SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 6)

Image

Title : I Love You For a Reason…

Author : Nana Shafiyah a.k.a Nana/Nasha

Genre : Romance

Rating : General

Cast : SNSD  Sooyoung, Super Junior Siwon

Other Cast : SNSD  Yoona, SNSD Jessica, SNSD Tiffany, F(x) Krystal,  Super Junior  Eunhyuk, SNSD Hyoyeon, Lee Soo Man, Park Young Geum

Soundtrack : SNSD Taetiseo – Baby Step

                                 SUJU – My Only Girl

Annyonghaseoo…

Kali ini aku membawa lanjutan dari ff soowon…

Langsung ajjah yahh..

Semoga kalian suka !!!

Happy Reading All…

Part 6

Mencintaimu tanpa tanda tanya (?)…”I love you for a reason…”

Dengan langkah gontai, Siwon berjalan menuju  parkiran. Ia lantas menaiki mobilnya. Namja itu masih menatap kosong. Perasaan yang tadinya berbunga-bunga kembali dihinggapi  suasana mendung. Namja itu tetap tak bergeming dan hanya menatap kemudinya.  Siwon bahkan lupa bagaimana cara menyetir. Kenyataan yang baru saja didengarnya membuat namja itu sangat terpukul.

Tiba tiba alunan lagu Mr simple terdengar. Suara itu berasal dari handphone Siwon. Ia berdecak kesal. Namja itu merasa suasana hatinya sekarang membuat dirinya tak berniat mengangkat telepon dari siapapun.

“AKHhh!! siapa lagi yang menelpon!!!” Umpat Siwon.

Dengan perasaan terpaksa, namja itu merogoh handphone dari saku celananya dengan kasar lalu melihat layar handphonennya.“Yoona?” gumam Siwon saat melihat nama sang penelpon. Namja itu lantas menundukkan wajah sambil menggigit bibir bawahnya. Tampak ekspresi keraguan tergambar jelas diwajahnya.

“Yoboseyo, Yoona-ah” sapa Siwon sambil menghembuskan nafasnya pelan.

“Siwon-ah..” Panggil Yoona dengan nada melambai.

Siwon mengangkat alis. Nada suara yeoja itu terdengar agak berbeda.

“Nde, ada apa? Kau sakit?” ucap Siwon saat mendengar suara Yoona terdengar seperti gumaman lemah.

“Entahlah !! aku hanya tidak enak badan!” jawab Yoona.

“Ka..”

“Siwon-ssi..” panggil Yoona yang dengan cepat memutus kalimat Siwon,“Apakah kau sedang sibuk?”

“Apa?” Siwon mulai mengingat ingat. Mengingat pekerjaan apa yang harus dilakukannya sekarang. Namja itu melirik jam tangannya sekilas, “Ah, sepertinya dua jam lagi aku harus bertemu dengan managerku!!”

“Kalau begitu, sebelum bertemu dengan managermu, bisakah kau ke apartemenku? aku ingin bicara !” pinta Yoona terdegar penuh harap.

Siwon merasa Yoona memang sedang sakit. Sebaiknya ia menemui yeoja itu walaupun hanya sebentar.

“Baiklah !!!” Kata Siwon menyetujui.

………………………….

“EEONNNIEEEEE !!!” Jerit  Krystal histeris.

“Glu Takkk, glukkkk” Panci penggorengan Jessica berjatuhan karena teriakan Krystal.

“Ada apa sihh??” sahut Jessica dari dapurnya.

“EONNNIEEEE !!! CEPAT KESINI!!!!”

Jessica pun datang sambil memegang penggorengannya yang terjatuh tadi.

“Sebe….”

“HAHHHH !!! Ya ampun, ya ampun !!!” Keget Sica menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya hingga penggorengan yang dipegangnya terjatuh.

Jessica bergidik ketakutan. Mendadak tubuhnya bergetar hebat. Pasalnya, Ia baru saja melihat sesuatu yang mengagetkannya. Mata yeoja itu tak berhenti-berhentinya terbelakak. Terbelakak melihat sebuah bingkisan yang ternyata berisi sebuah bangkai ayam. Bangkai ayam itu juga masih dilumuti banyak darah. Itu terlihat sangat menjijikan.

Jessica meraih sepucuk kertas yang dililitkan diseputar leher bangkai ayam itu. Ia melepas lilitan itu dengan pucuk tangannya. Sambil meringis geli, Ia membuka sepucuk kertas tersebut. Krystal juga ikut melihatnya dari samping.

“Heey Choi Sooyoung !! kau jangan ganggu Siwon oppa… Siwon oppa hanya milikku, tak ada yang bisa memilikinya !!”

Keringat Jessica dan Krystal mulai mengucur deras. Wajah mereka mulai memanas. Krystal pun mulai memasang wajah penasarannya.

“Eonnie,memang apa hubungannya Siwon dengan Sooyoung eonnie?”

Jessica tak berkedip sama sekali. Mendadak pikirannya menjadi kosong. Perasaannya menjadi tak enak. Sesaeng fans Choi Siwon baru saja menerornya.  Yeoja itu takut jika Sooyoung dalam bahaya.

“Krystal, kalau kau mau tahu, bacalah berita di internet…” saran Jessica pada Krystal.

Jessica memutar mutar badannya. Ia hendak mencari handphonenya yang entah dimana. Kejadian ini telah membuat pikirannya kosong seketika.

“Handphone, handphone !!! mana, mana….” Panik Jessica.

“Didepanmu eonnie..” Krystal menunjuk sebuah meja.

“oh, iyaa !!!” Jessica menepuk keningnya keras. Ia segera mencari nama Sooyoung dikontak handphonenya. Dengan perasaan gelisah dan cemas, Sica menunggu teleponnya diangkat.

“Ayo angkatlah Soo…”

“Yoboseyo” sebuah suara terdengar dari seberang sana.

“Sooyoung-ah..”

……………………

Sooyoung masih duduk menunggu disebuah restaurant ramen. Setelah eunhyuk pergi, Ia hanya duduk sendirian. Yeoja itu tengah menunggu kedatangan Siwon. Namja itu mengatakan bahwa ia akan datang menemui Sooyoung. Mungkin Ia ingin Sooyoung  melakukan sesuatu lagi.

