SuGen FF YoonHae – Why I Hate You (Part 1)

Image

Title :  Why I Hate You

Author : Nana Shafiyah a.k.a Nana/Nasha

Genre : Romance

Rating : PG-17

Cast : SNSD  Yoona, Super Junior Donghae

Other Cast : SNSD  member, Super Junior Sungmin, F(x) Sulli

Soundtrack :   SNSD  –  Day By Day

                       SUJU –  Reset

Anyong haseyo…

Kali ini aku membawa FF SuGen Couple terbaru dengan pairing YoonHae (Yoona dan Donghae)..

Semoga kalian suka !!!

Happy Reading All…

Part 1

Adakah alasan untuk membenciku???…. “Why I hate you”

Antara Ambisi keluarga dan menggapai cinta yang telah lama kau nantikan…

 yang manakah diantara keduanya yang membuatmu merasa bahagia??.

Mungkin jawabanmu yang  ini, atau  yang itu.  pilihlah salah satu ….

Memilih menggapai cinta yang telah lama kau nantikan??? Mungkin kebanyakan memang begitu

 Lalu, bagaimanakah jika ambisi keluargamu itu bertujuan untuk menyakiti orang yang  telah lama kau nantikan, atau lebih jelasnya berniat menghancurkan orang yang kau cintai,

Tapi dengan memanfaatkan dirimu jika nantinya kau lebih memilih  bersama dengannya??

Dan parahnya, orang itu sekarang ada dihadapanmu. Memakai  gaun putih di acara yang sakral.

Ia mungkin tidak menyukaimu  atau bahkan selalu memalingkan pandangannya  dari  jangkauan penglihatanmu, tapi  kau malah dengan senang hati tersenyum padanya, bahkan menghawatirkan keselamatannya sekarang jika nantinya hidup bersama denganmu. keselamatannya adalah yang terpenting bagimu. Disisi lain, kau sangat tidak sanggup melepasnya, egois??? Begitulah kira kira.

Anggaplah kau memang menyukainya dari dulu, ah!!, tidak, mungkin itu benar,, kau memang menyukainya, bahkan sebelum ia mengenalmu dan kau sudah memperhatikannya sejak lama yang entah kapan perasaan itu mulai tumbuh dan berkembang sampai sekarang. Namun parahnya , ia mungkin tidak benar benar melihatmu sebagai seorang yang istimewa baginya karena ia mungkin merasa  tidak pernah mengenalmu sebelumnya…

……………

Lee donghae maukah kau menerima yeoja bernama Im yoona baik dalam keadaan suka maupun duka dan dalam keadaan sehat maupun sakit?” tanya seorang pastour yang berdiri dihadapan mereka.

“ia, aku bersedia” tegas donghae sementara itu yoona hanya menatapnya  dengan tatapan sinis

“Im Yoona, maukah kau menerima namja bernama Lee donghae baik dalam keadaan suka maupun duka dan dalam keadaan sehat maupun sakit?“tanya pastour itu kembali.

“ia, aku bersedia,,” lemas Yoona, ia mulai memasang muka malasnya.

Mereka mulai  saling bertukar cincin. Terlihat Yoona membengkokkan jari manis miliknya seakan  akan ia enggan dipasangi  cincin yang dikelilingi oleh butiran berlian itu. Ia tidak rela memakai cincin dari namja bernama Lee donghae.

“Bersikap baiklah nyonya lee” bisik donghae dengan senyum simpulnya.

“mwo???” kaget yoona  tak menyangka bahwa donghae sudah berani memangggilnya dengan sebutan seperti itu.  What???? Nyonya lee????? Nama apa itu???? Ia sudah berani memanggilnya dengan sebutan itu walaupun namja itu tahu bahwa yoona sangat membenci pernikahan ini. Pernikahan yang dianggapnya  tidak lain adalah sebuah pemaksaan  dari kedua orang tuanya yang hanya mementingkan masa depan  perusahaan mereka dibandingkan dengan kebahagiaan anaknya sendiri. Sekarang namja tidak tahu diri itu malah memanggilnya dengan sebutan nyonya lee??? Apakah sekarang   segalanya akan langsung  berubah meski  tanpa persetujuannya??? Great!!!

