SuGen FF SeoKyu – My Heart is Your Eyes (Part 4 – End)

Image

Anyong haseyoooo🙂

Gimana kabarnya semua? baik kan ya??

Aku sekarang mau ngasih ff seokyu yang part terakhir.

Akhirnyaa selesai juga… #alhamdullah y

Oke deh, disimak yaw…. cekidot…

Happy reading all…

Title : My Heart is Your Eyes

Author : Nana Shafiyah a.k.a Nana/Nasha

Genre : Romance

Rating : General

Cast : SNSD Seohyun, Super Junior Kyuhyun

Other Cast : SNSD Sooyoung, F(x) Sulli, Shine Taemin, Super Junior Sungmin

Soundtrack : SNSD – Complete

                    SUJU ( Kyuhyun ft. Yesung)  – Your Eyes

Part 4

Aku mencintaimu bukan dalam terang siang. Aku mencintaimu dalam kegelapan, dengan hati sebagai mataku… (Moammar Emka dalam Dear You).

(I love you not in the light of day. I love you in the dark, with a heart as mine …)

Malam disekitar rumah seohyun sangat  dingin dan sunyi. Suara pepohonan yang  tertiup angin sudah semakin jelas, suasana seperti ini mengingatkan seohyun pada kejadian setahun yang lalu, kejadian di malam ulang tahunnya dimana ayahnya tiba tiba sakit setelah ia memainkan lagu yang dibuatnya spesial untuk seohyun  dan memainkannya dengan piano.  Saat itu, seohyun merasa panik, ia langsung berlari kencang ke sebuah apotek, namun sialnya, ketika yeoja itu menyebrang  jalan, tiba tiba sebuah mobil yang tampaknya sedang oleng menyerempetnya. Seohyun langsung terpental dan matanya tergores sesuatu. Seohyun pingsan dan tak ada orang disana. Hingga akhirnya ada seseorang yang membawanya kerumah sakit dan  ketika ia telah keluar dari masa kritisnya, semuanya sudah gelap, seohyun tidak bisa melihat apa apa lagi…

Seohyun berharap malam ini kyuhyun akan datang,  menemaninya dihari yang spesial, mendengarkan permainan pianonya dan memberi tepuk tangan padanya, seohyun sangat berharap itu walaupun hanya sebentar.

“tttok ttok ttok!!! seo ini aku” taerdengar suara ketukan pintu. Seketika raut wajah seohyun berubah senang. seohyun bisa mendengar suara yang ada didepan pintu  rumahnya sekarang adalah suara kyuhyun… Yeoja itu lalu mengambil tongkatnya lalu berjalan ke arah pintu.

Seohyun lalu membuka pintu itu, dan itu memang kyuhyun tapi seohyun merasa aneh dengan sikap kyuhyun yang tidak seperti biasanya….

“seohyun-ah, mian”  kyuhyun langsung memeluk seohyun dengan nafas sempitnya. Kali ini seohyun merasa dirinya sedang tidak apa apa, tapi sikap kyuhyun saat ini memang sangat aneh..

“mian, aku… “ kata kyuhyun yang  kali ini seohyun merasa suara namja itu mulai bergetar

“ ada apa sebenarnya?” tanya seohyun tidak mengerti

“aku harus mengatakan sesuatu padamu” nada suara kyuhyun berubah menjadi serius.

Kyuhyun sekarang sedang duduk berhadapan dengan seohyun, ia merasa seolah telah kehilangan kata kata. Tangan dan kakinya mulai bergetar dan keringatnya mulai mengucuri tubuhnya. Mungkin seohyun pun merasa aneh dengan sikapnya barusan dan sikapnya yang sekarang.

Seohyun terus bertanya tanya mengenai sikap kyuhyun, apakah namja itu sakit?? Atau ada masalah?? Seohyun tidak bisa melihat raut ekspresi kyuhyun  namun, ia bisa merasakan sikapnya tadi, tak ada sepatah katapun yang terdengar, namja itu sepertinya sedang mencoba mengatakan sesuatu..

