SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 4)

Image

Title : I Love You For a Reason…

Author : Nana Shafiyah a.k.a Nana/Nasha

Genre : Romance

Rating : General

Cast : SNSD  Sooyoung, Super Junior Siwon

Other Cast : SNSD  Yoona, SNSD Jessica, SNSD Tiffany, F(x) Krystal,  Super Junior  Eunhyuk, SNSD Hyoyeon, Lee Soo Man, Park Young Geum

Soundtrack : SNSD Taetiseo – Baby Step

                                 SUJU – My Only Girl

Annyonghaseoo…

Kali ini aku membawa lanjutan dari ff soowon yang kemarin…

Langsung ajjah yahh..

Semoga kalian suka !!!

Happy Reading All…

Part 4

Mencintaimu tanpa tanda tanya (?)…”I love you for a reason…”

“kau baik baik saja?” tanya Sooyoung khawatir. Sooyoung melihat wajah Yoona mendadak terlihat pucat. Apakah yeoja itu sakit? Pikir Sooyoung.

“Aku baik baik saja, kau tak perlu khawatir” jawab Yoona sambil tersenyum hambar.

Yoona terus memandangi Siwon yang sedang menyantap makananya. Menyantap makanannya tanpa berbicara dengannya sama sekali. Setidaknya Siwon menanyakan kabarnya, atau apa pun. Namja itu bahkan baru menatapnya sekali.

“Hei, kau tidak makan sayurannya?” protes Sooyoung saat melihat Siwon hanya memakan sup ayam.

“Aaa” mulut  Sooyoung kembali membentuk sebuah goa. Ia handak memasukkan segulung sayuran kemulut Siwon.

Siwon melirik Sooyoung yang sedang memegang segulung sayuran. Sooyoung menganga dan mulai membulatkan matanya, sebagai isyarat agar Siwon membuka mulutnya. Sooyoung kelihatan terus memaksa. jadi, sebelum yeoja itu menginjak kakinya sekali lagi, Siwon akhirnya membuka mulutnya. Dengan wajah pasrah akhirnya Siwon menelan habis sayuran yang dimasukkan Sooyoung kedalam mulutnya.

Yoona memandangi sebuah adegan yang baru saja terjadi didepannya. Adegan yang membuat hatinya perih. Pemandangan yang baru saja membuat matanya sakit. Yoona melihat Sooyoung memasukkan sayuran kedalam mulut Siwon. Dan dengan senang hati namja itu pun menurutinya. Apakah ada yang salah dengan penglihatannya? Sepengetahuannya, Siwon kurang menyukai sayuran. Ia bukanlah orang yang mudah untuk dipaksa. Sekarang demi yeoja itu, ia malah menelan habis sayuran itu.

Yoona kembali menyaksikan  sebuah pemandangan aneh. Yoona terus memandangi sudut mata Siwon.  Namja itu terlihat terus memperhatikan Sooyoung. Meskipun hanya sekilas, pemandangan itu terlihat sangat menyesakkan. Siwon sesekali tertunduk menyunggingkan senyumannya. Senyuman untuk Sooyoung, mungkin.

Seusai menyantap makan malam di apartemen Siwon, Sooyoung akhirnya berpamitan pada Siwon dan Yoona. Sooyoung melihat waktu sudah menunjukkan pukul 23.00. Ini sudah terlalu larut. Sooyoung takut Jessica menghawatirkannya. Jadi, ia pun memutuskan untuk pulang kerumahnya.

Sementara itu Yoona masih tetap tinggal bersama Siwon. Suasana hening kemudian datang menghinggapi mereka. Setelah kepergian Sooyoung, tak ada lagi suara suara yang terdengar. Hingga akhirnya Yoona mulai membuka pembicaraan.

“Bagaimana kabarmu?” Tanya Yoona lebih dulu.

“Seperti yang kau lihat, aku baik baik saja” jawab Siwon. “Dan kau? Bagaimana kabarmu?” tanya Siwon balik.

“Aku, tidak begitu baik” Yoona menundukkan wajahnya. Sejenak suasana menjadi hening.

“Kudengar kau baru saja datang dari Jepang?” tanya Siwon memecah keheningan.

“Iya, Aku baru saja tiba di Korea sore tadi, kau tahu? orang yang pertama ingin kutemui saat pertama kali tiba di Korea adalah Kau..”

Yoona menghela nafas sejenak,”Awalnya aku datang kemari ingin memberimu kejutan. Tapi, sepertinya Kau tidak terkejut” Katanya. Ucapannya itu langsung membuat  mata Siwon terbelakak.

“ah, any bukan seperti itu..”

“Sepertinya kedatanganku kemari membuatmu terganggu, mianhae.. ” sela Yoona memotong ucapan Siwon.

“Yoona-ah, Kau ini bicara apa?”

“Sebenarnya aku juga risih, datang kemari malam-malam begini… Tapi kurasa besok jadwalmu padat bukan? Mungkin aku juga harus menyelesaikan beberapa kontrak besok… jadi mumpung ada waktu aku kesini…”

Siwon tersenyum simpul, “Itulah resiko seorang public figure”

“Bukan itu juga, mmm…. aku sangat rindu padamu, bogosipho..” sambungnya.

“Apa?”

“Kau masih marah padaku?” sela Yoona tiba-tiba.

“Marah kenapa?”

“Setelah kejadian itu, maksudku saat kita terakhir kali bertemu, apakah kau masih marah padaku?” ulang Yoona kembali.

Siwon menundukkan wajah, “Any,,, aku hanya.. kecewa..”

Yoona mendengak. Mencoba melihat  pancaran sinar mata namja didepannya. Berharap segalanya masih sama seperti dulu.

“Tapi bukankah itu hal yang biasa? Sekarang Aku baik baik saja” kata Siwon menyambung ucapannya.

Yoona mengangguk mengerti kemudian tesenyum miris,“Oh, begitukah?

“Ah, kenapa kau tak pernah menghubungiku saat di Jepang?” Siwon mencoba mengganti topik pembicaraan.

“Hhh, Aku.. mmm maksudku, belakangan kulihat orang-orang  begitu serius mempromosikan drama terbaru mereka di Jepang . jadi, kupikir kau juga sibuk mempromosikan sebuah drama, karena saat itu, promosi drama sedang gencar gencarnya dilakukan”  jelas Yoona memberi alasan.

“Kau benar, saat itu  aku juga sibuk melakukan promosi drama” Siwon mengangguk pelan.

Yoona menghela nafas “ Aku baru saja menolakmu, lalu bagaimana bisa aku berani menghubungimu..” batinnya.

“Siwon apakah Kau tahu? Aku sangat rindu hubungan Kita yang seperti dulu” Ujar Yoona sambil memandang lurus kedepan.

