SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 5)

Image

Title : I Love You For a Reason…

Author : Nana Shafiyah a.k.a Nana/Nasha

Genre : Romance

Rating : General

Cast : SNSD  Sooyoung, Super Junior Siwon

Other Cast : SNSD  Yoona, SNSD Jessica, SNSD Tiffany, F(x) Krystal,  Super Junior  Eunhyuk, SNSD Hyoyeon, Lee Soo Man, Park Young Geum

Soundtrack : SNSD Taetiseo – Baby Step

                                 SUJU – My Only Girl

Annyonghaseoo…

Kali ini aku membawa lanjutan dari ff soowon…

Langsung ajjah yahh..

Semoga kalian suka !!!

Happy Reading All…

Part 5

Mencintaimu tanpa tanda tanya (?)…”I love you for a reason…”

“Apa?!”

“Jangan berpura-pura bodoh ! kita adalah seorang yeoja, aku bisa menebak apa yang di rasakan seorang yeoja”

“i-itu..” ucapan Sooyoung terhenti ketika melihat seorang ahjussi berdiri tepat dihadapannya. Ia sepertinya sedang mengamati dirinya dan Yoona dari depan.

“Aniyong haseyo, kalian teman siwon, kenapa diluar? Kau Yoona kan?” tanyanya. Kemudian menatap Yoona dengan wajah bertanya-tanya.

“Anyong haseyo Ahjussi Choi” sapa Yoona balik.

Seseorang yang dipanggil ahjussi Choi kemudian menengok kearah pintu, “Silahkan masuk !”

Yoona bangkit dari tempat duduknya, “Baiklah”

Ahjussi kemudian menatap Sooyoung yang hanya duduk termenung, “Kau juga teman Siwon?”

“Eh, ahjussi dia mmm, hanya asisten managerku.. Kau akan pulang kan?” timpal Yoona sembari memberi isyarat agar Sooyoung pergi dari hadapannya.

Sooyoung mengangkat alis. Mencoba mencerna sikap Yoona barusan, “Hah? Ah, ne..”

“Baiklah Ahjussi, ayo kita masuk..” ajak Yoona yang dibalas dengan anggukan oleh ahjussi.

Yoona dan Ahjussi Choi akhirnya masuk ke ruangan tempat siwon dirawat. Semetara itu Sooyoung hanya bisa menatap punggung mereka. Sedih? Sangat.

………………..

Sooyoung bejalan melewati koridor Rumah Sakit yang dingin dan sepi. Dengan sisa-sisa tenaga Sooyoung melangkahkan kakinya menuju kearah pintu keluar rumah sakit. Sooyoung sebaiknya pulang. Ahjussi siwon sudah datang dan ada Yoona disana. Sooyoung merasa jika semuanya mungkin harus kembali seperti semula.

Tak terasa sebuah butiran bening menetes dan mengalir deras dipipi mulus Sooyoung. Dengan cepat ditepisnya air mata itu dengan punggung tangannya. Apa ini? Mengapa ia begitu lemah? Sooyoung benci dengan air mata. Air mata kesedihan tepatnya.

“Kurasa  aku harus cepat-cepat membuat skandal perselingkuhan” ujar Sooyoung dalam lamunannya.

Sooyoung terus melangkahkan kakinya. Melangkah melewati jalan raya yang terang dan ramai. Ia kelihatan seperti orang yang tengah tersesat. Perlahan yeoja itu memejamkan matanya sembari menikmatii angin malam yang berhembus dari arah berlawanan.

 “Yoona benar, itu terdengar seperti hubungan palsu”

“Lupakan dia Choi Sooyoung”

Sooyoung masih saja berjalan tanpa tujuan. Entah sudah berapa lama ia berjalan. Berjalan sambil memikirkan, Choi Siwon? Mengapa akhir akhir ini memikirkan Choi Siwon adalah hobby-nya? Sadarkah kau siapa dirimu Sooyoung? Siwon hanyalah sebuah kepura puraan? Tapi itu nyata, bukan?

“Drttt drtt drttt” Getaran handphone Sooyoung tiba-tiba menggema. Getaran itu langsung menyadarkan Sooyoung dari lamunannya. Ia lantas merogoh saku celananya hendak mengambil ponsel. Dilihatnya nama sang penelpon. “Jessica?” gumam Sooyoung.

Sekilas Sooyoung melihat sebuah angka dilayar handphonenya. Sudah pukul 23.16. Sooyoung membelakakkan matanya “Sudah selarut itukah? Lalu berapa lama aku berjalan?” gumam Sooyoung kembali. Pantas saja Jessica menelponnya…

“Yoboseyo” sapa Sooyoung ditelepon

“Kau sudah pulang?pasti belum!” jawab Jessica tanpa basa basi.

Sooyoung melihat disekelilingnya. Ia sekarang tengah berdiri disamping  Jalan raya. Mungkin Jessica mendengar suara bising dari seberang sana.

“Sica-ah, aku akan pulang, tenanglah!” sahut Sooyoung  sambil menempelkan mulutnya kebadan handphone.

“Kau sedang ada masalah?” terka Sica seolah sangat yakin.

“Sica-ah, kau bicara apa?” Sooyoung mengerutkan kening. Ia heran, mengapa temannya tiba-tiba berkata seperti itu.

“Karena sepertinya aku melihat pemandangan aneh disini!” Jelas Sica tanpa ditanya. Seolah dapat membaca pikiran Sooyoung.

“apa?” gumam Sooyoung.

………………………………

“Cleekkk” Siwon melihat pintu kamar rumah sakit tempat ia dirawat. Pintu itu tiba-tiba terbuka.

“Ahjussi” Gumam Siwon pada seseorang yang baru saja masuk.

“Yoona” Gumamnya lagi.

Siwon mendengak. Berharap ada seseorang lagi yang masuk dibelakang Yoona. “Kemana dia?”. Siwon terus melihat kearah pintu. berharap dia, maksudnya yeoja itu, tepatnya Sooyoung masuk  setelah Yoona. Namun begitu lama ia memandang pintu, tak ada Sooyoung atau siapa pun. Apa dia sudah pulang?

Siwon melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 21.45. Bahkan ini belum terlalu malam. Siwon ingin sekali bertanya tentang Yeoja itu pada Yoona. Namun, Ia mengurungkan niat-nya. Ia takut Yoona merasa… semacam perasaan seperti, cemburu?