Terlihat semua tamu undangan di gereja itu sangat bahagia melihat pernikahan mereka. Hal tersebut membuat Yoona merasa muak dengan pernikahan ini. Pernikahan yang membuatnya merasa dibawah tekanan  yang akhirnya membuatnya menyetujui pernikahan ini.

Yoona perlahan mulai menyesali keputusannya terlibat dalam permainan bisnis keluarganya.

Andaikan hal ini tidak menyangkut teman temannya…..

Ya, tentu saja, teman temannya akan ada dalam masalah jika yoona menentang pernikahan ini dan bagaimanapun appanya pasti akan berbuat sesuatu pada teman teman yoona, ia bisa melihat itu misalnya saat club dance milik yoona dan teman temannya nyaris ditutup hanya karena gertakan dari appa yoona dan,, mungkin masih banyak lagi.. oh no !!! poor yoona

Yoona masih menatap malas namja yang ada didepannya dan dengan pasrah akhirnya ia mengikuti semua prosesi pernikahan yang memuakkan ini dengan baik, ohh tidak, itu salah!!!, mungkin lebih tepatnya menjadi baik dengan rasa terpaksa yang teramat sangat terutama saat donghae mencium kening yoona dan itu memang terasa memuakkan ….. dan tentu saja,  itu juga sangat melelahkan baginya…

………………

Donghae  berdiri berhadapan dengan seorang yeoja bernama Im Yoona. Setelah acara pengucapan janji didepan pastour tadi, ia harus mengikuti prosesi selanjutnya yaitu memasangi cincin dijari  manis Yoona.

“Bersikap baiklah nyonya lee!!” bisik donghae di telinga yoona dan seketika yeoja itu spontan kaget.

“mwo??” yoona mulai membulatkan matanya. Mata yang penuh dengan perasaan gelisah, serta tekanan.

Donghae sebenarnya tak tega melakukan itu, apalagi berkata seperti itu pada yoona, tapi mungkin ia harus melakukannya, setidaknya itu bisa menegaskan sesuatu pada yoona sehingga ia bisa mengontrol sikapnya didepan tamu undangan.

Yoona kelihatannya mulai terlihat tenang, mungkin ini karena keterpaksaan.

Sekarang tibalah Donghae mencium kening Yoona. Kening itu terasa berkeringat. Make up tebal yang dikenakan yoona mulai luntur. Apakah ini efek dari batin yoona yang sangat tertekan???

Mungkin iya,, tapi apakah yoona merasa dalam hal ini dia adalah orang yang paling tertekan???

………………………….

Sekarang adalah malam resepsi pernikahan Yoona. Acara tersebut diadakan disebuah gedung milik orang tua yoona. Gedung itu terlihat sangat megah. Tamu tamu undangan sudah mulai banyak yang berdatangan. Mereka saling  menyapa satu sama lain. Terlihat donghae mulai menyapa para tamu undangan tetapi tidak dengan Yoona, ia hanya duduk disamping panggung.

Yoona hanya bisa termenung di tengah acara resepsi pernikahannya. Ia hanya bisa meratapi nasibnya sekarang. Yoona hanya terdiam bisu. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya hingga akhirnya teman temannya dari club dance GG datang. Mereka sangat berisik dan sangat ramai. Tidak seperti biasa, Keberisikan dari teman temannya hanya di ratapi oleh yoona. Yoona ingin sekali seperti mereka, tertawa bebas tanpa ada yang melarang, bercanda, bergosip dan bersenang senang bersama tanpa ada pembatas. Hal  yang  mungkin tidak bisa lagi dilakukannya sekarang.

“Eonni,, kau cantik sekali dengan gaun ini” kagum seohyun

“yoona tak kusangka kau yang menikah duluan” Jesicca menatap kagum pada yoona “ aku sangat berharap bisa seperti itu”

“yoona, aku bahkan tidak pernah mendengarmu berpacaran dengan seorang namja” heran taeyeon  “dan sekarang kau malah dijodokan” Taeyeon menatap Yoona dari ujung kaki sampai ujung rambut. “ya Tuhan…ckckck”

Yoona bisa menduga bahwa teman temannya itu pasti akan bertingkah berlebihan karena mengingat Yoona adalah tipikal yeoja yang sulit untuk jatuh cinta dan hanya sedikit dan mungkin tidak ada seorang namjapun yang terlihat dekat dengannya. Teman temannya itu terlihat mulai terkagum kagum tetapi sekarang Yoona sedang bad mood, jadi ia tidak ingin menanggapi reaksi dari teman temannya itu.