Sooyoung mulai medengus kesal. Yeoja itu kesal karena Siwon tak kunjung datang. Ini sudah setengah jam sejak Siwon mengatakan bahwa namja itu akan kemari. Sooyoung melihat handphonenya . Ia berniat menelpon Siwon namun, dengan segera diurungkannya niat itu.

“Uhh, harusnya kan dia yang menelponku… “ dumelnya.

Tiba tiba terdengar suara dering dari handphonenya. Mendadak bibir Sooyoung merekahkan segores senyum lebar. Namun, senyuman itu lenyap seketika saat yeoja itu melihat nama sang penelpon adalah Jessica dan bukan Siwon.

“Yoboseyo” Sapa Sooyoung datar.

“Sooyoung-ah, kau dimana? Apa kau baik baik saja? kau tidak apa apa kan? Sooyoung-ah jawab aku!!” desak Sica menggebu-gebu.

Sooyoung menjauhkan telinganya. Suara cempreng Jessica saat menelpon membuat Sooyoung harus melakukannya. Ia menatap heran kelakuan jessica. Tidak biasanya temannya seperti itu.

“Sica-ah kau kenapa?” tanya Sooyoung heran.

“Hei jawab dulu pertanyaanku!!!” desak Sica kembali.

“Aku baik baik saja, barusan aku bertemu dengan Eunhyuk di restaurant ramen dan setelah ini Siwon akan menjemputku, mungkin Ia ingin menyuruhku melakukan sesuatu lagi”

“Jadi kau baik baik saja kan?”

Sooyoung mengangkat sebelah alisnya, “Tentu saja!! mamangnya kenapa??”

“Aniyooo, yang penting kau baik-baik saja… oh ya, hubungi aku kalau ada apa apa, okay ?”

“Baiklah..” Sooyoung akhirnya memutus sambungan teleponnya.

Sooyoung kembali menatap sekelilingnya. Siwon belum juga datang. Ia lantas memandangi layar handphonenya. Tak ada pesan atau telepon dari Siwon.

Sooyoung menghela nafas panjang. Hingga akhirnya handphone yeoja itu kembali berdering. Sooyoung dengan cepat melihat nama sang penelpon, “Siwon” gumamnya senang. Ia pun buru-buru mengangkat telepon itu. Telepon dari Siwon tepatnya.

“Yoboseyo” Sapa Sooyoung dengan nada bersemangat.

“Sooyoung-ah” Nada suara Siwon terdengar datar.

“Ne??”

“Mian, Sooyoung-ah, aku ada pekerjaan mendadak jadi mungkin aku tak jadi menjemputmu”

“Mwo?” gumam Sooyoung lemah.

“Baiklah, tak apa !!!” ucap Sooyoung  akhirnya kemudian menghela nafasnya pelan. Mungkin Ia harus memahami pekerajaan Siwon sebagai seorang artis.

“Aku bisa naik bus atau, taxi” ujar Sooyoung sedikit kecewa.

………………………

“Kau sudah datang!” ucap Yoona saat melihat Siwon sudah berdiri didepan pintu apartemennya.

Yoona mempersilahkan Siwon masuk ke apartemennya. Yeoja itu lalu menyuruh Siwon untuk menemaninya makan malam. Mereka berdua  akhirnya duduk dimeja makan. Suasana seketika hening hingga akhirnya Yoona berusaha mengakrabkan suasana diantara mereka.

“Kemarin, aku sudah bersedia makan malam diapartemenmu, sekarang giliranmu, jadi kita impas” ujar Yoona sambil tersenyum lebar. Siwon pun membalas senyum itu sambil menundukkan wajahnya.

“Oh ya! Kudengar kau akan main film lagi?” tanya Yoona sambil menyantap semangkuk sup ikan.

“Itu baru rencana, aku harus membaca script-nya dulu” jawab Siwon yang mendapat anggukan kecil dari Yoona.

“Oh ya? Aku lupa mencuci tanganku, Yoona-ah dimana kamar mandinya?” Siwon mengingat.

“Oh, kau lurus saja lalu belok kiri.” jelas Yoona masih dengan seyuman lebarnya.

Yoona menatap punggung Siwon yang sedang berjalan kearah kamar mandi. Tubuhnya yang besar perlahan menghilang saat namja itu berbelok kekiri. Yoona menunduk menatap makanannya. Yeoja itu berencana membangun kembali suasana keakraban dengan Siwon, Namun hal itu sepertinya sulit. Sikap Siwon masih terlihat kaku. Nampaknya pikiran namja itu tak berada disini. Ditempat lain, mungkin.

Lagu Mr. Simple tiba-tiba terdengar. Suara itu berasal dari handphone Siwon yang berada  diatas meja makan. Yoona dengan cepat meraih handphone itu. Yeoja itu takut Siwon mendengar dering handphonenya. Yoona takut yang menelpon adalah, Sooyoung. Dan benar, Ia melihat nama sang  penelpon jelas adalah Sooyoung. Dengan cepat, Iapun buru-buru mengangkat telepon itu.

“Yoboseyo” sapa Yoona ditelepon.

“Yoboseyo, ini benar dengan Choi Siwon?” Terdengar suara dari seberang sana. Yoona mengerutkan kening. Ia yakin jika itu bukan suara Sooyoung. Suara itu jelas adalah suara seorang namja.

“Ini siapa?” tanya Yoona penasaran.

“Mianhe , kulihat nomermu yang terakhir kali berhubungan dengan nomer ini !” ucapnya segera.

“Aku adalah Supir taxi, taxi yang kukendarai mengalami kecelakaan dan pemilik handphone ini adalah penumpangnya jadi bi…” Jelas sang supir taxi terputus.

Yoona dengan cepat mematikan handphone yang digenggamnya. Dengan tangan gemetaran, Ia buru-buru menonaktifkan handphone itu. Siwon terlihat sudah berjalan mendekat kearah Yoona. Yeoja itu hanya memasang senyum lebarnya. Yoona berharap senyum-nya itu tak kelihatan aneh atau mecurigakan. Sepertinya tidak, Siwon terlihat langsung membalas senyum itu. Yoona menghela nafas lega. Jangan sampai Siwon tahu tentang kecelakaan Sooyoung. Yeoja itu takut Siwon  akan pergi menemui Sooyoung  lalu meninggalkannya sendiri.

“Ah ! Kau sudah kembali…” ucap Yoona sambil tersenyum menyembunyikan rasa gelisahnya.

Siwon kembali keposisinya semula. Duduk bersebelahan dengan Yoona di meja makan. Siwon kembali menyantap makanannya.