Dalam kesempatan bertemu dengan ahjussi Choi, Siwon terlihat sangat nyaman bercengkrama dengannya. Merekapun berbicara tentang segala hal. Baik itu tentang pekerjaan, hubungan pertemanan, keluarga, hobby sampai pada masalah pribadi seperti, hubungan percintaan. Yang terakhir itu membuat Siwon mendadak terdiam seribu bahasa.

Ahjussi Choi berdehem sambil melirik kearah Yoona. Membuat Yeoja itu tersenyum malu. Yoona hanya menyungginggkan seulas senyumya pada Siwon dan ahjussi Choi. Senyum yang sangat…’cantik’..”Apa lagi yang kau pikirkan Choi Siwon?”

Siwon melihat Yoona yang tiba tiba menguap sangat lebar. Mungkin Yeoja itu merasa sangat lelah.

“Yoona-ssi sebaiknya kau pulang, wajahmu terlihat lelah” Ucap ahjussi Choi yang juga melihat Yoona   ketika Yeoja itu sedang menguap lebar.

“Tenanglah, ada ahjussi yang menjaga Siwon, kau tak perlu khawatir” Ahjussi Choi tersenyum menggoda kearah Yoona.

Yoona akhirnya pulang.  Siwon terus menatap punggung Yoona yang berjalan keluar “Aku pernah mencintai Yeoja itu” gumam Siwon dalam benaknya. Benarkah itu? pernah mencintai Yoona atau masih mencintai Yoona? Atau ada yang lain? Entahlah.

Sejam kemudian, Siwon  meminta sesuatu pada ahjussi Choi. Sepertinya Siwon sudah tak betah tinggal diruangan serba putih itu.

“Ahjussi, bolehkah aku keluar dari rumah sakit ini sekarang juga? Sepertinya aku sudah mulai merasa baikan?”

“Benarkah sudah merasa baikan?” Tanya Ahjussi Choi.

Siwon mengangguk mantap.

“Baiklah, aku akan meminta persetujuan dokter” jelas Ahjussi Choi.

Selang beberapa menit kemudian, dokter datang dan memeriksa keadaan Siwon. dokter memeriksa keadaan denyut nadi, mata, detak jantung, dan berbagai pemeriksaan lainnya.

Karena keadaan siwon sudah mulai membaik, Ia akhirnya dibolehkan pulang oleh dokter. Siwon pulang dengan mengendarai mobilnya. Awalnya ahjussi choi merasa khawatir. Namun ahjussi choi tahu bahwa Siwon bukanlah orang yang mudah dipaksa jadi sebaiknya ia menyetujui keputusan keponakannya itu. Karena percuma saja melarang anak itu.

……………………

Siwon sedang mengemudikan mobilnya. Namja itu senantiasa memandang lurus kedepan sesekali menyalip mobil didepannya. Saat ia akan menyelinap, tiba-tiba lagu Mr.Simple milik Super junior mengiang dari handphone Siwon.

“Yoboseyo” Sapa Siwon sembari memasang earphone kesebelah kanan telinganya.

“Siwon-ssi, apa lagi yang kau lakukan?” Sahut sang penelpon.

“Manager Lee ada apa?” Siwon mengerutkan kening. Mendadak perasaannya menjadi tidak enak. Siwon lantas memberhentikan mobilnya ke tepi jalan.

“Kau membuat skandal lagi? Aku tahu Yoona menjenguk mu dirumah sakit, iakan?” sidik Lee Soo Man.

“Kapan kau akan berhenti membuat skandal? Huh?” sabungnya

Siwon menghela nafas. “Apa lagi ini?”

“Heii Siwon-ssi, apa kau mendengarku?” Tegas Lee Soo Man.

“Siwon-ssii????” ulang Lee Soo Man

Siwon  terdiam dalam amarahnya. Terdengar suara Lee Soo Man yang sedang murka. Managernya itu murka karena Ia tak menggubris perkataannya sama sekali. Dan tanpa mengakhiri teleponnya lebih dulu, Ia dengan cepat melepas paksa  earphone yang melekat ditelinganya.  Namja itu juga melepas dengan kasar  baterai handphone yang digenggamnya. Kemudian dengan keras membanting handphone itu pada bangku samping kemudi..

“AKHHH” Siwon memukul kemudinya dengan sekeras kerasnya. Ia lalu mengacak rambutnya frustasi. Saking frustasinya, Ia langsung menancap gas  lalu mengemudikan  mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hingga terdengar suara mengaung dari ban mobilnya.

Skandal? Yoona? Skandal? Yoona? Siwon merasa sangat tertekan akibat skandal yang akhir akhir ini menimpanya. Ia pun mulai bertanya-tanya tanya tentang perasaannya saat terkena skandal dengan Yoona. Bukankah dulu Siwon senang jika dirinya terlibat skandal dengan Yoona? Mengapa juga sekarang ia harus marah?

Siwon mulai dilanda rasa ketakutan. Ketakutan jika sooyoung melihat skandalnya lagi. Siwon takut Sooyoung membencinya atau menganggapnya sebagai seorang yang suka mempermainkan wanita. Tunggu!! Kenapa juga Namja itu harus peduli? Sooyoung bukan siapa siapanya, ia hanya Yeojachingu gadungan untuk menjaga image-nya, tidak lebih.

Siwon makin bingung dengan perasanya sendiri. Kebingungan itu telah membuat tangan Siwon secara refleks membanting stir. Mengarahkan stirnya kesuatu tempat..

Siwon masuk menuju sebuah tempat. Sebut saja itu Cafe. Suasana di cafe itu tidak lain adalah “sangat berisik” siwon mengerjapkan matanya saat lampu sorot yang berkelap kelip dimana mana menusuk manik matanya.

“AWWW” pekik seorang yeoja bersuara cempreng.. Benar saja, Siwon menabrak seseorang.

“Mian” Siwon tertunduk lesu lalu kembali melanjutkan langkahnya tanpa menatap yeoja yang ditabraknya tadi.

Yeoja itu berdiri mematung. Ia seperti tengah mengingat sesuatu. “Dia seperti??? Choi Siwon??hhha??” yeoja itu kembali memekik. Kemudian yeoja itu mengambil sebuah handphone dari dalam tasnya lalu menelpon seseorang. Ia  pun segera  mencari tempat yang sepi dan sunyi. Yeoja itu menuju toilet. Menempelkan handphone kebagian kanan telinganya dan menunggu seseorang disana mengangkat telepon darinya.

