SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 2)

Image

Title : I Love You For a Reason…

Author : Nana Shafiyah a.k.a Nana/Nasha

Genre : Romance

Rating : General

Cast : SNSD  Sooyoung, Super Junior Siwon

Other Cast : SNSD  Yoona, SNSD Jessica, SNSD Tiffany, F(x) Krystal,  Super Junior  Eunhyuk, SNSD Hyoyeon, Lee Soo Man, Park Young Geum

Soundtrack : SNSD Taetiseo – Baby Step

                                 SUJU – My Only Girl

Anyong haseyo…

Kali ini aku membawa lanjutan FF SuGen Soowon…. Mian kalo kelamaan😦

Semoga kalian suka !!!

Happy Reading All…🙂

Part 2

Mencintaimu tanpa tanda tanya (?)…”I love you for a reason…”

“hehh” siwon terkekeh pelan dan semakin membuat sooyoung ketakutan. Namja itu lalu mendekatkan wajahnya kewajah  sooyoung. Hingga  sekarang wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja.

“Aku tak ingin berbasa basi… Dengar!  Ulahmu itu menyebabkan skandal dimana mana….  Aku mungkin bisa mengumumkan pada semua orang bahwa ini hanya kesalah pahaman belaka dan langsung menyuruhmu pergi, tapi…” Siwon masih menatap sooyoung lekat

“Tapi mungkin akan banyak orang yang tidak mempercayai itu, bukan? Kau sudah memperlihatkan cincin itu, dan membuat orang percaya bahwa kau memang yeojachinguku” sambungnya.

“Jadi?” Sooyoung mengangkat sebelah alisnya

“Aku tak ingin image ku tercemar hanya karena dituduh mencampakan yeoja sepertimu.” Timpal siwon.

“Mmwo?” sooyoung mulai kesal dengan gaya bicara namja dihadapannya.

“Aku sudah menyelidiki gerak gerikmu, aku tahu kau  sedang butuh uang sekarang, ia kan?” terka siwon

“lalu?” Tanya Sooyoug

“Aku punya pekerjaan  untukmu… kalau kau mau, jadilah yeojachinguku” Tawar siwon dengan tatapan serius.

“HAAHHH?” Sooyoung membulatkan matanya lekat lekat.

“berpura puralah  menjadi yeojachinguku, selama tiga bulan, setelah itu kau boleh pergi tapi dengan syarat…” Siwon menajamkan matanya.

“Dengan syarat, kau harus berhasil membuat skandal, maksudku adalah misalnya dengan skandal sebuah perselingkuhan,  setelah itu hubungan kita berakhir” jelas siwon

“jadi maksudmu, aku harus menjadi yeojachingumu selama tiga bulan. Dalam hubungan itu aku berselingkuh lalu kita putus? Begitu?” Sooyoung merasa nafasnya mulai berkejaran.

“Bingo!!! Tak kusangka otakmu sangat cepat merespon perkataanku” Siwon tersenyum hambar.

“kalau kau tertarik, kau bisa menghubungi managerku, ara?” siwon memperlihatkan senyum masamnya  lalu beranjak meninggalkan sooyoung yang sedang sibuk membathin.

Siwon merasa menjadikan yeoja itu sebagai yeojachigunya adalah pilihan yang terbaik. Hal ini dapat sekaligus menutupi rasa malunya yang sudah terlanjur membeberkan tentang cincin itu di majalah serta tentang seorang yeoja yang akan dilamarnya. Rasanya tidak lucu membayangkan bahwa pengakuan cinta seorang artis setenar choi siwon baru saja ditolak oleh seorang yeoja,iakan? Setidaknya yeoja yang menemukan cincin itu, bisa sedikit menutupi skandalnya.

…………..

Soooyung  duduk termenung sambil menggerak gerakkan jari jari kanan tangannya diatas meja, sedangkan tangan kirinya dibiarkan memopang dagu.  Sooyoung sudah menceritakan semua kejadian yang dialaminya pada jessica. Ia menceritakannya tanpa ada satu pun yang tertinggal. Jesicca mungkin  telah memasrahkan seluruh keputusan ditangan sooyoung namun yeoja itu tahu bahwa temannya itu sangat menaruh harapan  besar padanya. Harapan bahwa sooyoung bersedia menerima tawaran dari choi siwon.

“Duk Duk Duk”  terdengar suara ketukan pintu.

“siapa yang datang?” gumam sooyoung sambil melirik jam dindingnya. Sekarang  waktu tengah menunjukkan pukul 21.00.