“aku tak menyangka, yoona yang terkenal dengan julukan sexy girl pada akhirnya menikah dengan namja alim bernama lee donghae” Sunny mengepalkan kedua tanggannya lalu melihat keawan awan. “ini benar benar berkah dari Tuhan”

“Yoona, apakah setelah menikah  kau akan tetap berdance seperti biasanya??” tanya Hyoyeon

“entahlah” jawab yoona

“aku hawatir, posisimu akan kosong” sambung hyoyeon

“tenanglah, aku bisa menggantikan posisinya” Sunny tiba tiba menyambung pembicaraan “aku sangat hafal gaya Yoona saat berdance.. seperti ini..” Sunny mulai mempraktekkannya…

“….back Girl… eyya eyya eyya.. aha aha “  sunny berdance sexy ala Yoona dan  membuat  yang lainnya tertawa termasuk Yoona yang cukup terhibur oleh kedatangan teman temannya. Ia menyadari bahwa keputusanya menikah dan menerima perjodohan ini agar teman-temannya tetap utuh adalah sangat tepat. Yoona tak ingin lagi menyesali keputusannya ini, itu adalah demi teman temannya.

“yoona-ssi,, kau harus ikut menyapa tamu undangan” Donghae datang dan mengagetkan Sunny yang sedang berdance, sementara Yoona masih menatapnya malas.

“ya ampun,,, ya ampunn……..!!!!!!!!!!!!” kaget sunny.  Matanya terbelakak melihat donghae yang tiba tiba muncul  dibelakangnya. Donghae menyapa teman teman Yoona lalu mempersilahkan Yoona untuk melangkah kedepan.

“baikalah, tunggu sebentar,,” Yoona mulai menarik nafas lalu melangkahkan kakinya. “aku kesana dulu yahh” Yoona tersenyum kearah teman temannya yang terlihat terkagum kagum pada pesona lee donghae

“bersenang senanglah” sahut Yoona

“ baiklah yoona, fighting!!!” sahut teman temannnya memberikan semangat

“woww. Dia itu jelmaan malaikat atau apa???? Ckckck” Jessica masih menatap Punggung donghae sedangkan yang lainnya terus mengambil gambar di tengah acara  resepsi pernikahan Yoona.

…………………………………….

Waktu menujukkan pukul 23.43 waktu setempat. Acara Resepsi itu telah selesai. Kini badan Yoona terasa sangat lelah, mungkin setelah ini, tulangnya akan remuk dan patah menjadi berkeping keping karena  berjalan dan bergerak kesana kemari. Bibirnya akan menjadi sumbing karena terus memaksakan senyum menghiasi wajahnya.

Setelah ini, Yoona berencana mengistirahatkan tubuhnya yang ingin tumbang, tentu saja hanya di kamarnya yang nyaman, tapi tampaknya harapannya itu semu. Yoona sekarang sedang berada disebuah apartemen. Apartemen baru yang akan ditinggalinya dengan lee donghae.

“selamat datang nyonya Lee”  sambut donghae “aku benar kan??”

“mwo????” kesal Yoona “tolong jangan panggil aku dengan sebutan seperti itu!!! ,, aku sangat sangat tidak suka!!” tegas Yoona lalu masuk kesebuah  kamar. Ia sangat Lelah dan sudah tidak punya tenaga lagi  untuk meladeni namja menyebalkan bernama lee donghae.

Yoona mulai merebahkan badannya diatas kasur yang empuk. Perlahan ia mulai menutup matanya namun tiba tiba ia dikagetkan dengan sesuatu.

“yoona – ssi” suara itu terdengar seperti suara namja. Namja yang masuk kekamar yang di tempati Yoona

“hahh!!!” kaget yoona yang langsung bangun dan  melingkarkan badannya secara refleks. Yoona baru mengingat bahwa ia belum mengunci pintunya. Mungkin ini  karena ia terlalu lelah dan tubuhnya terasa hampir rubuh. Tapi kenapa juga namja itu malah seenak dengkulnya masuk.

