SuGen FF TaeTeuk – Forever (Part 2)

Image

Anyeoooonggg all…..

Kembali lagi dengan FF SuGen Forever part 2,, Ya udah deh jangan lama lama #keburu kebelet deh#….hehe… and then 3. 2. 1 cekidot….

Happy Reading All….

Title : Forever

Author : Nana Shafiyah a.k.a Nana/Nasha

Genre : Romance

Category : General

Cast : SNSD Taeyeon, Super Junior Leeteuk

Other Cast : JYJ Kim Junsu (Xiah), Kang So Ra

Soundtrack : SNSD – Forever

                    SUJU – Marry You

Part 2

I Want to Dream with you “Forever”…

Hari pertama tinggal dengan orang yang baru dikenalnya, ini aneh, tapi nyata.  Taeyeon bukanlah orang yang mudah percaya pada orang lain, apalagi pada orang asing seperti leeteuk. Tapi kali ini, ia tidak merasa takut atau was was pada pria itu. Mungkin karena sekarang perasaannya sedang kacau.

Ttokk ttokk

Suara ketukan pintu terdengar

“anyeyong haseyo” sapa seseorang saat taeyeon membuka pintu

“aneyo haseyo”

“mian mengganggummu” leeteuk memulai pembicaraan

“aku hanya ingin mengambil sesuatu yang tertinggal” katanya

“baiklah, masuk saja” taeyeon mempersilahkan

Leeteuk mulai mencari sesuatu, sedangkan taeyeon sibuk memperhatikan gerak gerik pria itu. Taeyeon ingin sekali bertanya, apakah yang pria itu cari?? Apakah dirinya bisa membantu?. Namun, Taeyeon sepertinya merasa canggung untuk melakukannya.

“ah ketemu” katanya sambil memegang sebuah kotak.

“apa itu” sela taeyeon. Ia tidak tahu apa yang salah dengan mulutnya,  tapi ia sangat ingin tahu apa yang dicari oleh pria itu.

“ini,, sebuah kotak milik kakakku tapi, aku juga tak tahu apa isinya, sepertinya ini sangat penting” jawabnya

“oh” taeyeon berguamam. Rasanya aneh jika bercakap seperti ini.

“kau belum mengganti bajumu?,, “ leeteuk melihat taeyeon masih memakai mantel yang ia berikan.

“oh, ini, aku lupa, mmm maksudku belum sempat”

“pakailah baju kakakku yang ada dalam lemari,” katanya

“kakakmu tinggal disini juga” tanya taeyeon merasa tidak nyaman.

“tidak, ia hanya pernah mampir kesini dan membawa  pakaiannya” leeteuk menjelaskan. Taeyeon mulai terlihat bingung, takut  kakak pria itu tiba tiba datang.

“kakakku tidak akan kesini, dia sekarang sibuk kuliah diluar kota, lagi pula sekarang ia telah berkeluarga, jadi tenang saja”

“oh” gumam taeyeon sambil mengangguk kecil. Otaknya mulai memikirkan kalimat untuk menyambung kata “oh” tadi, namun mengapa hal itu terasa sangat sulit dilakukannya.

“Aku kebawah dulu” sela leeteuk setelah beberapa saat dalam keheningan, lalu iapun beranjak turun.

…………………………………………………………………

Taeyeon berjalan sambil merenung tentang hal apa yang harus dilakukannya, bagaimana caranya dan harus dimulai dari mana. Kegalauan ini sangat membingungkan sekaligus mencemaskan.

Taeyeon melihat suasana disekelilingnya, pepohonan rindang yang mulai berjatuhan, angin yang terasa nenusuk kulit dan terlihat dari kejauhan, orang orang yang tengah duduk  dipinggir danau. Sebuah tempat  dimana ia hampir kahilangan anugrah dari Tuhan yang paling berharga.

“benar itu kau” terka seseorang dari belakang

Pria itu sedang apa dia disini?? Bahkan sampai sekarang aku tidak tahu namanya.

“tebakanku benar kan?? Kurasa aku mulai mengenalimu” Katanya lalu melanjutkan langkah kakinya.