“biar aku saja” Sica berjalan hendak membukakan pintu.

“Crek, crek, crek..” Suara potret kamera dan lampu blish dimana mana telah membuat sica berdiri mematung di depan pintu.  Terlihat segerombolan wartawan sudah berada didepan pintu rumahnya. Mereka  sudah siap dengan kamera  dan berbagai perlengkapan wawancara lainnya.

“apa benar ini rumah choi sooyoung?”tanya  seorang namja yang sepertinya adalah reporter.

“HA?” jesicca melongo menatap lautan manusia tengah berada didepan rumahnya.

Sooyoung akhirnya keluar dan melihat keadaan. Namun tiba tiba seseorang yang entah siapa, melempari  wajahnya dengan telur  dan tomat busuk. Itu terlihat sangat menjijikkan. Sooyoung memejamkan kedua matanya. Ia berusaha menahan nafasnya yang mulai terganggu dengan bau tidak sedap yang menghinggap ditubuhnya.

Satu persatu telur dilemparkan tepat kearah  tempat dimana sooyoung berpijak. Jessica yang  berdiri disampingnya pun ikut terkena imbas dari pelemparan tersebut.  Sooyoung mulai merasa geram. Ia sepertinya sudah kepalang basah. Fans Choi siwon sudah terlanjur membabi buta. Tiba tiba terpikir olehnya untuk menerima tawaran choi siwon.

Soooyoung menutup rapat rapat pintu rumahnya. Walaupun  suasana diluar terdengar gaduh karena kehadiran banyak wartawan. Bahkan  para wartawan itu mengedor gedor pintu rumah sooyoung dan membuat mereka menjadi ketakutan.

“Yoboseo, ini aku sooyoung, aku…” sooyoung sedikit ragu.

“aku menerima tawaran itu, maksudku.. pekerjaan yang kemarin” Jelas sooyoung ditelepon lalu menghembuskan nafasnya berat. Sementara itu,  Jessica hanya menatap temannya itu dengan tatapan prihatin.

…………………..

Hari hari pun dimulai sebagai yeojachingu choi siwon. Yeojachinngu gadungan tepatnya. Sooyoung sudah membuat kesepakatan dengan Siwon. Sebuah kontrak perjanjian pun telah mereka tanda tangani. Dalam kontrak telah berisi peraturan peraturan yang telah mereka sepakati bersama. Sebagai balasanya, Siwon sudah membayar biaya operasi krystal. Namja itu juga sudah mengutus orang untuk melakukan pengawasan dirumah sooyoung. Tujuannya, agar para wartawan tidak lagi mengganggu rumah yeoja itu.

Sekarang sooyoung hanya perlu mendampingi siwon keberbagai acara. Baik itu Konvrensi pers, konser musik, datang kelokasi syuting dan lain lain. Tentu saja sooyoung harus bersikap seolah oleh siwon adalah namjachingunya.

Ternyata menjadi yeojachingu siwon sangat sulit. Sooyoung harus merubah total penampilannya mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut.  Sooyoung harus berubah menjadi yeoja feminim yang anggun. Memakai rok dan high hills. Sooyoung bahkan tidak mengenali dirinya sendiri  jika sudah berada didepan cermin.

“Hueee…Aku bosaaaan” keluh sooyoung sambil membolak balik  halaman majalah yang dipegangnya. Saat ini, dirinya  sedang berada di lokasi shooting untuk menemani siwon shooting drama terbarunya.  Sooyoung  melihat orang orang dilokasi shooting sedang sibuk dengan urusannya masing masing. Ada yang sedang mendorong kamera, mengangkat barang, merias dan hal hal semacam itu. Dilihatnya pula seorang  yeoja yang sepertinya adalah aktris berjalan mendekat.  Yeoja itu duduk persis disebelah sooyoung.

“ehm, annyong” Sapanya dengan senyum yang agak mencurigakan.

Sooyoung menunduk ikut menyapa balik.”Ne..Annyong !”

“Kau yeojachingu siwon?” tanyanya memulai pembicaraan.

“Ne” jawab sooyoung  sedikit acuh.

“ohh yaa?” yeoja itu  menunjukkan ekspresi terkejut tetapi terasa seperti dibuat buat.

“Sepertinya siwon mempunyai tipe yeoja  yang tidak disangka sangka” sambungnya sambil terkekeh pelan.