“Yoboseyo” Terdengar suara dari seberang sana, terasa sangat bising.

“Kau sudah pulang? pasti belum!” Katanya tanpa menyapa dan sedikit berbasa basi.

“Sica-ah…” sahut seorang ditelepon.

……………………….

Sooyoung masuk kesebuah Cafe. Cafe tempat Jessica, temannya, bekerja sebagai penyanyi. Jessica baru saja menelponnya bahwa temannya itu baru saja melihat Siwon di tempat ini. Sooyoung mulai menggerutu tak jelas. Bagaimana bisa Siwon bisa datang ke tempat ini? Bukankah Namja itu sedang sakit?

Sooyoung mendengak kekanan dan kekiri. Ia hendak mencari sosok Choi Siwon yang katanya datang ketempat ini.

“drtttt” Satu pesan singkat masuk kehandphone Sooyoung.

From : Jessica

(Sooyoung-ah. Siwon sedang berada di depan panggung agak  kekiri, cepatlah! )

Sooyoung membaca pesan dari Jessica. Usai membaca pesan itu, Sooyoung langsung mencari lokasi tersebut, di depan panggung yang agak kekiri. Sooyoung sepertinya mulai menemukannya. Dengan langkah seribu, Sooyoung beranjak menghampiri Siwon. Terlihat dari dekat, Namja itu jelas sedang minum. “Apa yang kau lakukan, siwon-ssi?” Sooyoung bergumam.

“Yak!! Kau sedang apa, huh?” Seru Sooyoung yang langsung mengambil posisi disamping Siwon.

“s-ss-oyoung –ah” Gumamnya tergagap melihat kehadiran Sooyoung.

Siwon menatap yeoja itu sekilas lalu  kembali tertunduk. Perlahan tangannya mulai menuang sebotol arak. Menuangkannya pada sebuah gelas lalu menegguknya hingga tak tersisa setetes pun.

“Apa maksudmu bersikap seperti ini? Bukankah seharusnya kau istirahat?” Ujar Sooyoung dengan wajah cemasnya.

“Apa pedulimu?” ucap  Siwon  dengan nada datar dan tanpa melihat kearah Sooyoung.

“Apa?” Sooyoung mengerutkan keningnya lekat.

“kau bukan siapa-siapa ku….”  ucapnya datar

Sooyoung seakan hampir membeku dengan sikap dingin namja didepannya.

“Apa?” Sooyoung berusaha mencerna kalimat Siwon barusan.

Siwon menghela nafas panjang sambil menatap mata Sooyoung lekat-lekat. Tatapan mata Sooyoung padanya semakin membuat namja itu tersesat. Tersasat dalam Perasaan yang kian menyesakkan dada-nya.

“Hey Choi Sooyoung-ssi!!! mulai sekarang, kau tak perlu lagi repot-repot mempedulikanku , KAU HARUSNYA MEMBENCIKU, KAU MEMBUATKU BINGUNG JIKA SIKAPMU SEPERTI INI KAU TAHU?” Seru Siwon tiba-tiba.

“KENAPA KAU TIBA-TIBA MUNCUL? KENAPA PERASAANKU JADI BEGINI?KENAPA HARUS ADA MASALAH?” Siwon tak berhenti hentinya bertanya-tanya sendiri. Entah dengan siapa.

Tubuh sooyoung mendadak kaku. Melihat keadaan Siwon yang sekarang membuatnya tak tega, “Sebenarnya masalah apa yang menimpanya? Mengapa bertindak sampai separah ini?” Gumam Sooyoung dalam hati.

Siwon hendak menuangkan botol araknya kesebuah gelas. Gelas yang mungkin sudah beberapa kali dituangi arak. Sooyoung  memandangi siwon yang mulai menenggak gelas arak-nya secara terus menerus. Menenggak araknya dengan wajah frustasi. Apakah ini karena sebuah skandal? Lalu,  bukankah mabuk mabukan malah akan menambah daftar skandalnya?

Siwon terlihat agak sempoyongan. Segelas arak sudah jelas akan membuatnya mabuk ringan. Dua gelas akan membuatnya  mabuk sedang dan tiga gelas akan membuatnya mabuk berat. Begitu seterusnya sampai membuatnya tumbang.

“Siwon-ssi hentikan!!!” cegah Sooyoung yang hanya dibalas oleh tatapan sinis Siwon. Namja itu kembali menenggak araknya. Menenggaknya dengan cepat. Secepat tatapan panas Sooyoung yang langsung diarahkan padanya. Tatapan panas dari Sooyoung tampak tak dipedulikannya sama sekali. Namja itu malah terus menuang arak kedalam gelasnya…

“HENTIKAAAAAN!!!!” Jerit Sooyoung yang membuat Siwon dan juga semua orang tercengat.

Sooyoung dengan cepat merampas dengan paksa botol arak dari tangan Siwon. Botol arak yang baru saja akan dituang oleh namja itu kedalam gelas miliknya.

“Sooyoung-ah !!! heeyyy” Panik Siwon berusaha merebut botol arak yang dirampas Sooyoung darinya. Namun, Sepertinya Siwon terlambat mengendalikan situasi. Yeoja itu telah meneggak habis arak yang tersisa setengah dalam botol itu. Meneggak habis tanpa tersisa setetes pun.

Siwon  membulatkan matanya lekat-lekat. Kejadian ini begitu tiba-tiba. Sangat mendadak dan diluar dugaannya…

“Siwon-ssi aku sudah menghabiskan minumanmu, kumohon jangan minum lagi!!!” Sooyoung mengerjap-erjapkan matanya.  Benar saja,  yeoja itu mulai mabuk.

“Sooyoung-ah, apa yang kau lakukan??” cemas siwon sambil menepuk nepuk kedua pipi Sooyoung. Sooyoung hanya tersenyum sempoyongan.

“Heheeehe, kau ini lucu sekali, kenapa? Kau kkkhawatir pda kuuu? Hha???”  Gerutu Sooyoung  dengan gerakan melayang.

“Sooyoung-ah jangan bercanda!!!” sahut Siwon sambil mengguncang guncang tubuh lunglai Sooyoung.