“seo, aku ingin bertanya padamu?”  kyuhyun memulai pembicaraan

“bertanyalah “ sela seohyun.

“kau bilang kebutaanmu dimulai saat malam kelahiranmu, berarti malam ini, bukan?” tanya kyuhyun yang semakin membuat seohyun penasaran. Bukankah kyuhyun sendiri yang pernah berkata bahwa ia tidak akan mempermasalahkan  soal kebutaannya???

“ia itu benar” jawab seohyun dengan suara bergetar

“dan, apakah…” ucap kyuhyun terbata bata.

”apakah  kebutaanmu akibat tertabrak sebuah mobil?”

“apa?? Dari mana kau tahu?? Seohyun terkejut mendengar pertanyaan kyuhyun. Pasalnya, ia tidak pernah menceritakan masalah ini pada kyuhyun

“kau adalah  korban tabrak lari dan kau ditabrak saat menyebrang di jalanan dan jalanan itu adalah… adalah  jalan myungsoo”

“Kyuhyun, sebenarnya kau bicara apa???” tanya seohyun hendak memperjelas.

“karena sebenarnya, karena sebenarnya” kyuhyun perlahan menarik nafas panjang…

“seohyun, sebenarnya yang mengendarai mobil itu… maksudku, mobil yang menabrakmu, malam itu..” katanya lagi  “mobil itu, yang mengendarai adalah aku”

“mwo?” seohyun seketika kaget tidak percaya dengan apa yang didengarnya, perlahan air matanya mulai jatuh dan tubuhnya bergetar hebat…

“ini tidk mungkin” suara seohyun masih bergetar

“kau mungkin salah orang iakan??? yang kau tabrak pasti bukan aku”

“tidak,, itu memang benar. Aku sudah memastikannya, memastikannya sendiri”.

kyuhyun mencoba menjelaskan, namun yeoja itu tidak berkata apa apa, mungkin ia berusaha mencerna kenyataan yang baru saja didengarnya

“bisakah kau pergi dari sini” kata seohyun, ia mencoba tidak memberikan reaksi apa apa.

“seohyun-ah” seru kyuhyun

“aku harus memikirkannya” timpal seohyun

“baiklah dan.. aku..  aku akan menyerahkan diri pada polisi, aku tahu kata maaf tidak cukup…” kyuhyun mulai menundukkan wajahnya dan beranjak dari tempat yang ia duduki.

“Tunggu!!!” seru seohyun, membuat kyuhyun menoleh.

“bagaimana jika orang yang kau tabrak itu bukan aku??? apakah kau juga akan melakukan hal yang sama seperti ini?”

“jika orang itu bukan kau, sooyoung pasti tidak akan memberitahuku meskipun begitu, aku sudah pasti harus menerima ganjaran dari semua perbuatan yang kulakukan, bukan?” tegas kyuhyun

“Kurasa Tuhan telah mempertemukan kita, agar aku mendapat ganjaran dari perbuatanku” kyuhyun menghela nafas.

“bisakah kau pergi” sela seohyun tiba tiba.

“mianhe.. seohyun, aku benar benar menyesal. Jaga dirimu baik baik, aku pergi” getar suara kyuhyun membuat seohyun tak tega. Seohyun merasa kecewa, marah dan sedih. Perasaan itu seolah berkecamuk menjadi satu.

Kyuhyun melangkah keluar. Namja itu telah pergi. Pergi meninggalkan seohyun yang kini tengah bergelimang air mata. Seohyun tak menyangka  jikalau orang yang menabraknya pada malam itu adalah kyuhyun.

“wae??? kenapa harus dia??? kenapa bukan orang lain saja” gumam seohyun terisak dalam tangisannya…

………………………………….

Kyuhyun menghela nafas panjang. Kali ini namja itu tengah berada didepan kantor polisi. Ia dengan segera melangkahkan kakinya dan menemui seorang petugas yang berwenang.

“aku ingin menyerahkan diri” ujar kyuhyun pada seorang ahjussi bermuka sangar.