“kau mau apa????”  Yoona mulai ketakukan tetapi donghae hanya tersenyum menanggapinya. Senyumannya itu membuat Yoona semakin ketakutan.

“aku??” katanya “aku ingin…” donghae mulai mendekatkan wajahnya pada yoona. Sementara itu Yoona tiba tiba tidak bisa bergerak.  Ia benar benar seperti patung.  Tangan, kaki, kepala, dan badannya mendadak kaku. Keringat Yoona mulai berjatuhan, jantungnya seakan ingin keluar. Yoona menelan ludah, Sekarang itu adalah satu satunya hal yang bisa dilakukannya saat ini.

“aku …” donghae masih menatap mata Yoona yang sedang gemetar ketakutan “ hanya ingin mengambil selimut” sambungnya lalu tetawa kecil melihat reaksi yoona barusan sementara itu Yoona masih mencerna ucapan donghae barusan.

“apakah kau berfikir aku akan melakukan hal aneh??” katanya “tenanglah, aku tidur di kamar sebelah” donghae mengambil selimut lalu keluar dari kamar  itu. Yoona hanya menatap punggung donghae. Ia masih berusaha memulihkan fungsi otak dan peredaran darahnya yang tiba tiba terganggu karena kejadian barusan.

………………………..

Pagi ini Yoona merasa kondisi badannya belum sepenuhnya vit. Ia masih merasa lelah dan sedikit pusing ditambah lagi pagi ini ia harus bertemu dengan namja itu. Yoona merasa setelah ini, ia  harus bersenang senang bersama teman temannya untuk melepaskan rasa stress dikepalanya.  Ya, tentu saja itu harus, masa bodoh dengan namja itu.

“yoona, ayo pakai ini” donghae memberikan pakaian olah raga pada yoona.

“aku tidak mau…” bantah Yoona.

“pakailah, Ahjumma  akan datang pagi ini,,” katanya

“mwo?” kaget Yoona. Ia memang kurang nyaman jika bertemu dengan Ahjumma donghae yang dianggapnya sangat cerewet dan sering menanyakan pertanyaan yang bertubi tubi mulai dari aktivitasnya, keahliannya, sampai kehidupan pribadinya  dan  yoona tidak menyukai itu.

“Ahjumma  akan pulang kalau mendapati kita tidak ada, bagaimana?” Donghae mengangkat sebelah alisnya.

“kau juga ingin menghindari Ahjumma ?” Tanya Yoona penasaran.

“tidak, aku memang selalu berolah raga pagi” katanya “ atau apa kau mau kutinggal bersama ahjummaku disini?” Jawab donghae enteng.

“tidak, tidak, baiklah, tunggu sebentar” yoona buru buru mengganti pakaiannya sementara itu donghae terus melihat tingkah yoona yang  kelihatan gelisah. Mungkin olah raga cocok untuk menghilangkan perasaan gelisah dan tidak nyaman pada diri yoona, karena itu pula donghae berinisiatif untuk mengajak yeoja itu berolah raga. Ia sengaja membohongi yoona tentang kedatangan Ahjummanya agar yeoja itu mau ikut dengannya.

………………..

“ayolah yoona, cara berlarimu seperti bebek” ejek donghae pada yoona yang sedang berlari pagi disebuah taman yang tidak begitu luas tetapi terasa sangat sejuk.

“ Kau sendiri kenapa tidak lari duluan saja” timpal  yoona degan nafas berkejaran.

“kalau aku meninggalkanmu, mungkin  banyak orang yang akan  mengganggumu”

“hahh???” yoona  berlari sambil sesekali melihat namja disampingnya. Namja itu terlihat tidak berkata apa apa lagi dan hanya memandang lurus kedepan.

Yoona dan donghae sekarang sedang beristirahat disebuah bangku taman. Donghae mulai tersenyum pada gadis gadis yang juga sedang berolah raga sementara itu Yoona hanya menggerutu tidak jelas.

“apa kau sering tersenyum seperti itu pada semua yeoja?”  sinis yoona.

“tidak, mungkin ada seorang yeoja yang kuperlakukan berbeda” jawab donghae.  “aku hanya takut dikira sombong” donghae beralasan

“oh ya?? tadinya aku mengira  kau adalah seorang play boy”

“begitukah menurutmu?” donghae mengerutkan dahi

“tentu saja, itu karena  kau suka tebar  pesona didepan wanita” timpal yoona.