“Apa kau yang memasak semua ini?” tanya Siwon namun tak mendapat jawaban dari Yoona sama sekali. Yeoja itu hanya menatap kosong. Tak ada reaksi apapun. Bahkan untuk menyicipi  makanannya sendiri.

“Yoona-ah?” panggil Siwon namun tak digubris sama sekali.

“Yoona-ah?” ulang Siwon sambil mengibas ngibaskan tangannya didepan wajah Yoona. Menyadari itu Yoona pun mendelik sambil mengelengkan kepalanya pelan.

Siwon menatap khawatir, “Kau kenapa? Apakah kau sakit?”

“Ah, aniyoo! Aku baik-baik saja” ucap Yoona kembali tersenyum. Siwon menatapnya lekat-lekat sambil memasang wajah bertanya-tanya. Tatapan itu membuat Yoona menjadi salah tingkah. Yeoja itu pun berusaha mengalihkan perhatian Siwon.

“Makanlah ini, aku sendiri yang memasaknya..” ujar Yoona sambil menyuguhkan berbagai makanan pada Siwon. Namja itu hanya mengangguk sambil tersenyum simpul.

Sepanjang makan malam itu mereka pun sibuk berbincang satu sama lain. Sesekali Yoona tertawa begitu pun dengan Siwon. Mata Yoona pun tak henti hentinya  melirik handphone Siwon yang tepat berada disamping lengannya. Ia takut jika Siwon memegang handphone itu lalu mengatahui kabar tentang sooyoung. Yoona tak ingin Siwon berlari meninggalkannya demi yeoja itu.

“Ini sudah jam berapa? Mengapa manager Lee belum juga menghubungiku?” gumam Siwon sambil melirik jam tangannya.

Mendengar gumaman Siwon barusan, mata Yoona langsung terbelakak. Yoona pun dengan cepat memikirkan cara agar Siwon tak lagi mengingat benda itu. Yoona menggigit bibir bawahnya sambil menunduk gelisah.  Terlihat Siwon mulai mencari handphonennya.

“Itu  dia” pekik Siwon saat melihat  handphone-nya ada disamping lengan Yoona.

Yoona tersontak kaget. Yeoja itu langsung membulatkan matanya.

“AWWWW” Yoona bergidik kesakitan sambil memegang kepalanya.

Siwon langsung memusatkan perhatiannya pada Yoona yang kelihatanya sedang sakit. Sejenak Ia melupakan tujuan semulanya. Namja itu melupakan handphone-nya dan beralih menatap Yoona yang sedang memegang kepalanya.

“Yoona-ah, kau kenapa?” Tanya Siwon khawatir.

“Kepalaku sakit, aku sepertinya  tidak enak badan”.

“Apa perlu kuhubungi dokter?”

“Sudahlah tak usah, Aku baik-baik saja”.

“Kau pasti punya dokter pribadi, biar aku telepon !”

“Aku hanya   butuh istirahat” pungkas Yoona

“Yoona-ah??”

Siwon menatap cemas Yoona yang meringis kesakitan sambil memegang kepalanya.

“Baiklah kalau begitu biar kutelepon saja dokter pribadiku, aku akan menyuruhnya kesini dan memeriksamu” Siwon kembali mencari handhone-nya.

Yoona mendelik. Perasaanya mulai dihinggapi kehawatiran saat Siwon mulai mencari handphone-nya. Yoona terlihat mulai semakin panik. Sebaiknya Siwon tak melihat benda itu. Yoona pun mulai memikirkan cara untuk mencegah Siwon…

“Baiklah, kau telepon dokter pribadiku saja” Ujar Yoona terpaksa. Yeoja itu  dengan cepat menyodorkan handphone-nya pada Siwon.

“Kau cari saja, namanya Lee Dong Hae” sambung Yoona.

Yoona menghela nafas saat melihat Siwon mulai menghubungi dokternya. Mungkin itu lebih baik, dibandingkan jika Siwon melihat handphone-nya sendiri.  Benda yang berusaha dijauhkan Yoona dari pandangan Siwon.

…………………

Setengah jam kemudian, dokter pribadi Yoona pun tiba. Ia membawa serta perlengkapan kedokterannya. Dokter itu  kelihatan masih muda. Mungkin ia seumuran dengan Siwon.

Dokter itu mulai memeriksa keadaan Yoona dengan stetoskop. Perlahan ia mulai berbicara kecil pada Yoona, entah apa yang mereka bicarakan. Siwon hanya memandang mereka dari jarak jauh.

Sementara itu Siwon teringat dengan Lee Sooman. Mengapa managernya itu belum juga menelponnya ? Bukankah Ia mengajak bertemu untuk membahas sebuah proyek film terbarunya? Bahkan managernya itu belum memberitahukan tempat dan waktu pertemuannya malam ini.

Siwon mengingat handphone itu berada diatas meja makan. Ia pun segera mengambilnya. “Nonaktif?” gumam Siwon saat melihat layar handphonnya. Apakah baterainya habis? Pikir Siwon. Namja itu dengan segera mencoba mengaktifkan hanphone-nya. “Hidup?” gumamnya lagi.

“Apa mungkin aku yang mematikannya? Sepertinya tidak!!, ya sudahlah” Ucap Siwon masih heran.

Mata Siwon menangkap sebuah pesan mail-box.

“Sooyoung menelpon? Ada apa? Apakah dia ingin memberitahuku tentang hubungan barunya dengan Eunhyuk ?” Dumel Siwon.

Siwon segera mendengar pesan mail-boxnya. Namun Siwon tercekat ketika mendengar suara seorang namja. Namja yang berbicara melalui handphone Sooyoung.

“HEYY KENAPA KAU MEMATIKANNYA? PEMILIK HANDPHONE INI SEDANG TAK SADARKAN DIRI KARENA KECELAKAAN!!! DASAR MANUSIA TAK PUNYA HATI!!”

Siwon berdecak kaget. Namja itu merasa lehernya tercekik ketika mendengar pesan itu. Mendadak perasaanya tidak enak. Siwon tak dapat memikirkan apa pun,  selain memikirkan, Sooyoung!

Siwon mencoba menelpon Sooyoung namun sial,  benda itu sedang tidak aktif. Siwon ingin menelpon temannya namun ia juga tak punya nomer teleponya. “Aku harus ke rumah Sooyoung sekarang !!” Gumam Siwon dengan perasaan panik.