Detik dan menitpun berlalu, tak ada suara baik dari leeteuk ataupun taeyeon. Suara angin dan desir pepohonan terdengar begitu keras dalam pendengaran, Yang juga telah mengalahkan suara jejak kaki mereka berdua.

Taeyeon hanya sibuk melihat lihat kekiri dan kekanan. Sangat canggung rasanya. Taeyeon seperti merasa ada hawa aneh jika berdekatan dengan pria yang sekarang ada disampinya.

Leeteuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan sesekali memainkan ponsel yang sebenarnya tak ingin ia gunakan. Iapun berinisiatif mengajak gadis itu berbincang, namun, saraf saraf tubuhnya mungkin terlalu sibuk bekerja hingga tak bisa memproses kata kata yang ingin ia ucapkan.

“ehmm” Leeteuk berdehem.

“oh ya, kenalkan, Joneun Leeteuk immnida”  kata leeteuk dengan penuh perjuangan

“Mian, kupikir aku belum menyebutkan namaku, dan kau juga belum pernah memanggilku,, taeyeon-ssi” Leeteuk melirik kearah taeyeon

“ah,, ye” gumam taeyeon

Sial,, mengapa gadis ini hanya memberikan reksi seperti itu??? Leeteuk merasa ia harus lebih berjuang dan pantang menyerah. Walaupun gadis itu terlihat dingin. Sikap gadis itu mungkin terasa wajar. Lalu, jika demikian, apakah dalam hal ini  dirinyalah yang terlihat aneh???. Baiklah, siapa yang peduli dengan hal itu.

Leeteuk makin merasa ada yang aneh pada dirinya, biasanya ia sangat pandai memulai pembicaraan. Namun, kali ini didepan gadis itu, ia merasa kikuk dan kehilangan kata kata. Apakah karena suasana diantara dirinya dan taeyeon terlalu serius?.

Disisi lain taeyeon masih sibuk memandangi dedaunan yang sedang  diayun oleh sepoi angin yang cukup kencang. Namun jauh disudut matanya, ia merasa ada sebuah titik dimana dirinya hanya ingin memandangi pria yang berjalan disampingnya. Ya, walaupun dititik yang tersudut sekalipun, asalkan bisa melihat sesuatu yang berhubungan dengannya, bayangannya, siluetnya bahkan suaranya pun tak apa. Tentu saja, hanya suaranya.

Sekarang taeyeon mungkin merasa canggung untuk melihat wajah pria yang bernama leeteuk itu seutuhnya, melihat dari sudut terkecil saja sudah cukup baginya. Sekarang taeyeon ingin sekali mendengar suaranya. Ya, Suaranya. Ia ingin mendengarnya sekali lagi, lebih nyata dan lebih jelas. Bahkan, Taeyeon bisa melupakan junsu yang sedetikpun sosoknya tidak pernah musnah dari benak taeyeon, namun mengingat pria itu ada didekatnya membuat taeyeon melupakan junsu, meskipun itu hanya sedetik, tapi, Taeyeon sudah sangat bersyukur.

“a….” leeteuk membuka mulutnya begitu pula dengan taeyeon. Kata itu nyaris terucap bersamaan dari mulut mereka.

“kau saja duluan” leeteuk mempersilahkan

“ani, kau saja” sela taeyeon, mereka hanya tertawa kecil.

“apa hari ini mendung??” leeteuk mulai menyusun kata kata

“apa? Mendung?” tanya taeyeon tidak mengerti..

“mm maksudku,, sudah lupakan” leeteuk mulai salah tingkah

“tadi, apa yang ingin kau tanyakan” sambungnya

“tidak, tidak jadi,, “ jawab taeyeon

“ kau tidak ingin bertanya ,kau mau kemana? Sedang apa disini? Apa yang kau cari?” Leeteuk masih terus berjalan disamping taeyeon

“apa?”

“dari tadi kau hanya mengatakan aneyo haseyo, ye, oh, ye oh,,apa??, kau jadi terlihat kaku”

“mwo?? Terlihat kaku? Tadi bukankah aku juga bertanya, apa itu??? Apa kakakmu juga tinggal disini?” sangkal taeyeon tidak terima.

