SuGen FF YoonHae – Why I Hate You (Part 2)

Image

Title :  Why I Hate You

Author : Nana Shafiyah a.k.a Nana/Nasha

Genre : Romance

Rating : PG-17

Cast : SNSD  Yoona, Super Junior Donghae

Other Cast : SNSD  member, Super Junior Sungmin, F(x) Sulli

Soundtrack :   SNSD  –  Day By Day

                       SUJU –  Reset

Annyonghaseoo…

Kali ini aku membawa lanjutan dari ff yoonhae yang kemarin…

Langsung ajjah yahh..

Semoga kalian suka !!!

Happy Reading All…

Part 2

Adakah alasan untuk membenciku???…. “Why I hate you”

Sore tadi, yoona tidak pulang ke apartemennya dan hanya membeli beberapa potong pakaian di supermarket. Yoona terlalu malas untuk pulang ke apartemen yang terlihat asing baginya. Malam ini ia hanya ingin menghabiskan harinya dengan berdance. Seperti yang ditawarkan oleh Sulli.

Lampu sorot dengan sesuka hati menyinari suasana gemerlap di dalam ruang teater. Musik-musik sudah mulai  terdengar membabi buta seperti layaknya dunia malam di kafe-kafe. Semua orang yang hadir kelihatan sangat menikmati pesta ini.  Begitulah yang terlihat ketika yoona mulai masuk kedalam ruang teater.

Yoona melangkahkan kakinya menyelinap diantara orang-orang yang sedang bergerak gerak tak karuan.  Ia memakai baju kaos berwarna hitam, celana pendek dan sepatu kat putih.  Tak banyak kesan-kesan yang dirasakannya saat memasuki pesta ini yang tak lain adalah “sangat berisik” bahkan lebih berisik dari sahutan teman temannya.

“Akhirnya kau datang juga” ujar seseorang yang tak jelas batang hidungnya.

“Sulli” yoona menyipitkan matanya  memandang diantara  kerumunan orang dan gemerlap lampu.

“Ehm, ehm,  mari kita mulai”  Sulli menarik tangan yoona ke suatu tempat.

Diatas panggung sulli mulai memperlihatkan jurus andalannya pada yoona. Ia mulai membuka kemeja yang dipakainya hingga sekarang hanya ada sebuah kemben dan hot pant serba hitam yang melekat diitubuhnya. Sulli mulai bergaya sexy dance yang sepertinya dapat memukau namja yang hadir saat itu. Sulli sesekali memberikan isyarat agar yoona bersedia melakukan battle dance dengannya diatas panggung. Tak mau kalah yoona akhirnya menerima  tantangan sulli dan ikut berdance diatas panggung.

“Yoboseyo, apa benar aku sedang  berbicara dengan Lee dong hae?” kata sulli tersenyum di telepon genggamnya. Sementara itu pada barisan paling depan panggung, Yoona terlihat masih larut dalam gerakan dance tanpa menyadari sesuatu.

…………………….

Yoona berjalan diantara kerumunan orang orang  yang sedang menikmati pesta atau hanya sekedar menikmati minumannya. Disuasana yang ramai dan berisik seperti ini tiba tiba perasaan bosan mulai menghinggap didirinya. Mungkin ini karena  yoona terbiasa pergi kepesta dengan teman temannya.

Yoona menyandarkan badannya kesamping panggung sambil menikmati jus jeruk yang dipegangnya. Ia sesekali mendengak dan melihat suasana didalam teater.

“Hayy, kau sendirian” tanya seorang namja tinggi dan berambut gondrong sementara itu yoona hanya terdiam lalu menundukkan kepalanya. Ia tak ingin memberikan reaksi apa pun.

“kau yang dipanggung tadi ?” katanya lalu ikut menyandarkan tubuhnya disamping panggung.

Yoona memalingkan wajahnya, “ia, mungkin !”

“Dance mu sangat enerjik” tanggapnya. Namja itu lalu membisikkan sesuatu ketelinga Yoona.

