SuGen FF YoonHae – Why I Hate You (Part 7)

Image

Title :  Why I Hate You

Author : Nana Shafiyah a.k.a Nana/Nasha

Genre : Romance, Family

Rating : PG-17

Cast : SNSD  Yoona, Super Junior Donghae

Other Cast : SNSD  member, Super Junior Sungmin, F(x) Sulli

Soundtrack :   SNSD  –  Day By Day

                       SUJU –  Reset

Hai Semua para readers ^^… Aku kembali lagi nih, membawa ff yang kalian tunggu🙂

Maaf yahh jikalau pem-publishan ff ini terlalu lama dan hasilnya kurang bagus plus mengecewakan😦

Jujur, aku udah mulai sibuk menuntut ilmu, so buat ngerjain ff ini perlu curi-curi waktu..jadi, hargai kerja keras aku dan waktu yang aku luangkan dengan RCL..gomawo ^_^

Langsung ajjah yahh..

Semoga kalian suka !!!

Happy Reading All…

………………………

Why I hate You ~ Part 7 ~

Adakah alasan untuk membenciku???…. “Why I hate you”

Donghae mencoba menghubungi ponsel Yoona sekali lagi. Berharap Yeoja yang belakangan ini sering membuatnya hawatir, mengangkat telepon darinya. Nihil. Atau yeoja itu sudah pindah? Sepengetahuan-nya, keluarga Im baru akan pindah besok !

“Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di…” Donghae mengacak rambutnya frustasi. Ini sudah panggilan kebelasan kalinya. Bahkan handphone namja itu semakin mendidih. Sangat panas.

Tanpa berpikir panjang, Donghae langsung mengarahkan kemudinya menuju kekediaman Yoona. Membuang jauh-jauh pikirannya tentang apa yang terjadi jika namja itu menampakkan ujung batang hidungnya sekali pun. Donghae terus melaju dengan sosok Yoona yang terus mengiang dalam pikirannya. Semoga yeoja itu baik-baik saja.

Sesampainya disana, terlihat ahjumma Min membukakan pintu. Seperti biasa, setelah sang ahjumma melihat siapa yang datang, Ia nyaris menutup pintu itu kembali. Namun dengan cepat Donghae menahannya.

“Ahjumma, kumohon dengarkan aku sebentar saja !” pinta Donghae segera.

“Mianhamnida, tapi nyonya melarang!” jawab ahjumma Min dari pintu yang terbuka sedikit.

“Ahjumma, apa Yoona ada didalam? Apakah dia sudah pindah? Dia tidak ada di kampusnya dan..”

Pintu tertutup. Benda coklat yang menjulang tinggi itu kehilangan celah. Celah itu hilang sebelum Donghae selesai berbicara. Berbicara tentang Yoona yang tiba-tiba saja menghilang. Atau mungkin, entahlah !

Menunggu. Sesuatu yang sangat membosankan. Tidak ! menegangkan untuk sekarang. Dan hari sudah mulai gelap. Kini, tak ada lagi cahaya yang menemani. Kosong, hampa. Bertabur menjadi satu.

“Kau  masih disini, aghassi ? tanya ajhumma membukakan pintu itu sekali lagi.

“Ahjumma, aku mohon, izinkan aku bertemu dengan Yoona, hanya sebentar” pinta donghae.

“Itulah masalahnya, sebenarnya tadi pagi ahjumma sempat curiga pada Yoona ahgassi. Ahgassi pergi ke kampus tapi Ia hanya memakai tas selempang. Tidak membawa buku atau apa pun. Kupikir ahgassi menemuimu lagi, tapi setelah kudengar ceritamu bahwa dia tak ada di kampus…” Ahjumma menunduk tanpa menyelesaikan kalimatnya, “Ya sepertinya..”

Donghae menghela nafas sempit, “Sudah kuduga..”

“Tolong, aku mohon ! Tolong cari tahu dimana ahgassi berada, atau.. atau.. ahgassi pasti akan dalam masalah besar jika tuan dan nyonya mengetahui ini… Cepatlah sebelum mereka pulang. Mereka sedang menemui para karyawan.. cepatlah” Mohonnya.

Suara lantunan lagu sorry- sorry terdengar dari saku celana Doghae. Dengan cepat namja itu pun mengambil ponselnya dan mulai membuka percakapan ditelepon.

“Yoboseo” ucap Donghae. Sejenak Ia menajamkan telinganya, tak lama mata sipit itu membulat, mwo??”

“Aku akan segera kesana !” katanya lalu buru-buru menutup teleponnya .

“Ajhumma aku harus pergi, nanti kukabari lagi, ne?”  Pamitnya, melesat pergi meninggakan ajhumma Min yang berlonjak cemas tentang kondisi Yoona. Namja itu menuju  ketempat dimana mobilnya diparkir kemudian dengan cepat mengarahkan kemudinya menuju suatu tempat.

………………………….

Sorot lampu berkelap kelip menyinari sebuah ruangan yang gelap, terdengar berisik dan terlihat sesak. Suara musik yang terdengar sangat menggema ditelinga  sepertinya  telah membuat  pendengaran Seohyun menjadi kacau. Lampu-lampu yang berkelap-kelip kesana kemari dan menciptakan suasana remang-remang mungkin juga membuat penglihatan yeoja polos itu menajadi buram.

Tak ada satu pun yang bisa dinikmatinya dalam suasana seperti ini. Suasana yang sangat kacau. Yeoja-yeoja seksi dan namja-namja hidung belang yang berlenggok kesana kemari juga membuat teman Yoona itu ingin muntah.  Inilah yang disebut dengan dunia malam.

Sebaiknya, Ia meminta bantuan seseorang. Ah, cepat-cepat seohyun mengetik beberapa kata dalam pesannya. Terkirim. Semoga Jessica melihat pesan itu segera !

“Yoona-ah. Ayo kita pulang, disini sangat menyeramkan” sahut Seohyun pada Yoona yang masih asyik berjingkrak ria diantara kerumunan orang.

“Kalau kau ingin pulang, ya pulang saja” Yoona masih menikmati musik yang  dimainkan oleh seorang DJ.

“Yoona-ah, pulanglah, orang-orang dirumahmu pasti cemas memikirkanmu” Seohyun kembali membujuk namun sepertinya Yoona tak menggubrisnya sama sekali dan terus melanjutkan  gerakannya yang malah semakin membabi buta.

Seohyun mulai cemas dengan sikap temannya itu. Sejak  siang tadi, Yoona memang terlihat aneh. Yeoja itu bercerita bahwa ia telah kabur dari rumah. Sore harinya, Yoona pun mengajak Seohyun kesebuah club malam yang awalnya ditolak. Namun Yoona tetap bersikeras ingin pergi. Akhirnya, karena hawatir, Seohyun pun mengikuti kemauan Yoona.

Hingga saat ini Yoona masih terus larut dalam suasana club malam. Seohyun terlihat bingung dengan apa yang harus dilakukannya sekarang. Apakah ia harus memberitahu orang tua Yoona??? Ahjumma Min mungkin?? Tapi Yoona pasti akan dalam masalah besar. Bagaimana ini??? Pikiran-pikiran ini mulai muncul  dalam benaknya.

“Hei..” Pekik seseorang menepuk pundak Seohyun dari belakang.

Seohyun menyipitkan matanya kemudian berteriak kegirangan, “Sica??”

“Apa yag terjadi?” tanyanya.

Telunjuk Seohyun mengarah pada seseorang di depan panggung, “Itu…”

Sica mengangguk mengerti, “Oh.. “ gumamnya kemudian menyela,“Aku tahu !” ucapnya seraya  menjelajahi nama dikontak ponselnya.

“Yoboseo, Donghae-ssi?” Sapa Jesicca ditelepon. Begitu tersambung, mereka lalu menjauhkan diri dari suasana berisik club malam. Seohyun tak menyangka bahwa otak jesicca  ternyata masih berfugsi dengan baik. Beruntung !