Siwon terkejut dengan ucapan Yoona, “Apa?”

“Hmmm, sudahlah sebaiknya Aku pulang, ini juga sudah terlalu malam” pamit Yoona membuyarkan lamunannya sendiri.

“Kau naik apa?”

“Aku naik mobil”

“Kalau begitu biar kuantar sampai parkiran”

“baiklah, terserah kau saja” setuju Yoona lalu bangkit dari tempat duduknya.

…………………

Siwon dan Yoona berjalan menuju parkiran. Yoona berjalan sambil memandangi  Siwon dengan sudut matanya. Siwon terlihat hanya memandang lurus kedepan. Hingga akhirnya mereka sampai di depan mobil yoona.

“Aku pulang dulu, Terimakasih telah mengantarku” Ujar yoona dengan senyum lebarnya

~CHU~

Yoona berjinjit lalu mencium pipi kanan siwon. Namja itu membelakakan matanya. Ia tidak menyangka jika Yoona menciumnya secara tiba-tiba. Siwon mematung dan membiarkan Yoona masuk ke dalam mobil lalu beranjak pergi meninggalkannya.

………………………

Jessica dan Sooyoung sedang memandang langit-langit kamarnya. Tentu saja, mereka sedang membahas tentang Siwon. Sooyoung terlihat sedang bercerita. Dan seperti biasa, Jessica serius mendengarkan setiap bagian dari cerita sooyoung.

“Kau tau, Hari ini Aku mengetahui sebuah rahasia besar.” Ungkap Sooyoung.

“Rahasia besar ? rahasia apa?” Jessica memasang wajah penasaran.

“Rahasia kalau ternyata artis setenar Choi Siwon takut dengan kobaran api” jelas Sooyoung.

“Lalu ?” Jessica mengangkat sebelah alisnya.

“Hah ? lalu? jadi Kau tidak terjekut ?” Sooyoung menatap Jessica dari samping.

“Untuk apa aku terkejut ? itukan hal yang wajar” jawab Jessica dengan entengnya.

“Setiap orang punya trauma tersendiri, mungkin kobaran api, mengingatkannya tentang sesuatu yang buruk.” Sambungnya.

“ Begitukah menurutmu ?” Sooyoung mengerutkan kening.

“Tentu saja ! sepertinya kaulah terlalu berlebihan mencemaskannya.” Terka Jessica

“Apa ?” Gumam Sooyoung.

“Oh ya ! Bagaimana dengan rencana yang kita susun ? Apakah dia sudah mendapat ganjaran ? atau Apakah dia sudah tidak semena-mena lagi ?” tanya Jessica

“Rencana itu sedikit gagal !” Jawab Sooyoung.

“Aku sudah mencoba bersifat agresif, Aku bahkan berhasil mempermalukannya..hahaha..” Sooyoung tertawa puas.

“Tapi, dengan sikapku yang seperti itu, dia tetap bersikap semena-mena. Heh, dia sama sekali tidak mencegatku saat Aku ingin turun di tengah jalan !” Sooyung kembali menjelaskan.

“Kau tau, dia bahkan menyuruhku membersihkan apartemennya dalam sekejap”lanjutnya.

“Apakah dia tidak jera ?” Heran Jessica

“Atau mungkin, Namja itu menyukai sikapmu, lalu ingin kau bersikap seperti itu sehingga ia menindasmu lagi ?” terka Jessica.

“Ya…pabo..!  tidak mungkin ada artis yang ingin dipermalukan terus menerus..” balas Sooyoung.

“Memangnya kenapa? Bisa saja kan?” timpal sica.

Sooyoung menggingit bibir bawahnya. Sejenak perasaan gundah mulai menerpanya. Perkataan namja itu terus mengutip dipikirannya. Siwon ingin agar dirinya bersikap berlebihan seperti itu? ceria mungkin ! Tapi, untuk apa dia peduli ?

“Oh ya ? lalu rencana kedua ?” tanya Sica kembali.

“Rencana kedua, Aku tidak tau apakah itu berhasil atau tidak.” Jawab Sooyoung.

“Bagaimana bisa kau tidak tau ?” heran Jessica.

“Saat aku mulai bersikap dingin padanya, Aku melihat Wajahnya yang ketakutan dan kebingungan, itu karena kobaran api, jadi aku tidak tega melanjutkan rencanku. Aku hanya Kasihan padanya.” Sooyoung tertunduk lesu, membayangkan wajah siwon saat kejadian itu.

“Hanya, ‘Kasihan’ ?” Tanya Jessica dengan menekan kata “Kasihan”

“Menurutmu ?”

“Kurasa kau terlalu peduli padanya, tapi, sudahlah, Sebaiknya Kau tidur” Jessica berbalik memunggungi sooyoung yang tengah sibuk membatin.

………………………..

Sooyoung bersiap menuju lokasi jumpa fans. Yeoja itu tengah sibuk memilih baju apa yang akan dikenakannya saat bertemu dengan Siwon. Sooyoung beberapa kali melihat pantulan dirinya dicermin. Sesekali ia tersenyum penuh arti.

“Tidak biasanya kau sesenang ini, biasanya  wajahmu suntuk saat akan bertemu dengan artis itu” Jessica memandangi Sooyoung yang sedang berdandan didepan cermin.

Sooyoung tak biasanya memakai make up. Untung saja Jessica adalah seorang penyanyi kafe. Jadi pastilah ia mempunyai peralatan make up. Peralatan itu kini sedang dipakai oleh Sooyoung. Bahkan Sooyoung meminta Jessica memakaikan make up diwajahnya, menata rambutya dan juga meminta Krystal meminjamkan gaun yang menurutnya paling feminim.

“Ada apa dengan Sooyoung eonni?” Krystal menatap heran kelakuan Sooyoung pagi ini.

“Apakah dia ingin berkencan?”

“Ah, atau jangan-jangan Sooyoung eonni ingin ke biro jodoh, dia kan sangat ingin punya pacar!” Terka Krystal terus menerus.

“Yak, sudahlah, pergi sana! Nanti kau terlambat ke sekolah” Sela Jessica dari belakang.

Krystal akhirnya menurut. Ia pergi dengan wajah yang masih penasaran. Jessica perlahan menatap punggung krystal sambil bercuap “ckckck, dasar anak kecil, selalu saja ingin tahu urusan orang dewasa.”

Sebuah tangan menepuk punggung Jessica dari belakang. Terlihat Sooyoung dengan penampilan baru sedang berdiri dibelakangnya. Penampilan yang feminim dipenuhi riasan. Wajah Jessica nyaris tak bergerak. Dengan serius Sooyoung mengamati wajah temannya. Memandangi Jessica yang sedang menatap tak percaya.