“karena itukah kau tidak menyukaiku??? Atau ada alasan lain?”

“hehhh” Yoona terkekeh.  “Dengar, aku sangat tidak menyukai perjodohan, jadi aku pasti akan membenci siapapun namja yang dijodohkan denganku” jelasnya

“ditambah lagi, aku masih ingin bebas bermain dengan teman temanku, jadi aku sangat sangat belum ingin menikah,,, dan ya, seperti itulah…” terawang Yoona

“aah, berarti ini bukan soal diriku? tetapi soal perjodohan” donghae menganggukkan kepalanya lalu tersenyum menundukkan kepalannya sementara itu yoona terlihat masih sibuk dengan pikirannya sendiri.

“yoona, apakah sebelum ini, maksudku, sebelum kita dijodohkan dan menikah, apakah ada seorang namja yang kau sukai?”  donghae berbalik dan bertanya tiba tiba.

“apa?” kaget Yoona. “namja?? mmm” yoona terlihat masih berfikir.  “ah, aku rasa tidak ada yang benar benar menarik perhatianku” jawab yoona sambil menggelengkan kepalanya

“benarkah??” suara donghae terdengar seperti bergumam.

“ah !!! tapi dulu aku pernah menyukai seorang namja” Yoona mengingat  “ dia adalah namja yang pernah menolongku saat aku hampir ditabrak mobil saat SMP dulu” sambungnya

“tapi sayangnya aku tidak benar benar melihat wajahnya, saat itu aku sedang shock jadi penglihatanku samar samar , tapi sepertinya dia adalah seorang kakak kelas” Yoona mengingat.

“kakak kelas? apa kau kenal?” tanya donghae mebatap lekat Yoona yang sedang berbiara.

“ia, aku yakin dia kakak kelas, dia memakai seragam SMA, tapi kami masih satu sekolah dan dia juga sering mengirimkan surat untuk mengetahui keadaanku, dia juga mengirimkan bunga” yoona bercerita

“aku sering membahasnya dengan teman temanku, tapi sepertinya kebanyakan temanku  tidak menyukai hal itu, jadi aku tidak ingin membahasnya lagi, setelah itu aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi,,” sambung yoona.  “ oh ya, dia juga tidak pernah menyebutkan siapa namanya, disurat ataupun diapa saja yang dia kirimkan”

“dia tidak menyebutkan namanya?” timpal dongahe lalu terdiam sejenak.  Ia sepertinya sedang sibuk dengan pikirannya.

“ia, teman temanku ingin menyelidikinya tapi…” kalimat yoona tiba tiba tepotong

“jadi, apa sekarang kau masih menyukainya?” tanya donghae tiba tiba.

“entahlah! aku juga tidak yakin, mmm  tapi, kuarasa sudah tidak lagi”  jawab yoona sambil mengangkat pundaknya.

“walaupun sekarang ia ada dihadapanmu?” sela donghae.

“eemmm, mungkin” jawab yoona. “dan kau sendiri?, apakah ada yeoja yang kau suka?”

“aku???” katanya ragu “ kurasa ada. tapi, sepertinya hanya bertepuk sebelah tangan” donghae menunduk

“benarkah???”  yoona tertawa kecil. “aku ingin sekali melihat  yeoja itu”

“oh ya?? “ gumam namja itu tersenyum miris.

Nanti juga kau pasti akan meliihatnya,  bathin donghae.

……………………

Siang ini tak banyak yang bisa dilakukan Yoona. Hari ini teman temannya kelihatan sangat sibuk. Jessica dan Fany sedang berlatih vokal. Taeyeon sedang kencan dengan leeteuk. Seohyun sedang mengajar disebuah kursus piano.  Yuri dan Sooyoung sedang ke pameran makanan. Apakah yuri belum kapok juga? Bathin Yoona.