“Cepatlah, Yoona ada disini” Jesicca mulai membuka pembicaraan. “Club malam  di daerah Aphujeong”

Ditempat lain, Yoona masih dengan serius  menikmati suasana di club malam. Ia merasa beban dari masalah-masalahnya saat ini dapat terobati oleh putaran musik yang keras, lampu sorot yang menusuk serta diikuti oleh sebuah jingkrakan maut. Yah, seperti itulah.

Yoona sadar jika yeoja seperti Seohyun pasti tidak betah berlama-lama dalam suasana seperti ini. Bagaimanapun, Yoona telah menyuruh temannya itu untuk pulang. Ia pun tak memaksanya untuk tetap tinggal. Salah Seohyun karena terlalu mencemaskan keadaan dirinya sekarang.

Yoona kini sedang menikmati tariannya. Tiba-tiba tarian energic yang diikuti oleh musik yang menggema, mendadak dihentikan oleh sebuah tangan yang menarik yeoja itu keluar. Terbebas dari kerumunan orang.

“Awwww” pekik Yoona meringis kesakitan

“Apa yang kau lakukan disini ?” seru seorang namja yang menariknya keluar.

“Donghae Oppa” gumam Yoona memasang tampang heran,  “Bagaimana…” kalimat Yoona terpotong ketika melihat Seohyun dan Jesicca melambai-lambaikan tangan kearahnya sambil tersenyum..Tunggu ! Jessica?

“Apakah Jessica yang memberitahumu?”

Donghae memandang Yoona sekilas, “Ayo pulang !” Ucapnya kembali menarik tangan Yoona keluar ruangan.

Terlihat namja itu mulai membuka pintu mobil didepannya, “Masuk dan kita pulang !”

“Kita mau pulang kemana?”

“Ke rumahmu, orang tuamu pasti cemas jika melihatmu tidak ada”

Yeoja itu membulatkan matanya, “Aniyoo.. aku tidak mau…” tolaknya tergesa.

“Yoona-ah…”

“Kumohon tolong bawa aku kemana saja, asal… asalkan kan itu bukan ke rumahku.” timpalnya segera.

Terdiam. Namja itu masih terlihat berfikir sambil menatap Yoona yang tengah bergidik ketakutan. Mungkin masalah ini penyebabnya. Yeoja malang itu benar-benar tertekan.  Sepertinya lebih baik. Yah, Donghae sangat tentu, harus mengikuti kemauan Yoona. Tapi apa jadinya jika Tuan dan Nyonya Im marah dan menuduhnya melarikan anak mereka?

Cukup ! Bagaimana pun juga, mustahil Donghae sanggup melihat kondisi Yoona yang seperti ini. Jadi, baiklah ! namja itu harus mengesampingkan segala hal mengenai kemungkinan-kemungkinan buruk yang  akan menimpanya, asalakan itu bersama Yoona, berada disisinya atau apa pun. Apa pun demi Yoona.  Namja itu akan bersedia menghadapi dan rela menanggung akibatnya.

Donghae mendesah, “Baiklah” setujunya kemudian mempersilahkan, “Naiklah”

Donghae menerobos jalanan yang masih terlihat ramai. Matanya masih menetap lurus kearah jalan raya. Sedangkan Yoona masih sibuk membatin. Berkelut dengan pikirannya sendiri. Ia perlahan mulai menyandarkan kepalanya pada kursi penumpang sambil menatap kearah jendela.  Air matanya tiba-tiba mengalir deras tanpa izin. Donghae dapat mendengar bahwa sekarang, yeoja yang kini duduk disampingnya sedang menangis sesanggukan. Namja itu merasa jika Ia harus menuju ke tempat dimana Yoona bisa menenangkan diri. Tempat yang tenang dan sepi.

Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 20.00. Mereka akhirnya tiba disuatu tempat. Seperti yang diharapkan Donghae, tempat yang tenang dan sepi. Ya mereka kini tiba disebuah pantai. Pantai yang terlihat gelap dan sunyi. Hanya ada suara sepoi angin dan ombak air yang berlalu lalang dalam pendengaran. Orang-orang sepertinya telah enggan untuk berkunjung kepantai pada jam-jam seperti ini. Karena itu, keadaannya terlihat sunyi. Hanya ada Donghae dan Yoona yang sekarang tengah menatap suasana pantai yang tenang, gelap dan sunyi itu.

“Kau tidak ingin melihat pemandangan disini???” tanya Donghae pada yeoja yang masih kerasan duduk termenung didalam mobil.

Yoona hanya menundukkan wajahnya. Ia benar-benar bingung harus berbuat apa. Ia begitu takut saat membayangkan situasi seperti sekarang ini.

Donghae tersenyum simpul kemudian  beranjak membuka pintu samping kemudi, “Turunlah, kenapa masih disini?” ajaknya.

Yeoja itu memalingkan wajahnya lalu berkata, “Aku lelah !”

“Ayolah.” Bujuk Donghae menautkan telunjuknya pada dagu Yoona.

Yoona segera menepis telunjuk namja yang tengah menyoleknya, “Sudah..” ucapnya sedikit manyun, “Aku sedang malas bermain-main denganmu !”

Namja itu tertunduk pasrah, “Baiklah kalau tidak mau !”

Ia kemudian melangkah menyenderkan tubuhnya pada tiang jembatan. Jembatan yang didepannya terhempas hemparan pantai yang berdesir tanpa henti. Suara ombak yang dihasilkan desiran air itu, terdengar begitu indah. Juga menenangkan.

“Hei..” Pekik Donghae menegakkan tubuhnya saat merasa seseorang memelukanya dari belakang.

“Oppa, disini dingin ! kenapa kau membawaku ketempat seperti ini,” ucap yeoja itu sambil menyenderkan kepalanya pada punggung namja yang tengah berada dalam dekapan itu.

Donghae terkekeh pelan. Ia baru mengingat jika Yoona sangat lemah pada cuaca dingin, “Kalau kau kedinginan, pasti akan memelukku ! aku benar-benar menyukai itu,  jadi..”

“Jadi?”

“Aku membawamu kemari !” ucapnya lalu melanjutkan, “Lagi pula tempat ini sangat cocok untuk menenangkan suasana hatimu !”

“Awww.” Pekik Donghae saat merasa Yoona mencubit perutnya.

Yoona melepaskan dekapannya, “Kau genit, Oppa !”

“Yoona-ah, kenapa kau sering melakukan kekerasan padaku? Kau bisa kulaporkan kepolisi karena kasus KDRT !”

Yeoja itu lalu mengerucutkan bibir sambil melipat kedua tangannya didada, “Coba saja kalau berani !” ancamnya.

Dengan keras, Donghae menjepit hidung yeoja didepannya,”Baiklah aku menyerah !”

“Yak, lepaskan tanganmu ! sakit.. euhh,” geram Yoona seraya menepis tangan namja itu dari hidungnya.

Yoona beranjak mensejajarkan posisinya. Tangan mungil itu memegang tiang penyangga. Berdiri disamping namja itu. Melihat pemandangan yang indah. Ikut merasakan desiran nakal suara ombak, juga aura kehangatan namja itu, maka ini seperti.. Kebahagiaan yang sulit terlukiskan. Merasakan hal-hal semacam itu. Sangat sederhana namun begitu berkesan.

“Aku punya sesuatu untukmu” ucap Yoona memecah keheningan.

Donghae mengangkat alisnya seakan bertanya,’apa?’

Yoona tersenyum lebar kemudian bertkata, “Tutup matamu !” perintah Yoona seraya melesatkan posisinya berhadapan dengan Donghae .

Namja itu sekarang sedang menutup mata. Jujur, Ia sangat penasaran dengan permintaan Yoona.

“3.. 2.. 1.. buka matamu,“ ucapnya lalu melanjutkan, “Tadaaaaaaaaaaa” Yoona memegang sebuah gelang rantai perak. Yeoja itu menguncupkan gelang tersebut diujung jari-jari tangannya. Memperlihatkan gelang itu persis dihadapan Donghae.

“Itu..” gumam namja itu tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Gelangmu dulu, yang kau bilang hilang itu !” jelas Yoona

Donghae sangat sulit membendung wajah penasarannya, “Dari mana kau mendapatkannya?”

