SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 1)

Image

Title : I Love You For a Reason…

Author : Nana Shafiyah a.k.a Nana/Nasha

Genre : Romance

Rating : General

Cast : SNSD  Sooyoung, Super Junior Siwon

Other Cast : SNSD  Yoona, SNSD Jessica, SNSD Tiffany, F(x) Krystal,  Super Junior  Eunhyuk, SNSD Hyoyeon, Lee Soo Man, Park Young Geum

Soundtrack : SNSD Taetiseo – Baby Step

                                 SUJU – My Only Girl

Assalamualaikum… Anyong haseyo..

Aku membawa kabar gembira untuk para reader umumnya dan para Guardians Khususnya #haha lebayy

Aku Come back dengan membawa FF perdana SooWon di blog ini..

Semoga ceritanya ga mengecewakan..

Tanpa banyak ber cuap cuuap. kita mulai aja yupzz…

Happy reading all..

Part 1

Mencintaimu tanpa tanda tanya (?)…”I love you for a reason…”

“GREEEMMM” knalpot mobil sedan tua milik jesica mengeluarkan suara ledakan. Knlapot itu juga mengeluarkan asap tebal berwarna hitam pekat.  Asap hitam dan suara ledakan itu membuat sooyoung  yang sedang mendorong mobil sedan tua  itu menjadi geram. Ia dengan segera menutup hidungnya dan mengibas-ngibaskan tangannya hendak mencari udara yang lebih baik. Sementara itu sica masih sibuk menggas mobilnya yang tengah mogok itu.

“KYAAAA….. siccaaa, mobil seperti ini harusnya dimusnahkan saja”  Dumel sooyong  yang menyadari bahwa asap yang dikeluarkan oleh sedan tua itu telah meninggalkan bekas  kehitaman pada kulitnya.

“mian, sooyoung-ah, aku juga sudah berusaha agar mobil ini bisa jalan” sica masih sibuk memikirkan apa yang seharusnya ia lakukan.

“Sudahlah, sebaiknya kau turun saja.. bisa bisa aku keracunan karena  asap knalpot mobil anehmu ini” sahut sooyoung kesal.

Sica akhirnya turun dari mobil sedang tua itu. Wajahnya terlihat lesu. Kelesuan dari wajah sica membuat sooyoung merasa ia bukanlah seorang teman yang berguna.  Sooyoung mengetahui bahwa  harta yang dimiliki sicca hanyalah rumah kumuh dan sebuah mobil sedan tua. Sekarang mobil sedan itu rusak. Dijual harganya pun tak seberapa. Jessica tak mungkin menjual rumahnya. Itu sama saja membuat dirinya, krystal dan sooyoung menjadi gelandangan.

Jika demikian, bagaimana cara sica membayar biaya operasi usus buntu Krystal adikya?. Operasi itu harus dilaksanakan minggu depan. Sungguh waktu yang sangat singkat bagi sicca yang hanya  seorang  yatim piatu. Dia hanya memiliki sooyoung, sahabatnya sejak di panti asuhan. Bagaimana pun mereka harus mendapatkan uang untuk operasi krystal.

Sooyoung menundukkan wajah. Perasaannya dihinggapi rasa bersalah karena ia tidak bisa mendorong mobil sedan tua itu. Mobil  yang rencananya akan dijual. Sica akan menjual mobil itu untuk biaya operasi krystal.

……………………..

Siwon  tengah sibuk membathin. Ia memandangi suasana yang hening dan sepi melalui kaca mobilnya.  Suasana yang sepi dan sunyi diluar sana mungkin tampak seperti hatinya sekarang. Siwon masih sibuk memandangi sebuah kotak merah yang dipegangnya. Namja itu perlahan membuka kotak itu. Dipandanginya cincin putih yang ditengahnya terdapat butiran berlian yang mengkilap.

“mian oppa, aku tidak bisa, aku menyukai seseorang…”  Seorang yeoja menundukkan wajah dengan penuh penyesalan.

“wae?? Yoona- ah?

“aku tidak bisa, mian”  yeoja itu berlari meninggalkan siwon begitu saja.

Siwon merasakan hatinya sangat perih. Pasalnya, ia baru saja melamar yeoja yang dicintainya namun, ia harus menelan pil pahit.  Yeoja itu ternyata  lebih memilih orang lain. Yeoja yang sangat berarti baginya. Yeoja yang sudah dikenalnya sejak lama, bahkan sebelum ia debut menjadi  selebriti. Tak bisa dipungkiri bahwa penolakan itu merhasil membuat siwon marah, sedih, kecewa, dan berbagai macam perasaan yang bercampur aduk.