“Kau sangat sexy, maukah kau menemaniku malam ini ?…Aku dapat memberimu segalanya !” bisikan itu terdengar samar-samar ditelinga Yoona.

“PLAKKK”

Satu tepukan tangan yoona mendarat dipipi kanan namja itu. Seketika namja itu memegang pipi bekas tamparan dan meringis kesakitan.

“Tolong  jangan berkata seperti itu,,, aku bukan wanita murahan!!! Mengerti???” tegas yoona. Sementara itu pandangan orang orang tertuju kearah mereka. Orang orang sepertinya saling berbisik membicarakan sesuatu. Yoona tidak tahu apa yang mereka bicarakan, namun satu kalimat yang bisa ditangkap oleh pendengaran yoona adalah “berani sekali yeoja itu”.

What???? Bukankah harusnya mereka membela yoona???  Apakah yoona-lah  yang salah dengar? atau? atau, atau apa??.

Yoona dengan secepat kilat berusaha keluar dari kerumunan orang orang yang membuat dadanya menjadi sesak namun  tiba tiba ia dicegat oleh 2 orang pria berandal yang terlihat bringas. Tak ada seorangpun yang menolongnya, walaupun ia yakin banyak orang disekitarnya dan melihat kejadian itu, tapi mengapa tak satupun orang yang bersedia menolongnya?

“Mau apa kalian?” yoona bergidik ketakutan. Ia mulai memutar matanya melihat disekelilingnya tapi orang orang hanya menonton kejadian itu  sambil saling berbisik satu sama lain. Sementara itu, disudut ruangan, terlihat sulli yang tengah berdiri ketakutan.

“Aduh bagaimana ini, kenapa juga si Sungmin, anak konglomerat itu datang kesini sih??? Mengacaukan rencanaku saja” panik sulli.  “Omo!! bisa bisa pestaku kacau. Yoona- ssi, kenapa juga kau harus menamparnya”

Tangan sulli  terasa gemetar melihat kejadian yang terjadi di pestanya sekarang. Ia baru saja akan menelpon polisi tapi tiba tiba…

“Aku bisa saja melacak nomermu, orang orang juga tau itu bukan??? Kenapa kau berani sekali???” kata namja berambut gondrong yang diketahui adalah sungmin.  Sulli mematung. Tubuhnya gemetar hebat. sungmin tiba tiba menarik lalu menepis tangan kanan sulli yang disembunyikan dibalik punggunggnya.

“Awww, sakit” teriak sulli memejamkan matanya lekat.  Hingga handphone yang dipegangnya terjatuh entah kemana, “Duk !!!”

Sungmin mendelik ke tempat dimana anak buahnya sedang menggerubuti yoona.

“AAAAAAAAAAAAA” teriakan orang orang terdengar begitu keras. Suara  itu jelas  bersumber dari tempat dimana yoona berpijak.

Suasana di teater itu semakin mencekam. Orang orang sudah mulai berhamburan keluar gedung seakan tak ingin ikut menjadi korban karena sebuah perkelahian.

“BOGG!!”

Satu pukulan mendarat di wajah salah satu berandal yang mengganggu yoona.   Beberapa pukulan  balasan  secara bertubi tubi  juga dikeluarkan  dari para berandalan itu.

“Donghae –ssi”  panik yoona.  Donghae lalu mendorong tubuh yoona kesamping. sekarang ia sedang duduk ketakutan dibawah meja. Yoona mulai meneteskan air mata yang perlahan mulai mengalir deras membanjiri wajahnya. Namja itu terlihat kewalahan menghadapi 2 orang berandalan. Yoona bisa melihat pukulan demi pukulan mendarat diwajah mulus donghae.

Yoona mulai meraba raba saku celananya. Ia hendak mencari handphone. Dengan tangan gemetaran dan tubuh yang berguncang ketakutan, yoona mulai  mencari sebuah nomer dikontaknya.

“Dimana, dimana, nomernya” panik yoona.