“Dari saat, gelang si penggemar misteriusku saat di sekolah menengah, tersangkut didalam lokerku..” Yoona melirik kearah Donghae sambil tersenyum lebar.

Namja itu membatin ‘penggemar misterius’, kemudian memasang wajah heran, “Tersangkut? Bagaimana bisa?”

Yoona mengindikkan bahu, “Entahlah” ucapnya lalu berkata, “Mungkin saat itu si penggemar misterius itu sedang panik ! Takut ketahuan, mungkin !”

“Jadi, kau sudah tahu?”

“Menurutmu?” Yoona tersenyum kembali dan menatap pemandangan gelap lautan dihadapannya.

“Sejak kapan?”

Yoona berfikir sejenak, “Sejak.. malam itu.. saat kau bercerita tentang sebuah gelang..”

Flash Back (Why I hate You part 2)

“Tunggu..” Yoona mengamati lengan namja itu. “kau suka memakai gelang?”

“Ah ini !” Donghae menatap gelang rantai yang dipakainya. “Ini gelang dari nenekku. Ini gelang keberuntunganku. Awalnya ada dua, tapi yang satu hilang entah kemana, kurasa itu hilang saat aku  sekolah dulu.” kenang Donghae.

Yoona terdiam. Sementara itu Donghae terus memperhatikan yeoja yang sepertinya tengah sibuk membatin. Menyadari  bahwa pandangan Donghae sedang tertuju kearahnya, Yoona langsung membuyarkan lamunannya.

Donghae mengerutkan kening, “wae?”

“Ah, any, aku hanya tidak menyangka kalau kau masih percaya dengan hal hal semacam itu..hehehe” Yoona tertawa hambar setelah tersadar dari lamunannya.

Donghae mengangkat sebelah alis-nya. Kemudian ikut tertawa bersama Yoona dan memperhatikan yeoja dihadapannya yang masih tertawa riang.

Flash back end (Why I Hate You part 2)

Donghae mematung. Namja itu baru menyadari bahwa gelang itu tersangkut di dalam loker Yoona.  Memang benar! saat itu, dirinya sedang  menjalankan misinya sebagai penggemar misterius yeoja itu. Tepatnya saat masih sekolah menengah dulu. Tak disangka, Yoona diam-diam menyimpan benda itu. Ah, Donghae mengingat ! Saat Ia bercerita pada Yoona tentang gelang itu, entah mengapa raut wajah yeoja itu seakan sedang bertanya-tanya. Tuhan ! Apakah ini yang dinamakan ‘Takdir?’…

“Apakah penyamaranku ketahuan..?” tanya Donghae disela lamunanya.

Yoona berbalik menatap namja disampingnya sekilas, “Dulu, mungkin tidak ! sekarang iya !” jawabnya tersenyum kemudian berkata, “Aku suka caramu mencintaiku, meskipun aku tidak mengenalmu, tidak mengetahui bagaimana wajahmu, tapi jika dari dulu kau jujur ! aku pasti akan langsung menerimamu ! Ini konyol bukan? Aku sempat kecewa saat penggemar misterius itu menghilang begitu saja.. Dan belakangan aku mengerti jika dia pasti sedang melanjutkan kuliahnya ! Aku mengerti tapi tetap saja, aku sangat merasa kehilangan..”

“Yoona-ah, kau tahu? Aku adalah seorang namja pemalu ! Melihat teman-temanmu yang sangat banyak dan berisik, membuatku kehilangan percaya diri, dan.. sebenarnya aku berencana muncul dihadapanmu saat aku mulai memiliki kepercayaan diri itu.. tapi..”

“Kita sudah terlanjur dijodohkan?” pungkas Yoona.

Donghae menghela nafas ragu, “Yoona-ah, apakah kau menderita hidup bersamaku?”

“Apa?”

“Awalnya aku menolak perjodohan ini. Itu karena aku tahu rencana busuk Appa, tapi saat mengetahui yeoja yang akan dijodohkan denganku adalah dirimu, aku.. aku benar-benar senang.” ungkap Donghae menarik nafas sejenak, “Aku tak sanggup melepasmu untuk kedua kalinya ! Aku menerima perjodohan itu, namun disisi lain, rencana busuk Appa masih saja terbayang..”

“Dan pada akhirnya kau menerima perjodohan itu? Kau egois Oppa !”

Namja itu terperanjak seketika, “Yoona-ah mianhae.. “

“Kau egois ! dan aku menyukainya.. Aku menyukai keputusanmu !” Yoona tersenyum simpul lalu mulai bercerita, “Awalnya aku benci perjodohan ini ! Aku masih ingin bebas bermain dengan teman-temanku. Aku benci saat mengetahui Appa menikahkanku karena perusahaan yang nyaris bangkrut, Aku benci saat Appa mengganggu teman-temanku. Disisi lain, aku kasihan pada Appaku ! dan.. dan.. lagi aku masih menunggu seseorang !”

Seseorang. Donghae mengingat jika Yoona pernah mengatakan padanya jika sebelum mereka dijodohkan, Ia menyukai seseorang. Seseorang yang katanya pernah menolongnya. Saat kecelakaan itu ?

Flash back (Why I Hate You Part 1)

“Ah !!! tapi dulu aku pernah menyukai seorang namja” Yoona mengingat,  “ Dia adalah namja yang pernah menolongku saat aku hampir ditabrak mobil saat SMP dulu.”

“Tapi sayangnya aku tidak benar benar melihat wajahnya, saat itu aku sedang shok jadi penglihatanku samar samar , tapi sepertinya dia adalah seorang kakak kelas.” Yoona mengingat.

“Kakak kelas? apa kau kenal?” tanya Donghae menatap lekat Yoona yang sedang berbicara.

“Iya, aku yakin dia kakak kelas, dia memakai seragam SMA, tapi kami masih satu sekolah dan dia juga sering mengirimkan surat untuk mengetahui keadaanku, dia juga mengirimkan bunga.” Yoona bercerita…

Flash Back end (Why I Hate You part 1)

“Yah, aku sedang menunggu seseorang..” ulangnya.

Donghae mengerutkan kening, “Seseorang? siapa?”

“Si penggemar misterius ! yang sering mengirimkanku bunga.” timpal Yoona lalu menatap manik mata namja disampingnya,”Dan itu adalah.. !”

“Aku?”

“Saranghae, Donghae Oppa..” ucap Yoona tiba-tiba. Dan untuk pertama kalinya, Donghae mendegar kalimat itu terucap dari bibir Yoona.

“Nado saranghae Yoona-ah..” balas Donghae lalu tertunduk malu.

“Ini menggelikan ! Aku belum pernah mengucapkan kalimat itu pada namja mana pun selain dirimu !”

“Aku juga belum pernah mengucapkan kalimat itu pada yeoja mana pun selain dirimu !”

“Aww…” pekik Donghae sekali lagi saat Yoona mencubit lengannya, “Jangan berbohong !” tegas Yoona.

Donghae mengusap lengannya kemudian menampik, “Aku sungguh-sungguh !” ucapnya kemudian menggenggam kedua tangan Yoona erat, “Yoona-ah aku ingin kau menemaniku selamanya.. aku tak ingin kita berpisah !”

Yoona menghela nafas pelan disela matanya yang mulai berkaca-kaca,”Tapi, besok aku akan pindah ke Busan ! Dan umma.. dia akan mengurus..”

“Aku akan menjelaskan semuanya pada keluargamu, aku janji, akan berusaha meyakinkan mereka..”

“Bagaimana kalau…”

“Sttt” Donghae menutup mulut Yoona dengan jari telunjuknya. Kemudian mencium yeoja itu dengan lembut. Pertemuan hangat yang mengalirkan desiran darah memacu begitu cepat. Menghilangkan hawa dingin ditengah gelap malam yang menusuk kulit. Semakin hangat saat namja itu mencoba memperdalamnya. Namun buru-buru Yoona melepasnya.

“Woekkk…” suara Yoona terdengar seperti handak memuntahkan sesuatu. Dengan sigap, Ia menutup mulut itu dengan telapak tangannya.