“Kita berhenti sebentar” perntah siwon pada tuan han, supinya.

“disini?” tuan han merasa heran karena siwon tiba tiba ingin berhenti di tengah jalan layang yang sepi.

“Ia,  diatas kolong jembatan itu” jelas siwon.

Tuan han lantas memberhentikan mobilnya ketepi jalan.

Merasa mobil yang ditumpanginya telah berhenti, siwon  membuka kaca jendelanya.  Namja itu dengan segera melempar cincin yang dipegangnya. Ia melempar cincin itu  kejalanan yang ada dibawahnya. Mungkin sepertinya  terpental didekat  kolong jembatan. Ia pun sudah tak peduli  dimana cincin itu berada  sekarang. Yang jelas pelemparan cicin tersebut adalah pertanda bahwa ia ingin melupakan yeoja yang dicintainya. Membiarkan ia bahagia dengan namja pilihannya. Begitu pula dengan siwon yang  sudah tak ingin lagi hidup dalam bayang bayang yeoja itu.

“kita ke lokasi syuting” Perintah siwon pada tuan han.

Sebagai  selebriti yang tengah berada dipuncak popularitas, siwon memang dikenal super sibuk. Setiap hari ia harus bolak balik ke lokasi syuting untuk drama yang dibintanginya. Selain itu ia juga harus latihan untuk album terbarunya dan masih banyak lagi kesibukan lainnya.  Ini mungkin sesuatu yang bagus. Setidaknya namja itu bisa menyibukkan dirinya. Mungkin secara  perlahan  ia bisa melupakan yeoja itu.

……………………

Setelah sooyoung berhasil menjual dengan harga murah mobil sedan tua milik jesicca, Sooyoung bersama sahabatnya itu tengah berjalan  di pinggir jalan raya sambil menikmati es jeruknya. Es jeruk sangat segar jika diminum dicuaca panas.

Walaupun cuaca saat ini sedang panas panasnya, sooyoung dan jesicca tetap bertekad untuk mencari tambahan uang bagi opersi krystal. Hasil penjualan mobil sedan tua yang sudah rongsok  itu tampaknya belum cukup untuk menutupi  biaya operasi.

“ya.. sooyoung, pelan pelan ! nanti kau tersedak !”Ucap sica saat melihat sooyoung menenggak es jeruknya seperti orang yang tidak minum tiga hari.

“HEIII, sooyoung-ah, Sica-ah” sahut seorang namja dari belakang dan membuat sooyoung dan  jesicca sedikit menoleh.  Mereka hanya menolehkan kepala kesamping lalu memasang wajah suntuk.

“lagi lagi eunhyuk oppa.. paling  dia ingin menanyakan  soal hyoyeon” keluh sicca

“biarkan saja..” Cuek sooyoung lalu dengan segera menenggak  habis es jeruknya.

“kau tahu? Sepertinya  aku mendengar suara benda tecelup dalam air tadi” Terka jesicca

“UHUK UHUKKK” Soyoung tersedak.

“sepertinya  aku mendengar itu saat kita menoleh tadi… emmm sudahlah mungkin cuma perasaannku” kata sica lalu kembali melanjutkan perjalananya. Namun langkah kakinya terhenti ketika yeoja itu mendapati sooyoung sudah tak berjalan disampingnya. Dengan segera sica membalikkan badannya hendak mencari sooyoung.

“Sooyoung kau kenapa??” Jesicca berlari ketempat sooyoung dan eunhyuk.

“UEEEEE, UHUK UHUKK” soyoung memegangi lehernya yang tersedak sesuatu. Dengan segera  sicca memijit leher sooyoung yang sedang berusaha memuntahkan sesuatu.

“Othokaee?? Othikaee?, OPPA CEPAT LAKUKAN SESUATU!!” Jerit sica pada eunhyuk. Yeoja itu merasa ketakutan melihat sooyoung  tengah sesak nafas.

“HOEKK..” Sooyoung berusaha memuntahkan sesuatu.

“DEBUKKK” Eunhyuk memukul punggung sooyoung dengan sekuat tanaga.  Ia memukul  dengan kedua lengannya. Rasanya itu seperti memukuli sebuah kasur. Namun hal itu berhasil membuat sooyoung menyemburkan sebuah cincin dari dalam mulutnya.

“FUAHHH” Terlihat sebuah cincin meluncur dari dalam mulut sooyoung. Sooyoung mulai bernafas. Yeoja itu memukul dadanya pelan. Ia baru saja hendak mengisi paru parunya dengan oxygen.