Beberapa  menit kemudian kyuhyun akhirnya keluar dari sebuah ruangan, ia tidak ditangkap atau dipenjara. Kyuhyun tidak mengerti mengapa sooyoung begitu bodoh. Apakah ia sudah kehilangan akal sehatnya?

(“kau bercanda???? Seseorang bernama Sooyoung telah menyerahkan diri dalam kasus ini dan dia juga sudah menunjukkan bukti buktinya”)

(“mwo???”)

Apakah yeoja itu sudah gila??? Kyuhyun merasa  perasaan bersalah ini menjadi semakin dalam. Perasaan itu bukan hanya karena seohyun tetapi juga karena sooyoung, kyuhyun merasa ia harus menemui sooyoung dan meminta penjelasan tentang semua ini.

“nomer yang anda tuju sedang tidak aktif…” sambung operator telepon. Kyuhyun sudah berkali kali mencoba menghubungi sooyoung, namun hasilnya tetap sama, yeoja itu tetap tidak menjawab telepon darinya.

“annyong haseyo,  choi ahjussi, ini aku kyuhyun” sapa kyuhyun ditelepon. Namja itu akhirnya menelpon appa sooyoung

“mianhammnida, apa sooyoung ada dirumah?”

“sooyoung… sooyoung nak, dia.. dia masuk kerumah sakit…” katanya “penyakitnya  kambuh lagi” katanya lagi

Sooyoung memang menderita penyakit jantung  semenjak ia masih kecil, oleh karena itu sooyoung sangat diistimewakan oleh keluarganya. Semenjak bertemu dengan kyuhyun, sooyoung merasa begitu bahagia. Sooyoung sangat menyukai kyuhyun namun, kyuhyun hanya menganggap hubungan mereka hanya sebatas hubungan persaudaraan.

Sooyoung sangat menyukai kyuhyun. Kyuhyun pun berusaha melakukan hal yang sama namun rasa itu tetap sama, tak ada yang berubah sama sekali. Terlebih setelah kecelakaan itu, namja itu merasa ada sesuatu yang mengganjal jika berdekatan dengan sooyoung. kyuhyun pun telah berusaha menjelaskan semua itu pada sooyoung namun, keluarga sooyoung bersikeras  memohon agar kyuhyun tetap berada didekat sooyoung….

Seusai mengakhiri teleponnya, kyuhyun langsung menuju kerumah sakit tempat dimana seooyoung dirawat, dengan segera iapun berlari kedalam rumah sakit mencari kamar nomer 303 kamar tempat sooyoung dirawat.

Setibanya disana, namja itu melihat pemandangan yang tak biasa. Beberapa petugas kepolisian sedang berjaga di depan kamar tempat sooyoung dirawat. kyuhyun mengingat beberapa petugas juga berada diluar rumah sakit.

“sooyoung, sebenarnya apa yang terjadi..??” dengan nafas berkejaran, kyuhyun menghampiri pada sooyoung yang sedang terbaring lemah..

“oppa, aku sudah menyerahkan diri ke polisi, kau juga tidak perlu merasa bersalah”

“sooyoung-ah“ ucap kyuhyun. “kenapa kau melakukannya? aku yang mengendarai mobil itu, aku yang menabraknya” sesal kyuhyun.

“tidak!! ini salahku…” sela sooyoung yang tengah sibuk dengan pikirannya.

“malam itu aku sedang mabuk dan, menganggu konsentarasimu yang sedang  mengemudi” jelas sooyoung..

“aku sedang mabuk dan memukul kepalamu yang saat kau mengemudikan mobil itu” sooyoung mulai menerawang jauh.

Flash back

“lihatlah langit langit itu, sangat  indah bukan?? hha?? ” sooyoung melihat keawan awan. Benar saja, sepetinya ia tengah mabuk berat. Entah setan apa yang sekarang merasukinya. Tidak biasanya ia begini. Mungkin ia terpengaruh lagi oleh ajakan teman temannya di pesta tadi.