Donghae menatap hawatir, “Yoona-ah kau masih sakit?”

Yeoja itu hanya mengibas-ibaskan sebelah tangannya, “Wuekk..”

“Kita pulang yah?”

“Andwe..” Tolak Yoona sambil memejamkan matanya. Ia lalu menarik nafas dalam-dalam, “Andwe Oppa ! aku tidak mau pulang !”

Sejenak, namja itu berpikir. Ia kemudian menarik nafas keras lalu menghembuskannya perlahan, “Baiklah ! kita cari penginapan.. tapi besok pagi, aku akan menemui orang tuamu !” ucapnya membuat mata Yoona membulat.

Yoona menepuk dada mualnya pelan, “Kau yakin?”

Donghae hanya mengangguk sambil tetap menatap hawatir kearah yeoja didepannya, “Istirahatlah !”

………………………………..

Seorang namja paruh baya sedang melihat kearah jendela. Senyum kemenangan merekah jelas dibibirnya. Ditatapnya beberapa lembar dokumen yang berjejer didalam map. Sebuah data yang bisa saja menghancurkan seseorang. Seseorang dan sebuah dendam yang melekat.

Ia tersenyum sendiri. Merasa diatas awan. Namja paruh baya itu merasa dirinya adalah seorang pemenang dari sebuah kompetisi yang panjang. Menyingkirkan para penghianat adalah tujuan utamanya menormalkan perusahaan group Lee yang nyaris bangkrut pada waktu itu. Kini penghianat itu sudah tercengkram ditangannya. Mungkin tinggal menunggu detik-detik terakhir, mereka akan benar-benar hancur. Hanya kata itu yang pantas bagi penghianat seperti mereka ‘hancur !’

Semua orang harus melihat itu. Melihat jika dirinya telah berhasil mengusir mereka dari tanah Seoul. Bahkan hampir mengirimnya kesebuah tempat gelap dan pengap. Tinggal menunggu waktu.

Diambilnya benda kecil diatas meja. Ia lalu mengetik tombol benda itu, menempelkannya ketelinga. Raut wajahnya mengerut tampak seperti menunggu.

“Yoboseyo” Sapanya.

“Yoboseyo, ada apa?” tanya seseorang dengan ada datar.

“Apakah Donghae ada di rumah?”

“Tidak ! kenapa?”

Namja paruh baya itu bergumam sendiri, “Sudah kuduga” kemudian melanjutkan pembicaraannya ditelepon, “Tidak apa-apa ! oh ya, kau tidak mau melihat tontonan menarik, istriku?”

“Mwo? Apa yang kau maksud?” tanyanya bingung kemudian berdecak, “Yak sudah ! pikirkan nasib anak kita!”

“Aku sudah memikirkannya ! sekarang, bersiap-siaplah ! tuan Park akan menjemputmu, jadi setelah rapatku selesai, kita langsung kesana !” ucapnya sambil tersenyum evil.

…………………….

“Bagaimana kalau kita lapor polisi, hingga pagi ini yoona tidak pulang,” panik nyonya Im menatap layar handhonenya lalu berkata, “Rumah teman-temannya juga sudah di cek, tapi anak itu juga tidak ada.”

“Bagaimana kalau keberangkatan ke Busan kita tunda sampai Yoona ditemukan” saran seorang namja paruh baya.

“Aishhh, kemana anak itu?” decak nyonya Im sambil  mondar mandir kebingungan. Disudut ruangan, ahjumma Min terus menatap kearah jendela, berharap anak dari nyonya Im pulang. Kemungkinan besar sekarang anak itu sedang bersama Donghae. Karena itulah, ajhumma Min memilih enggan memberitahu hal ini pada yeoja paruh baya itu. Ia takut, sang nyonya akan murka padanya.

“Bagaimana kalau terjadi apa-apa?”

“Ting tong” bel pintu rumah berbunyi. Semua orang mendengak. Berharap seseorang didepan pintu adalah Yoona.

Ternyata benar seseorang itu adalah Yoona. Orang yang telah lama mereka cemaskan. Anak nyonya dan tuan Im yang tiba-tiba saja menghilang. Sontak nafas mereka melega. Melega meskipun sedetik. Karena tiba-tiba saja wajah nyonya Im memerah ketika melihat Yoona datang bersama Donghae. Seseorang yang dianggapnya merupakan biang keladi dari semua masalah yang menimpanya saat ini.

“PLAKK” satu tamparan dari nyonya Im sukses mendarat diwajah mulus Donghae.

“Ummma” lerai Yoona.

Tuan Im yang melihat itu langsung melerai istrinya. Memang dalam hal ini tuan Im merasa bersalah pada keluarga Donghae karena kematian Lee Yeong Min yang juga ayah kandung Donghae. Namun, nyonya Im sepertinya telah mengutuk perlakuan keluarga Lee. Keluarga Lee membuat perusahaan yang telah lama ia bangun menjadi bangkrut. Hal ini pun disesali tuan Im,  Ia menganggap ini adalah karma  dari perbuatannya. Sebuah karma yang harus mereka terima. Namun disisi lain, nyonya Im sepertinya tidak bisa menerima masalah kebangkrutan ini begitu saja.

“Mianhammnida, Umma, Appa” ucap Donghae membungkuk menyesal pada orang tua Yoona.

Wajah nyonya Im mengerut murka, “Beraninya kau membawa Yoona pergi, HUH??”

“Umma ini tidak se..” kalimat Yoona mendadak terpotong ketika Donghae mengisyaratkan padanya untuk berhenti berbicara apapun. Yeoja itu akhirnya menurut.

Donghae menunduk meminta maaf,“Umma, ini salahku !”

“Kau ingin balas dendam pada kami, iyakan?” bentak nyonya Im.

“Aniyo, bukan seperti itu, aku benar-benar tulus pada Yoona, bahkan sebelum aku tahu kejadiannya !“ bantah Donghae kemudian kembali memohon, “Appa, Umma, tolong setujui hubunganku dengan Yoona, aku benar-benar serius dari awal !” mohonnya seraya belutut dihadapan tuan dan nyonya Im yang seketika mengagetkan mereka berdua begitu juga dengan Yoona.

“Appa dan umma bisa melakukan apa saja padaku bahkan membunuhku sekalipun, jika aku memang seperti yang ada dipikiran umma.” ucapnya kemudian menyambung, “Dan aku juga akan melakukan apapun, asal appa dan umma merestui hubunganku dan Yoona.”

Yeoja paruh baya itu terkekeh pelan,“Kau rela melakukan apapun?” timpalnya.

Yoona memejamkan kedua matanya seakan ia tak sanggup melihat apa yang akan dilakukan ummanya pada namja itu. Jantungnya seakan ingin melompat keluar. Yoona takut ummanya akan meminta sesuatu yang tidak masuk akal. Mengingat sekarang ummanya  masih sangat murka pada keluarga Lee termasuk, pada Donghae. Tuhan ! bagaimana ini?

“Bagaimana jika berlari mengelilingi kota seoul, kau mau?” Sinis nyonya Im sementara itu Donghae hanya terdiam seribu bahasa.

“Yoona umma ! Hentikan !” sanggah tuan Im.

“Wae??? Tidak sanggup??? Bilang saja..”

Donghae menghembuskan nafas pelan. Ia mulai membuka mulutnya hendak mengatakan sesuatu. Sekarang, yang ada dipikirannya hanyalah Yoona, Yoona dan Yoona. Yeoja bernama Im Yoona itu nampaknya telah merasuki jiwa dan pikiran namja itu. Merasuk begitu dalam hingga membuatnya seakan rela melakukan apa pun yang bisa Ia lakuakan demi Yoona. Apa pun itu.

Bukankah cinta itu memang gila? Cinta itu buta dan tidak realistis. Donghae merasa telah kehilangan pikirannya. Sejenak namja itu lupa cara mengirimkan perintah keotaknya. Syaraf- syarafnya refleks menggerakkan tubuhnya  begitu saja tanpa persetujuan namja itu.