“BrUUkk” suara bantingan meja terdengar sangat keras. Salah satu berandalan itu membanting meja yang berdiri kokoh meneduhi tubuh yoona. Yoona memekik. Berandal itu menarik tangan yeoja yang sedang gemetaran itu dengan kasar sehingga handphone yang digenggam-nya terlempar jauh ketempat gelap.

“DASAR!!!!” kata berandal itu. Yoona berteriak  mengangkat kedua lengannya dan memejamkan matanya erat-erat ketika tangan kekar berandal itu hendak melayang kewajah mungilnya.

“Aaaaaaaaaaaaa” teriak yoona sekencang kencangnya. Beberapa detik kemudian, yeoja itu merasa tidak ada sesuatu atau apapun  yang menyentuhnya sama sekali kecuali suara kedebug keras yang lagi lagi menyangkut dipendengarannya.

“BOOGGGG!!!”

“Baiklah, kalau itu maumu” Donghae menatap ketiga orang dihadapannya

Yoona pernah mendengar dari ahjumma Donghae bahwa, namja itu sangat mahir bela diri . Mungkin memang benar. Yoona pun bisa melihatnya sekarang. Donghae mungkin sudah hampir mengalahkan para berandalan itu dengan teknik bela diri yang dimilikinya. Namun begitu, yoona tetap merasa ketakutan,  takut semuanya menjadi kacau, takut  orang itu datang kembali, dan,  takut namja itu terluka.

Donghae melayangkan tinjunya persis kewajah menyebalkan salah satu berandal. Sial, tak kena. Berandal yang satu lagi telah menganggu keseimbangannya. Berandal itu mendorong tubuh donghae kebelakang hingga membentur sebuah meja. Namja itu telihat agak kewalahan. Dua lawan satu, itu tak adil bukan?

Keadaan kian mendesak. Donghae dengan segera mendorong bangku yang membenturnya tadi. Salah satu berandal tampak kesakitan, mungkin karena dorongan meja itu mengena persis disekitar tulang selangkangannya. Sepertinya ini adalah kesempatan yang bagus untuk melawan.

Salah satu berandal kembali melayangkan tinjunya kewajah donghae. Dongae meringis kesakitan. Pukulan itu terlihat sangat membabi buta. Sementara itu, berandal yang satunya mulai melayangkan tendangannya keperut donghae. Kali ini tak kena. Namun sial. Tangan berandal itu dengan cepat menyikut punggungnya. Aww, pasti sakit sekali.

Donghae mulai tersudut. Ia terjatuh persis dihadapan yoona. Yeoja itu terlihat sedang menatapnya khawatir, “Kumohon bertahanlah !”

Wajah yoona yang seperti itu seolah menambah energi yang cukup besar pada diri donghae yang saat ini mulai kewalahan menghadapi dua orang berandal sekaligus.

Donghae bangkit dari posisinya. Kedua berandal itu menyambutnya dengan sebuah pulukulan. Namja itu dengan cepat melesat menghindari pukulan yang diarahkan padanya. Ia mengambil sebuah kursi kayu. Melindungi kepalanya dari pukulan dahsyat para berandal dengan kursi itu. Kedua berandal  itu meringis kesakitan. Meratapi tangannya yang mendarat keras pada sebuah kursi kayu.

Kaki donghae dengan cepat menyambar kaki kedua berandal itu dan membuat mereka terjatuh. Dibantingnya kursi kayu itu. Kedua berandal itu bergidik ngeri.  Donghae kemudian menendang kuat-kuat perut para berandal itu bergantian. Kedua-nya lalu meringis kesakitan.

Donghae menghela nafas kemudian membulatkan matanya lebar lebar “Pergi !!!”

Salah satu berandal mulai melihat suasana diruang teater yang begitu mencekam, “Ayo pergi dari sini !” Perintahnya. Mereka lalu keluar dai ruangan yang  kotor dan berantakan itu.