“Aku pergi dulu” pamit Sooyoung..

Jessica mengangguk kaku, “MMmm, pergilah..”

……………….

Sooyoung sedang menunggu di depan halte. Ia terlihat menggunakan dress biru dengan riasan diwajahnya. Kini, ia terlihat sangat feminim. Yeoja itu juga menenteng sebuah tas kertas. Tak lama kemudian, Siwon datang dengan mobilnya dan mempersilahkan Sooyoung masuk. Sooyoung langsung duduk tepat disamping kemudi.

“Wae?” kata Sooyoung saat melihat Siwon sedang memandanginya lekat-lekat. Sooyoung merasa jantungnya berdetak tak beraturan. Ia risih dengan tatapan Siwon yang seperti itu. namun, disisi lain ia juga menyukainya.

“Sepertinya ada yang berbeda dengan dirimu” ujar Siwon yang hanya dibalas senyum simpul dari Sooyoung.

Siwon menjalankan kemudinya menuju lokasi jumpa fans. Siwon melirik Sooyoung dari kaca spion.  Yeoja itu sedang melihat pemadangan diluar. Ia terlihat sedang merapikan rambut pendek terurainya yang kelihatannya sudah rapih. Aneh !

Tiba-tiba terdengaar suara nada ponsel. Itu adalah ponsel Sooyoung.

“Yoboseyo”sapanya.

“Eunhyuk oppa ada apa?”

“iya, aku tidak akan melupakan janjiku, siang ini kan?”

“Baiklah, sampai bertemu ditempat biasa”

“Bye bye” Sooyoung menutup teleponnya.

Siwon menggerak gerakkan matanya kekanan dan kekiri. Perasaan gelisah kini tengah menerpanya. Sejujurnya Siwon merasa terganggu dengan seseorang yang baru saja menelpon Sooyoung. Apakah orang itu spesial? Apakah Sooyoung tengah bersiap-siap membuat skandal? Ini bahkan belum genap tiga bulan! Siwon terus menggerutu dalam hati. Konon, saat seseorang sedang jatuh cinta, dia akan menjadi semakin cantik. Dan apakah ini yang sedang terjadi pada Sooyoung?

Siwon memandang  tas kertas yang dibawa Sooyoung, “Apa itu?”

“Kenapa kau sangat ingin tahu?” selidik Sooyoung.

Mata namja itu melirik mata Sooyoung sekilas, “Ya sudahlah…”

Sejenak Ia berpikir, “Kau ingin menemui seseorang?”

Sooyoung menatap sinis dengan sebelah matanya, “Kalau ia kenapa?”

“Berarti itu adalah baju ganti ! aku benar kan?”Terka siwon dengan wajah antusias.

“Begitulah” Jawab sooyoung santai.

Siwon sepertinya sudah tak peduli. Semuanya sudah jelas. Ia merasa harus secapatnya menggagalkan rencana sooyoung untuk bertemu dengan Eunhyuk atau siapa pun itu. Dan lagi, apakah yeoja itu bodoh? Bagaimana jika ada wartawan mendapatinya  tengah berduaan dengan Namja lain?

Siwon mulai mengatur sebuah strategi diotaknya, “Sooyoung, siang ini kau harus menemaniku ke studio rekaman” perintah Siwon.

“Hah? Bukankah hari jadwalku hanya menemanimu ke lokasi jumpa fans di hotel?” ralat Sooyoung.

“Managerlah yang mengatur jadwalku dan aku harus menurut jika  sewaktu waktu jadwal itu dirubah. Kau harus mengerti pekerjaanku sebagai seorang Artis.” Siwon menjelaskan sembari mengemudi.

“Ne…ne…ne” Tegas Sooyoung dalam kekesalan. Sebaiknya Ia memaklumi keadaan ini.  Siwon memang selalu bertindak semena-mena terhadapnya.

Siwon kembali memandang sekilas wajah sooyoung dari kaca spion. Yeoja itu tampak kesal. Ia terlihat sedang memasang wajah jutek sambil memanyunkan bibir cukup lama. Sebegitu sebalnya kah dia? Siwon terus tertawa-tawa dalam hati. Entah sejak kapan, menganggu Sooyoung adalah hobby-nya.

………….

Pagi ini, Sooyoung  menemani Siwon ke acara jumpa fans. Dalam rangka peluncuran film terbaru Choi Siwon yang bergenre action. Mereka akhirnya tiba di Hotel tempat  Jumpa fans akan dilaksanakan. Siwon dan sooyoung bertindak layaknya sepasang kekasih. Mereka harus menampakkan aura sumringah sambil berpegangan tangan. Benar-benar acting yang sempurna !

Sooyoung dan Siwon berjalan sambil menyapa  rekan- rekan Siwon. Sesekali mereka tersenyum pada fans dan wartawan yang hadir ditempat itu. Terlihat salah satu wartawan didepan mereka, siap mengambil gambar. Dengan sigap Siwon membekap pundak Sooyoung, kemudian mengarahkan fokus pandangnya kearah kamera.

Sooyoung  memegang lengan Siwon erat. Menempelkan tangan dari Lengan yang sekarang bertopang dipundaknya itu, kepipinya. Sangat risih rasanya. Kemudian dengan sekuat tenaga menarik seulas senyumnya. Semoga senyum itu  terlihat wajar.

“CLeCCKK..” salah satu kamera berhasil membidik mereka.

Seusai pengambilan gambar, Sooyoung tak juga melepas genggamannya pada lengan namja yang menopang dipundaknya.

“Hei, jangan turunkan tanganmu ! kau mau membuat daun telingaku robek apa?” Omel Sooyoung ketika menyadari bahwa Siwon berusaha melepas topangannya.

Namja itu mengerutkan kening, “Kau mau, kita terus seperti ini?” bisiknya.

Sooyoung menghela nafas gelisah, “Ampun ! orang ini !! Serat kain jasmu itu Menyangkut diantingku, tau?”

Siwon membulatkan matanya, “Apa?”

“Aww..”  pekik Sooyoung sambil kembali menahan tangan yang sekarang masih bersentuhan dengan pipinya. “Jangan bergerak !!! huftt..” semprotnya.

Sooyoung masih berusaha melepas serat kain jas Siwon yang menyangkut di-antingnya. Beberapa kali, Siwon terus saja tersenyum pada orang-orang yang lewat, “Sudah belum sih?” ucapnya gelisah.

“Yak.. Jangan cerewet !!!”

Tatapan orang-orang kini mulai mengarah pada mereka. Tatapan yang memancarkan aura kagum sepertinya. Sepasang kekasih yang terus merangkul satu sama lain. Hebat !!!

“Wah romantis sekali…. “ kata salah satu dari mereka.