“Mwo??? Bercanda?? Bukannya kau yang selalu bermain main padaku?? Hahhha? Kau menyuruhku membersihkan apartemenmu yang tak pernah kau bersihkan!! Menyuruhku mengangkut barang barangmu lalu ditambah dengan sikap semena menamu padaku, itu membuatku muakkk.. kau tahu?? Menjadi yeojachingumu ternyata sangat melelahkan.. hahhaaa” Sooyoung tertawa tawa sendiri. Membuat Siwon tak mampu berkedip sama sekali.

“Aku harus melindungimu dari skandal, bukankah itu tugasku yang sebenarnya???? Hhahahaha” Sooyoung tertawa lepas tanpa ada satupun hal yang lucu.

Bibir Siwon tiba-tiba tercekat. Tercekat mendengar ucapan Sooyoung barusan. Sebuah kenyataan baru saja disadarinya. Kenyataan bahwa selama ini Sooyoung-lah yang melindungi dirinya dari berbagai macam skandal. Skandal tentang cincin itu, tantang melamar seorang yeoja dan skandalnya dengan Yoona.  Dan juga untuk hari ini. Sooyoung-lah yang menutupi image-nya yang buruk.

Siwon kembali menahan perasaan di-dadanya  yang kian menyesak hingga membuatnya sulit untuk bernafas…..Ia merasa seperti menjadi orang yang…tidak berguna..

“Mianhe” Gumam Siwon lemah, mendekapkan tubuh lunglai Sooyoung kedalam pelukannya. Siwon bergumam sambil memeluk erat tubuh  yeoja itu  “Mianhe, jeongmal mianhe, Sooyoung-ah”

“Heiyyyaaakk, kau ini sedang apa???” Ucap Sooyoung mendorong tubuh Siwon dengan gerakan sempoyongan. Sooyoung tersenyum pada Siwon. Senyum dengan tatapan kosong…

“Kurasa  Aku sudah gilaaaaa!!!, kau sudah gila Choi Sooyoung!!! Hahaha…” Sooyoung kembali tertawa-tawa.

Hingga akhirnya Jessica datang. Teman Sooyoung itu ternyata tidak sendiri. Ia datang bersama seorang yang ternyata adalah namja misterius yang pernah dilihatnya berboncengan dengan Sooyoung. Siwon mendelik ketika melihat namja itu sudah berdiri tepat dihadapannya. Namja itu menatap Siwon dengan tatapan membunuh. Seolah ia dapat menerkam siapa pun dan kapan pun.

“YAAAKKK, APA YANG KAU LAKUKAN PADA URI-SOOYOUNG???” Seru namja itu sambil menarik kerah baju siwon.

“Sudah, stopppp!!!” Lerai Jessica.

“Eunhyuk oppa, jangan buat keributan disini!! Cepat bawa Sooyoung pulang, MENGERTI??” Pinta Jessica. Membuat namja yang bernama Eunhyuk itu luluh dan langsung melepas cengkramannya dari leher Siwon.

“Ayo kita pegi!!!” ucap Eunhyuk menuntun Sooyoung yang sedang mabuk..

“Eunhyuk Oppa ?..haaa tak kusangka kau begitu peduli padaku… Aku berharap aku akan mendapat Namjachingu sepertimu, hooooo” kata Sooyoung dengan intonasi naik turun.

“Kau ini bicara apa??” Eunhyuk dengan menyeret Sooyoung keluar dari cafe itu.

Siwon membetulkan kerah kemejanya yang berantakan. Lalu, membiarkan namja itu membawa Sooyoung pergi, tepatnya membiarkan namja itu menuntun Sooyoung keluar. Terihat Jessica  yang masih terus menatap punggung Eunhyuk dan Sooyoung dengan tatapan cemas.

Siwon menundukkan wajahnya dengan penuh penyesalan. Sebuah penyesalan karena tak bisa berbuat  sesuatu untuk Sooyoung. Dan malah membiarkan namja itu membawanya pergi.

Siwon menghela nafas pelan,  kemudian menggitit bibir bawahnya. Dengan sedikit keraguan, Siwon memberanikan diri untuk menanyakan sesuatu pada teman Sooyoung, Jessica.

“Mian, apakah aku boleh bertanya sesuatu?” tanya Siwon pada Jessica yang sedang melihat kearah pintu keluar.

“Wae?” Jesicca menatap Siwon dengan tatapan dingin dan sinisnya.

“Sebenarnya apa hubungan namja itu, hmm… maksudku Eunhyuk dengan Sooyoung?” Tanya Siwon sedikit ragu.

“Mwo?”

“Maksudku sedekat apa hubungan mereka?”

“Hmmmm… merekaaaa, sangat akrab dan kurasa, kau harus berhati hati mulai dari sekarang” ancam Jessica.

Siwon terdiam. Terdiam dalam perasaan herannya pada Sica yang seolah sangat tanggap membaca maksudnya..

“Anyooo, bukan begitu maksudku… Aku..” Siwon menyangkal.

“Kau cemburu?” terka Jessica sambil terkekeh pelan.

“Apa?”

“Sudahlah, setelah ini aku akan perform, jadi aku harus kesana… bye bye” Jessica menunjuk kearah panggung sambil mengibaskan tangannya pada Siwon.

……………….

Eunhyuk yang sedang memapah Sooyoung akhinya masuk kedalam mobil. Mobil yang ternyata adalah, mobil sedan rongsok Jessica yang telah dimodifikasi oleh Eunhyuk. Mobil itu dibeli oleh Eunhyuk melalui Sooyoung.

“Eunhyuk oppa? Sejak kapan kau punya mobil? hhaha” ucap sooyoung  sempoyongan.

“Sudahlah masuk sajaa” Eunhyuk mengangkat tubuh Sooyoung keatas mobil. Namja itu mulai menjalankan kemudinya…

“Tapi Oppa,, kurasa aku sudah gila!!! Aku gila!! aku menyukai namja bodoh itu, hahahaha” Sooyoung kembali tertawa renyah..

“Sooyoung-ah, kau benar-benar mabuk!!! Kau bahkan tidak mengingat bahwa kaulah yang menjual mobil ini padaku!!”  Ujar Eunhyuk prihatin.

“AKU GILA OPPAA!!!! AKU GILAAAA” Teriak Sooyoung sepanjang perjalanan.

……………………….