Sica seketika membulatkan kedua matanya ketika melihat sebuah cincin keluar dari mulut sooyoung. Sementara itu eunhyuk terus memandangi sooyoung dengan tatapan tak percaya. Namja itu lantas mengeleng- gelengkan kepalanya.

Jessica mengambil cincin itu. Cincin putih yang ditengahnya  dihiasi oleh sebuah batu berlian yang mengkilap. Sica pernah bekerja disebuah toko emas. Yeoja itu yakin jika cincin yang sekarang sedang dipegangnya adalah barang  yang super mahal.

Jesicca masih mengerjapkan matanya tak percaya. Sementara itu soooyoung sedang mengomeli eunhyuk karena pukulan yang ditujukkan kepunggungnya tadi.

“Sooyung kau harus melihat ini” Sica menujukkan cincin itu pada sooyoung.

“Cincin? Jadi benda ini yang membuatku tersiksa” omel sooyoung. “Sini, sebaiknya kubuang saja” Sooyoung hendak merebut cincin itu  dari tangan sica namun  segera  dibalas dengan  tepisan  dari tangan temannya itu.

“Aniyoo, jangan dibuang, ini benda mahal…sebaiknya kau jual saja ke toko besar, kurasa ini bisa membantu kita menutupi biaya operasi krystal” Saran sica. Yeoja itu mengangguk anggukkan kepalanya  hendak meyakinkan sooyoung.

“Kau yakin? Itu bukan cincin imitasi?” sooyoung mulai melihat tawaran sica

“ia, aku yakin 1000%” kata sica yakin.

………………………

Sooyoung terus mengamati cincin yang dipegangnya. Cincin putih berhiaskan berlian yang mengkilap. Sepertinya benar, benda itu sangat mahal.  Sica memang tidak pernah salah menilai benda mahal. Mungkin lebih baik jika sooyoung menjualnya.

“Kurasa ini cocok kupakaikan dijariku” Sooyoung mencoba  memasang cincin itu pada jari manisnya .

Sooyoung segera masuk kesebuah toko emas. Toko emas itu kelihatan mewah dan megah.  Terlihat perhiasan indah mengkilap yang disuguhkan dimana mana. Para konsumen yang datang ketempat ini pun  mungkin hanyalah orang orang berkelas. Tak salah jika jesicca merekomendasikan tempat ini. Mungkin cincin itu akan laku dengan harga yang tinggi ditempat ini.

Pelayan toko emas itu sepertinya sedang mengamati sooyoung yang sedang mengantri untuk dilayani.  Sooyoung merasa risih dengan tatapan sinis sang pelayan toko. Mungkin ia tidak suka dengan penampilan sooyoung yang terlihat urakan. Bayangkan yeoja itu hanya memakai kemeja kotak kotak dan celana jeans belel. Rambut nya yang diikat kebelakang  pun terlihat acak acakan.  Sungguh penampilan yang cukup merusak mata.  Merusak mata yang mungkin sudah terbiasa dengan penampilan yang rapih dan high class.

Melihat itu, sooyoung hanya membalas dengan tatapan sinis dan berusaha menyibukkan diri dengan meliahat keawan awan. Yeoja itu tak peduli apa kata orang. Sekarang yang terpenting baginya  adalah  cincin itu bisa terjual secepatnya. Dengan begitu ia bisa mendapatkan uang untuk biaya operasi adik jessica.

“Heyy, apa itu kau?” kata seorang yeoja dari belakang sambil menepuk punggung sooyoung.

“Tiffany- ssi” Sooyoung menyipitkan matanya, berusaha mengenali yeoja yang menepuk pundaknya tadi.

“Sedang apa disini?” Tiffany memandang sooyoung namun orang yang dipandanginya itu malah terlihat acuh.

“Ah, kurasa kau salah masuk” Terka tiffany namun sooyoung tetap tak bergeming. Sooyoung tahu bahwa Tifany pasti ingin memancing amarahnya. Seperti yang dilakukannya ketika  sooyoung diambil  dari panti asuhan oleh orang tua tiffany yang  bisa dikatakan kaya raya.

Walaupun tinggal dengan  orang tua yang kaya raya, sooyoung  tetap merasa tak betah. Yeoja itu merasa tidak nyaman pada sikap tiffany yang  selalu menaruh rasa cemburu terhadapnya. Saat masih SMP, sooyoung pernah terbawa emosi karena mulut pedas fany, sehingga ia pun diusir dari rumah orang tua tiffany. Untung saja, pihak  panti asuhan  masih mau menerima keberadaannya.