Siwon lalu menuju ketempat yoona sedang diperiksa, hendak berpamitan.

“Yoona-ah, mian aku harus pergi” ucap Siwon dengan tergesa-gesa. Pancaran mata Siwon yang terlihat khawatir membuat Yoona langsung mengerti maksud dari kepergian namja itu.

Siwon memberi salam lalu membalikkan badannya menuju kearah pintu keluar.

“Siwon oppa.. tunggu” Sahut yoona yang langsung memeluk tubuh Siwon dari belakang.

Siwon mematung. Namja itu kaget dengan sikap Yoona yang tiba-tiba. Mendadak bibirnya tercekat, Sangat pilu untuk berkata apa pun.

“Jangan pergi, kumohon!! Kau pasti ingin menemui Sooyoung kan? Iya kan?” terka Yoona.

“Mian Yoona-ah aku harus pergi, tolong jangan bersikap seperti ini, kumohon!!” pinta Siwon sambil menunduk dan memejamkan kedua matanya.

“Wae ? kau tidak suka? Apakah ini karena Sooyoung? Bukankah kau baru saja akan melamarku? Lalu mengapa harus Sooyoung, huh?” Mata Yoona mulai mengeluarkan butiran bening.

Siwon berbalik dan mencoba menghapus air mata Yoona. Namun tangannya langsung ditepis. Dengan sekuat tenaga, Yeoja itu menahan tangis yang kian mendera.

“Sekarang kau jujur! Apakah kau menyukai Sooyoung?” isak Yoona.

Siwon hanya terdiam. Sungguh !  Namja itu takut jika Yoona tak sanggup mendengar jawabannya.

“AYO JAWAB!!!” Bentak Yoona membuat Siwon berdecak kaget. Baru kali ini Siwon mendengar Yoona berbicara  dengan nada meninggi padanya.

“Aku… aku… sepertinya aku memang menyukainya, mian, aku juga tak tahu mengapa bisa begini..” sesal Siwon.

“Mwo??” Yoona menutup mulutnya yang bergetar dengan kedua tangannya. Wajahnya mulai memanas. Hatinya benar-benar terasa perih…

“Yoona-ah..” panggil Siwon dengan wajah menyesal.

“Pergi dari sini!!! PERGI!!!” usir Yoona.

“Mianhe…”

“Pergi kubilang !”

Siwon menghela nafas pasrah. Namja itu akhirnya melangkahkan kakinya keluar. Keluar dari apartemen Yoona dengan perasaan amburadulnya. Juga perasaan bersalah yang mulai menghinggap. Bagaimana mungkin? Hati seorang yeoja harus tersakiti karena dirinya. Ia benar-benar merasa tampak buruk sekarang.

“Sooyoung?” gumam Siwon. Perlahan ingatannya mulai dipenuhi oleh Sooyoung. Kehawatirannya pada Sooyoung telah membuat namja itu berlari sekencang-kencangnya menuju parkiran. Ia pun buru-buru memacu kemudinya menuju rumah Sooyoung dengan kecepatan tinggi.

………………………..

“Anyong haseyo” Sapa Siwon saat melihat seorang yeoja membuka pintu rumah Sooyoung.

“A’a’a…” ucap yeoja itu yang sepertinya bukan Jessica.

“Apa ini rumah Choi Sooyoung?”

Terlihat yeoja yang membukakan pintu tadi hanya berdiri mematung. Mulutnya terbuka lebar dan matanya terbelakak.

“I,iiyahh, hahaha…aku, aku Krystal, adik teman Sooyoung eonnie..” Krystal mendadak salah tingkah didepan Siwon.

“Kau adik Sica? Sekarang dimana kakakmu?” desak siwon

“Ah itu, anu, itu eonnie sedang dirumah sakit..iitu, Sooyoung eonni…” jawab Krystal dengan terbata bata.

“Bisakah kau beritahu aku dimana rumah sakitnya?” sela Siwon seakan sudah bisa menebak, apa yang akan dikatakan Krystal selanjutnya.

“Baiklah, tunggu sebentar..” Krystal berlari mengambil sesuatu. Yeoja itu lalu memberi Siwon secarik kertas yang berisi alamat rumah sakit tempat Sooyoung dirawat.

“Baiklah, kamsahamnida” pamit Siwon tergesa-gesa.

Krystal hanya menatap punggung Siwon dari belakang. Ia menepuk pipinya keras-keras. Bukan mimpi. Seorang artis baru saja menyambangi rumahnya? Ya Tuhan ! Sepertinya kabar itu benar, Sooyoung eonnie memang berpacaran dengan Choi Siwon!! Batin Krystal…OMO!!!!

………………………

Siwon melangkahkan kakinya menembus lorong rumah sakit. Langkah kakinya kemudian terhenti didepan sebuah ruangan. Dari ruangan itu, mata Siwon terlihat sedang mengamati  teman Sooyoung, Jessica. Yeoja itu  sedang menangis didepan sebuah ruangan. Terlihat pula namja yang bernama Eunhyuk dan seorang ahjumma yang juga sedang memasang wajah cemasnya.

Dengan sedikit keraguan Siwon melangkahkan kakinya menuju tempat itu. Rasa cemas yang begitu besar dalam diri Siwon telah mendorongnya untuk  mendekat. Mendekat untuk melihat keadaan Sooyoung. Perlahan langkah kakinya semakin cepat. Hingga namja itu pun tiba dihadapan orang-orang yang juga sedang mencemaskan Sooyoung. Benar saja ! Mereka langsung menyadari kehadiran Siwon. Pancaran tatapan tajam perlahan mulai diarahkan kepadanya. Terutama tatapan tajam dari namja yang bernama Eunhyuk.

“APA LAGI YANG KAU LAKUKAN? HUH?” Bentak Eunhyuk, menarik kerah baju Siwon dengan kasar.

“KAU TAHU SASAENG FANS-MU ITU MENYEBABKAN SOOYOUNG TERLUKA !!!” Ujar Eunhyuk bertahan dengan tatapan tajamnya…

“Mianhe..” ucap Siwon dengan nada penyesalan. Namja itu sudah kehilangan kata kata. Perasaannya terlalu kacau untuk merangkai sebuah kalimat.

“Mwo??? Mianhe?? Ya Tuhaannn !  Aku bahkan tidak mengerti mengapa Sooyoung bisa menyukai namja sepertimu..” Kata Eunhyuk yang langsung membuat Siwon membelakakkan matanya.