Aku tipe  yang Tidak disangka sangka? Apa yeoja jelek ini sedang menghinaku? Umpat sooyoung

“kau pasti orang biasa.. yah, walaupun kau merubah penampilanmu, tetap saja aura aura itu pasti masih ada..”

Aura? Asal kau tahu, sebenarnya kaulah  yang memancarkan aura jahat!!! Umpat sooyong kembali.

Sooyoung merasa seperti banyak orang yang tidak menyukainya. Mereka iri atau apa? Mengapa orang orang itu sering berbisik tentang dirinya?  Sebegitu pentingnya-kah siwon?.

Sooyoung  sangat ingin  mencerca  setiap orang yang berbicara seakan ia tidak pantas untuk siwon.  Berbisik dibelakangnya atau menyindirnya  habis habisan. Namun, sooyoung sepertinya tak ingin membiarkan  emosinya yang  mudah meluap itu, menyebabkan sebuah masalah.  Untuk apa mencari masalah demi sebuah kebohongan?

“Kita break.. istirahat dulu” sahut sang sutradara. Orang orang mulai bubar dari rutinitasnya masing masing.

“Ah, apakah kau ingin ikut makan siang?” Tawar seorang ahjussi pada sooyoung.  Seketika seulas senyum lebar tergambar jelas dibibir tipis yeoja itu.

Sooyoung mengangguk cepat.  Perutnya memang sudah keroncongan tak karuan.

“ah, mian ahjussi, dia ikut denganku” sela siwon yang datang tiba tiba. Membuat senyum sooyoung lenyap seketika.

“Sooyoung-ah, kau ikut denganku kan?” siwon memberikan seulas senyumnya.  Sooyoung  hanya mengangguk lemah.

Sooyoung berjalan mengikuti siwon dari belakang.  Namja itu tengah sibuk merapikan beberapa pakaian yang ia kenakan saat shooting barusan. Terdapat pula tumpukan naskah yang terlihat masih rapih. Perlahan ia mengambil sebuah kardus yang entah isinya apa.

“Bisakah aku melihat kedua telapak tanganmu?”  permintaan siwon membuat sooyoung memasang wajah bertanya tanya. Sooyoung akhirnya menurut.

“AWWWW” Pekik soyoung saat siwon tiba tiba meletakkan kardus yang dipegangnya ke-lengan sooyoung. Kardus yang ternyata lumayan berat.

“tolong  bawakan ini sampai kemobil” perintah siwon seolah sooyoung adalah pesuruhnya.

“hh..” Sooyoung baru saja membuka mulutnya hendak mengatakan sesuatu tapi dengan segera ditutupnya kembali. Sooyoung ingin sekali mengeluarkan amarah terpendamnya namun dengan sekuat tenaga ia  mencoba menahannya. Bukankah ia memang sedang bekerja? Yah, anggap saja begitu!

Sooyoung masih terus berjalan mengikuti siwon yang akan menuju parkiran. Mengapa jalan menuju parkiran bertambah panjang? Sooyoung terus menggerutu. Tangan sooyoung mulai pegal akibat  menggotong  kardus  milik siwon yang lumayan berat. Perut sooyoung  pun terasa mulai menari nari tak jelas. Keroncongan tepatnya.

“Aku bukan membayarmu untuk makan gratis..” kata siwon seolah dapat membaca pikiran yeoja dibelakangnya.

“Hufft, dasar pelittt..artis macam apa dia..!!” gerutu sooyoung dalam  hati

Akhirnya tempat yang  di nanti-nantikan  sooyoung kelihatan juga. Tempat itu adalah sebuah parkiran! Sooyoung merasa sedikit lega.  Setidaknya  ia tak harus menggotong kardus itu lagi. Sooyoung meletakkan kardus itu kebagasi mobil. Menuju kursi penumpang  lalu duduk dengan manis.

“yak.. memangnya aku supirmu? Cepat pindah kedepan!” Siwon berdecak kesal.

“ya ya ya” Sooyoung berpindah kedepan sembari meringkukkan wajahnya . Siwon mulai mengarahkan stir menuju apartemennya. Selama perjalanan, tak ada sepetah katapun yang keluar dari mulut mereka berdua. Mereka hanya terdiam membisu. Sooyoung merasa ada sebuah hawa aneh jika dirinya berdekatan dengan choi siwon.

……………………………..

Kesan pertama yang didapatkan sooyoung saat tiba di apartemen siwon, tidak lain ialah “Sangat berantakan”. Debu dimana mana, letak meja dan kursi yang tak beraturan, rak sepatu yang berantakan, baju berserakan tak jelas dan berbagai hal abstrak lainnya.