Siwon semakin mengeratkan dekapannya. Membuat mata Sooyoung membulat. Yeoja itu pun melirik tajam kearah namja yang membekap pundaknya. Siwon kelihatan sangat narsis. Ia mulai memasang tampangnya, seolah dirinya adalah  seorang namja romantis. Sooyoung ingin sekali berteriak pada orang-orang bahwa ini hanyalah hubungan kepura-puraan. Tapi tenanglah ! Sooyoung bukanlah yeoja jahat. Ia tak akan membiarkan seorang artis seterkenal Siwon itu, mati mendadak !

Beberapa menit kemudian, Sooyoung mulai bernafas lega. Serat yang menyangkut diantingnya tadi sudah terlepas. Setidaknya yeoja itu tak perlu lagi berdiri kaku sambil memegang lengan namja menyebalkan itu dipundaknya.

Yeoja itu menyunggingkan senyum lebarnya. Takut jika sewaktu-waktu wartawan menyorotnya. Ia kemudian meringis mengangkat tulang pipinya, “Sebenarnya itu jas artis atau bukan?”

Siwon segera membalas senyum palsu Sooyoung, “Antingmu itu harganya berapa?”

Sooyoung membelakakkan matanya geram, “Apa?!!!

Namja itu terdiam sejenak, “Sooyoung-ah, aku baru sadar jika pipimu sangat chubby..”

Sooyoung menelan ludah, “Apa kau bilang? Chubby??”

Tanpa menjawab pertanyaan Sooyoung barusan, Siwon langsung beranjak dari posisinya. Meninggalkan Sooyoung yang masih mematung. Namja itu pun segera menyapa para pemain dan crew film. Ia mulai berbincang hangat dengan mereka. Tanpa memperhatikan Sooyoung yang sedang mendengus kearahnya.  Sungguh menyebalkan !

Acara jumpa fans-pun di mulai. Sooyoung duduk di Kursi fans sembari sibuk memandangi Siwon yang sedang menjawab pertanyaan dari wartawan.

“Siapakah yang paling memotivasi anda dalam menjalankan aktivitas difilm ini?” Terdengar pertanyaan dari salah satu wartawan.

Siwon tersenyum seperti biasa, “Yang paling memotivasi? Mmm tentu saja sosok itu adalah Ummaku, tapi beliau sekarang tak ada disini, melainkan sudah ada di Surga”

Sooyoung tertegun. Ummanya sudah meninggal? Batinnya.  Sooyoung baru sadar tentang kesamaan dirinya dengan Siwon. Sungguh, kasihan. Dengan mata sayu, yeoja itu pun mulai menatap wajah Siwon kembali. Wajah yang tengah bersiap menjawab pertanyaan.  Sepertinya seorang wartawan dibarisan kedua itu, mulai bersiap dengan pertanyaannya.

“Bagaimana dengan Appamu?” tanya seorang wartawan.

Siwon mengangkat alis, “Appaku? Dia mendoakanku dari jauh, lagi pula sekarang ada paman yang selalu mendukungku..” jelasnya.

Wartawan itu mengangguk mengerti, kemudian wartawan yang lain mulai beralih mewawancarai para pemain film  lainnya.

Pandangan Sooyoung terus mengarah pada Siwon. Terlihat namja itu sedang tertunduk.Ia sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Entah mengapa sooyoung sangat geram melihat wajah siwon yang seperti itu. Lesu dan lunglai. Bagaimana sih? Bukankah harusnya seorang artis harus selalu terlihat gembira didepan kamera? Runtuk Sooyoung dalam hati.

Beberapa menit kemudian, para wartawan telah selesai dengan bebagai pertanyaan mereka. Akhirnya! Seluruh pemain termasuk Siwon bisa bernafas lega sekarang. Wartawan-wartawan itu ternyata sangat cerewet. Mungkin pekerjaan seperti itu sangat sesuai untuk Sooyoung.

Setelah prosesi wawancara, para pemain film termasuk Siwon, sibuk memberi tanda tangan mereka kepada para fans. Sooyoung melihat Siwon sedang berkeringat. Rasanya Ia ingin membawakan handuk kecil lalu mengeringkan keringat namja itu. Dasar jorok !!! artis macam apa sih dia?

Acara jumpa fans akhirnya berakhir. Acara itu diakhiri dengan prosesi pengambilan gambar. Kemudian ramah tamah antar artis dan para crew.

Seorang Namja yang sepertinya artis, mulai beranjak mendekati Sooyoung,”Kau Sooyoung kan? Yeojachingu Siwon hyung?”

Sooyoung mengangguk, “Ne..”

Namja itu terlihat sedang berpikir keras, “Ah, kau yang diacara penutupan drama itu bukan?”

Aduh !! kenapa namja ini malah menanyakan itu? Sooyoung mulai memutar otak. Ia hendak mencari jawaban yang tepat dan juga sedikit menutupi rasa malunya.

“Mmm, itu hahahaha, kau ada-ada saja,  kenapa masih mengingatku?? Acara itu sangat menyenangkan bukan? hahahahah” jawab sooyoung dengan riang gembira.

Namja itu hanya mengangguk heran, “Mmm”

Sooyoung menepuk pundak namja itu, “Aku kebelakang sebentar okay..”

Dengan cepat, Sooyoung beranjak meninggalkan lokasi jumpa fans. Yeoja itu takut jika sewaktu-waktu ada yang  menegur dan mengenalinya. Mengenalnya sebagai yeojachingu Siwon saat diacara penutupan drama. Itu sangatlah memalukan.

Sooyoung kemudian masuk kesebuah kamar mandi untuk merubah penampilannya.  Yeoja itu beralih dari dress biru selutut dengan high hils tinggi menjadi kemeja kotak kotak + celana jeans dengan sepatu cats yang nyaman. Ini tak masalah, mengingat acara jumpa fans-nya telah berakhir. Sooyoung merasa jika dirinya sudah  bebas sekarang !!

Seusai keluar dari kamar mandi, Yeoja itu kemudian melihat pantulan wajahnya pada cermin diatas westafel. Chubby? Sooyoung terus mengamati pipinya. Ia perlahan menghembuskan nafas keras. Mungkin benar ! pipinya memang chubby. Tapi kenapa juga ia harus peduli! Bagaimana pun pipi itu  adalah pemberian Tuhan yang harus disyukuri. Terserah namja itu berkata apa !!  Chubby kek, tembem, atau apalah.. Ucapannya itu takkan merubah apa pun.

“Aishhhh…” Kali ini Sooyoung malah berteriak kesal.

Sooyoung keluar dari sebuah kamar mandi dengan wajah suntuk. Yeoja itu kemudian langsung beranjak ketempat dimana mobil Siwon diparkir. Sebaiknya Sooyoung tak menampakkan dirinya lagi ditempat itu. Ia pun merogoh ponselnya. Kemudian  menulis beberapa kata dalam pesannya.

