamnya seolah kehilangan kata-kata.

Jessica menimpali, “Masa kecil terlewati denganmu, masa remaja pun begitu, dan sekarang tibalah masa dewasa. Masa dimana kau harus menentukan pilihanmu !”

Mata Sooyoung mulai memanas. Sekuat apapun yeoja itu membekapnya, butiran bening itu selalu berhasil menerobos pertahananya. Menerobos hingga membentuk sebuah aliran. Inilah yang disebut linangan air mata.

Sooyoung terkekeh pelan, “Benarkah sudah selama itu?”

Sica ikut tekekeh, “Kau baru sadar?”

Sooyoung mengangguk sambil tersenyum diantara butiran air mata yang menerobos wajahnya.

“Kau tahu? Selama itu, aku tak pernah melihatmu memikirkan seseorang dengan sangat dalam seperti ini, bahkan kau memilih terlihat tegar ketika mengetahui jika orang tuamu telah tiada.” Ujar Jessica.

“Orang itu begitu sukses membuatmu tampak sangat kesal, dan berubah gembira dalam sekejap. Yang membuatmu menjadi seperti itu adalah, artis itu, kan ?” terka Sica sambil menatap penuh selidik.

“Itu..” desah Sooyoung.

Jessica tersenyum hambar, “Ternyata teman kecilku sudah dewasa !”

Wajah Sooyoung perlahan memanas, “Sica-ah..”

“Tak apa! Kau tak perlu menyesali perasaanmu” Timpal Jessica

Mendadak Sooyoung mendukkan wajahnya, “Tapi aku sudah berniat menjauhinya.”

“Sooyoung-ah…”

“Aku sudah menolaknya…”

Mata Sica terbelakak, “Menolak? Dia sudah menembakmu?”

Sooyoung mengangguk, berusaha melapangkan dadanya, “Aku hanya mengganggu hidupnya, sebaiknya aku menghindar..”

Jessica mengangkat sebelah alisnya, “Kau yakin? kau adalah pengganggu?”

Apa?”

“Bagaimana jika dia benar-benar menyukaimu?”

“Itu mustahil !  dia menyukai Yoona,  aku hanyalah pelampiasannya, jadi kesimpulannya orang yang disukainya bukan aku !” bantahnya.

Jessica kembali menampik, “Bagaimana jika itu kau ?”

“Jangan bergurau! Itu tidak mungkin !”

“Bagaimana jika itu mungkin !”

Sooyoung mendelik, “Jika itu mungkin?”

Sica mengangguk pelan sambil mengiakan ucapan Sooyoung, “Emmm !!”

“Aku….akan…”

“Menerimanya kembali?” Sela sica.

 ………………TBC……………

Segitu dulu yahh…makasih udah Baca

JAngan Luoa RCL yahhh ^^

25 thoughts on “SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 7)

  1. egakim berkata:

    siwon oppa kuatkan dirimu!! Jangan menyerah!!

    Soo unnie, kasian siwon oppa terima aja
    jangan pergi dari kehidupan siwon oppa, nanti siwon oppa depresi loh

    yoona unnie bukalah matamu jangan ngeliat siwon oppa aja, kan ada hae oppa, jgn berharap siwon oppa terus

    Nice chapter chingu, di tunggu ya next chapternya
    Mian commentnya kepanjangan hehehe

    • nanashafiyah berkata:

      siwon, soo, dan yoong pasti bisa…!!! Hehe #author gaje…

      Ga papa kok chingu~ panjang malah lebih bagus…

      Makasih yahh udh baca + komen dan maafin diriku yg telat bls komen…:(
      gomawo chingu..

    • Han Eun Jin berkata:

      Annyeong..
      Akhirnya ini ff publish juga^^ Hampir tiap hari aku buka ini blog nungguin ff km chingu🙂
      Salut deh ama chingu yg bikin nih ff. Penantian yg lama, hasilnya oke punya *cieee😀 haha
      Panjang ffnya gak nanggung2 pula. Kalimatnya juga bagus, mudah dimengerti & gak belibet. Sipp deh
      Next part ditunggu yaa. Fighting~

      • nanashafiyah berkata:

        annyong ^^ syukurlah part ini udh aku rampungkan…hehe #walaupun telat bals komen…

        Benarkah chingu ??? Haha gomawo ^_^
        next part di tunggu aja yahhh

        makasih udh baca + komen..

    • nanashafiyah berkata:

      gomawo ^_^

      next part di usahain yahh🙂 aku udh mulai sibuk nih, jd mian kalo pembublishan ff lama atau g terjadwal..hehe

      tetep ditunggu yahh kelanjutannya..
      Maksih udh baca + ninggalin jejak…^_^

  2. keynha kibum berkata:

    ceritanya seru banget🙂
    kpn part selanjutnya??
    uda gk sabar🙂
    semoga SooWon tetep bersatu❤
    fighting yaa author🙂

  3. Auralia Zalzabila berkata:

    ini ada lucu dan ada sedihnya -_____-‘

    Nah loh tebakanku benerkan itu Siwon yang narik soo hihi..x)
    Eh ya Tumben Om Sooman Baik di part ini._.
    Biasanya kan dy itu KILLER..u.U

    Keren Thor..Lanjutnya jangan lama-lama ya..Fightingg~~^^

    • nanashafiyah berkata:

      iya chingu, biar lebih berwarna…:)

      wahh chingu bener !!! Insting seorang guardians itu..^_^

      om sooman mau menekan angka haters…jadi, sekali-kali boleh lahh ber baik- baik ria…:p

      next part tetep tungguin yahh chingu🙂
      gomawo udh baca + komen

  4. >JessiCaChu berkata:

    Author Nasha, ini sampai part berapa?
    Please di jawab..!
    Di lanjutkan secepatnya ya Nasha part selanjutnya😀

  5. Elsa berkata:

    keren author! FF buatan author selalu keren!! Author Daebak! semoga Sooyoung sm Siwon bisa hidup bahagia dan sampe nikah mungkin!? dan buat Yoona yg sabar yak.. Sakit hati udh biasa kok(?) Di tunggu part selanjutnya🙂

    • nanashafiyah berkata:

      oke… ^^
      ff seokyu? Tungguin ff ini tamat dulu kali yah.. Hehehe…
      Aku orngnya agak lemot gitu deh #plakk…
      jdnya nga bisa buat byk ff dlm satu waktu #hohoho
      aku pkirin dulu konsep crtnya, bru kalo ada wkt bs buat.. Jd tungguin ajah ya..
      Mian udh buat nunggu…
      Gomawo^__^

  6. irina.jung berkata:

    mencintai sseorang tdk mmbutuhkan suatu alasan unnie, dan jangan membohongi prsaan unnie sndiri. Smkn mnarik! Lanjut next chap. SooWon is real! Guardians jjang! Author hwaiting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s