“Hah? Apa ini benar benar apartemen seorang artis, huee.. ternyata diluarnya saja yang bagus” bathin sooyoung.

“Ahjumma yang sering membersikan tempat ini sedang cuti, aku belum sempat mencari pengganti” jelas siwon tanpa ditanya.

“Dia kan punya tangan, kenapa tidak dibersihkan sendiri saja, ihh dasar pemalas!!” bathin sooyoung

“Aku sangat sibuk, jadi bagaimana mungkin aku membersihkannya sendiri” tungkas siwon sembari menuju keruang tengah

“Tunggu!! Apa tadi aku mengatakan sesuatu? Ah, sepertinya tidak.” Sooyoung mematung tak percaya

“Hei, Kau tak perlu mengatakan apapun,  aku tahu persis yang  ada dipikirkan yeoja sepertimu” timpal siwon walaupun sooyoung tak merasa mengatakan sesuatu.

“Andwee.. apa dia baru saja membaca pikranku?? Tidak, jangannn” sooyoung mengelengkan kepala sekencang kencangnya.

“Tenanglah, aku bukan cenayang”  siwon berjalan kearah sooyoung yang masih berdiri mematung. Ia lalu menyodorkan dengan paksa peralatan kebersihan seperti sapu, kemoceng  dan lap ketangan sooyoung dan membuat yeoja itu berdecak kaget.

“A-apa yang  kau lakukan?” Sooyoung menangkap sodoran peralatan bersih bersih itu dengan mata terbelakak.

“Bersihkan semua ini, jangan sampai ada sebutir debu pun yang tersisa, mengerti?”  Siwon menatap tajam yeoja didepannya.

“Mwooo?” sooyoung tak kuasa menahan rasa kagetnya. Ia tak menyangka bahwa siwon bisa seenak jidat memerintahkan dirinya melakukan pekerjaan rumah. Apakah siwon memang  berniat menjadikan dirinya sebagai pesuruh? Pikir sooyoung dalam kekesalalan.

“Dalam perjanjian, kau berkata akan mengikuti apa yang kusuruh selama itu tidak melanggar norma norma kan?” Siwon tersenyum penuh kemenangan.

“i-iia, itu benar tapi…” sooyoung mulai memikirkan kata kata selanjutnya. Kata yang agak ragu diucapkannya.  Mungkin  yang dikatakan siwon ada benarnya, sooyoung memang membuat perjanjian seperti itu dan hanya itu, tidak ada yang lain.

“T-t-tapi..”

“Tapi?” Siwon mengangkat sebelah alisnya.

“Bbaiklah, terserahmu saja.. huhh” Sooyoung mendumal, meninggalkan siwon yang sedang  menatap acuh.

Siwon membiarkan sooyoung  pergi dengan seperangkat alat kebersihan. Sooyoung terlihat terus menggerutu. Yeoja itu memang mudah ditebak. membaca pikiran sooyoung lewat gerak geriknya itu pun sangat mudah dilakukan.

Siwon terus memperhatikan sooyoung yang sedang melakukan tugas rumah dengan penuh kekesalan. Pekerjaan seperti itu memang cocok untuknya dibandingkan dengan peran menjadi seorang putri.

………………

“aku pullaaanggg” Sooyoung  masuk kedalam rumahnya dengan wajah suntuk. Yeoja itu berjalan ke ruang tengah sambil menengkukkan wajahnya. Perlahan wajahnya terangkat ketika  indra penciumannya menangkap wangi  bau  rempah rempah. Itu seperti sebuah…

“sup ayamm!!!” sooyoung  kegirangan ketika jesicca dan krystal sedang menyantap makan malam dengan sup ayam.  Secara refleks, tangan sooyoung dengan cepat merogoh makanan yang ada dihadapannya. Sooyoung langsung melahap  sup ayam  yang ada diatas meja meskipun tanpa dipersilahkan.

Jessica dan krystal hanya saling berpandangan melihat kelakuan sooyoung. Tidak biasanya  sooyoung bersikap seperti itu. walaupun benar, sooyoung memang agak rakus namun, ini sudah sangat berlebihan. Sooyoung menjadi terlihat seperti orang yang belum makan tiga hari. Ah, bukan tiga hari,  Itu bahkan seminggu atau mungkin sebulan.