To : Siwon😦

Kau sudah selesai? Aku ada diparkiran! Cepat kesini !! :-O

Yeoja itu masih terus memandangi handphonenya. Berharap namja itu membalas pesan yang sejak tadi ia kirimkan. Sudah hampir sepuluh menit Sooyoung menunggu. Namja itu tak juga menjawab. Sooyoung kemudian mencoba menelpon. Namun hanya suara operator yang terdengar.

“Nomer yang anda tuju sedang sibuk…”

Sial !! Namja itu sepertinya ingin bermain-main. Ia malah seenaknya mematikan telepon dari Sooyoung.

Yeoja itu terus menggerutu. Ia lalu memelototkan matanya didepan layar handphone sambil mendumal, “Huh, dasar! Sebenarnya apa maumu hah? Aku sudah menunggumu dari tadi ! Bukankah acaranya sudah berakhir ? Kenapa tidak keluar? Oh aku tahu… Kau mau menarik perhatian yeoja? Kegirangan ditengah fans-mu yang berteriak histeris, begitu?  Kenapa kau suka sekali tebar pesona? Jangan mentang-mentang kau artis sehingga bisa seenaknya padaku..”

“Siapa yang kau maksud? Tebar pesona? Kegirangan ditengah fans yang berteriak histeris? Apa Itu menganggumu?”

Sooyoung mematung. Ia yakin jika suara itu adalah suara Siwon, jadi?

Yeoja itu berbalik. Ternyata benar, Siwon sedang berdiri didepannya sambil melipat kedua tangannya didada.

Sooyoung menelan ludah, “Ah ! kau sudah datang rupanya…” ucap sooyoung dengan entengnya.

“Kenapa kau suka sekali mendumal..??” sinisnya.

Sooyoung terdiam sejenak, “ Itu karena aku yeoja !!!!” seru yeoja itu akhirnya.

Siwon memperhatikan sooyoung dari ujung kaki sampai keujung rambut, “Kau mengganti bajumu?”

Sooyoung mengangkat alis,  “Wae?? Kau takut wartawan akan melihatku? Tenanglah, mereka sudah pergi ! lagi pula kenapa juga mereka harus peduli, toh baju ini cukup sopan”

“Aniyoo, aniyoo hanya saja…”

Mata Sooyoung membulat, “Mmmm”

Siwon membuka mulutnya sedikit ragu, “Hanya saja…. mmm.. ya sudahlah…terserahmu..” pungkasnya.  “Hanya saja kau tampak lebih cantik dengan gaun tadi” batinnya.

Sooyoung memanyunkan bibir. Sebenarnya kenapa dia? Pikir Sooyoung.

……………………

Kini Saatnya Sooyoung menemani Siwon ke studio rekaman. Setelah sebelumnya ia telah membatalkan janjinya dengan Eunhyuk. Eunhyuk terdengar sangat kecewa. namun, ia pun harus mengerti tentang posisi Sooyoung saat ini. Mungkin ia bisa membuat janji di lain waktu.

Siwon dan Sooyoung tiba di studio rekaman. Di ruang tengah studio itu, telah nampak Lee soo man, manager Choi Siwon. Lee soo man sepertinya sudah menunggu kedatangan Siwon sejak tadi. Mereka pun akhirnya saling menyapa.

“Sooyoung-ssi, akhir-akhir ini kau sudah menjalankan tugasmu dengan baik” ujar Lee Soo Man pada Sooyoung,

“Kamsahamnida, aku akan bekerja lebih baik lagi”  kata Sooyoung sambil membungkukkan badannya.

“Tapi ada yang membuatku kecewa, aku berharap Siwon bisa melakukan perannya lebih baik lagi” pungkas Lee Soo Man.

“Maksud anda?” Sooyoung mengangkat alisnya.

“Siwon pasti mengerti maksudku! Sooyoung-ssi bisakah kau membelikan secangkir kopi untuk kami, aku sekarang ingin berbicara empat mata dengan Siwon” Jelas Lee Soo Man

“Nde baiklah” Sooyoung beranjak meninggalkan mereka. Yeoja itu menuju sebuah kedai kopi terdekat. Ia lalu membeli dua cup kopi seperti yang diperintahkan Lee Sooman. Belakangan  Sooyoung  menggerutu dalam hati “Hueee…memangnya aku ini pembantu mereka”

Di lain tempat, Soo Man sedang berbicara serius dengan Siwon. Lee soo man terlihat kesal. Ia terus memandangi siwon yang tengah sibuk dengan pikirannya sendiri. Siwon terlihat sedang memegang tabloid yang baru saja diberikan Lee Soo Man. Bagian depan tabloid itu, memuat artikel tentang Siwon. Artlikel itu memuat foto Choi Siwon yang sedang dicium oleh seorang Yeoja. Yeoja itu diketahui adalah aktris, Im Yoon Ah.

“Aku memperingatkanmu sekali lagi! Kumohon, tolong jaga jarak dengan yeoja manapun selain Sooyoung. Kau bisa merusak image mu sendiri. Kau tahu? Seharusnya yang membuat skandal perselingkuhan itu Sooyoung dan bukan kau, mengerti?” Jelas Lee Soo Man tanpa memberikan jeda sedikit pun.

“Tiga hari kedepan aku sedang berada di Jepang. Jadi, jaga sikapmu baik-baik dan masalah skandal itu sudah aku urus.. Aku pergi dulu” Pamit Lee Soo Man lalu beranjak meninggalkan studio rekaman.

Siwon terdiam. Namja itu terhanyut oleh pikirannya sendiri. Siwon hanya mengangguk mendengar setiap kalimat teguran Lee Soo Man yang dilancarkan untuk nya. Hingga pada akhirnya Lee Soo Man pergi, Siwon masih tetap tak bergeming. Ia terus mengingat kejadian malam itu. Kejadian pada saat Yoona mencium pipinya.

Siwon berharap Sooyoung tak melihat apa lagi sampai membaca artikel tentang dirinya. Siwon tak mengerti apakah itu penting. Tapi, ia merasa Sooyoung tak perlu tahu akan hal ini. Siwon lalu melipat lembaran yang memuat  skandal tentang dirinya dan Yoona. Namja itu lalu menyembunyikannya dibalik sofa. Ini mungkin terlihat konyol. namun, paling tidak Siwon merasa perlu untuk melakukannya.

Siwon menghela nafas panjang. Namja itu mulai  bangkit dari posisinya lalu bersiap memulai proses rekaman. Siwon pun hendak beranjak menuju dapur rekaman. namun, tiba-tiba saja sesuatu menghetikan langkahnya. Langkah Siwon terhenti ketika mendengar suara alarm yang keras dan nyaring. Alarm tanda, kebakaran???