“Ne, baiklah jika itu membuat umma menyetujui semuanya” tegas Donghae segera. Ia pun bingung tentang bagaimana cara menyanggupi permintaan umma mertuanya yang tidak masuk akal itu.

“Aku sanggup Umma !”

Yoona memekik mendengar ucapan namja yang masih belutut dihadapan kedua orang tuanya itu.  Ia berharap namja itu hanya bercanda. Bagaimana bisa???..

Nyonya Im tertawa miris. “Aku bahkan tidak bisa membayangkan apa kata orang melihat anak dari group Lee berlari mengelilingi kota seoul.” ucapnya lalu menatap sinis, “Kurasa hal itu tak ada untungnya bagiku, ucapanku yang tadi lupakan !” tegas nyonya Im

Donghae mendengak sedikit,“Mwo?”

Dengan enteng, nyonya Im melipat kedua tangannya didada. Ia mulai berpindah dan berdiri disamping kanan namja itu, “Kau rela melakukan apapun, bukan?”

“Jika aku memintamu untuk keluar dari perusahaan keluargamu, apakah kau sanggup??” tanya nyonya Im kembali melanjutkan, “Aku hanya tidak ingin anakku diinjak-injak oleh keluargamu yang kaya raya ! Bukankah begitu?”

Donghae menatap kosong lantai yang sekarang ditempatinya untuk berlutut. Ia sudah kehilangan kata-kata. Kata-kata untuk menjawab pertanyaan nyonya Im barusan. Kosong juga bingung. Apakah ia harus menyetujuinya? Lalu bagaimana dengan nasib keluarganya? Apakah ia juga harus mengorbankan semuanya? Yoona adalah nafas yang sangat penting baginya. Sangat ! Tapi Appa dan ummanya?

Bibir Donghae mulai bergetar.  Dengan penuh perjuangan, namja iitu berusaha membuka mulutnya. Sebaiknya ia harus mengatakannya. Ya, tentu saja itu harus.

“Aku..” ucapnya  dengan mulut yang bergetar dan keringat yang mengucur deras.

Cemas. Yoona sulit menebak apa yang ada dipikiran namja itu. Ia pun bingung harus mengatakan apa. Jujur, jauh didalam lubuk hatinya, Yoona berharap Donghae bersedia menyanggupi permintaan ummanya atau apa pun itu agar mereka bisa tetap bersama. Namun,  disisi lain Yoona pun tak ingin jika namja itu sampai-sampai harus mengorbankan keluarganya demi seorang yeoja seperti dirinya.

“LEE DONG HAE!!!” Teriak seseorang sepertinya sedang marah.

Semua mata tertuju pada sumber suara. Benar saja, itu adalah Tuan Lee. Ia datang bersama istrinya. Juga segerombolan orang memakai jas hitam. Orang-orang berjas hitam itu langsung menerobos masuk kedalam rumah keluarga Yoona. Satu persatu barang-barang dalam rumah itu mulai disita. Sontak nyonya Im berteriak histeris. Dengan sekuat tenaga, tuan Im berusaha melerai kehisterisan istrinya. Teriakan yang seolah memberikan sayatan tajam dihati Yoona. Sakit !

Donghae bangkit dari posisinya, “Appa, sedang apa disini?”

“Harusnya appa yang bertanya, sedang apa kau?” seru tua Lee nada penuh emosi. Donghae mulai berpikir keras dan berusaha menjelaskan apa saja. Tentunya, apa saja,  asalkan itu bisa meminimalisir suasana yang sepertinya kian memanas.

“Bagus ! Appa mencarimu kemana-mana, dan ternyata kau malah berlutut dihadapan manusia-manusia ini.” sindir tuan Lee dengan penuh kemarahan. Namja paruh baya itu sudah bisa menduganya. Menduga bahwa Donghae pasti bersama yeoja itu lagi.

“Hei.. Apa yang kau lakukan ?! huh?” hardik nyonya Im segera memukul tuan Lee.

Nyonya Lee melerai begitu pun dengan Donghae, sementara itu Yoona hanya mematung. Bingung menghadapi situasi seperti ini. Ini benar-benar kacau ! Semua  orang saling membenci dan.. dan..

“ Yak.. Kalian pantas ke neraka” murka nyonya Im.

Tidak terima, nyonya Lee berdecak, “Untuk apa kau memohon pada orang ini?” sahutnya sambil menatap tajam ketika nyonya Im juga sedang menatapnya tajam.

“Kau lihatkan? anakmu sendiri yang dengan senang hati memohon pada kami.” sinis nyonya Im.

“Cih ! menginjakkan kaki dirumahmu saja keluarga kami tak sudi.” balas nyonya Lee tak mau kalah.

Nyonya Im tersinggung dan seketika mengangkat tangannya hendak melakukan sesuatu pada nyoya Lee. Nyaris ! untunglah tuan Im dengan cepat melerai.

“Donghae Ayo ! biarkan orang-orang itu menyita semuanya !” Tuan Lee berusaha menarik tangan Donghae yang terasa enggan bergerak.

Tiba-tiba nyonya Im melangkah lalu menyahut, “Dasar keluarga pencuri, tidak tahu diri, licik, UANGMU ADALAH UANG KOTOR, KAU TAHU?” ucapnya bertambah naik darah. Sementara itu tuan Im masih berusaha menenangkan istrinya yang kini sedang mendidih.

“Mwo?” guman tuan Lee picik, lalu menampik, “Kau tahu ? pencuri itu sebenarnya adalah kalian !” ucapnya berpaling acuh, “Sudah ! Aku ingin pergi, melihat orang putus asa membuatku ingin menangis. ” Katanya dengan nada santai tapi menusuk.

“Mwo?????” gumam nyonya Im tidak terima kemudian beraksi,  “Rasakan ini !” nyonya Im mengambil sepatunya lalu melemparkannya kekepala nyonya lee yang sedang berbalik membelakangi mereka.

Yoona membulatkan matanya, tak percaya dengan tindakan ummanya. Tubuhnya bergetar hebat. Yeoja itu menggigit jari-jemarinya yang sedang gemetaran. Ia tak bisa membayangkan nasib ummanya setelah ini. Setelah kejadian itu, bagaimana mungkin keluarga Lee bisa menerimanya kembali???.

“Hei… kau pikir aku juga tidak bisa melakukannya?” sahut nyonya Lee mulai murka.

“Umma ! Appa ! Semuanya ! Hentikan sudah !!!” Bentak Donghae hendak melerai. Namun, terlambat. Ia terlambat mengendalikan situasi. Nyoya Im dan Ummanya terlanjur saling menyerang satu sama lain. Suasana terlihat kacau.  Saling tarik menarik rambut terjadi ! Juga saling dorong satu sama lain. Sementara itu orang-orang disekitarnya berusaha melerai tindakan kedua yeoja paruh baya  yang seperti halnya anak remaja belasan tahun.

Yoona serasa ingin menangis sekencang-kencangnya. Mengeluarkan butiran yang belum juga menerobos. Suaranya hanya tertahan ditenggorokan. Yeoja itu masih berusaha melerai perkelahian. Ia pun dengan segera memasang badan diantara ummanya dan umma Donghae yang sedang bergelut sengit. Alhasil, Yeoja itu ikut merasakan sakitnya hentakan keras yang mengenai tubuhnya. Seketika pandangannya pun menjadi kabur. Apa saja yang ada disekitarnya pun terlihat melayang.

“Aku kenapa???” gumam Yoona pelan. Gelap. Ia tak merasakan apa-apa lagi.

“Brukkkkkkkkkkkk” Yoona terjatuh tak sadarkan diri. Kejadiian yang sontak membuat perkelahian itu terhenti sementara.

“Yoona-ah..kau kenapa???” seru Donghae dengan cepat merangkul tubuh yeoja yang tengah jatuh pingsan itu seraya menepuk pipinya pelan.

“Yoona-ah….”sahut umma dan appa yeoja itu serentak.

“Cepat, lebih baik kau bawa kerumah sakit..” panik tuan Im.

Dengan secepat kilat Donghae langsung membopong tubuh pingsan Yoona menuju mobilnya. Ia kemudian melarikan  yeoja itu ke rumah sakit terdekat.