Sekarang sepertinya sooyoung tak mau menanggapi apa pun yang dikatakan tiffany. Yeoja itu sepertinya terlihat kesal. Sooyoung merasa ia harus cepat keluar tempat yang mengerikan seperti ini. Ya, sooyoung sebaiknya harus mencari toko lain.

“Kau ingin membeli sebuah cincin ? mana pacarmu?” tanya fany sambil memainkan kukunya

Sooyoung menarik nafas agar emosinya tak meluap lebih tinggi.

“ah, apa kau sedang bermimpi? Mana ada namja yang menginginkan yeoja sepertimu?” Tiffany memperlihatkan eye smile-nya yang terlihat mengerikan dimata sooyoung.

“Yeoja yang hidup sendiri, tanpa orang tua? Kau sangat liar, kau tahu? Sifatmu pasti sangaat buruk..”

“cup cup cup, beginilah nasib anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya..” ujar tiffany dengan wajah mengejek.

“YAAA  KAUUU” sahut sooyoung  melangkahkan kakinya ketempat dimana tiffany berpijak.

Sontak seluruh pandangan tertuju pada mereka. Sooyoung terlihat mulai berapi api. Hal itu membuat tiffany ketakutan, tapi tiffany masih tetap memasang senyumnya yang terlihat hambar.

“tolong jangan bawa bawa nama orang tuaku…. aku kesini karena ingin melihat lihat, ARA???” gertak sooyoung.

Tiffany terlihat membuang wajahnya. Sesekali  ia tersenyum meremehkan  “Oh ya?”

Sooyoung terkekeh pelan dan memperlihatkan senyum evil-nya

“Apa kau tahu?? aku sudah dilamar seseorang?? kau tidak tahu? Baiklah lihat ini?” Sooyoung menunjukkan sebuah cincin putih yang berhiaskan berlian yang mengkilap.

Cincin itu terpasang indah  dijari manisnya.  Hal itu sukses membuat tiffany langsung memeriksa cincin tersebut. Ia mengerjapkan matanya berkali kali.

Tiffany tahu bahwa cincin itu sangat mahal. Berlian yang berhiaskan pada cincin itu adalah berlian yang  sangat langka dan hanya  satu -satunya di korea. Modelnya pun tak pasaran. Fany yakin  jika  cincin itu adalah barang mahal.

“d d ari mmmana k-kau mendapatkan cincin itu?” Tiffany tergagap seusai melihat cincin itu.

“Tentu saja, aku mendapatkannya dari  namjachinguku” Jelas sooyoung berbohong.

Yeoja itu terpaksa melakukannya  agar tiffany menutup mulut besarnya  dan tidak lagi mempermalukannya dimuka umum. Sehabis ini sooyoung berencana akan bertingkah seolah tak terjadi apa apa. Yeoja itu hanya ingin memanas manasi tiffany.

“apa??” tiffany menatap sooyoung tak percaya.

“iya, tentu saja! apa sekarang  kau iri padaku??” Sooyoung  menggoyangkan jari lentiknya yang telah dipasangi oleh cincin yang indah.

Semua pandangan sedang teruju kearah tiffany dan sooyoung. Pandangan itu seolah memperlihatkan ada tanya besar  terbersit dikepala mereka. Sooyoung merasa risih dengan padangan orang yang tertuju padanya, juga pada cincin yang dipakainya. Ia merasa tidak ada yang aneh dengan  cincin yang dipakainya. Jika begitu apakah mereka merasa aneh dengan sooyoung yang  memakai cincin itu?. Melihat itu sooyoung langsung melangkahkan kakinya keluar. Keluar dari gerombolan orang orang yang menurutnya super aneh. Ia hendak mencari toko lain. Toh, ia juga sudah merasa puas melihat ekspresi tiffany barusan.

“Mian, tunggu” sahut pelayan toko emas.

“hei, choi sooyoung, kau dipanggil” jalas fanny  yang sukses memberhentikan langkah sooyoung.

“aku?” sooyoung menoleh dan menunjuk dirinya sendiri.

“Ia kau nona, yang memakai kemeja kotak kotak” kata pelayan itu. Dengan wajah bertanya- tanya, sooyoung akhirnya pergi  ketempat pelayan itu berada. Mungkin saja pelayan itu berniat membeli cincin yang dipakainya.

“bolehkah aku melihat cincinmu ?” pinta pelayan itu. Sooyoung lalu melepas cincin yang dipakainya lalu memberikannya pada pelayan itu.