“melihatmu makan seperti itu, membuatku kenyang duluan” timpal jessica sambil menatap sooyoung tak percaya. Sooyoung menelan setumpuk makanan di mulutnya sekaligus. Ia berusaha menjawab reaksi  jessica barusan.

“mian, sica-ya, aku belum makan dari tadi siang..” Sooyoung mulai berapi api jika mengingat bahwa jatah makan siangnya terlewati bagitu saja.

“Hahhh?? Bagaimana bisaaa?” mata sica benar benar terbelakak. Bagaimana mungkin orang seperti sooyoung bisa melewati makan siangnya begitu saja. “Apakah artis itu, maksudku, choi siwon tidak memberimu makan?”

Sooyoung hanya mengangguk sambil memakan makanannya kembali. “oh my goshhh” ucap sica prihatin.

Krystal  sepertinya mulai bingung dengan ucapan Eonninya. Artis? Choi siwon? Sooyoung Eonnie?bathin krystal.  Terlalu lama dirumah sakit sepertiya  telah membuat dirinya kehilangan banyak informasi. Baik itu tentang keadaan sica eonni maupun sooyoung eonni.

“Choi siwon? Apa  sooyoung eonni bekerja ditempatnya?” tanya krystal  penasaran. Sooyoung hanya membalas dengan sebuah anggukan sembari masih menyantap makanannya.

“Kudengar dia berpacaran dengan  seorang  yeoja, apa eonni  pernah bertemu dengannya? Apa dia lebih cantik dariku??” Tanya krystal  dengan wajah polosnya.

“UHUK UHUKKK”  sooyoung tersedak mendengar pertanyaan krystal. Yeoja itu dengan segera menenggak habis air didepannya sambil memukul dadanya pelan.

“Ah Krystal, kau habiskan saja makananmu, lalu istirahat yahh” Sica mencoba mengalihkan perhatian adiknya. Krystal akhirnya mengangguk patuh.

Setelah menyantap makan  malamnya, sooyoung langsung menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya. Sooyoung seolah mengeluarkan seluruh amarah terpendamnya.  Jessica hanya mendengarkan setiap detail kata yang diucapkan oleh sooyoung. Setiap malam sooyoung memang selalu menceritakan hal yang baru saja dialaminya pada sica. namun, baru kali ini sica melihat sooyoung sekesal ini. Apakah siwon begitu jahat? Bathin sica.

“uhhh, aku ingin sekali meninju wajahnya yang menyebalkan ituu” Sooyoung menerawang dengan penuh amarah.

“mian, ini salahku, kau begini karena aku dan..” sesal sica.

“Anii, ini bukan salahmu, kejadian itu tidak sengaja, ini semua karena artis tengik itu..” Sooyoung menundukkan wajahnya. Ia sedang memikirkan bagaimana hari harinya selama tiga bulan kedepan.

“miann” Sekali lagi jessica merasa menyesal.

Perlahan jessica mulai memikirkan cara agar sooyoung bisa keluar dari masalah yang menimpanya. Sica harus bisa membantu. Setidaknya dirinya bisa meringankan beban temannya itu. Ia harus bisa menemukan sebuah cara.  Cara agar sooyoung tidak merasa tertekan karena tindakan choi siwon. Tapi dengan cara apa? Sica mulai berpikir keras.

“ahh!!!” jessica bergumam senang.  Sebuah ide cemerlang  tiba tiba muncul.

“Sooyoung-ah, aku tahu…” Sica tersenyum lebar kearah sooyoung dan membuat temannya itu menatap heran.

“Apa?” sooyoung mengerutkan keningnya.

“Aku tahu cara membalas perlakuan choi siwon terhadapmu”

“Caranya?” sooyoung terlihat tak yakin.

Sica menceritakan ide yang baru saja terbersit diotaknya. Tak lupa ia pun menyusun cara jitu agar choi siwon mendapat akibat dari perbuatan yang dilakukannya terhadap sooyoung hari ini. Sooyoung terus memperhatikan satu demi satu kata yang keluar dati mulut sica. Kalimat demi kalimat nampaknya telah masuk kedalam pikiran sooyoung.  Yeoja itu menganguk pelan. Tanda  bahwa ia paham maksud dari ide cemerlang jessica.

“yak, kau benar sica, aku harus melakukan itu. setidaknya amarah terpendamku dapat berkuarang. dan setelah melakukan itu, mungkin dia akan takut jika menindasku.” ucap sooyoung sambil mengeluarkan senyum evilnya.