Hyoyeon sedang ikut lomba memasak, maklum ia sangat terobsesi menjadi seorang chef.  Sedangkan seorang Im Yoona, seusai kelas tadi, ia  hanya  duduk santai disebuah cafe. Yoona  duduk melamun sambil mengaduk ngaduk secangkir kopi yang ada didepannya, kira kira hampir setengah jam ia terus melakukan itu. Teman temannya sebenarnya sudah mengajaknya untuk ikut keberbagai acara, tapi entah mengapa hari ini yeoja itu sedang  bad mood. Yoona terlalu kesal pada dirinya sendiri, pada namja bernama Lee donghae dan pada kenyataan yang menegaskan bahwa hidupnya telah berubah. Ya, kekesalan. Kekesalan yang mungkin akan hilang jika ia melakukan sesuatu. Sesuatu???

Yoona mulai bangkit dari tempat duduknya, mengambil mobilnya di parkiran lalu mengarahkan stir mobilnya ke tempat latihan dance yang sering ia pakai. Walaupun sekarang bukan jadwalnya untuk latihan, Yoona merasa harus segera  menghilangkan perasaan yang menumpuk dalam hati dan kepalanya dan itu hanya dengan bengan berdance.

Ruangan dance itu terlihat sangat Sunyi, Yoona perlahan masuk dan berganti baju kemudian menghidupkan tape dengan sebuah musik yang bervolume keras .  musik itu bergenre R n B.

Yoona sekarang sedang menikmati alunan musik yang dimainkan. Perlahan tangan dan kakinya mulai bergerak lebih cepat dan lebih cepat mengikuti irama musik tersebut. Wajahnya tampak tak lagi terlihat karena rambut Yoona yang diurai itu telah berserakan diwajah menutupi paras cantiknya. Rambut panjang Yoona yang halus dan kering sekarang sepertinya mulai dialiri oleh butiran keringat yang mengucur deras begitu juga dengan kulitnya yang mulai dibasahi oleh cucuran keringat yang menguap.  Irama musik itu kedengaran semakin seru untuk diikuti dalam rangkaian gerak.

Kira kira sudah berjam jam lamanya Yoona melakukan gerakan dance yang kelihatan extream. Yoona kelihatannya sudah kehabisan tenaga untuk berdance seperti sebelumnya. Ia perlahan mulai merebahkan dirinya di lantai yang dingin. Keringat yoona yang berhamburan sudah mulai ikut membasahi lantai ruangan. Dada yoona mulai sesak, mungkin karena efek berdance tanpa henti. Nafasnya yang sempit dan pendek seakan bisa terdengar diruangan yang rapat dan sunyi itu.

“pok pok pok” suara tepukan tangan terdengar dari balik pintu ruangan. Yoona terbangun dan melihat ke arah datangnya suara.

“lihat siapa disana,  bukankah strong girl baru saja menikah?” sahut seorang yeoja kurus dan rambut panjang sepinggang

“Sulli, sejak kapan  kau  berdiri disana?”  Yoona menatap curiga

“aku??” Sulli menunjuk dirinya sendiri  “sejak barusan”

“baiklah aku pergi dulu”  Yoona segara berdiri dan beranjak dari ruangan itu, tapi langkahnya terhenti ketika sulli menggenggam lengannya.

“tunggu!” Sulli menatap tajam lalu memegang lengan yoona. “datanglah ke teater nanti malam”

“untuk apa?”

“pesta dance” jawabnya. “kau bisa bersenang senang diasana..e-o-n-n-i” ujar sulli “bagaimna???”

Yoona mulai mengarahkan pikirannya pada tawaran sulli. Matanya mulai menatap sulli yang sedang tersenyum tapi terasa seperti sedang menyeringai.

“oh ya! kaukan sudah menikah. Memang sangat sulit mengajak orang  sepertimu,” sela Sulli.

“baiklah”  kata yoona menyetujui. Yoona yakin bahwa sulli selama ini sangat kesal dengannya karena Yoona selalu lebih unggul darinya  terutama dalam hal berdance. Bayangkan saja, sudah 11 kali diadakannya perlombaan, belum sekalipun suli berhasil mengalahkan yoona.

“aku akan memperlihatkan padamu siapa ratu dance di pesta itu sebenarnya” Yakin Sulli.

“oh ya?” Yoona tertawa kecil.

“tentu saja” Sulli menampik.

“ah, aku hampir lupa, dengar ya, ini adalah acaraku, jadi aku hanya mengundang orang orang tertentu” Sambungnya.