Terlihat Yoona masih melingkarkan badannya didepan bangku sambil menangis ketakutan. Matanya mulai terlihat sembab dan wajahnya mulai memerah. Tangan, badan dan kakinya bergetar hebat.

“Yoona-ah, kau baik baik saja?” donghae menatap wajah yoona kemudian memeluk Yeoja yang sedang ketakutan itu dangan erat. “Sudahlah, semuanya baik baik saja” Donghae menenangkan yoona yang tengah  berada dalam dekapannya.

“Mianhe,,” ucap yoona yang terdengar samar samar.

“Gwencana,” Donghae kembali menenangkan. Entah mengapa yoona merasa semakin lama pelukan donghae terasa semakin,,, semakin,, hangat.

…………………..

Setelah tragedi perkelahian barusan, Donghae dan Yoona memilih untuk segara pulang ke apartemen mereka. Selama perjalanan, baik yoona maupun donghae hanya terdiam kaku. Donghae tengah sibuk memfokuskan diri menyetir dan menatap kearah jalan dihadapannya. Sedangkan Yoona kemungkinan besar masih terperangkap dalam pikirannya sendiri.  Tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir mereka berdua. Yoona sepertinya masih shok dengan kejadian tadi. Matanya masih menatap lurus suasana disekitar jalan yang dilaluinya.

“Hhhh” Donghae menghela nafas.   “Kita sudah sampai !” ucapnya kemudian.

Yoona terdiam, mencoba tak memberikan reaksi apapun. Perasaannya terlalu kacau sekarang.

Donghae mulai membuka sabuk pengamannya namun tampaknya yoona masih terkurung dalam pikirannya.

“Mian” gumam yoona pelan dan tiba tiba.

“Anggaplah ini perigatan agar kau lebih berhati hati” Timpal donghae.

“Ayo masuk” donghae membukakan sabuk pengaman yang masih terpasang pada tempat duduk yoona.

“Gomawo” Yoona melirik kearah  donghae. Yoona menyadari bahwa donghae adalah namja yang baik, namun ia terlalu benci dengan sebuah perjodohan yang melibatkan dirinya. Apakah namja itu juga memiliki alasan dibalik perjodohan ini?. Apakah donghae juga  seperti dirinya yang menerima perjodohan demi teman temannya? Atau ada seseorang dibaliknya? Alasan lain, mungkin?. Entahlah. Jika saja ada, Yoona sangat ingin tahu itu, mungkin, dengan begitu kebencian yoona pada donghae akan berkurang bahkan bisa saja akan hilang.

Yoona dan donghae berjalan dan menaiki lift menuju aparteman mereka. Yoona sesekali melirik kearah namja disampingnya. Telihat pipi donghae memar, diujung bibirnya juga ada sebuah percikan darah. Yoona yakin orang orang tadi mungkin juga sangat hebat dalam melakukan perkelahian.

Sesampainya di depan pintu apartemen, mereka mendapati pintu dari apartemen itu terbuka. Yoona kembali terlihat ketakutan. Takut bahwa orang yang berada di dalam apartemen mereka adalah orang orang yang berkelahi dengan donghae tadi.

“Appa ???” seru donghae saat masuk kedalam apartemen.

Appa donghae mendekat kearah mereka berdua. Wajahnya terlihat menyeramkan. Seperti akan menerkam siapa saja yang sedang berada dihadapannya. Hal ini membuat Yoona merasa ketakutan. Ia pun mundur selangkah untuk bersembunyi dibalik punggung donghae.

“PLAKK” satu tamparan keras mendarat bebas di pipi donghae. Sontak Yoona kaget dan berteriak histeris.

Donghae memegang pipinya yang memang sedang memar karena perkelahian tadi sehingga tamparan dari appanya mungkin telah menambah rasa sakit itu.

“apa ini “ Appa donghae memperlihatkan berita lewat ponselnya..

“Pewaris Perusahaan group Lee terlibat Perkelahian di Bar” Judul dari artiket yang dibaca appa donghae.