“NGIUNG NGIUNG NGIUNG” Suara sirine kebakaran terdengar jelas di pendengaran Siwon. Tiba-tiba, kejadian masa lalu mulai menggerogoti pikiran namja itu. Kejadian masa lalu kembali berputar menghantui Siwon. Berputar seperti  halnya sebuah film yang tak jelas alurnya. Api? Umma? Umma !!!

“KEBAKARAN, KEBAKARAN!!!”

“CEPAT KELUAR! SELAMATKAN DIRI KALIAN MASING MASING SEBELUM API MEMBESAR”  Orang- orang mulai berteriak sambil berhamburan keluar ruangan.

Siwon tak bergeming melihat api yang kian membesar. Mendadak tubuh siwon melemas. Namja itu terdiam kaku melihat orang-orang yang berlarian keluar ruangan. Perlahan ia melangkah mundur. Punggungnya menyentuh sebuah tembok. Sudah tak ada jalan dibelakang sana. Siwon meringkukkan badannya. Apa ini? Mengapa ia tak bisa menggerakkan kakinya sama sekali?

#PLAKK# Siwon merasa ada yang menamparnya. Sangat perih namun cukup membuatnya tersadar.

“Sooyoung-ah” Siwon bergumam ketika melihat sesesorang sedang menatapnya khawatir.

……………………….

Sooyoung membawa dua cangkir kopi menuju studio rekaman. Mendadak  perasaannya menjadi tidak enak. Perasaan yang menerpa ketika penglihatannya tertuju pada puluhan orang tengah berhamburan di luar studio rekaman.

“CEPAT PANGGIL PEMADAM KEBAKARAN!!!” Teriak Seseorang dengan lantang.

“Kebakaran?” Sooyoung bergumam. Yeoja itu dengan cepat berlari menuju studio rekaman. Ia berlari hingga kopi yang dipegangnya terjatuh.

Sooyoung mendengak. Ia  hendak mencari sosok Choi Siwon. Namun, yeoja itu tak mendapatinya dimana-mana. Dengan langkah tak beraturan, Sooyoung sibuk melihat wajah setiap orang yang ditemuinya. Berharap Siwon adalah salah satunya. Namun, tak ada tanda-tanda apapun. Bahkan namja itu tak mengangkat telepon darinya.

Sooyoung pun mengingat jika Siwon sepertinya memiliki trauma dengan kobaran api. Iya, itu benar, Siwon memang memiliki trauma dengan kobaran api. Itu berarti? Namja itu masih ada didalam?

Sooyoung berlari menerobos orang-orang yang tengah sibuk memadamkan api dengan alat seadanya. Sooyoung merasa ia telah kehilangan pikirannya. Sampai pada akhirnya yeoja itu menerobos masuk kedalam ruangan yang sebagian telah dipenuhi oleh kobaran api.

Sooyoung melihat kanan kiri. Yeoja itu mendengak. Berusaha mencari sosok Siwon yang entah dimana. Sambil menghindari api, Sooyoung melangkahkan kakinya kesebuah tempat. Sebuah tempat dimana  yeoja itu terakhir kali bertemu dengan Siwon. Sooyoung menyipitkan matanya. Itu dia?

Sooyoung mendapati Siwon sedang terdiam kaku. Bersender ditembok sambil meringkukkan tubuhnya. Namja itu terlihat seperti mayat hidup. Tubuhnya bergetar ketakutan. Pandangannya terlihat kosong.

Dengan tanpa basa basi, Sooyoung dengan cepat menarik lengan Siwon. Berusaha membuat Siwon untuk berdiri. Sangat sulit rupanya.

“APA YANG KAU LAKUKAN? CEPATLAH BERDIRI!” Bentak Sooyoung pada Siwon yang sepertinya belum juga menyadari kedatangan Sooyoung.

“HEI, APA KAU MENDENGARKU???”

#PLAKKK# Sooyoung menampar pipi kiri Siwon dengan keras. Yeoja itu berusaha membantu Siwon agar namja itu bisa keluar dari alam bawah sadarnya.

“Sooyoung-ah” Gumam Siwon. Tamparan Sooyoung barusan berhasil meyadarkannya.

Dengan langkah gontai, Sooyoung menuntun Siwon keluar dari ruang pengap itu. Ruangan itu nampaknya telah dipenuhi kobaran api. Beruntung ada sebuah celah didekat jendela.
“Ayo! Lewat situ” Ujar sooyoung dengan nafas yang mulai berkejaran.

“Uhuk uhuk” Siwon dan Sooyoung akhirnya berhasil keluar dari kebakaran distudio rekaman itu. Siwon menatap Sooyoung sekilas. Kemudian, nafasnya tercekat. Pandangannya menjadi samar samar dan..

“BUG..!!” Siwon jauh pingsan.

“Siwon-ssi , Siwon-ssi” panik Sooyoung sambil memukul pelan pipi kanan namja itu. Sooyoung mengguncang tubuh Siwon. Tak ada reaksi apapun. Dengan tangan gemetaran, Sooyoung mengacak tasnya hendak mencari sebuah ponsel.  Yeoja itu segera menelpon ambulance.

………………………….

Siwon mengerjapkan matanya. Ruangan dengan dinding bercat serba putih kini terpampang jelas dalam pandangannya. Perlahan siwon mulai mengingat-ingat kejadian apa yang baru saja menimpanya. Siwon memejamkan matanya “sebuah kebakaran?”. Sebuah kejadian yang mengingatkannya tentang masa lalu yang suram. Dan juga, sebuah kejadian yang mengingatkannya pada, “Sooyoung? Dimana dia?” Siwon bergumam.

Mendadak perasaan Siwon melega, saat mendapati Sooyoung sedang tertidur pulas disampingnya. Yeoja itu duduk sambil menyandarkan kepalanya pada tempat tidur rumah sakit. “Dasar!!”Siwon bergumam senang. Dipandanginya wajah sooyoung. Wajah yang tengah berada dalam dunia mimpi. “Cantik” gumam siwon tanpa sadar.

Tanpa komando dari otaknya, Siwon membelai rambut Sooyoung Sambil tersenyum lembut, lalu mendekatkan wajahnya dan mencium kening sooyoung.

“Sepertinya aku mulai menyukainya” Gumamnya pada dirinya sendiri.

#Clekk# pintu ruangan terbuka, membuat siwon tercekat dan menjauhkan wajahnya dari sooyoung yang kini tengah larut dalam mimpinya.