Sementara itu nyonya Lee hanya terdiam mematung. Sulit disangka menantunya itu akan jatuh pingsan. Ia berharap peristiwa barusan hanyalah sebuah acting konyol sang menantu, “Apa dia benar-benar pingsan?” ucapnya dalam diam.

“Hei, apa yang kau pikirkan?” seru tuan Lee mengagetkan.

“Dia…”

“Sudah, sekarang kita pulang ! biarkan orang-orang ini bekerja,” timpalnya sambil memandangi sekilas segerombol orang yang tengah mengeluarkan barang-barang dari rumah keluarga Im.

………………………………….

Yoona masih tak sadarkan diri setelah kejadian dirumahnya. Ia masih terbaring lemah diatas tempat tidur rumah sakit. Juga dengan selang infus yang masih menyajat nadinya. Dokter kini sedang menemui tuan dan nyonya Im untuk memberitahukan keadaan yeoja itu sebenarnya.

Erat, Donghae menggenggam tangan dingin yeoja yang tengah terbaring, “Yoona-ah, kau harus cepat sembuh !”

Namja itu beralih mencium punggung tangan itu, “Yoona-ah, gomawo, naege gomawo ! karena telah bertahan sejauh ini.”

“Aku tak menyangka jika kau juga menungguku.. Yeoja nakal di sekolah tengah menunggu namja culun sepertiku ! ini, menarik !” ucap Donghae kembali sambil tersenyum menatap wajah sendu yeoja didepannya. Sedetikpun, Ia sangat enggan melepaskan sorot matanya dari wajah itu. Bahkan wajahnya indah meskipun tengah terlelap.

Tidak lama kemudian, dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Yoona. Terlihat pula tuan dan nyonya Im tengah mengikutinya dari belakang. Wajah mereka terlihat cemas dan penuh  harap.

Donghae bangkit dari posisinya. Melihat sang dokter memeriksa Yoona sambil menatap cemas, “Apa sebenarnya yang terjadi?”

“Keadaannya mulai membaik, sebaiknya ia harus istirahat untuk memulihkan kondisinya, juga mengingat ia sedang mengandung seorang janin, jadi asupan makanannya juga harus dijaga !” Saran dokter itu.

Donghae tertegun sejenak, “Mengandung???”

“Iya benar, usianya baru dua minggu.”

“Sepertinya kau sangat senang ?” Timpal nyonya Im saat melihat Donghae terus tersenyum. Ia kemudian menyanggah, “Jangan terlalu senang ! masih banyak yang harus kau bereskan.“

Nyonya Im lalu beranjak duduk disamping Yoona. Ia menghela nafas sejenak. Kemudian menatap sayu wajah anaknya. Sementara itu dokter yang menangani Yoona pun  beranjak meninggalkan mereka.

Tatapan tuan Im langsung tertuju pada menantunya. Tatapannya itu seperti mengisayaratkan perasaan cemas. Namja itu bisa mengerti kecemasan yang dirasakan tuan Im mengingat keadaan yang terjadi sekarang. Appa dan ummanya mungkin masih kesal, terlebih akibat kejadian barusan. Sepertinya itulah yang juga ditakutkan tuan Im. Takut situasi ini akan berpengaruh pada kondisi anaknya.

Tuan Im memegang pundak Donghae kemudian berdiri disampingnya, “Aku akan membawa Yoona ke Busan.”

“Apa?”

“Keadaan disini sangat tidak memungkinkan, rumahku telah disita jadi kami harus secepatnya pindah.” jelas tuan Im.

“Tak bisakah appa mengizinkan Yoona untuk tinggal disini?”

Perlahan tuan Im menghela nafas panjang. Kemudian beranjak berdiri disamping anaknya yang masih terbaring, “Sebenarnya harusnya memang begitu tapi, bukankah keluargamu sekarang tidak mengiginkan hal itu?”

Donghae tertunduk lesu, “Appa, aku berjanji akan membereskan semuanya !”

“Itu sulit Nak, kau sudah terikat oleh perusahaan appamu !”

“Bukan, bukan seperti itu ! maksudku adalah..”

Alunan lagu Sorry-sorry seketika memotong kalimat sang pemilik handphone. Donghae menghela nafas kemudian menunduk permisi pada tuan Im. Secepatnya, Ia pun keluar dari ruangan itu.

“Yoboseyo, pengacara Park?”

“Yoboseyo, Donghae-ssi”

“Nde”

“Apakah kau akan melakukannya sekarang?”

Donghae menarik nafas berat. Berusaha mengisi hembusan oxygen kedalam paru-parunya yang menyempit, “Nde, lakukan sekarang !”

………………..

Dirumahnya, nyonya Lee tengah berjalan mondar-mandir. Ditengoknya jam diatas dinding bercat biru laut. Sudah sesiang ini, tak ada satupun kontak yang bersambang dihandphonenya. Layar itu kosong. Belum ada kabar atau apa pun.

“Kau sedang apa?” tanya namja paruh baya dari meja kerja yang jaraknya lumayan dekat.

Nyonya Lee hanya menatap sinis, “Kau pikir aku sedang memikirkan apa?”

Namja paruh baya itu kemudian melipat surat kabar didepannya, “Huh.. Donghae? Atau dia?”

Hanya membisu. Nyonya Lee memilih untuk melakukan hal itu. Ia sudah lelah dengan sikap suaminya yang terus dipenuhi oleh dendam. Sungguh ! nyonya Lee merasa bersalah pada Donghae. Ia sangat menyayangi anak itu. Meskipun Donghae hanyalah seorang anak tiri. Kini, hati yeoja paruh baya itu digundahi oleh perasaan gelisah. Takut Donghae marah karena kejadian dirumah keluarga Im. Juga takut jika dia, atau Yoona kenapa-napa. Yah, memang sulit mengakuinya. Namun perasaan itu terungkap juga. Perasaan bahwa Ia pun sangat menghawatirkan kondisi sang menantu. Menantu !

“Apakah, lebih baik aku jenguk saja..”

“Sudah !!” sahut tuan Lee dengan keras memotong kalimat istrinya .

“Kau tak perlu berteriak ! aku hanya berbicara sendiri ! bukan berbicara denganmu !” sahut nyonya Lee tak mau kalah.

“Kalau begitu jangan sebut-sebut hal-hal yang berbau mereka didepanku !”

“Ya sudah, kalau begitu tutup saja telingamu..”

Tuan Lee terkekeh, “Ini baru permulaan tapi kau sudah setakut itu ! Lihat apa yang akan kulakukan selanjutnya !”

“Kenapa kau jadi sejahat ini !”

“Aku  memang jahat ! Obsesi dendamku membuatku seperti ini ! semuanya akan kulakukan demi menyingkirkan apa yang ingin kusingkirkan.” Bangga tuan Lee lalu melanjutkan, ”Berbuat jahat sekalipun aku rela.”

“Appa ! jangan berbuat yang tidak-tidak !”

“Ini bukanlah hal yang tabu ! aku belum puas sebelum mereka..”

‘Ting Nong..’ suara bell pintu menghentikan perdebatan sengit mereka.

Segera nyonya Lee beranjak membukakan pintu. Meninggalkan tuan Lee yang masih  terkurung dalam amarahnya.

“Ne, tunggu sebentar !” serunya.

Mata yeoja paruh baya itu terbelakak lebar. Keringatnya mengucur deras dan bibirnya terus bergetar. Ini mimpi ! Bagaimana mungkin ? Seorang petugas berseragam kepolisian tengah menyambangi rumah mereka. ‘Tuhan ! mau apa polisi-polisi ini…’

“Aniyong” sapa petugas itu sambil tertunduk hormat.

Nyonya Lee membalas tertunduk. Ia pun mencoba meminta penjelasan, “A-ada p-perlu apa yah?” ucapnya terbata-bata.

“Apakah benar ini rumah tuan Lee Yeong jin?”

“Nde”

“K-kenapa? Ada apa?”

“Bisakah nyonya panggilkan?”

Mendengar namanya disebut, tuan Lee segera keluar menampakan diri, “Ada apa?”