Sooyoung masih meringkuk diatas ranjangnya. Ia mendengak keatas sambil memegang kepalanya yang terasa berat. Yeoja itu kemudian meraba-raba kasur empuknya. Sepertinya  ia  tak menemukan benda yang dicarinya. Perlahan tangannya mulai berpindah beraba-raba meja disamping kiri kasurya. Benda yang dicarinya tetap tak ada.

Sooyoung bangun dan melihat suasana disekitarnya.

“Aww” Pekik Sooyoung ketika merasa seolah sebuah batu sedang bergelinding diatas kepalanya. Apa yang terjadi? Kenapa kepalaku berat sekali?

Sooyoung menggelengkan kepalanya pelan. Kepala yang terasa sangat berat dan kaku. Sooyoung memutar ulang pikirannya untuk kembali ke-peristiwa apa yang baru saja menimpanya. Peristiwa Kemarin siang, sore dan malam. Semuanya terjadi begitu cepat.

Sooyoung melirik samar-samar jam dinding kamarnya. Sudah menunjukkan pukul  11.45. OMO!!! Ia memekik. Yeoja itu menyipitkan matanya, berharap penglihatannya-lah yang salah melihat jam. Ternyata tidak, ini memang sudah siang.

Sooyoung mengamati keadaan diluar. Sangat sepi dan sunyi. “Dimana Jessica? “ gumam Sooyoung.

Sooyoung menjajakkan kakinya keruang tengah. “Kosong” . Tak ada siapa pun disana. Perlahan mata Sooyoung mulai menangkap ada sesuatu diatas meja makan. Sudah  tersaji bubur labu kuning dan ikan panggang. Terdapat pula sepucuk surat yang tertindih dibawah mangkuk.

“Sooyoung-ah, aku berangkat dulu!  hari ini aku ada job di cafe jadi tak apa kan, jika kau kutinggal? Istirahatlah Sooyoung, Jaga kesehatanmu. Jessica”

Sooyoung membaca pesan Jessica dengan wajah lesu. Ia menunduk, menatap makanan yang ada diatas meja. Tak ada selera untuk memakannya. Sooyoung tiba tiba mendengak berusaha mengingat sesuatu. Bukakah pagi ini harusnya Ia harus melakukan kegiatan bersih-bersih dirumah Siwon? Oh,iya! Bagaimana keadaan Siwon sekarang? Pertanyaan-pertanyaan  itu mulai mengerogoti pikirannya.

…………………………………

Sooyoung bangkit dari posisinya. Dengan cepat Sooyoung langsung berlari mencari handphonenya. Yeoja itu mulai gusar dan terus mencari-cari handphonenya diatas ranjang, meja kamar bahkan sampai ke kolong tempat tidur namun, benda itu tetap tidak ada.

Sooyoung menghela nafas. Ia kesal karena tidak bisa menemukan handphonenya. Ia pun memukul pelan pinggulnya. Sepertinya ada sesuatu yang mengganjal. Ia merogoh sakunya. Benar, benda yang dicarinya ternyata ada didalam saku celananya.

Sooyoung memukul keningnya lekat-lekat. Ia kemudian mulai mengeluarkan handphone itu dari sakunya dan perlahan mulai  mencari nama Choi Siwon di-menu kontaknya.

“Yoboseo” Terdengar suara siwon dari ujung sana. Nampak sebuah senyuman tersungging bebas dibibir Sooyoung. Yeoja itu menarik nafasnya pelan.

“Si….”

“Sooyoung-ssi bisakah kau kesini?” sela siwon dengan suara yang sedikit terbawa angin. Suara namja itu  malah terdengar seperti  sedang menggerutu.

Sooyoung  menghela nafas “Baiklah !” Setuju Sooyoung pasrah lalu dengan segera memutus sambungan teleponnya. Ia bahkan belum menanyakan keadaannya. Ia belum sempat berbasa basi atau menanyakan apapun. Namja itu  mendadak menyela sebelum Sooyoung menanyakan hal hal seperti, bagaimana kabarmu? Apakah kau sudah makan? Apa kepalamu masih sakit? Dan hal hal kecil lainnya. Kelakuan Siwon yang satu itu sepertinya mulai membuatnya kesal.

……………………………

Siwon sibuk membolak balik handphonenya. Layar handphone itu menunjukkan pukul 11.58, bahkan sudah sesiang ini namun, sosok Sooyoung tak juga muncul. Ketidakmunculan Sooyoung di apatemennya telah membuat Siwon menjadi uring uringan. Apakah yeoja itu sakit? Atau masih marah dengan peristiwa kemarin? Entahlah.

Dengan tanpa komando dari otaknya,  Siwon langsung mencari nama ‘Sooyoung’ dikontak handphonenya namun tiba tiba saja orang yang akan dihubunginya itu, sudah lebih dulu menelphonnnya. Namja itu pun buru buru mengangkatnya.

“Yoboseo” Sapa Siwon dengan perasaan cemas.

Saat siwon sedang menerima telepon dari sooyoung, seseorang  tiba tiba mendekat  dan membisikkan sesuatu ke telinga namja itu.

“Siwon-ssi  jika itu sooyoung, suruh  dia kesini !!” bisik Lee Soo Man dengan wajah sangarnya. Manager Siwon itu  mamang bisa berubah  menjadi pembunuh, jika salah satu artinya terlibat sebuah skandal.

Siwon tertunduk lesu dan langsung menyela walaupun ia merasa sepertinya yeoja itu hendak mengatakan sesuatu.

“Sooyoung-ssi bisakah kau kesini?” Intonasi Siwon terdengar naik turun.

Siwon mengigit bibir bawahnya. Baru saja ia ingin menayakan kabar Sooyoung, ingin mendengar apakah yeoja itu baik baik saja, menanyakan dia sedang apa, apakah Sooyoung masih marah padanya dan hal hal semacam itu. Namun kehadiran managernya itu membuat Siwon merasa terganggu. Pagi tadi manager Lee mulai memperlihatkan aura pembunuhnya.  Pasalnya Siwon baru saja terlibat skandal  yang kali ini melibatkan Sooyoung.

“Baiklah” Jawab Sooyoung lemas. Siwon pun mulai menghawatirkan keadaan Sooyoung. Khawatir jika Sooyoung memang sedang sakit. Ingin rasanya namja itu berlari ketempat Sooyoung sekarang juga, namun para wartawan mungkin akan mengintainya. Secara otomatis, Sooyoung pasti akan terganggu dengan hal itu.