“kau bahkan menghitung apa yang kau katakan”

“anii, aku kan hanya mengingatkan” cemberut taeyeon

“Sepertinya jawabanku dari pertanyaanmu tadi sangat berkesan” bangga leeeteuk

“hufft dasar namja Narsis” umpat taeyeon

“apa?”

“memangnya aku tadi bilang apa?”cuek taeyeon sembaari mempercepat langkahnya.

“kau marah?” leeteuk mempercepat lagkahnya mengikuti taeyeon

“tidak,,, mmm hanya sedikit, mungkin” jutek taeyeon

“ye,, ohh” leeteuk meniru cara berbicara taeyeon

“berhentilah berbicara seperti itu” Taeyeon menggembungkan pipinya lalu memasang wajah cemberut

“kau lebih cantik jika berwajah seperi itu” gombal leeteuk sedangkan taeyeon hanya menggerutu tidak jelas sambil memonyongkan bibirnya.

“Ah,, bagaimana kalau kutaraktir makan mie” ajak leeteuk

Taeyeon terlihat sedang berfikir

“ayolah,, anggaplah sebagai permintaan maaf dariku”

“baiklah”

“ oke,, kaja” Leeteuk dengan refleds menarik tangan kanan taeyeon. Taeyeon tiba tiba mematung. Sejenak suasana tampak hening. Leeteuk yang menyadari hal itu langsung melepaskan genggamannya.

“bisakah kau menggenggamnya sekali lagi???”

………………………………………………..

“Junsu oppa,menurutmu lebih cocok yang ini atau yang ini”

Kalimat itu tak sengaja menyangkut dipendengaran taeyeon. Kalimat yang menyebut nama “Junsu oppa”.  Nama itu tampaknya telah membuat tangan dan kaki taeyeon menjadi kaku dan tak bisa digerakkan. Sejenak, ia merasa dunia hampa walaupun suasana dikawasan pertokoan ini sangat ramai.

Taeyeon mencari sumber suara dari kalimat tersebut. Sudut matanya lalu melihat kearah ruko besar yang menjual  berbagai aksesori mewah seperti cincin, gelang dan kalung.

“Dia” Bibir taeyeon bergetar, matanya mulai perih dan dadanya mulai sesak. Taeyeon tak menyangka, ternyata sangat sulit melupakan pria brengsek seperti Kim Junsu. Apakah setelah ini seorang kim Taeyeon harus melanjutkan misi bunuh dirinya??

“baiklah, kita mau makan mie dimana, apa toko mie yang disana,, atau disana” leeteuk menunjuk beberapa toko mie. Ia pun merasa aneh ketika tak ada jawaban dari taeyeon dan tiba tiba…

“DUKKK”

Suara kedebuk terdengar dan membentur punggung leeteuk. Pria itu terlihat kaget. Iapun dengan cepat berbalik dan mendapati Taeyeon tengah tak sadarkan diri.

“Taeyeon-ssi,, kau kenapa?? Ayo bangun” panik leeteuk

“Taeyeon-ssi” Leeteuk menepuk nepuk pipi Taeyeon Lalu dengan segera iapun menggotong gadis  itu dan memanggil taksi menuju rumah sakit.

……………….

Taeyeon-ssi,, kau kenapa?? Ayo bangun”

“Taeyeon-ssi”

Nama itu tiba tiba menyangkut dalam pendengaran Junsu. Pria itu dengan seketika menoleh mencari sumber suara…

“coba lihat ini” kang sora datang dan membawa sebuah cincin. Junsu yang berniat menoleh mencari sumber suara yang menyebut nama Taeyeon pun teralihkan oleh kang sora yang  datang menghampirinya.

“ye,, itu bagus” kata junsu dengan terburu buru. Ia lalu mencoba melihat sekali lagi kepada sumber suara. Namun nihil, tak ada taeyeon atau sesuatu yang terjadi disana.

Junsu sangat mencemaskan taeyeon. Sejak lima hari yang lalu gadis itu tiba tiba menghilang. Junsu terlalu sibuk dengan kang sora dan pernikahannya, jadi ia pun tidak sempat mencarinya. Meskipun begitu  sosok taeyeon sampai sekarang selalu hadir dalam pikiran pria itu.