Seorang ahjussi berwajah murka datang menghampiri Siwon. Ia terlihat mengenggam sebuah tabloid. Dengan keras, ahjussi itu membanting tabloid yang dipegannya. Membantingnya tepat ke tubuh Siwon yang kini sedang terduduk diatas ranjang.

“Siwon-ssi  kita harus bicara!” Tegas ahjussi itu sambil membanting majalah yang digenggamnya.

“PUkk” Suara bentingan majalah sukses membangunkan Sooyoung yang sedang tertidur.

Siwon mentap majalah didepannya. Namja itu nampaknya sudah mengerti maksud manager Yoona menemuinya. Ya, ahjussi itu adalah Park Young Geum, manager Yoona. Manager Yoona yang kini mulai  menatap mata Siwon lekat-lekat.

“Ada apa?” Sooyoung mengerjapkan kedua matanya. Dilihatnya sebuah majalah. Majalah yang baru saja terbanting diatas tubuh Siwon.

Sooyoung menggapai tabloid didepannya. Tabloid yang memuat foto Siwon pada lembaran pertama. Foto Siwon dengan seorang  yeoja?  Yeoja yang sedang berdiri sambil mencium pipi Siwon? Mata sooyoung menangkap sesosok Yeoja yang sepertinya tidak asing dalam ingatannya. Sooyoung yakin ia pernah melihat Yeoja itu dan ia mirip? Teman Siwon?. Mata sooyoung mulai bergerak kekanan dan kekiri. Sebuah nama tiba-tiba menghentikan gerakan mata itu. “Yoona?” Sooyoung bergumam.

“Lihat itu! karena ulahmu,  Yoona jadi terlibat skandal merebut pacar orang !”

“Kau tahu? Hal itu telah merusak imagenya selama ini” Mr. Park mulai mengeluarkan amarah terpendaamnya pada Siwon.

Sooyoung hanya terdiam menatap dua orang yang berseteru. Sooyoung tak dapat berkata kata. Mendadak perasaannya menjadi berkecamuk. Perasaan antara amarah, kesedihan, kecewa dan..seperti itulah.  Apakah ini wajar? Sooyoung tidak ada hubungannya dengan semua ini. Siwon bukanlah siapa-siapanya. Sooyoung hanyalah Yeojachingu Siwon didepan kamera, tidak lebih.

Sooyoung mendadak tak dapat mengedipkan matanya. Pandangannya selalu menatap lurus kearah halaman depan tabloid. Halaman yang memuat foto Siwon yang… membuatnya kesal, mungkin.

“Sooyoung mian, ini  tidak  seperti yang  kau pikirkan” Jelas Siwon pada Sooyoung yang sedang membatin.

“Untuk apa kau meminta maaf, aku… aku tak berhak marah padamu” Bantah sooyoung. Sooyoung memikirkan ucapannya barusan. Ucapan yang tak senada dengan perasaan yang  menyeruak dihatinya sekarang. Apakah setelah ini semuanya akan berubah?

“HEII, SIWON-SSI APAKAH SEKARANG KAU SUDAH BERANI MENGABAIKANKU???”suara manager Park memecah keheningan diruangan itu. Manager park bertambah marah ketika  merasa Siwon tak memperhatikannya sama sekali.

“SEKALI LAGI! JANGAN COBA-COBA MENDEKATI YOONA”

“ATAU…” manager park hendak mengacam Siwon.

“Atau apa???” Sebuah suara terdengar dari balik pintu. Yeoja yang sedari tadi telah berdiri  dibalik pintu menghadang masuk secara tiba-tiba.

“Yoona-ssi” Gumam manager Park saat melihat melihat Yoona berdiri sambil menatapnya tajam.

“Manager Park, aku tahu kau adalah managerku tapi, kau tidak berhak mengatur urusan pribadiku” jelas Yoona.

“Kau adalah tanggung jawabku, aku tidak akan membiarkan imagemu hancur” balas Mr park

“Jika kau tak ingin image ku hancur, mengapa kau malah mengancamku saat aku ingin menerima lamaran dari Siwon, heh?” Suara Yoona kina meninggi.

“Kau melarangku, kau mengancamku, apakah ini belum cukup?? Hah??? Nafas Yoona mulai berkejaran.

“A-ap-a?” Siwon menagkap sebuah kalimat yang baru saja terucap dari mulut  Yoona. Sebuah pengakuan yang mengejutkannya. Yoona menolak lamarannya karena diancam oleh manager nya sendiri?  Mungkin seperti itulah kesimpulannya.

“Yoona-ah, apa yang kau katakan?” Wajah Siwon mulai menegang.

“Mian Oppa, aku… maksudku..Sebenarnya saat itu aku ingin menerima lamaranmu, tapi…”

“Tapi aku takakan membiarkan karier Yoona berantakan hanya karena sebuah hubungan yang memuakkan” Timpal meneger Yoona.

“Manager park! Jaga bicaramu!” Sahut Yoona, “Oppa,  jangan kau dengarkan dia !!!”

“Oppa, mianhe, karena saat itu aku tak bisa melawan” Yoona menundukkan wajah penyesalannya.

“A-pa? Jadi?” Siwon bergumam palan.

Mendadak hati Siwon terasa perih. Perih saat mengetahui kenyataan bahwa Yoona pun mencintainya dan hendak menerima lamarannya saat itu. Seharusnya ia bisa menunggu Yoona dan tidak membuang cincin itu.  Cincin yang ditemukan oleh Sooyoung. Hingga menyeretnya jauh sampai sejauh ini. Siwon menghela nafas yang semakin menyempit. Yoona? Sooyoung?

Siwon melirik Sooyoung dengan sebelah matanya. Yeoja yang sekarang duduk disampingnya terlihat sedang menatap Yoona dan sang manager yang sedang berseteru. Sooyoung menundukkan wajah yang nampak kebingungan seperti seseorang yang sedang tersesat. Sooyoung menggigit kuku jari-jari tangan kanannya dengan bibir yang terlihat bergetar. Jelas Yeoja itu sedang ketakutan…

Siwon tak tega melihat Sooyoung yang seperti itu. Dengan sekuat tenaga, Siwon menarik nafasnya dalam-dalam. Namja itu tak ingin dan tak akan membiarkan pertengkaran Yoona dan sang manager semakin membuat Sooyoung dihinggapi rasa ketakutan.

“SUDAH CUKUP! INI RUMAH SAKIT, BISAKAH KALIAN DIAM?” tegur Siwon, menatap dua orang didepannya secara bergantian

Manager park terdiam. Ia langsung keluar dari ruangan. “urusan kita belum selesai Yoona” ucap menejar park pada Yoona.