“Itu bukan bar, itu tetater !!!” timpal Yoona, membuat appa donghae semakin naik pitam.

“DIAM!!” gertak appa donghae.

Yoona tersontak kaget. Yeoja itu menuduk dan langsung megunci mulutnya.

“Appa !!!” Donghae mencoba melerai.

“KAU…” appa donghae menatap lurus kearah namja itu.

“Apakah kau sadar siapa dirimu?,, kau tahu apa akibat dari perbuatanmu??, bagaimana pendapat orang tentangmu dan apa kau tahu dampak bagi perusahaan kita??, heh?” wajah appa-nya memerah.

Donghae hanya terdiam seribu bahasa. Membuat appanya makin memasang wajah pembunuhnya.

“KAU DENGAR TIDAK, APA YANG KUKATAKAN LEE DONGHAE?” gertak appa donghae.

Donghae menunduk lesu. Berusaha memenangkan pergulatan dengan pikirannya sendiri, “Ia, aku dengar appa, sangat sangat dengar itu !!”  serunya kemudian.

“KALAU BEGITU AYO JAWAB !!!” gertak appa Donghae.

Donghae menarik nafas. Mencoba mengatur emosinya yang kian memuncak.

“Kenapa? Kenapa?  semua harus demi perusahaan, WAE???? diberi ini, untuk perusahaan, begitu, demi perusahan, begini, kesini dan kesana demi perusahaan bahkan pernikahanku demi perusahaan, APAKAH AKU DILAHIRKAN JUGA DEMI PERUSAHAAN??” Suara donghae terdengar keras dan bergetar.

Yoona melihat mata namja itu berkaca kaca. Yoona  pun meyadari bahwa selama ini donghae juga tertekan sama seperti dirinya, bahkan mungkin lebih dari dirinya. Ya mungkin berkali kali lipat namja itu lebih tertekan. Mempunyai appa seperti itu, dan tanggung jawab pada  perusahaan yang  begitu membebaninya. Ditambah lagi sikap yoona yang sangat anti terhadapnya. Dan sekarang Yoona merasa dirinyalah yang harusnya dibenci oleh donghae. Apakah selama ini  Yoona begitu jahat karena telah membenci Lee Donghae???

Appa donghae masih menatap anaknya lekat. Perlahan ia menaikkan sudut bibirnya dan..

“PLAAK” satu tamparan kini kembali mendarat di pipi donghae. Kali ini percikan darah keluar dari sudut bibirnya dan membuat namja itu kesakitan.

“KENAPA KAU BEGITU JAHAT TUAN, APA SATU TAMPARAN SAJA TIDAK CUKUP?”           seru Yoona  dihadapan appa donghae yang membuat namja setengah baya itu semakin naik pitam.

“BERANI SEKALI KAU” appa donghae lalu mengangkat tanggannya ingin mendaratkan satu tamparan pada yoona namun tangan donghae dengan cepat menghalanginya.

“SUDAH CUKUP!!!.. JIKA APPA INGIN MENYAKITI YOONA, MAKA, APPA AKAN BERHADAPAN DENGANKU” ancam donghae menatap appanya.

“Apa? Bahkan kau lebih memilih yeoja bodoh ini. Ok, baiklah, kita lihat apa yang akan terjadi, kau tunggu saja ANAKKU TERSAYANG” ancam appa donghae kembali. Ia lalu melangkah dan menyeringai kearah donghhae dan yoona, lalu keluar dari pintu apartemen.

Melihat Appanya sudah menghilang dari balik pintu apartemen, donghae langsung menutup pintu itu dengan kasar hingga suara bantingan terdengar sangat keras bahkan lebih keras dari petir dan geledek.

Donghae mengacak ngacak rambutnya kasar. Sepertinya ia sudah tak mempedulikan memar yang berdenyut diwajahnya. Namja itu  kemudian tertunduk merenung diatas sofa.