“Lagi pula ini hanya tiga bulan kan? Kau bahkan bisa melakukan hal yang lebih dari itu” Sica pun ikut tersenyum jahat. “Ingat! Tarik lalu, ulur”

“itu pasti!! kau lihat saja” Sooyoung  menerawang rencananya  sambil tersenyum menyeringai.

………………………

Sooyoung seakan mendapat energi baru. Energi untuk tetap kuat melawan badai yang datang menghadang. Tentu saja kini sooyoung telah memiliki senjata rahasia. Sebuah cara untuk  membalas choi siwon dan mengantisipasi penindasan yang dilakukan namja itu.

Hari ini, siwon mengajak sooyoung untuk hadir pada acara pesta penutupan episode drama yang dibintanginya. Siwon menyuruh  sooyoung  untuk berperan sebagai yeojachingu yang manis dan feminim. Siwon pun memberikan voucer perawatan salon pada sooyoung agar yeoja itu bisa merubah penampilannya. Tentu saja sooyoung  sangat menyukai hal itu. Selain karena dirinya mendapat  treatment perawatan di salon secara gratis, yeoja itu juga memiliki kesempatan untuk melancarkan rencananya. Rencana yang telah disusunnya bersama temannya, jessica.

Detik dan menit dengan cepat berlalu. Kini tibalah saatnya sooyoung menampakkan dirinya sebagai yeojachingu choi  siwon.  Ini adalah pertama kalinya sooyoung  menghadiri acara pesta yang mengundang seluruh rekan rekan artis beserta crew. Mereka adalah orang orang yang telah bekerja sama dalam produksi drama yang dibintangi siwon.

Sooyoung mulai masuk kedalam sebuah restoran. Ia melihat sekelilingnya begitu dipadati oleh orang orang yang sedang asyik bercengkrama. Sooyoung pun mendengak, berusaha mencari siwon yang entah dimana. Hingga sudut matanya menangkap seseorang yang mirip dengan siwon. Sooyoung menyipitkan matanya lekat lekat. “sepertinya itu dia” gumam sooyoung saat menyadari bahwa seseorang yang tadi dilihatnya, benar adalah siwon.

“JAGIYAAAAAA” Sahut sooyoung dengan suaranya yang cempreng. Yeoja itu terus melambai lambaikan tangannya kearah siwon.

Siwon tak menyangka bahwa sooyoung akan datang secepat ini. Bahkan sejam sebelum acara dimulai. Penampilan Yeoja itu memang berbada dari biasanya. Gaun silver selutut ditambah blazer yang dikenakannya membuatnya tampak berbeda, dan ya, seperti itulah.

“Kau kemana saja, hah??? Aku mencarimu kemana mana..” Seru sooyoung sambil memukul pelan lengan siwon.

Siwon belakangan sadar bahwa sikap sooyoung agak berbeda dari biasanya. Kali ini kelakuannya bertambah agresif atau mungkin, dirinyalah yang salah mengenali seseorang? entahlah.

“Ah, lihat bajumu, kenapa bisa ada noda disini?? Kau tidak apa apa? Atau noda ini membuatmu gatal gatal?” Sooyoung  memasang ekspresi kehawatirannya.

“Hei, sooyoung-ssi, ada apa denganmu?” Siwon berbisik kesal  ditelinga sooyoung.  Sikap sooyoung yang terdengar berlebihan itu tampaknya telah membuat mata orang orang menatap lurus kearah mereka.

“kenapa jagi-ah?? aku kan Cuma menghawatirkanmu…”Ucap sooyoung sambil memasang wajah manyun. Kemudian, Sooyoung dengan penuh percaya diri menyapa rekan rekan siwon yang hadir, bahkan tanpa dipersilahkan terlebih dahulu.

“Anyong haseyo, sooyoung imnida, aku adalah yeojachingu siwon” Sapa sooyoung sambil membungkuk 90 derajat pada orang yang tengah disapanya. Sooyoung terus melakukannya tidak hanya sekali atau dua kali tapi, beberapa kali. Hal itu sukses membuat  tatapan kekonyolan, keanehan bahkan tertawaan dari rekan rekan siwon  menghujan kearahnya. Begitu pun dengan siwon yang harus merasakan dampak dari kelakuan sooyoung.

“haii anyong haseyo, aku yeojachingu siwon” Sapanya lagi meski tanpa dipersilahkan.

“hei, aishh…” kalimat siwon terpotong ketika melihat para crew dan  pemain drama tengah bersiap siap memulai acara penutupan drama mereka.