“Sooy…” kalimat siwon terhenti.  Yeoja itu telah lebih dulu mematikan sambungan teleponnya. “Sooyoung-ah kau tak perlu kesini  bila keadaanmu belum membaik” Siwon memikirkan kalimat yang nyaris diucapkannya.

Lee Soo Man duduk dengan tatapan tajamnya. Ia sekarang sedang duduk berhadapan dengan Siwon. Terlihat urat uratnya mulai menegang. Lee Soo Man mengangkat sudut  bibirnya sambil menahan nafasnya yang  terdengar sesak.

“Kau tahu apa lagi yang kau ciptakan ini Choi Siwon?”

“Mianhamnida”

“Kau selalu berkata seperti itu.. kau tahu? Aku bahkan harus pulang ke Korea walaupun belum genap sehari di Jepang dan kau pikir ini masalah kecil?”

Lee Sooman menghembuskan nafas perlahan. Namja itu berusaha meredam emosinya yang terasa  kian meledak. Emosi Lee SSoo Man sepertinya telah berada pada tingkat puncak. Bagaimana tidak, setelah skandal Siwon yang dicium oleh Yoona dan skandal  Siwon yang dijenguk oleh Yoona dirumah sakit, sekarang telah muncul skandal baru.

Sebuah skandal  baru menyebutkan bahwa Siwon dan Sooyoung telah putus setelah sebelumnya mereka terlihat sedang bertengakar hebat disebuah kafe. Dan pertengkaran mereka disinyalir karena orang ketiga, yaitu Yoona. Lee Soo Man merasa hal  ini jelas telah merusak image Siwon. Image sebagai namja yang cool dan mainly. Sekarang artisnya itu malah dicap sebagai playboy. Anggapan itu sepertinya sangat berpengaruh besar pada rating drama maupun produk  iklan yang  sedang dibintanginya.

“Walaupun ini belum genap tiga bulan, kau harus secepatnya memutuskan hubunganmu dengan Sooyoung”

Siwon mendelik, “Apa?!

“Kita harus secepatnya menyuruh yeoja itu membuat skandal perselingkuhan, dengan begitu kalian impas dan image mu pun tak akan terlalu tercemar”

“Aku tahu ! Tapi  bagimana dengan sooyoung? Bagaimana jika hidupnya tidak tenang karenaku? Kau jangan egois!” Tanggap Siwon.

“Kau yang egois!! Skandal ini terjadi karena ulahmu, jika image mu jatuh, kariermu akan berakhir!!” Sahut Lee Soo Man tak mau kalah.

“Aku tidak peduli!!”

“Lalu sekarang apa yang kau pedulikan?” timpal Lee Soman

Siwon tercekat “Aku..”

“Bagaimana pun Yeoja itu juga telah menyetujui skandal perselingkuhan itu bukan? Kau tak perlu khawatir!! lama kelamaan orang orang juga akan melupakan kasus itu” Lee Soo Man menghasut.

Siwon menatap tajam namja didepannya, “Lalu bagaimana jika orang orang tetap membenci Sooyoung?”

“Itu tidak akan terjadi Choi Siwon! Kau tak usah berpikir yang tidak tidak!!” ujar Lee Soman dengan entengnya. “lagi pula Sooyoung hanyalah orang biasa, tidak akan terjadi apa apa dengannya jadi, untuk apa kau memikirkannya?? Pikirkanlah dirimu sendiri!”

Emosi siwon kian menanjak ketika mendengar managernya berkata seperti itu…

“Apa? Kau bilang apa?”

Siwon menarik nafas panjang, “LALU BAGAIMANA JIKA SOOYOUNG BERADA DALAM BAHAYA? BAGAIMANA JIKA SOOYOUNG  TERUS DIKUCILAKAN ORANG ORANG? BERHENTILAH MEMBUATKU MENJADI SEPERTI  LAYAKNYA ‘PENGECUT’. KAU TERUS TERUSAN MEMAKSAKU UNTUK BERLINDUNG DIBELAKANG YEOJA!!!  MENGAPA KAU TAK JUGA SADAR DENGAN SIKAPMU?” Bentak siwon pada Lee Soo Man.

“MWO? APA KAU BILANG? AKU MEMAKSAMU MENJADI PENGECUT? BERLINDUNG DIBELAKANG YEOJA? AKU SEPERTI ITU DEMI KEBAIKANMU, KAU SELALU MEMBUAT SKANDAL YANG MEMBAHAYAKAN DIRIMU SENDIRI !!!” Balas Lee  Soo Man.

“AKU HANYA  MENYUKAI SEORANG YEOJA!!! KAU BILANG ITU MEMBAHAYAKAN DIRIKU? AKU HANYA INGIN MELINDUNGI SEORANG YEOJA TAPI KAU MEMBUATKU TAMPAK BURUK !!!”

Sooman  terdiam dalam pikirannya. Perlahan ia pun mulai menyadari sesuatu. Sadar jika mungkin perasaan Siwon kini telah berubah.

“Sekarang katakan padaku, apakah kau menyukai Choi Sooyoung??? Ayo katakan APAKAH KAU MENYUKAINYA? HUHH?”

“IYAA, AKU MEMANG MENYUKAI SOOYOUNG.. DAN KUMOHON KAU JANGAN LAGI MENGGANGGUNYA!” Tegas siwon.

Siwon beranjak meninggalkan Lee Sooman yang masih terdiam menahan amarahnya. Namja itu dengan segera menarik knop pintu  apartemennya dengan kasar dan…

“Sooyoung-ah??” Siwon terdiam seribu bahasa.

………………………….

Dengan langkah lunglai, sooyoung berjalan menuju apartemen Siwon.  Badannya masih terasa lesu. Mungkin bisa dikatakan, kondisinya belum sepenuhnya vit. Sooyoung nampak tak ingin memanjakan penyakitnya. Lagi pula hari ini yeoja itu harus  bekerja. Jadi tak ada alasan baginya untuk bermalas- malasan.

Sooyoung menaiki lift dan akhirnya sampai tepat didepan pintu apartement Choi Siwon. Kedengaranya didalam sangat ramai. Apakah namja itu sedang kedatangan tamu? Pikir Sooyoung.

Tak ingin berlama lama Sooyoung hendak membuka pintu yang sepertinya tidak terkunci. Yeoja itu memang melihat pintu apartemen siwon sedikit terbuka. Baru saja Sooyoung ingin memegang knop pintu, pintu itu tiba tiba saja terdorong kebelakang. Pertanda ada yang menariknya dari dalam..