Yoona berdiri menatap donghae yang tengah sibuk membatin. Mungkin sekarang hatinya sedang kacau. Yoona menatap wajah donghae lebih intens. Terlihat babak belur. Ini seperti pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga”. Namja iitu sudah babak belur karena perkelahian, dan appanya malah menamparnya dengan sangat keras.

“Obatilah lukamu” Yoona datang memecah keheningan dengan membawa sekotak obat.

Donghae tak bergeming dan masih terperangkap dalam pikirannya sendiri.

“Mian” Yoona duduk disamping donghae dan mulai membersihkan  memar diwajah namja itu.

“Aniyo, harusnya aku yang meminta maaf !” gumam donghae akhirnya.

“Kau jadi terlibat masalah karena dijodohkan denganku” sambungnya

“Tidak, tidak seperti itu, jangan dipikirkan, ini tidak ada hubungannya denganmu, ini…” bantah yoona yang sepertinya tidak sadar dengan ucapannya barusan.

“Apa??” donghae mengangkat dahi merasa heran dengan ucapan yoona yang tidak ketus seperti biasanya.

“Mmm, maksudku, ini semua karena aku, aku alasan kau berkelahi dan, harusnya aku yang merasa bersalah” timpal yoona.

“Kau pasti pergi ke teater itu karena kesal dengan seseorang? dan itu aku bukan?” tebak donghae. Tak bisa dipungkiri bahwa tebakannya memang benar. Saat itu, Yoona memang sedang kesal pada donghae..

“Apa? Bukan, bukan seperti itu…” yoona kembali membantah dan mulai menyusun kata kata diotaknya.

“Aku jadi merasa bersalah” timpal donghae dengan wajah memelas. Ternyata mudah juga menggoda yeoja itu.

“Hah??, tidak tidak, jangan seperti itu “ seru yoona tak terima.

“Aku ikhlas membantumu, jadi jangan dipikirkan” sambungnya.

“Benarkah?” donghae menyipitkan matanya dan  menatap penuh selidik

“Hei, jangan menatapku seperti itu” yoona mendadak kikuk. Donghae sepertinya telah berhasil membuat yeoja itu menjadi salah tingkah.

“AWWW” Donghae berteriak kesakitan saat yoona sengaja menekan lukanya dengan keras.

“Yoona-ssi, kau sengaja ya?” seru donghae menepis tangan yoona.

Yoona tersenyum lebar, memperlihatkan gigi putihnya, “Mian… aku, sengaja… he he he “

Donghae memegang pipinya yang tengah memar. Sakit rupanya. Tak apalah, asalkan ia bisa melihat senyum yoona. Obat yang paling mujarab untuk mengobati lukanya.

“Tunggu..” yoona mengamati lengan namja itu. “kau suka memakai gelang?”

“Ah ini !” donghae menatap gelang rantai yang dipakainya. “ini gelang dari nenekku. Ini gelang keberuntunganku. Awalnya ada dua, tapi yang satu hilang entah kemana, kurasa itu hilang saat aku  sekolah dulu” kenang donghae.

Yoona terdiam. Sementara itu donghae terus memperhatikan yeoja yang sepertinya tengah sibuk membatin. Menyadari  bahwa pandangan donghae sedang tertuju kearahnya, yoona langsung membuyarkan lamunannya.

Donghae mengerutkan kening, “wae?”

“Ah, any, aku hanya tidak menyangka kalau kau masih percaya dengan hal hal semacam itu..hehehe” Yoona tertawa hambar setelah tersadar dari lamunannya.

Donghae mengangkat sebelah alis-nya. Kemudian ikut tertawa bersama yoona dan memperhatikan yeoja dihadapannya yang masih tertawa riang.

Sebuah senyum ikut tersungging dibibir donghae, “Teruslah tertawa, kau sangat cantik jika seperti itu”  kagum donghae yang sukses membuat wajah yoona menjadi semerah kepiting rebus.

…………………………….

“Aku meminta jatahku diperusahaan ini” kata seorang namja berambut gondrong pada seorang pria setengah baya.

“Lee Sung min, aku sudah mewariskan perusahaan ini pada donghae” terang lelaki setengah baya itu.