Yoona hanya memejamkan matanya sesaat. Mengapa semuanya jadi terasa aneh? Diihatnya wajah Sooyoung. Wajah yang menampakkan ekspresi seperti air matanya akan tumpah. Apakah yeoja itu cemburu? Mengapa Yoona malah merasa seperti orang asing yang tiba-tiba datang dalam kehidupan Siwon?  Mengapa seolah Yoona-lah yang seolah menjadi orang ketiga?

Siwon melihat Yoona yang berdiri mematung . Pancaran sinar matanya  sangat jelas melukiskan  perasaan tertekannya selama ini.  Perasaan tertekan yang tertanam dihati Yeoja itu mungkin semakin bertambah subur. Bertambah subur karena sikap Siwon yang  terasa semakin menjauhinya.

“Kumohon jangan seperti ini” Ucap Siwon pelan dan tiba tiba.

Siwon tak suka melihat Yoona yang seperti ini. Siwon pun ingin hubungannya dengan Yoona kembali seperti dulu, namun sebuah sensasi aneh kembali menyeruak dihatinya. Siwon mungkin bersedia meminjamkan bahunya untuk Yoona, namun bagaimana dengan perasaannya pada Sooyoung?…

Pertanyaan-pertanyaan itu mulai menggerogoti pikiran Siwon. Siwon merasa serba salah. Sekarang, posisinya sangat buruk. Seburuk hatinya yang kini dilanda kebimbangan.

“Mian, bisakah kalian berdua keluar? Aku ingin sendiri”  Siwon memohon pada Yoona dan Sooyoung. Kedua Yeoja itu akhirnya keluar dari ruangan. Kini hanya ada Siwon dalam ruangan itu. Hanya ada Siwon yang sedang berkelut dengan perasaannya yang terlalu rumit untuk dijelaskan.

“AKHHHHhhh !!!!” Siwon meninju kasur pada ranjangnya keras.

Bukankah harusnya Yoona menolaknya? Setidaknya Siwon tidak akan bingung dengan perasaanya. Yoona harusnya mencampakannya, Itu lebih bagus. Berkali-kali lipat lebih bagus dibandingkan dengan mendengar pengakuan Yoona bahwa saat itu Yoona tengah berada dalam tekanan managernya.

Yoona mencintai Siwon seperti halnya Siwon mencintai Yoona. Lalu bagaimana dengan perasaannya pada Sooyoung?…

Siwon memejamkan matanya keatas, “Ya Tuhan…”

Kenyataannya, pikiran Siwon tengah dipenuhi oleh bayang-bayang Yoona.  Sangat bertolak belakang dengan hatinya yang saat ini tengah dipenuhi oleh bayang-bayang Sooyoung.

…………………….

Yoona dan Sooyoung tengah duduk dibangku koridor rumah sakit. Kedua yeoja itu  tengah terperangkap dengan pikiran  mereka sendiri. Yoona menundukkan wajahnya. Sehingga paras cantiknya tertutup oleh rambut panjangnya yang terurai. Kini, yeoja itu sedang bergelut dengan air matanya.

Sooyoung mengayun-ayunkan kedua kakinya pelan. Tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu yang aneh, seperti sebuah gelombang listrik mengalir deras ditubuhnya. Gelombang akibat hawa aneh yang melanda karena kehadiran Yoona didekatnya.  Ingin rasanya Sooyoung berlari sekarang juga. Berlari pulang sambil menangis sekencang-kencangnya.

Sooyoung menghela nafas. Yeoja itu mulai membuka mulutnya…

“Mianhamnida. Yoona-ssi” ujar sooyoung

“Untuk?” Yoona membersihkan sisa sisa air matanya.

“Aku tidak tahu jika orang yang dilamar Siwon adalah kau, dan aku sudah bersikap kekanak kanakan saat makan malam itu”

Yoona menarik nafas panjang. Yeoja itu berusaha agar ia tidak  berbicara  mengebu-gebu didepan Sooyoung…

“Berarti sekarang kau tahu bahwa saat itu aku marah?” Kata Yoona sedikit sinis dan hanya menatap lurus.

“Apa?” Sooyoung melirik yeoja yang tengah duduk disampingnya.

“Aku marah, sikapmu pada Siwon membuatku cemburu” Ulang Yoona

“Mian,  aku benar-benar tidak tahu” Gumam Sooyoung sambil meringkukkan wajahnya.

“Sudahlah, kau tak perlu berlebihan, lagi pula hubunganmu dengan Siwon hanya sementara kan? Setelah hubungan palsu kalian berakhir, aku dan Siwon akan kembali seperti dulu..” Manik mata Yoona mulai menerawang jauh.

“Hubungan kalian hanya sebuah kepura-puraan sedangkan hubungan kami nyata” Selanya.

“Kau sudah tahu kejadian yang sebenarnya, jadi mohon kau jaga jarak dengannya” Tegas Yoona pada Sooyoung.

Sooyoung menghela nafas, “Itu tidak mungkin ! Aku sedang bekerja ! maksudku berpura-pura sebagai yeojachingunya adalah pekerjaanku sekarang”

“Dan kau menyukai pekerjaan itu? Bagaimana jika itu nyata? Bagaimana jika nanti kau benar-benar menyukainya? Ah tidak, kurasa sekarang kau sudah menyukainya, kau !!! menyukai Siwon?”

.………..To be continued………

Segitu dulu yah…

See you next part

Bye bye..

Jangan lupa RCL, ok :-)

15 thoughts on “SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 4)

  1. JeSsyca Huanq berkata:

    DAEBAKK chinquu😀
    mudah-mudahann Siwon oppa milihh Soo unnie menjadii kekasihh nyatanya !🙂
    next partnya janqan lama” yha🙂

    • nanashafiyah berkata:

      iya chingu Yoona emang cepat tanggap…
      siwon galau ? lagi jaman kan emang ??? wkwkwk

      next part di tungguin ajah yah chingu🙂
      dan jangan bosen buat nunggunya…

      makasih udah baca + komen ^_^

  2. Han Eun Jin berkata:

    Annyeong..
    YoonA eonnie kok jadi licik gak ketulungan=o=” Kan kasian Soo eonnieeeeeeee😥
    Emosi aku bener2 diuji dipart ini..
    Daebaaaaaak>< Next part ditunggu yaa. Fighting~

    • nanashafiyah berkata:

      annyong…
      iya chingu Yoona nya licik..tapi sabar jangan esmosi..eh maksutnya emosi…hehe😀

      next part ditunggu yah..dan jangan bosen buat nunggu…
      makasih udah baca + komen ^_^

  3. irina.jung berkata:

    ih eunhyuk oppa bukanny ska sm hyo unnie yaa? Ih manajerny yoona unnie mnyramkan. And please unnie let siwon oppa falls for syoung unnie. Lanjut next chap. SooWon is real! Guardians jjang! Author hwaiting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s