“Kau bilang Sooyoung menyukaiku? Bukankah kalian telah resmi berpacaran!”

“Mwo?” pekik Eunhyuk

Flash back…

“Sooyoung-ah, sekian lama kita berteman kurasa aku mulai menyukaimu” ucap Eunhyuk pada sooyoung yang sedang menahan tawanya.

“Oppa…” Sooyoung memasang ekspresi yang di immut imutkan, membuat Eunhyuk berdecak kesal.

“Saranghae sooyoung-ah, maukah kau menjadi yeojachinguku dan menerima mawar ini?” Kata Eunhyuk sambil menyodorkan setangkai mawar merah kearah Sooyoung.

“Mmmm, kurasa kau adalah seorang namja yang baik jadi,..”

“jadi?”

“Nado sarangheyo oppa”

Seusai pengakuan cinta Eunhyuk, Sooyoung sepertinya sudah tak mampu menahan tawanya. Yeoja itu terus tertawa memandangi Eunhyuk yang sedang menatapnya kesal.

“Hei, Choi sooyoung, berhentilah menertawaiku..!!!” seru Eunhyuk tak terima.

“Oppa, kau bahkan hampir setengah jam di kamar mandi.. Tapi caramu menembak tetap kekanak- kanakan, hehehe” Sooyoung tertawa geli.

“Kau tahu? Kalau aku jadi Hyoyeon, aku pasti akan menolakmu saat itu juga…” ejek Sooyoung sambil menjulurkan lidahnya…

“SOOYOUNG-AHHHH” Sahut Eunhyuk geram…

Flash back off

Siwon tercengang. Tubuhnya mendadak kaku. Syaraf syarafnya mendadak lumpuh. Semuanya menjadi kacau. Kenyataan yang baru saja disadarinya telah menyebabkan sensasi aneh kembali menjalar disekujur tubuhnya.

“J-jadi…” Siwon membulatkan matanya lekat lekat.

“kau tahu kan? yang kau dengar itu adalah pada saat Sooyoung sedang membantuku… Tujuannya agar aku bisa menembak seorang yeoja dengan baik… Aku dan Sooyoung hanya sebatas adik-kakak, tidak lebih” Jelas Eunhyuk.

Dengan lekas, Siwon memandangi seorang ajumma yang sepertinya mendekat kearahnya.

“Oh..Jadi kau artis itu, yang menyebabkan uri-Sooyoung terluka, kau harus bertanggung jawab” kesal ahjumma sambil memukul legan Siwon.

“Omma, sudah Omma, ini hanyalah kesalahpahaman ! Tidak ada yang salah, semuanya sudah terjadi !” lerai Eunhyuk.

“Jangan bertengkar disini ! lebih baik kita mendoakan Sooyoung” Timpal Jessica memecah keributan.

“Siwon-sii, pulanglah ! tenangkanlah dirimu, biar kami yang menjaga Sooyoung” Pinta Eunhyuk.

Siwon menatap Eunhyuk dengan seksama. Namja itu terlihat sangat menghawatirkan Sooyoung. Sepertinya namja itu juga mereka, merasa tak nyaman dengan kemunculan  dirinya ditempat ini. Dalam situasi seperti sekarang, kehadirannya kemungkinan besar akan menyebabkan keributan.

“Baiklah, tapi kabari aku perkembangannya” pasrah Siwon.

Siwon pun akhirnya meninggalkan rumah sakit. Ia tiba-tiba teringat pada Yoona. Namja itu baru saja menyakiti hati yeoja itu, Siwon enggan lari dari tanggung jawab. Ia harus menjelaskan sesuatu pada Yoona.

Siwon kembali mengarahkan kemudinya menuju apartemen Yoona. Sesampainya disana, Ia disambut oleh dokter pribadi Yoona, Lee Donghae. Dokter Lee langsung mempersilahkan Siwon masuk dan merekapun duduk diruang tamu.

“Aku ingin bertemu dengan Yoona, Bisakah kau memanggilnya ? aku ingin menjelaskan sesuatu !” Siwon menjelaskan maksud dari kedatangannya.

“Dia sedang beristirahat dikamarnya. Sudahlah, penjelasanmu akan semakin menyulitkannya ! aku sudah tau apa yang akan kau katakan padanya” ucap Donghae.

Siwon menyipitkan matanya, “Maksudmu ? sebenarnya apa yang terjadi pada Yoona ?” namja itu mulai bingung dengan ucapan dokter pribadi Yoona.

Donghae tersenyum simpul lalu menghela nafas pelan “kau tahu? Ada sepucuk bunga yang sangat berharap didatangi oleh seekor lebah, akan tetapi harapannya harus dipendamnya dalam-dalam”

“Ketika lebah tersebut mendekatinya, ia harus menolaknya, karena sari makanan yang  terdapat dalam bunga itu  sedang terserang hama, sehingga rasanya sangat pahit. Tentu saja bunga itu tak ingin meracuni sang lebah.”

“Ketika sang lebah pergi, Ia berusaha melawan hama tersebut, berharap sang lebah menunggunya dan akan datang pada suatu saat nanti ketika sari makanannya telah manis. Akan tetapi harapan itu semu, Lebah yang dinantikannya telah menemukan bunga yang lain dan sekarang malah berbalik mengabaikannya”

“Taukah kau, apa yang terjadi pada bunga itu ?”

Siwon terdiam sejenak, tercekat mendengar cerita Donghae. Namja itu merasa jika dokter pribadi Yoona, sedang menyindirnya.

“Bunga itu layu, tapi, Jika suatu saat ada lebah lain yang ingin mendekatinya, Lebah yang telah meninggalkannya harus menerima itu, dan tak boleh mengganggunya lagi, membiarkan bunga itu hidup dengan lebah baru…Sehingga bunga itu akan mekar kembali”

“Apa kau menyukai Yoona ? “ tanya Siwon mulai mencerna cerita Dongahe. Namja tu mulai menatap Donghae dengan tatapan datar tanpa ekspresi.

“Lebah yang lama adalah aku, dan lebah yang baru adalah kau ! Aku benarkan ? Terka Siwon sambil menatap lekat.

“Kau tau, Yoona sangat tertekan sekarang, Ia sedang dalam ancaman managernya sendiri. Namun kau tenang saja, Aku akan melindunginya sekuat tenaga.” ucap Donghae.