Sang Pelayan toko mulai mengamati cincin yang dipakai sooyoung. Wajah pelayan itu sepertinya memerah? Ada apa ini? Apa cincin itu sangat berharga? Pikir sooyoung.  Pelayan itu lalu melihat sesuatu pada punggung  cincin itu.  Kali ini dengan menggunakan kaca pembesar. Ia juga menyemprotkan sesuatu pada cincin itu. Sooyoung makin terlihat bingung. Apakah semua toko emas yang berkelas memeriksa keaslian cincin dengan cara seperti itu? Entahlah.

“jangan jangan kau mencurinya” tuduh tiffany.

Mendengar itu, sooyoung hanya membuka mulutnya hendak mengatakan sesuatu namun, ditutupnya kembali. Yeoja itu sudah lelah meladeni  orang seperti tiffany. Sebaiknya ia  mengacuhkan omongan tiffany dan tetap menutup mulutnya rapat rapat.

Sooyoung melihat pelayan itu seperti memasang wajah kaget. Ia memanggil pelayan yang lainnya lalu membisikkan sesuatu. Apa sebenarnya yang mereka bicarakan? Pikir sooyoung.

Mereka akhirnya mendekat  kearah sooyoung. Salah satu pelayan tampaknya memasang wajah juteknya. Sedang salah satu pelayan tersenyum girang kearah sooyoung.

“cincin ini benar dari namjachigumu?” tanya pelayan itu sembari mengembalikan cincin yang dianggapnya milik sooyoung.

“yyy-ee” jawab sooyoung sedikit ragu. Ini kedua kalinya ia berbohong.

Itu  semua karena tiffany. Andaikan dirinya tidak bertemu dengan tiffany, sooyoung pasti sudah berhasil menjual cincin itu. Ia tidak perlu melakukan kebohongan apa pun seperti sekarang ini.

“Jeongmal?” girang pelayan itu sambil membelakakkan matanya.

“apa choi siwon baru saja melamarmu? Kau tahu? Aktor tampan itu membeli cincin itu ditempat ini, sekarang yeojachingunya malah datang kemari.. ini adalah suatu kehormatan ” ujar pelayan itu menampakkan wajah bahagianya.

Sooyoung hanya menatapnya bingung sedangkan tiffany hanya melongo tak percaya.

“a-a-pa choi siwon?” tiffany tergagap.

”sooyoung benarkah itu?” tiffany memandang kearah sooyoung yang tampak kebingungan. Sooyoung hanya mengangkat sebelah alisnya. Ia masih bertanya tanya tentang choi siwon.

Siapa dia? Pikir sooyoung.

“Benarkah kau berpacaran dengan super star itu? Pacarmu adalah bintang hallayu, benarkah?” sambung tiffany yang belum juga mendapat respon dari sooyoung.

“apa?”  gumam sooyoung.

Kalimat tiffany barusan telah menyadarkannya bahwa orang yang dimaksud oleh pelayan tadi adalah seorang selebriti terkenal. Ya, dia pastilah seorang selebriti.  Sooyoung memekik. Bagaimana ini? Apa yang harus dilakukannya sekarang? Bagaimana kalau dirinya dikejar kejar wartawan? Atau dimusuhi fans selebriti yang bernama choi siwon?. Pikiran-pikiran itu mulai mengerogoti diri sooyoung. Ia sangat bingung sekarang.

Orang orang yang tadinya sibuk memandangi sooyoung dan tiffany  yang sedang berseteru barusan, kini malah sibuk memandangi sooyoung. Mereka yang tadi nya hanya numpang lewat dan melihat dari jauh, kini malah semakin mendekat. Mereka lalu menyertakan tatapan kagum dan iri pada sooyoung. Tak ayal ada pula yang menancapkan tatapan kebencian.Hal tersebut sangat membuat sooyoung merasa tak nyaman.

“CREkkk”

Sooyoung yakin sekarang ia sedang diphoto. Satu orang, dua orang, tiga orang dan menjadi banyak. Mereka semua berkumpul menggerogoti tempat dimana yeoja itu berpijak. Hingga akhirnya tempat disekeliling sooyoung menjadi semakin sesak, hingga membuat yeoja itu tak bisa bernafas lega. Terdengar pula  suara orang orang yang saling berbisik satu sama lain.

“oh, jadi dia orangnya..”

“jadi  yeoja itu yang katanya akan dilamar choi siwon..”

“Sepertinya dia biasa saja.. apa benar dia orang nya?”