” hahahahaa” sahutnya sambil tertawa keras, terlihat gerakannya sempoyongan.

”sooyoung sudahlah kau sepertinya mabuk ” kata kyuhyun yang sedang menyetir..

”mwo??? aku tidak mabuk, siapa bilang?” pekik sooyoung sambil bergerak bebas. Gerakannya terlihat sempoyongan.

”aku hanya minum segelas” katanya lalu tertawa terbahak bahak….

“ ia aku tahu, tapi kaukan belum pernah minum sama sekali”

“oppa,, kau lucu sekali, kepalamu terbalik, sini” katanya sambil memegang kepala kyuhyun.

 “sooyoung singkirkan tanganmu, aku sedang meny….” kalimat kyuhyun terputus karena tiba tiba kyuhyun membanting stirnya kesamping, hingga suara  roda mobilnya berdecit sangat keras.

”BRUKK!!!” suara kedebung yang terdengar samar samar juga mengiringi mesin mobil yang kaget… “omo, apa itu, “ kyuhyun panik.  “apa aku menabrak seseorang???”.

“apa??? Oppa ayo kita, pergi, aku tidak mau kau dipenjara….” ujar sooyoung masih sempoyongan tapi ia bisa merasakan tabrakan tadi dan mulai panik juga..

“ayo,, jeball” katanya memohon. Kyuhyun yang mulai merasa panik tidak dapat memikirkan apapun selain perkataan sooyoung barusan,,

”ia,, mungkin orang itu tidak apa apa, ia tidak akan mati” kata kyuhyun, ia merasa tabrakan tadi tidak begitu parah, kyuhyun hanya menyenggol sedikit atau tepatnya hanya menyerempet orang itu karena ia langsung mengarahkan stirnya sesamping, orang itu juga tidak terlihat jelas batang hidungnya.

Flasback off

“oppa, bisakah kau memanggil ummaku” kata sooyoung setelah itu, kyuhyun lalu memanggil umma sooyoung yang sedang berdoa dan terus menangis.

“omma…” kata sooyoung

“sebentar lagi polisi akan menjamputku” ujar sooyoung

“sooyoung, tidak, tidak ada polisi… kau harus tetap disini bersama umma”  umma sooyoung meneteskan air matanya..

“umma, aku harus bertanggung jawab umma” kata sooyuoung mulai menangis juga

“sooyoung-ah…” jawab ummanya

“aku sudah baikan, sebentar lagi polisi yang menjagaku diluar akan segera kemari” katanya lagi

………………………………………..

Sudah dua minggu lebih Kyuhyun tidak bertemu dengan sooyoung maupun seohyun. Perasaan bersalah itu selalu muncul dan menghantuinya. Sooyoung sudah dipenjara, ia di vonis 3 tahun penjara. Kyuhyun tidak bisa membayangkan yeoja seperti sooyoung  akan berada dalam penjara selama 3 tahun, seharusnya ialah sekarang  yang berada disana dan bukan sooyoung. Kyuhyun ingin sekali mengantikan posisi sooyoung, andaikan ia bisa…

Sementara itu sampai sekarang kyuhyun juga belum melihat kondisi seohyun, namja itu  merasa dirinya tidak pantas lagi bertemu dengan seohyun, ia ingin sekali menemuinya tapi, mungkin setelah malam itu seohyun pasti sangat membencinya, dan ia yakin kehadirannya malah akan menambah penderitaan yeoja itu dan akan semakin memunculkan kenangan buruk  itu.