“Permisi tuan ! Kami dari petugas kepolisian, menerima laporan bahwa anda terlibat dalam kasus persaingan tidak sehat dan pemalsuan identitas perusahaan..” jelas petugas itu.

“Mwo?” Kejut nyonya Lee.

Namja paruh baya didepannya hanya tersenyum menyeringai, “Baiklah.. jadi? Aku harus diperiksa kan?” ucapnya enteng kemudian bergumam pada dirinya sendiri, “Sudah kuduga ! baiklah jika ini yang kau inginkan, aku akan melakukannya, Lee Donghae.”

“Nde, sekarang ikut kami.”

Tuan Lee mengangguk sambil terkekeh pelan. Menampakkan sosok raut seolah menyembunyikan sesuatu. Sementara itu, para petugas kepolisian langsung bergegas mengamankannya. Ia pun dikawal menggunakan sebuah mobil petugas. Suara sirine sontak menghiasi kepergiannya.

Disisi lain, nyonya Lee masih bergidik tak percaya. Ia masih mengira ini hanyalah lelucon, atau mimpi dan.. dan apa pun asal itu  bukan kenyataan. Ini pahit dan bukan mimpi ! Mendadak tubuh yeoja paruh baya itu mendadak lemas. Air matanya  menyeruak hingga membuat dadanya sesanggukan. Ini mustahil !

………………..

Yoona menggerak-gerakkan jari mungilnya, membuat semua orang dalam ruangan itu terperanjak. Matanya yang bergetar perlahan terbuka sedikit. Agak buram dan perih. Kepalanya terasa berat. Yeoja itu mengerutkan kening. Berusaha memandangi satu persatu wajah didepannya.

“Umma..” ucapnya lemah..

“Nde.. Yoona-ah, anakku, kau sudah sadar?” girang nyonya Im.

“Appa..”

“Nde, Yoona-ah, appa disini..”

“Donghae Oppa..” panggilnya  kembali.

“Nde..Yoona-ah, syukurlah, kau sudah sadar !”

Yeoja itu memejamkan matanya sekali lagi, “Oppa ! apa yang terjadi? Aku sakit apa?”

Nyonya Im buru-buru menimpali sebelum Donghae menjawabnya, “Aniyoo kau tidak sakit ! hanya kelelahan..”

Yoona mengangguk pelan, “Oh..”

Lagi. Yoona merasa kepalanya kembali berputar. Perutnya seperti terikat dan lehernya seakan tercekik. Dadanya terasa sesak seperti akan memuntahkan sesuatu. Ia masih berusaha mengatur nafas. Ini sulit.

“Wouek…wok.. uhuk..”

Nyonya Im terlihat semakin panik. Segera Ia memegang punggung anaknya, “Yoona-ah.. kenapa mual-mual mu parah sekali, Nak..” ucapnya kemudian menatap tajam kearah Donghae, “Ini semua karenamu ! Yoona menderita karena mengandung anakmu.. huh !”

“Sudah Umma, itu kan hal yang wajar !” lerai tuan Im.

Yoona menangkap sebuah kalimat. Sebuah rangkaian kata yang masih berusaha dicernanya, “Mwo? Mengandung?” gumam Yoona pelan.

Donghae maju selangkah berusaha menggenggam tangan Yoona. Namun nyonya Im dengan cepat menepis tangan itu, “Jangan coba-coba menyentuh anakku..”

Perlahan, tuan Im menarik istrinya menjauh, “Umma sudah ! jangan bersikap kenak-kanakan ! ini masalah mereka, jadi tak baik jika kita mencampurinya.” Tegasnya lalu menyeret nyonya Im keluar ruangan.

“Oppa, mianhae..” ucap Yoona saat appa dan ummanya keluar.

Donghae tersenyum simpul, “Sudah, jangan berpikir macam-macam, Kau kan sedang mengandung.”

“Benarkah ?” Yoona menarik nafas sejenak kemudian melanjutkan, “Oppa, aku mengandung !  Mengandung anak kita..” ucap Yoona membalas senyum.

“Nde.. kau sedang mengandung anak kita !”

Namja itu beralih mengenggam tangan yeoja didepannya erat, “Gomawo, untuk segalanya, aku berterimakasih karena Tuhan telah menghadiahkanmu untuk menemani hidupku..”

“Aku belum bisa mempercayai ini,” ucap Yoona disela kekehan gembiranya.

“Berarti sekarang, kau harus percaya.”

“Yah…” Yoona memegangi perutnya sembari menutup mulut dengan sebelah tangannya, “Wuekk.”

“Yoona-ah, gwencana?”

“Aniyo…” ucapnya menarik nafas, “Aku baik-baik saja.. “

Donghae memegangi perut yeoja didepannya, kemudian mengelusnya pelan, ”Anak kita merindukan appanya..”

“Ummanya juga merindukanmu..” timpalnya manja.

“Kau sudah besar Yoona-ah.. harusnya kau mengalah.”

Yoona mengerucutkan bibir sejenak, “Berarti aku akan punya saingan..” ucapnya tersenyum.

Tiba-tiba dari arah pintu, nyonya Im kembali masuk keruangan anaknya dengan langkah tergopoh. Nafas yeoja paruh baya itu terdengar menyesak. Keringatnya berkucuran, suasana kepanikan seolah datang menghantuinya.

“Umma, ada apa?” tanya Donghae segera.

Nyonya Im memegang tengkuknya. Tubuh itu melemas dan nyaris ambruk. Untunglah, Donghae segera menahanya, “Kau tahu.. itu.. Appa Yoona dibawa oeh polisi dan.. dan..”

Donghae mematung, “Mwo?” gumamanya seraya membatin ‘Ulah Appanya lagi? Secepat itukah ia bergerak?’

“Oppa ! Umma kenapa? Dan apa yang terjadi pada Appa?” tanya Yoona cemas berusaha mendudukkan badannya.

“Yoona-ah appamu, Yoona.. dia.. dia ditangkap polisi.. “ isak nyonya Im semakin menjadi. Air matanya tertumpah bersamaan dengan limangan air mata Yoona yang juga berhasil menerobos pertahanannya.

Ini buruk. Appanya membalas perlakuan itu. Tuhan ! Ini seperti peperangan yang tiada hentinya. Namja itu berusaha meredam. Namun situasinya malah semakin rumit.

……………….To be continued…………………..

Jangan Males buat RCL yahh

Thanks for read🙂

46 thoughts on “SuGen FF YoonHae – Why I Hate You (Part 7)

  1. tya nengsih berkata:

    author cobaan yoonhae ko g da abis nya……….tapi walau da banyak cobaan da kebahagian yoona lagi hamil……….
    keren ni ff ntambah seru ja……next jgn lama ya n tetap semangat ……..

  2. kurniasuci berkata:

    Waah semakin menegangkan.. Semoga masalahnya cepet selesai.. Ayoo yoonhae semangat ^^
    Di tunggu lanjutannya jangan lama2 yaa😉

  3. cuykay berkata:

    wihhh complicated……tp seru ad flasback…n ternyata donghae oppa secret admire yoona….jgn lamaa ya thorr…..n asikk dh py baby neh yoonhae,,,,,

  4. Anonim berkata:

    Huueee…😥 Makin seru aja sih.. bikin penasaran..
    Kasian yoong unnie ku… Kapan keluarga Lee sama keluarga Im baikan yah??? appanya hae jahat amat sih..
    Selamat yah buat yoong unnie sama hae oppa atas kandungan yoong unnie… Mudah2an mereka bisa hidup bahagia secepatnya.. Ayo dong ummanya donghae jenguk yoona.. mudah2an ummanya donghae seneng mendengar kabar yoong unnie mengandung..^^
    Ditunggu part selanjutnya chingu.. Update soon.. ^^

  5. nurhafizah berkata:

    kpan slsainy prtngkran ini..???
    aq jd mkin mmbnci “ayah”hae..wlaupun ayah yoong udh mrsa brslah y udah ckup! knpa hrus blas dndam smpai k akar2ny?!
    jngn biarkn khmilan yoona kthuan lee appa,bsa2 yoona dlam bhya!
    huwaaaaa!!! heboh sndri nih jdiny.. mian chingu,bnyak bacotny hehe hbis gemes sma lee appa..aq jd pngen mncul jd SPY trus bnuh tuh lee appa ><
    next chap d tgu secepatnyaaaaaa!!!