“kurasa ia..  pelayan itu bilang cincin yang dipakainya  sama persis dengan cincin yang diperlihatkan siwon dimajalah kemarin”

“ Bukankah  siwon membeli cincin lamarannya ditoko ini?”

“mungkin pelayan disini mengenal  karakteristik dari cincin itu, katanya sih, barang itu hanya ada satu”

“ohh.. beruntung sekali dia..”

Sooyoung hanya berdiri mematung.  Ia melihat disekelilingnya. Orang orang terlihat sedang memandanginya dengan serius. Sebegitu terkenalnya kah artis bernama choi siwon itu? Pikir sooyoung. Ia bahkan tak mengenalnya sama sekali. Kenapa orang orang terlihat begitu berlebihan?

“Apakah kau memang pacar dari choi siwon?” Kata seorang namja yang sepertinya adalah reporter

Apakah mereka secepat itu menelpon para wartawan ?. Bahkan ini belum genap setengah jam. Mungkin pelayan toko itu sudah merencanakan ini. Sooyoung yakin merekalah yang memanggil wartawan itu kemari. “Huff dasar” umpat sooyoung. Yeoja itu merasa para pelayan toko itu sudah mengambil keuntungan diatas penderitaannya.

Sooyoung  kembali menghitung dalam hati. Satu, dua, tiga dan banyak. Ya, wartawan dan reporter yang datang ketempat sooyoung berada bertambah banyak. Hingga membuat mata sooyoung menjadi  buram karena efek lampu kamera yang  secara beruntun memotretnya.  Yeoja itu hanya bisa mengerjap erjapkan matanya yang terasa perih. Ia mencoba melindungi kedua matanya dengan punggung tangannya namun, cahaya kamera yang memotretnya terlalu tajam. Sooyoung akhirnya tertunduk pasrah.

“ITU CHOI SIWON DATANG” teriak tiffany menyebut nama choi siwon yang sebenarnya tak ada.

Sekilas kalimat tiffany barusan telah mengalihkan pandangan orang orang. Pandangan yang tadinya tertuju pada sooyoung. Sooyoung  sepertinya merasa ada seseorang  yang menarik tangannya. Yeoja itu mendengak sambil menyipitkan matanya. Tiffany? Mau apa dia? Pikir sooyoung.

“Kaja..” Tiffany menarik tangan sooyoung untuk keluar dari kerumunan orang yang sedari tadi menggerogotinya. Semua orang sepertinya terkecoh oleh pekataan tiffany barusan.  Menyadari hal itu, para wartawan dan reporter pun ikut berlari handak mengejar tiffany dan sooyoung.

“kita keluar lewat pintu darurat saja” ujar tiffany tergesa gesa.

Mereka masih tetap berlari mencari pintu keluar.  Tiffany tiba tiba terjatuh. Yeoja itu lantas melepas high hills yang dikenakannya dan berlari dengan bertelanjang kaki. Mereka terus berlari. Para rombongan reporter itu tampak semakin dekat. Hal ini membuat mereka semakin kebingungan.

“ia, kesitu” Mereka akhirnya berhasil  keluar dari gedung  mall toko emas. Sooyoung sedikt lega.  Mungkin hari ini tiffany berhasil menjadi peri penyelamatnya. Kalau pun ada udang dibalik batu, sooyoung sepertinya sudah tak peduli. Yang  terpenting , ia sudah berhasil keluar  dari tempat mengerikan itu.

Sooyoung dan tiffany  berlari menuju jalan raya dan memberhentikan sebuah taksi. “masuklah” Tiffany dengan cepat mendorong sooyoung  lalu menutup pintu taksi itu rapat rapat.

Ternyata rombongan wartawan itu sudah bergerombol tepat dihadapan tiffany. Untunglah sooyoung sudah kabur bersama taksi. Sekarang wartawan itu malah menunjukkan berbagai pertanyaan kearah tiffany.

“apa dia temanmu?”

“apa kau mengenalnya?”

Tiffany hanya berjalan menerobos gerombolan wartawan itu. Tak lupa ia pun memperlihatkan eye smile nya. Tiffany menjadi terlihat bak seorang selebriti.  Selebriti yang sedang terlibat sebuah skandal lalu digerubuti berbagai media.

“aku tidak mengerti apa yang  kalian maksud”  Tiffany pura pura tak mengerti. Ia lalu berjalan menuju parkiran.

……………………………

Lee soo man, manager choi siwon, kini tengah menggengam  i-pad nya. Ia tengah membaca  artikel tentang  yeojachingu choi siwon. Perlahan wajahnya mulai memerah. Dahinya mengerut seolah menambah kerutan yang terdapat diwajahnya. Ia mengepalkan tangan kanannya, pertanda bahwa sekarang ia sedang murka. Entah dengan siapa.