Kyuhyun merasa ia harus menjenguk sooyoung hari ini, mungkin ia bisa sedikit menghibur hati yeoja itu untuk tetap kuat. Kyuhyun lalu buru buru mengeluarkan handphonennya dari saku celananya lalu menelpon umma sooyoung untuk menanyakan jam besuk dikantor polisi

“yoboseo, sooyoung umma” kata kyuhyun ditelepon setelah mendengar suara di ujung sana

“kyu,,, sooyoung  sooyoung,  sooyoung, dia, sudah meninggal”  umma sooyoung  terdengar sedanng menangis ditelepon

“ada apa umma?? Sooyoung kenapa?” desak kyuhyun pada umma sooyoung

“penyakitnya kambuh lagi, dan, dan…”  umma sooyoung tidak sanggup melanjutkan kata katanya.. “dan kyuhyun,, sebenarnya sooyoung sudah dimakamkan” tangisannya mulai meladak

“mwo???” kata kyuhyun kaget, ia merasa jantungnya seakan ingin keluar

“mian kyuhyun-ssi, sooyoung melarangku memberitahmu dan juga teman temanmu, ia hanya ingin keluarganya saja yang tahu tentang hal ini” kata ummanya

“kapan? kapan ia meninggal???” kyuhyun mulai menyadari bahwa air matanya mulai berlinang.

“sekitar tiga hari setelah ia dipenjara, mian kyuhyun-ssi, tapi umma hanya melakukan sesuai keinginan sooyoung..” umma sooyoung terdengar masih menangis.

“apa?  jadi…”  kyuhyun mematung tidak percaya..

……………………………….

Kyuhyun pergi kesebuah bukit tempat dimana sooyoung dimakamkan, kyuhyun pergi kesana dengan membawa perasaan bersalahnya. perasaan bersalah karena belum bisa membahagiakan sooyoung dan malah menyakiti hati yeoja itu. Kyuhyun bahkan tidak tahu kalau sooyoung sudah meninggal, harusnya ia lebih bisa memeriksa keadaannya??? Harusnya ia bisa melihat wajah sooyoung untuk yang terakhir kalinya. Sekarang, kyuhyun hanya bisa menangis didepan nisan sooyoung, ia hanya bisa meminta maaf pada sooyoung, dan berharap yeoja itu akan mendengarnya..

“soo kenapa kau seperti ini, kenapa kau tidak ingin aku tahu??”  kata kyuhyun dalam tangisannya.

“mian, jeongmal mianhe” kata kyuhyun lagi,

Kyuhyun masih menangis, ia bahkan sudah tidak bisa menghitung berapa banyak waktu yang ia gunakan untuk menangis, menangis di depan nisan sooyoung… tiba tiba ia merasa ada seseorang yang memegang pundaknya,, tapi siapa? Pikir kyuhyun, ia berharap itu adalah sooyoung.. sooyoung yang mencoba mendatanginya untuk terakhir kali, tapi harapan itu sepertinya semu, kyuhyun harus menyadari bahwa sekarang, sooyoung telah tiada, yeoja itu sekarang telah tenang dialam sana…

Tangan itu masih memegang pundak kyuhyun, perlahan pegangannya semakin kuat, kyuhyun mulai memegang tangan itu tapi kyuhyun masih membelakangi orang  itu,,,

“kyuhyun??? Apa itu kau?? ini aku” kata orang itu dan sepertinya kyuhyun mengenal suara itu, dan itu seperti suara…. “astaga?” gumam kyuhyun lalu dengan cepat memutar kepalanya dan melihat kebelakang..

“seohyun-ah?” kata kyuhyun tidak percaya  dengan apa yang baru saja dilihatnya, ia melihat yeoja itu sedang berdiri dengan rambut terurai dan sedang menggunakan pakaian  dan rok serba hitam…

“kau benar ini aku, seohyun” katanya sambil tersenyum dan untuk pertama kalinya seohyun bisa menatap mata kyuhyun dan begitu pula sebaliknya.

……………………..

Seohyun berjalan kesebuah bukit untuk melihat makam sooyoung. Bukit yang sangat indah. Rasanya sudah lama sekali ia tidak melihat pemandangan yang seindah ini. Lagit cerah, dedaunan yang hijau, bunga bunga yang  indah, beserta cahaya yang menyinarinya. Sungguh indah bukan?

Makam sooyoung ada dibagian barat agak ketengah. Begitulah yang dikatakan nyonya choi. Seohyun sepertinya mulai menemukannya. Sepertinya disana juga ada  seorang namja memakai kemeja hitam dan sedang tertunduk menatap makam sooyoung. Siapa dia??? Seorang namja??? Temannya kah?? Apakah umma sooyoung sudah memberitahu semuanya?? Tapi kenapa ia datang sendiri???.