“jadi??” Yoona mengerutkan kening.

“aku tidak mengundang teman temanmu yang berisik itu. Jadi kau tak usah menggembar gemborkannya pada mereka, mengerti??” terang  sulli

“baiklah, aku mengerti” Yoona segera melangkahkan  kakinya   keluar dari ruangan sempit dan pengap itu

“oke, kalau begitu sampai jumpa nanti malam” sahut  sulli lalu  tersenyum penuh arti.

………………………

Berbekal rasa kecemasan, donghae melangkah kesebuah ruangan yang diketahui adalah ruangan appanya. Donghae tak tahu harus bagaimana lagi menghentikan ambisi appanya yang sudah tak terkendali.

“kau harus melakukan sesuai rencana” kata direktur Lee yang tak lain adalah appa donghae.

“mian appa, aku tidak bisa melakukannya” ujar donghae tanpa ekspresi

“apa?? huft”  appa donghae mengembuskan nafas.

“sudah kuduga ini akan terjadi” Sambungnya.

“appa !” Pekik donghae.

“sudahlah, kalau kau tidak mau, aku bisa melakukannya sendiri, sekarang kami sudah berbesan, jadi aku bisa melakukan apapun,,” Timpal Tuan Lee.

“kumohon jangan berbuat sesuatu pada yoona dan keluarganya”  donghae memohon.

“mwo??? Setelah mereka menyebabkan kematian pamanmu, kukira kau juga tau itu?” Kata Tuan Lee dengan nada sinis.

“ia, aku tahu tapi  bukan begini caranya” Timpal donghae.

“apa maksudmu??? Dulu Pamanmu dan perusahaannya yang bisa dibilang pas pasan, telah berkorban miminjamkan modal pada keluarga mereka, dan setelah mereka sukses dengan perusahaan konveksinya, mereka malah membuang pamanmu dan bukan membantu perusahannya kembali berdiri, akhirnya pamanmu terkena serangan jantung dan perusahaannya nyaris bangkrut. Kukira saat itu memang akan bangkrut,  tetapi akhirnya  berkat kerja keras dari keluarga Lee, perusahaan ini kembali berdiri.” Jelas appa donghae.

“aku sudah mengirim orang orang ke perusahaan mereka” sambungnya

“appa akan tetap  melakukannya?” tanya donghae.

“tentu saja, aku sudah menyuruh orang orang itu untuk membangkrutkan perusahaan mereka, kau tunggu saja, dalam waktu kurang dari sebulan, mereka akan jatuh miskin” terang appa donghae.

“appa, Yoona tidak ada hubungannya dengan semua ini, jadi apapun yang terjadi aku akan tetap mempertahankannya” donghae berkilah.

“Donghae, sesudah ini selesai, aku yakin keluarganya pasti akan membencimu, jadi lebih baik ceraikan dia”  tegas appanya.

“mwo????” donghae mematung. Matanya tak mampu berkedip.

…………………..To be continued………………………

Makasih udah baca !!!

Jangan lupa RCL yaww🙂

Dadahhhh…

24 thoughts on “SuGen FF YoonHae – Why I Hate You (Part 1)

  1. Marzha berkata:

    Ommooo.. Rupanya meluarga hae oppa berencana jahat ke keluarga yoong unnie.. Kasian yoong unnie..

    Aq pembaca baru buat cerita ini chingu… Mau ninggalin jejak dulu.. Ceritanya tetap dilanjut yah.. Updatenya jangan lama2..^^

  2. jungseya berkata:

    YoonHae harus smakin romantis yaaa ●๋•нι..нι..нι..●๋•
    jgn cuek2an gitu Doº°˚˚°ºooNg.😀😀

  3. narshavanya berkata:

    Annyeong…
    Aku reader baru, lagi nyari2 FF YoonHae ehh nyasar kesini..
    wuahh, kok keluarganya DongHae punya niatan jahat sih sm keluarga yoong eonni?
    penasaran ya udh deh mau baca next partnya dulu ^^

  4. Nur khayati berkata:

    Kasian D0nghae, cinta.a buat Y00na brtepuk sebelah tangan.,
    Apa keluarga.a Y00na yg bikin Paman.a D0nghae meninggal? Tp Y00na.a kn gk salah, kyk yg d bilang Hae.,.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s