Lee soo man  memanggil  seseorang. Ia lalu menyuruhnya untuk menyelidiki siapa yeoja dalam artikel itu.  Ia masih saja memandangi artikel itu. Dengan wajah berapi api, ia lalu menajamkan kedua matanya. Tak lupa ia juga menyertakan  sebuah senyum evil.

“Selidiki yeoja itu, apakah  namanya  yoona atau siapa pun itu! Arasseo?” tungkas lee soo man pada namja dihadapannya. Namja dihadapannya lalu mengangguk mengerti.

“Baiklah, sekarang kau boleh pergi” perintah lee soman kembali.

Namja itu lalu menuju pintu keluar. Di depan pintu keluar, namja itu berpapasan dengan choi siwon yang baru saja akan masuk ke ruangan lee soo man. Siwon menatap namja itu lalu dengan segera menyapanya. Walaupun ia sendiri tak mengenal siapa namja itu.

“Kau sudah tahu?” kata lee soo man pada siwon yang masih berdiri.

“Ne, aku sudah membacanya” jawab Siwon

“Jadi? Menurutmu, bagaimana ini bisa terjadi? Hemm?” lee so man  mengangkat kedua alisnya.

“kau tau? Karena ulahmu yang memperlihatkan cincin itu di majalah, semua orang mengetahuinya, kau bahkan mengatakan bahwa akan melamar seseorang” Lee so man berkata tanpa memberikan jeda kepada siwon untuk menjawab.

“aku memperlihatkan cincin itu dimajalah, itu memang benar, tapi, aku tidak memberikan cincin itu pada siapa pun, itu karena dia..” kalimat siwon terhenti. Namja itu teringat sebuah kejadian yang baru saja menimpanya.

“karena dia menolakku, jadi cincin itu tak jadi kuberikan” jelas siwon kembali

“Lalu kalau begitu dimana cincinnya? Kenapa bisa ada berita seperti ini, HUH?” Lee soo man mulai murka.

“Sudah kubuang” jawab siwon tanpa basa basi.

“MWOOO?” kaget lee soo man. “bagaimana jika ada yang memungutnya? Lalu menjadikan ini kesempatan untuk mengaku ngaku sebagai yeojachingumu?” soo man mulai memikirkan sesuatu.

“atau jangan jangan…” Soo man  mengerutkan dahinya. Ia sedang sibuk dengan pikirannya. Setelah keluar dari alam bawah sadarnya, ia lalu mengambil ponselnya diatas meja. Dicarinya sebuah nomer ponsel dan segera meletakkan ponsel itu ketelinganya.

“Tolong bawa orang itu kemari” perintah lee soo man ditelepon lalu ia dengan cepat mematikannya.

“Apa yang kau rencanakan, tolong jangan berbuat yang tidak tidak” ujar siwon

“Tenanglah, ini semua demi kebaikanmu..” Lee soman berdiri. Ia pun berjalan melewati siwon yang sedang mematung. “bersiap siaplah” bisik lee soman lalu beranjak keluar ruangan.

…………………………

Sooyoung berjalan disebuah koridor ruangan. Ia tengah dikawal oleh seseorang. Seorang namja yang mengaku diperintah manager choi siwon. Awalnya sooyoung menolak untuk  menemui manager siwon namun, karena suatu hal akhirnya sooyoung dengan  terpaksa menerimanya. Lagi pula ia juga telah memperlihatkan identitasnya. Jadi tak ada alasan baginya untuk berpikiran aneh tentang orang ini. Selain itu, Sooyoung  juga tak ingin terlibat jauh dengan masalah ini. Ia ingin masalah yang menimpanya, secepatnya dapat terselesaikan. Yeoja itu hanya tak bisa membayangkan jika hidupnya nanti akan dipenuhi dengan bayang bayang media.

Sooyoung akhirnya masuk kesebuah ruangan. Terlihat seorang namja paruh baya sedang membelakangi dirinya. Perlahan namja itu berbalik  memperlihatkan senyum menyeringai. Itu terlihat sangat mengerikan. Sooyoung tak menyangka bahwa masih ada orang seperti itu didunia ini.

“Apa sebenarnya yang kau inginkan? Uang? Jabatan? Popularitas? Aku bisa memberimu itu semua” Lee soo man berkata dengan senyum evil nya.

“apa?” Gumam sooyoung. Ia sama sekali tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh namja tua itu. “a- apa maksudnya?” tanya sooyoung hendak memperjelas.