Seohyun mulai mendekat. Matanya mulai terus memandangi namja yang sedang menangis didepan makan sooyoung. Kelihatannya ia sangat tertekan…

“sooyoung-ah kenapa kau seperti ini, kenapa kau tidak ingin aku tahu??”  kata namja dalam tangisannya.

“mian, jeongmal mianhe,” rintihnya

DEGGG…

Apakah ini nyata??? Suara itu, suara itu sangat familiar dalam pendengaran seohyun. Seohyun bisa mendengarnya. Ia sangat kenal dengan suara itu. Suara yang belakangan ini sangat dirindukannya. Ya suara namja itu. Suara, Kyuhyun???.

Seohyun awalnya ragu. Takut namja itu bukan kyuhyun tapi, apakah pendengaranya seburuk itu??. Ia yakin beribu ribu persen bahwa dia adalah kyuhyun. Karenanya, Dengan penuh keyakinan akhirnya yeoja itu memegang pundak namja yang sedang tertunduk didepan makam sooyoung. Ia kelihatan takut untuk berbalik. Perlahan sudut matanya mulai memandang sedikit demi sedikit. Matanya pun terbelakak melihat seohyun yang sedang  berdiri dihadapannya.

“kyuhyun??? Apa itu kau??, ini aku” Seohyun memastikan.

“astaga?” gumam namja itu lalu dengan cepat memutar kepalanya dan melihat kebelakang..

“seohyun???” katanya tidak percaya  dengan apa yang baru saja dilihatnya. Tak percaya melihat Seohyun  yang sedang berdiri dengan rambut terurai dan sedang menggunakan pakaian  dan rok serba hitam…

“kau benar ini aku, seohyun” Seohyun tersenyum dan untuk pertama kalinya yeoja bisa menatap mata kyuhyun dan begitu pula sebaliknya.

“apa itu kau, benar ini kau, tapi, bagaimana bisa??” kata kyuhyun lalu berdiri menghadap yeoja itu..

”kau bisa melihatku??” kata kyuhyun masih tidak percaya..

“ne,,, ini berkat  sooyoung eonni” katanya lagi

“sooyoung,,????” jawab kyuhyun

“sebenarnya aku mendapat donor mata dari sooyoung eonni” kata seohyun yang masih menatap kyuhyun.

”ia datang  kerumahku untuk meminta maaf, dan menjelaskan kejadian itu“ kenang seohyun…

“mwo??? Sebenarnya…” kyuhyun kembali menjelaskan, ia tahu bahwa sooyoung pasti menceritakn kejadian itu pada seohyun seolah olah sooyoung lah  yang paling bersalah…

“sudahlah, aku tidak mau lagi membahas hal itu, itu sudah kehendak Tuhan, tak ada yang harus dipersalahkan ”sela seohyun..

”aku  datang kesini untuk melihat makan eonni, aku juga ingin berterimakasih padanya” seohyun tersenyum kembali

“oenni juga menitipkan surat ini untukmu” ujar seohyun. yeoja itu lalu memberikan sepucuk surat yang terbungkus amplop putih. ia kembali menatap kyuhyun dan terduduk disebelah kyuhyun yang kembali memandangi nisan sooyoung..

Dengan cepat kyuhyun langsung mengulurkan tangannya mengambil surat yang diberikan seohyun, perlahan matanya yang sipit mulai  memandang lurus kearah surat itu.