“Sooyoung-ah” gumam seorang namja. Namja yang ternyata adalah Siwon. Siwon tak bergerak seama sekali. Namja itu berdiri  mematung dan terus menatap Sooyoung.

“Kau mau keluar?” Tanya Sooyoung berusaha menyadarkan Siwon yang masih berdiri mematung.

Tanpa menjawab pertanyaan Sooyoung, Siwon langsung menarik lengan yeoja itu menjauh dari pintu apartemennya. Siwon menyeret tangan Sooyoung hingga ke depan lift. Sooyoung memekik. Yeoja itu meringis kesakitan karena Siwon barus saja menarik tangannya dengan kasar.

“Hei, kau kenapa?” Sooyoung menatap heran namja didepannya.

“Sebaiknya kau pulang!!!” perintah Siwon dengan nada datar.

“Apa? Pulang? lalu untuk apa kau menyuruhku kemari!!!” Sooyoung mengerutkan keningnya sambil menatap kesal.

“Sooyoung-ah kumohon kau pulang!”

“Ia, tapi…”

“KENAPA KAU SUSAH SEKALI SIH? KALAU AKU BILANG PULANG, KAU PULANG SAJA !!!” bentak Siwon tiba tiba yang membuat Sooyoung kaget setengah mati.

Sooyoung menatap namja didepannya lekat lekat. Ia sesekali mengalihkan pandangannya kesamping  sambil menghembuskan nafasnya keras.

“Baiklah, baiklah, aku juga tidak ingin menganggumu!!! Selamat siang!! Aku pergi!!” Seru Sooyoung dengan penuh kekesalan, Yeoja itu akhirnya pergi  dengan menaiki sebuah lift didepannya.

Siwon menatap punggung Sooyoung yang akan menaiki sebuah lift. Lift itu akhirnya terbuka. Yeoja itu masuk sambil meringkukkan wajahnya dengan penuh kekesalan. Ia juga sempat menjulurkan lidahnya kearah Siwon saat lifft itu mulai tertutup.

“Mianhe Sooyoung-ah, aku tidak bermaksud berkata seperti itu padamu” sesal Siwon.

“AKHHHH…”Siwon mengacak rambutnya. Namja itu sepertinya bertambah frustasi karena sikapnya pada Sooyoung barusan.

Siwon memejamkan kedua matanya.Tiba tiba seseorang menggenggam pundaknya dari belakang.

“Siwon-ssi” Gumam seseorang yang membuat Siwon berbalik.

“Manager Lee?” sinis Siwon.

Lee sooman mentap Siwon sekilas.

“Kau benar benar meyukainya?” ucap Lee Sooman yang hanya ditanggapi dengan tatapan dingin oleh Siwon.

Lee Sooman tertawa kecil sambil berkata “Perjuangkanlah cintamu, Nak!”

Lee Sooman menepuk pundak Siwon. Siwon hanya tercengang  dengan ucapan managernya barusan. Entah mengapa, seulas senyum simpul tersungging dibibir Siwon. Namja itu seakan senang mendengar ucapan Lee Sooman yang bisa dikatakan telah menyetujui semuanya.

“Aku mendukungmu !!! ini lebih baik dari pada kau terus terusan membuat skandal!!” ujar lee Sooman walaupun dengan wajah pembunuhnya namun, Siwon yakin managernya itu hendak menggodanya.

Lee Sooman akhirnya masuk kedalam lift. Siwon menunduk memberi salam. Hingga akhirnya pintu lift itu tertutup.

………………………….

Sooyoung masih berdecak kesal dengan sikap Siwon barusan. Ia pun mulai bertanya tanya dalam hatinya. Apakah Siwon  bersikap seperti itu karena sebuah skandal? Dan menjadikan dirinya sebagai pelampiasan? atau entahlah. Selama ini Sooyoung harus menjalankan perannya untuk menutupi skandal Choi Siwon namun, namja itu malah seenak dengkulnya membuat skandal baru. Mungkin akan lebih baik jika Sooyoung menendang wajah Siwon sekarang juga.

Sooyoung mendudukkan tubuhnya di sebuah  halte. Yeoja itu menarik nafas dan membuangnya dengan perlahan. Ia  sedang berusaha mengontrol emosinya yang kian meluap. Sebelum kemarahannya memuncak, ada baiknya jika Sooyoung harus berusaha memahami kondisi psikis Siwon sekarang. Seorang artis yang sedang naik daun tengah tertimpa sebuah skandal? Mungkin Sooyoung  harusnya memahami itu.

Sooyoung merogoh sakunya dan mengambil sebuah handphone-nya. Tangannya lalu dengan cepat mengetik sebuah pesan lalu mengirimkannya pada seseorang. Entah berapa pesan yang sudah diketiknya. Yang jelas Sooyoung mengirimkan pesan itu secara membabi buta.

“mianhe Siwon-ssi, mungkin kotak pesanmu akan penuh, hehehheee” Gumam Sooyoung sambil terkekeh.

………………..

Siwon sedang sibuk dengan kemudinya.  Tiba tiba ponselnya berdering. Dengan mata yang  masih lurus kedepan, Siwon sesekali melihat layar hanphonenya. Terlihat sebuah kiriman pesan dari seseorang. “Sooyoung?” Gumam Siwon saat melihat nama sang pengirim pesan adalah Sooyoung.

Siwon  memberhentikan  mobilnya ketepi jalan. Dengan wajah penasaran namja itu membuka pesan yang dikirimkan oleh Sooyoung untuknya.

“Marah bisa membuatmu cepat tua”

“Kurasa uban dikepalamu semakin banyak”

“Api kemarahanmu itu bisa saja membakar serangga  yang lewat”

 “Sebaiknya kau mengundurkan diri  dari profesi keartisanmu. Kau tahu? profesi sebagai pawang hantu sepertinya lebih cocok untukmu.  Kurasa hantu hantu itu akan berteriak histeris  jika melihat wajahmu yang sedang marah”

“Ekspresi kemarahanmu itu mengingatkanku pada seorang kakek yang tinggal di samping rumahku”

“Aku tinggal menaruh tanduk diwajahmu, dengan begitu kau terlihat mirip dengan tokoh evil difilm-film kartun”

“Kemarahanmu yang gampang meledak itu bisa mengundang polisi datang”

“Tersenyumlah, sebelum sebuah tinju melayang kewajahmu”

Siwon terus tersenyum membaca pesan dari Sooyoung. Senyum yang tak henti hentinya menghinggap dibibir namja itu. Sekarang ia nampak seperti seseorang yang sedang mengidap gangguan jiwa. Jangan salahkan Siwon, karena Sooyoung-lah yang membuatnya menjadi seperti ini.