Siwon mengerutkan kening, “maksudmu, ancaman apa ?”

Donghae memandang langit-langit kemudian matanya beralih menatap Siwon “Manager Park mengancam akan menghancurkan karier Yoona. Karier yang selama ini di impikannya”

“Yoona baru saja akan memecatnya, itu karena managernya selalu bertindak semena-mena” Sambungnya

“Kau pasti berfikir, Yoona lebih mementingkan karier daripada cintanya, bukan ?” terkanya

Donghae menunduk sambil tersenyum simpul, “itulah Yoona, dia sangat ambisius”

Siwon mendukkan wajah penyesalannya, “Mian, aku tidak bermaksud menyakiti Yoona ataupun menghancurkan kariernya. Ini juga bukan mauku..!”

Siwon melumat bibirnya yang mulai mengering, “ Aku tidak ingin memaksakan perasaan ini, itu akan lebih menyakitinya”

“Kalau begitu lupakanlah perasaanmu pada Yoona!  Ini sudah malam biarkanlah dia beristirahat” timpal Donghae tiba-tiba.

Siwon memikirkan ucapan Donghae barusan. Ucapan yang terdengar seperti hendak megusir. Sepertinya dokter pribadi Yoona sangat sinis dan juga dingin padanya. Baiklah tak apa! Mungkin lebih baik  ia menurut.

“Ne, selamat malam ! sampaikan salamku pada Yoona, mian jika kedatanganku mengganggu !”

……………………….

Polisi yang menyelidiki kasus ini telah berhasil menangkap Sesaeng fans yang menyerempet taxi Sooyoung. Sesaeng fans itu juga disinyalir meneror rumah Sooyoung dengan bangkai ayam.

Tiga hari setelah kecelakaan itu, Sooyoung belum juga siuman. Setiap ada kesempatan Siwon selalu menjenguk dan mellihat keadaan Sooyoung. Siwon mulai  cemas karena keadaan yeoja itu belum juga mengalami perkembangan.

“Sooyoung-ah kau harus bangun ! Saranghae Sooyoung-ah” Ucap Siwon sambil mengecup kening Sooyoung.

Pandangan siwon teralihkan dari wajah Sooyoung, ketika melihat tangan yeoja itu bergerak pelan. Perlahan matanya mulai membuka. Suaranya yang serak dan kecilpun mulai terdengar,

“Siwon-ssi ?” gumam Sooyoung lemah.

Siwon menatap Sooyoung lekat, “Sooyoung-ah, kau sudah sadar !” namja itu kemudian memanggil dokter yang merawat Sooyoung.

Dokter itupun memeriksa keadaan Sooyoung. Siwon akhirnya keluar dari ruangan tersebut dan menunggu kepastian dari dokter. Jessica yang baru saja tiba dari tempat kerjanya menatap heran saat melihat Siwon sedang berdiri di depan kamar rawat temannya.

“Mengapa kau diluar ?” heran Jessica kemudian melanjutkan, “Apakah terjadi sesuatu ?” tanyanya dengan wajah tegang.

“Sooyoung sudah mulai sadarkan diri, dokter sedang memeriksa keadaannya” seru Siwon dengan wajah yang berbinar.

Jessica histeris, “OMO ! benarkah ?”

Hingga akhirnya, dokter yang memeriksa Sooyoung keluar dari ruangan. Wajah namja paruh baya berjubah putih itu terlihat serius. Entah apa yang terjadi !

“Dokter bagaimana keadaannya ?” Tanya Jessica dan Siwon bersamaan.

“Syukurlah keadaannya mulai membaik, hanya tinggal pemulihan !”

Wajah Siwon mendadak berubah antusias, “Bolehkah kami melihatnya sekarang ?”

“Silahkan, tapi jangan membuatnya mengeluarkan emosi yang berlebihan”

“Nde, gamsahamnida dr. Chu” ucap Jessica lalu merekapun masuk kedalam ruang rawat Sooyoung.

Siwon langsung berlari kearah Sooyoung. Air matanya sudah tak terbendung lagi, dia benar-benar takut. Siwon tak akan pernah memaafkan dirinya sendiri,  jika nanti terjadi apa-apa pada Sooyoung.  Untunglah sekarang keadaannya semakin membaik. Siwon bisa bernafas lega sekarang.

“Sooyoung-ah..bogoshippo”

Sooyoung tersenyum lemah mendengar ucapan Siwon. Kalimat yang diucapkan namja itu barusan seolah telah memberinya energi untuk bangkit dan sembuh secepatnya. Sebuah kata’bogoshipo’ yang diucapkan namja itu telah menyihir pendengarannya. Seolah kata itu adalah harapan baginya untuk memulai semuanya.

Sooyoung memejamkan matanya sesaat, “Bisakah kau mengatakannya sekali lagi?”

“Bogoshipo Sooyoung-ah..” ucap Siwon kembali.

Sooyoung tersenyum kecil. Ia mengerak gerakkan jarinya lemah. Dengan sekuat tenaga, yeoja itu mengangkat lengannya sambil memandangi cincin yang sedang dipakainya. Cincin putih yang dihiasi oleh berlian yang mengkilap.

Sooyoung melepas cincin yang dipakainya. Ia menyodorkan cincin itu pada namja yang berdiri disampingnya. Disamping tubuh yang sedang terbaring lemah diatas ranjang, “Ini ambillah”

“Berikanlah cinicin ini pada Yoona”  ucap sooyoung perlahan.

“Sooyoung-ah..”

Sooyoung menarik nafasnya dalam-dalam kemudian mengalihkan pandanganya dari mata Siwon, “Cincin ini bukan milikku”

“Anyoo, itu milikmu, aku sudah membuangnya dan kau yang menemukannya” Timpal Siwon.

Sooyoung kembali menatap sendu, “Dulu kau ingin memberikannya pada Yoona, kan? Ambillah dan berikan padanya!” Bujuknya.

Sooyoung menatap Siwon penuh harap. Sementara itu, Siwon masih menatap lekat cincin yang disodorkan oleh Sooyoung padanya.

“Berikan ini pada Yoona !”