……………………………………….

“bagaimana keadaannya?” Tanya leeteuk pada dokter choi

“apa dia ada masalah?” tanya dokter choi

“Apa?”

“mian, apa kau kelurganya?”

“bukan, aku…” leeteuk mulai memikirkan sesuatu tentang apa hubungan dirinya dengan taeyeon, apakah ia harus mengatakan bahwa ia adalah keluarga taeyeon? Tapi marga mereka tidak sama mereka juga tidak mirip dan bla bla bla. Pengakuan ini terlalu beresiko.. Bagaimana kalau, temannya??, tapi jika ia mengaku temannya apakah dokter itu akan mengatakan keadaaan taeyeon yang sebenarnya??

“aku,, tunangannya” kata leeteuk dengan penuh keyakinan

“Keluarganya tidak ada di seoul,  ia hanya kuliah disini,  keluarganya lah yang menitipkannya padaku” cerita leeteuk berbohong.

“baiklah,,  akan kukatakan” Dokter choi memeriksa beberapa kertas.

‘kurasa ia menderita depresi, masih tergolong ringan, tapi jika dibiarkan lama kelamaan, depresinya akan bertambah parah” dokter Choi menjelaskan

“apa ada kemungkinannya untuk bunuh diri?” tanya leeteuk

“Ia masih tergolong labil, jadi, kemungkinan itu pasti ada, tapi mungkin dapat dicegah”

“caranya?”

“janganlah sekali kali memperlihatkan padanya sesuatu yang dapat mengingtakannya pada hal yang membuatnya depresi”dokter menyarankan

…………………………

Taeyeon menatap kosong kearah jendela. Jendela itu seperti penjara baginya, ruangan ini, dunia ini seperti neraka baginya, semua terasa hampa. Kehampaan ini, kekesalan ini, dan semuanya kembali membuat gadis itu meneterkan air mata yang teramat amat deras.

“KAU JAHAT KIM JUNSU, JAHAT! JAHAT!” Taeyeon memukul dirinya sendiri dan melempar bantal yang ada ditempat tidur. Ia lalu melepas selang infus yang terpasang ditangan kirinya sambil menangis sesanggukan. Ditangannya, bercucuran banyak darah akibat jarum infus yang diteriknya dengan kasar.

Sudut mata taeyeon mengarah pada jarum infus dihadapannya. Taeyeon mengambil jarum infus tersebut lalu iapun mencoba untuk menusik urat nadinya dengan sebuah jarum infus.

“Bukankah lebih baik kau mati Kim Taeyeon pabo” kata taeyeon pada dirinya sendiri. Taeyeon mulai memejamkan kedua matanya dan…

“HENTIKAN!” Tangan seseorang menghempas tangan taeyeon dengan kasar hingga jarum yang dipegangnya terpental jauh.

“APA KAU GILA” teriak Leeteuk yang tiba tiba datang

“IA AKU MEMANG GILA,, KENAPA?? HAH?? ORANG GILA SEPRTIKU MEMANG PANTAS MATI..” Seru taeyeon dalam tangisan

“TAEYEON !!!”

“APA??? APA AKU HARUS MENURUTIMU LAGI???” tangisan taeyeon semakin menjadi jadi.

“Tolong, jangan lakukan, aku mohon” Leeteuk  mendekap taeyeon dalam pelukannya. Taeyeon tak bergeming. Ia merasa mendapat sebuah perlindungan dari pria yang sedang memeluknya.

“hikz..hikz,,hikz” tangis taeyeon yang seolah tertumpah seluruhnya.

“jangan lakukan”

“AKU BENCI, SEMUA!” Taeyeon menangis dan memukul pundak leeteuk.

“kau boleh memukulku sesukamu,, tapi aku mohon jangan lakukan hal bodoh itu lagi” pinta leeteuk

“mianhe” Kata taeyeon dalam tangisannya

………….To Be Continued………..

See you next part.. bye bye…

About these ads

6 pemikiran pada “SuGen FF TaeTeuk – Forever (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s