“JANGAN PURA PURA TIDAK TAHU!!” gertak lee soo man sambil memukul mejanya keras.

“Cllekkk”seseorang namja  membuka pintu.  Namja itu berpostur tinggi. Ia memakai jas hitam. Namja itu juga masih muda, tidak seperti namja dihadapan sooyoung yang tua dan galak.

“Bagus!!! choi siwon, kau datang rupanya” sambut lee sooman dengan senyum hambar menahan emosinya . “ Aku sudah menemukan orang  kemungkinan besar ingin memerasmu” tuduh lee soman.

Siwon terlihat acuh dan tak peduli. Sementara itu sooyoung mengerjapkan matanya tak percaya. Bagaimana mungkin? Memeras? Siapa? Sooyoung menarik nafas. Yeoja itu sepertinya  mulai merasa terhina.

“yak… memangnya aku semurah itu?  Aku bahkan tidak kenal dengan siwon atau apalah namanya” Sooyoung mulai berapi api.

“hemm? Benarkah kau tidak tahu tentang siwon? Tentang cincin itu?” kata lee sooman dengan nada meremehkan.

“cincin? Asal kau tahu, cincin itu membawa kesialan, seharusnya cincin itu kumusnahkan saja, aku baru saja handak menjualnya, itu pun unt…” timpal sooyoung  tapi tiba tiba tidak jadi mengatakan kalimat selanjutnya.  “hufftt…seberapa panjang aku menjelaskan, kau mungkin akan tetap menyalahkanku. Memang susah berbicara dengan orang yang menjadikan popularitas sebagai Tuhannya. Dasar, ma-ni-ak  po-pu-la-ri-tas”  ejek sooyoung dengan menekan kata “maniak popularitas”

“YAK BERANI SEKALI KAU BERKATA SEPERTI ITU” Lee soo man murka. Namja itu mendekat kearah sooyoung dan baru saja akan melayangkan telapak tangannya kewajah sooyoung. Namun, sebelum itu terjadi, sebuah tangan tiba tiba menahannya.

“Jangan bertindak gegabah” lerai siwon. Ia menepis tangan lee soo man yang akan menampar sooyoung.

Sooyoung melihat keadaan disekelilingnya. Nampak sangat tegang. Ketegangan itu membuat sooyoung meniup ubun ubunnya. Pertanda bahwa  ia sangat lelah dengan situasi seperti ini. Yeoja itu menatap kedua namja didepannya dengan tatapan malas. Menyilangkan kedua tangannya didada lalu memutar kedua bola matanya keatas.

Sooyoung  berdiri dengan wajah suntuk. Ia merasa ini seperti sebuah drama. Sebuah drama yang tampaknya sangat membosankan. Sooyoung pun bersiul siul tak jelas untuk menghilangkan rasa bosannya. Dilihatnya Siwon yang  sedang menatapnya tajam.  Namja itu mendekat kearah sooyoung. Mendekat dan memandang lurus manik mata sooyoung.

“Berhentilah bersikap seperti itu, nona”  Siwon melangkah mendekati sooyoung. Yeoja itu ketakutan dan melangkah mundur. Matanya tak berhenti menatap siwon yang semakin berjalan mendekat kearahnya. Hingga akhirnya punggung sooyoung menyentuh sebuah tembok yang sukses memberhentikan langkahnya.

“a-ppa ma-umu?” Sooyoung menajamkan matanya.  Dilihatnya siwon sedang menyandarkan telapak tangan kanannnya ketembok .

.………..To be continued………

Segitu dulu yah…

See you next part

Bye bye..

Jangan lupa RCL, ok🙂

16 thoughts on “SuGen FF Soowon – I Love You For a Reason… (Part 1)

  1. ●๋• 소녀시대 ●๋• berkata:

    Keren Unnie FFnya…
    Kasih Jempol Buat ~Nana Shafiyah~
    Keep Fighting Untuk Terus Maju Membuat FanFiction
    Keep You’re Smile🙂
    K4❤

  2. irina.jung berkata:

    wahh daebakk ini chap1, eh kok ada tiffany unnie ya? Dia ngapain thor kedpannya? Lanjut next chapter. Dtunggu ILYFaR10 thor. SooWon is real! Guardians jjang! Author jjang!

  3. guardianzen berkata:

    hai author… aku reader yg baru nemu FF ini bbrapa minggu yg lalu. maaf baru sempet & maaf ga bisa comment d part slanjut’a.🙂

    aku suka FF ini..😀
    ijin mau lanjut baca~

    gomapta…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s