“Yoboseyo” Siwon akhirnya menelpon Sooyoung. Namja itu berniat meminta maaf karena perlakuannya pada Sooyoung saat di apartemen tadi.

“Yoboseyo” Sapa seorang yeoja.

“Sooyoung-ah, kau dimana?”

“Aku? Aku sedang bersama Eunhyuk oppa, memangnya kenapa?” heran Sooyoung.

“Mwo?? Sekarang katakan kau dimana!” ujar Siwon dengan nada seperti hendak mengancam.

“Aku? Sedang di restaurant ramen!” Jawab Sooyoung santai.

“Kalau begitu tunggu aku! Aku akan menuju kesana” Siwon dengan cepat memutus sambungan teleponnya. Ia lalu menancap gas mobilnya menuju tempat dimana Sooyoung berada.

…………………….

Siwon tiba disebuah restaurant ramen. Restaurant tempat Sooyoung berada. Siwon kemudian turun dari mobil dan mulai mencari sosok Sooyoung. Namja itu baru saja ingin meghubungi ponsel Sooyoung namun, sudut matanya jelas menangkap sosok yeoja itu. Siwon menyipitkan matanya. Ia melihat sooyoung sedang duduk pada meja dekat jendela.

Begitu melihat sosok Sooyoung, Siwon pun hendak melangkahkan kakinya menuju  meja Sooyoung yang letaknya di dekat jendela. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat sosok namja yang seingatnya bernama Eunhyuk, datang menghampiri dan duduk beradapan dengan Sooyoung. Namja itu juga membawa setangkai mawar merah. Apa yang sebenarnya ia lakukan? Pikir Siwon.

Tak butuh waktu lama, Siwon langsung melangkahkan kakinya berjalan mengendap kesamping jendela yang terletak diluar restaurant. Siwon mulai memasang telinganya. Dari luar jendela Siwon mendengar suara mereka samar-samar. Namun, Suara itu masih jelas terdengar dalam pendengaran manusia.

“Sooyoung-ah, sekian lama kita berteman kurasa aku mulai menyukaimu”

“Oppa…”

“Saranghae Sooyoung-ah, maukah kau menjadi yeojachinguku dan menerima mawar ini?”

“Mmmm, kurasa kau adalah seorang namja yang baik jadi,..”

“jadi?”

“Nado Sarangheyo Oppa”

DEGGGGG… !!!!

Siwon baru saja mendengar sebuah percakapan. Percakapan yang berhasil membuat jantungnya terasa ingin melompat keluar.  Ia rasanya ingin mati saja. Mendengar yeoja yang belakangan disukainya ternyata telah menerima cinta namja lain. Sesakit inikah? Bahkan ini lebih sakit dibandingkan saat Yoona menolak lamarannya.

Apa yang harus dilakukannya sekarang? Melupakan Sooyoung? Semudah itukah?

.………..To be continued………

…Segitu dulu yah…

See you next part

Bye bye..

Jangan lupa RCL, ok :-)

18 thoughts on “SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 5)

  1. kimnaeul berkata:

    kyaaaa, siwon oppa suka sama soo unnie…
    Perjuangkan cintamu oppa..

    Soo unnie jadian sama hyuk oppa??
    Omo kasian siwon oppa..

    Nice chapter chingu, di tunggu lanjutannya, jangan lama lama

    • nanashafiyah berkata:

      Makasih chingu…
      Tentang Wonpa? mmm dia lagi patah hati… hehehee
      Wonpa dapet pendukung lagi tuh.. #Hyukpa jangan marah yahh…

      Makasih udah baca n coment…
      Jangan bosen2 nunggu yah chingu.. ~Gomawo~

  2. Han Eun Jin berkata:

    Annyeong..
    Yaaaaaaaaaaaaaaaaah~ masa Siwon oppa udah mau nyerah gitu aja=o=”
    Aaarrgh.. Aku frustasi :O
    Sipp.. Emosinya udah kebangun. Next part ditunggu^^

  3. JeSsyca Huanq berkata:

    KYAAAAAAA ~
    akhirnyaa Siwon oppa sadar kalo diaa suka sma Soo unnie ~
    yaaaa , koq Soo unnie jadian sichh sama hyukk oppa ?
    Siwon Oppa < Pertahankan cinta < rebut kembali Soo unnie ~

    FF yq baqus yaa chinqu ~
    lanjutannya jqan lama" yaa ~
    ^^

  4. Auralia Zalzabila berkata:

    Kenapa Peran Yoon d sini seperti d sinetron-sinetron..-_____-‘
    Tapi keren sihh..x)
    SooMan Ahjussi ngizinin..?Itu Ikhlas ga yaa..?? o.O aihh spertinya ada sesuatu di balik sikap sooman ahjussi..-___- Ahh sok tau sekali saya.. x) eehh thor bubur yang d makan sooyoung itu bubur apa yaa..?Yang gambar bungkusnya Orang lagi manncing bukann..?o.O Ahh Kayaknya Bukan dehh ~____~’ Nanti saya yang jual kalo ga ada..-__-‘
    SooHyuk..?o.O Andweeee..Meskipun saya juga suka Sooyoung Eunhyuk Tapi cintaku k soowon lebih besaarr.. x)
    Lanjutt jangan lama-lama Thorr~~ Fightingg~~^^

    • nanashafiyah berkata:

      hayy salam kenal juga, aku Nasha.. Makasih udah suka ama WP ini.. WP ini juga baru aku aktivin pas juni lalu, pdhal sih udah dibuat pas bln februari 12… Kekeke
      oh iya, gomawo udah bc n coment… Lanjutan ff ini segera aku post kok.. Tungguin loh, jng mpe bosen. Hehehe🙂

  5. irina.jung berkata:

    salah paham! Aku yakin iyakan thor? Soalny hyuk oppa kan suka sm hyo unnie. -.-” hadeh siwon oppa jgn ngmbek yaa, ini hanya salah paham. Lanjut next chap. SooWon is real! Guardians jjang! Author hwaiting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s