  6. rose flower berkata:

    Omoooo Yoonhae malang sekali hubungan kalian.. #huhuhuhu..
    Itu Appa Lee ditengkep polisi.. ??? #Sukurin mampus….
    Tapi Kenapa? kenapa appa Yoong juga pake dipenjara segala, apa gara2 appa Lee? terus appa Lee dipenjara itu gara2 hae?
    Koks jadi muter2 bales dendamnya… ??? complicated banget ini muter2.. saling balas membalas #plakk..
    Ehm tapi selamat buat Yoong eonni… yeyeyeii akhirnya mengandung…
    Tapi gimana kalo appa Lee tau???
    Walaupun misal si appa Lee dipenjara kan, tetep aja antek2 nya bwanyak.. (???)
    Penasaran..
    Ditunggu chaps selantutnya… cepetan eonni Nasha yang cantik baik, imut.. hehhehe # segera publish yah, udah dipuji nohh *Plakk*😀

  7. riri riwa Elforever berkata:

    HAAAAAAA.. Jadi hae itu penggemar misteriusnya Yoong?.. Udah curiga sich,, pas awal awal di chap 1..
    Awalnya aku seneng lohh melihat keharmonisan Uri Yoonhae…
    Terus??? Appa HaePPa itu bikin aku mo ninju mukanya hOEEEEE…
    Ditunggu chaps selanjutnya OEonn.. Oke oke.. ^^

  8. H_Ny berkata:

    Aku jadi Mules Bacanya Chingu….
    Aku kirain masalah Yoonhae dan keluarganya hampir kelar ! ternyata??? malah makin GEDE…
    Ternyata Yoonhae udah saling suka dari dulu… Meskipun tanpa mereka sadari. #apa dah?? hehehe
    Aku nungguin next partnya segera.. chingu… ^_^

  9. regina berkata:

    konfliknya jd berkepanjangan, yg sabar ya donghae & yoona, semua indah pd waktunya ha3x (lebay), mudah2an konfliknya cpat berakhir, jd yoonhae bs cepet bersatu🙂 lanjut thor di tggu part slanjutnya jgn lama2 yah😉

  10. My Twins Yoongie2 berkata:

    Aduh kasian banget y jadi Yoong Unnie Ama Haeppa
    cuman kerena keluarga jadi kyk gitu…
    Tapi Daebaklah….untuk ff ini…
    Konfliknya seruuuuuuuu
    ditunggu kelanjutannya….
    Hwaiting!

  11. YeEunHae berkata:

    Woo akhr.a yoong hamill jga , tpi kassian dsaat lgi mngndung mslh.a mkiinn rumitt !! Duuh saya jdii iktan pusiing nihh nglyat prmslhn kluarga Im dan Lee rumiittt bngett !!
    Semoga ajj happy end dehh brhrap bngt yoonhae brstuu…

    Bsookk2 dbkin lbih pnjng lgi yya+jgn lma2 nge post.a !!!!

  12. YeEunHae berkata:

    Woo akhr.a yoong hamill jga , tpi kassian dsaat lgi mngndung mslh.a mkiinn rumitt !! Duuh saya jdii iktan pusiing nihh nglyat prmslhn kluarga Im dan Lee rumiittt bngett !!
    Semoga ajj happy end dehh brhrap bngt yoonhae brstuu… YOONHAE :*:*

    Bsookk2 dbkin lbih pnjng lgi yya+jgn lma2 nge post.a !!!!

  13. ElfishYoonAddict berkata:

    Authoorrr #tereakpaketoa
    kenapa lama banget ini muncul’y ,, saya sampe ng’cek bolak balik ternyata baru publish ,, gpp yang penting next chap lebih cepet ,, cerita lebih panjang ,, konflik makin mereda dan YoonHae happy end #iwishit
    tetep semangat ya chingu~ya😉

  14. yoonhae is real berkata:

    yaeyyyy…yoong ngandung anak haeppa
    tapi knp appa yoong ditangkap
    aigooo..thor cepet lanjut ya jangan lama lama okeeeee^^

  15. Marzha berkata:

    Huueee…😥 Makin seru aja sih.. bikin penasaran..
    Kasian yoong unnie ku… Kapan keluarga Lee sama keluarga Im baikan yah??? appanya hae jahat amat sih..
    Selamat yah buat yoong unnie sama hae oppa atas kandungan yoong unnie… Mudah2an mereka bisa hidup bahagia secepatnya.. Ayo dong ummanya donghae jenguk yoona.. mudah2an ummanya donghae seneng mendengar kabar yoong unnie mengandung..^^
    Ditunggu part selanjutnya chingu.. Update soon.. ^^

  16. yoonhaeseokyu berkata:

    mian yaa aku baru sempet coment dipart yang ini ..
    sumpah aku deg2an banget baca ff ini, kasian sama mereka berdua TT.TT
    Tapi suka sama konfliknya, klasik tapi dapet gitu feelnya soalnya penggambaran situasinya jelas .. terharu juga sama masa lalu mereka yg ternyata udah saling suka meskipun belum tau ..

    lanjuut lanjuut, daebaak ^^

    • nanashafiyah berkata:

      @ lAll :
      makasih, gomawo buat para reader yang udah coment. Miaaaaann, aku ga bisa jwb atu2.. #huuu
      skarang aku lg sibuk dng tgs2 yg menumpuk jd ga bisa sring ol…
      Mian juga yg udah nunggu lama utk kelanjutan ff ini, ampe bolak-balik segala.. Hehe..
      Dan yang kesel ama appanya donghae a.k.a tuan lee, diharap sabar aja yah.. Hoho..
      Oh ya, untk next part lg dalam pengerjaan. Jd ttp tungguin dan jangan bosen2 okay..
      Gomawo beribu2 kali.. Kekeke ^_^

  17. Elsa berkata:

    huaaaa… appanya Lee tega bgt!! apa sih yg kurang dari Yoona sampe” masih dendam kyk gtu!! Arghhhh *tinju appa lee* Daebak Author!! lanjutt! semoga YoonHae hidup bahagia!! dan appa Lee pergi aja ke laut sana! maaf ya baru comment di part ini🙂

  18. Alyfia sasmita berkata:

    Waah
    Bnyak bgt insident yg bkin aku deg degan , geregetan deh liat app lee, jhat bgt . .
    Yoong unnie sbar yah !!
    Haeppa congrats bwt calon next hae ! 😀
    Makin Suka bgt sama yoonhae couple !

    Sukses bwt author nya, nasha unnie yah . .
    Smoga cpat kelar study nya, jdi tmbh rajin nulis crita yg keren2 . .
    Hm, next part ny jgn kelamaan yh ?🙂
    Fighting author !!!

  19. nanashafiyah berkata:

    wahh maafin aku…#memelas
    sebenarnya udah jadi, tapinya blm ada waktu buat mempublish….modem ga ada pulsa plus warnet sebelah banyak anak kecil yg suka kepoin….#curcol

    secepatnya kok chingu…oke..sabar yahh..
    Makasih udh mau nungguin..🙂

  20. Alyfia sasmita berkata:

    Haha
    Tiap saat ak check lho chinguu
    sampe2 ak bc ulang dr part 1 haha
    Yauda deh d tngguin,
    Jgn lma2 yah😀

  21. narshavanya berkata:

    Annyeong, baru kesini lagi, udh ada lanjutannya😀
    aduh makin sini masalah nya makin banyak ><
    kenapa ga baikan2 keluarga im sama lee nya azz.. jadi tambah greget..
    gak mau panjang comment skrg, mau baca next part nya dulu, hehehe😛

  22. myyh berkata:

    kenapa appa nya Sungmin itu nyebelin jahat banget. Banget. Banget :@
    tapi seneng juga ternyata Yoona nya hamil.🙂
    part 8 nya udah ada ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s