Siwon menepis tangan Sooyoung pelan, “Aniyoo kau pakai saja”

“Siwon-ssi”

Sooyoung kembali menarik nafasnya yang kian menyesak “Ambillah”

Siwon terdiam sambil memejamkan matanya lekat-lekat, “Aku tidak mau! Tolong jangan memaksaku !” Tegasnya. Ia kemudian langsung melesatkan kakinya menuju pintu keluar. Hingga tubuh namja itu pun menghilang dari balik pintu. Ia sudah pergi, dan Sooyoung harus merelakannya.

Sooyoung merasa matanya mulai memanas ketika kalimat itu terucap dari bibirnya. “Berikan cincin itu pada Yoona… berikan cincinnya pada Yoon..” Sooyoung menggumamkan kalimat itu berkali  kali. Kalimat yang sukses menciptakan aliran butiran bening perlahan mengucur dipipi mulus yeoja itu. Sooyoung menangis menahan dadanya yang kian menyesak. Sesakit inikah? Batin Sooyoung.

“OMMMAAAA!!!!” Teriak Sooyoung dengan sekuat tenaga. Air matanya kian mengalir deras. Dengan cepat yeoja itu berusaha melenyapkan  air matanya. Namun tampak air mata itu tak henti hentinya mengalir.

Jessica yang sedari tadi memperhatikan Sooyoung dari jauh pun mendekat. Jelas Ia melihat teman baiknya itu, sedang menangis. Ia lalu menepuk pundak Sooyoung pelan, kemudian mendekapnya erat.

“Sudah…” ucap Jessica menenangkan.

…………………………………

Berakhir. Semua terjadi begitu saja lalu menghilang begitu cepat. Secepat hatinya, Siwon , seorang artis populer di Korea, berubah luluh. Berhasil diluluhkan oleh dia, yeoja biasa. Sooyoung. Seorang yatim piatu yang begitu paham tentang kejamnya dunia. Dan ketika perasaan itu muncul, semua harus dilupakannya. Mungkin benar ! Ketimpangan harus ditiadakan. Semua harus dikembalikan pada proporsinya masing-masing.

Kebimbangan pun menerpa. Masalahnya, Siwon bingung tentang dimana namja itu akan meletakkan perasaan ini. Sedikit saja tersimpan disudut hatinya sekalipun, rasa itu bisa saja berubah menjadi pisau belati yang sewaktu-waktu berontak dan menyayat jantungnya.  Namja itu akan menghilang perlahan jika terus menerus dicabik oleh perasaan, sebut saja itu ‘cinta’. Kecuali. Sang penawar datang. Penawar yang bisa menutup dan mengobati luka itu. Luka yang terlanjur tergores oleh kehampaan, kekecewaan dan air mata.

Namun nyatanya penawar itu hilang…

Hilang saat dia. Saat Sehari setelah Sooyoung keluar dari rumah sakit, manager Choi Siwon, Lee Sooman, memintanya untuk mengadakan Konferensi pers terkait skandalnya dengan Siwon. Skandal tentang pertengkarannya dengan artis yang juga namjachingunya itu, disebuah kafe. Pertengkaran yang disinyalir melibatkan orang ketiga.

Sooyoung bingung mengenai apa yang harus dikatakannya. Lee sooman menyuruhnya untuk mengatakan bahwa hubungan palsunya dengan artis itu baik-baik saja. Namun Sooyoung merasa, sebaiknya  keadaan dikembalikan seperti semula. Membuat keadaan seperti sediakala . Tak ada lagi kepura- puraan atau pun hati yang  tersakiti. Semuanya harus dikembalikan pada posisinya masing-masing.

Sooyoung menarik nafas. Ia memantapkan kakinya menuju sebuah  pintu. Jalan yang mungkin akan mengantarkannya kesebuah akhir dari hubungannya dengan Siwon.

“Clek clek clek” Kamera blish menyambut kedatangan Sooyoung. Ia tertegun, tak menyangka jika wartawan yang menyambutnya sebanyak ini. Terhitung lebih dari seratus wartawan yang berasal dari berbagai media kini telah hadir. Mereka telah bersiap dengan berbagai macam pertanyaan. Tentu saja pertanyaaan yang nantinya akan menghujan pada Sooyoung.

“Bagaimana hubunganmu dengan Choi Siwon sekarang?” Tanya salah satu wartawan setelah MC mempersilahkannya bertanya.

“Apakah hubungan kalian sudah berakhir?”

Sooyoung menuduk. Memantapkan pikiran, ucapan dan hatinya menjadi satu. Tak ada yang perlu diragukan, cukup katakan apa yang seharusnya dikatakan.

“Terimakasih pada teman-teman yang telah hadir!”

“Sebelumnya aku ingin memohon maaf pada Choi Siwon yang saat ini sedang melakukan shooting Film terbarunya. Mianhamnida karena aku mendahuluimu melakukan konferensi pers”

“Sekarang aku ingin langsung membahas inti permasalahan. Kalian bertanya, bagaimana hubunganku dengan Choi Siwon sekarang?… Sampai sekarang hubungan kami baik-baik saja, tapi mungkin hanya sebatas hubungan pertemanan” Jelas Sooyoung.

Mendadak suasana menjadi gaduh. Ucapan Sooyoung barusan rupanya telah membuat para wartawan memasang wajah bertanya-tanya. Mereka hanya saling menatap satu sama lain sambil mengeluarkan persepsi mereka masing-masing.

“Kau hanya sebatas pertemanan? Berarti apakah ini menandakan hubungan kalian telah berakhir?” tanya seorang reporter penasaran.

“Choi Sooyoung, apakah ini karena orang ketiga?” Timpal Reporter lainnya.

Mendadak kegaduhan pun kembali terdengar. Sampai-sampai Sooyoung tak bisa mendengar suaranya sendiri.

“Bisakah kalian tenang! Aku akan menjawab!” Seru Sooyoung menenangkan. Mendadak suasana menjadi hening. Para wartawan itu  langsung memusatkan perhatian mereka kearah Sooyoung.

“Hubungan kami memang sudah berakhir, tapi ini bukan karena seorang aktris yang dekat dengan Siwon, tapi ini karena aku menyukai seseorang jadi aku..” Sooyoung tak dapat melanjutkan kata katanya. Kebohongan ini terlalu menyakitkan.

“Jadi kalian putus karena kau menyukai seorang namja? Lalu siapa namja itu?” tanya seorang reporter.

Bibir Sooyoung tiba-tiba membeku mendengar pertanyaan barusan. Ia benar-benar tak bisa menemukan jawaban dari pertanyaan itu.  Ia memang menyukai seorang namja. “Namja yang semena-mena dan tidak pernah membersihkan apartemennya, mungkin !” batin Sooyoung.