Dear Kyuhyun Oppa

Saat kau membaca surat ini, mungkin aku sudah tenang di alam lain. Oppa kau tak perlu sedih, walaupun pandanganmu tak bisa lagi menjangkau kehadiranku, tapi aku masih bisa melihatmu dari dekat. Aku yakin kau pasti bisa merasakannya. Aku berencana mendonorkan mataku pada seohyun, mungkin ini semua tidak cukup untuk membayar penderitaannya selama ini karena perbuatanku tapi mungkin inilah satu satunya hal yang bisa kulakukan selain meminta maaf. Tolong  kau jaga dia baik baik, jangan buat hatinya menjadi sedih karena itu sama saja membuatku menjadi sedih juga.. Aku tahu kau mencintai Seohyun, kurasa yeoja itu juga merasakan hal yang sama sepertimu… aku jadi iri padanya. Kadang aku sering bertanya tanya pada diriku sendiri “mengapa bukan kau saja yang mencintaintaiku?” wahhh, sungguh konyol bukan???? Tapi melihat semua kejadian yang menimpaku sekarang membuat aku sadar bahwa sebaiknya kenyataan memang harus seperti ini, bukankah begitu????,,,hmmmm, mungkin aku sudah terlalu lama menulis surat ini, aku harus berhenti, sebelum surat ini basah karena air mataku yang berjatuhan di kertas ini… mianheyo oppa aku harus pergi sekarang…Oppa, jaga dirimu baik baik dan hidup bahagialah bersama seohyun, oppa Sarangheyo….

 

Yang selalu mencintaimu

 

                                                                                                                                                                      Adikmu “Sooyoung”

“pasti eonni sudah tenang disana, ia memintaku untuk menjagamu dengan mata ini” kata seohyun lagi..

“jadi sooyoung” kata kyuhyun dan matanya mulai berkaca kaca “dia juga mengatakan itu padamu” gumanya pelan. Suara kyuhyun terasa sangat bergetar dipendengaran seohyun.

sementara itu seohyun hanya mengangguk pelan dan membiarkan namja itu larut dalam tangisannya. Tangisan didepan makam sooyoung…

………………………………..

“umma, aku bisa pergi dengan tenang sekarang” kata sooyoung pada ummanya dirumah sakit

“sooyoung-ah, kau tidak akan mati, percayalah pada umma” kata umma sooyoung  sambil menangis sementara itu sooyoung hanya tersenyum tipis.

Penyakit jantung yang diderita sooyoung sudah bertambah parah.  Yeoja itu sudah berpesan pada dokternya untuk mendonorkan matanya pada seohyun jika ia meninggal nanti. Gadis  yang harus kehilangan penglihatannya karena dirinya. Sekarang sooyoung merasa bisa pergi dengan tenang karena ia yakin seohyun akan menjaga kyuhyun untuknya, ia yakin seohyun adalah yeoja yang baik, sooyoung bisa merasakannya saat ia berbicara dengan seohyun dirumah yeoja itu. Sooyoung berharap walaupun ia sudah tidak ada lagi didunia ini, ia masih bisa melihat kyuhyun tersenyum, tentu saja melalui matanya yang sekarang ada pada seohyun. Sekarang  sudah saatnya Soooyoung  menutup mata dan pergi dengan dengan tenang.

…………………The End…………………..

Gimana? jelek yah? hahhaaha

Ya udah deh, Aku mau pamit dulu ajah ya..

Bye bye…

27 thoughts on “SuGen FF SeoKyu – My Heart is Your Eyes (Part 4 – End)

  1. loebizloebiz berkata:

    wuuuuuuuuuih..
    soo nya baik amat yak..
    meskipun dia ngaku itu jg adlh kesalahan nya, tetep aja dia udah besar hati mo ngakuin smua nya..
    akhirnya seokyu happy ending..

  2. Kolif_teukieteukie berkata:

    .wah kren cingu terharu bgt
    soo awalnya sih yebelin tpi aslinya baik kok
    mian cingu bru ngoment di part ni soalnya bcnya lwt hp jdi aga’ repot
    n di tnggu ff seokyu yg laen

    • nanashafiyah berkata:

      wahh seneng banget ada yang muji…hehehe
      iyahh g papa kok chingu…udh mau baca juga makasih banget apalagi kalo + comennt..:-)
      ok FF seokyu yg lain ditunggu y chingu soalnya aku juga mau buat pairing yg lain dulu…sabar y

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s