Semua orang terlihat mengambil posisi  masiing masing. Para crew dan pemain drama saling duduk berseberangan diantara meja panjang  yang dipenuhi  banyak makanan serta minuman, baik itu air putih, juice bahkan minuman beralkohol.

Mata elang sooyoung tiba tiba saja menangkap gerakan seorang yeoja. Yeoja itu sepertinya ingin duduk disebelah siwon. Dengan segera sooyoung mendekat kearah mereka. Yeoja yang mendekati siwon nampak kaget dengan kehadiran sooyoung yang tiba tiba datang untuk mencegah pelancaran aksinya . Sementara itu sooyoung hanya memperlihatkan senyum miris kearah yeoja itu.

“Hei, aku ingin duduk disamping namjachingu-ku, bisakah kau mencari tempat lain?” timpal sooyoung pada yeoja yang duduk disebelah siwon. Yeoja itu berdecak kesal. Ia akhirnya bangkit dari tempat duduknya hendak mencari tempat lain. Tempat yang diduduki yeoja itu kemudian digantikan oleh sooyoung. Kini, sooyoung dan siwon akhirnya duduk berdampingan.

“Jagi, bagaimana perasaanmu? Apa kau senang?” Sooyoung tersenyum lebar namun siwon sama sekali tak menggubrisnya.

“Walau sesenang apapun, kau juga harus menjaga kesehatamu, minum air putih yang banyak dan hindari minum alkohol. Ah, jangan tidur terlalu malam karena itu membuatmu cepat tua, dan juga makan makan yang bergizi terutama buah buahan dan sayur sayuran and then, jangan terlalu banyak makan daging, nanti kolestrolmu tinggi. Menyebabkan kegemukan dan bisa bisa kau terkena diabetes” Sooyoung menyeru tanpa jeda seperti layaknya ahjumma yang begitu menghawatirkan anaknya.

Siwon menjadikan seorang ahjumma sebagai yeojachingunya?  Mungkin seperti itulah yang sekarang tergambar jelas dipikiran orang orang. Siwon merasa sooyoung sudah membuatnya tampak idiot didepan rekan kerjanya.

“sial, apakah yeoja ini sedang mempermainkanku” Siwon membathin sambil melirik sinis kearah sooyoung. Sooyoung pun membalas tatapan itu dengan membentuk gerakan wajah “Wae?” kearah siwon.

Pesta makan makan dimulai. Orang orang mulai menyantap makanan yang disuguhkan. Begitu pun siwon yang mulai menyantap makanan yang dihidangkan sambil bercengkrama dengan rekan kerjanya. Beberapa juga terlihat hendak menuangkan arak kegelas mereka.Tampak mereka akan bersulang satu sama lain.

“oh, no no no no..” cegah sooyoung dengan suara cemprengnya. Yeoja itu mencegah siwon meminum minumannya saat ia akan bersulang.

“ jagi-ya, Kau tidak boleh minum minuman beralkohol, itu tidak bagus untuk kesehatan, Lagi pula besok kau harus bekerja kan?, jadi untuk apa minum minum” Sooyoung menjelaskan seperti sedang berbicara dengan anak TK usia 5 tahun.

“Tidak boleh yahh” Sooyoung mengambil gelas  yang dipegang siwon lalu dengan cepat menggantinya dengan gelas yang berisi juice jeruk. “ini lebih sehat” ucapnya sambil tersenyum simpul.

“ayolah, sedikit saja, tidak sampai mabuk” timpal salah satu crew.

“Mian, ahjussi ! tapi aku sebagai yeojachingunya sangat khawatir dengan jadwal yang padat, ditambah lagi  istirahatnya sangat kurang. jadi, jika dia tidak menjaga makanannya atau minumannya, aku cemas, akan berpengaruh pada kesehatannya” Jelas sooyoung. Ahjussi itu hanya tersenyum miris kearah siwon. Orang orang sepertinya menganggap siwon tidak mau berbaur dengan mereka. Orang orang  mulai terlihat bersikap acuh pada siwon. Namja itu menjadi tampak kesal dengan kelakuan sooyoung. Kelakuan yang dianggapnya sangat berlebihan.

“Buka mulutmu,aaaa” Ucap sooyoung lalu membuka mulutnya lebar lebar hingga membentuk sebuah goa. Yeoja itu hendak menyuapi siwon dengan  setumpuk sayuran.