Seorang namja yang sama tetapi berbeda.  Dari sudut mata Sooyoung, namja yang disukainya dan artis Choi Siwon adalah orang yang berbeda.  Meskipun dimata orang-orang, mereka berdua adalah seorang yang sama.

Sooyoung kemudian memberikan sebuah isyarat pada seorang panitia. Isyarat agar acara konferensi pers dihentikan. Mendadak suasana menjadi ricuh. Para reporter hendak menghujani Sooyoung dengan berbagai pertanyaan. Pertanyaan yang tak ada habisnya. Untunglah para panitia cukup tanggap dalam mengantisipasi situasi tersebut.

Panitia kemudian membawa Sooyoung masuk kesebuah ruangan.  Disana, Lee Sooman telah menantinya. Manager Siwon itu mulai mendekat kearah Sooyoung. Ia sepertinya mulai memasang wajah bertanya-tanya.

“Sooyoung-ssi kau serius mengatakannya? Jadi, kau sudah mengakhiri hubunganmu dengan Siwon?” tanya Lee Sooman sambil menatap Sooyoung lekat.

“Nde, mianhamnida, Aku pikir itu lebih baik.”

“Aku belum membicarakan ini pada Siwon” timpal Lee Sooman.

“Manager, Anda tak perlu membicarakannya, kurasa Anda juga sudah tahu bukan? Ini memang jalan yang terbaik!  Aku sudah mengatakan bahwa hubungan kami berakhir, bukan karena Yoona tapi kami putus karena aku menyukai namja lain. Jadi Anda tak perlu khawatir lagi, image Siwon mungkin akan kembali seperti semula.” Jelas Sooyoung dengan seulas senyumnya yang terlihat dipaksakan.

Lee sooman seolah kehabisan kata-kata mendengar ucapan Sooyoung. Yeoja itu benar dan sangat benar. Hubungan palsu itu memang harus diakhiri agar skandal cinta segitiga yang melibatkan Choi Siwon tak bertambah luas. Lee soo man telah memberitahukan cara ini pada Siwon namun, namja itu menolaknya mentah-mentah. Siwon terlalu menghawatirkan Sooyoung. Sekarang Sooyoung-lah yang berinisiatif melakukan hal yang dianggapnya terbaik. Yeoja itu berinisiatif untuk secepatnya mengakhiri hubungan palsunya dengan Siwon tanpa desakan dari Lee Soo man.

“Manager Lee, aku pamit dulu” Ucap Sooyoung pada Lee Sooman yang sedang sibuk dengan pikirannya.

“Ah ne!! Tuan Han akan mengantarmu pulang” Ujar Lee Sooman

…………………………..

Pintu sebuah mobil sedan yang sedang menepi itu terbuka. Terlihat Seorang yeoja yang ternyata adalah Sooyoung hendak keluar dari mobil itu. Begitu yeoja itu memijakkan kakinya, Ia lantas membungkukkan badannya, “Kamsahamnida Tuan Han”

Sooyoung menatap mobil sedan hitam itu. Hingga akhirnya mobil itu pun menghilang dari jangkauan penglihatannya. Ia berbalik sembari menundukkan wajahnya yang tampak lesu. Aura kebimbangan tergambar jelas diwajah yeoja itu.

Sooyoung berjalan melewati gang menuju rumahnya. Sebuah jalan yang menemani perasaannya yang kacau dan sangat rumit untuk dijelaskan. Tak hanya perasaannya, pendengarannya pun mulai terganggu saat mendengar suara-suara aneh yang sedang berbisik tentang dirinya.

Suara salah satu orang yang entah siapa tiba tiba menyangkut dipendengaran Sooyoung “Secantik apa dia? Berani-beraninya dia mempermainkan  Siwon oppa”

Yeoja itu mendesah pelan lalu bergumam “Secepat itukah kabar tentang pengakuannya tersebar?”

Sooyoung berjalan sambil memejamkan matanya sejenak “Baiklah ! Anggap saja aku ini tuli !”

Sooyoung mencoba untuk tak mempedulikan orang-orang itu. Ia terus berjalan secepat mungkin. Hingga akhirnya penglihatannya menangkap sebuah pertigaan disamping lorong kecil. Sepertinya rumah tempat tujuannya kian dekat. Sooyoung semakin mempercepat langkahnya. Fokus matanya tertuju pada pertigaan didekat lorong kecil itu, dan…

“Awww” Sooyoung memekik ketika merasa ada seseorang yang menarik tangannya erat-erat. Tangan itu menariknya kebelakang hingga masuk kesebuah lorong kecil didekat sebuah pertigaan. Sooyoung benar-benar takut. Bagamana jika Orang yang membekapnya adalah sesaeng fans ?? Pikiran-pikiran aneh mulai menggerogot dalam benaknya. Tak ada hal lain yang bisa dilakukan, selain pasrah !

.………..To be continued………

…Segitu dulu yah…

See you next part

Bye bye..

Jangan lupa RCL, ok :-)

22 thoughts on “SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 6)

  1. thiayoe08 berkata:

    Ommmoooooo…..eonnie…
    Haduhhh..siapa lagi tuh org..
    Jangan sakiti eonnie °ǡķư˚…
    Siwon oppa kemana lgi…(⌣˛⌣’!I) – ЋĄι¡ι¡ƾƾ – (I!’⌣¸⌣)

  2. egakim berkata:

    yaa unnie mau ninggalin siwon oppa??
    unnie ko nyuruh oppa ngasih cincinnya ke yoona.
    Ih itu syp yang narik soo unnie?? Kasian soo unnie ketakutan

    Nice chapter chingu
    Di tunggu kelanjutannya

  3. Han Eun Jin berkata:

    Annyeong~
    Aigoo.. Masa Soo eonnie memutuskan secara sepihak? :O
    Yaelah Yoona, sementang artis aktingnya bagus bener. Pura2 sakit :p

    Next part ditunggu. Fighting~

  4. irina.jung berkata:

    sooyoung unnie knpakah? Yoona unnie jhat, unnie sm donghae oppa aja unn. Dsni partny lumayan bnyk yg mngras emosi trutama wkt syoung unnie kclkaan tp yoona unnie gak ksh tau siwon oppa, huh. Lanjut next chap. SooWon is real! Guardians jjang! Author hwaiting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s