“Donghae??? aku tak peduli dengan semua itu Appa?? Aku tahu semalam appa bertengkar hebat dengan anak itu, iakan?”  timpal namja bernama sungmin.

“Itu sebelum aku mengetahui bahwa kaulah biang keladi dari kejadian itu, kau menganggu Yoona, iakan?, untung saja donghae tidak melihatmu disana” seru lelaki setegah baya itu  yang juga adalah appanya.

“Memangnya kenapa kalau dia mengenaliku??, hufftt… aku baru saja kembali dari Amerika, tapi langsung dapat masalah” sungmin berucap dengan santainya.

“huffft… inilah alasanku tidak mewariskan perusahaan ini  pada berandalan sepertimu dan..”

“dan mewariskan perusahaan ini pada anak pungut seperti Lee Donghae” timpal sungmin.

“TUTUP MULUTMU!! DIA ANAK ALMARHUM PAMANMU, BUKAN ANAK PUNGUT, CAMKAN ITU!!!”

“Terserahlah, dengar appa ! bagaimanapun aku harus menjadi pewaris perusahaan ini. Titik” sungmin memperingatkan appanya lalu dengan segera berbalik menuju pintu keluar.

“Sungmin… Lee Sungmin” panggil appanya namun sedikit pun tak digubris olehnya.

…………………..To be continued………………………

Makasih udah baca !!!

Jangan lupa RCL yaww :-)

Dadahhhh…

36 thoughts on “SuGen FF YoonHae – Why I Hate You (Part 2)

  1. H_Ny berkata:

    Bagusss… daebakkk
    Makin penasaran nih… kasian donghaenya, appa donghae gitu amat .. Tapi Kayaknya yoona udah mulai suka deh.. mereka lucu..
    Author ceritanya kurang panjang…
    Panjangin lagi doongggzzz…
    Jangan pelit pelit lahhhh #plakkk
    Ini kan bulan puasa… #hubungannya???
    Yaudah dehh aku masih setia menunggu next part-nya kokkk….

  2. Shuciii berkata:

    Daebakk ff’y.
    Donghae oppa kasian psti sakit.
    Yoona eonni dh mlai luluh nih^^
    ff’y krang pnjang.

    next part jngn lma2y author^^

  3. Marzha berkata:

    Daebak…
    Aduh, bener2 penasaran gimana nanti sama nasib uri Yoonhae.. Please author, jangan sampai yoonhae menderita maupun pisah.. Bener2 tak sanggup…

    Ayo dong Yoong unnie sama Donghae oppa bersatulah.. Jangan biarkan balas dendam jadi penghalang bersatunya kalian.. Aduuhhh..
    Chingu, part selanjutnya jangan lama yah.. Udah ga sabar baca kelanjutannya.. Fighting..^^

    • nanashafiyah berkata:

      Appa donghae kelihatan jahat banget yah??? Tenang chingu… kan itu salah satu jalan buat donghae ama yoona, biar makin bersatu gitu…
      Doain ajah yaaa biar part selanjutnya cepat selesai…
      Makasih udah mampir dan ninggalin coment🙂

      • ichadeerfishy berkata:

        iyaa tuh kasian YH, iya ding bener cobaan untuk membuat tambah bersatu^^ iyaa amien, sma sama thor:)

  4. myyh berkata:

    oh jadi Donghae bukan anaknya appa jahat ?
    Itu ‘appa’ jahat + nyebelin banget. Pake nampar nampar Donghae segala.sulli nya juga sama sama nyebelin.aish :@

  5. Nur khayati berkata:

    Mulai ada m0ment Y00nHae nih stlh D0nghae nyelametin Y00na,, Jd Y00na.a mulai bisa nerima D0nghae.,
    What? Trnyata D0nghae bukan Anak kandung Tn. Lee, tp Anak Paman.a, berarti yg d bilang meninggal krna keluarga.a Y00na Ayah kandung.a D0nghae??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s