“Andwee” Tolak siwon mengalihkan pandangannya. Sooyoung hanya menghela nafas  sembari memikirkan sebuah cara. Cara agar siwon membuka mulutnya dan…

“AAAAA” Siwon membuka mulutnya lebar lebar ketika merasa sooyoung menginjak kakinya dengan sebuah high hills yang dipakainya. Sooyoung lantas  memasukkan setumpuk sayuran yang ia pegang kedalam mulut siwon. Al hasil, Siwon akhirnya menelan mentah mentah sayuran yang entah apa isinya. Yang jelas itu terasa sangat pahit dalam indra perasanya.

Siwon memejamkan mata. Berusaha penahan rasa pahit dari sayuran yang dimasukkan sooyoung kedalam mulutnya. Sementara itu  wajah orang orang disekitar mereka pun mulai mengisyaratkan sebuah kalimat “Kasihan sekali dia”

“Apa  yang kau rencanakan sebenarnya?” bisik siwon pada sooyoung yang tengah menyantap makanannya. Sooyoung lantas menjauhkan telinganya dari mulut siwon. Bukan karena ia takut atau kaget dengan kalimat yang dibisikkan siwon barusan. Melainkan sooyoung merasa ada aroma tidak sedap  yang keluar dari mulut siwon saat namja itu berbisik.

OMO!! sooyoung memekik. Apakah aku  memasukkan banyak bawang kedalam sayuran tadi? Bathin sooyoung. Mungkin!

“Rasakan itu choi siwon !” sooyoung bergumam dan tertawa tawa dalam hati lalu, ia pun mulai menjawab pertanyaan yang dibisikkan siwon tadi dengan entengnya.

“Kau tau ? setiap perbuatan mempunyai suatu ganjaran” Sooyoung mengangkat pundaknya dan terlihat memajukan bibir bawahnya.

Siwon memegang keningnya yang mulai berdenyut akibat ulah sooyoung barusan.

“Ya Tuhan,,! Apakah Yeoja ini berniat balas dendam ?” Bathin siwon terus berusaha menahan amarah karena namja itu harus menanggung malu akibat kelakuan kekanak kanakan sooyoung didepan rekan kerjanya.

.………..To be continued………

Segitu dulu yah…

See you next part

Bye bye..

Jangan lupa RCL, ok :-)

13 thoughts on “SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 2)

  1. JeSsyca Huanq berkata:

    KYAAAAAA ~
    daebakk author ~
    d lanjutin yhaa😀
    penasaran dqn lanjutannyaa ~
    kpan nextpart’y kluar ??

  2. Auralia Zalzabila berkata:

    Annyeong..Annyeong..Saya Readers Baruu..^^Salam Kenall..^^
    Uaa FF SooWon..Kyaa #Apasih-__-”
    Aihh Thor kenapa banyak sekali makanan dan minuman d ff mu ini..(?)Imanku Goyah sudah.. ~_~”
    Aduhh Itu Siwon Kasihan sekalii..Siapa suruh Macam-macam sama Soo..Ahayy..xD
    Lanjutannya Jangan Lama-lama Thor..^^

  3. rainaboveme berkata:

    annyeong, saya riza yg kemaren, balik lagi nih :3
    part 2nya bagus kok, lucu!
    Tapi chingu, next part lbh dperhatiin pengetikannya ya?
    Kek nama orang, trus ada jga kata yg harusnya misah malah nyambung, typo kata ‘bathin’ juga bikin risih nih, bsok pake ‘batin’ aja ya? *mukamelas
    dari segi cra crita entah knapa lbh suka part 1, yg ini kyak agak kburu ya? Tp masih dlam traf enak dbaca sih,
    so, fighting buat part 3! Aku tunggu…😉

    • nanashafiyah berkata:

      Yang ini ceritanya mungkin agak aku ringkas soalnya aku takutnya malah jadi pemborosan ato ga menjurus ke konflik.. mungkin karena itu kali ya…
      Soal pengetikan ntar aku perbaikin lagi karena jujur aku rada males kalo soal begonoan… hahaha #pisss
      Part 3 tungguin ajah ya chingu… Ditunggu kritik dan sran selanjutnya.. Okeee..

  4. irina.jung berkata:

    hhe lucu sooyoung unnie balas dendamny. Yeoja yg unik~…..
    Snyum2 aja di chap ini. Nice writing, mskpun siwon oppa kasian disini, tpi gpp bls dendam soo unnie. Hhehe. Lanjut next chap. SooWon is real! Guardians jjang! Author hwaiting! Dtunggu chap. 9 apa 10 yaa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s